Anda di halaman 1dari 6

NAMA : ANDRE EKO WIBOWO

NIM
: F0313007
KELAS : PENGAUDITAN II - B

AUDIT SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA


Siklus penggajian dan personalia (payroll and personnel cycle) melibatkan pekerjaan dan
pembayaran kepada semua karyawan. Dalam audit yang umum, perbedaan utama antara siklus
penggajian dan personalia serta siklus lainnya meliputi :

Hanya ada satu siklus transaksi untuk penggajian. Sebagian besar siklus lainnya
memasukkan setidaknya dua kelas transaksi. Sebagai contoh siklus penjualan dan penagihan
memasukkan baik transaksi penjualan maupun penerimaan kas, dan sering kali melibatkan
retur penjualan serta penghapusan piutang tak tertagih. Penggajian hanya memiliki satu
kelas karena penerimaan jasa dari karyawan dan pembayaran jasa tersebut melalui
penggajian biasanya terjadi dalam periode waktu yang singkat.

Transaksi pada umumnya jauh lebih signifikan ketimbang akun neraca terkait. Akun akun
yang terkait dalam penggajian seperti misalnya penggajian akrual dan potongan pajak
biasanya bernilai kecil dibandingkan dengan total transaksi selama tahun bersangkutan.

Pengendalian internal terhadap penggajian sudah efektif bagi hampir semua perusahaan,
bahkan perusahaan kecil sekalipun. Penalty yang tinggi yang dikenakan pemerintah Negara
bagian federal telah mendorong efektifnya pengendalian atas pemotongan dan pembayaran
pajak penggajian. Selain itu, masalah moral karyawan juga dapat mengemuka jika karyawan
tidak diberi gaji atau diberi gaji yang kecil.

FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA SERTA DOKUMEN


DAN CATATAN TERKAIT
Siklus penggajian dan personalia dimulai dengan merekrut karyawan dan diakhiri dengan membayar
karyawan tersebut atas jasa yang mereka laksanakan dan pemotongan pajak oleh pemerintah serta
institusi lain dan pajak gaji serta manfaat akrual. Jadi, siklus tersebut melibatkan perolehan jasa dari
karyawan yang konsisten dengan tujuan perusahaan, dan akuntansi yang tepat untuk jasa tersebut

NAMA : ANDRE EKO WIBOWO


NIM
: F0313007
KELAS : PENGAUDITAN II - B

Catatan personalia (personel records) meliputi data seperti tanggal mulai bekerja, investigasi
personil, tingkat pembayaran, pengurangan yang diotorisasi, evaluasi kinerja dan tanggal berhenti
bekerja.
Formulir otorisasi pengurangan. Formulir ini digunakan untuk mengotorisasi pengurangan gaji,
termasuk jumblah pembebasan untuk pemotongan pajak pengasilan, 401(K) dan program tabungan
pension lainnya, obligasi tabungan A.S. serta iuran serikat pekerja.
Formulir otorisasi tingkat pembayaran. Formulir ini digunakan untk mengotorisasi tingkat
pembayaran. Sumber informasinya adalah kontrak tenaga kerja, otorisasi oleh manajemen, atau dlam
kasus pejabat perusahaan, otorisasi dari dewan direksi.
Pencatatan waktu (timekeeping) dan persiapan penggajian merupakan hal yang penting dalam
audit penggajian karena mempengaruhi secara langsung beban peggajian dalam setiap periode.
Kartu waktu (time card). Adalah dokumen yang mengidentifikasi waktu per jam karyawan mulai
dan berhenti bekerja setiap hari serta jumlah jam kerja karyawa. Kartu waktu ini dapat berupa
formulir kertas atau electronic, dan dapat disiapkan secara otomatis oleh jam waktu atau pembaca
kartu identifikasi.
Tiket waktu pekerjaan. Tiket waktu pekerjan adalah formulir yang menunjukkan pekerjaan mana
yang dikerjakan karyawan selama periode waktu tertentu. Formulir ini hanya digunakan oleh seorang
karyawanmelakukan pekerjaan berbeda atau bekerja dalam departemen yang berbeda. Tiket waktu
pekerjan seringkali diakukan secra electronic dengan system pelaporan waktu dan beban
File transaksi penggajian. File yang dibuat oleh computer ini mencantumkan semua transaksi
penggajian yang diproses aoleh system akuntansi selama satu periode, seperti satu hari, satu minggu,
satu bulan, satu tahun. File tersebut berisi semua informasi yang dimasukkankedalam system dan
informasi tentang setiap transaksi seperti nama karyawan, dan nomer identifikasi, tanggal,
pembayaran kotor dan bersih, berbagai jumlah pemotongan pajak dan klasifikasi akun atau
klasifikasi..
Jurnal atau data penggajian. Laporan inidibuat dari file transaksi penggajian dan umumnya
mencantumkan nama karyawan, jumlah penggajian kotor dan bersih, jumlsh pemotongan, serta
klasifikasi akun atau klasifikasi transaksi.
File induk penggajian (payroll master file) adalah file computer yang digunakan untuk mencatat
transaksi penggajian bagisetiap karyawan dan mempertahankan total upah karyawan yang dibayar
selama tahun tersebut hingga tanggal saat ini. Catatansetiap karyawan mencantumkan pembayaran
kotor selama setiap periode penggajian, pengurangan dari pembayaran kotor, pembayaran bersih,
nomer cek, dan tanggal.
Cek gaji. Cek gaji ditulis untuk selanjutnya diserahkan kepada karyawan sebagai pertukaran atas jasa
yang dilakasanakannya. Jumlah cek tersebut merupakan pembayaran kotor dikurangi pajak dan
potongan lainnya
Rekonsiliasi rekening bank penggajian. Rekonsiliasi bank independen merupakan hal yang penting
bagi semua akun kas, termasuk penggajian, untuk menemukan kesalahan dan kecurangan. Akun
penggajian impress (imprest payroll account) adalah akun penggajian terpisah dimana saldo bernilai

