Anda di halaman 1dari 67

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

(SOP)
INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD)

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


KABUPATEN PAMEKASAN
TAHUN 2009

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-10/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Mengganti Alat Tenun Kotor Pada Tempat
Tidur tanpa Memindahkan Pasien
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Mengganti alat-alat tenun kotor pada tempat tidur tanpa memindahkan


pasien.

Tujuan

- Memberikan perasaan senang bagi pasien.


- Mencegah terjadinya decubitus.
- Memelihara kebersihan dan kerapian.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Pelaksanaan :
1. Persiapan alat :

Alat tenun bersih disusun menurut urutan penggunaannya.

Kursi / bangku.

Tempat kain kotor tertutup.

Talk.

Ember berisi larutan desinfektan.

Lap kerja (kering dan basah).

2. Persiapan pasien :

Pasien diberitahukan bila mungkin.

3. Cara kerja :

Alat-alat dibawa ke tempat pasien.

Selimut, bantal yang tidak diperlukan diletakkan diatas kursi.

Pasien dimiringkan pada salah satu sisi tempat tidur.

Lepaskan alat-alat tenun yang kotor dari bawah kasur lalu


digulung satu persatu sampai dibawah punggung pasien.

- Spresi kecil digulung ke tengah tempat tidur sejauh mungkin.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-10/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Mengganti Alat Tenun Kotor Pada Tempat
Tidur tanpa Memindahkan Pasien
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

- Perlak dibersihkan dengan lap larutan desinfetan,


dikeringkan lalu digulung ke tengah tempat tidur sejauh
mungkin.
- Seprei besar digulung ke tengah sejauh mungkin.

Unit Terkait

Alas tempat tidur dan kasur dibersihkan dengan lap lembab


larutan desinfektan lalu dengan lap kering.

Sprei besar yang bersih digulung setengah bagian gulungannya


letakkan dibawah punggung pasien setengah bagian lagi
diratakan dan dipasangkan pada kasur.

Perlak yang diguluung tadi diratakan kembali diberi talk.

Sprei kecil dan perlak digulung sebagian dan diletakkan


dibawah punggung pasien. Sprei yang sebagian lagi diratakan
diatas perlak lalu dimasukkan bersama-sama dibawah kasur.

Pasien dimiringkan ke bagian yang bersih.

Lepaskan alat tenun yang kotor.

Alat tenun yang kotor dimasukkan ke dalam tempat tertutup.

Sarung bantal yang kotor dilepaskan, bantal diratakan isinya


kemudian sarung bantal bersih dipasangkan.

Bantal disusun, pasien dibaringkan pada posisi yang nyaman.

Selimut yang kotor diganti dengan yang bersih.

Peralatan dibersihkan / dibereskan.

Perawat cuci tangan.

Instalasi Rawat Inap

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TA-32/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Penyuntikan Secara Intra Musculer
Pada Bayi
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memasukkan obat ke dalam jaringan otot pangkal lengan atau otot


paha bagian luar (1/3 tengah paha bagian luar) bayi.

Tujuan

Agar tindakan penyuntikan secara Intra Musculer pada bayi tidak


menimbulkan radang atau infeksi pada lokasi penyuntikan.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A.Pelaksanaan :
1. Persiapan alat :
-

Spuit injeksi dengan ukuran yang sesuai

Kapas alkohol

Obat yang disuntikkan

Aquabidest

Bengkok

Gergaji ampul

2. Pelaksanaan :
a. Beritahu keluarga pasien tentang tujuan penyuntikan.
b. Bayi ditidurkan di meja tindakan, buka pakaian pada lokasi
penyuntikan.
c. Baca nama obat, cocokkan dengan instruksi dokter.
d. Larutkan obat dengan aquabidest bila diperlukan.
e. Isi spuit dengan obat sesuai dosis yang dibutuhkan.
f. Tentukan lokasi suntikan yaitu otot lengan atau paha.
g. Pegang lengan atau paha dengan tangan kiri.
h. Lakukan desinfeksi pada lokasi penyuntikan.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TA-32/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Penyuntikan Secara Intra Musculer
Pada Bayi
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

Pelaksanaan
i. Tusukkan jarum tegak lurus pada lokasi penyuntikan sampai 1/2
- 2/3 bagian jarum.
j. Lakukan aspirasi untuk memastikan jarum tidak mengenai
pembuluh darah.
k. Masukkan obat pelan-pelan.
l. Setelah obat masuk semua, jarum dicabut dengan cepat dan
tusukan jarum ditekan dengan kapas alkohol.
m. Perhatikan kemungkinan adanya reaksi alergi.
n. Alat-alat dibereskan.
o. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait

1. Ruang Perawatan Bayi


2. Ruang Perawatan Anak
3. Ruang Perawatan Umum

Ditetapkan
Direktur RSUD Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-34 / -/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memasukkan Obat Melalui Anus
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memasukkan obat melalui anus pada pasien dengan keluhan nyeri


atau pasien dengan kontra indikasi dengan obat minum.

Tujuan

Memberikan rasa nyaman/menghilangkan nyeri.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan alat :

Handscoen.

Bengkok.

Gunting.

Sampiran/sketsel.

Obat.

Persiapan pasien dan lingkungan :


1. Pasien diberi
dilaksanakan.

penjelasan

mengenai

tindakan

yang

akan

2. Mengatur posisi tidur pasien.


3. Memasang sampiran/sketsel.
4. Pintu ruangan ditutup.
Prosedur :
1. Posisi tidur penderita dimiringkan ke kiri (posisi sim).
2. Perawat memakai sarung tangan, obat yang sudah dibuka dari
tempatnya dimasukkan ke dalam anus dengan cara tangan kiri
perawat menarik pantat pasien sebelah kanan ; tangan kanan
perawat memasukkan obat ke dalam anus.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSUD Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-34 / -/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Memasukkan Obat Melalui Anus
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

3. Setelah obat masuk pantat pasien dirapatkan dan menyarankan


pasien untuk menahannya selama + 5 menit.
4. Alat-alat dibereskan pasien dirapikan.

Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Darurat


2. Instalasi Rawat Inap

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-37/ -/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Injeksi Intra Musculer
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/3

Pengertian

Memberikan obat melalui suntikan ke dalam jaringan otot, dilakukan


pada otot pangkal lengan, otot paha bagian luar (yaitu 1/3 tengah paha
sebelah luar) atau pada otot bokong (1/3 dari spina iliaca anterior
superior atau SIAS).

Tujuan

Penyuntikan secara Intra Musculer dapat dilakukan secara benar dan


aman.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

1. Persiapan alat :
Tersedia dalam baki :
- Semprit dan jarum steril sesuai ukuran yang dibutuhkan.
- Obat-obatan yang dibutuhkan.
- Korentang steril pada tempatnya.
- Kapas alkohol dalam tempatnya dan gergaji ampun.
- Cairan pelarut.
- Bak semprit steril yang tertutup, didalamnya sudah diberi alas
untuk tempat semprit.
- Pembendung vena.
- Bengkok berisi desinfektasn untuk tempat semprit dan jarum
yang sudah dipakai.
- Bengkok.
- Perlak dan alasnya.
- Yodium tincture.
- Baskom berisi desinfektan untuk cuci tangan.
- Handuk.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-37/ -/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Injeksi Intra Musculer
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/3

2. Persiapan pasien
- Memberitahu dan menjelaskan tujuan tindakan.
- Menyiapkan posisi pasien sesuai dengan kebutuhan.
- Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman.
3. Pelaksanaan
- Membawa alat ke dekat pasien sesuai dengan kebutuhan.
- Mencuci tangan.
- Membaca kembali daftar obat pasien mengenai obat yang
diberikan dan cara pemberiannya.
- Mengambil semprit dan jarum.
- Melarutkan obat yang diperlukan.
- Membaca kembali daftar obat pasien mengenai obat yang
diberikan dan cara pemberiannya.
- Semprit serta kapas alkohol dimasukkan ke dalam bak semprit
yang tersedia dan langsung dibawa ke pasien.
- Membaca kembali daftar pemberian obat dan mencocokkan
dengan papan nama pasien atau bertanya kepada pasien.
- Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian.
- Menentukan tempat yang akan disuntik lalu mendesinfektan
kulit tersebut posisi 1/3 tengah paha luar atau 1/3 SIAS.
- Menusukkan jarum tegak lurus dengan permukaan kulit.
- Penghisap ditarik sedikit (bila ada darah, obat jangan
dimasukkan).
- Obat disemprotkan perlahan-lahan.
- Setelah obat masuk seluruhnya jarum ditarik dengan cepat.
- Kulit ditahan dengan kapas alkohol sambil dilakukan massage.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-37/ -/XII/ 2008

Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Injeksi Intra Musculer
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
3/3

4. Hasil
- Posisi suntikan tepat tidak ada darah dalam spuit.
- Sterilisasi alat tetap terjaga.

Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Jalan


2. Instalasi Rawat Inap
3. Instalasi Rawat Darurat

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-38/ -/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Injeksi Intra Vena
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/3

Pengertian

Memberikan obat melalui suntikan ke dalam pembuluh darah vena


yang dilakukan pada vena anggota gerak.

