Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

KEJANG DEMAM PADA ANAK


DI RUANG ANAK RSUD dr. R. SOEDARSONO KOTA PASURUAN

Di susun oleh :
KELOMPOK II
1. AINU ROFIQ ASHARI
2. ENI NURUL AINI
3. RISKA RAHAYU NUR ROHMAWATI

PRODI DIII KEPERAWATAN FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2015/2016
SATUAN ACARA PENYULUHAN
(SAP)
1.
2.

Pokok bahasan
: Kejang Demam
Sub pokok bahasan :

3.
4.
5.
6.
7.

8.

a. Pengertian kejang demam


b. Penyebab Kejang Demam
c. Tanda dan gejala Kejang Demam
d. Klasifikasi Kejang Demam
e. Penanganan pertama saat Kejang Demam
Sasaran
: Keluarga pasien dan pengunjung di Ruang Anak
Tempat
: Ruang Anak RSUD dr.R.Soedarsono Kota Pasuruan
Hari/tanggal
: 11 Oktober 2015
Waktu
: 30 menit
Penyuluh
: Ainurofiq, Eni,Riska
Tujuan penyuluhan
a. Tujuan Intruksional Umum (TIU)
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan keluarga pasien dan pengunjung dapat mengerti
dan memahami tentang Kejang Demam yang terjadi pada anak
b.

9.

Tujuan Intruksional Khusus (TIK)


Setelah diberikan penyuluhan mengenai Kejang Demam, keluarga pasien dan pengunjung

dapat :
1. Menjelaskan pengertian Kejang Demam
2. Menjelaskan penyebab Kejang Demam
3. Menjelaskan tanda dan gejala Kejang Demam
4. Menjelaskan klasifikasi Kejang Demam
5. Menjelaskan penanganan pertama saat Kejang Demam
Metode
Ceramah dan tanya jawab

Media
Leaflet
11. Materi
Terlampir
12. Kegiatan Penyuluhan
10.

No
1

Tahap

Waktu

Pembukaan

5 menit

Kegiatan Penyuluhan
a.
b.
c.
d.

Memberikan salam
Memperkenalkan diri
Menjelaskan tujuan
Kontrak waktu

Kegiatan Peserta
a) Peserta menjawab

salam
b) Peserta
Mendengarkan
c) Peserta

Memperhatikan
d) Peserta Menyetujui

Pelaksanaan

20 menit

Menjelaskan materi:
a. Menjelaskan

pengertian Kejang
Demam
b. Menjelaskan
Penyebab Kejang
Demam
c. Menjelaskan
Tanda dan gejala
Kejang Demam
d. Menjelaskan
Klasifikasi Kejang
Demam
e. Menjelaskan
penanganan pertama
saat Kejang Demam
3

Penutup

memperhatikan
b. Peserta

memperhatikan
c. Peserta

memperhatikan
d. Peserta

memperhatikan
e. Peserta

memperhatikan

10 menit Evaluasi
a) Menggali

pengetahuan peserta
tentang materi yang
telah disampaikan.
b) Menyimpulkan hasil
kegiatan
c) Mengucapkan maaf,
terima kasih dan
salam penutup
valuasi

a. Peserta

a. Menjelaskan tentang

materi Kejang
Demam yang telah
disampaikan.
b. Peserta
mendengarkan

dan

memperhatikan
menjawab

c. Peserta

salam

13.
E

a. Setelah dilakukan penyuluhan tentang Kejang Demam diharapkan beberapa peserta


mampu :
1. Menjelaskan pengertian Kejang Demam
2. Menjelaskan penyebab Kejang Demam
3. Menjelaskan tanda dan gejala Kejang Demam
4. Menjelaskan klasifikasi Kejang Demam
5. Menjelaskan penanganan pertama saat Kejang Demam
b. Setelah dilakukan penyuluhan tentang Kejang Demam diharapkan keluarga pasien dan
pengunjung mengerti dan memahami tentang Kejang Demam serta diharapkan dapat
melakukan perubahan perilaku hidup yang lebih sehat untuk mencegah terjadinya Kejang
Demam pada anak.
14. Sumber
Cecily. L. Betz (2002). Buku Saku Keperawatan pediatrik. Edisi 3. Jakarta : ECG
Corwin. J. Elizabeth (2001). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta : EGC
Donna L Wong (2003). Keperawatan Pediatrik. Edisi 4. Jakarta : EGC
http://www.kaskus.us/showthread.php?p=421612097
http://www.anneahira.com/pengertian-batuk-efektif.htm
Hidayat alimul (2006). Pengantar Ilmu Keperawatan Anak. Jakarta : Salemba
Medika
Nelson (1999). Ilmu Kesehatan Anak.Edisi 14. Jakarta :

Ketua

(RISKA RAHAYU N.R)

EGC

Sekretaris

(ENI NURUL AINI)

Mengetahui,
Pembimbing Lahan

(SUSIANTY NAWAWI, Amd.Kep.)

Lampiran Materi
KEJANG DEMAM
1. Pengertian Kejang Demam
Kejang demam atau febrile convulsion ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan
suhu tubuh (suhu rektal di atas 38oC) yang disebabkan oleh proses ekstrakranium (Ngastiyah,
1997:229).

Kejang demam adalah suatu kejadian pada bayi atau anak yang biasanya terjadi antara
umur 3 bulan sampai 5 tahun berhubungan dengan demam tetapi tidak pernah terbukti adanya
infeksi intra kranial atau penyebab tertentu. (Consesnsus Statement On Febrile Siezures,
1980 )
2.

