Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Pada kehamilan terjadi perubahan fisik dan psikologis
ibu yang membutuhkan kecukupan nutrisi sebelum, selama
dan setelah kehamilan. Agar kebutuhan janin dapat tercukupi
dengan baik, keadaan gizi ibu pada waktu konsepsi harus
sudah berada dalam keadaan gizi yang baik. Selama
kehamilan ibu juga harus mendapatkan tambahan energi dan
zat

gizi

yang

seimbang

unutk

pertumbuhan

dan

perkembangan janin.Jika ibu mengalami kekurangan zat gizi,


akan menimbulkan masalah baik pada ibu maupun pada janin
yang dikandungnya. Kekurangan zat gizi dapat menyebabkan
timbulnya keguguran, abortus, cacat kongenital ataupun
berat badan lahir bayi yang rendah. Sebaliknya, jika makanan
yang dimakan ibu berlebihan akan mengakibatkan kenaikan
berat badan yang berlebihan, makrosomia dan dapat pula
menyebabkan terjadinya preeklampsia1.
Oleh karena itu, pengawasan terhadap zat gizi dan
pemantauan berat bada selama hamil menjadi salah satu hal
penting yang dilakukan dalam pemantauan kesehatan ibu
hamil. Dengan memperbaiki jumlah dan mutu makanan sewaktu hamil
secara langsung akan meningkatkan berat badan bayi yang akan dilahirkan
dan secara tidak langsung menyokong pertumbuhan sel-sel otak bayi yang
optimal1.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai perubahan dan konsumsi
nutrisiyang dianjurkan untuk ibu hamil, maka referat ini dibuat dengan
meninjau literatur-literatur yang sudah ada secara lebih jelas dan mendalam2.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Perubahan Fisiologis pada Ibu Hamil
Wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan metabolik
sebagai respon akibat perkembangan janin dan plasenta. Pada trimester
ketiga, kadar metabolik basal akan meningkat sebanyak 10-20 persen
dibandingkan dengan keadaan saat tidak hamil. Peningkatan ini akan naik
sepuluh persen lebih banyak pada wanita dengan kehamilan kembar. Jika
dilihat berdasarkan kebutuhan kalori tambahan yang dibutuhkan, dalam
kehamilan dibutuhkan tambahan energi sebanyak 80.000 kcal atau sebanyak
300 kcal/hari.
Pada trimester ke-2 dan ke-3 pada perempuan dengan gizi baik
dianjurkan menambah berat badan per minggu sebesar 0.4 kg, sementara
pada perempuan dengan gizi kurang atau berlebih dianjurkan menambah
berat bada per minggu masing-masing sebesar 0.5 dan 0.3 kg1.
2.1.1. Penambahan Berat Badan
Penambahan berat badan dikarenakan peningkatan berat uterus
dan isinya, payudara dan peningkatan volume darah dan cairan
ekstarselular. Peningkatan berat badan merupakan suatu mekanisme
yang merupakan akibat dari deposit air, lemak dan protein.
Diperkirakan berat badan akan bertambah 12.5 kg pada kehamilan.1

Jaringan

Akumulasi Pertambahan Berat Badan (gram)


dan 10 minggu
20 minggu
30 minggu

Cairan
Janin
Plasenta
Cairan amnion
Uterus
Payudara
Darah
Cairan

5
20
30
140
45
100
0

40 minggu

300
170
350
320
180
600
30

1500
430
750
600
360
1300
80

3400
650
800
970
405
1450
1480

ekstravaskular
Cadangan ibu 310

2050

3480

3345

hamil (lemak)
Total

4000

8500

12500

650

Tabel 2.1 Analisa pertambahan berat badan berdasarkan perubahan fisiologis


selama kehamilan2
Penambahan berat badan yang optimal juga perlu dipertimbangkan
berdasarkan berat pra-kehamilan. Rekomendasi pertambahan berat badan
berdasarkan body mass index(BMI) pra-kehamilan:3
BMI Pra-kehamilan (kg/m2)

Pertambahan Berat Badan

<19,8
19,8-26
>26-29
>29

yang Dianjurkan (kg)


12,5-18
11,5-16
7-11,5
6

Tabel 2.2 Rekomendasi Institute of Medicine (IOM)rentang total pertambahan berat badan pada
wanita hamil3