Tujuan

Penyuntikan secara Intra Vena dapat dilakukan secara benar dan


aman.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

1. Persiapan alat :
Tersedia dalam baki :
- Semprit dan jarum steril sesuai ukuran yang dibutuhkan.
- Obat-obatan yang dibutuhkan.
- Korentang steril pada tempatnya.
- Kapas alkohol dalam tempatnya dan gergaji ampun.
- Cairan pelarut.
- Bak semprit steril yang tertutup, didalamnya sudah diberi alas
untuk tempat semprit.
- Pembendung vena.
- Bengkok berisi desinfektasn untuk tempat semprit dan jarum
yang sudah dipakai.
- Bengkok.
- Perlak dan alasnya.
- Yodium tincture.
- Baskom berisi desinfektan untuk cuci tangan.
- Handuk.
- Buku catatan untuk pemberian obat.

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-38/ -/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Injeksi Intra Vena
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/3

2. Persiapan pasien
- Memberitahu dan menjelaskan tujuan tindakan.
- Menyiapkan posisi pasien sesuai dengan kebutuhan.
- Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman.
3. Pelaksanaan
- Membawa alat ke dekat pasien sesuai dengan kebutuhan.
- Mencuci tangan.
- Membaca kembali daftar obat pasien mengenai obat yang
diberikan dan cara pemberiannya.
- Mengambil semprit dan jarum.
- Melarutkan obat yang diperlukan.
- Membaca kembali daftar obat pasien mengenai obat yang
diberikan dan cara pemberiannya.
- Semprit serta kapas alkohol dimasukkan ke dalam bak semprit
yang tersedia dan langsung dibawa ke pasien.
- Membaca kembali daftar pemberian obat dan mencocokkan
dengan papan nama pasien atau bertanya kepada pasien.
- Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian.
- Memasang pengalas pada daerah yang akan disuntik.
- Menentukan tempat dan pembendung.
- Bagian yang akan
direngganggkan.

disuntik

didesinfektan

lalu

kulit

- Menusukkan jarum ke dalam vena dengan lubang jarum


menghadap atau mengarah ke atas sejajar dengan vena.
- Mengontrol dan menarik penghisap sedikit.
- Pembendung dibuka dan cairan dimasukkan ke dalam vena
secara perlahan-lahan sampai habis.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-38/ -/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Injeksi Intra Vena
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
3/3

- Meletakkan kapas alkohol diatas jarum, kemudian menarik


semprit dan jarum dengan cepat.
- Menekan bekas tusukan dengan kapas alkohol.
- Pasien dirapikan dan alat-alat dibereskan.
- Mencuci tangan.
- Mencatat hasilnya dalam buku catatan obat.
4. Hasil
- Posisi suntikan tepat dan obat dapat masuk dengan lancar.
- Tidak terjadi haematom.
- Sterilisasi alat tetap terjaga.

Unit Terkait

Instalasi Rawat Jalan


Instalasi Rawat Inap
Instalasi Rawat Darurat

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-41/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memasang Infus
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memasukkan cairan obat langsung kedalam pembuluh darah vena


dalam jumlah banyak dan waktu yang lama dengan menggunakan
infuset.

Tujuan

- Sebagai pengobatan.
- Mencukup kebutuhan tubuh akan cairan dan elektrolit.
- Memberi zat makanan pada pasien yang tak dapat / tidak boleh
makan melalui mulut.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Pelaksanaan :
1. Persiapan alat
Baki yang telah dialasi berisi :

Seperangkat infus set.

Cairan yang diperlukan.

Kapas alkohol dalam tempatnya.

Plester, gunting, kasa steril.

Bengkok.

Bethadine.

Medicut disesuaikan dengan ukuran / nomor.

Perlak kecil untuk alas.

Tourniquet.

Standart infus.

2. Persiapan pasien :
a. Pasien diberitahukan bila keadaan memungkinkan.

b. Letak baring pasien diatur sebaik mungkin.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-41/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Memasang Infus
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

c. Pakaian dibuka pada daerah yang akan dipasang infus.


3. Cara kerja :
a. Perawat cuci tangan.
b. Alat-alat yang telah disiapkan dibawa ke dekat pasien.
c. Perlak dan alasnya dipasang dibawah anggota yang akan
dipasang infus.
d. Infus set dipasang pada botol cairan infus kemudian dikeluarkan
udara dari slang.
e. Lengan pasien bagian atas dibendung dengan tourniquet.
f. Menentukan vena yang akan ditusuk.
g. Desinfeksi area yang akan ditusuk, lalu jarum ditusukkan ke
vena dengan lubang jarum menghadap ke atas.
h. Bila berhasil darah akan keluar (pada pipa saluran medicut)
maka tourniquet dilepaskan untuk melihat kelancaran tetesan
cairan.
i. Melakukan fiksasi.
j. Menutup bagian yang telah ditusuk dengan kasa steril yang
telah diberi bethadine.
k. Menghitung jumlah tetesan sesuai dengan kebutuhan.
l. Memperhatikan reaksi pasien.
m. Catat tanggal pemasangan dan identitas pemasang.
n. Pasien dirapikan.
o. Alat-alat dibereskan.
p. Perawat cuci tangan.

Unit Terkait

Instalasi Rawat Inap

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-43/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Permintaan Darah ke Unit Transfusi Darah
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Mengusahakan meminta darah ke Unit Transfusi Darah.

Tujuan

1. Untuk memberikan transfusi darah pada pasien yang kurang darah.


2. Agar pasien yang memerlukan transfusi darah sudah mendapat
dalam waktu kurang dari 2 jam.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Prosedur permintaan darah untuk penderita Non Askes :


1. Petugas ruangan memberitahu pasien / keluarga bahwa pasien
memerlukan darah untuk transfusi.
2. Petugas ruangan menyiapkan contoh darah vena sebanyak + 2
cc.
3. Petugas ruangan mengisi formulir permintaan darah dan
ditandatangani oleh dokter ruangan / perawat.
4. Keluarga membawa contoh darah dan formulir permintaan
darah ke Unit Transfusi Darah.
5. Petugas Unit Transfusi darah menerima contoh darah dan
formulir permintaan darah.
6. Petugas Unit Transfusi Darah mencocokkan contoh darah
dengan darah yang akan diberikan kemudian menyerahkan
kepada keluarga pasien.
7. Keluarga membawa darah dari Unit Transfusi Darah kemudian
diserahkan ke petugas ruangan.
8. Petugas ruangan meneliti dan mencocokkan darah yang
diterima dari keluarga pasien.
9. Darah dimasukkan sesuai instruksi dokter dan prosedur yang
berlaku.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-43/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Permintaan Darah ke Unit Transfusi Darah
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

B. Prosedur permintaan darah untuk penderita ASKES :


1. Petugas ruangan memberitahu pasien atau keluarga bahwa
pasien memerlukan darah untuk transfusi.
2. Petugas ruangan menyiapkan contoh darah sebanyak + 2 cc.
3. Petugas ruangan mengisi formulir permintaan darah dan
ditandatangani oleh dokter ruangan. Surat jaminan, Kartu
Askes, formulir permintaan darah dibawa ke loket Askes untuk
ditandatangani dan distempel oleh petugas PT. Askes.
4. Keluarga membawa contoh darah ke Unit Transfusi Darah
disertai formulir permintaan darah, Kartu Askes, surat jaminan
pelayanan peserta Askes.
5. Petugas Unit Transfusi Darah menerima contoh darah dan
formulir permintaan darah kemudian darah dicocokkan dengan
darah yang akan diberikan, darah diserahkan kepada keluarga
pasien.
6. Keluarga membawa darah yang dibutuhkan dari petugas
transfusi darah kemudian diserahkan kepada petugas ruangan.
7. Petugas ruangan meneliti dan mencocokkan darah yang
diterima dari keluarga pasien.
8. Darah dimasukkan sesuai instruksi dokter dan prosedur kerja
yang berlaku.

