Anda di halaman 1dari 17

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MODUL MATA KULIAH


SISTEM PEMIPAAN
( 3 SKS )

By
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

MODUL-05 VALVES
Valve adalah bagian yang sangat esensial pada sistem pemipaan.

Kegunaan dari valve pada

sitem pemipaan selain untuk block / stop aliran juga untuk pencegah aliran balik, pengaturan
aliran dan sebagainya, sehingga jenis dan konstruksi dan material dari valve pun
menyesuaikannya.
Pengoperasian dari valve ada yang manual maupun menggunakan aktuator yang menggunakan
motor, pneumatic, hydraulik, atau kombinasinya.
Valve pula yang membantu pada sisi maintaining maupun breaking a vacuum, karena valve
mampu untuk memaintain tekanan atau temperaturdari aliran.

1.

KLASIFIKASI VALVES

a.

Klasifikasi berdasarkan pengaturan aliran

1.

Closing Down

2.

Sliding

3.

Rotating

4.

Flexing of Valve body

b. Klasifikasi berdasarkan Ukuran Valve (Sizing)


1. Small Size
Ukuran valve sampai dengan 2 (DN 50)
dikelompokkan dengan small size.
2. Large Size.
Mulai NPS 2 (DN 65) ke atas dikelompokkan dengan Large size.

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

c. Klasifikasi berdasarkan Pressure vs Temperature


Presure-Temperature ratting dari valve di disain berdasarkan class number. Didasari
dari material construction nya, maka pressure-temperature setiap class di tabekan
pada MAWP.

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Figure 1 Valves Covered by MSS Standards

Cold Working Pressure (CWP) Rating.


Rating ini merepresantikan MAWP pada ambient temperature saat mana valve tsb
dioperasikan, ataukadang di sebut cold rating.

Tekanan valve ini bekrja pada

temperatur 120~100 oF atau -29~38 oC. sebagaimana diatur pada ASME B16.34
dan standard valve lainnya yang menagtur CWP ini.
CWP juga di disain untuk water-oil-Gas (WOG) rating.
d. NFPA Rating.
Ini adalah pengaturan penggunaan valve pada sistem pemadam kebakaran (Fire
Protection System). Valve tsb bekerja pada tekanan 175 dan 250 psi atau 1210 dan
1725 kPa dan didisain dalam UL (Underwriters Laboratories) Listed dan FM (Factory
Mutual) Approved.

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Figure 2 Valves Covered by API Standards

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Figure 3 Valves Covered by AWWA Standards

2.

BAGIAN-BAGIAN DARI VALVE


a. Pressure Retaining Parts
Yang termasuk dalam bagian ini adalah Valve body, bonnet or cover, disc, and bodybonnet bolting.
Valve trim. Bagian internal dari valve yang bisa diganti atau diperbaharui yang
bersinggungan langsung dengan media aliran (fluida) di kelompokkan sebagai valve

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Yang termasuk dalam valve trim yaitu : valve seat(s), disc, glands, spacers, guides,
bushings, and internal springs. Sedangkan valve body, bonnet, packing dsb yang juga
bersinggungan dengan fluida tidak termasuk dalam kelompok valve trim.
trim.

Figure 4 API Trim Materials

b. Non-Pressure Retaining Parts


Yang termasuk dalam bagian ini adalah Valve seat(s), stem, yoke, packing, gland
bolting, bushings, handwheel, and valve actuators.

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Figure 5 Rising Stem vs Non-resing stem

3.

MATERIAL VALVES
Valve bodies, disk dan bonnet di buat bisa dengan di tempa (forging), di tuang (casting),
atau kombinasinya.

Stem umumnya di produksi dari material bar stock dengan

dilakukan heat treated (pemanasan) untuk menaikkan kekerasan.


Valve bodies dan trim materials bisa jadi secara total berbeda, contohnya adalah pada
valve dimana body nya cast iron bisa saja memiliki trim stainless steel maupun bronze.
Kadang kala pada disk di lakukan electroplated atau lined atau di hardfacing untuk
menaikkan tingkat ketahanan korosinya.

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Figure 6 Selected Materials of Construction for Valves

4.

VALVES CATEGORIES
1. Stop (Isolation) Valves
Dilihat dari namanya STOP tentunya fungsi utamanya adalah untuk menghentikan
laju aliran fluida atau meng-isolasi pada suatu sistem pemipaan. Desain dasar dari
kebutuhan dari valve kategori ini adalah untuk memberikan minimum resisten aliran

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

pada saat posisi bukaan penuh dan membuat karakteristik untuk menjepit ketat saat
posisi tutpan penuh.
Gate, globe, ball, butterfly, plug dan diaphragm valves adalah jenis pipa yang di pilih
untuk kategori ini dan umum dipakai sebagai shutt-off service. Pemilihan jenis valve
ini mempertimbangkan beberapa parameter, antara lain :

Presure drop, Seat

Leakage, Fluid Properties, System leakage, actual requirements, initial cost dan
maintenance.
2. Regulating Valves
Valve kategorin ini digunakan sebagai pengaturan aliran pada suatu sistem
pemipaan, dimana efek dari pengendalian pengaturan.
Design khusus dari globe, needle, butterfly, ball, plug dan diaphragm valves memiliki
kriteria ini.
3. Backflow Prevention
Pada umumnya valve dipergunkan untuk menghindari terjadinya aliran balik. Tetapi
valve yang di disain bekerja sendiri untuk menutup ketika terjdi aliran balik dikenal
dengan check valve.
4. Presure Relief Device
Pressure-relief device digunakan untuk melindungi
piping dan equipment dari tekanan berlebih yang
muncul melebihi tekanan desiannya.

