Anda di halaman 1dari 7

NAMA : ANDRE EKO WIBOWO

NIM
:F0313007
KELAS : PENGAUDTIAN II - B

BAB 21: AUDIT ATAS SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN


Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena hubungannya
yang erat dengan siklus transaksi lainnya. Bagi perusahaan manufaktur, bahan baku
memasuki siklus persediaan dan pergudangan dari siklus akuisisi danpembayaran,
sementara tenaga kerja langsung memasukinya dari siklus penggajian dan personalia.
Siklus persediaan dan pergudangan diakhiri dengan penjualan barang dalam siklus
penjualan dan penagihan.
FUNGSI BISNIS DALAM SIKLUS SERTA DOKUMEN DAN CATATAN TERKAIT
Persediaan memiliki banyak bentuk yang berbeda, tergantung pada sifat bisnisnya.
Untuk bisnis ritel atau grosir, akun terbesar dalam laporan keuangan sering kali berupa
persediaan barang dagang yang tersedia untuk dijual. Pada perusahaan manufaktur,
persediaannya mungkin meliputi bahan baku, suku cadang dan perlengkapan yang dibeli
untuk digunakan dalam produksi, barang dalam proses manufaktur, dan barang jadi yang
tersedia untuk dijual.
Memroses Pesanan Pembelian
Siklus persediaan dan pergudangan dimulai dengan akuisisi bahan baku untuk produksi.
Permintaan pembelian adalah formulir yang digunakan untuk meminta departemen
pembelian untuk memesan persediaan. Permintaan tersebut dapat dilakukan oleh
personil ruang penyimpanan bahan baku yang diperlukan, dengan perangkat lunak
computer yang terotomatisasi ketika bahan baku mencapai tingkat yang telah ditentukan
terlebih dahulu, dengan pesanan yang dilakukan atas abahan baku yang diminta unutk
memenuhi pesanan pelanggan, atau melalui pesanan yang dilakukan atas dasar
perhitungaan bahan baku secara periodik.
Menerima Bahan Baku
Penerimaan bahan baku yang dipesan, yang juga merupakan bagian dari siklus akuisisi
dan pembayaran, melibatkan inspeksi atas bahan yang diterima menyangkut kuantitas
dan kualitasnya. Departemen penerimaan akan membuat laporan penerimaan yang
menjadi bagian dari dokumentasi sebelum pembayaran dilakukan.
Menyimpan Bahan Baku
Setelah diterima, bahan itu biasanya disimpan diruang penyimpanan. Ketika departemen
lainnya memerlukan bahan untuk produksi, personil ruang penyimpanan menyerahkan
permintaan bahan yang telah disetujui secara layak, mengerjakan pesanan, atau
dokumen serupa atau pemberitahuan elektronik yang mengindikasikan jenis dan
kuantitas bahan yang diperlukan.
Memroses Barang
Departemen pengendalian produksi yang terpisah sering kali bertanggung jawab untuk
menentukan provisi untuk memperhitungkan kuantitas yang diproduksi, pengendalian
atas sisa bahan, pengendalian kualitas, dan perlindungan fisik bahan dalam proses.