NAMA : ANDRE EKO WIBOWO


NIM
: F0313007
KELAS : PENGAUDITAN II - B

kecil dipertahankan. Jumlah setiap gaji bersih yang ditransfer berdasarkan cek atau transfer dana
elektronik dari akun umum ke akun impress segera sebelum distribusi penggajian.
Formulir W-2 adalah formulir yang dikirim kesetiap karyawan untuk mengikhtisarkan setiap
menghasilan karyawan slama tahun kalender, termasuk pembayaran kotor, dan potongan FICA
(jaminan sosial).
SPT pajak penghasilan. Adalah formulir yang diserahkan ke unit pemerintah local, Negara bagian,
dan federal untuk menunjukkan pembayaran pajak yang dipotong dan pajak perusahaan. Sifat dan
tanggal jatuh tempo formulir tersebut bervariasi tergantung pada jenis pajaknya.
METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN
SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI

Walaupun pengujian pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi merupakan alat yang sangat
penting dalam menguji penggajian, pengujian dalam bidang ini biasanya tidak bersifat ekstensif.
Banyak audit menghadapi risiko salah saji yang material yang rendah atau minimal walaupun
penggajian sering kali menjadi bagian yang signifikan dari total beban, disebabkan karena tiga alasan
berikut:
1.

Karyawan kemungkinan besar akan mengajukan keluhan kepada manajemen jika mereka
dibayar terlalu rendah.

2.

Semua transaksi penggajian secara tipikal seragam dan tidak rumit.

NAMA : ANDRE EKO WIBOWO


NIM
: F0313007
KELAS : PENGAUDITAN II - B

3.

Transaksi penggajian merupakan subjek audit pemerintah negara bagian dan federal
menyangkut pemotongan pajak penghasilan, Jaminan Sosial, dan pajak pengangguran.

MEMAHAMI PENGENDALIAN INTERNAL SIKLUS PENGGAJIAN DAN PERSONALIA.


Untuk memahami pengendalian internal siklus penggajian dan personalia, hal-hal yang harus kita
pahami adalah:

Pengendalian internal bervariasi antar perusahaan. Oleh karena itu, auditor harus
mengidentifikasi pengendalian, defisiensi signifikan, dan kelemahan yang material dari
perusahaan.

Pengendalian yang digunakan oleh auditor untuk mengurangi penilaian risiko pengendalian
harus diuji dengan pengujian pengendalian.

Jika klien merupakan perusahaan publik, tingkat pemahaman pengendalian dan luas
pengujian pengendalian harus mencukupi untuk menerbitkan opini tentang keefektifan
pengendalian internal terhadap pelaporan keuangan.

Pengujian substantif atas transaksi bervariasi tergantung pada risiko pengendalian yang
dinilai dan pertimbangan audit lainnya, seperti pengaruh penggajian terhadap persediaan.

Pengujian pengendalian dan pengujian substantif akan digabungkan jika memungkinkan,


dan dilaksanakan dengan cara senyaman mungkin, dengan menggunakan program audit
formal kinerja.

