Anda di halaman 1dari 2

SISTOKEL

A. Faktor Risiko ( Cunningham et al, 2006):


Faktor-faktor yang dapat menyebabkan melemahnya dinding ini termasuk
1. Mengangkat beban berat,
2. terus menerus mengejan saat buang air besar dan pada saat melahirkan.
3. Menopause pada wanita
4. Inkontinensia stres urine akibat hilangnya sudut uretrovesika
poesterior
B. Tanda Gejala (Decherrney, 2006 & Junizaf, 2007 )
Sistokel yang dapat menyebabkan tanda dan gejala-gejala:
1. Miksi yang lebih sering dan sedikit-sedikit mula-mula pada siang hari,
2.

kemudian bilalebih berat juga pada malam hari,


Perasaan seperti kandung kencing tidak dapat di kosongkan

3.

seluruhnya,
Stress inkontinensia, yaitu tidak dapat menahan kencing jika batuk,
mengejan.

4. Kadang-kadang dapat terjadi retensio urin pada sistokel yang besar

5.

sekali.
Meningkatnya

6.
7.

mengangkat beban berat


Perasaan seperti duduk di atas telur yang menghilang ketika berbaring
Rasa penuh di panggul dan vagina, terutama setelah berdiri untuk

ketidaknyamanan

saat

batuk,

mengedan

atau

waktu yang lama


C. Penegakan Diagnosis
1. Anamnesis
Pada anamnesis ditanyakan faktor risiko serta tanda gejala yang
muncul.
2. Pemeriksaan Fisik (Cunningham, 2006; Decherrney, 2006 & Junizaf,
2007 )
a. Melakukan

pemeriksaan

dalam

(vaginal

toucher).

Dengan

menyesuaikangejala klinis pasien. Pada sistokel terdapat benjolan


di dinding depanvagina (merupakan prolaps vesica urinaria pada
vagina),

dapat

berisis

stasisurine

yang

merupakan

faktor

predisposisi infeksi. Adanya jaringan di vagina wanita yang


banyak menggambarkan sebagai sesuatu.
b. Pada sistokel dijumpai pada dinding vagina depan berupa benjolan
kistik, lembek danti dak nyeri tekan. Benjolan ini bertambah besar
jika penderita di suruh mengejan. Jikadimasukkan ke dalam
kandung kencing kateter logam, lalu kateter itu diarahkan ke dalam

sistokel dapat diraba kateter tersebut dekat sekali pada dinding


vagina.
3. Pemeriksaan Penunjang (Brunner & Suddarth, 1996)
Cystourethrogram : tes yang meliputi pengambilan gambar x-ray
kandung kemih,menunjukan bentuk kandung kemih dan masalahnya.
D. Patogenesis
Akibat persalinan, khususnya persalinan pervagina yang susah dan
terdapatnya kelemahan-kelemahan ligament yang tergolong dalam fasia
endopelviks dan otot-otot serta fasia-fasia dasar panggul .Juga dalam
keadaan tekanan intraabdominal yang meningkat dan kronik akan
memudahkan penurunan uterus, terutama apabila tonus otot-otot
mengurang seperti pada penderita dalam menopause. Jika fasia di bagian
depan dinding vagina kendor biasanya trauma obstetric,ia akan terdorong
oleh kandung kencing sehingga menyebabkan penonjolan dinding depan
vagina kebelakang yang dinamakan sistokel.Sistokel yang pada mulanya
hanya ringan saja,dapat menjadi besar karena persalinan berikutnya yang
kurang lancar,atau yang diselesaikan dalam penurunan dan menyebabkan
urethrokel (Decherrney, 2006)
DAFTAR PUSTAKA
Brunner & Suddarth. (1996). Keperawatan Medical Bedah. Edisi ke-8. Jakarta:
EGC.
Decherrney AH, Pelvic Organ Prolaps dalam Current Diagnosis and Treatment.
EditGoodwin, TM, The McGraw hill :New York. Hal (315-328) edisi ke 4. 2006
Junizaf. Kelainan dalam Letak Alat-alat Genital dalam Ilmu Kandungan. edit
Wiknjosastro H,Saifuddin AB, Rachimhadhi T. Yayasan Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo: Jakarta Hal(428-421) edisi ke 3.2007