Anda di halaman 1dari 5

SOAL DAN PEMBAHASAN

REAKSI REDUKSI DAN


OKSIDASI (REDOKS)
Posted by Admin on January 9, 2015 - 10:16 AM

Pada tahap awal, pengertian oksidasi dan reduksi hanya


dikaitkan dengan pengikatan atau pelepasan oksigen. Akan
tetapi, karena defenisi tersebut cenderung terlalu sempit dan
kurang sesuai menjelaskan beberapa reaksi yang tergolong
reaksi oksidasi, maka pengertian oksidasi dan reduksi
akhirnya dikaitkan dengan peristiwa pelepasan dan
penangkapan elektron. Karena terjadi serah terima elektron
tentu akan terjadi perubahan bilangan oksidasi. Itu
sebabnya kita dapat menandai suatu reaksi tergolong
reduksi atau oksidasi dengan cara melihat bilangan
oksidasinya. Di bawah ini disajikan ilustrasi konsep dasar
reduksi dan oksidasi. Kekeliruan yang umum terjadi dalam
penentuan reaksi redoks adalah kesalahan dalam
menentukan senyawa yang bertindak sebagai reduktor dan
senyawa yang bertindak sebagai oksidator. Ingat bahwa
reduktor adalah senyawa atau unsur yang mengalami
oksidasi sebaliknya oksidator adalah senyawa atau unsur
yang mengalami reduksi.

Soal dan Jawaban Reaksi Redoks

1.

Nyatakan apakah proses berikut tergolong oksidasi,


reduksi, atau redoks.
a. C + O2 CO2
b. Mg(g) Mg2+(g) + 2e
c. Ag2O(s) + C(s) 2Ag(s) + CO(g)
Pembahasan

a.

C + O2 CO2
Jika dilihat berdasarkan oksigen, reaksi di atas jelas menunjukkan
bahwa terjadi peristiwa pengikatan oksigen sehingga rekasi
tersebut tergolong oksidasi. Selanjutnya perhatikan bilangan
oksidasinya. Atom carbon mengalami kenaikan biloks dari 0
menjadi +4 pada CO2, sedangkan O2 mengalami penurunan biloks
dari 0 menjadi -4. Ingat bahwa kenaikan biloks merupakan
peristiwa oksidasi dan penurunan biloks merupakan peristiwa
reduksi.

Jadi, reaksi di atas merupakan reaksi redoks.

b.

Mg(g) Mg2+(g) + 2e
Reaksi di atas tergolong reaksi oksidasi karena terjadi pelepasan
elektron dan kenaikan bilangan oksidasi dari 0 menjadi +2.

c.

Ag2O(s) + C(s) 2Ag(s) + CO(g)


Reaksi tersebut merupakan reaksi redoks karena jika dilihat
bilangan oksidasinya jelas terjadi perubahan biloks. biloks Ag
mengalami penurunan dari +1 menjadi 0, sedangkan biloks C
mengalami kenaikan dari 0 menjadi +2. Jadi reaksi di atas
merupakan raksi redoks.

2.

Dari proses berikut ini, tentukanlah oksidator, reduktor,


hasil reduksi, dan hasil oksidasi.
a. 2Na + H2 2NaH
b. N2 + 3H2 2NH3
Pembahasan

a.

2Na + H2 2NaH
Pada reaksi di atas, Na mengalami kenaikan biloks dari 0 menjadi
+1 sedangkan H mengalami penurunan biloks dari 0 menjadi -1.

Maka diperoleh :
Oksidator = mengalami reduksi = biloksnya turun = H2
Reduktor = mengalami oksidasi = biloksnya naik = Na
Hasil oksidasi = NaH
Hasil reduksi = NaH.

b.

N2 + 3H2 2NH3
Pada reaksi di atas, N mengalami penurunan biloks dari 0
menjadi -3 sedangkan H mengalami kenaikan biloks dari 0
menjadi +1.

Maka diperoleh :
Oksidator = mengalami reduksi = biloksnya turun = N2
Reduktor = mengalami oksidasi = biloksnya naik = H
Hasil oksidasi = NH3
Hasil reduksi = NH3.

Anda mungkin juga menyukai