Anda di halaman 1dari 14

Piranti lepasan sederhana untuk mengoreksi anterior dan

posterior crossbite pada gigi geligi campuran: Laporan kasus


Naif A.Bindayel

Abstrak
Teknik berbeda telah digunakan untuk mengoreksi anterior dan posterior
crossbite pada gigi geligi campuran. Laporan kasus ini mengilustrasikan
perawatan anterior dan unilateral posterior crossbite selama tahap gigi geligi
campuran. Pasien adalah seorang anak laki-laki berusia 9 tahun dengan crossbite
pada insisivus sentralis permanen kanan maksila dan unilateral posterior crossbite
kanan, keduanya memperlihatkan pergeseran fungsional dalam dimensi sagital
dan transversal. Dua piranti lepasan akrilik atas, masing-masing dengan
expansion jackscrew, diguakan untuk mengoreksi crossbite. Total perawatan aktif
adalah 4 bulan; hasil perawatan berhasil dipertahankan untuk 4 bulan selanjutnya.
Dokteri gigi umum dan pediatrik, juga ahli ortodonik, dapat menemukan bahwa
teknik ini berguna dalam menangani kasus crossbite pada gigi geligi campuran
dan menggunakan diskusi dan ilustrasi untuk pedoman klinis lebih lanjut.
Kata kunci: anterior; posterior; crossbite; pergeseran fungsional; perawatan

1. Pendahuluan
Anterior crossbite dapat menjadi masalah estetik dan fungsional utama
selama tahap awal perkembangan gigi. Anterior crossbite dijelaskan sebagai

situasi dimana satu atau lebih insisvus permanen atau sulung beroklusi dalam arah
labial terhadap antagonisnya (atau ketika satu atau lebih insisvus maksila berada
pada lingual terhadap antagonisnya). Insidensi crossbite telah dilaporkan dalam 45% dan biasanya terlihat pada selama periode gigi geligi campuran. Dihasilkan
dari berbagai faktor seperti erupsi palatal gigi geligi insisivus maksila, trauma
pada gigi sulung insisivus, gigi anterior supernumerari, gigi sulung yang belum
tanggal, odontoma, berjejal pada regio insisivus, dan panjang lengkung rahang
yang tidak memadai.
Posterior (lateral) crossbite adalah masalah lain dari tahap gigi geligi
campuran awal; beberapa penelitian telah melaporkan insidensinya berkisar antara
8% dan 22%. Pasien dengan oklusi normal pada gigi geligi campuran
diperlihatkan untuk mengalami lateral crossbite pada 3,1% dengan waktu dari
tahap gigi permanen dicapai. Pada sebagian besar kasus, crossbite disertai dengan
pergeseran mandibula yang menyebabkan deviasi garis tengah. Etiologi dari
posterior crossbite dapat termasuk kombinasi dari fungsi komponen dental,
skeletal, dan neuromuskular. Bagaimanapun, biasanya berhubungan dengan
pengurangan dalam lebar lengkung maksila. Pengurangan ini dapat diinduksi oleh
mengisap jari, kebiasaan menelan tertentu, atau bernapas melalui mulut- biasanya
hasil dari obstruksi jalan napas atas disebabkan terhadap hipertrofi jaringan
adenoid.
Anterior dan posterior crossbite pada tahap gigi geligi campuran awal
dipercaya dapat berpindah dari gigi slung ke gigi permanen dan dapat memiliki
efek jangka panjang pada pertumbuhan dan perkembangan gigi dan rahang.

