Anda di halaman 1dari 4

2.

Memahami dan Menjelaskan Fisiologi Keputihan


Leukorea berasal dari kata Leuco (benda putih) yang disertai dengan akhiran
rrhea (aliran atau cairan yang mengalir). Keputihan (fluor albus, white discharge,
leukorea) adalah nama gejala yang diberikan kepada cairan yang dikeluarkan dari alatalat genital (dalam hal ini alat genital wanita) yang tidak berupa darah. Keputihan ada 2
macam yaitu yang fisiologik dan patologik. Keduanya dapat dibedakan berdasarkan atas
kandungannya. Keputihan yang fisiologik terdiri atas cairan yang kadang-kadang berupa
mucus yang mengandung banyak epitel dengan leukosit yang jarang, sedang pada
keputihan yang patologik terdapat banyak leukosit.

Pemeriksaan

Fisiologis

Warna sekret

Bening

Kuning hingga hijau

Kejernihan sekret

Jernih

Agak keruh

Bau sekret
Leukosit sekret

Tidak berbau
Tidak ada/sedikit

Patologis

Berbau
Ada / banyak (menandakan
infeksi)

Keputihan yang fisiologik dapat ditemukan pada:


1. Bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari; ini disebabkan oleh pengaruh
estrogen dari plsenta terhadap uterus dan vagina janin.
2. Waktu disekitar menarche karena mulai terdapat pengaruh dari estrogen; keputihan disini
dapat menghilang dengan sendiri, akan tetapi dapat menimbulkan kecemasan pada orang
tua.
3. Wanita dewasa apabila ia dirangsang sebelum dan pada waktu koitus, disebabkan oleh
pengeluaran transudat dari dinding vagina.
4. Waktu disekitar ovulasi, dengan sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri menjadi lebih
encer.
5. Pengeluaran sekret dari kelenjar-kelenjar serviks uteri juga bertambah pada wanita
dengan penyakit menahun, dengan neurosis, dan pada wanita dengan ektropion porsionis
uteri.
Sekret berasal dari antara lain : 1)Kelenjar Bartholini yang terletak di bawah
labium majus dan bermuara di bawah otot konstriktor vagina, kadang-kadang tertutup
sebagian oleh bulbus vestibuli.1 Kelenjar ini mengeluarkan sekret mukoid pada saat
gairah seks meningkat. 2) Duktus Skene (parauretralis) yang bermuara di meatus uretrae
eksternum. Kelenjar ini mensekresikan sekret yang mukoid. 3)Serviks uteri, memiliki
banyak kelenjar yang mengeluarkan sekret yang berbeda-beda sesuai dengan siklus haid.

4) Uterus yang terletak banyak kelenjar dari endometrium sampai ke miometrium pada
umumnya. Kelenjar-kelenjar ini mensekresi cairan alkali yang encer.
Anatomi & Fisiologi Keputihan yang Fisiologis
Vagina
Secara anatomis vagina memiliki 3 lapisan yakni lapisan mukosa, muskularis dan
adventisia. Mukosa pada vagina berikatan kuat dengan lapisan muskularis. Di lapisan
epithelial mukosa terdapat 2 lipatan utama longitudinal. Salah satunya di anterior
sedangkan sisanya di posterior. Masing masing lipatan ini membentuk lipatan lipatan
yang lebih kecil yang meluas secara transversal pada vagina dengan kedalaman lipatan
yang berbeda beda. Lipatan liptaan ini berkembang baik ketika seorang wanita belum
pernah melahirkan.
Secara histologis, epitel yang terdapat pada vagina adalah epitel squamosa tidak
bertanduk. Setelah masa pubertas, epitel pada vagina mengalami penebalan dan kaya
akan glikogen. Tidak seperti mamalia lain, epitel vagina pada manusia tidak mengalami
perubahan secara signifikan selama siklus menstruasi. Tapi yang mengalami perubahan
hanyalah kadar glikogen yang meningkat pada masa setelah ovulasi dan berkurang pada
saat akhir masa siklus.
Produksi glikogen pada epitel vagina dipengaruhi oleh estrogen. Hormon ini
menstimulasi epitel vagina sehingga dapat memproduksi dan menyimpan glikogen dalam
jumlah yang besar, yang kemudian dilepaskan pada lumen vagina untuk membasahi
daerah sekitarnya. Secara alami, flora normal vagina akan memetabolisme glikogen
membentuk asam laktat yang bertanggung jawab dalam merendahkan suasana pH vagina,
terutama saat pertengahan siklus menstruasi. Suasana asa ini sangat berperan dalam
mencegah invasi bakteri patologis.
Cervix Uterus
Cervix uterus merupakan bagian yang menghubungkan vagina dengan tuba
tuerina melalui os external canalis cervicalis yang dilapisi oleh membran mucosa yang
disebut endocervix. Bagian ini mengandung mucus yang disekresikan oleh kelenjar
tubular yang dilapisi oleh epitel kolumner dan dipenuhi oleh sel silia.
Aktivitas sekresi kelenjar pada endocervix diregulasi oleh estrogen dan mencapai
jumlah maximal pada masa ovulasi. Fungsi sekret endocervicalis adalah memberi
lubrikasi selama hubungan seksual terjadi dan berperan sebagai sawar yang melindungi
dari invasi bakteri.
Selama ovulasi, mukus pada cervix menjadi lebih encer, berair dan pHnya lebih
alkali dibanding sebelumnya, kondisi ini dibuat sedemikian rupa agar dapat mendukung
migrasi sperma. Selain itu terjadi pula peningkatan jumlah ion dalam mukus sehingga
terbentuk kristal kristal yang menyerupai pakis. Secara klinis, hal ini dapat digunakan
sebagai pendeteksi saat yang tepat untuk melakukan fertilisasi.Setelah masa ovulasi,
mukus cervix menjadi lebih kental dan asam.
Ada sejumlah flora normal pada vagina dan cervix, namun yang paling sering
ditemui adalah Lactobacillus acidophilus. Bakteri ini mampu memproduksi asam laktat
dengan jalan memecahkan glikogen yang berasal dari sekret vagina dan cervix. Asam