Unit Terkait

1. IRNA
2. IRD (Observasi)

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-44/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Transfusi Darah
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memindahkan / memasukkan darah seseorang (donor) kepada orang


lain (pasien yang memerlukannya) melalui vena.

Tujuan

1. Untuk menggantikan jumlah darah pasien yang hilang melebihi dari


jumlah tertentu.
2. Untuk meninggikan kadar Hb dalam tubuh.
3. Untuk menggantikan darah yang tidak cocok pada bayi neonatus
(Exchange Transfusion).
4. Untuk mengganti darah pasien yang keracunan dan lain-lain,
dengan darah yang baru, misal : pada pasien uremi.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

1. Perawat cuci tangan.


2. Memberikan penjelasan kepada pasien.
3. Menyiapkan area yang akan ditusuk.
4. Meneliti keadaan darah dan suhunya sesuai dengan suhu normal
tubuh.
5. Cek silang kembali label darah dengan formulir permintaan : nama
pasien, golongan darah dan nomor tempat tidur.
6. Memasang infus NaCl 0,9% sesuai dengan prosedur pemasangan
infus.
7. Cek silang kembali dengan teman sejawat sebelum darah dipasang
(cross match).

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-44/XII/ 2008

Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Transfusi Darah
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

8. Memindahkan slang transfusi dengan kantong darah.


9. Menghitung jumlah tetesan sesuai dengan kebutuhan.
10. Memperhatikan reaksi pasien.
11. Mencatat waktu pemberian, golongan darah dan jumlah tetesan.
12. Alat-alat dibereskan.
13. Perawat cuci tangan.

Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Inap


2. PMI (Bank Darah)

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-45/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memberikan O2
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/1

Pengertian

Memberikan O2 adalah memasukkan zat asam (O2) ke dalam paruparu melalui saluran pernafasan dengan menggunakan alat khusus.

Tujuan

1. Membantu menambah kekurangan zat asam (O2).


2. Membantu kelancaran metabolisme.
3. Mencegah hypoxia (misal : pada penyelam, penerbang, pendaki
gunung).

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

1. Pemberian O2 yang sederhana dengan mempergunakan kedok zat


asam adalah kanula hidung ganda.
2. Mengatur posisi pasien.
3. Membuka tabung dan mengukur dosis secara bertahap.
4. Memasang slang canula / masker kepada pasien.
5. Memperhatikan reaksi pasien, pernafasan dan nadi.
6. Mencatat dalam lembaran catatan perawatan.

Unit Terkait

1. Semua Ruangan
2. Tim Medis

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-46/ -/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memberikan Obat Melalui NS
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/1

Pengertian

Memberikan obat melalui nasal sonde adalah memasukkan obat ke


dalam lambung melalui sonde hidung.

Tujuan

Memberikan obat kepada pasien yang tidak bisa minum obat lewat
mulut.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan
1. Corong / spuit 20 cc.
2. Serbet.
3. Obat yang sudah dihaluskan dan dilarutkan.
4. Air matang.
Pelaksanaan
1. Penderita diberitahu dan disiapkan.
2. Serbet dipasang.
3. Corong / spuit dipasang pada pangkal NS.
4. Melalui corong masukkan air matang kurang lebih 15 cc. Pada
permulaan, corong agak dimiringkan dan tuangkan larutan obat
melalui pinggirnya setelah penuh ditegakkan kembali, selanjutnya
tuangkan lagi sebelum isi corong kosong.
5. Bila aliran tidak lancar pangkal NS agak ditinggikan.
6. Bila larutan obat habis, NS dibilas air matang dan NS segera
diklem.
7. Bila NS dipasang tetap maka NS dilekatkan dengan plester.
8. Peralatan dibereskan.

Unit Terkait

Instalasi Rawat Inap

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-47/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memberikan Makanan Melalui Maagslang
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/1

Pengertian

Memasukkan makanan melalui slang yang dimasukkan ke dalam


lambung melalui rongga hidung.

Tujuan

Agar kebutuhan nutrisi pasien dapat terpenuhi.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan alat :
1. Corong / spuit 20 cc.
2. Serbet makan.
3. Cairan yang akan dimasukkan.
4. Air masak.
Pelaksanaan :
1. Corong / spuit dipasang pada pangkal pipa (maag slang).
2. Melalui corong masukkan air matang + 15 cc dengan cara
permukaan corong agak dimiringkan dan tuangkan air melalui
pinggirnya, setelah penuh ditegakkan kembali.
3. Klem dibuka perlahan-lahan.
4. Cairan berikutnya dituangkan sebelum isi corong habis.
5. Bila aliran tidak lancar pangkal pipa agak ditinggikan.
6. Bila makanan cair habis, pipa dibilas dengan air masak, pangkal
pipa segera diklem.
7. Bila pipa makanan ini dipasang tetap maka pipa dilekatkan dengan
plester dengan pipi pasien.

Unit Terkait

Instalasi Rawat Inap

Ditetapkan
Direktur RSUD Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Standart Operasional Prosedur
Melakukan Bilasan Lambung/Gastric
Cooling pada Pasien HM
Nomer Dokumen
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
SOP K /TU-48/ -/XII/ 2008
01 Desember 2008
1
1/3
Jl RAYA PANGLEGUR

Pengertian

Membersihkan sisa perdarahan yang ada dilambung dan untuk


mengecek ada tidaknya perdarahan baru.

Tujuan

Untuk membersihkan sisa perdarahan yang ada dilambung.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan alat :

Slang penduga lambung berbagai ukuran/NS.

Bengkok, plester, gunting.

Ember penampung.

Air matang pada tempatnya untuk bilas lambung.

Kassa.

Stetoscope.

Jeli.

Pinset anatomi.

Spuit GC.

Spuit 10 cc.

Air matang di gelas/mangkok.

Persiapan penderita dan lingkungan :


1. Penderita diberi penjelasan mengenai tindakan yang akan
dilakukan.
2. Mengatur posisi tidur pasien terlentang.
3. Dipasang sketsel, keluarga pasien yang menunggu 1 orang.
4. Pintu ruangan ditutup.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSUD Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-48/ -/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Bilasan Lambung/Gastric
Cooling pada Pasien HM
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/3

Prosedur :
1. Meletakkan bengkok dibawah dagu pasien.
2. Meletakkan ember penampung yang diberi alas kain pel ke dekat
pasien.
3. Menentukan slang penduga lambung yang masuk ke dalam
lambung.
4. Memberi pelicin pada slang penduga lambung.
5. Menutup pangkal penduga lambung dengan cara menekuk/diklem.
6. Memasukkan slang penduga lambung pelan-pelan ke dalam
lambung melalui lubang hidung (bagi pasien sadar dianjutkan untuk
menelan slang penduga perlahan-lahan sambil menarik nafas
dalam).
7. Meyakinkan slang penduga lambung telah masuk ke dalam
lambung dengan cara :
Memasukkan ujung slang ke dalam mangkok berisi air bila ada
gelembung udara keluar berarti NGT sudah masuk ke dalam
lambung ; atau spuit GC diisi udara. Masukkan ke dalam
lambung melalui NGT ; kemudian didengarkan dengan
stetoscope bila ternyata ada udara didalam lambung berarti NGT
sudah masuk lambung, kemudian udara dikeluarkan lagi dari
lambung pasien.
8. Setelah yakin slang penduga lambung masuk ke dalam lambung
pasien, miringkan pasien dan letakkan kepala lebih rendah.
9. Slang penduga lambung diberi plester agar tidak mudah lepas.
10. Spuit GC diisi sampai penuh selanjutnya air dalam spuit GC
dimasukkan ke dalam lambung melalui ujung slang penduga
kemudian ditunggu sampai air keluar dari lambung dan ditampung
dalam ember.
11. Membilas lambung dilakukan berulang-ulang hingga cairan yang
keluar berwarna jernih.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSUD Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-48/ -/XII/ 2008

Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Bilasan Lambung/Gastric
Cooling pada Pasien HM
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
3/3

12. Mengobservasi tanda-tanda vital dan respon pasien.


13. Mencatat semua tindakan yang telah dilakukan.

Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Darurat


2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Rawat Inap

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-49/ -/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memberikan Huknah Rendah
(Lavement Gliserol)
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memberikan huknah rendah adalah memasukkan cairan gliserol


kedalam colon dessendens dengan menggunakan spuit gliserin
melalui anus.