2.1.2. Metabolisme Protein


Produk hasil konsepsi, uterus, peredaran darah maternal
memiliki kandungan yang kaya proteun dibandingkan dengan
kandungan lemak dan karbohidrat. Saar mendekati persalinan, janin
dan palsenta mempunyai berat sekitar 4 kg dan mengandung 500
gram protein. Konsentrasi dari asma amino lebih tinggi pada janin
daripada pada ibu. Peningkatan konsentrasi pada asam amino plasenta
4

berhubungan dengan peningkatan regulasi, sintesis, oksidasi dan


transaminasi dari asam amino non essensial2.
2.1.3. Metabolisme Karbohidrat
Pada kehamilan normal umumya terjadi hipoglikemia ringan,
hiperglikemia postprandial dan hiperinsulinemia. Peningkatan kadar
basal insulin berhubungan dengan adapatasi metabolisme glukosa
pada kehamilan. Pada kehamilan terjadi peningkatan resisten insulin
dan penurunan sensitivitas insulin sampai 45-70%. Mekanisme
kenaikan resistensi insulin masih menjadi perdebatan, namun peran
estrogen dan progesteron diduga memberikan pengaruh pada wanita
hamil. Pada ibu hamil, perubahan hasil metabolisme glukosa menjadi
lemak sangat cepat terjadi sehingga ibu cenderung berada dalam
keadaan kelaparan2.
2.1.4. Metabolisme Lemak
Konsentrasi dari lipid, lipoprotein dan apolipoprotein pada
plasma meningkat tajam selama kehamilan. Peningkatan simpanan
cadangan lemak terutama pada bagian tengah tubuh dibandingkan di
bagian perifer. Penempatan lemak di bagian sentral tersebut bertujuan
untuk mempermudah transfer lemak yang dibutuhkan janin pada
trimester akhir. Pada keadaaan hamil, terjadi keadaan hiperlipidemia
pada ibu karena perubahan metabolisme lemak pada ibu. Terjadi
peningkatan kadar triasilgliserol, kolesterol, VLDL, LDL dan HDL
pada akhir trimester ketiga.
Mekanisme yang berperan pada hal ini adalah peningkatan
lipolisis dan penurunana aktivitas lipoprotein lipase pada sel lemak.
Pada trimester ketiga. Kadar rata-rata kolesterol totaladalah 267+- 30
mg/dL, LDL sebesar 136 +-33 mg/dL, HDL sebanyak 81 +-17 mg/dL
dan trigliserida sebanyak 245 +- 73 mg/dL. Setelah melahirkan kadar
kolesterol

akan

kembali

menjadi

normal.

Menyusui

akan

memepercepat terjadinya penurunan kadar kolesterol.


Hiperlipidemia menjadi suatu masalah yang diperhitungkan
karena berhubungan dengan terjadinya disfungsi endotel pembuluh
darah. Kerusakan endotel pembuluh darah dapat berhubungan dengan
peningkatan resiko penyakit kardiovaskular. Pada wanita yang tidak
hamil, hormon leptin berfungsi mengatur lemak tubuh dan pengaturan

metabolisme basal. Pada wanita hamil, terjadi peningkatan hormon


leptin yang berasal dari plasenta juga2.
2.1.5. Metabolisme Elektrolit dan Mineral
Sewaktu kehamilan, hampir 1000 mEq natrium dan 300 mEq
kalium tertahan dalam tubuh. Walaupun laju filtrasi natrium dan
kalium meningkat, namun eksresi dari elektrolit tersebut tidak
berubah

semenjak

kehamilan.