11

10

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Note :
1. Only angle-globe valves can be used for a
90-degree change in direction of flow.
2. Check valves (other than the stop-check
valves) stop flow only in one (reverse)
direction. Stopcheck
valves can be and are used as stop, block, or
isolation valves, in addition to being used as
a
check valve.
3. Some designs of ball-and-plug valves
(contact the valve manufacturer) are suitable
for throttling
service.
4. Multiport ball-and-plug valves are used for
changing the direction of flow and mixing

Figure 7 Berbagai jenis valve dan aplikasinya

5.

JENIS-JENIS VALVE
A.

GATE VALVES
Gate valve ini adalah jenis valve yang banyak dipergunakan sebagai isolation valves.
Penggunaanya umumnya adalah untuk bukaan penuh atau tutpan penuh.
Gate valve tidak digunakan untuk regulation atau throtling dari aliran dikarenakan
akurasi pengendaliannya terhadap aliran yang rendah.
Gate valve terdiri dari 3 komponen utama, yaitu : body, bonnet dan trim.
Body valve akan berhubunga dengan

sistem pemipaan bsa dengan flange end,

socket end, screwed end maupun welded connection.


Bonnet terdiri dari bagian-bagian yang bergerak yang menghubungkan dengan body
yang memungkinkan dilakukannya pembersihan maupun perawatan valve tsb.
Sedangkan trim terdiri dari stem, wedge/disk dan seat ring.

11

11

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

B.

GLOBE VALVES
Globe valve banyak digunakan sebagai isolation dan throtling service.
Figure 8 Angle globe valve dengan
screwed ends.

Figure 9 Typical globe valve dengan


flanged ends

11

12

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

C.

NEEDLE VALVES
Needle valve umumnya dipergunakan
untuk instrument, gauge dan meter line
service, karena memiliki tingkat
keakuratan yang lebih tinggi.

Figure 10

D.

Needle valve

CHECK VALVES
Check valve didesain untuk membuat arah aliran hanya satu arah saja dengan
minimum resistance dan mencegah terjadinya aliran balik dengan minimum
kebocoran.
Jenis dari check valve adalah : tee-pattern lift check, swing check, titling-disc check,
wye-pattern lift check and ball check.

11

13

Figure 11 lift check

Figure 12 swing check

Figure 14 wye-pattern

Figure 15 ball check

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

Figure 13 titling-disk

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Figure 16 Folding-disk check valve

E.

BALL VALVES
Ball valve adalah uarter-turn valve yang
banyak dipergunakan untuk service gas,
compressed

air

dan

liquid.

Penggunaannya juga kadangkala pada


slurry service dengan pertimbangan
khusus.

Figure 17 Ball valve dengna posisi tutup


Soft seated seperti nylon, delrin, synthetic rubbers, and fluorinated polymers di pakai
sebagai perapat dengan ketahanan yang baik
Dengan fluorinated polymer seats, ball valve dapat dipergunakan untuk temperatur
-270 ~ 260 oC, sedang bila menggunakan graphite seats penggunaannya mampu
hingga 538 oC.

Dengan metal backing seats, ball valve dapat dipergunakan pada

fire-safe service.

11

14

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

F.

PLUG VALVES
Plug valves juga dikenal sebagai COCKS
umumnya dipergunakan sama sebagaimana
gate valve tetapi dengan kecepatan operasi
shut-off yang lebih cepat.

Penggunaannya

pada service steam, water, oil, gas dan cairan


kimia service.
Plug valve tidak di disain untuk regulation of
flow.

Figure 18 Plug valve dengan lubricant system


G.

DIAPHRAGM VALVES
Semua diaphragm valve adalah bidirectional. Penggunaannya sebagai on-off dan
throlting valves.

Diaphragm valve memiliki keuntungan digunakan pada aliran

dengan tekanan yang rendah dibandingkan dengan jenis valve yang lain karena aliran
fluida akan smooth dan streamlined dengan pressure drop yang sangat rendah.
Cocok untuk dipergunakan sebagai moderate throtling.

Figure 19 Posisi open dan close


Ada 2 jenis Diaghpram Valve, yaitu :
Weir Bisa dipakai sebagai on/off juga throttling service
Straightway Hanya untuk on/off saja

11

15

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

H.

BUTTERFLY VALVES
Butterfly valve digunakan untuk mengendalikan dan mengatur atau throtle dari aliran
pada suatu sistem pemipaan. Karakteristiknya adalah beroperasi dengan cepat dan
memiliki pressure drop yang rendah.

Kebutuhan putaran bukaan/tutup hanya

seperempat putaran saja.


Butterfly di produksi untuk size mulai 1 hingga 200.

Produksinya juga bisa

flanged, wafer dan lug, atu single-flange type design.


Butterfly valve di buat dengan metal-to-metal seats, soft seats dan dengan fully lind
body and disk.
Butterfly cocok untuk alirantekanan rendah dan temperatur rendah.

Term high

performance butterfly valve adalah indikasi dari kemampuan butterfly valve untuk
service moderate hingga temperature tinggi.

11

16

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Figure 20 Flanged-end
Butterfly valve

11

17

Sistem Pemipaan
Ir. Teguh Pudji Hertanto, M.Sc, IPM

Figure 21 Wafer Butterfly


valve

Figure 22 Butterfly valve


welding end

Pusat Pengembangan Bahan Ajar


Universitas Mercu Buana