Setiap departemen produksi biasanya bertanggung jawab untuk mereview laporan


produksi dan sisa bahan yang dibuat computer, yang menyediakan informasi yang
bermanfaat bagi akuntansi untuk mencatat transfer bahan dan menentukan biaya
produksi.
Sistem akuntansi biaya yang memadai merupakan bagian penting dari pemrosesan
fungsi barang bagi semua perusahaan manufaktur. Terdapat dua jenis sistem biaya :
sistem biaya pekerjaan dan sistem biaya proses, tetapi terdapat banyak variasi dan
kombinasi dari kedua sistemtersebut.dalam sistem biaya pekerjaan (job cost system),
biaya diakumulasikan oleh setiap pekrjaan ketika biaya dikeluarkan dan biaya tenaga
kerja terjadi. Dalam sistem biaya proses (process cost system), biaya diakumulasikan
berdasarkan proses, dengan biaya per unit untuk setiap proses dibebankan ke produk
melalui proses tersebut.
Menyimpan Barang Jadi
Ketika barang jadi telah selesai, barang itu ditempatkan diruang penyimoanan menunggu
dikirim. Dalamperusahaan yang memiliki pengendalian internal yang baik, barang jadi
disimpan dibawah pengendalian fisik yang terpisah, disuatu area dengan akses terbatas.
Pengendalian barang sering kali dianggap sebagai bagian dari siklus penjualan dan
penagihan.
Mengirimkan Barang Jadi
Pengiriman barang jadi merupakan bagian dari siklus penjualan dan penagihan.
Pengiriman actual barang kepada pelanggan dalam pertukaran dengan kas atau aktiva
lainnya, seperti piutang usaha, menciptakan pertukaran aktiva yang diperlukan untuk
memenuhi criteria pengakuan pendapatan. Untuk sebagian besar transaksi penjualan,
pengiriman actual merupakan pemicu untuk mengakui piutang usaha terkait dan
penjualan terkait dalam sistem akuntansi. Jadi, pengiriman barang jadi harus diotorisasi
oleh dokumen pengiriman yang disetujui secara layak.
BAGIAN DARI AUDIT PERSEDIAAN
Tujuan dalaam audit siklus persediaan dan pergudangan adalah menyediakan kepastian
bahwa laporan keuangan menyajikan informasi bahan baku, barang setengah jadi,
persediaan barang jadi, dan harga pokok penjualan secara wajar.
Audit atas siklus persediaan dan pergudangan dapat dibagi menjadi 5 (lima) aktifitas
yang berbeda, yaitu :
1. Akuisisi dan pencatatan bahan baku, biaya tenaga kerja, dan overhead.
Pada bagian ini, audit memiliki 3 (tiga) fungsi, yaitu pemrosesan atas pembelian
pesanan, penerimaan bahan baku, dan penyimpanan bahan baku.
2. Perpindahan internal atas asset dan biaya.
Pemindahan internal dalam persediaan meliputi fungsi ke 4 (empat), yaitu pemrosesan
barang dan pentimpanan barang jadi. Klien membukukan aktivitasnya dalam pencatatan
akuntansi biaya, yang independen dari siklus lain dan diuji sebagai bagian dari audit
siklus persediaan dan pergudangan.
3. Pengiriman barang dan pencatatan pendapatan dan biaya.

Pencatatan pengiriman dan biaya terkait merupakn fungsi terakhir. Proses ini merupakan
bagian dari siklus penjualan dan penagihan, maka auditor harus mendapatkan
pemahaman dan pengujian pengendalian internal atas pencatatan pengiriman sebagai
bagian dari audit siklus ini, termasuk prosedur dalam verifikasi akurasi kredit atas
persediaan yang dicatat daalam berkas utama persediaan perpetual.
4. Pengamanan fisik atas persediaan.
Auditor harus mengamati klien dalam menghitung persediaan fisik untuk menentukan
apakah persediaan yang tercatat memang ada pada tanggal neraca dan dihitung dengan
benar oleh klien. Pemeriksaan fisik merupakan jenis bukti penting yang dapat digunakan
utuk melakukan verifikasi terhadap keberadaan dan perhitungan persediaan.
5. Penempatan harga dan kompilasi persediaan.
Biaya yang digunakan untuk menilai persediaan harus diuji untuk menentuan apakah
klien mengikuti metode prsediaan yang sesuai dengaan SAK dan konsisten dengan
tahun-tahun sebelumnya. Prosedur yang digunakan auditor untuk melakukan verifikasi
biaya ini disebut pengujian harga. Sebaagai taambahaan, auditoe harus melakukan
pengujian kompilasi persediaan. Yaitu suatu pengujian utuk melakukan verifikassi apakah
perhitungan fisik dilakukan dengan benar, kuantitas dan harga persediaan dijabarkan
dengan benar untuk menghitung saldo buku besar.
AUDIT ATAS AKUNTANSI BIAYA
Sistem dan pengendalian tas akuntansi biaya bervariasi di setiap perusahaan. Lebih
bervariasi dibandingkan dengan wilayah audit lainnya, karea jenis persediaan dan tingkat
kemutahiran yang diinginkan manajemen sangat bervariasi
Pengendalian Akuntansi Biaya
Pengendalian akuntansi biaya, adalah proses yang mempengaruhi persediaan fisik dan
penelusuran biaya terkait sejak bahan bakudipesan ssampai barang selesai diproduksi
dan dipindaahkan kepeyimpanan. Jenis pengendalian ini dipisahkan menjadi 2 (dua)
kategori :
1. Pengendalian fisik atas bahan baku, barang setengah jadi, dan persediaan barang
jadi.
2. Pengendalian atas biaya terkait
Untuk melindungi asset, banyak perusahaan secara fisik memisahkan dan membatasi
akses ketempat penyimpanan bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi untuk
mengendalikan pergerakan persediaan. Klien dapat menggunakan dokumen bernomor
urut untuk mengotorisasi pergerakan persediaan agar tidak terjaddi penyalahgunaan
asset. Salinan atas dokumen tersebut harus dikirimkan langsung kebagian akuntansi oleh
pihak