Tujuan

1. Merangsang peristaltik usus, sehingga pasien bisa BAB.


2. Mengosongkan usus sebagai persiapan tindakan operasi atau
tindakan diagnostik.
3. Sebagai tindakan pengobatan.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

1. Persiapan alat :
a. Selimut mandi atau kain penutup.
b. Perlak.
c. Spuit gliserin 20 cc.
d. Gliserol 100 cc dihangatkan.
e. Pelicin (jelly).
f. Kapas basah secukupnya.
g. Pispot.
h. Bengkok.
2. Persiapan pasien :
a. Pasien diberi penjelasan tentang hal yang akan dilakukan.
b. Pasien disiapkan dalam posisi miring kiri.
3. Pelaksanaan :
a. Sketsel dipasang, jendela dan pintu ditutup.
b. Perlak dipasang.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-49/ -/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Memberikan Huknah Rendah
(Lavement Gliserol)
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

c. Pasang selimut, pakaian bagian bawah dilepas.


d. Spuit gliserin diisi dengan cairan gliserin 20 cc.
e. Kanula spuit diolesi pelicin (jelly) dan udara dikeluarkan.
f. Bersihkan permukaan anus dengan kapas basah.
g. Spuit dipegang dengan tangan kanan, sedangkan tangan kiri
membuka permukaan anus kemudian kanule spuit dimasukkan
10 cm ke dalam rectum sambil pasien disuruh tarik nafas
panjang.
h. Silinder spuit didorong perlahan-lahan.
i. Bila cairan gliserol sudah habis, kanule dicabut dan masukkan
ke dalam bengkok.
j. Pasien tetap dalam posisi miring dan diberitahu untuk menahan
sebentar, kemudian pispot dipasang serta pasien diminta
terlentang.
k. Setelah selesai pasien dibersihkan dan dirapikan.
l. Observasi respon pasien.
m. Alat-alat dibereskan.
n. Mencatat hasil tindakan.

Unit Terkait

Instalasi Rawat Inap

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-53/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Melepas Douwer Kateter
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/1

Pengertian

Melepas alat yang digunakan untuk proses pembuangan air kencing.

Tujuan

- Melatih penderita agar bisa kencing sendiri.


- Menghindari infeksi sekunder akibat pemasangan douwer kateter
yang terlalu lama.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan alat :
1. Dispossible spuit kosong / tidak steril.
2. Kapas lembab steril.
3. Bengkok / tempat sampah.
4. Pinset.
5. Penderita diberi tahu
menjelaskan tujuannya.

kalau

kateter

akan

dilepas

dan

B. Pelaksanaan :
1. Perawat cuci tangan.
2. Alat-alat dibawa ke dekat penderita.
3. Penderita disiapkan tidur terlentang dan kedua kaki ditekuk.
4. Air aquadest / pengunci dikeluarkan dengan spuit.
5. Setelah itu kateter dilepas / ditarik pelan-pelan dan ditaruh di
bengkok dan dibuang di tempat sampah.
6. Alat kemaluan dibersihkan dengan kapas lembab steril.
7. Bila sudah selesai penderita dirapikan kembali.
8. Alat-alat kemudian dibereskan kembali.
9. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait

1. Ruang Perawatan Penyakit Dalam 3. ICU


2. Ruang Perawatan Bedah

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-60/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Cara Reduksi Fehling A dan Fehling B
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/1

Pengertian

Mengambil urine pasien yang dikeluarkan secara biasa (BAK) dengan


fehling A, fehling B untuk pemeriksaan kadar gula.

Tujuan

Memeriksa kadar zat-zat yang terkandung didalamnya, misalnya kadar


gula dalam urine.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan alat :
1. Benedicts Reagens.
2. Tabung untuk menampung urine.
3. Tabung kimia yang bersih.
4. Pipet obat.
5. Lampu spiritus.
6. Buku catatan.
Pelaksanaan :
1. Masukkan ke dalam tabung kimia urine sekurang-kurangnya 4
tetes.
2. Tambahkan benedicts reagens sekurang-kurangnya 8 tetes.
3. Lihat dan catat hasil dengan memperhatikan perubahan warna.

Unit Terkait

a. Warna biru (tidak berubah)

(-)

b. Warna biru kehijauan

(+)

c. Warna hijau kekuningan

(++)

d. Warna kuning kemerahan

(+++)

e. Warna batu bata

(++++)

Ruang Penyakit Dalam

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-61/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Cara Reduksi Dengan Glukotest
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/1

Pengertian

Memeriksa urine untuk mengetahui kadar gula.

Tujuan

Mengetahui kadar gula dalam urine.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

1. Persiapan alat :
a. Benedicts reagens.
b. Tempat untuk menampung urine.
c. Pita test.
2. Tata laksana :
a. Pasien dianjurkan agar buang air kecil.
b. Urine yang keluar dipermukaan dibiarkan mengalir sedikit,
setelah itu urine yang keluar selanjutnya ditampung dalam
bengkok.
c. Tuangkan urine dari bengkok ke dalam botol.
d. Ambil pita test secukupnya dan masukkan ujungnya ke dalam
urine.
e. Tunggu selama satu menit kemudian bandingkan pita yang
direndam dalam urine dengan daftar skala perbandingan warna.
f. Catat hasilnya pada buku catatan.

Unit Terkait

Ruang Penyakit Dalam

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-62/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Menetapkan Kadar Hb
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Tindakan memeriksa kadar Hb dalam darah.

Tujuan

1. Untuk mengetahui kadar Hb dalam darah.


2. Mempermudah perawat menentukan pemberian transfusi darah.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan alat :
1. Hb set
2. Kapas alkohol 70% dalam tempatnya.
3. Lancet steril / jarum steril.
4. Bengkok.
5. HCl 0,1 N dalam tempatnya.
B. Persiapan pasien dan lingkungan :
1. Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Mengatur lingkungan yang tenang dan nyaman.
C. Pelaksanaan :
1. Memasukkan HCl 0,1 N kedalam tabung haemometer.
2. Bersihkan ujung jari kapas alkohol.
3. Menusuk jari bagian ujung dengan lancet steril.
4. Menghapus darah dengan kapas kering.
5. Setelah keluar darah lagi, hisap darah
haemoglobin sampai garis tanda 0,02 ml.

dengan

pipet

6. Membersihkan darah pada sebelah luar ujung pipet.


7. Segera mengalirkan darah dari pipet ke dalam tabung
haemoglobin.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan

Standart Operasional Prosedur


Menetapkan Kadar Hb
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

Nomer Dokumen
SOP K/TU-62/XII/ 2008
Pelaksanaan

8. Membilas darah yang tertinggal 2 3 kali dengan HCl ke dalam


tabung.
9. Diaduk dan didiamkan selama 3 10 menit.
10. Menambahkan aquabides setetes demi setetes sampai terjadi
persamaan warna dengan batang standart, persamaan warna
harus dicapai dalam waktu 5 detik.
11. Membaca kadar Hb dengan satuan gr% darah.
12. Alat dirapikan.

Unit Terkait

1. IRNA
2. IRJ
3. IRD
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-70/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memberi Cairan Intra Vena
Dengan Wing Needle
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memasukkan cairan langsung ke dalam pembuluh darah dalam jumlah


banyak dan waktu yang lama dengan menggunakan infus set dan wing
needle.