Anterior crossbite dapat mengarah pada abrasi email yang abnormal atau
proklinasi insisivus mandibula, yang, pada akhirnya, mengarah pada penipisan
labial alveolar plate dan/atau resesi gingiva. Pergeseran mandibula disebabkan
oleh pergerakan mandila abnormal yang dapat menempatkan ketegangan pada
struktur orofasial, menyebabkan efek merugikan pada sendi mandibular dan
sistem mastikasi. Koreksi spontan pada maloklusi tersebut telah dilaporkan terlalu
rendah untuk membenarkan intervensi, dan tingkat dan pengoreksian sendiri
diperlihatkan berkisar dari 0% hingga 9%. Lebih lanjut, perawatan interseptif
sering dianjurkan untuk menormalkan oklusi dan menciptakan kondisi untuk
perkembangan oklusal normal.
Melekatkan bracket pada empat insisivus maksila dengan banding dua
molar pertaam permanen maksila (piranti cekat 2 x 2) adalah salah satu metode
yang digunakan untuk mengoreksi anterior crossbite dengan piranti cekat. Telah
dilaporkan untuk secara efektif menangani anterior crossbite pada gigi geligi
campuran juga pada gigi dewasa. Metode ini memiliki keuntungan membutuhkan
kepatuhan pasien atau perubahan dalam berbicara yang sedikit atau bahkan tidak
ada. Modalitas perawatan lain yang dilaporkan untuk mengoreksi anterior
crossbite temasuk piranti rare earth magnetic, fixed acrylic inclinend planes,
bonded resin-composite slopes, dan multipel set dari Essix-based appliance.
Berbagai bentuk perawatan telah dianjurkan untuk mengoreksi posterior crossbite
seperti rapid maxillar expansion dan slow expansion dengan quad-helix atau
removable expansion plate.

Piranti lepasan memiliki keuntungan dari pemeliharaan yang lebih mudah


dan perawatan kebersihan mulut untuk pasien muda, penggunaan penjangkaran
palatal, dan kemampuan untuk menggerakkan selected block dari gigi. Literatur
telah memasukkan teknik penanganan untuk unilateral crossbite menggunakan
piranti lepasan dengan midsagittal expansion screw. Bagaimanapun, artikel
tersebut terdiri dari hanya ilustrasi singkat dengan diskusi umum dan kurang
menampakkan gambaran ekstraoral dan komponen piranti lepasan tambahan
seperti bite planes. Laporan kasus lain melaporkan piranti membutuhkan suplai
khusus atau usaha untuk mengoreksi masalah kombinasi sagital dan posterior
vertikal.
Laporan kasus ini bertujuan memberikan dokter gigi umum dan pediatrik
dengan teknik sederhana untuk menangani anterior dan posterior crossbite pada
gigi geligi campuran. Ilustrasi mengenai kemajuan perawatan dan desain piranti
termasuk untuk pedoman klinis lebih lanjut.

2. Laporan kasus
Seorang anak laki-laki dirujuk oleh dokter gigi pediatriknya untuk
konsultasi ortodontik mengenai gigitan anterior. Secara ekstraoral, dia memiliki
wajah seimbang dengan profil bagus, dengan garis tengah gigi maksila bertepatan
dengan garis tengah wajah. Dagu mengalami deviasi terhadap sisi kanan dengan 3
mm dari garis tengah wajah, dan seluruh segmen posterior kanan maksila miring
kearah palatal (khususnya kaninus sulung kanan) (Gambar 1-9). Dia
memperlihakan tahap gigi geligi campuran dengan Hubungan molar Kelas I kiri

dan Kelas II half-cusp kanan (Gambar 10-14). Overbite dalam (100% pada
insisivus sentralis maksila kiri) dan anterior crossbite pada insisivus sentralis
permanen kanan maksila dan unilateral (kanan) posterior crossbite terlihat. Kedua
crossbite diperlihatkan sebagai akibat pergeseran fungsional dalam dimensi sagital
(yaitu kedepan) dan transversal (terhadap sisi kanan). Garis tengah gigi mandibula
mengalami deviasi dari garis tengah gigi maksila (didesain sebagai mesial pada
insisivus sentralis kanan maksila) dengan 4 mm kekanan dalam oklusi sentris.
Radiografi panoramik memperlihatkan bentuk kondil simetris dan posisi arah
bilateral dan secara normal mengembangkan gigi permanen pengganti.

Gambar 1-9 Radiografi ekstraoral, fotografi intraoral dan panoramik sebelum


perawatan.
Gambar 10-14 Model studi ortodontik sebelum perawatan.