Penyebab
Ada beberapa penyebab kejang demam, tetapi untuk secara pastinya
belum dapat diketahui dengan jelas. Beberapa penyebabnya adalah :
Faktor genetik atau keturunan, malformasi otak kongenital, neoplasma,
gangguan metabolisme, gangguan sirkulasi, toksin
Penyakit infeksi (ensefalitis, meningitis), infeksi virus (herves), infeksi-infeksi lain
(tenggorokkan, telinga, campak, cacar air) dan demam tinggi, kurang O2,
hipoksemia, hipoglikemia, asidemia, alkalemia, dehidrasi
Faktor idiopatik atau bila tidak dapat ditemukan penyebabnya (hidayat, 2006, Cecily

L, Betz, 2002)
3. Klasifikasi
Terdapat 2 golongan kejang demam yaitu :
Kejang demam diklasifikasikan menjadi 2 golongan yaitu :
a. Kejang demam sederhana yang berlangsung kuang dari 15 menit dan umum
b. Kejang demam kompleks yang berlangsung lebih dari 15 menit, fokal atau
multipel (lebih dari 1 kali kejang dalam 24 jam)
4. Tanda dan gejala
Demam terutama demam tinggi (suhu > 38 C)
Kejang tonik-klonik
a. Diawali dengan penurunan kesadaran selama 3 detik sampai 5 menit, kaku
umum pada otot ekstremitas, batang tubuh dan wajah yang berlangsung < 1
menit
b. Dapat disertai hilangnya kontrol kandung kemih dan usus
c. Tidak ada respirasi atau apnoe (henti napas) dan sianosis
d. Saat tonik diikuti dengan gerakan klonik pada ekstremitas atas dan bawah
e. Letargi, konfulsi dna tidur
f. Mata melihat ke atas, gigi dan rahang terkatup rapat, lidah dan pipinya tergigit
5. Pemeriksaan Penunjang
- EEG (elektro encepalo gram) untuk menetapkan jenis dan fokus dari kejang
- Pembidaian CT untuk mendeteksi perbedaan kerapatan jaringan
- MRI, untuk memperlihatkan daerah-daerah otak

uji laboratorium : fungsi lumbal, hitung darha lengkap, skrinin toksik dari
serum dan urin
6. Penatalaksanaan
1. Medis
Dalam penanggulangan kejang demam ada 4 faktor yang perlu dikerjakan yaitu :
Mengobati kejang secepat mungkin
Bila pasien datang dalam keadaan status konvulsivus, obat pilihan utama adalah
diazepam yang diberikan secara intravena (IV). Efek terapeutiknya sangat
cepat dan efek toksik yang serius hampir tidak dijumpai apabila diberikan
secara perlahan dan tidak melebihi 50 mg persuntikan. Setelah suntikan pertama IV
ditunggu 15 menit, bila masih terdapat kejang di ulangi suntikan kedua dengan dosis
yang sama juga IV setelah suntikan kedua masih kejang berikan suntikan ketiga
dengan dosis yang sama akan tetapi pemberiannya secara IM, diharapkan
kejang berhenti. Bila belum juga berhenti dapat diberikan fenobarbital
paralidehid 4 % secara IV. Bila kejang tidak dapat dihentikan dengan obat-obatan,
maka sebaliknya anak dirawat di ruangan ICU untuk diberikan anastesia
umum dengan tropenitas yang diberikan oleh seorang ahli anastesi
Pengobatan penunjang
Sebelum menagtasi kejang tidak boleh dilupakan perlu pengobatan penunjang yaitu
semua pakaian ketat dibuka, posisi kepala sebaikanya miring untuk mencegah aspirasi
isi lambung, bebaskan jalan napas untuk memperoleh kebutuhan O2 (oksigen). Fungsi
fital diawali secara ketat

Memberikan pengobatan rumah


Setelah kejang diatasi harus disusul pengobatan rumah, daya kerja diazepam sangat
singkat yaitu berkisar 45-60 menit sesudah disuntikan oleh karena itu perlu diberikan
obat anti epileptik dengan daya kerja lebih lama.

Mencari dan mengobati penyebab


Penyebab kejang demam yang disebabkan oleh demam adanya infeksi respiratorius
bagian atas dan otitis media akut, pemberian antibiotik yang adekuat pelu
diberikan untuk mengobati penyakit tersebut

7. Tindakan Pertama Saat Anak Kejang Demam


1. Saat kejang berlangsung
Pertahankan sikap tenang
Baringkan anak ditempat yang aman agar tidak ada kemungkinan jatuh dan jauhkan
benda berbahaya yang ada disekitar anak.

Miringkan anak
Keluarkan sisa makanan seperi roti, permen dan sebagainya yang mungkin ada
dimulut anak
Lepaskan pakaian / ikatan pada tubuh supaya anak bisa bernafas dengan leluasa,
Longgarkan pakaian disekitar kepala dan leher

Jangan menahan gerakan anak seperti memegang tangan dan kaki yang terlalu
kuat.
2. Turunkan suhu tubuh segera dengan kompres air hangat suam suam kuku secara efektif :
Sediakan air hangat dalam waskom serta handuk kecil minimal 6 buah
Letakkan 5 handuk kecil yang sudah basah dan dingin terutama pada daerah kepala,
leher, dada, kedua ketiak dan lipat paha kanan kiri.
1 handuk kecil disiapkan untuk menganti secara teratur dan terus menerus mulai dari
kepala, leher dan seterusnya.
3. Segera dibawa ke unit pelayanan kesehatan terdekat.
Daftar Hadir Peserta Penyuluhan
Di Ruang Anak
RSUD dr.R.SOEDARSONO Kota Pasuruan
NO

NAMA

TANDA TANGAN