Anda di halaman 1dari 20

PENDAHULUAN

Manusia diberikan suatu kesempurnaan, sebagai makhluk


yang selalu berfikir setiap saat dalam kehidupannya. Melalui
proses berfikir tersebut, manusia mengamati dan menyimpan apa
yang tlah dilihat dalam otak, dan proses itu membuahkan
pengetahuan. Selain menghasilkan pengetahuan melalui proses
berfikir manusia juga menghasilkan ilmu. Ilmu sangat berbeda
dengan pengetahuan, ilmu merupakan serangkaian pengetahuan
yang tersusun secara logis dan sistematis serta telah teruji
kebenarannya. Sedangkan pengetahuan adalah pengamatan yang
disusun secara sistematis. Jelasnya, factor pengujian inilah yang
membedakan dan memberikan karakteristik yang unik pada proses
keilmuan, yang membawa konsekuensi diperlukannya pengujian
empiris terhadap khasanah teoritis ilmu-ilmu. Melalui proses
penilaian yang berkelanjutan ini, terbentuklah sebuah mekanisme
perbaikan ilmu secara terus menerus, sehingga sebuah kesalahan
teoritik, cepat atau lambat akan diperbaiki oleh umpan balik hasil
kajian teoritis.
Sebagai suatu ilmu, pada dasarnya politik memiliki ruang
lingkup yang sangat luas tidak hanya satu cara untuk mewujudkan
tujuan, tetapi juga membicarakan Negara, karena mempelajari.

politik pasti akan juga menyelidiki Negara sebagai lembaga


politik yang mempengaruhi hidup masyarkat, jadi Negara dalam
keadaan bergerak. Selain itu politik menyelidiki ide-ide, asas-asas,
sejarah pembentukan Negara, hakikat Negara serta bentuk dan
tujuan Negara, disamping menyelidiki elit politik, peranan partai
politik, dan pemilihan umum.

ILMU POLITIK SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN


Beberapa ilmuan memberikan pendapatnya tentang ilmu politik:
1. The Liang Gie
lmu sebagai sekelompok pengetahuan teratur yang
membahas sesuatu sasaran tertentu dengan pemusatan
perhatian kepada satu atau segolongan masalah yang terdapat
pada sasaran itu untuk memperoleh keterangan-keterangan
yang mengandung kebenaran.
2. Van Poelje
Ilmu adalah tiap kesatuan, dimana masing-masing bagian
bergantung satu sama lain yang teratur secara pasti menurut
asas-asas tertentu.
3. S. Abu Bakar
Ilmu adalah suatu pendapat atau buah pikiran yang
ilmiah, yaitu pendapat atau buah pikiran, yang memenuhi
persyartan ilmu pengtahuan terhadap suatu bidang masalah
tertentu.
4. Soerjono Soekanto

Secara pendek dapat dikatakan bahwa ilmu pengetahuan


adalah pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan
menggunkan kekuatan pemikiran, pengetahuann dimana
selalu dapat diperiksa dan ditelaah dengan kritis oleh setiap
orang yang mengetahuinya. Unsur-unsur yang merupakan
bagian:
a.
b.
c.
d.

Pengetahuan
Tersusun secara sistematis
Menggunakan pemikiran
Dapat dikontrol secara kristis oleh orang lain atau umum.

5. Sondan Siagian
Ilmu pengetahuan dapat di defenisikan sebagai suatu objek
ilmiah yang memiliki sekelompok prinsip, rumus melewati
percobaan yang sistematis dilakukan berulang kali telah teruji
kebenarannya, prinsip-prinsip, dalil-dalil dan rumus-rumus
mana dapat diajarkan dan dipelajari.
6. Sutrisno Hadi
Ilmu pengetahuan sebenarnya tidak lain adalah suatu
kumpulan dari pengalaman-pengalaman dan pengetahuanpengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan dalam
suatu bangunan yang teratur.