Walaupun

terjadi

peningkatan

akumulasi natrium dan kalium pada tubuh, namun kadar elektrolit


tersebut masih dalam batas normal karena terjadi peningkatan volume
plasma Kadar kalsium dalam tubuh ibu hamil juga mengalami
penurunan. Di sisi lain, janin memerlukan asupan kalsium yang
adekuat untuk perkembangan tulang janin yaitu sebanyak berkisar 30
gram kalsium, yang terutama dibutuhkan pada trimester ketiga.
Ibu hamil harus meningkatkan asupan kalsium untuk
mencegah terjadinya deplesi kalsium dari ibu. Asam folat dibutuhkan
untuk pertumbuhan dan pembelahan sel dalam sintesis DNA/RNA.
Defisiensi asam folat selama kehamilan akan menyebabkan terjadinya
anemia megaloblastik dan defisiensi pada masa prakonsepsi serta
awal kehamilan diduga akan menyebabkan neural tube defect pada
janin sehingga para perempuan yang merencanakan kehamilan
dianjurkan mendapatkan asam folat 0.4 mg/hari sampai usia
kehamilan 12 minggu. Sementara itu, pada ibu-ibu yang mempunyai
riwayat anak dengan spina bifida dianjurkan mengonsumsi asam folat
sebanyak 4 mg/hari sampai usia kehamilan 12 minggu2.
2.1.6. Perubahan Hematologis3
2.1.6.1.
Perubahan Volume Darah
Hipervolemia terjadi sebanyak 40-45 % dari volume darah.
Peningkatan volume darah maternal terjadi semenjak trimester
pertama. Peningkatan volume darah terdiri dari peningkatan
plasma dan jumlah eritrosit. Peningkatan jumlah eritropoetin juga
terjadi pada awal semester tiga awal.
2.1.6.2.
Metabolisme Besi
Pada perempuan muda umumnya besi yang disimpan adalah
sekitar 300 mg.Umumnya dibutuhkan 1000 mg besi yang
dibutuhkan pada kehamilan normal dan sekitar 300 mg di transfer
secara aktif pada janin dan plasenta, dan 200 mg lainnya bisa
6

hilang dengan eksresi di sistem pencernaan. Karena besi banyak


digunakan pada kehamilan lanjut, asupan besi meningkat setelah
trimester ke dua sebanyak 6-7 mg/hari.
Kebutuhan tersebut tidak akan tercukupi dari penyimpanan
saja, sehingga diperlukan suplementasi. Tanpa suplementasi yang
adekuat, nilai hemoglobin dan hematokrit akan turun seiring
dengan peningkatan volume plasma.
2.1.7. Metabolisme Cairan
Peningkatan jumlah cairan selama kehamilan adalah suatu hal
yang fisiologis. Hal ini disebabkan oleh turunya osmolaritas dari 10
mOsm/kg yang diinduksi oleh makin rendahnya ambang rasa haus
dan sekresi vasopresin. Fenomena ini mulai terjadi pada awal
kehamilan. Pada saat aterm +-3.5 liter cairan berasal dari janin,
plasenta, dan cairan amnion, sedangkan 3 liter lainnya berasal dari
akumulasi peningkatan volume darah ibu, uterus, dan payudara
sehingga minimal tambahan cairan selama kehamilan adalah 6.5 liter.
Penambahan tekanan vena di bagian bawah uterus dan
mengakibatkan oklusi parsial vena kava yang bermanifestasi pada
adanya pitting edema di kaki dan tungkai terutama pada akhir
kehamilan. Penurunan tekanan osmotik koloid di interstitial juga akan
menyebabakan edema pada akhir kehamilan1.
2.1.8. Traktus Digestivus
Seiring dengan makin besarnya uterus, lambung, dan ususakan
tergeser. Demikian juga dengan yang lainnya seperti appendiks yang
akan bergeser ke arah atas dan lateral. Perubahan yang nyata akan
terjadi pada penurunan motilitas otot polos pada traktus digestivus dan
penurunan sekresi asama hidroklorid dan peptin di lambung sehingga
akan menimbulkan gejala berupa pyrosis (heartburn) yang disebabkan
oleh refluks asam lambung ke esofagus bawah sebagia akibat dari
perubahan posisi lambung dan menurunannay sfingter esofagus
bagian bawah.
Mual terjadi akibat penurunan asama hidroklorid dan
penurunan motilitas, serta konstipasi sebagai akibat penurunan
motilitas usus besar. Gusi menjadi lebih hiperemesis dan lunak
sehingga dengan trauma sedang saja bisa menyebabkan perdarahan.
7

