Anda di halaman 1dari 1

TUGAS FARMAKOLOGI

Fiqih Fakhriana K.
I1A008028
PSPD
Semester IV

Interaksi Obat TEOFILIN dengan SIMETIDIN

Teofilin bekerja dengan menghambat fosfodiesterase sehingga menyebabkan akumulasi cAMP


intrasel dan relaksasi otot polos bronkial. Konsentrasi plasma teofilin antara 10 & 20 ug/ml secara
umum merupakan dosis optimal meskipun konsentrasi 5 ug/ml telah efektif. Teofilin biasa digunakan
untuk mengatasi asma, juga dapat digunakan untuk mengatasi dispneu yang berhubungan dengan
edema paru akibat gagal jantung kongestif. Keluhan yang paling sering muncul adalah mual dan
muntah yang sering terjadi pada pasien yang pertama kali mendapat teofilindan jika kadar plasma
mencapai 20 ug/ml. Jika konsentrasi plasma >40 ug/ml ada kemungkinan terjadi kejang.
Simetidin merupakan obat golongan antagonis reseptor H2 yang biasa digunakan untuk
pengobatan ulkus peptik. Simetidin tergolong dalam obat presipitan, yaitu obat yang dapat mengubah
aksi/efek obat lain. Simetidin tergolong obat presipitan yang menginhibisi enzim yang memetabolisme
obat dalam hati. Akibat dari penghambatan metabolisme obat ini adalah meningkatnya kadar obat
dalam darah dengan segala konsekuensinya karena terhambatnya proses eliminasi obat.
Simetidin menghambat Sitokrom P-450 sehingga menurunkan aktivitas enzim mikrosom hati.
Jadi, obat lain yang merupakan substrat enzim tersebut akan terakumulasi jika diberikan bersama
simetidin. Obat tersebut salah satunya adalah teofilin. Simetidin juga cenderung menurunkan aliran
darah hati sehingga akan memperlambat klirens obat lain.
Jadi, enzim yang memetabolisme teofilin di hati dapat dihambat oleh simetidin sehingga dapat
terjadi akumulasi teofilin dalam darah yang selanjutnya dapat menimbulkan efek toksisitas teofilin.

Solusi
Pemberian simetidin bersamaan dengan teofilin perlu memperhatikan dosis dari teofilin tersebut
karena inhibisi enzim yang memetabolisme teofilin di hati dapat menimbulkan akumulasi teofilin
dalam darah sehingga berefek toksik.