Anda di halaman 1dari 12

Kecelakaan Lalu Lintas

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jauh sebelum kendaraan bermotor ditemukan, kecelakaan di jalan hanya
melibatkan kereta, hewan, dan manusia. Kecelakaan lalu lintas menjadi meningkat
secara eksponensial ketika ditemukan berbagai jenis kendaraan bermotor. Kecelakaan
sepeda motor yang tercatat pertama kali terjadi di New York pada tanggal 30 Mei 1896.
Sejak saat itu, kecelakaan di seluruh dunia terus terjadi hingga jumlah kumulatif
orang meninggal akibat kecelakaan tercatat 25 juta orang pada tahun 1997. Pada tahun
2002 saja tercatat 1,2 juta orang. Jumlah kecelakaan tidak merata untuk masingmasing wilayah dan negara.
Riset tentang kecelakaan lalu lintas dan cara pencegahannya terus berkembang.
Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengurangi jumlah kecelakaan. Munculnya risiko
di jalan raya merupakan dampak dari kebutuhan pengguna jalan dan juga volume
kendaraan yang makin bertambah. Hal ini tampak dari arus lalu lintas.
Tanpa adanya upaya-upaya pengamanan yang baru, semua pengguna jalan
sangat mungkin terkena risiko kecelakaan seiring dengan meningkatnya lalu lintas
kendaraan. Upaya-upaya keselamatan baru itu terutama dilakukan karena makin
banyaknya jenis kendaraan bermotor, kebutuhan perjalanan dengan kecepatan tinggi,
dan perlunya pembagian pemakai jalan baik untuk pejalan kaki, pengendara sepeda
motor, dan juga kendaraan lainnya.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan patologi dan masalah sosial?
2. Apa itu kecelakaan lalu lintas?
3. Apa saja faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas?
4. Bagaimana dampak kecelakaan lalu lintas?
5. Bagaimana upaya meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas?

C. Tujuan
1. Mengetahui pengertian dari patologi dan masalah sosial
2. Mengetahui pengertian kecelakaan lalu lintas
3. Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas
4. Mengetahui dampak dari kecelakaan lalu lintas dan pemecahan masalahnya
5. Mengetahui upaya meminimalisir risiko kecelakaan

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Patologi dan Masalah Sosial
1. Patologi Sosial
Patologi sosial adalah suatu gejala dimana tidak ada persesuaian antara berbagai
unsure dari suatu keseluruhan, shg dpt membahayakan kehidupan klpk, atau yg sangat
merintangi pemuasan keinginan fundamental dari anggota anggotanya, akibatnya
pengikatan sosial patah sama sekali. ( Koe soe khiam. 1963 ). Kemajuan teknologi
merubah struktur masyarakat serta norma norma. Lalu perubahan menimbulkan
ketegangan sosial dan mendorong munculnya crime rate yang tinggi, dislokasi
sosial,frustrasi, ketidakamanan bagi orang yg mengalami degradasi sosial, atomisering,
alienation
Patologi Sosial adalah segala penyakit masyarakat yang menjadi masalah sosial.
Seperti kejahatan, penganguran, kemiskinan, gelandangan, tawuran remaja.
2. Masalah Sosial
Masalah

sosial

dapat

diartikan

sebagai

kondisi

ketidakseimbangan

perilaku,moral,dan nilai-nilai sosial. Hal ini diartikan sebagai suatu kehidupan


masyarakat yang sebelumnya normal menjadi terganggu ,sebagai akaibat dari
perubahan pada unsur-unsur dan kepentingan manusia dalam masyarakat. Beberapa
ahli berpendapat bahwa masalah sosial pertamakali muncul karena adanya pandangan
yang bersifat normative dan finalist (seperti Plato, Aristoteles, Hobbes, Spinoza, dll).
Finalist berarti mencita-citakan organisasi sosial politik yang sempurna. Sedangkan
normative berarti menegakkan norma-norma untuk kehidupan kolektif yang dianggap
terbaik.
Jika nilai-nilai atau unsur-unsur kebudayaan pada suatu waktu mengalami
perubahan ,di mana anggota-anggota masyarakatnya merasa terganggu atau tidak
dapat lagi memenuhi kebutuhannya melalui kebudayaan tadi,maka timbul gejala-gejala
sosial yang meresahkan masyarakat yang disebut sebagai masalah sosial.
Masalah masalah sosial dapat berupa kebutuhan-kebutuhan sosial maupun
kebutuhan-kebutuhan biologis. Masalah kebutuhan sosial dapat disebabkan oleh