Epulis selama kehamilan akan muncul, tetapi setelah persalinan akan


berkurang secara spontan. Hemorrhoid juga merupakan suatu hal yang
sering terjadi sebagai akibat konstipasi dan peningkatan tekanan vena
padabagian bawah karena pembesaran uterus. Hati pada manusia tidak
mengalami perubahan selama kehamilan baik secara anatomik
maupun morfologik. Pad fungsi hati kadar alkalin fosfatase akan
meningkat, hampir dua kali lipat, sedangkan serum aspartat transamin,
alani transamin, beta-glutamil transferase, albumin, dan bilirubin akan
menurun1.
2.2 Nutrisi Janin
Pertumbuhan embrio-janin dari awal pembentukkannya bergantung pada
makanan dari ibu. 2
Makanan ibu diubah menjadi bentuk penyimpanan untuk memenuhi
kebutuhan energi dan pertumbuhan, termasuk kebutuhan ibu untuk kehamilan,
serta termasuk juga kebutuhan energi janin dan pertumbuhan janin, tempat
penyimpanan makanan pada ibu adalah hepar, otot dan jaringan adiposa.2
Penyimpanan lemak ibu mencapai puncaknya pada trimester kedua kemudian
menurun seiring meningkatnya kebutuhan janin pada kehamilan tahap akhir.
Selama puasa, glukosa dihasilkan dari glikogen, tetapi cadangan glikogen ibu
tidak untuk mencukupi kebutuhan energi ibu dan pertumbuhan janin. Pemecahan
triasilgliserol yang disimpan dalam jaringan adiposa dapat menyediakan energi
dalam bentuk asam lemak bebas. Lipolysis diaktifkan, secara langsung ataupun
tidak langsung, oleh beberapa hormon termasuk glucagon, norepinefrin, plasental
laktogen, glukokortikosteroid dan tiroksin.3
2.2.1

Glukosa dan Pertumbuhan Janin


Glukosa merupakan nutrisi utama untuk pertumbuhan janin dan energi.
Mekanisme yang terjadi selama kehamilan adalah meminimalkan penggunaan
glukosa ibu sehingga suplai ibu yang terbatas tersedia bagi janin. Dipercaya
bahwa placental lactogen (hPL), hormone yang secara normal tersedia sangat
banyak pada ibu bukan pada janin, memblok pengambilan perifer dan
penggunaan glukosa ketika penggunaan asam lemak dalam jaringan-jaringan
ibu.2
Transfer D-glukosa melewati membran sel dilakukan oleh proses difusi
terfasilitasi yang pembawa-termediasi, stereospesifik, tidak terkosentrasi.
Enam pretin pembawa glukosa (GLUT) telah ditemukan. Itu semua termasuk
8

ke dalam super family dari transporter segmen 12-transmembran dan


berkarakteristik lebih lanjut didistribusikan khusus oleh jaringan.proteinprotein pembawa untuk D-glukosa seperti GLUT-1 dan GLUT-3 terletak di
dalam membran plasma di microvilli sinsitiotrofoblas manusia. Ekspresi
GLUT-1 terutama di plasenta manusia, meningkat seiring kehamilan menua
dan terpengaruh oleh hampir semua faktor-faktor pertumbuhan. GLUT-3 juga
terletak di sinsitiotrofoblas manusia.2
2.2.2

Asam Lemak Bebas dan Trigliserida


Asam lemak yang ditransfer ke janin, diubah menjadi triasilgliserol
di hepar janin.2 Asam lemak melewati plasenta dengan cara difusi
sederhana. Partikel LDL dari plasma ibu terikat pada reseptor LDL spesifik
didaerah yang terlapisi dari mikrovili pada daerah sinsitiotrofoblas yang
menghadap ke ibu. Apoprotein dan ester kolesterol LDL dihirolisis oleh
enzim lisosom pada sinsitium untuk sintesis progesterone, asam amino
termasuk asam amino penting dan asam lemak penting, terutama asam
linoleat. Tentu saja, konsentrasi asam arakidonat yang disintsis dari asam
linoleat dalam plasma janin, lebih besar daripada yang didalam plasma ibu.
Asam linoleat atau asam arakidonat, atau keduanya, berasal dari makanan
ibu. 2

2.2.3 Protein
Asam amino dihasilkan oleh sinsitiotrofoblas dan ditransfer ke janin
secara difusi. Asam amino netral dari plasma ibu diambil oleh trofoblas melalui
paling

sedikit

tiga

proses.

Kiranya,

asam

amino

dihasilkan

oleh

sinsitiotrofoblas dan kemudian ditransfer ke janin dengan difusi. Berdasarkan


data dari kordosintesis contoh darah, konsentrasi asam amino pada plasma tali
pusat lebih besar dari yang didalam plasma vena atau arteri ibu.2
Pada umumnya, protein-protein besar sangat terbatas untuk melewati
plasenta. Namun terdapat pengecualian, seperti Imunoglobulin G (IgG) yang
dapat melewati plasenta dalam jumlah besar. Pengecualian lainnya adalah
retinol-binding protein. Mendekati kehamilan matur, terdapat IgG hampir
dalam konsentrasi yang sama didalam tali pusat maupun didalam serum ibu,
tetapi IgA dan IgM yang berasal dari ibu secara efektif dikeluarkan dari janin.
Reseptor Fc terdapat pada trofoblas dan transportasi IgG dilakukan secara