laktat ini membentuk semacam lapisan asam (pH 3,0), yang dapat mencegah proliferasi
bakteri patologis.
Jadi secara umum, keputihan merupakan hal yang fisiologis. Namun kondisinya
dapat berubah menjadi patologis ketika jumlah bakteri yang menginvasi traktus genitalia
meningkat ataupun karena penurunan daya tahan tubuh pejamu.
Cairan vagina adalah campuran yang terdiri dari lendir servik (sebagian besar)
cairan endometrium dan tuba falopii eksudat dari Kelenjar Bartholine dan Skene
transudat dari epitel pipih vagina yang mengalami eksfoliasi produk metabolisme
mikroflora vagina.

Cairan vagina terdiri dari :

Protein
polisakarida
asam amino
enzym
imunoglobulin.

Ciri-ciri leukore fisiologis:


1.
2.
3.

Berupa cairan atau mukus


Terdapat banyak epitel
Jarang ditemukan leukosit
Vagina dilapisi oleh epitel pipih bertatah non keratinisasi ( non-keratinized
stratified squamous epithelium ) yang sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen dan
progesteron. Pada vagina neonatus terdapat koloni bakteri aerobik dan anerobik yang
diperoleh saat melewati jalan lahir.
Epitel vagina neonatus bersifat sangat estrogenik dan mengandung banyak
glikogen yang mendukung pertumbuhan laktobaksil yang memproduksi asam laktat,
situasi ini menyebabkan pH vagina yang rendah (kurang dari 4.7) yang selanjutnya
mendorong pertumbuhan lebih lanjut dari mikroflora asidofilik protektif.
Beberapa hari setelah lahir, kadar estrogen menurun dan epitel vagina menjadi
tipis, atropi dan memiliki kandungan glikogen yang amat sedikit. Dalam lingkungan
seperti ini, pH meningkat dan organisme yang asidofilik tidak lagi dapat hidup. Sebagai
akibatnya, mikroflora vagina yang dominan adalah coccus dan basilus gram positif.
Saat pubertas terjadi steroidogenesis ovarium , vagina kembali berada dibawah
pengaruh estrogen dan kadar glikogen meningkat kembali. Laktobasilus penghasil asam
laktat dan hidrogen peroksida (H2O2) menjadi predominan kembali sehingga pH vagina
berada diantara 3.5 4.5. Meskipun demikian , terdapat rentang lebar bakteri aerobik dan

anerobik yang dapat dibiakkan melalui vagina normal. Sebagian besar wanita memiliki 3
8 jenis bakteri berbeda pada satu saat tertentu. Asam laktat, hidrogen peroksida, dan
berbagai bahan lain yang diproduksi oleh laktobaksil memberi perlindungan traktus
reproduksi bagian bawah terhadap berbagai penyakit menular seksual dan HIV