ketidakseimbangan pergaulan dlam masyarakat. Sedangkan masalah kebutuhan


biologis dapat disebabkan karena kebutuhan-kebutuhan biologis sulit atau tidak dapat
dipenuhi oleh seseorang.
Menurut pendapat Horald A Phelps yang dikutip oleh Adham Nasution (1983),ada
4 sumber timbulnya masalah sosial, yaitu :
Yang berasal dari factor-faktor ekonomis,anatara lain kemiskinan,pengangguran,dsb
Yang berasal dari factor-faktor biologis ,antaralain meliputi penyakit jasmaniah dan
cacat.
Yang disebakan oleh factor psikologis,antaralain sakit-sakit syaraf,jiwa,ingatan
lemah,sawan mabuk alcohol,sukar menyesuaikandiri,bunuhdiri dan lain-lain
Yang berasal dari factor faktor kebudayaan,seperti masalah-masalah umur tua, tidak
punya tempat kediaman, janda,perceraian, kejahatan dan kenakalan anak-anak muda,
perselisihan-perselisihan agama, suku,dan ras.
Mengenai ciri pokok gejala sosial yang dapat dijadikan ukuran masalah sosial
,dalam buku Sosiologi Kelompok dan Masalah Sosial karangan Abdul Syani
(1987),disebutkan sebagai berikut :
Terjadinya

dis-organisasi

dalam

masyarakat,misalnya

keresahan

sosial

atau

pertentangan-pertentangan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat


Ketidakmampuan dalam berhadapan dengan inovasi atau mungkin ketidakmampuan
dalam menguasai perkembangan pengetahuan dan tekhnologi.
Soerjono Soekanto (1981),menegaskan bahwa masalah sosial akan terjadi jika
kenyataan yang dihadapi oleh warga masyarakat berbeda dengan harapannya. Lebih
lanjut dikatakan bahwa masalah sosial menyangkut persoalan yang terjadi pada proses
interaksi sosial.
Roucek dan Warren (1984) mengartikan masalah sosial sebagai masalah yang
melibatkan sejumlah besar manusia dengan cara-cara yang menghalangi pemenuhan
kehendak-kehendak biologis dan sosial yang ditetapkan mengikuti garis yang disetujui
masyarakat. Mereka juga menyampaikan bahwa maslah sosial saling berhubungan.
Misalnya masalah kurang kurang terjaminnya kehidupan ekonomi akan berhubungan
dengan masalah-masalah lain,sepertii kesehatan dan bahkan masalah kejahatan.