endositosis. Jumlah IgM janin meningkat setelah sistem imun diubah menjadi
respon antibodi terhadap infeksi pada janin.2
2.2.4 Vitamin
Konsentrasi vitamin A (retinol) lebih besar dalam plasma janin daripada
plasma ibu. Vitamin A dalam plasma janin terikat dengan retinol-binding
protein dan pada prealbumin. Retinol-binding protein ditransfer dari bagian ibu
melewati sinsitium.
Konsentrasi metabolit vitamin D (kolkalsiferol), termasuk 1,25dihidroksikolkalsiferol, lebih besar ditemukan dalam plasma ibu daripada
didalam plasma janin. Hidroksilasi-1 dari 25-hidroksivitamin D 3 diketahui
terjadi di dalam plasenta dan di dalam desidua.2
2.3 Nutrisi yang Dibutuhkan Ibu Hamil
Nutrisi merupakan salah satu aspek penting dalam kehamilan. Tidak
hanya masalah fisik yang berhubungan dengan nutrisi yang buruk selama
kehamilan, namun juga bisa mengakibatkan terjadinya gangguan neurologis,
bisa mengakibatkan juga timbulnya kelainan bawaan pada bayi yang akan
dilahirkan. 4
Berikut adalah kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan pada ibu hamil
Table 2.3. Recommended Daily Dietary Allowances for Adolescent and Adult
Pregnant and Lactating Women2

Pregnant

Age (years)

Lactating

1418

1950

1418

1950

Vitamin A

750 g

770 g

1200 g

1300 g

Vitamin Da

5g

5g

5g

5g

Fat-soluble vitamins

10

Pregnant

Lactating

Vitamin E

15 mg

15mg

19 mg

19 mg

Vitamin Ka

75 g

90 g

75 g

90 g

Vitamin C

80 mg

85 mg

115 mg

120 mg

Thiamin

1.4 mg

1.4 mg

1.4 mg

1.4 mg

Riboflavin

1.4 mg

1.4 mg

1.6 mg

1.6 mg

Niacin

18 mg

18 mg

17 mg

17 mg

Vitamin B6

1.9 mg

1.9 mg

2 mg

2 mg

Folate

600 g

600 g

500 g

500 g

Vitamin B12

2.6 g

2.6 g

2.8 g

2.8 g

Calciuma

1300 mg

1000 mg

1300 mg

1000 mg

Sodiuma

1.5 g

1.5 g

1.5 g

1.5 g

Potassiuma

4.7 g

4.7 g

5.1 g

5.1 g

Water-soluble vitamins

Minerals

11

Pregnant

Lactating

Iron

27 mg

27 mg

10 mg

9 mg

Zinc

12 mg

11 mg

13 mg

12 mg

Iodine

220 g

220 g

290 g

290 g

Selenium

60 g

60 g

70 g

70 g

Protein

71 g

71 g

71 g

71 g

Carbohydrate

175 g

175 g

210 g

210 g

Fibera

28 g

28 g

29 g

29 g

Other

Recommendations measured as Adequate Intake (AI).

2.3.1 Kalori
Kehamilan membutuhkan penambahan kalori sebanyak 80.000 kkal.
Untuk memenuhi kebutuhan ini penambahan kalori sebesar 100 300 kkal
perhari disarankan. Seiring dengan peningkatan berat badan ibu, dibutuhkan
energi lebih banyak untuk menyelesaikan aktivitas fisik yang sama walaupun
tingkat aktivitas fisik tak berubah.
Pada kehamilan 20 minggu, peningkatan energi total yang dibutuhkan340
kcal/hari sedangkan pada minggu ke-34 peningkatan energi yang dibutuhkan
adalah 450 kcal/hari. Karena kebutuhan energi dipengaruhi banyak faktor,
maka dapat bervariasi antara tiap individu sehingga pengukuran berat badan
secara berkala selama kehamilan adalah cara terbaik untuk menentukan asupan
energi yang adekuat. Oleh karena itu dilakukan klasifikasi dimana wanita
12

dalam BMI normal (19,8-26 kg/m2) direkomendasikan peningkatan berat


badan sebesar 11,3-15,9 kg dan pada trimester pertama direkomendasikan
kenaikan berat badan sebesar 0,9-1,8 kg serta 0,5 kg/minggu untuk
trimester berikutnya.