Serangkaian pengetahuan akan layak untuk disebut ilmu


pengetahuan, jika ia memenuhi atau dapat memberi jawaban atas
tiga unsur pokok atau kajian pokok alam sebuah ilmu, yakni
ontologi, epistemologi, dan aksiologi.
Ontologis secara umum membahas tentang apa yang ingin
kita ketahui dan seberapa jauh kita ingin tahu, serta menjawab
pertanyaan tentang ada dan realitas tentang sesuatu. Dengan
kata lain, meninjau persoalan secara ontologis adalah mengadakan
penyelidikann terhadap sifat dan realitas dengan refleksi rasional
serta analisis dan sintesis logika. Karenanya, ilmu harus sistematis,
dan memiliki objek tertentu, baik objek formal maupun objek
materi, terminologi, metodologi, filsafat dan teori khas serta
bersifat umum.
Epistemologi, berasal dari kata Yunani, yaitu Episteme
yang berarti pengetahuan. Persoalan pokok yang dipertanyakan
adalah tentang bagaimana sesuatu kebenaran itu dating dan
bagaimana

kita

mengetahuinya,

bagimamana

pula

kita

membedakan antara yang benar dan salah. Karena epistemologi


mempertanyakan bagaimana suatu ilmu itu, bagaimana pula kita
mempertanyakan sebagai berikut:
a. Bagaimana terminologi
b. Bagaimana metodologinya
c. Bagaimana sistematikanya
5

d. Bagaimana teori atau tekniknya


e. Bagaimana asas atau dasarnya.
Aksiologi adalah penerapan ilmu. Penerapan ilmu
pengetahuan itu dapat diketahui pertama-tama klasifikasinya,
kemudian dengan melihat tujuan

ilmu itu sendiri, dan yang

terakhir perkembangan ilmu tersebut. Pada penerapannya, ilmu


dapat dibedakan atas ilmu murni dan ilmu terapan, ataukah berada
diantara ke 2 jenis ilmu tersebut. Sedangkan kaitannya dengan
fungsi yang dimilikinya, ilmu dapat dibedakan atas ilmu teoritis
rasional dan ilmu empiris praktis atau yang berada diantara kedua
jenis ilmu tersebut.

DEFENISI ILMU POLITIK


Robert A. Dahl mengatakan bahwa ilmu polotik adalah
tentunya ilmu mengenai politik, dari pada suatu usaha dari analisis
sistematik untuk menemukan kerumitan yang membingungkan
yang lebih spesifik lagi apapun prinip yang dapat bertahan dari
lebih luas dan leih umum secara signifikan.
Wilbur White mengatakan bahwa ilmu politik adalah
ilmu yang mempelajari asal mula, bentuk, proses Negara dan
pemerintahan.

Roger F. Soultau, ilmu politik adalah ilmu yang


mempelajari Negara, tujuan Negara, dan lembaga-lembaga yang
akan melaksanakan tujuan-tujuan itu, hubungan antara Negara
dengan warga Negaranya serta dengan Negara-negara lain.
Harold G. Laswell mengatakan bahwa ilmu politiknya
adalah ilmu tentang kekuasaan.
Ilmu politik mempelajari hal-ikhwal Negara maksudnya ilmu
politik adalah ilmu yang peduli dengan Negara yang
berusaha untuk mengerti dan memahami Negara dalam
kondisinya, yang sungguh alami, dalam bentuk yang
bermacam-macam atau pengumuman pembangunan.
Ilmu politik mempelajari Negara dan pemerintahan
maksudnya adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari
tentang bentuk, susunan, dan proses suatu Negara dan
pemerintahannya.
Ilmu politik mempelajari

tentang

gejala

kekuasaan

maksudnya adalah ilmu politik adalah semua kegiatan yang


menyangkut masalah yang merebut dan mempertahankan
politik.
Ilmu politik mempelajari pengambilan keputusan makudnya
adalah politik adalah pengambilan keputusan kolektif atau
pembuatan kebijakan umum untuk masyarakat seluruhnya.
Ilmu politik mempelajari kebijaksanaan umum yang berarti
suatu kumpulan yang diambil oleh seorang pelaku atau
7