yang

menerbitkan,

tanpa

melalui

personel

yang

bertanggunngjawabatas

pengawasannya.
Pengendalian akuntansi biaya yang efektif lainnya dapat dilakukan dengan menyusun
berkas utama persediaan perpetual yang dilakukan oleh personel yang mewakili
wewenang atau akses asset, dengan alas an sebagai berikut :
Mereka melakukan pencatatan atas persedian yang ada, yang digunakan untuk
memulai produksi atau pembelian tambahan bahan baku.

Mereka mencatat pemakaian bahan baku dan penjualan barang jadi, yang dapaat
ditelaah untuk mengetahui tingkat keusangan barang yang pergerakannya

lambat.
Mereka mencatat pertanggungjawaban atas pengamatan terhadap perbedaaan
antara perhitungan fisik dan jumlah yang tertera didaftar perpetual.

Pengujian atas Akuntansi Biaya


Metodologi yang perlu diikuti auditor dalam memutuskan jenis pengujian yang akan
dilaksanakan. Auditor perlu memperhatikan empat aspek dalam akuntansi biaya, yaitu:
1. Pengendalian fisik atas persediaan
2. Dokumen dan pencatatan dalam pemindahan persediaan
3. Berkas utama persediaan perpetual
4. Pencatatan biaya per unit
Pengendalian fisik
Pengujian auditor atas pengendalian fisik bahan baku, barang setengah jadi, dan barang
jadi hanya terbatas pada tindakan pengamatan dan tanya jawab. Diamati apakah
gudang dikunci dan ditangani oleh pegawai yang kompeten. Jika auditor menyimpulkan
bahwa pengendalian fisik tidak memadai dan persediaan akan sulit dihitung secara
akurat, maka auditor harus memperluas pengamatan ke pengujian persediaan fisik untuk
memastikan bahwa penghitungannya memadai.
Dokumen dan Catatan Pemindahan Persediaan
Perhatian utama auditor dalam hal pemindahan persediaan ialah apakah pemindahan
yang dicatat benar terjadi, pemindahan yang terjadi telah dicatat, jumlah diskripsi dan
tanggal transaksi dicatat dengan tepat. Pertama auditor memahami internal control,
kemudian pengujian melalui pemeriksaan terhadap catatan dan dokumen dilakukan.

Berkas Induk Persediaan Perpetual


Pengujian atas berkas induk persediaan perpetual untuk mengurangi pengujian
fisik atau mengubah sat pelaksanaannya dilakukan dengan pemeriksaan
dokumen, yaitu dokumen untuk verifikasi pembelian bahan yang mendukung
pengurangan persediaan bahan dan peningkatan barang jadi, pengurangan
persediaan barang jadi.
Catatan Biaya Per Unit
Pencatatan akuntansi biaya yang memadai harus diintegrasikan dengan catatan
produksi dan catatan akuntansi lain untuk mendapatkan biaya yang akurat untuk
semua produk. Auditor harus memahami internal control, dan pengujian
dilakukan sebagai bagian dari pengujian terhadap perolehan, penjualan dan
penggajian. Pengalokasian overhead juga harus dievaluasi.
PROSEDUR ANALITIS
Prosedur analitis adalah hal yang penting dalam audit persediaan dan
pergudangan, saperti halnya dalam siklus lain. Dalam melakukan prosedur

