Anda di halaman 1dari 20

Geografi

Tugas Penelitian
Pencemaran Air di Sungai Ciliwung

Disusun Oleh
Anindira Shania Reliadi
Anisa Putri Mutiara
Fian Fadhil
Indah Novianti
Muhammad Rafi Rajabi
Rifda Nurizka Ramadhani
X IIS 2

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan
karunia-Nya, dapat menyelesaikan penulisan karya ilmiah dengan judul Pencemaran Air di
Sungai Ciliwung dengan baik dan lancar.
Maksud dan tujuan penulisan penelitian ini, untuk memenuhi tugas pelajaran
Geografi, disamping itu penulis juga memberikan informasi seputar pencemaran air,
khususnya di Sungai Ciliwung.
Dalam membuat makalah ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak. Maka
pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
membimbing dan membantu, khususnya kepada :
1. Orang tua penulis yang selalu memberi dukungan kepada penulis.
2. Ibu Dra. Hj Hasnati Ramli, M.Pd selaku kepala sekolah SMAN 87 yang selalu
memberikan motivasi kepada penulis.
3. Ibu Dra. Hj Yetti Husna selaku pembimbing materi yang telah membimbing
hingga makalah ini selesai.
4. Ibu Dra. Mariam Rosita Pepe selaku pembimbing teks tulisan dari karya ilmiah
ini.
5. Teman-teman satu kelompok yang saling bekerja sama dalam menulis karya
ilmiah ini.
Penulis menyadari bahwa di dalam makalah ini masih terdapat kekurangan, baik dari
segi materi maupun teknik penyajiannya. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
sangat di harapkan penulis agar dapat menyempurnakan karya ilmiah di masa yang akan
datang.

Jakarta, 18 Oktober 2015

LEMBAR PENGESAHAN
1

Nama : Anindira Shania Reliadi


Anisa Putri Mutiara
Fian Fadhil
Indah Novianti
Muhammad Rafi Rajabi
Rifda Nurizka Ramadhani
Kelas : X IIS 2
Judul : Pencemaran Air di Sungai Ciliwung
Telah Disahkan
Pembimbing Materi

Pembimbing Teknis Tulisan

Dra. Hj Yetti Husna


196201061991032002

Dra. Mariam Rosita Pepe


196111221989032002

Kepala SMAN 87 Jakarta

Dra. Hj Hasnati Ramli, M.Pd


19560118198402001

MOTTO
Untuk mendapatkan kesuksesan, keberanian harus lebih besar daripada
ketakutan.
Sabar dalam

mengatasi

kesulitan

dan

bertindak

bijaksana

dalam

mengatasinya adalah sesuatu yang utama.


Anda tidak akan mengetahui apa itu kesuksesan sebelum merasakan
kegagalan.
Jenius adalah 1 % inspirasi dan 99 % keringat. Tidak ada yang dapat
menggantikan kerja keras.
Cara terbaik untuk keluar dari suatu persoalan adalah memecahkannya.
Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok adalah harapan.
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi
bangkit kembali setiap kali kita jatuh.
i
ii
iii
iv
1
1
2
2
2
2
3

4
4
4
4
5
5
5
KATA PENGANTARi 6
7
7
3 8
9

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN.......ii
MOTTO....iii
DAFTAR ISI.iv
BAB 1 PENDAHULUAN.1
A.
B.
C.
D.
E.

LATAR BELAKANG...1
RUMUSAN MASALAH..2
TUJUAN PENULISAN........2
MANFAAT PENULISAN........2
HIPOTESIS...2

BAB 2 KAJIAN TEORI...3


BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN....4
A.
B.
C.
D.

LOKASI.....4
WAKTU.....4
POPULASI DAN SAMPEL.4
TEKNIK PENGAMATAN...........4

BAB 4 PEMBAHASAN....5
A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.

PENGERTIAN PENCEMARAN AIR.5


BAHAYA PENCEMARAN AIR..5
PENYEBAB PENCEMARAN AIR..6
AKIBAT PENCEMARAN AIR....7
SIFAT-SIFAT PENCEMARAN AIR...........7
MACAM-MACAM SUMBER PENCEMARAN AIR.8
USAHA UNTUK MENGATASI PENCEMARAN AIR.9

