Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM BIOSEL

Mitosis Akar Bawang

Oleh

KELOMPOK
Hanifia Rizky

1112016100049

Randhika Khairunnisa
Rifah Atul Mahmuda

11120161000
1112016100056

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015

1. Tujuan
A. Membuat bagan tahapan penyediaan squash ujung akar dengan acetocarmine untuk
memperlihatkan proses mitosis.
B. Menjelaskan setiap fase yang terjadi pada proses mitosis.
2. Landasan Teori
Sebagai unit fungsional, sel memiliki kemampuan memperbanyak diri atau dikenal
dengan istilah reproduksi. Reproduksi sel berlangsung melalui pembelahan. Pembelahan sel
yang terjadi pada organisme eukariotik meliputi

pembagian inti sel (kariokinesis) dan

pembagian sitoplasma (sitokinesis) melalui tahapan seperti pada mitosis maupun meiosis.
Tahapan pembelahan didasarkan pada perubahan letak (tingkah laku) kromosom selama
berlangsungnya proses pembelahan. Pembelahan sel di diawali dengan adanya aktivitas
pembelahan kromosom dalam beberapa tahap pembelahan. Pada setiap tahap pembelahan
mempunyai ciri-ciri tertentu yang dapat diamati proses-prosesnya melalui teknik atau
perlakuan tertentu yang diberikan pada kromosom tersebut. Adapun pembelahan sel
dibedakan menjadi dua macam, yaitu mitosis dan meiosis (Pratiwi, 2003).
Tumbuhan pada masa awal perkembangan mengalami pertumbuhan sangat banyak,
tumbuhan mengalami pembelahan sel secara tidak langsung yang disebut juga dengan mitosis
(setjo,2004). Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri
dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang
sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi
bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel dan memiliki
peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua organisme.mitosis
memiliki beberapa tahapan meliputi profase metafase, anafase, dan telofase. Terjadi pada
ujung akar, yang mengalami pembelahan awal, mitosis terjadi dalam sel somatik yang
bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama yang sedang tumbuh (ujung akar dan
ujung batang), mitosis pada tumbuhan terjadi selama mulai dari 30 menit sampai beberapa
jam dan merupakan bagian dari suatu proses yang berputar dan terus menerus.
Proses mitosis ini terjadi bersama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di
luar inti sel. Pada mitosis setiap induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel
anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan
sel induknya. Proses terjadinya mitosis terbagi ke dalam 5 fase, yaitu interfase, profase,
metafase, anafase dan telofase.

1. Interfase
Inti sel Nampak keruh dan tampak benang- benang kromatin yang halus.
2. Profase
Benang-benang kromatin memendek dan menebal.Terbentuklah kromosam. Tiap
kromosom membelah dan memanjang membentuk kromatid, membrane inti mulai
menghilang
3. Metafase
Kromosom- kromosom menempatkan diri di bidang tengah dari sel. Ciri utama fase ini
adalah terbentuknya gelendong pembelahan, gelendong pembelahan ini dibentuk oleh
mikrotubula.Gelendong ini membentuk kutub-kutub pembelahan tempat sentromer
mikrotubula bertumpu.
4. Anafase
Sentromer membelah dan kedua kromatid memisahkan diri dan bergerak menuju kutub
dari sel yang berlawanan. Tiap kromatid hasil pembelahan itu memiliki sifat yang sama
dengan sel induknya, sejak saat itu kromatid-kromatid tersebut menjadi kromosom baru.
5. Telofase
Di tiap kutub sel terbentuk stel kromosom yang identik.Selaput gelendong inti lenyap dan
dinding inti terbentuk lagi. Kemudian plasma sel terbagi lagi menjadi dua bagian, proses
tersebut dikenal sebagai sitokinesis. Pada sel tumbuhan sitokinesis ditandai dengan
terbentuknya dinding pemisah di tengah- tengah sel.

C. Alat dan Bahan


Alat
Lilin

Gambar

Bahan
Akar Bawang

Mikroskop

Asam Asetat

Kaca Objek

Larutan

Gambar

acetocarmine

Korek Api
Silet
Penjepit
Kayu
D. Cara Kerja

Cara Kerja
1. Rendam akar bawang merah selama 30 menggunakan asam
asetat

Gambar

2. Potong akar bawang merah yang telah direndam asam asetat


sepanjang 1-2 cm

3. Letakkan akar bawang yang sudh di potong di kaca preparat,


kemudian tetesi dengan larutan asetocarmine.