Menurut Daldjuni (1085) bahwa masalah sosial adalah suatu kesulitan atau
ketimpangan yang bersumber dari dalam masyarakat sendiri dan membutuhkan
pemecahan dengan segera,dan semantara itu orang masih percaya akan masih
dapatnya masalah itu dipecahkan. Bersumber dari dalam masyarakat sendiri
maksudnya bahwa munculnya masalah tersebut sebagai bagian dari system kemana
masyarakat biasanya berorientasi.
Secara sosiologis,masalah sosial dapat timbul karena manusia tidak mampu
menyesuaikan diri dengan kenyataan sosial yang senantiasa berubah. Sosiologi yang
pada prinsipnya menyoroti masalah sosial sebagai kajian terhadap gejala-gejala
kemasyarakatan,sekaligus juga ,mempelajari aspek tata kelakuan manusia yang
dianggap sebagai sumber utama munculnya masalah-masalah sosial.
Secara Sosiologis,untuk menentukan apakah suatu gejala sosial itu merupakan
masalah sosial bagi masyarakat dengan :
Pertama, dapat dilihat dari kondisi yang nyata dari kehidupan masyarakat tersebut. Jika
niali-niali sosial tmpak tidak sesuai lagi dengan kenyataan-kenyataan tata kelakuan
masyarakat yang baru,maka gejala sosial tersebut dapat dikategorikan sebagai
masalah sosial.
Kedua, masalah sosial dapat juga diukur dari latarbelakang timbulnya masalah-masalah
sosial tersebut. Gejala-gejala sosial yang timbul karena ketidaksesuaian atau
penyimpangan perlakuan manusia dalam pergaulan yang dapat berakibat tidak
memuaskan bagi masyarakat secara umum,maka kondisi kehidupan semacam ini
dapat disebut sebagai masalah sosial.
Ketiga, gejala sosial yang tergolong masalah sosial,apabila kepincangan sosial yang
terjadi sukar diatasi sendiri,karena menyangkut kebijaksanaan penguasa atau
pemimpin tertentu yang telah menimbulkan kerugian dan telah terjadi gerakan-gerakan
masyarakat yang menyimpang dari norma-norma hukum yang berlaku.
Keempat, suatu peristiwa yang relative banyak mengundang perhatian masyarakat atau
suatu kejadian yang dapat mengakibatkan masyarakat menjadi prihatin dapat pula
dimasukkan kedalam ukuran masalah sosial.
B. Kecelakaan Lalu Lintas

Kecelakaan lalu-lintas adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor


tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini
dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Kecelakaan lalulintas menelan korban jiwa sekitar 1,2 juta manusia setiap tahun (WHO).
Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat
yang mempengaruhi semua sektor kehidupan. Pada tahun 2002 diperkirakan sebanyak
1,18 juta orang meninggal karena kecelakaan. Angka kecelakaan ini merupakan 2,1%
dari kematian global, dan merupakan indikator penting dalam status kesehatan.
Pada tahun 2005, 90% dari kematian global karena kecelakaan lalu lintas terjadi
di negara-negara dengan penghasilan rendah sampai sedang. Cedera karena
kecelakaan lalu lintas secara tidak seimbang menimpa golongan miskin di negaranegara tersebut, dengan sebagian besar korban ialah pemakai jalan yang rentan
seperti pejalan kaki, pengendara sepeda, anak-anak, dan penumpang.
Risiko kecelakaan lalu lintas bervariasi menurut tingkat ekonomi negara. Di
negara-negara dengan tingkat ekonomi tinggi, mayoritas korban kecelakaan lalu lintas
adalah pengemudi dan penumpang, sedangkan di negara dengan tingkat ekonomi
rendah sampai sedang, sebagaian besar kematian terjadi pada pejalan kaki,
pengendara sepeda motor, dan pemakai kendaraan umum. Di Indonesia, sebagian
besar (70%) korban kecelakaan lalu lintas adalah pengendara sepeda motor dengan
golongan umur 15-55 tahun dan berpenghasilan rendah, dan cedera kepala merupakan
urutan pertama dari semua jenis cedera yang dialami korban kecelakaan. Proporsi
disabilitas (ketidakmampuan) dan angka kematian karena kecelakaan masih cukup
tinggi yaitu sebesar 25% dan upaya untuk mengendalikannya dapat dilakukan melalui
tatalaksana penanganan korban kecelakaan di tempat kejadian kecelakaan maupun
setelah sampai di sarana pelayanan kesehatan.
Dampak ekonomi karena kecelakaan lalu lintas meliputi biaya perawatan
kesehatan yang lama, kehilangan pencari nafkah, kehilangan pendapatan karena
kecacatan yang secara bersama menyebabkan keluarga korban menjadi miskin dan hal
ini biasanya terjadi di negara-negara yang tingkat ekonominya rendah sampai sedang.
Secara ekonomi kerugian karena kecelakaan lalu lintas tersebut sekitar 1-2,5% dari