2.1 Rencana perawatan


Berdasarkan pada temuan diatas, pasien dijadwalkan untuk perawatan
interseptif awal yang terbatas untuk mengembalikan oklusi normal dan
mengurangi pergeseran fungsional. Untuk mencapai tujuan tersebut, dua
pendekatan perawatan dipertimbangkan. Quad-helix expansion dikombinasikan
dengan pembukaan gigitan dan bracket-bonding hanya empat insisivus maksila
dapat membiarkan koreksi secara bersama-sama dari anterior dan posterior
crossbite. Bagaimanapun, ekspansi dengan quad-helix tidak dapat mengontrol
kemiringan palatal pada segmen posterior kanan mesial kemolar pertama

(khususnya dengan kaninus kanan maksila sulung). Lebih lanjut, piranti lepasan
dipilih untuk kontrol yang lebih baik dari kaninus dan kemiringan palatal yang
berdekatan.
Pilihan piranti lepasan termasuk penggunaan dua piranti lepasan atas.
Pertama

digabungkan

dengan

jackscrew

untuk

bertindak

dalam

arah

anteroposterior hingga ujung insisivus sentralis permanen kanan maksila kearah


labial dan bilateral posterior bite plane (sekitar ketebalan 4 mm) untuk
memisahkan gigitan dan memfasilitasi pergerakan gigi (Gambar 15). Tindakan
tersebut diikuti dengan piranti lepasan lain dengan midpalatal jackscrew dan
bilateral posterior bite planes (ketebalan minimal) untuk lebih lanjut memperluas
maksila kanan (ekspansi diferensial). Dua adam clasp dan dua ball clasp
digabungkan dalam kedua piranti untuk menambah retensi.

Gambar 15 Insesi piranti lepasan untuk mengoreksi anterior crossbite; tampak


intraoral oklusal maksila (A), frontal (B), lateral kanan (C), dan lateral kiri (D).

Susunan dua piranti digunakan karena kedekatan terhadap aspek posterior


pada sisi anterior jackscrew untuk memisahkan garis yang muncul dalam arah
anterior dan lateral dari midpalatal jackscrew. Z-spring dapat digunakan dalam
arah anterior meskipun untuk menanggulangi kekurangan ruang; bagaimanapun,
jackscrew lebih menguntungkan dalam hal stabilitas piranti. Orang tua pasien
diminta untuk mengaktifkan jackscrew seperempat putaran setiap dua hari. Pasien
diinstruksikan untuk memakai piranti sepanjang waktu (siang dan malam) kecuali

untuk makan dan membersihkan gigi. Setelah setiap makan dan sebelum tidur,
pasien diminta untuk menyikat giginya dan pirani sebelum menginsersikan
kembali. Teknik roll diperlihatkan untuk menyikat gigi, dan durasi (minimum 2
menit). Pasien diminta untuk menangani piranti dengan hati-hati dan menghindari
memegang pada perluasan kawat atau tepi ketika dibersihkan.
Pada penyelesaian perawatan, Hawley retainer atas direncanakan
menggantikan piranti kedua untuk menjamin stabilitas maloklusi yang dikoreksi.
Retensi menggunakan piranti baru lebih dipilih diatas mengasah bite planes pada
piranti kedua untuk meningkatkan adaptasi dan kenyamanan pasien. Orang tua
menyetujui rencana perawatan dan diinformasikan bahwa tahap kedua dari
perawatan komprehensif untuk perataan akhir dapat diindikasikan selama evaluasi
kembali dari klinisi pada tahap gigi permanen awal.

2.2 Kemajuan perawatan


Piranti pertama digunakan selama 7 minggu untuk mendapatkan overjet
positif pada insisivus sentralis kanan maksila. Setelah koreksi anterior crossbite,
posterior open bite bilateral dihasilkan dari penggunaan posterior bite planes
yang menyebabkan ekstrusi dari sebagian besar segmen posterior mandibula. Pada
titik ini, penurunan dalam keparahan deviasi garis tengah mandibula terlihat
(Gambar 16-18). Penggunaan piranti kedua diikui selama 81/2 minggu (Gambar
19). Ekspansi dilanjutkan hingga perbaikan transversal yang diinginkan dari
segmen posterior kanan maksila didapatkan. Total periode perawatan aktif adalah
sekitar 4 bulan. Untuk kedua piranti, pasien dipantau selama minggu pertama

setelah insersi piranti untuk menjamin kenyamanan dan pemantauan kerjasama.