kelompok politik dalam usaha memilih tujuan-tujuan dan


cara-cara untuk mencapai tujuan-tujuan itu. Pada prinsipnya
pihak yang membuat kebijakan-kebijakan ini mempunyai
kekuasaan untuk melaksanakannya.
PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM ILMU POLITIK
Pendekatan-pendekatan ilmu politik terbagi menjadi tiga
yakni:
1. Pendekatan tradisional
Pada pendekatan ini peneliti menyelidiki tentang cara
kerja berbagai lembaga politik, mereka mulai menyelidiki
masalah dimana pusat kekuasaan terletak dalam suatu
masyarakat serta bagaimana pengoperasian kekuasaan
tersebut didalam suatu pemerintahan.
2. Pendekatan tingkah laku
Pendekatan ini mengatakan bahwa tingkah laku politik
lebih menjadi fokus, daripada lembaga politik kekuasaan atau
keyakinan politik. Akan tetapi yang lebih menonjol lagi ialah
penampilan suatu orientasi tertentu yang mencakup beberapa
konsep pokok yakni,
Tingkah laku politik memperhatikan keteraturan
8

Generalisasi pada azas nya harus dibuktikan dengan


menunjukan pada tingkah laku yang relevan.
Dilakukan teknik penelitian yang cermat
Sikap terbuka pada ilmu lain.
Sistem politik memilik 4 variabel yang saling berkaitan,
yakni:
Budaya politik yang menyangkut nilai-nilai politik
system kepercayaan atau sikap emosional.
Kekuasaan sebagai alat untuk mencapai sesuatu.
Kepentingan, sebagai tujuan yang hendak dicapai.
Kebijakan merupakan konsekuensi dan akibat proses
saling mempengaruhi satu sama lain.
3. Pendekatan pasca tingkah laku
Pendekatan

tingkah

laku

mempunyai

beberapa

keuntungan, antara lain memberi kesempatan untuk mempelajari


kegiatan dan susunan politik dibeberapa Negara yang berbeda
sejarah perkembangannya, latar belakang kebudayaan dan
ideologi, dengan mempelajari bermacam-macam mekanisme yang
menjalankan fungsi-fungsi tertentu, yang memang merupakan
tujuan dari setiap kegiatan politik dimana pun terjadi.
Apter dan Adrain menyimpulkan ada 3 pendekatan utama
dalam studi ilmu politik:
1. Pendekatan Normatif
9

2. Pendekatan Struktural
3. Pendekatan perilaku
Menurut Ramlan Surbakti sejak awal hingga perkembangan
yang terakhir ada sekurang-kurangnya lima pandangan mengenai
politik, yaitu sebagai berikut:
1. Politik adalah usaha-usaha yang ditempuh warga Negara
untuk membicarakan dan mewujudkan kebaikan bersama.
2. Politik ialah segala hal yang berkaitan dengan penyelanggara
Negara dan pemerintahan.
3. Politik adalah sebagai kegiatan yang diarahkan untuk
mencari dan mempertahankan kekuasaan dalam masyarakat.
4. Politik sebagai kegiatan yang berkaitan dengan perumusan
dan pelaksana kebijakan umum.
5. Politik sebagai konflik
dalam rangka mencari dan
mempertahankan sumber-sumber yang dianggap penting.

Bidang- Bidang Ilmu Politik


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Filsafat Politik
Proses Pemerintahan
Perilaku dan Pengaturan Administrasi
Peran dan Kekuasaan Legislatif
Hubungan Hukum dan Pemerintahan
Partai politik dan Pemilihan Umum
Kekuatan-kekuatan Politik dan Pendapat Umum
Sosialisasi Politik
Sejarah dan Budaya Politik
10

10.
11.
12.
13.

Politik Internasional
Pembangunan Politik
Perbandingan Politik dan Pemerintahan
Teori dan Metodologi Politik

Negara
Menurut pemikir klasik Negara adalah persekutuan dari
keluarga- keluarga dan desa guna memperoleh hidup yang sebaikbaiknya (Aristoteles), Negara adalah lembaga social manusia yang
paling tinggi dan luas yang berfungsi menjamin manusia
memenuhi kebutuhan- kebutuhan fisiknya yang melampaui
kemampuan lingkungan social lebih kecil dari desa dan kota
(Thomas Aquinas).