pendapatan domestik bruto. Sedangkan di Indonesia, kerugian ekonomi karena


kecelakaan pada tahun 2002 diperkirakan sebesar 2,91%.
C. Faktor-Faktor yang Menyebabkan Kecelakaan Lalu Lintas
1. Pra Kecelakaan Lalu Lintas
Pelanggar batas kecepatan yaitu kecepatan kendaraan yang tidak sesuai dengan jenis
jalan, misalnya kecepatan tinggi lebih berisiko terhadap kecelakaan. Berdasarkan
penelitian WHO rata-rata kenaikan kecepatan 1 km/jam berkorelasi terhadap 3%
peningkatan resiko kejadian kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan cedera.
Pemakaian obat dan penyalahgunaan alkohol dapat mengurangi kewaspadaan dalam
mengemudi lebih berisiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas.
Kelelahan baik fisik dan psikis berpengaruh terhadap stamina sehingga mengurangi
kewaspadaan dalam mengemudi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi adalah faktor waktu, faktor lingkungan dan faktor
mengantuk.
Pemakai jalan berusia muda cenderung emosional sehingga lebih berisiko tinggi
mengalami kecelakaan lalu lintas.
Berlalu lintas di kegelapan lebih berisiko. Kecelakaan di malam hari mengakibatkan
cedera yang lebih parah 1,53 kali dibandingkan siang hari.
Faktor kendaraan dan perawatan berkala mempengaruhi kecelakaan lalu lintas.
Disain jalan, permukaan jalan dan perawatan jalan yang kurang, dapat membahayakan
penggunaan jalan.
Keterbatasan jarak pandang akibat faktor lingkungan, menyebabkan kesulitan untuk
mendeteksi pemakai jalan lain.
Kurang tajamnya penglihatan pengemudi, berpengaruh pada keselamatan contohnya
pada pengemudi dengan katarak, rabun jauh-dekat tanpa alat bantu.
2. Saat Kecelakaan Lalu Lintas
Kemampuan bertoleransi terhadap benturan akibat kecelakaan
Kecepatan kendaraan yang tidak sesuai, kecepatan berbanding lurus dengan tingkat
keparahan KLL. Berdasarkan data WHO rata-rata kenaikan kecepatan 1 km/jam
menyebabkan kenaikan risiko keparahan sebesar 4%-5%.
Tidak menggunakan sabuk keselamatan

Tidak menggunakan helm saat mengendarai kendaraan bermotor roda, atau


penggunaan helm tidak benar berisiko 2,54 kali mengalami cedera yang parah.
Badan jalan tidak dilengkapi dengan pengaman jalan.
Kurangnya alat proteksi bagi penumpang saat kecelakaan lalu lintas dari himpitan
kendaraan yang ditumpanginya.
Ada tiga faktor utama yang menyebabkan terjadinya kecelakaan, pertama adalah faktor
manusia, kedua adalah faktor kendaraan dan yang terakhir adalah faktor jalan.
Kombinasi dari ketiga faktor itu bisa saja terjadi, antara manusia dengan kendaraan
misalnya berjalan melebihi batas kecepatan yang ditetapkan kemudian ban pecah yang
mengakibatkan kendaraan mengalami kecelakaan. Disamping itu masih ada faktor
lingkungan, cuaca yang juga bisa berkontribusi terhadap kecelakaan.
1. Faktor manusia
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir
semua kejadian kecelakaan didahului dengan pelanggaran rambu-rambu lalu lintas.
Pelanggaran dapat terjadi karena sengaja melanggar, ketidaktahuan terhadap arti
aturan yang berlaku ataupun tidak melihat ketentuan yang diberlakukan atau pula purapura tidak tahu.Selain itu manusia sebagai pengguna jalan raya sering sekali lalai
bahkan ugal ugalan dalam mengendarai kendaraan, tidak sedikit angka kecelakaan lalu
lintas diakibatkan karena membawa kendaraan dalam keadaan mabuk, mengantuk,
dan mudah terpancing oleh ulah pengguna jalan lainnya yang mungkin dapat
memancing gairah untuk balapan.
2. Faktor kendaraan
Faktor kendaraan yang paling sering terjadi adalah ban pecah, rem tidak berfungsi
sebagaimana seharusnya, kelelahan logam yang mengakibatkan bagian kendaraan
patah, peralatan yang sudah aus tidak diganti dan berbagai penyebab lainnya.
Keseluruhan faktor kendaraan sangat terkait dengan technologi yang digunakan,
perawatan yang dilakukan terhadap kendaraan.
Untuk mengurangi faktor kendaraan perawatan dan perbaikan kendaraan diperlukan,
disamping itu adanya kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor
secara reguler.