4. Lalu ambil menggunakan pingset dan tetesi larutan


asetocarmine sambil dipanaskan

5. Kemudian amati dengan mikroskop.

E. Hasil Pengamatan
F. Pembahasan
Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri dengan
jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan kromosom yang sama
melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut turut. Peristiwa ini terjadi
bersama-sama dengan pembelahan sitoplasma dan bahan-bahan di luar inti sel dan
memiliki peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangan hampir semua
organisme.mitosis memiliki beberapa tahapan meliputi profase metafase, anafase, dan
telofase. Terjadi pada ujung akar, yang mengalami pembelahan awal, mitosis terjadi

dalam sel somatik yang bersifat meristematik, yaitu sel-sel yang hidup terutama yang
sedang tumbuh (ujung akar dan ujung batang)
Pada praktikum kali ini, praktikan melakukan pengamatan pembelahan sel secara
mitosis pada ujung akar bawang. Sebelum melakukan pengamatan, ujung akar tersebut
direndam selama 30 menit menggunakan asam asetat, hal ini dilakukan untuk
melunakkan akar. Setelah itu, warnai akar menggunakan acetokarmin agar praktikan
dapat dengan mudah mengamati pembelahan sel. Ujung akar bawang digunakan untuk
pengamatan fase mitosis karena Ujung akar bawang terdiri dari sel-sel yang bersifat
meristematik merupakan sel-selnya sangat aktif membelah. Jadi bagian ujung akar yang
paling aktif melakukan pembelahan adalah bagian meristem.
Pada saat diamati di bawah mikroskop, praktikan tidak menemukan semua tahapan
mitosis, yang terlihat dibawah mikroskop hanya pada tahapan profase, hal ini karena
kromosom tumpang tindih antara yang satu dan yang lainnya dan kadang masih terlihat
samar akibat kondensasi yang belum sempurna. Tahapan profase ini merupakan tahapan
pertama pada proses pembelahan sel secara mitosis. Tahapan profase ini dimana
kromatin tersusun longgar. Selama profase, perubahan terjadi pada nukleus dan
sitoplasma. Pada nukleus, benang kromatin menjadi tergulung lebih rapat, memadat
menjadi kromosom terpisah yang dapat diamati dengan mikroskop cahaya. Setiap
kromosom terduplikasi tampak sebagai dua kromatid yang identik dan bersatu. Dalam
sitoplasma, gelendong mitotik mulai terbentuk, gelendong ini terbuat dari mikrotubula
yang memancar dari kedua sentrosom. Sentrosom ini saling menjauh seperti didorong
disepanjang permukaan nukleus oleh berkas mikrotubula yang memanjang diantara
sentrosom-sentrosom itu (Campbell, 2000). Yang dimana seharusnya pembelahan sel itu
terjadi dalam lima tahapan, yaitu:
Profase
Benang benang kromatin berubah menjadi kromosom. Kemudian setiap
kromosom membelah menjadi kromatid dengan satu sentromer.
Dinding inti (nucleus) dan anak inti (nucleolus) menghilang.
Pasangan sentriol yang terdapat dalam sentrosom berpisah dan bergerak
menuju kutub yang berlawanan.
Serat serat gelendong atau benang benang spindle terbentuk diantara kedua
kutub pembelahan.

Metafase
Setiap kromosom yang terdiri dari sepasang kromatida menuju ketengah sel dan

berkumpul pada bidang pembelahan (bidang ekuator), dan menggantung pada serat

gelendong melalui sentromer atau kinetokor.


Anaphase
Sentromer dari setiap kromosom membelah menjadi dua dengan masing masing
satu kromatida. Kemudian setiap kromatida berpisah dengan pasangannya dan menuju
kekutub yang berlawanan. Pada akhir nanfase, semua kroatida sampai pada kutub

masing masing.
Telofase
Pada telofase terjadi peristiwa berikut:
Kromatida yang berada jpada kutub berubah menjasadi benang
benangkromatin kembali.
Terbentuk kembali dinding inti dan nucleolus membentuk dua inti baru.
Serat serat gelendong menghilang.
Terjadi pembelahan sitoplasma (sitokenesis) menjadi dua bagian, dan
terbentuk membrane sel pemisah ditengah bidang pembelahan. Akhirnya ,
terbentuk dua sel anak yang mempunyai jumlah kromosom yang sama dengan
kromosom induknya.