Selanjutnya, kunjungan follow-up dijadwalkan setiap 3-4 minggu. Pada akhir
perawatan, anterior dan posterior crossbites telah dikoreksi, hubungan molar
kanan telah dikembalikan ke Kelas I, dan hubungan molar kiri memiliki
kecenderungan ke Kelas II, dan asimetris dagu dikurangi (Gambar 20-27).
Beberapa penyesuaian oklusal dibuat pada kaninus sulung kanan maksila dan
mandibula (inclined planes) untuk menjamin hubungan yang stabil dan
fungsional. Upper Hawley kemudian digunakan sepanjang waktu (siang dan
malam) selama 6 bulan. Penggunaan Hawley retainer meningkatkan retensi dan
perbaikan dari lateral posterior open bite yang tersisa. Pasien kemudian diminta
untuk memakai retainer hanya pada malam hari untuk 4 bulan selanjutnya. Kasus
dipantau mengenai rentensi untuk 4 bulan tambahan (Gambar 28-32). Hubungan
anterior dan posterior stabil terlihat, kesejajaran spontan yang berlanjut dari
insisivus mandibula terlihat. Lebih lanjut, terdapat penurunan spontan dalam
diastema maksila.

Gambar 16-18 Fotografi intraoral setelah koreksi anterior crossbite.


Gambar 19 Piranti lepasan kedua yang diaktivasi untuk mengoreksi unilateral
right posterior crossbite, tampak frontal (A), tampak lateral kanan (B), tampak
oklusal maksila (C) dan gambaran laboratorium dari desain piranti (D).
Gambar 20-27 Fotografi ekstraoral dan intraoral setelah perawatan.
Gambar 28-32 Fotografi intraoral setelah retensi empat bulan.

3. Diskusi
Fotografi sebelum perawatan memperlihatkan kebersihan mulut sedang.
Bagaimanapun, pada akhir perawatan, maxillary dan mandibular generalized
marginal gingivitis terlihat (Gambar 20-27), inflamasi diikuti dengan perbaikan
kebersihan rongga mulut selama periode retensi. Meskipun memperlihatkan
tindakan kebersihan mulut yang tepat terhadap pasien, kebersihan rongga mulut
pasien memburuk selama periode perawatan, kemungkinan karena faktor seperti
kurangnya kerjasama pasien, kurangnya motivasi dan follow-up dokter gigi,
kurangnya dukungan orang tua, dan tuntutan kebersihan dari piranti intraoral.
Penelitian telah menunjukkan bahwa hanya 26,1% dari kelompok pada anak
Saudi Arabia berusia 6-9 tahun bebas karies. Investigasi lebih terbaru
mengindikasikan bahwa prevalensi karies diantara sampel anak sekolah dasar
adalah 94,4%. Lebih lanjut, lebih banyak penekanan harus difokuskan pada
menjaga kebersihan rongga mulut yang baik sebelum, selama dan setelah
perawatan gigi apapun.
Kasus

memperlihatkan

pergeseran

fungsional,

diskrepansi

yang

diindikasikan untuk penanganan awal. Periode gigi geligi campuran memberikan


kesempatan besar untuk penuntun oklusal dan mencegah maloklusi. Jika
perawatan ditunda ke tahap pertumbuhan selanjutnya, perawatan dapat menjadi
lebih sulit.
Pada evaluasi ekstraoral, pasien memperlihatkan deviasi dagu ke sisi
kanan dari oklusi sentris. Asimetri wajah dengan deviasi dagu terhadap sisi
croccbite diketahui merupakan temuan yang terjadi bersama dalam kasus yang