3. Faktor jalan
Faktor jalan terkait dengan kecepatan rencana jalan, geometrik jalan, pagar pengaman
di daerah pegunungan, ada tidaknya median jalan, jarak pandang dan kondisi
permukaan jalan. Jalan yang rusak/berlobang sangat membahayakan pemakai jalan
terutama bagi pemakai sepeda motor.
4. Faktor Cuaca
Hari hujan juga mempengaruhi unjuk kerja kendaraan seperti jarak pengereman
menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena
penghapus

kaca

tidak

bisa

bekerja

secara

sempurna

atau

lebatnya

hujan

mengakibatkan jarak pandang menjadi lebih pendek. Asap dan kabut juga bisa
mengganggu jarak pandang, terutama di daerah pegunungan

D. Dampak Kecelakaan Lalu Lintas


Klasifikasi kecelakaan pada dasarnya dibuat berdasarkan tingkat keparahan korban,
dengan demikian kecelakaan lalu lintas dibagi dalam 4 macam kelas sebagai berikut:
Klasifikasi berat (fatality accident), apabila terdapat korban yang mati (meskipun hanya
satu orang) dengan atau korban luka-luka berat atau ringan.
Klasifikasi sedang, apabila tidak terdapat korban yang mati namun dijumpai sekurangkurangnya satu orang yang mengalami luka-luka berat.
Klasifikasi ringan, apabila tidak terdapat korban mati dan luka-luka berat, dan hanya
dijumpai korban yang luka-luka ringan saja.
Klasifikasi lain-lain (kecelakaan dengan kerugian materiil saja), yaitu apabila tidak ada
manusia yang menjadi korban, hanya berupa kerugian materiil saja baik berupa
kerusakan kendaraan, jalan, jembatan, ataupun fasilitas lainnya. (Enung Nurwanti,
2001)
Beberapa hal yang mempengaruhi tingkat keparahan korban kecelakaan lalu lintas:
Keterlambatan deteksi akibat kecelakaan lalu lintas, contoh: korban kecelakaan tabrak
lari di tempat yang sepi.
Kebakaran akibat kecelakaan lalu lintas
Kebocoran bahan-bahan berbahaya dan beracun

Konsumsi alkohol dan obat yang mempunyai efek ngantuk.


Kesulitan penyelamatan dan evekuasi korban KLL dari kendaraan
Penanganan pra rumah sakit yang kurang memadai, dari tempat kejadian sampai
pelayanan kesehatan.
Penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD) yang kurang memadai, keterampilan SDM
pelayanan dan ketersediaan sarana pelayanan kesehatan.
Kesulitan akses ke lokasi kecelakaan lalu lintas memperlambat kecepatan penanganan
awal korban kecelakaan lalu lintas.
E. Upaya Meninimalisir Risiko Kecelakaan Lalu Lintas
1. Faktor manusia
Kampanye melalui media massa (elektronik dan cetak)
Memberikan sanksi bagi pengemudi yang di dalam darahnya mengandung kadar
alkohol di atas ambang batas.
Pengaturan jam kerja dan lama mengemudikan kendaraan terutama untuk pengemudi
alat transportasi massal.
Pemasangan kamera pada lampu lalu lintas untuk memantau perilaku pemakai jalan.
Melengkapi dan mengharuskan penggunaan sabuk keselamatan dan kursi khusus untuk
bayi dan anak-anak.
Penggunaan alat pelindung diri sesuai dengan jenis kendaraan.
2. Faktor kendaraan dan lingkungan fisik
Desain sistem lalu lintas untuk keamanan dan pemakaian yang berkelanjutan:
-

Kerjasama lintas sektor dalam penyusunan rencana strategis sistem lalu lintas dengan
mempertimbang 3 elemen utama yaitu kendaraan, pemakai jalan dan infrastruktur jalan.