Tujuan

1. Sebagai tindakan pengobatan.

2. Memenuhi kebutuhan tubuh akan cairan dan elektrolit.


Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Pelaksanaan :
1. Persiapan alat :
-

Standart infus.

Infus set (mikro / biasa).

Wing needle dengan ukuran yang sesuai.

Cairan yang dibutuhkan.

Kapas alkohol 70%.

Bethadine.

Kasa steril.

Plester.

Gunting.

Alat cukur.

Bengkok.

Spalk + verban.

2. Pelaksanaan :
a. Keluarga diberitahu tentang tujuan pemasangan infus.
b. Perawat cuci tangan.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-70/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Memberi Cairan Intra Vena
Dengan Wing Needle
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

c. Tusukkan infus set ke dalam botol cairan.


d. Keluarkan udara dari slang infus.
e. Siapkan daerah yang akan dipasang infus (vena-vena
superfisial di daerah dahi atau pergelangan kaki, temporal,

fossa cubiti, punggung tangan atau punggung kaki).


f. Tentukan vena yang akan ditusuk.
g. Desinfeksi daerah yang akan diinfus dengan alkohol dan
bethadine.
h. Mintalah bantuan petugas lain untuk melakukan fiksasi.
i. Sayap jarum diplester.
j. Tutup lokasi penusukan dengan kasa steril yang telah diberi
bethadine kemudian diplester.
k. Pasang spalk.
l. Hitung tetesan cairan sesuai kebutuhan.
m. Perhatikan reaki pasien.
n. Pasien dirapikan.
o. Alat-alat dibereskan.
p. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait

Instalasi Rawat Inap

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-72/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Memberikan Kompres Basah Pada Luka
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memberikan obat cair pada luka.

Tujuan

Luka menjadi bersih, kekeringan luka tidak terjadi, luka terobati, pasien
tak kesakitan dan merasa nyaman.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan alat :
1. Kain kasa steril secukupnya dalam mangkok berisi cairan untuk
kompres.
2. Pincet anatomi steril 3 buah.

3. Kapas sublimat/kapas savlon dalam tempatnya.


4. Kasa kering steril.
5. Gunting verban.
6. Plester.
7. Bengkok 1 buah.
8. Baskom berisi cairan kompres :

Boor water.

Bethadine solution.

B. Persiapan pasien dan lingkungan :


1. Memperkenalkan diri.
2. Memberitahu maksud dan tujuan.
3. Mengatur posisi pasien/mengatur lingkungan yang aman dan
nyaman.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-72/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Memberikan Kompres Basah Pada Luka
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

C. Pelaksanaan :
1. Plester dan balutan dibuka.
2. Kain kasa kotor diangkat memakai plester dan masukkan ke
bengkok.
3. Daerah luka dibersihkan dengan kapas sublimat/savlon satu
arah saja lalu dibuang, dilakukan sampai bersih.
4. Pincet yang kotor dimasukkan dalam bengkok yang berisi
larutan desinfektan.
5. Dengan pincet steril ambil kasa steril yang telah dibasahi cairan
obat, bentangkan dan letakkan secukupnya diatas luka, tutup

dengan kasa kering kemudian balut dengan plester.


Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Darurat


2. Instalasi Rawat Jalan
3. Instalasi Rawat Inap

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-74/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Mengganti Balutan Luka
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Menukar balutan / penutup luka yang sudah kotor atau yang lama
dengan penutup / pembalut luka yang baru.

Tujuan

1. Mencegah terjadinya infeksi.


2. Menjaga agar luka tetap bersih/sterli, memberi rasa nyaman.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan
1. Persiapan alat steril :
a. Pinset anatomi.
b. Pinset chirurgis.
c. Gunting lurus.
d. Kasa steril.
e. Mangkok kecil.
2. Peralatan tidak steril :
a. Plester.
b. Guntign balutan.
c. Obat desinfektan pada tempatnya.
d. Bengkok.
e. Kain pembalut secukupnya (verband).
f. Obat luka sesuai kebutuhan.
g. Baki/dressing car.
3. Persiapan penderita
a. Pasien diberitahu.
b. Posisi pasien diatur sesuai kebutuhan.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-74/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Mengganti Balutan Luka
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

Pelaksanaan
B. Pelaksanaan
1. Perawat cuci tangan.
2. Perawat memakai hanschoen.
3. Balutan luka yang lama dibuka dengan pinset tidak steril.
4. Luka dibersihkan dengan memakai
desinfektan dari arah dalam keluar.

pinset

dan

kapas

5. Kapas kotor dibuang ke dalam tempatnya.


6. Pinset yang sudah tidak steril ditempatkan pada bengkok,
observasi keadaan luka.
7. Luka diolesi obat, selanjutnya ditutup dengan kasa steril dengan
menggunakan pinset steril dan dijaga agar serat kasa tidak
melekat pada luka.
8. Setelah diobati luka dibalut/diplester.
9. Catat hasil observasi dan respon pasien.
10. Sesudah selesai alat-alat dibereskan dan pasien dirapikan/
11. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait

1. Semua Ruangan
2. Tim Medis

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-78/XII 2008

Standart Operasional Prosedur


Pre Endoscopy
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/3

Pengertian

Prosedur persiapan pada pasien yang akan dilakukan pemeriksaan


pada saluran makanan atas/bawah.

Tujuan

Dengan persiapan yang bagus/maksimal diharapkan kita bisa


melakukan pemeriksaan yang mudah dan dapat mencapai hasil
secara maksimal.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan Pasien
Fisik

: Keadaan umum klien harus baik, kadar Hb > 8 gr%


(tergantung petunjuk dokter).

Psikologis : Memberikan penyuluhan pada klien dan keluarganya


mengenai prosedur dan kemungkinan-kemungkinan
yang dapat terjadi dengan maksud menghilangkan
rasa cemas dan takut.
B. Persiapan Administrasi

Mengisi surat pernyataan persetujuan tindakan yang akan


ditandatangani keluarga/pasien (informed consent).

Menjelaskan perihal pelaksanaan administrasi.

C. Persiapan Khusus
1. Endoscopy atas
Puasa minim 6 jam sebelum pemeriksaan.
Dilakukan kumbah lambung pada pasien yang diduga tumor
lambung.
Pada pasien post HM GC (-) baru dilakukan endoscopy.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-78/XII 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Pre Endoscopy
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/3

2. Endoscopy bawah
Sehari sebelum pemeriksaan :
a. Cara I (Bubur kecap + Fleet)
Sehari sebelum tindakan diharuskan diet rendah serat
(bubur + kecap + telur rebus 1 butir)/bubur + sop kuah
tanpa sayur + telur 1 butir).
Minum air putih/air manis sebanyak-banyaknya (2-3 liter)
boleh air manis/sirup (yang bukan penderita diabetes
mellitus).
Jam 17.00 WIB, makan terakhir.
Jam 19.00 WIB minum fleet I botol + air dingin
gelas.
Jam 04.30 WIB minum fleet II botol + air dingin
gelas.
Untuk minum, tetap dianjurkan sebanyak-banyaknya (2-3
liter).
Datang ke ruang Endoscopy dengan membawa semua
hasil pemeriksaan yang ada.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-78/XII 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Pre Endoscopy
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
3/3

b. Cara II (Entrasol + Fleet)


Sehari sebelum pemeriksaan
Jam

Unit Terkait

Kegiatan

06.00

Minum normal Entrasol feeding (Entrasol) 5 sendok


makan ditambah air 250 cc, minum air sebanyakbanyaknya.

08.00

Minum normal Entrasol feeding (Entrasol) 5 sendok


makan ditambah air 250 cc, minum air sebanyakbanyaknya.

11.00

Sda

14.00

Sda

18.00

Sda

19.00

Minum Fleet I botol + air dingin gelas, minum


air sebanyak-banyaknya.

04.30

Minum Fleet II botol + air dingin gelas, minum


air sebanyak-banyaknya.