Sitokinesis
Selama sitokinesis berlangsung, sitoplasma sel dibagi menjadi dua melalui
terbentuknya cincin kontraktil yang terbentuk oleh aktin dan miosin pada bagian
tengah sel. Cincin kontraktil ini menyebabkan terbentuknya alur pembelahan yang
akhirnya akan menghasilkan dua sel anak. Masing masing sel anak yang terbentuk
ini mengandung inti sel, beserta organel organel selnya. Pada tumbuhan, sitokinesis
ditandai dengan terbentuknya dinding pemisah ditengah tengah sel. Tahap
sitokinesis ini biasanya dimasukkan dalam tahap telofase.
Pada pembelahan sel secara mitosis ini sel mereplikasi diri sendiri, dimana sel induk

yang membelah mengandung kromosom diploid (2n), dan akan menghasilkan sel
anakkan yang diploid (2n) juga. Maka dari itu, pembelahan sel secara mitosis
menghasilkan 2 sel anakan identik. Dengan demikian siklus pembelahan sel merupakan
proses penting dimana telur yang dibuahi sel tunggal berkembang menjadi organisme
dewasa dan proses dimana rambut, kulit, sel-sel darah, dan beberapa organ terbentuk.
Pembelahan sel ini terjadi selama pertumbuhan dan reproduksi aseksual. Pada sel hewan
dan manusia mitosis terjadi pada sel meristem somatik.
G. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan :


1. Mitosis adalah pembelahan duplikasi dimana sel memproduksi dirinya sendiri
dengan jumlah kromosom sel induk. Mitosis mempertahankan pasangan
kromosom yang sama melalui pembelahan inti dari sel somatis secara berturut
turut.
2. Terdapat beberapa tahap didalam proses mitosis, yaitu: interfase, profase,
metafase, anafase, dan telofase.
3. Ujung akar bawang digunakan untuk pengamatan fase mitosis karena ujung akar
bawang terdiri dari sel-sel yang bersifat meristematik merupakan sel-selnya sangat
aktif membelah.
4. Pada saat pengamatan tahapan mitosis yang terlihat dibawah mikroskop hanya
pada tahapan profase, hal ini karena kromosom tumpang tindih antara yang satu
dan yang lainnya dan kadang masih terlihat samar akibat kondensasi yang belum
sempurna.
5. Tahapan profase merupakan tahapan pertama pada proses pembelahan sel secara
mitosis. Tahapan profase ini dimana kromatin tersusun longgar. Selama profase,
perubahan terjadi pada nukleus dan sitoplasma.
6. Siklus pembelahan mitosis merupakan proses penting dimana telur yang dibuahi
sel tunggal berkembang menjadi organisme dewasa dan proses dimana rambut,
kulit, sel-sel darah, dan beberapa organ terbentuk.
7. Pembelahan mitosis terjadi selama pertumbuhan dan reproduksi aseksual. Pada
sel hewan dan manusia mitosis terjadi pada sel meristem somatik.
H. Daftar Pustaka
Campbell, dkk. Biologi. Jakarta: Erlangga. 2000.
Crowder L.V. 1993. Genetika Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University
Pratiwi, D.A. 2004. Penuntun Biologi. Jakarta: Erlangga.
Anonim.(2004) :// http :The Cell Cycle & Mitosis Tutorial. (Online). http://www.biology.
arizona.edu/cell_bio/tutorials/cell_cycle/cells3.html, Diakses tanggal 12 Oktober 2015.
Pukul 13.00.WIB
Anonim. Pembelahan Mitosis. 2009. http://www.crayonpedia.org. Diakses pada tanggal 11
Oktober 2015 Pukul 20.00 WIB.

Anonim. Perbedaan Mitosis dan Meiosis.


http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/kul.mitosis_0.pdf. Diakses pada 12 Oktober 2015
Pukul 20.00 WIB.