BAB 5 PENUTUP....10

10

A. KESIMPULAN....10
B. SARAN10 10
10

DAFTAR PUSTAKA..11
LAMPIRAN.....12

11
12

BIODATA PENULIS...14 14

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan air yang bersih untuk minum,
memasak, mandi, mencuci dan kepentingan lainnya. Air yang kita gunakan harus berstandar
3B yaitu tidak berwarna, tidak berbau dan tidak beracun. Tetapi banyak kita lihat air yang
berwarna keruh dan berbau sering kali bercampur dengan benda-benda sampah seperti
plastik, sampah organik, kaleng dan sebagainya. Pemandangan seperti ini sering kita jumpai
pada aliran sungai, selokan, maupun kolam- kolam. Air yang demikian disebut air kotor atau
air yang terpolusi. Air yang terpolusi mengandung zat-zat yang berbahaya yang dapat
menyebabkan dampak buruk dan merugikan kita bila di konsumsi.
Pencemaran air merupakan masalah global utama yang membutuhkan evaluasi dan
revisi kebijakan sumber daya air pada semua tingkat (dari tingkat internasional hingga
sumber air pribadi dan sumur). Telah dikatakan bahwa pousi air adalah penyebab terkemuka
di dunia untuk kematian dan penyakit, dan tercatat atas kematian lebih dari 14.000 orang
setiap harinya. Diperkirakan 700 juta orang India tidak memiliki akses ke toilet, dan 1.000
anak-anak India meninggal karena penyakit diare setiap hari. Sekitar 90% dari kota-kota Cina
menderita polusi air hingga tingkatan tertentu, dan hampir 500 juta orang tidak memiliki
akses terhadap air minum yang aman. Ditambah lagi selain polusi air merupakan masalah
akut di negara berkembang, negara-negara industri/maju masih berjuang dengan masalah
polusi juga. Dalam laporan nasional yang paling baru pada kualitas air di Amerika Serikat, 45
persen dari mil sungai dinilai, 47 persen dari danau hektar dinilai, dan 32 persen dari teluk
dinilai dan muara mil persegi diklasifikasikan sebagai tercemar.
Air biasanya disebut tercemar ketika terganggu oleh kontaminan antropogenik dan
ketika tidak bisa mendukung kehidupan manusia, seperti air minum, dan/atau mengalami
pergeseran ditandai dalam kemampuannya untuk mendukung komunitas penyusun biotik,
seperti ikan. Fenomena alam seperti gunung berapi, algae blooms, badai, dan gempa bumi
juga menyebabkan perubahan besar dalam kualitas air dan status ekologi air.

I.2 Rumusan Masalah

Apa pengertian polusi air?


Apa yang menyebabkan terjadinya pencemaran air?
Mengapa bisa terjadi pencemaran air?
Bahaya apa saja yang ditimbulkan oleh air yang tercemar?
Apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengatasi pencemaran air?
Dimana saja bisa terjadi pencemaran air?
Siapa saja yang akan terkena dampak dari air yang berpolutan?
Apakah tingkat polusi dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat sekitar?
I.3 Tujuan Penulisan

Agar manusia mengetahui apa itu polusi air.


Agar dapat membedakan air yang bersih dan air yang sudah tercemar
Dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan air yang bersih dan yang terpolusi.
Dapat mengetahui kandungan air yang terpolusi
Agar manusia lebih dapat memahami penyebab terjadinya pencemaran air.
Agar dapat mengetahui akibat yang ditimbulkan dari adanya air yang berpolutan.
Dapat mengetahui dimana saja air dapat tercemar.
Dapat mengatasi serta mencegah saat/sebelum terjadinya polusi air

I.4 Manfaat penelitian


o Untuk pembaca, mendapatkan informasi mengenai pencemaran air di
Jakarta, tepatnya di Ciliwung
o Untuk penulis, menambah pengalaman dalam mencari informasi dan
meneliti
I.5 Hipotesis

Diduga pencemaran air tersebut banyak disebabkan oleh sampah yang

dibuang sembarangan oleh masyarakat setempat.


Pabrik-pabrik yang membuang limbah tanpa diolah atau diproses terlebh
dahulu seperti pabrik sabun dan tekstil.

BAB II
KAJIAN TEORI

Pencemaran air menurut surat Keputusan Mentri Negara Kependudukan dan Lingkungan
Hidup Nomor: KEP-02/MENKLH/1/1988 Tentang Penetapan Baku Mutu Lingkungan
adalah: masuk atau dimasukkan makhluk hidup, zat,energi, dan atau komponen lain ke dalam
air dan atau berubahnya tatanan air oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam, sehingga
kualitas air turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan air menjadi atau sudah tidak
berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (pasal 1).
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air
seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia.
Michael (1990) mendefinisikan pencemaran air adalah penyimpangan sifat-sifat air dari
keadaan normal, bukan dari kemurniannya. Pencemaran air oleh cairan ini berupa zat-zat
racun, bahan-bahan yang mengendap atau deoksigenasi

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III.1 Lokasi
Lokasi penelitian berada di Sungai Ciliwung. Tepatnya, kami mewawancarai
narasumber di daerah Tebet.
III.2 Waktu
Wawancara dilakukan pada Rabu, 14 Oktober 2015.
III.3 Populasi dan Sampel
Populasi
Populasi merupakan sekelompok manusia, binatang, benda, atau keadaan dengan
kriteria tertentu yang ditetapkan peneliti sebagai subjek penelitian dan menjadi target
kesimpulan dari hasil suatu penelitian, sedangkan populasi pada penelitian ini adalah
pencemaran air di daerah Sungai Ciliwung.
Sampel
Sampel adalah contoh yang diambil dari sebagian penelitian yang dapat mewakili
populasi dan dalam penelitian ini subjek penelitian berupa sampel yaitu penduduk disekitar
Sungai Ciliwung yang berada di daerah Tebet.
III.4 Teknik Pengamatan
Teknik pengamatan yang digunakan untuk menyusun karya ilmiah ini adalah
dilakukan dengan teknik wawancara.