dipengaruhi oleh pergeseran fungsional mandibula. Lebih lanjut, perawatan


disediakan untuk membantu menghindari pertumbuhan tidak seimbang pada
struktur skeletal dan dentoalveolar.
Pada kasus unilateral crossbite, menentukan pendekatan perawatan yang
tepat untuk setiap kasus indivdiual adalah kunci untuk keberhasilan dan stabilitas
perawatan. Klinisi harus pertama kali membedakan crossbite yang berasal dari
gigi atau yang berasal dari skeletal. Dental crossbite melibatkan kemiringan lokal
pada gigi dan tidak melibatkan tulang basal. Maloklusi Kelas III pseudo adalah
contoh lain dental anterior crossbite yang butuh dibedakan dari diskrepansi
skeletal sagital. Hal tersebut melibatkan retroklinasi dari insisivus maksila yang
menyebabkan mandibula untuk bergeser kedepan. Hal ini mengapa kasus tersebut
harus bertujuan untuk mengoreksi inklinasi insisivus maksila. Moyers telah
membedakan maloklusi Kelas III pseudo dari kasus dengan linguoversi sederhana.
Yang terakhir melibatkan posisi palatal dari satu atau lebih gigi anterior maksila
dan tidak menghasilkan hubungan posisional yang membawa mengenai gangguan
awal.
Rahang maksila menampilkan bentuk asimetri disebabkan kemiringan
palatal pada segmen posterior kanan. Asimetrri dapat berkembang sebagai
konsekuensi dari gaya mengigit anterior prematur yang memicu mandibula untuk
bergeser ke sisi kanan. Sudut garis meial dan distal pada insisivus sentralis kiri
maksila dan mandibula bertindak sebagai bidang penuntun selama perkembangan
dari pergeseran, menghasilkan kemiringan aksial gigi tersebut. Lebih lanjut,
perawatan diarahkan untuk meringankan anterior crossbite pertama dan kemudian

10

mengontrol diskrepansi transversal. Harus dicatat bahwa kasus dengan rahang


asimetris dapat diuntungkan dari ekspansi simetris bahkan dalam keberadaan dari
unilateral crossbite dan pergeseran mandibula. Pada kasus tersebut, jumlah
diskrepansi adalah biasanya berkurang hingga kurang daripada bilateral crossbite.
Meskipun piranti kedua didesain untuk memperlihatkan lebih banyak ekspansi
pada sisi kanan, ekspansi minor dari sisi yang berlawanan tidak dapat dihindari
terjadi. Sehingga, ekspansi pada kedua sisi harus secara hati-hati dipantau pada
kasus tersebut. Koreksi berlebihan biasanya direkomendasikan untuk kasus
posterior crossbite; bagaimanapun, kami membatasi koreksi pada sisi kanan untuk
menghindari ekspansi berlebihan yang tidak diinginkan pada sisi kiri (yang tidak
mengalami).
Sebelum perawatan, hubungan molar Kelas I pada sisi kiri dan Kelas II
half-cusp pada sisi kanan. Pada kasus crossbite dengan pergeseran mandibula,
penelitian

telah

mengindikasikan

bahwa

molar

pada

sisi

crossbite

mengindikasikan hubungan Kelas II partial. Lebih lanjut, uji tomogram telah


mendukung bahwa temuan yang memperlihatkan posisi kondil asimetris dalam
kasus tersebut. Kondil pada sisi noncrossbite ditemukan untuk diposisikan
kebawah dan kedepan, ketika sisi crossbite dipusatkan dalam articular fossa. Pada
kasus ini, hubungan molar kanan telah dikoreksi ke hubungan Kelas I pada akhir
perawatan. Penelitian lain memperlihatkan bahwa, dari 65% pasien Kelas II
subdivisi memiliki unilateral crossbite dengan pergeseran, 50% pada hubungan
subdivisi yang menyertai crossbite diselesaikan setelah perbaikannya.

