Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN

PRAKTIKUM BIOKIMIA PANGAN


VITAMIN
UJI VITAMIN E
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan
Praktikum Biokimia Pangan

Oleh :
Nama
NRP
Kel/Meja
Asisten
Tgl. Percobaan

: Nugraheni Wahyu Permatasari


: 133020112
: D/9
: Dian Puspitasari
: 2 April 2015

LABORATORIUM BIKOKIMIA PANGAN


PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2015

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

I PENDAHULUAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Latar
Belakang Percobaan, (2) Tujuan Percobaan, (3) Prinsip
Percobaan, dan (4) Reaksi Percobaan.
1.1. Latar Belakang Percobaan
Vitamin E adalah nama umum untuk dua kelas
molekul (tocopherol dan tocotrienol) yang memiliki aktivitas
vitamin E dalam nutrisi. Vitamin E bukan nama untuk setiap
satuan bahan kimia spesifik namun, untuk setiap campuran
yang terjadi di alam yang menyediakan fungsi vitamin E dalam
nutrisi. (Wikipedia, 2015).
Vitamin E berperan dalam menjaga kesehatan berbagai
jaringan di dalam tubuh, mulai dari jaringan kulit, mata, sel
darah merah hingga hati. Selain itu, vitamin ini juga dapat
melindungi paru-paru manusia dari polusi udara. Nilai
kesehatan ini terkait dengan kerja vitamin E di dalam tubuh
sebagai senyawa antioksidan alami. Vitamin E banyak
ditemukan pada ikan, ayam, kuning telur, ragi, dan minyak
tumbuh-tumbuhan. Walaupun hanya dibutuhkan dalam jumlah
sedikit, kekurangan vitamin E dapat menyebabkan gangguan
kesehatan yang fatal bagi tubuh, antara lain kemandulan baik
bagi pria maupun wanita. Selain itu, saraf dan otot akan
mengalami gangguan yang berkepanjangan (Anonim, 2011).

1.2. Tujuan Percobaan


Tujuan Uji Vitamin E adalah untuk mengetahui adanya
VitaminE dalam bahan pangan.
1.3. Prinsip Percobaan
Prinsip dari percobaan Uji Vitamin E adalah
berdasarkan reaksi antara Vitamin E dengan alcohol absolute
dan HNO3 pekat disertai pemanasan sehingga membentuk
senyawa kompleks berwarna merah.

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

1.4. Reaksi Percobaan

Gambar 34. Reaksi Percobaan Uji Vitamin E

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

II METODE PERCOBAAN
Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Bahan yang
digunakan, (2) Pereaksi yang digunakan, (3) Alat yang
digunakan, dan (4) Metode Percobaan.
2.1. Bahan yang digunakan
Bahan yang digunakan dalam Uji Vitamin E ini adalah
1 mL larutan toge, 1 mL larutan buah pir, 1 mL larutan
Nature-e, 2 mL alkohol absolute dan 5 tetes HNO3 pekat.
2.2. Pereaksi yang digunakan
Pereaksi yang digunakan dalam Uji Vitamin E adalah
alkohol absolut dan HNO3 pekat.
2.3. Alat yang digunakan
Alat yang digunakan dalam Uji Vitamin E adalah
tabung reaksi, rak tabung reaksi, gelas kimia, pipet tetes serta
water bath.

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

2.4. Metode Percobaan

1 mL sampel
2 mL alkohol absolute
5 tetes HNO3 Pekat
Panaskan selama
15 menit dengan
suhu 75 C

Amati perubahan warna jingga sampai merah


Gambar 35. Metode Percobaan Uji Vitamin E

Laboratorium Biokimia Pangan

3.1.

Vitamin (Uji Vitamin E)

III HASIL PENGAMATAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Hasil
Pengamatan, dan (2) Pembahasan.
Hasil Pengamatan

Gambar 36. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E


Tabel 12. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E
Sampel
Pereaksi
Hasil
Toge (D)
Alkohol dan
Buah Pir (E)
HNO3 pekat
Nature-e (F)
+
( Sumber: Nugraheni WP dan Tsani Nur AF, Kelompok D, Meja
9, 2015. )
Keterangan:

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

(+) Terbentuk senyawa kompleks berwarna merah


(-) Tidak terbentuk senyawa kompleks berwarna merah

3.2.