Untuk

wanita

yang

underweight

(BMI<19,8),

sebaiknya peningkatan berat badan 12.5-18 kg. Pada wanita overweight dan
obese disarankan peningkatan berat badan sebesar 6,8 kg. Walaupun pada
wanita obese kenaikan berat badan selama kehamilan juga penting karena berat
badan yang kurang dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.6
Aturan tentang makan untuk 2 orang dapat mengakibatkan peningkatan
berat badan yang eksesif. Untuk wanita obese, wanita sedentari dan wanita
yang aktivitasnya menurun selama hamil rekomendasi asupan 340-450
kcal/hari terlalu besar, disisi lain wanita underweight dan ibu yang masih
sangat muda/dalam masa pertumbuhan (<14 tahun) serta wanita dengan fetus
multipel perlu energi 500kcal/ hari atau lebih. Tujuan dari pemantauan berat
badan dan asupan energi adalah menghindari masukan energi yang berlebihan
sekaligus asupan yang tidak adakuat. Asupan yang berlebihan dan peningkatan
berat badan yang berlebihan menyebabkan risiko komplikasi berupa diabetes
gestasional, makrosomia, komplikasi persalinan seperti dystosia bahu, masalah
post operasi atau SC dan risiko anak serta ibu obesitas. Sedangkan untuk
asupan yang tidak adekuat dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan
intrauterin dan konsekuensi BBLR. 7,8

Tabel 2.4 Rekomendasi kenaikan BB terhadap BMI sebelum hamil.2


2.3.2 Protein

13

Selama kehamilan, tambahan protein digunakan untuk pertumbuhan


janin, perkembangan plasenta, produksi amnion, peningkatan volume darah
ibu

dan perkembangan

kehamilan.Peningkatan

jaringan

tubuh

kebutuhan

maternal

protein

untuk

mendukung

mencerminkan

tingkat

pertumbuhan janin dan ibu. Protein terutama terdapat pada produk hewani
seperti daging, susu, telur , keju dan ikan. Produk hewani lebih dipilih karena
banyak mengandung asam amino dengan kombinasi yang seimbang.2
2.3.3 Mineral
2.3.3.1 Zat besi
Besi sangat penting dalam pembentukan hemoglobin. Sebanyak 300
mg zat besi ditransfer kepada janin dan 500 mg digunakan untuk membentuk
hemoglobin ibu. Untuk memenuhi kebutuhan ini American Academy of
Pediatrics dan American College of Obstetricians and Gynecologist
menyarankan pemberian supplement besi sebesar 27 mg per hari.
Anemia defisiensi besi merupakan salah satu komplikasi kehamilan.
Skrining untuk anemia defisensi besi disarankan pada kunjungan antenatal
yang pertama. Berbagai preparat besi tersedia di pasaran, dan mengandung
jumlah zat besi yang berbeda, seperti ferrous sulfate (Fe2+) dan ferric
polymaltosa(Fe3+). Penyerapan zat besi hanya 10% dari total kandungan
preparat yang dijual. Penyerapan ini terjadi melalui saluran cerna ibu.
Penyerapan zat besi dapat ditingkatkan melalui pemberian makanan yang
mengandung vitamin C. Berdasarkan penelitian tahun 2011 yang dilakukan
oleh Palacios Santiago, menunjukkan bahwa pemberian ferrous sulfate lebih
baik dibandingkan dengan ferric polymaltosa dari segi efektivitas,
bioavabilitas, tolerabilitas, dan harga yang lebih murah. Pemberian ferric
(Fe3+) menunjukkan bioavabilitas yang lebih buruk, dan efektivitas klinisnya
belum teruji dan diketahui dengan baik. 9