1. Instalasi Rawat Jalan


2. Instalasi Rawat Inap

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-79/XII 2008

Standart Operasional Prosedur


Pelaksanaan Endoscopy Atas/Bawah
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/4

Pengertian

Pemeriksaan pada saluran pencernaan bagian atas dan bawah


dengan menggunakan alat endoscope.

Tujuan

1. Untuk mendiagnosa kelainan-kelainan pada saluran pencernaan


atas dan bawah.
2. Menyuntik obat
esophagus.

sklerotik

3. Pengikatan dengan
esophagus.
Kebijakan

melalui

bahan

ligator

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

endoscopy

pada

varises

langsung

pada

varises

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan
1. Persiapan pasien.
2. Persiapan alat.
Scope.
Sumber cahaya.
Suction pump.
Biopsi forceps.
Kamera pinter.
Mouth piece.
Bengkok.
Kasa/tissue.
Botol berisi formalin 10%.
Spuit sesuai kebutuhan.
Sarung tangan.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Jl RAYA PANGLEGUR

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan

Standart Operasional Prosedur


Pelaksanaan Endoscopy Atas/Bawah
Nomer Dokumen
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
SOP K /TU-79/XII 2008
01 Desember 2008
1
2/4
Pelaksanaan
Assesories sesuai kebutuhan.
Satu set alat infus.
3. Persiapan obat.
Pethidin.
Jelly.
Xyllocain spray 10%.
Aethoxysklerol 3%.
Etanol 96%.
Salin.
Aquadest.
Gascon.
Adrenalin.
Diazepam/Valium.
Pelaksanaan Endoscopy Atas (SMBA)
1. Menjelaskan ulang kepada klien/keluarga tentang kegiatan/
tindakan yang akan dilakukan.
2. Menanggalkan gigi palsu dan kaca mata (bila ada).
3. Menyemprotkan xylocain spray 10% kedalam orofaring.
4. Mengatur posisi pasien tidur miring ke kiri.
5. Memberi suntikan pre-medikasi sesuai program dokter.
6. Perawat dan dokter memakai sarung tangan.
7. Memasang penyangga mulut (mouth piece).
8. Menghubungkan scope dengan sumber cahaya dan suction
kemudian menghidupkan alat.
9. Memegang/menahan muat piece agar fiberscope tidak tergigit

oleh klien.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-79/XII 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Pelaksanaan Endoscopy Atas/Bawah
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
3/4

10. Sementara
dokter
melakukan
pemeriksaan,
perawat
mengobservasi/memonitor tanda-tanda vital dan tingkat
kesadaran, bila ada perubahan yang mengkhawatirkan lapor
kepada dokter.
11. Melakukan suction, bila terdapat slim/air liur banyak.
12. Apabila ditemukan kelainan yang memerlukan tindakan biopsi,
dokter melakukan tindakan biopsi kemudian perawat :
Memasukkan specimen ke dalam botol yang berisi larutan
formalin 10%.
Memberikan label nama, tanggal/bulan/tahun dan jenis
specimen tersebut.
13. Sementara
dokter
mengeluarkan
fiberscope,
perawat
mengobservasi klien, kemudian mouth piece dilepaskan.
14. Klien dan alat-alat dibersihkan.
Pelaksanaan Colonoscopy (SMBB)
1. Menjelaskan ulang kepada klien/keluarga tentang kegiatan/
tindakan yang akan dilakukan.
2. Menyiapkan pasien mengenakan celana khusus colonoscopy
(celana bolong).
3. Mengatur posisi pasien berbaring, miring ke kiri.
4. Memberi premedikasi (sesuai program dokter).
5. Memakai sarung tangan.
6. Menghubungkan scope dengan sumber cahaya dan suction,
kemudian alat dihidupkan.
7. Mengolesi jelly pada ujung fiberscope dan lubang anus.
8. Sementara
dokter
menginsersi
fiberscope,
perawat
mengobservasi tanda-tanda vital, tingkat kesadaran pasien,

melaporkan pada dokter bila ada tanda-tanda yang


mencurigakan dan menjaga/mempertahankan posisi fiberscope
pada posisi yang diperlukan.
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH
PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-79/XII 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Pelaksanaan Endoscopy Atas/Bawah
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
4/4

9. Sementara dokter melakukan pemeriksaan perawat merubah


posisi berbaring pasien sesuai dengan kebutuhan, bila
ditemukan hal-hal yang mencurigakan dokter melakukan biopsi
dan foto.
10. Sementara
dokter
mengeluarkan
mengobservasi pasien.
11. Merapikan pasien dan alat-alat.

Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Jalan


2. Instalasi Rawat Inap

fiberscope,

perawat

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-83/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Thoracentesis (Pleura Pungsi)
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Mengeluarkan cairan didalam rongga dada di luar paru-paru.

Tujuan

Melonggarkan pernafasan, mencegah adanya oedema paru dan


mencegah infeksi lanjutan lain.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan :
1. Spuit dispossable 20 cc / 10 cc.
2. Lidocain 2/3 ampul.
3. Kapas alkohol.
4. Bethadine.
5. Alkoholo 70%.
6. Sarung tangan.
7. Skort.
8. Kassa steril.
9. Bengkok.
10. Infused darah.
B. Pelaksanaan :
1. Perawat memakai sarung tangan.
2. Penderita duduk merangkul kursi menghadap sandaran kursi.
3. Cari dan tentukan lokasi pungsi pada linea axillaris posterior.
4. Desinfeksi lokasi dengan bethadine + alkohol 70%.
5. Infiltrasi anesthesi dengan lidokain 2% (kalau perlu).
6. Tusukkan jarum pada lokasi dan lakukan aspirasi.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-83/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Thoracentesis (Pleura Pungsi)
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

Pelaksanaan
7. Cairan dikeluarkan maksimal 1500 cc atau bila penderita
merasa sangat kesakitan / batuk-batuk pengambilan cairan bisa
dihentikan.
8. Jarum dilepas dan luka diberi bethadine dan kasa steril.
9. Pengambilan cairan pleura dapat diulang esok hari.
10. Alat-alat dibersihkan dan dibereskan.
11. Perawat cuci tangan.
12. Observasi pasien lebih lanjut.
Unit Terkait

1. Instalasi rawat inap (zaal Penyakit dalam)


2. ICU

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-86/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Mengawasi Tingkat Kesadaran
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/1

Pengertian

Gangguan keseimbangan pada tubuh


menurunnya kesadaran pada penderita.

yang

mengakibatkan

Tujuan

Untuk mempermudah tindakan keperawatan lebih lanjut.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan :
1. Aldered score.
2. Tensi meter.
3. Termometer.
4. Stetoskope.
5. Senter.
6. Jam.
Pelaksanaan :
1. Mengukur tekanan darah dan nadi tiap 8 jam.
2. Menghitung pernafasan.
3. Mengobservasi gerakan / refleks.
4. Melihat warna kulit.
5. Mengukur Glasgow Coma Scale (GCS).
6. Melakukan penilaian sesuai dengan tingkat kesadaran.
7. Mencatat hasil penilaian.
8. Catat suhu tiap 8 jam.
9. Melihat pupil tiap 8 jam.

Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Inap


2. ICU
3. IRD

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-89/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Perawatan Jenazah /
Pasien Yang Baru Meninggal
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Kegiatan melaksanakan perawatan jenazah / pasien yang baru


meninggal.

Tujuan

1. Membersihkan dan merapikan jenazah.


2. Memberi penghormatan terakhir kepada sesama insan.
3. Memberi rasa puas kepada keluarga pasien.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

1. Persiapan alat :
-

Bengkok

Verband / pembalut

Skort

Pincet

Kapas lembab dan kasa secukupnya

Alat untuk membersihkan jenazah

Tempat pakaian kotor

Formulir jenazah

Sampiran

2. Prosedur :
-

Keluarga pasien diberitahu bahwa jenazah akan dibersihkan.

Pintu kamar ditutup atau dipasang sampiran.

Alat-alat dibawa ke dekat jenazah.

Petugas menggunakan skort.

Jenazah dibersihkan dan dikenakan pakaian bersih.

