Anda di halaman 1dari 2

Laporan...

Indonesia-Australia perpanjang kerjasama di


sektor transportasi
Terbit 11 December 2012, 18:46 AEDT

Pemerintah Indonesia dan Australia sepakat memperpanjang kerjasama


disektor transportasi hingga lima tahun kedepan. Perpanjangan kerjasama
disektor transportasi ini, ditandai dengan penandatanganan dokumen MOU
antara Menteri Perhubungan RI, E.E. Mangingdaan dan Menteri
Infrastruktur dan Transportasi Australia, Anthony Albanese, Selasa(11/12)
di Jakarta.
Kesepakatan kerjasama di sektor transportasi terbaru antara Indonesia dan Australia ini bertujuan membantu
Indonesia meningkatkan keselamatan transportasi baik darat, udara maupun laut agar memenuhi standard
keselamatan transportasi Internasional. Perpanjangan MOU ini juga menjadi dasar hukum perpanjangan
bantuan pemerintah Australia dalam program paket bantuan The IndonesiaTransport Safety Assistance Package
(ITSAP) tahan 2.
Menteri Perhubungan E.E Mangindaan mengapresiasi bantuan Australia dalam memperkuat sektor transportasi
nasional.
Saya optimistis, kerjasama ini akan semakin kuat dan erat dalam lima tahun ke depan. Kata Menhub dalam
kata sambutannya dalam acara penandatangan MOU di kantornya.
Sementara itu Menteri Infrastruktur dan Transportasi Australia, Anthony Albanese mengatakan selain membantu
Indonesia meningkatkan standard keselamatan dan keamanan transportasinya, kerjasama ini juga bertujuan
memfasilitasi peluang bagi kalangan swasta Australia untuk berinvestasi di sektor transportasi di Indonesia.
Potensi investasi di sektor infrastruktur dan transportasi di Indonesia sangat besar. Banyak pengusaha Australia
juga berminat untuk berinvestasi di sektor infrastruktur dan transportasi di Indonesia. dan itu menjadi bagian dari
agenda kunjungan saya kali ini juga. Jelasnya.
Pedoman Teknis Standar Keselamatan kapan Non Konvensi
Selain menandatangani MOU, kedua Menteri Transportasi di Jakarta juga menyaksikan peluncuran pedoman
standard keselamatan bagi kapal non konvensi berbendara Indonesia. Aturan ini mewajibkan kapal-kapan ferry
domestic yang berbobot dibawah lima ratus gorss ton wajib memenuhi standard aturan keselamatan dan
keamanan Kapal di Indonesia.
Sebelum terbitnya pedoman teknis keselamatan kapal non konvensi (NCVS) ini, kapal-kapal dengan bobot 500
gross ton yang berlayar di Indonesia tidak dikenakan aturan keselamatan jiwa di laut yang dikenal dengan safety
of life at sea atau SOLAS yang diterbitkan oleh otoritas keselamatan maritime intenasional.