Upaya rekayasa kendaraan dan jalan harus mempertimbangkan kebutuhan keamanan


dan keterbatasan kondisi fisik pemakai jalan.

Teknologi kendaraan dengan perlengkapan jalan hsrus selaras.

Upaya dari aspek teknologi kendaraan harus didukung dengan perilaku pemakai jalan
yang sesuai seperti pemakaian sabuk keselamatan.

Mengelola kebijakan pemakaian lahan dan transportasi:

Tata guna lahan yang efisien (kedekatan permukiman dengan tempat kerja, kepadatan
penduduk perkotaan dan pola pertumbuhan, luas permukiman, penyediaan alat
transportasi massal)\

Kajian dampak keselamatan untuk mendukung perencanaan pengelolaan jalan


Menyediakan jalur jalan yang lebih pendek dan lebih aman
Menyediakan trotoar dan penyebrangan jalan yang aman dan nyaman untuk pejalan
kaki.

Mengurangi frekuensi perjalanan, dengan cara penyediaan teknologi komunikasi,


pengelolaan transportasi khusus yang lebih baik (bus sekolah, bus kantor, dan
sejenisnya), pengelolaan transpor untuk pariwisata yang lebih baik, pengaturan
transport kendaraan berat, pengaturan perparkiran dan pemanfaatan jalan.

Menyediakan akses yang efisien dalam hal jarak tempuh, kecepatan dan keamanan.

Meningkatkan pemahaman aspek keamanan dalam perencanaan jaringan jalan dengan


cara pengelompokan berdasarkan fungsi jalan dan batas kecepatan kendaraan
bermotor.

Mendesain jalan yang dilengkapi dengan rambu dan marka jalan yang mudah dipahami
pemakai jalan seperti rambu untuk memisahkan antara kendaraan roda dua dengan
kendaraan lainnya, jalur satu arah, tanda tidak boleh mendahului kendaraan di
depannya, batas kecepatan, mengurangi bahaya dari sisi jalan secara sistemis dan
pemakai lampu tanda bahaya pada jalan-jalan tertentu.

Memperbaiki alat transportasi massal meliputi alternatif jalur yang dilayani, sistem tiket,
memperbanyak persinggahan, kenyamanan dan keamanan kendaraan dan ruang
tunggu.

Membatasi akses antar jenis pemakai jalan dengan cara membedakan zona pejalan
kaki atau pengendara sepseda dengan pemakai kendaraan bermotor.

Memberikan prioritas pada alat transportasi massal.

BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih cukup tinggi. Oleh sebab itu,
kecelakaan lalu lintas masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu
mendapat perhatian karena kecelakaan lalu lintas adalah masalah yang luas dan
kompleks dengan faktor penyebab utamanya adalah manusia, angka kematian yang
ditimbulkan cukup tinggi, dan kejadiannya dapat terjadi di semua tempat.
Sampai saat ini, kecelakaan masih menjadi permasalahan pemerintah di bidang
transportasi. Untuk mengatasinya perlu terlebih dahulu diketahui faktor-faktor penyebab
kecelakaan lalu lintas. Ada 3 faktor yang dianggap menjadi penyebab kecelakaan lalu
lintas yaitu manusia, kendaraan, dan lingkungan. Pemerintah juga menempatkan
tingginya jumlah kecelakaan sebagai permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan.
Oleh sebab itu, salah satu arah kebijakan pembangunan lalu lintas dan angkutan
jalan adalah peningkatan keselamatan lalu lintas jalan dengan cara mengurangi dan
memperbaiki 3 (tiga) faktor resiko utama terjadinya kecelakaan yaitu manusia,
kendaraan, dan lingkungan.
http://ayouk91.blogspot.co.id/2011/06/kecelakaan-lalu-lintas.html