Letakkan posisi tangan sesuai dengan agama yang dianut.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Jl RAYA PANGLEGUR

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-89/XII/ 2008

Pelaksanaan

Unit Terkait

Standart Operasional Prosedur


Perawatan Jenazah /
Pasien Yang Baru Meninggal
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

Kelopak mata dirapatkan, lubang hidung / telinga ditutup


dengan kapas lembab.

Mulut dirapatkan dengan cara mengikat dagu ke kepala dengan


verban.

Kedua kaki dirapatkan, pergelangan kaki diikat dengan verband.

Jenazah ditutup dengan kain penutup jenazah.

Formulir jenazah diisi dan ditandatangani.

Jenazah dapat diambil langsung dari ruangan paling cepat 2


jam setelah dinyatakan meninggal.

Setelah 2 jam jenazah belum dibawa pulang pindahkan ke


kamar jenazah.

1. IRNA
2. Ruang Penyimpanan / Kamar Jenazah
3. Rekam Medik

Ditetapkan
Direktur RSUD Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Pemeriksaan EKG 12 Lead
Nomer Dokumen
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
SOP K /TU-91/-/XII/ 2008
01 Desember 2008
1
1/2
Pengertian
Memasang alat EKG lengkap pada penderita dengan indikasi
dilakukan pemeriksaan EKG.
Tujuan

1. Untuk mengetahui kelainan pada jantung.


2. Menegakkan diagnosa medis dan tindakan perawatan pada
penderita penyakit jantung.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan alat :

Alat EKG lengkap dan siap pakai.

Kassa/kapas.

Jelly.

Kain pel basah.

Persiapan pasien dan lingkungan :


1. Pasien diberitahu tentang tindakan yang akan dilakukan.
2. Mengatur posisi tidur terlentang atau sesuai keadaan pasien (semi
fowler).
3. Menutup pintu dan jendela atau korden.
Prosedur :
1. Perawat mencuci tangan.
2. Membuka atau melonggarkan pakaian pasien bagian atas.
3. Bila pasien memakai jam tangan, gelang dan logam lain
dilepaskan.
4. Mengoleskan jelly pada daerah dada, pergelangan tangan dan
tungkai.
5. Memasang elektroda prekordial dilolasi :
V1 garis parasternal kanan pada intercosta IV.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Ditetapkan
Direktur RSUD Pamekasan

Jl RAYA PANGLEGUR

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K /TU-91/-/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Pemeriksaan EKG 12 Lead
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

V2 garis parasternal kiri pada intercosta IV.


V3 titik tengah antara V2 dan V4.
V4 garis klavikula tengah pada intercosta V.
V5 garis aksila depan sama tinggi dengan V4.
V6 garis aksila tengah, sama tinggi dengan V 4 dan V5.
6. Ada kalanya diperlukan elektroda prekardial sebelah kanan yang
disebut V3R, V4R, V5R, V6R yang letakknya berseberangan dengan
V3, V4, V5 dan V6.
7. Elektroda ekstremitas masing-masing dilekatkan pada pergelangan
tangan kanan, pergelangan tangan kiri, tungkai kanan dan tungkai
kiri untuk rekaman ekstremitas lead (lead I, II, III, aVR, aVL, aVF
dengan cara :

Warna merah pada tangan kanan.

Warna kuning pada tangan kiri.

Warna hitam pada tungkai kanan.

Warna hijau pada tungkai kiri.

8. Memasang arde pada kain pel basah/lembab.


9. Menghidupkan monitor EKG.
10. Mengoperasikan alat EKG.
11. Setelah jadi rekaman hasil dilepas dari alat EKG ditulis nama lead
sesuai rekaman dan nama pasien, usia, tanggal.
12. Alat dibereskan.
13. Perawat cuci tangan.
Unit Terkait

1.
2.
3.
4.

Instalasi Rawat Inap


Poli Penyakit Dalam
Instalasi Rawat Darurat
ICU

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-92/XII 2008

Standart Operasional Prosedur


Post Endoscoopy
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Suatu prosedur
endoscopy.

penatalaksanaan/perawatan

pada

Tujuan

Untuk menghindari kemungkinan terjadinya komplikasi-komplikasi.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

pasien

post

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Pasca Tindakan Endoscopy Atas (Diagnostik)


1. Memindahkan pasien ke ruang observasi.
2. Mengobservasi
kesadaran.

tanda-tanda

vital,

muntah

dan

tingkat

3. Klien dipuasakan + 1 jam pertama setelah pemeriksaan


(sampai refleks menelan berfungsi baik) bila dilakukan biopsi
klien dipuasakan selama 2 jam pertama setelah biopsi.
4. Serah terima dengan perawat ruangan (bila MRS) bagi klien
yang berobat jalan tidak diperbolehkan mengemudikan
kendaraan bermotor sampai dengan efek obat penenang hilang
dan sebaiknya didampingi keluarga.
B. Pasca Tindakan Endoscopy Atas (Terapeutik)
1. Mengobservasi tanda-tanda vital dan kesadaran klien sebelum
klien pulang atau kembali ke ruangan.
2. Memberi informasi tentang tindakan pada perawat ruangan (bila
MRS) atau pada keluarga.
3. Klien puasa 4 6 jam post STE.
4. Memberi makan diet cair pada hari pertama, selanjutnya diganti
secara berkala.
5. Apabila terjadi perdarahan (muntah/berak darah) dianjurkan
untuk datang ke IRD terdekat (bila rawat jalan).

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K /TU-92/XII 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Post Endoscoopy
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

6. Klien dianjurkan kontrol sesuai dengan jadwal yang telah


ditetapkan.
C. Pasca Tindakan Colonoscopy (Endoscopy Bawah)
1. Memindahkan pasien ke ruang observasi.
2. Mengobservasi
kesadaran.

tanda-tanda

vital,

3. Serah terima dengan perawat ruangan.


4. Pasien langsung boleh makan/minum.
Unit Terkait

1. Instalasi Rawat Jalan


2. Instalasi Rawat Inap

kembung

dan

tingkat

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Standart Operasional Prosedur
Memandikan Menyeka Penderita
Nomer Dokumen
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
SOP K/TU-93/XII/ 2008
01 Desember 2008
1
1/2
Pengertian
Membersihkan tubuh pasien dengan menggunakan air dan sabun.
Jl RAYA PANGLEGUR

Tujuan

- Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan.


- Memberikan perasaan segar, menjaga personal hygiene.
- Merangsang peredaran darah.
- Mencegah infeksi.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Pelaksanaan :
1. Persiapan alat :

Baskom mandi.

Washlap.

Sabun mandi pada tempatnya.

Handuk.

Selimut.

Pakaian bersih.

Tempat pakaian kotor.

Sampiran bila diperlukan.

2. Persiapan pasien :
Pasien diberitahukan.
3. Cara kerja :
a. Perawat cuci tangan.
b. Pintu, jendela ditutup.
c.

Perawat berdiri disisi pasien, beritahu pasien bahwa pakaian


bagian atas dibuka, lalu bagian yang terbuka tersebut ditutup
dengan selimut / kain penutup.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-93/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Memandikan Menyeka Penderita
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

d. Mencuci muka, handuk dibentangkan dibawah kepala, muka,


telinga dan leher dibersihkan dengan washlap lembab,
keringkan dengan handuk.
e. Selimut diturunkan, kedua tangan di keataskan, letakkan
handuk diatas dada, kedua tangan dibasahi dan disabuni mulai
dari bagian yang jauh dari perawat dan dibilas sampai bersih
kemudian tangan yang dekat dengan perawat lalu dikeringkan.
f. Mencuci dada dan perut
Pakaian bagian bawah ditanggalkan. Selimut diturunkan sampai
perut bagian bawah ke 2 tangan dikeataskan, handuk
dibentangkan pada sisi pasien, ketiak dada dan perut dibasahi,
disabuni dibilas sampai bersih dan dikeringkan dengan handuk.
g. Mencuci punggung
Pasien dimiringkan ke kiri dan handuk dibentangkan dibawah
punggung sampai bokong. Punggung sampai bokong dibasahi,
disabuni, dibilas dan dikeringkan.
h. Bila air kotor diganti.
i. Mencuci kaki
Kaki yang terjauh dikeluarkan dari selimut, handuk
dibentangkan dibawah dan lutut ditekuk kaki disabun, dibilas
dan dikeringkan dengan handuk, demikian kaki yang
sebelahnya.
j. Pakaikan pakaian yang bersih.
k. Pakaian yang kotor diletakkan pada tempat yang kotor.
l. Bersihkan tempat tidur dan rapikan alat-alat kembali.
m. Perawat cuci tangan dan penderita tampak segar dan nyaman.