11

Sedangkan pemikir modern mengatakan bahwa Negara adalah


suatu diri rakyat yang disusun dalam uatu organisasi politik disuatu
daerah tertentu (Bluntschil), Negara adalah suatu susunan
pergaulan hidup bersama dengan tata paksa ( Hans Kalsen).
Negara berdasarkan strukturnya bisa dibedakan dalam suatu
prastruktur politik dan infrastruktur politik. Suprastuktur politik
adalah segala sesuatu yang bersangkutan dengan apa yang disebut
alat kelengkapan Negara termasuk segala hal yang berhubungan
dengan nya atau hal mengenai kedudukan, kekuasaan, wewenang,
tugas pembentukan, serta hubungan antara alat-alat perlengkapan
Negara.
Sedangkan infrastuktur politik adalah mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan kepartaian, golongan kepentingan, kelompok
penekanan, komunikasi politik dan pemilu. Antara infrastruktur
dan

suprastruktur

memiki

hubungan

timbal

balik

yakni

suprastuktur dapat mengatur segala sesuatu dalam infrastrutur,


sedangkan infrastruktur dapat mempengaruhi serta menentukan
berjalannya suprastuktur.
Jadi Negara adalah suatu daerah territorial yang rakyatnya
diperintah oleh sejumlah pejabat yang berhasil menuntut dari
warga Negara nya ketaatan pada peraturan perundang-undangan
melalui penguasaan monopolitis dari kekuasaan yang sah.

12

Asal-Usul Negara
Kemunculan Negara dalam masyarakat terbagai dua bagaian
yakni Negara Paristin dan Negara Sekunder. Negara Paristin
maksudnya ialah Negara yang pertama sekali ada telah timbul
dalam kondisi dimana tidak ada Negara sebelumnya. Negara ini
terjadi dalam kekosongan politik, maksudnya belum terdapat
Negara yang telah berkembang lebih tinggi, yang dapat mendorong
ke arah sifat kenegaraan dan Negara Sekunder dimaksudkan
Negara yang timbul sebagai akibat adanya satu atau lebih Negara
yang sudah ada sebelumnya. Kontak diantara suatu masyarakat
bukan Negara satu atau lebih masyarakat berbentuk Negara dapat
menciptakan kondisi dimana masyarakat bukan Negara dengan
cepat beralih menjadi suatu Negara.
Syarat-syarat Berdirinya Negara
Unsur-unsur yang menjadikan terbentuknya suatu Negara:
1.
2.
3.
4.
5.

Ada wilayah
Adanya rakyat
Adanya pemerintahan
Adanya kedaulatan
Adanya pengakuan

Hakikat Negara

13

1. Teori Sosiologis, Negara merupakan organisasi kehidupan


bermasyarakat. Adanya Negara diperlukan untuk mengurus,
mengatur, dan menyelenggarakan berbagai kepentingan
dalam kehidupan masyarakat yang gabung atau berada dalam
Negara yang bersangkutan.
2. Teori organis, Negara sebagai suatu bentuk organisasi,
sebagaimana makhluk hidup lainnya, adalah dipengaruhi oleh
hokum alam. Raganya adalah Negara terebut, jiwanya adalah
pemikiran dan semangat nasionla rakyat.
3. Teori ikatan golongan, Negara adalah ikatan atau gabungan
kelompok masyarakat dalam rangka usaha nencapai tujuan
bersama. Negara mengikat orang-orang kearah perumusan
dan pencapaian suatu tujuan bersama, bukan berdasarkan
kepentingan pribadi atau golongan.
4. Teori Hukum Murni, Negara dipandang sebagai wadah
penerapan dan pelaksanaan norma hukum.
5. Teori dua sisi, Negara mengandung sifat rangkap , bagaikan
dua sisi mata uang, artinya bahwa harus dipandang dengan
mencakup sisi sosiologik, yaitu Negara sebagai suatu
kenyataan social, kesatuan hidup, keterpaduan secara
sosiologik. Ajaran ini melihat hakikat Negara sebagai ikatan
suatu bangsa, organisasi kewibawaan, organisasi jabatan,
organisasi kekuasaan. Dan sisi lainnya adalah sisi yuridisformal Negara sebagai suatu lembaga hukum, yang memiliki

