Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN


LEMAK
UJI KELARUTAN
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan

Oleh :
Nama
NRP
Kel/Meja
Asisten
Tgl. Percobaan

: Nugraheni Wahyu Permatasari


: 133020112
: D/9
: Dian Puspitasari
: 2 April 2015

LABORATORIUM BIKOKIMIA PANGAN


PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2015

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

I PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar
Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip
Percobaan, dan (4) Reaksi Percobaan.
1.1. Latar Belakang Percobaan
Lemak dan minyak merupakan zat makanan yang
penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Selain itu
lemak dan minyak juga merupakan sumber energi yang lebih
efektif dibanding dengan karbohidrat dan protein. Minyak dan
lemak juga berfungsi sebagai sumber dan pelarut bagi
vitamin-vitamin A, D, E, dan K. Lemak hewani mengandung
banyak sterol yang disebut kolesterol, sedangkan lemak
nabati mengandung fitosterol dan lebih banyak mengandung
asam lemak tidak jenuh sehingga umumnya berbentuk cair.
Lemak hewani ada yang berbentuk padat (lemak) yang
biasanya berasal dari lemak hewan. Lemak nabati yang
berbentuk cair dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu
drying oil yang akan membentuk lapisan keras bila mengering
di udara, semi drying oil seperti minyak jagung, minyak biji
kapas, dan non drying oil, misalnya minyak kelapa dan minyak
kacang tanah. Lemak nabati yang berbentuk padat adalah
minyak cokelat dan bagian stearin dari minyak kelapa sawit
(Winarno, 1982).
Pada umumnya lemak apabila dibiarkan lama di udara
akan menimbulkan rasa dan bau yang tidak enak. Hal ini
disebabkan oleh proses hidrolisis yang menghasilkan asam
lemak bebas. Di samping itu dapat pula terjadi proses oksidasi
terhadap asam lemak tidak jenuh yang hasilnya akan
menambah bau dan rasa yang tidak enak. Oksidasi asam
lemak tidak jenuh akan menghasilkan peroksida dan
selanjutnya
akan
terbentuk
aldehida.
Inilah
yang
menyebabkan terjadinya bau dan rasa yang tidak enak atau
tengik. Kelembaban udara, cahaya, suhu tinggi, dan adanya
bakteri perusak adalah faktor-faktor yang menyebabkan
ketengikan lemak (Poedjiadi, 2005).

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

1.2. Tujuan Percobaan


Tujuan Uji Kelarutan ini adalah untuk mengetahui
perbedaan kelarutan lemak dalam pelarut organik yang
berbeda.
1.3. Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan Uji Kelarutan adalah
berdasarkan perbedaan kelarutan yang polaritas dari masingmasing pelarut dapat berpengaruh terhadap lemak dan
minyak.
1.4. Reaksi Percobaan
3R COOH + H2COOH
I

H2COOR
I

H2COOH H2COOR + 3H2O


I
H2COOH

I
H2COOR

Gambar 28. Reaksi Percobaan Uji Kelarutan

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
digunakan, (2) Pereaksi yang digunakan, (3) Alat yang
digunakan, dan (4) Metode Percobaan.
2.1. Bahan yang digunakan
Bahan yang digunakan dalam Uji Kelarutan adalah 1
mL alkohol, 1 mL eter, 1 mL kloroform, 1 mL N-Hexan, 1 mL
aquadest, 1 mL minyak jagung dan 1 mL minyak bekas.
2.2. Pereaksi yang digunakan
Pereaksi yang digunakan dalam Uji Kelarutan adalah
alkohol, eter, kloroform, N-Hexan dan aquadest.
2.3. Alat yang digunakan
Alat yang digunakan dalam Uji Kelarutan adalah
tabung reaksi, rak tabung reaksi dan pipet tetes.

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

2.4. Metode Percobaan

1 mL sampel

1 mL pelarut

Kocok
Amati pelarut yang mudah melarutkan
Gambar 29. Metode Percobaan Uji Kelarutan

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

3.1.