14

Tabel 2.5 Perbedaan preparat Ferrous dan Ferric9


2.3.3.2 Kalsium
Kalisum merupakan komponen utama dari tulang. Jumlah kalsium
yang tinggi dibutuhkan dalam kehamilan untuk pembentukan jaringan janin,
terutama pada trimester ketiga. Ibu hamil yang berusia kurang dari 25 tahun
juga membutuhkan kalsium untuk pembentukan masa tulang. Kebutuhan
kalsium yang dibutuhkan oleh ibu hamil adalah sebesar 1000 mg dan dapat
didapatkan dari makanan sehari- hari dan sayuran hijau.2
2.3.3.4 Fosfor
Bersamaan dengan kalsium, fosfor digunakan dalam pembentukan
tulang. Kebutuhan fosfor yang direkomendasikan untuk ibu hamil adalah 700
mg. Suplementasi tidak direkomendasikan untuk menambah fosfor.2,10
2.3.3.5 Zinc
Zinc berperan dalam metabolisme asam nukleat dan protein. Zinc
sangat penting dalam trimester pertama. Kebutuhan zinc pada kehamilan
adalah sebesar 11 mg. Kekurangan zinc dapat menyebabkan berkurangnya
napsu makan, pertumbuhan janin yang tidak optimal dan gangguan
pembekuan darah. Suplementasi tidak direkomendasikan untuk zinc, namun
apabila pemberian suplemen besi melebih 60 mg/hari maka pemberian
suplementasi zinc perlu dipertimbangkan. Hal ini terjadi karena kompetisi
yang terjadi antara besi dan zinc pada tempat absorpsi.10
Zinc berperan dalam sintesis asam deoksiribonukleat, asam
ribonukleat dan ribosom dan selain itu dibutuhkan untuk ekspresi gen,
diferensiasi sel dan replikasi sel.Dalam kasus yang jarang, defisiensi zinc
15

maternal karena acrodermitisenteropathica, suatu kelainan genetic dimana


zinc tidak dapat diabsorbsi dengan baik, menyebabkan peningkatan risiko
malformasi congenital pada neonatus Asupan zinc juga berperan mencegah
kelahiran premature dan mendukung perkembangan neurologis janin.10
2.3.3.6 Natrium - Iodium
Natrium terdapat dalam jumlah yang banyak pada makanan seharihari. RDA menyarankan kebutuhan natrium sebesar 1.5 mg selama
kehamilan. Penggunaan garam yang beridoium perlu ditingkatkan selama
kehamilan untuk sintesis hormon tiroid. Defisiensi yodium pada ibu selama
kehamilan dapat menyebabkan pembesaran kelanjar tiroid, dapat berkembang
menjadi

goiter

dan

hipotiroid.

Hipotiroid

pada

ibu

meningkatkan

risiko prognosis janin yang buruk termasuk lahir meninggal, aborsi


spontan,anomali kongenital, retardasi mental, tuli, kaku displegia dan
kretinisme.Untuk menghindari hal buruk tersebut terjadi pada janin,
defisiensi yodium pada ibu harus dikoreksi sebelum konsepsi. Yodium
terutama terdapat pada makanan laut dan garam beryodium. 5,10
2.3.4 Vitamin
Peningkatan kebutuhan vitamin terjadi selama kehamilan. Pada
negara berkembang menunjukkan bahwa pemberian multivitamin secara rutin
menurunkan insidensi berat bayi lahir rendah dan IUGR.2
2.3.4.1 Vitamin A
Pemberian vitamin A direkomendasikan pada negara dengan masalah
nutrisi, terutama pada negara berkembang. Vitamin A sangat penting dalam
pertumbuhan, maturasi,

dan perkembangan penglihatan janin. Selain itu

pemberian vitamin A juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata ibu dan
mencegah terjadinya buta senja. Dosis pemberian vitamin A adalah maksimal
10.000 IU per hari atau maksimal 25.000 IU per minggu. 2,10,11
Pada negara maju dimana kebutuhan vitamin A sudah mencukupi,
pemberian vitamin A tidak disarankan, karena pemberian vitamin A dengan
dosis tinggi ,yaitu 10.000 IU 50.000 IU perhari berhubungan dengan defek
pada janin. Hal ini terjadi akibat derivat dari vitamin A yakni Isotretinoin
accutane mempunyai efek teratogenik. Untuk mengatasi hal ini, pemberian
Beta carotene dapat menurunkan efek toksik dari vitamin A.2,10,11
2.3.4.2 Vitamin B6 (Pyridoxine)
Vitamin B6 mempunyai peranan dalam sintesis asam amino
nonesensial, heme, eritrosit, dan hormon. Bagi wanita yang berisiko tinggi,
misalnya, penyalahguna zat, remaja, dan multifetal gestations, pemberian
16