Pembahasan
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan Uji
Vitamin E ini didapat bahwa pada sampel Toge(D) dan Buah
Pir (E) dengan pereaksi Alkohol dan HNO 3 pekat tidak
terbentuk senyawa kompleks berwarna merah dan sampel
Nature-e (F) pereaksi Alkohol dan HNO3 pekat terbentuk
senyawa kompleks berwarna merah. (Anonim, 2015).
Adapun ketidaksesuaian data disebabkan oleh faktor
kesalahan yang dilakukan praktikan dalam melakukan
percobaan, kurang teliti dalam memasukkan larutan kedalam
tabung reaksi terlalu berlebih atau terlalu kurang dan karena
alat-alat
yang
digunakan
kurang
bersih
dalam
membersihkannya. (Anonim, 2015).
Dalam metode percobaan uji vitamin E ada
penambahan 2 ml Alkohol dan 5 tetes HNO3 pekat pada Uji
Vitamin E berfungsi untuk membentuk senyawa -kuinon yang
dapat direduksi menghasilkan kuinol. Dengan adanya
pereaksi HNO3 pekat maka -tokoferol dapat menghasilkan kuinon. (Anonim, 2015).
Mekanisme dari Uji Vitamin E adalah karena Vitamin
E termasuk kedalam vitamin yang larut dalam lemak, maka
sampel dilarutkan dalam alkohol absolut yang bertujuan untuk
memisahkan Vitamin E dari sampel. Kemudian dilakukan
penambahan HNO3 pekat yang akan mengakibatkan Vitamin
E teroksidasi sehingga menghasilkan senyawa -tokoferol
orto-kuinon yang berwarna merah. (Anonim, 2015).
Vitamin pada umumnya dikelompokan ke dalam dua
golongan utama yaitu vitamin yang larut dalam lemak yang
meliputi vitamin A, D, E, dan K era vitamin yang larut dalam air
yang terdiri dari vitamin C dan Vitamin B (Winarno, 1992).
Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak.
Vitamin E tahan terhadap suhu tinggi serta asam, tetapi
karena bersifat antioksidan, vitamin E mudah teroksidasi
terutama bila ada lemak tengik, timah, dan garam besi, serta
mudah rusak oleh sinar ultra violet. Oleh karena itu dalam

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

percobaan uji vitamin E dilakukan pemanasan


(Winarno, 1992).
Vitamin E atau Tokoferol terdapat dalam berbagai
pangan meliputi lembaga gandum, minyak nabati, telur, dan
susu. Vitamin E adalah antioksidan alam. Dalam minyak
nabati vitamin E membantu mengurangi ketengikan dengan
pencegahan oksidasinya terhadap asam lemak tidak jenuh.
Juga dapat berperan melindungi asam askorbat terhadap
oksidasi dalam sayuran dan buah-buahan. Kecendrungan
masa kini dengan adanya penambahan vitamin E pada krim
muka, minyak untuk mandi dan sebagainya, tidak mempunyai
keuntungan nutrisi karena tidak diabsorpi melalui kulit
(Gaman, 1992).
Tokoferol adalah turunan tokol, dan adanya sejumlah
senyawa sejenis dalam produk hewan dan sayur telah
ditunjukkan. Tokoferol penting sebagai antioksidan dalam
makanan, terutama dalam minyak tumbuhan. Tokoferol dalam
berbagai lemak dan makanan mengandung lemak dapat
sangat beragam. Dengan beberapa kekecualian, produk
hewan dan sayur mengandung tokoferol mulai dari sekitar 0,5
sampai 1,5 mg/100 g, minyak nabati mulai dari 10 sampai 60
mg/100 g, dan minyak kecambah serealia, yang merupakan
sumber yang sangat baik, mulai dari 150 sampai 500 mg/100
g. Minyak nabati mempunyai perbandingan -tokoferol
tertinggi, yang berjumlah sekitar 60 persen dari tokoferol total
(Deman, 1997).
Vitamin E adalah golongan vitamin yang larut dalam
lemak. Artinya vitamin ini terdapat dalam bagian makanan
berminyak, dan dalam tubuh hanya dapat dicerna oleh
empedu, dihati, karena tidak larut dalam air. Fungsi vitamin E
selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, membantu
mengatasi stres, meningkatkan fertilitas, meminimalkan resiko
kanker dan penyakit jantung koroner, vitamin memiliki peran
yang sangat penting bagi kesehatan kulit. Sumber vitamin E
banyak tersedia dalam minyak yang dihasilkan dari biji-bijian
seperti, minyak kacang, minyak kulit gandum, minyak jagung,
dan minyak biji bunga matahari. Selain itu terdapat pada
sayuran hijau, sereal, hati, kuning telur, lemak susu, kacangkacangan dan mentega. Hal yang penting diingat tentang
vitamin E adalah mudah rusak oleh panas tinggi (proses
memasak) dan oksidasi (Anonim, 2012).