Lemak (Uji

III HASIL PENGAMATAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan, dan (2) Pembahasan.
Hasil Pengamatan

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

Gambar 30. Hasil Pengamatan Uji Kelarutan


Tabel 9. Hasil Pengamatan Uji Kelarutan
Sampel
Pereaksi
Waktu
Hasil
Minyak
CHCl3
30 detik
++++
N-Hexan
55 detik
+++
Jagung (A)
1 menit
++
Eter
10 detik
2 menit
+
Alkohol
55 detik
Aquadest
> 3 menit
Minyak
CHCl3
30 detik
++++
N-Hexan
55 detik
+++
Bekas (B)
1 menit
++
Eter
10 detik
2 menit
+
Alkohol
55 detik
Aquadest
> 3 menit
(Sumber: Nugraheni WP dan Tsani Nur AF, Kelompok D, Meja
9, 2015.)
Keterangan:
(++++) : Sangat cepat melarutkan
(+++) : Cepat melarutkan
(++)
: Dapat melarutkan
(+)
: Melarutkan
(-)
: Tidak dapat melarutkan
3.2.

Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan Uji
Ketengikan dapat diketahui bahwa pada sampel minyak
jagung(A) dan minyak bekas(B) dengan pelarut CHCl sangat
cepat melarutkan, dengan pelarut N-Hexan cepat melarutkan,

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

dengan pelarut eter dapat melarutkan, dengan pelarut


alkohol melarutkan dan dengan pelarut aquadest tidak dapat
melarutkan. (Anonim, 2015).
Pada uji kelarutan terdapat beberapa pelarut yang
digunakan, adapun sifat-sifat dari pelarut berdasarkan tingkat
kelarutannya sebagai berikut :

Tabel 10. Sifat-Sifat Pelarut Umum


Solvent

Rumus kimia

Titik

Konstan

Mass

didih

ta

Dielektri

jenis

k
Pelarut Non-Polar
Heksana

CH3-CH2-

69

CH2-CH2-

2.0

CH2-CH3
Benzena

C6H6

0.65
g/ml

80

2.3

0.87
9
g/ml

Toluena

C6H5-CH3

111

2.4

0.86
7
g/ml

Dietil eter

CH3CH2-O-

35

CH2-CH3

4.3

0.71
3
g/ml

Kloroform

CHCl3

61

4.8

1.49
8
g/ml

Etil asetat

CH3-C(=O)-

77

6.0

0.89

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

O-CH2-CH3

4
g/ml

Pelarut Polar Aprotic


1,4-Dioksana

/-CH2-CH2-O-

101

CH2-CH2-O-\

2.3

1.03
3
g/ml

Tetrahidrofuran (T

/-CH2-CH2-O-

66

HF)

CH2-CH2-\

7.5

0.88
6
g/ml

Diklorometana (D

CH2Cl2

CM)

40

9.1

1.32
6
g/ml

Asetona

CH3-C(=O)-

56

CH3

21

0.78
6
g/ml

Asetonitril (MeCN

CH3-CN

82

37

0.78
6
g/ml

Dimetilformamida

H-

153

(DMF)

C(=O)N(CH3)

38

0.94
4
g/ml

Dimetil

CH3-S(=O)-

189

sulfoksida (DMSO

CH3

47

1.09
2

g/ml
Pelarut Polar Protic

Asam asetat

CH3-

118

6.2

1.04

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

C(=O)OH

9
g/ml

n-Butanol

CH3-CH2-

118

CH2-CH2-OH

18

0.81
0
g/ml

Isopropanol (IPA)

CH3-CH(-

82

OH)-CH3

18

0.78
5
g/ml

n-Propanol

CH3-CH2-

97

CH2-OH

20

0.80
3
g/ml

Etanol

CH3-CH2-OH

79

30

0.78
9
g/ml

Metanol

CH3-OH

65

33

0.79
1
g/ml

Asam format

H-C(=O)OH

100

58

C
Air

H-O-H

100
C

1.21
g/ml

80

1.00
0

g/ml
(Wikipedia, 2015).
Faktor yang mempengaruhi kelarutan lemak yaitu
sebagai berikut:
a. Pengaruh Jenis Zat pada Kelarutan
Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya
dapat saling bercampur dengan baik, sedangkan zat-zat yang