14

susunan organ-organ, struktur kelembagaan, dan hubungan


hukum.
Faktor-faktor pembentuk Negara
Pembentukan suatu Negara sangat berkaitan dengan identitas
yang tersedia untuk menyatukan masyarakat. Factor-faktor
identitas itu adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Primodial ( ikatan kekerabatan atau tali darah)


Sacral
Tokoh
Sejarah
Bhineka Tunggal Ika
Perkembangan ekonomi
Kelembagaan

Sifat-sifat Negara
1. Sifat memaksa

dimasdukan agar peraturan dapat ditaati

dengan baik.
2. Sifat monopoli dimaksudkan Negara memiliki monopoli
dalam menetapkan tujuan bersama dari masyarakat.
3. Sifat mencakup semua maskudnya semua PERPU berlaku
untuk semua orang tanpa kecuali.
Dapat simpulkan bahwa Negara adalah lembaga yang
memiliki kekuasaan besar didalam suatu masyarakat dan
kekuasaan yang sangat besar ini di peroleh karena Negara
merupakan perlembagaan dari kepentingan umum.
15

Tujuan Negara
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Mencapai kekuasaan politik


Memelihara keamanan
Ketertiban
Keadilan
Kebebasan
Mencapai kemakmuran material
Mempertinggi moralitas

Fungsi Negara
1.
2.
3.
4.
5.

Fungsi diplomasi
Fungsi pertahanan
Fungsi finansial
Fungsi keadilan
Fungsi kebijakan

16

Tugas makalah Pengantar Ilmu Politik

Teori Pengantar Ilmu Politik

Di susun oleh:
Nama : FITRI
NIM : GAA 113 001

17

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK


UNIVERSITAS PALANGKARAYA
TAHUN AJARAN 2013-2014
KATA PENGANTAR
Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, maka penulis
pun dapat menyelesaikan tugas Pengantar Ilmu Politik dengan baik
dan tepat waktu. Makalah ini mengantarkan kita untuk lebih
mengenal ilmu politik terlebih bagi pemula atau yang baru
mengenal tentang ilmu politik. Makalah ini juga menjelaskan
tentang sebuah Negara itu seperti apa, agar kita lebih mengenal
Negara kita seperti apa dan bagaimana serta dapat menjaga dengan
baik Negara kita.
Makalah yang dibuat oleh penulis jauh dari kesempurnaan,
sehingga

pembaca

diharapkan

dapat

memaklumi

dan

memahaminya. Dan semoga isi makalah ini dapat dimanfaatkan


dan bermanfaat bagi pembaca dan banyak orang.

18

Daftar
Isi
i

Kata Pengantar
Pendahuluan
Isi
Bab 1 : Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan
a. Defeni Ilmu Politik
b. Pendekatan-pendekatan dalam Ilmu Politik
c. Bidang-bidang Ilmu Politik

Bab 2 : Negara
a.
b.
c.
d.
e.
f.

Asal-usul Negara
Syarat-syarat berdirinya Negara
Hakikat Negara
Factor-faktor Pembentuk Negara
Sifat-sifat Negara
Tujuan Negara
19

g. Fungsi Negara

Kata Penutup
ii

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha ESA, atas berkat


rahmatNYA dan kasihNya, maka berakhir lah tugas makalah ini.
Semoga hasil makakah Pengantar Ilmu Politi ini dapat bermanfaat
dengan baik dan berguna bagi penulis, pembaca banyak orang. Dan
penulis meminta maaf atas kesalah kata atau pun kekuarangankekuarangan lainnya dalam makalah ini. Atas perhatian dan
kemaklumannya diucapkan trimaksih.

20