11

Berdasarkan

bite

plane,

instruksi

jelas

harus

termasuk

untuk

mengkhususkan ketebalan akrilik dan jumlah pemisahan gigi. Untuk piranti


pertama, ketebalan akrilik 4 mm ditentukan (yaitu kadang-kadang cukup untuk
memisahkan gigi yang mengalami anterior crossbite). Untuk piranti kedua,
ketebalan akrilik minimal diperlukan. Klinisi harus selalu mengkomunikasikan
secara efektif dengan teknisi laboratorium untuk menghasilkan jumlah yang
dibutuhkan dari pembukaan mulut dapat mengarah pada perubahan hubungan
vertikal dan penurunan kepatuhan pasien. Dari observasi klinis, penulis telah
memperhatikan bahwa penanganan kasus yang sama tanpa penggunaan posterior
bite planes tidak menghasilkan hasil yang diinginkan, dimana ekspansi dapat
hanya diperlihatkan pada sisi noncrossbite (yaitu sisi yang dibebaskan).
Secara umum, aktivasi yang direkomendasikan dari piranti adalah setiap
hari kedua atau ketiga. Pada kasus ini, kami mengikuti protokol aktivasi, yang
ditemukan untuk efesien dan efektif dalam menanangi kasus ini. Aktivasi setiap
hari ketiga direkomendasikan selama minggu pertama terapi untuk meningkatkan
kenyamanan dan penerimaan pasien. Penulis lain telah mengajurkan aktivasi dua
kali seminggu.
Pada akhir perawatan, dan karena peningkatan kemiringan palatal dari
kaninus sulung kanan maksila, inclined planes telah disesuaikan pada kaninus
sulung kanan maksila dan mandibula. Pengasahan selektif telah diperlihatkan
untuk membantu dalam mengoreksi dan memantau kasus yang memiliki
unilateral posterior crossbite dengan pergeseran.

12

Durasi perawatan dengan piranti lepasan dilaporkan berkisar pada rentang


dari 6 hingga 12 minggu. Dengan tingkat ekspansi lebih lambat, perawatan dapat
mengambil waktu 6 dan 12 bulan. Terapi piranti pertama dan kedua bertahan
selama 7 dan 81/2 minggu, secara berurutan, yang sesuai dengan rentang yang
disebutkan diatas.
Tujuan perawatan sesuai dengan akhir dari terapi yang diperlihatkan. Telah
diperlihatkan bahwa perbaikan crossbite dengan pergeseran fungsional dalam gigi
geligi campuran dapat berhasil dalam 84% hingga 100% dari kasus. Tipe piranti,
periode follow-up, dan kriteria yang digunakan untuk definsi dari keberhasilan
juga mempengaruhi tingkat keberhasilan yang dilaporkan.
Hawley retainer digunakan selama 6 bulan. Periode retensi yang
direkomendasikan untuk kasus yang dirawat sama adalah 4-6 bulan (atau untuk
periode yang sekurang-kurangnya sama terhadap yang diperlukan untuk koreksi
crossbite). Setelah retensi selama 4 bulan, kasus memperlihatkan stabilitas baik.
Periode retensi yang diperluas dapat menambahkan terhadap stabilitas dari koreksi
posterior crossbite; lebih lanjut, kasus lain harus dievaluasi kembali dan dinilai
secara individual. Telah diperlihatkan bahwa perawatan awal dengan ekspansi
lambat untuk unilateral crossbite dengan pergeseran ditemukan stabil.
Insisivus mandibula berlanjut mengalami kesejajaran spontan pada
keseluruhan periode perawatan. Hal ini dapat berperan terhadap perbaikan overjet
yang membiarkan insisivus mandibula untuk miring kebelakang ke posisi asalnya.
Kesejajatan spontan tersebut adalah contoh bagaimana perawatan awal dapat
menghasilkan efek tambahan yang diinginkan pada gigi yang sedang berkembang.

13

Peningkatan waktu perawatan dan biaya telah berhubungan dengan


penggunaan piranti lepasan versus cekat (misalnya quad helix) untuk koreksi
crossbite. Meskipun demikian, perawatan dari kasus sekarang ini ditentukan untuk
waktu perawatan yang diperkirakan dan sesuai durasi perawatan yang dilaporkan
menggunakan piranti lepasan yang sama. Perlunya menyoroti mengenai
pentingnya pemilihan kasus dan kebutuhan menjadwal pasien dan kepatuhan
orang tua sebelum memulai perawatan.

4. Simpulan
Piranti lepasan sederhana untuk perbaikan anterior dan posterior
unilateral crossbite dengan pergeseran fungsional diperlihatkan. Penilaiain klinis
dan diagnosis akurat harus dilakukan dalam upaya untuk merencanakan strategi
perawatan dan desain piranti yang tepat. Praktisi umum dan dokter gigi pediatrik
dapat menggunakan teknik ini untuk menangani kasus dengan maloklusi yang
sama.

14