suplemen 2 mg per hari dianjurkan. Vitamin B6, bila dikombinasikan dengan


antihistamin, ditemukan membantu dalam kasus mual dan muntah kehamilan.
Vitamin B6 terdapat pada ikan,kedelai, pisang, telur dan biji-bijian.2,5
2.3.4.3 Vitamin B12
Jumlah vitamin B12 pada plasma ibu ditemukan menurun dalam
kehamilan

dan

menyebabkan

penurunan

protein

transport,

yakni

transcobalamins . Vitamin B12 berasal dari produk-produk hewani. Apabila


ibu merupakan vegetarian, ditemukan bahwa kandungan vitamin B12 lebih
rendah dibandingkan dengan ibu yang tidak vegetarian. Kekurangan vitamin
B12 dapat menyebabkan peningkatan risiko defek neural tube. 2
2.3.4.4 Vitamin D
Mulai kehamilan 12 16 minggu, suplementasi sebesar
4000 IU/ hari merupakan cara terbaik untuk memenuhi
kebutuhan vitamin D yang meningkat selama kehamilan, dan
hal ini tidak menunjukkan risiko toksik pada ibu saat proses
kelahiran maupun pada neonatus. Fungsi vitamin D selama
kehamilan

adalah

untuk

homeostasis

tulang

selama

kehamilan dan berguna juga dalam pembentukan sistem


imun, pankreas, muskuloskeletal, jantung dan perkembangan
saraf. Pada ibu hamil direkomendasikan pemberian vitamin D
sebesar 400 sampai 600 IU/ hari. Dapat ditoleransi sampai
4000 IU/ hari.12
2.3.4.5 Folat
Folat berperan dalam sintesis asam nukleat dan beberapa asam amino
yang berguna untuk produksi sel baru dan jaringan. Asupan folat yang tidak
mencukupi kebutuhan menyebabkan anemia megaloblastik. Gangguan status
folat selama kehamilan mungkin berhubungan dengan prognosis yang buruk
seperti komplikasi kehamilan, aborsi spontan, kelahiran prematur dan BBLR.
Direkomendasikan bahwa wanita hamil sebaiknya mengkonsumsi 400
mcg folat sintetik/hari selama 12 minggu setelah konsepsi untuk
mengoptimalkan status folat sebelum terjadi penutupan neural tube dan
menurut penelitian hal ini dapat mencegah separuh insiden NTD. Contoh
makanan yang mengandung folat adalah sereal dan produk sereal, jeruk,

17

raspeberi, asparagus, brokoli, kacang polong, daging sapi,susu, kacang


tanah.2,10

Bab III
KESIMPULAN
Pada kehamilan terjadi perubahan fisik dan psikologis ibu yang
membutuhkan kecukupan nutrisi sebelum, selama dan setelah kehamilan. Perubahan
fisik meliputi penambahan berat badan, perubahan metabolisme karbohidrat, lemak,
protein, dan mineral. Agar kebutuhan janin dapat tercukupi dengan baik, keadaan
gizi ibu pada waktu konsepsi harus sudah berada dalam keadaan gizi yang baik
Nutrisi merupakan salah satu aspek penting dalam kehamilan
Pertumbuhan embrio-janin dari awal pembentukkannya bergantung pada
makanan dari ibu. Nutrisi yang dibutuhkan dalam kehamilan seperti kalori,
protein, mineral-mineral, termasuk zat besi ,kalium, natrium, iodium, fosfor,
zinc. Selain itu juga dibutuhkan vitamin A, B6, B12, D dan asam folat.
Tidak hanya masalah fisik yang berhubungan dengan nutrisi yang
buruk selama kehamilan, namun juga bisa mengakibatkan terjadinya
18

gangguan neurologis, bisa mengakibatkan juga timbulnya kelainan bawaan


pada bayi yang akan dilahirkan. Oleh karena itu makanan ibu hendaklah
mengandung jumlah dan mutu gizi yang baik.
Selain itu terdapat juga masalah yang berhubungan dengan diet pada
ibu hamil,seperti mual muntah, nafsu makan, konstipasi, anemia, diabetes
gestasional, dan gangguan hipertensi. Kondisi tersebut juga mempengaruhi
asupan nutrisi pada ibu hamil. Oleh karena itu dengan memperbaiki jumlah
dan mutu makanan sewaktu hamil secara langsung akan meningkatkan berat
badan bayi yang akan dilahirkan dan secara tidak langsung menyokong
pertumbuhan sel-sel otak bayi agar dapat berkembang secara optimal.
.

19