analitis yang menguji hubungan antara saldo akun persediaan dan akun laporan
keuangan lainnya. Auditor sering menggunakan informasi non-keuangan untuk
menilai kewajaran saldo terkait persediaan.
Metodologi Desain Pengujian Perincian Saldo
Persediaan jenisnya bervariasi disetiap perusahaan, oleh karena itu pemahaman
atas industri dan bisnis klien lebih penting dalam persediaan dibandingkan
dalam area lainnya. Beberapa hal pokok yang harus dipertimbangkan auditor
antara lain adalah metode penilaian persediaan yang dipilih manajemen, potensi
keusangan persediaan, dan risiko tertukarnya barang konsinyasi dengan
persediaan milik sendiri.
Auditor pertama kali harus mengenali persediaan klien dengan melakukan
pengecekan terhadap fasilitas penyimpanan klien, termasuk area penerimaan
barang, penyimpanan, produksi, perencanaan, dan penyimpanan catatan.
Pengamatan Fisik Atas Persediaan
PSA 07 (SA 331) sekarang, mensyaratkan auditor untuk memeriksa efektifitas
metode klien dalam perhitungan persediaan dan mendapatkan keyakinan dari
klien atas kuantitas dan kondisi fisik persediaan. Untuk memenuhi persyaratan
tersebut, auditor harus :
Hadir pada saat klien menghitung persediaan untuk menentukan saldo
akhir tahun.
Mengamati prosedur perhitungan klien.
Melakukan tanya jawab kepada klien tentang prosedur perhitungan
mereka.
Melakukan mengujian terpisah saat perhitungan fisik.
Pengendalian Atas Perhitungan Fisik
Terlepas dari metode pencatatan persediaan, klien harus melakukan perhitungan
fisik secara periodik atas persediaan, tetapi tidak perlu setiap tahun. Perhitungan
fisik dapat dilakukan mendekati tanggal neraca, tanggal interim, atau berbasis
siklus sepanjang tahun. Dua pendekatan terakhir dapat dilakukan jika terdapat
pengendalian internal memadai atas berkas utama persediaan perpetual.
Auditor perlu memahami pengendalian atas perhitungan fisik persediaan yang
dilakukan klien sebelum perhitungan fisik dilakukan.
Keputusan Audit
Keputusan audit atas pengamatan fisik persediaan sama dengan yang dilakukan
pada area audit lainnya. Keputusan ini mencangkup dengan prosedur audit,
penetapan waktu dilaksanakannya prosedur, penentuan jumlah sampel, dan
pemilihan sampel untuk diuji.
Penetapan waktu
Auditor menutuskan apakah perhitungan fisik dapat dilakukan sebelum akhir
tahun, terutama dengan dasar akurasi berkas utama persediaan perpetual
Jumlah sampel