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

Akibat lain kekurangan vitamin E adalah:


perubahan degeneratif pada sistem saraf dan otot
kelemahan dan kesulitan berjalan
nyeri pada otot betis
gangguan penglihatan
anemia
retensi cairan (odem)
kelainan kulit
Pada umumnya vitamin E dianggap sebagai bahan
yang cukup aman. Dalam beberapa kasus, kelebihan vitamin
E menimbulkan gangguan pada kinerja sistem imun terhadap
infeksi. Gejala yang akan dirasakan adalah sakit kepala,
lemah dan selalu lelah, sertapusing yang disertai gangguan
penglihatan. Untuk itu, jumlah vitamin E dalam tubuh harus
berada dalam batasan yang ketat.
Vitamin E bisa hilang selama proses pengolahan
misalnya saat proses menggerus, memasak, pendinginan
(dalam freezer), serta penyimpanan yang terlalu lama. Hal
yang penting untuk diingat tentang Vitamin E adalah mudah
rusak oleh panas yang tinggi (proses memasak) dan oksigen
(terpapar oksigen). Itulah sebabnya, sumber vitamin terbaik
adalah makanan segar, mentah, atau makanan yang belum
diproses (BestBook, 2010).

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

IV KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini akan menguraikan mengenai : (1) Kesimpulan,
dan (2) Saran.
4.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pada percobaan Uji
Vitamin E ini didapat bahwa pada sampel Toge(D) dan Buah
Pir (E) dengan pereaksi Alkohol dan HNO 3 pekat tidak
terbentuk senyawa kompleks berwarna merah dan sampel
Nature-e (F) pereaksi Alkohol dan HNO3 pekat terbentuk
senyawa kompleks berwarna merah
.
4.2. Saran
Saran dalam percobaan Uji Vitamin E ini adalah
sebaiknya praktikan lebih terliti dan berhati-hati lagi dalam
melakukan percobaan, agar didapat hasil yang maksimal.

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

DAFTAR PUSTAKA
BestBook. 2010. A Z Multivitamin untuk Anak dan
Remaja. Yogyakarta: Andi Offset.
Deman, John. 1997. Kimia Makanan. Penerbit ITB :
Bandung.
Poedjiadi, A. 2005. Dasar-dasar
Universitas
Indonesia.

Biokimia.

Jakarta:

Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT.


Gramedia Pustaka Utama.
Wikipedia. 2015. Vitamin E. en.wikipedia.org/wiki/vitamin E.
(Diakses 3 April 2015)

Laboratorium Biokimia Pangan

Vitamin (Uji Vitamin E)

LAMPIRAN
UJI VITAMIN E
Lampiran 14. Hasil Pengamatan Uji Vitamin E
Sampel
Pereaksi
Hasil I
Hasil II
Toge (D)
Alkohol dan
Buah Pir (E)
HNO3 pekat
Nature-e (F)
+
+
Sumber :
Hasil I : Nugraheni WP dan Tsani Nur AF, Kelompok D, Meja
9, 2015.
Hasil II : Asisten Laboratorium Biokimia Pangan, 2015.
Keterangan:
(+) Terbentuk senyawa kompleks berwarna merah
(-) Tidak terbentuk senyawa kompleks berwarna merah