METODOLOGI UNTUK MERANCANG PENGUJIAN ATAS RINCIAN SALDO

NAMA : ANDRE EKO WIBOWO


NIM
: F0313007
KELAS : PENGAUDITAN II - B

akun kewajiban yang utama dalam siklus penggajian dan personalia.


a. Jumlah potongan dari gaji karyawan: Pajak penghasilan yang dipotong tetapi belum
dibayarkan kepada pemerintah dapat diuji dengan membandingkan saldonya dengan
jurnal penggajian, formulir pajak penghasilan yang dibuat pada periode selanjutnya,
dan pengeluaran kas periode selanjutnya.
b. Gaji dan upah akrual: setelah auditor menentukan kebijakan perusahaan untuk
mengakrualkan upah dan mengetahui bahwa hal tersebut konsisten dengan tahun
sebelumnya, untuk mengujia cut off dan keakuratan adalah dengan meghitung ulang
akrual klien. Salah saji yang sering terjadi adalah kelalaian memasukkan jumlah hari
yang tepat yang telah dihasilkan tetapi belum dibayar.
c. Komisi Akrual : konsepnya sama dnegan gaji
ragam perjanjian komisi yang berbeda-beda.
menentukan sifat perjanjian komisi dan
berdasarkan perjanjian itu. Harus dilihat
sebelumnya.

akrual namun lebih sulit karena adanya


Yang harus dilakukan pertama adalah
kemudian menguji perhitunngannya
juga konsistensinya denngan tahun

d. Bonus akrual: seringnya bonus yang belum dibayarkan pada akhir tahun sangat besar
sehingga kelalaiannya juga dapat menimbulkan salah saji yang material. Verifikasinya
dengan membandingkannya dengan jumlah yang diotorisasi pada risalah rapat dewan
direksi.
e. Pembayaran cuti liburan, cuti sakit, atau tunjangan akrual lainnya: untuk menilai
kewajarannya bandingkan konsistensinya dengan tahun sebelumnya. Ketahui kebijakan
perusahaan untuk menccatat kewajiban dahulu kemudian hitung ulang jumlah yang
tercatat.

NAMA : ANDRE EKO WIBOWO


NIM
: F0313007
KELAS : PENGAUDITAN II - B

f.

Pajak penggajian akrual: diverifikasi dengan formulir pajak yang disiapkan untuk
periode selanjutnya untuk menentukan jumlah yang sudah harus dicatat sebagai
kewajiban pada tanggal neraca.

g. Pengujian atas rincian saldo untuk akun beban: auditor relatif sedikit melakukan
pengujian tambahan disamping prosedur analitis, pengujian pengendalian, pengujian
substantif atas transaksi dan pengujian atas akun kewajiban terkait. Auditor hanya perlu
melakukan pengujian lebih jika menemukan kelemahan material dalam pengendalian
internal atau salah saji signifikan dalam pengujian kewajiban. Akun yang sering diuji
mecakup kompensasi pejabat, komisi, beban pajak pennghasilan, total penghasilan
pegawai, dan tenaga kerja kontrak.
h. Kompensasi Pejabat : verifikasi apakah total kompensasi dari pejabat adalah jumlah
yang disetujui oleh dewan direksi dan komisaris, karena gaji dan bonus mereka harus
dimasukkan ke dalam Surat Pemberitahuan pajak.
i.

Komisi : dapat diverifikasi dengan mudah kalau tarif komisi sama untuk masingmasing jenis penjualan dan informasi penjualan yang diperlukan tersedia dalam catatan
akuntansi.

j.

Beban pajak penggajian : dapat diuji dengan merekonsiliasi total gaji dalam masingmasing formulir pajak penghasilan pegawai dengan total gaji untuk keseluruhan tahun.
Total PPh dapat dihitung ulang dengan mengalikan tarif yang sesuai dengan
penghasilan kena pajak. Biasanya butuh waktu lama dan biaya tinggi, sehingga sering
tidak dilakukan kecuali prosedur analitis mengindikasikan terdapat masalah yang tidak
dapat diselesaikan dengan prosedur lainnya.

k. Total penggajian: perlu diadakan pengujian atas transaksi untuk menemukan


kekeliruan dalam pembebanan gaji (apakah transaksi penggajian dibebankan ke
perkiraan non penggajian atau seluruhnya tidak dicatat dalam jurnal penggajian).
l.

Tenaga kerja kontrak (Outsourcing): Biaya yang dibayarkan ke perusahaan


outsource diuji dengan membandingkan jumlahnya dengan kesepakatan kontrak yang
ditandatangani antara perusahaan dengan perusahaan outsource.

m. Tujuan penyajian dan pengungkapan: Auditor dapat menggabungkan prosedur audit


yang berhubungan dengan keempat tujuan penyajian dan pengungkapan dengan
pengujian atas rincian saldo untuk akun kewajiban dan beban.