Jumlah jenis persediaan yang harus dihitung auditor sering kali sulit ditentukan
karena auditor harus berkonsentrasi untuk mengamati prosedur klien agar
memudahkan jumlah sampel dalam pengamatan fisik dapat diambil dari jumlah
total jam yang dihabiskan, bukan jumlah jenis persediaan yang dihitung.
Pemilihan sampel
Saat auditor melakukan pengamatan atas perhitungan persediaan, mereka harus
berhati-hati dalam:
Mengamati perhitungan atas jenis persediaan yang signifikan dan sampel
dari jenis persediaan tertentu.
Melakukan tanya jawab atas jenis yang mungkin usang atau rusak.
Mendiskusikan
dengan manajemen alasan tidak dimasukkannya
persediaan tertentu.
Pengujian Atas Pengamatan Fisik
Bagian terpenting dalam pengamatan persediaan adalah menentukan apakah
perhitungan fisik yang dilakukan sesuai dengan intruksi klien. Agar dapat
dilakukan secara efektif, maka auditor perlu hadir pada saat perhitungan
dilakukan.
AUDIT PENETAPAN HARGA DAN KOMPILASI
Pengendalian Harga dan Kompilasi
Pengendalian biaya per unit yang terintegrasi dengan produksi memberikan
kepastian bahwa klien menggunakan penetapan biaya yang wajar untuk menilai
persediaan akhir.
Untuk mencegah persediaan yang sudah usang dimasukkan dalam perhitungan
atau lebih saji, klien harus melakukan telaah formal dan pelaporan atas
persediaan yang sudah usang, pergerakannya lambat, rusak atau lebih saji, juga
lakukan pengendalian internal atas kompilasi persediaan untuk memastikan
penghitungan fisik driringkas dengan benar dan penetapan harganya sama
dengan pencatatan, dijumlahkan dengan benar, dan dimasukkan dalam berkas
utama persediaan perpetual dan akun buku besar terkait dalam jumlah yang
benar.
Prosedur Penetapan Harga dan Kompilasi
Prosedur penetapan harga dan kompilasi bertujuan untuk pisah batas yang
dilakukan sebagai bagian dari penjualan dan akuisisi.
Penilaian Persediaan
Auditor harus memperhatikan tiga hal, Pertama, metodenya harus sesuai dengan
SAK. Kedua, penerapan metode harus konsisten dari tahun ke tahun. Ketiga,
biaya persediaan versus harga pasar harus dioertimbangkan. Dalam verifikasi
penetapan harga persediaan bergantung pada barang yang dibeli atau
diproduksi.
Penetapan Harga atas Persediaan yang Dibeli

Dalam penilaian persediaan yang dibeli, auditor harus menetukan apakah klien
menggunakan LIFO, FIFO, rata-rata tertimbang, atau metode penilaian lainnya.
Auditor harus menentukan biaya-biaya yang dimasukkan dalam penilaian suatu
jenis persediaan. Setelah itu, auditor harus berfokus pada persediaan dengan
nilai besar dan produk yang harganya berfluktuasi
INTEGRASI PENGUJIAN
Pengujian atas Siklus Akuisisi dan Pembayaran
Auditor melalukan verifikasi pembelian persediaan dan juga mengumpulkan
bukti atas akurasi pembelian bahan baku dan seluruh biaya overhead
manufaktur, kecuali biaya tenaga kerja.
Pengujian atas Siklus Penggajian dan Personalia
Auditor melakukan verifikasi pada biaya tenaga kerja langsung yang kondisinya
sama diterapkan seperti dalam pembelian. Kebanyakan pencatatan akuntansi
biaya untuk biaya tenaga kerja langsung atau tidak langsung dapat diuji sebagai
bagian dari audit siklus penggajian dan personalia.
Pengujian atas Silkus Penjualan dan Penagihan
Pengujian audit dalam penyimpanan barang jadi, seperti pengiriman dan
pencatatan penjualan, akan terjadi bila silkus penjualan dan penagihan diuji.
Saat klien menggunakan pencatatan biaya standar, auditor dapat menguji biaya
standar atas harga pokok penjualan bersamaan dengan pengujian penjualan.
Pengujian Akuntansi Biaya
Pengujian atas pencatatan akuntansi biaya dilakukan untuk memverifikasi
pengendalian yang memengaruhi persediaan, yang tidak diverifikasi auditor
dalam pengujian ketiga silkus sebelumnya.
Persediaan Fisik, Penetapan Harga dan Kompilasi
Persediaan fisik, penetapan harga, dan kompilasi penting dalam audit persediaan
karena salah saji salah satu aktivitas dapat menghasilkan salah saji pada
persediaan dan harga pokok penjualan. Dalam audit, harga pokok penjualan
merupakan nilai sisa dari persediaan awal ditambah pembelian bahan baku,
biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead manufaktur dikurangi
persediaan akhir.
Pada pengujian persediaan fisik, auditor sabgat bergantung pada berkas utama
persediaan perpetual jika diuji sebagai bagian dari siklus yang telah kita bahas
dan telah dianggap andal.