Unit Terkait

Instalasi Rawat Inap

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN
Jl RAYA PANGLEGUR

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-94/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Penanganan Penderita Konstipasi
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Gangguan pada saluran pencernaan sehingga penderita sulit BAB.

Tujuan

Agar penderita dapat BAB dengan lancar.

Kebijakan

1. Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

Persiapan alat :
1. Spuit glycerin (50 cc).
2. Glycerin cair sesuai kebutuhan.
3. Steekpan / pot jongkok.
4. Sarung tangan (handschoen).
5. Kassa secukupnya.
6. Air sesuai dengan kebutuhan.
Pelaksanaan :
1. Penderita diberi penjelasan.
2. Penderita miring ke kiri.
3. Petugas memakai sarung tangan.
4. Spuit glyserin diisi glycerin cair 50 cc dan siapkan air hangat.
5. Ujung spuit dimasukkan anus penderita pelan-pelan.
6. Penderita diberitahu tidak boleh mengejan.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN
Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-94/XII/ 2008

Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Penanganan Penderita Konstipasi
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

7. Masukkan glycerin pelan-pelan.


8. Bila glycerin sudah habis, dubur diganjal dulu dengan kassa.
9. Bila perut penderita telah mulas, siapkan pot kemudian kassa
diambil.
10. Bila faeces yang keluar sedikit, bilamana perlu tindakan dapat
diulang.
11. Perawat cuci tangan.
12. Alat-alat dibersihkan kembali.

Unit Terkait

Umum

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-95/XII/2008

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Pemeriksaan EKG 12 Lead
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Memasang alat EKG lengkap pada penderita dengan indikasi


dilakukan pemeriksaan EKG.

Tujuan

3. Untuk mengetahui kelainan pada jantung.


4. Menegakkan diagnosa medis dan tindakan perawatan pada
penderita penyakit jantung.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan :
1. Persiapan alat EKG lengkap dan siap pakai.
2. Kapas / kasa.
3. Pasien / keluarga diberi penjelasan tentang tindakan yang akan
dilakukan.
4. Posisi pasien diatur telentang datar.
5. Kain lembab.
6. Arde.
B. Pelaksanaan :
1. Perawat mencuci tangan.
2. Membuka dan melonggarkan pakaian bagian atas pasien.
3. Bila pasien memakai jam, gelang dan logam lain maka
dilepaskan.
4. Mengoleskan jelly EKG pada daerah dada, pergelangan tangan
dan tungkai.
5. Memasang arde pada kain lembab.
6. Menghidupkan monitor EKG.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-95/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Pemeriksaan EKG 12 Lead
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

7. Menyambung kabel EKG pada kedua pergelangan tangan dan


kedua tungkai pasien, untuk rekaman ekstremitas lead (lead I,
II, III, aVR, aVL, aVF) dengan cara sebagai berikut :
a. Warna merah pada tangan kanan.
b. Warna kuning pada tangan kiri.
c. Warna hitam pada tungkai kanan.
d. Warna hijau pada tungkai kiri.
8. Memasang kabel pada bagian dada (untuk rekaman V 1 V6).
9. Mengoperasikan alat EKG.
10. Perawat cuci tangan.

Unit Terkait

1. Ruang Rawat Inap


2. Poli Penyakit Dalam
3. ICU

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP K/TU-96/XII/ 2008

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Suction
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
1/2

Pengertian

Suatu tindakan yang dilakukan untuk menghisap lendir / sekret pada


saluran pernafasan.

Tujuan

1. Agar tidak terjadi penyumbatan jalan nafas yang terhalang oleh


lendir / sekret.
2. Melonggarkan pernafasan.

Kebijakan

Mengacu pada Standar Asuhan


Kesehatan Republik Indonesia.

Keperawatan

Departemen

SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan


RSUD Pamekasan.
Pelaksanaan

A. Persiapan alat :
1. Pincet.
2. Botol berisi larutan savlon untuk tempat pincet.
3. Botol berisi air bersih.
4. Botol berisi larutan savlon untuk merendam slang suction (slang
penghisap).
5. Suction set.
6. Sudip lidah (kalau perlu).
7. Kabel panjang (kalau perlu).
8. Handchoen (kalau perlu).
B. Pelaksanaan :
1. Perawat mencuci tangan.
2. Memakai handschoen (kalau perlu).
3. Ambil slang penghisap dengan pincet.
4. Hidupkan suction.
5. Tancapkan jek pada stop kontak.
6. Masukkan slang penghisap secara perlahan sambil melakukan
penghisapan.

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan


Nomer Dokumen
SOP K/TU-96/XII/ 2008
Pelaksanaan

Standart Operasional Prosedur


Melakukan Suction
Tanggal Terbit
Revisi
Halaman
01 Desember 2008
1
2/2

7. Lakukan penghisapan berulang-ulang hingga bersih.


8. Berikan oksigen bila perlu.
9. Bilas slang suction dengan bersih.
10. Matikan saklar.
11. Taruh slang penghisap kedalam botol berisi larutan savlon dan
pincet pada botol berisi larutan savlon.
12. Rapikan alat.
13. Perawat cuci tangan.

Unit Terkait

1. Ruang Perawatan Bedah


2. Ruang Perawatan Anak
3. ICU

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH


PAMEKASAN

Jl RAYA PANGLEGUR
Prosedur Tetap Pelayanan Keperawatan
Nomer Dokumen
SOP /
/
/ 2008

Tanggal Terbit

Ditetapkan
Direktur RSU Pamekasan

Dr. Sardjono Utomo,Sp.R


NIP 140 135 381

Standart Operasional Prosedur


Mekanisme Pelaksanaan
Informed Concent
Revisi
Halaman

Pengertian

Suatu urutan langkah-langkah untuk mendapatkan persetujuan/


penolakan tindakan medik dari pasien atau keluarga yang bertanggung
jawab terhadap tindakan medik yang akan dilakukan.

Tujuan

Untuk melindungi pihak rumah sakit apabila terjadi tuntutan hukum


terhadap tindakan medis/keperawatan yang dilakukan pihak rumah
sakit.

Kebijakan

1. Mengacu pada Surat Keputusan Direktur Jendral Pelayanan Medik


Nomor HK 00 06 35 18866 tentang Pedoman Informed Concent.
2. SK. Direktur tentang pemberlakuan SOP tindakan keperawatan
RSUD Pamekasan.

Pelaksanaan

1. Perawat menyiapkan lembar informed di Kartu Rekam Medik


pasien.
2. Perawat menghubungi dokter yang akan melakukan tindakan
medik.
3. Perawat menghubungi dan menyiapkan pasien/keluarga yang
bertanggung jawab untuk siap menerima informasi dan penjelasan.
4. Dokter memberi penjelasan meliputi : diagnosa, tindakan-tindakan
dan proses keberhasilan tindakan medik yang akan dilakukan,
resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, alternatif tindakan lain,
prognosa apabila tindakan medik dilakukan.
5. Persetujuan/penolakan dibuat secara lisan/tertulis dan pada
tindakan medis yang mengandung resiko mutlak dibuat secara
tertulis.
6. Informed consent ditandatangani oleh :
Pasien/keluarga yang bertanggung jawab (bila umur kurang dari
21 tahun atau belum menikah atau pasien yang mengalami
gangguan jiwa.
Perawat sebagai saksi.

Dokter pemberi informasi.


Pada pasien/keluarga buta huruf dapat diganti dengan cap
jempol.
Informed consent diisi dan ditandatangani 24 jam sebelum
tindakan medik dilaksanakan.
Pada pasien gawat darurat dalam keadaan tidak sadar dan tidak
didampingi keluarga pasien yang berhak memberikan
persetujuan/penolakan tidak diperlukan informed consent.
Unit Terkait

Kartu Rekam Medik Pasien

Anda mungkin juga menyukai