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapat saling


bercampur (like dissolves like). Senyawa yang bersifat polar
akan mudah larut dalam pelarut polar, sedangkan senyawa
nonpolar akan mudah larut dalam pelarut nonpolar. Contohnya
alkohol dan air bercampur sempurna (completely miscible), air
dan eter bercampur sebagian (partially miscible), sedangkan
minyak dan air tidak bercampur (completely immiscible).
b. Pengaruh Temperatur pada Kelarutan
Kelarutan gas umumnya berkurang pada temperatur
yang lebih tinggi.Misalnya jika air dipanaskan, maka timbul
gelembung-gelembung gas yang keluar dari dalam air,
sehingga gas yang terlarut dalam air tersebut menjadi
berkurang.Kebanyakan zat padat kelarutannya lebih besar
pada temperatur yang lebih tinggi.Ada beberapa zat padat
yang kelarutannya berkurang pada temperatur yang lebih
tinggi.
c. Pengaruh tekanan pada kelarutan
Perubahan tekanan pengaruhnya kecil terhadap
kelarutan zat cair atau padat.Kelarutan gas sebanding dengan
tekanan partial gas itu.
Dalam percobaan Uji Kelaruran ini digunakan alkohol,
eter, kloroform,N-Hexan dan aquadest sebagai pelarut. Fungsi
pengocokan pada percobaan ini adalah agar bisa terlihatnya
pelarut yang mudah melarutkan. (Anoni, 2015).
Faktor kesalahan pada percobaan ini terletak pada
saat pengambilan pereaksi, praktikan kurang memperhatikan
tentang keselamatan kerja yaitu dengan tidak menggunakan
masker dan sarung tangan sehingga pereaksi bisa saja
terhirup oleh praktikan.

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

IV KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan,
dan (2) Saran.
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan Uji
Ketengikan dapat diketahui bahwa pada sampel minyak
jagung(A) dan minyak bekas(B) dengan pelarut CHCl sangat
cepat melarutkan, dengan pelarut N-Hexan cepat melarutkan,
dengan pelarut eter dapat melarutkan, dengan pelarut
alkohol melarutkan dan dengan pelarut aquadest tidak dapat
melarutkan.
4.2. Saran
Saran dalam percobaan Uji Ketengikan ini adalah
sebaiknya praktikan lebih terliti dan berhati-hati lagi dalam
melakukan percobaan, agar didapat hasil yang maksimal.

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

DAFTAR PUSTAKA
Poedjiadi, A. 2005. Dasar-dasar
Universitas Indonesia.
Wikipedia. 2015. Pelarut.
(Diakses 3 April 2015).

Biokimia.

Jakartna:

en.wikipedia.org/wiki/Pelarut.

Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta:


PT. Gramedia Pustaka Utama.

Laboratorium Biokimia Pangan


Kelarutan)

Lemak (Uji

LAMPIRAN
UJI KELARUTAN
Lampiran 12. Hasil Pengamatan Uji Kelarutan
Sampel
Pereaksi
Hasil I
Hasil II
Minyak
CHCl3
++++
++++
N-Hexan
+++
+++
Jagung (A)
Eter
++
++
Alkohol
+
+
Aquadest
Minyak
CHCl3
++++
++++
N-Hexan
+++
+++
Bekas (B)
Eter
++
++
Alkohol
+
+
Aquadest
Sumber :
Hasil I : Nugraheni WP dan Tsani Nur AF, Kelompok D, Meja
9, 2015.
Hasil II : Asisten Laboratorium Biokimia Pangan, 2015.
Keterangan:
(++++) : Sangat cepat melarutkan
(+++) : Cepat melarutkan
(++)
: Dapat melarutkan
(+)
: Melarutkan
(-)
: Tidak dapat melarutkan