BAB IV
PEMBAHASAN
4

IV.1 Pengertian Pencemaran air


Salah satu dampak negatif dari kemajuan ilmu dan teknologi yang tidak digunakan
dengan benar adalah terjadinya polusi. Polusi adalah peristiwa masuknya zat, unsur, zat atau
komponen lain yang merugikan ke dalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses
alami. Segala sesuatu yang menyebabkan polusi disebut polutan.
Suatu benda dapat dikatakan polutan bila kadarnya melebihi batas normal, berada
pada tempat dan waktu yang tidak tepat. Polutan dapat berupa suara, panas, radiasi, debu,
bahan kimia, zat- zat yang dihasilkan makhluk hidup dan sebagainya. Adanya polutan dalam
jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan lingkungan tidak dapat mengadakan
pembersihan sendiri (regenerasi). Oleh karena itu, polusi terhadap lingkungan perlu dideteksi
secara dini dan ditangani segera.
Polusi air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsure atau komponen lainnya ke
dalam air, sehingga kualitas air terganggu yang ditandai dengan perubahan warna, baud an
rasa. Beberapa contoh polutan antara lain: Fosfat yang berasal dari penggunaan pupuk buatan
dan detergen, Poliklorin Bifenil (PCB) senyawa ini berasal dari pemanfaatan bahan- bahan
peluma dan plastic, Minyak dan Hidrokarbon dapat berasal dari kebocoran pada roda dan
kapal pengangkut minyak, logam- logam berat berasal dari industri bahan kimia dan bensin,
Limbah Pertanian berasal dari kotoran hewana dan tempat penyimpanan makanan ternak,
Kotoran Manusia berasal dari saluran pembuangan tinja manusia.
IV.2 Bahaya Pencemaran Air
Bibit- bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat
merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk penguraiannya. Jika O2 kurang,
penguraiannya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk.
Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon,
tetraklorida,

karbon

dan

lain-

lain

dapat

merusak

organ

tubuh

manusia

atau

dapatmenyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk ke laut.
Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut
muara. Bahan- bahan yang berbahaya masuk ke laut atau samudera mempunyai akibat jangka
panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang- kerangan yang mungin mengandung
zat- zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tercemar oleh yang asalnya mungkin
5

dari pemukiman, pabrik, melalui sungai, atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat
mematikan burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh efek keracunan dapat dilihat di
Jepang. Merkuri yang dibuang oleh sebuah industri ke teluk minamata terakumulasi di
jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Banyak akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, diantaranya:
1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air
3. Pendangkalan dasar perairan
4. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
5. Dalam jangka panjang mengakibatkan kanker dan kelahiran cacat
6. Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit,
juga membunuh serangga dan makhluk yang berguna terutama predator
7. Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan bahkan burung
8. Dapat mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukemia
IV.3 Penyebab Pencemaran Air
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang
berbeda-beda.
Sampah organik seperti air comberan menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air
yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah
terhadap seluruh ekosistem.
Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat,
toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal,
terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen
dalam air.
Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum.

IV.4 Akibat Pencemaran Air


Akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, antara lain:
1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen (O2)
2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air.
3. Pendangkalan dasar perairan
4. Dalam jangka panjang adalah kanker dan kelahiran cacat
5. Akibat penggunaan pastisida yang berlebihan sesuai selain membunuh hama dan penyakit,
juga membunuh serangga dan maskhluk berguna terutama predator
6. Kematian biota kuno, seperti: plankton dan lainnya bahkan burung
7. Mutasi sel, kanker, dan leukemia
8. Dapat menyebabkan banjir
9. Kekurangan sumber air bersih untuk mencuci, mandi, memasak
10. Merusak ekosistem sungai
IV.5 Sifat-sifat Pencemaran Air
Untuk mengetahui terpolusinya air dapat diamati dengan terjadinya perubahan-perubahan
antara lain :
1. Nilai pH, keasaman dan alkalinitas pH normal air adalah 6-8 pH. Bila terlalu rendah, maka
dapat menyebabkan korosif.
2. Warna, bau dan rasa
Warna
Air yang terpolusi biasanya berbeda dengan warna normalnya (jernih dan bening).
Bau
Biasanya tergantung pada sumber air, dapat disebabkan oleh bahan kimia, tumbuhan dan
hewan air baik yang hidup maupun mati (seperti bau amis dan busuk).
Rasa
Air normal tidak mempunyai rasa, kecuali rasa asin pada air laut.
4.

Jumlah kandungan oksigen dalam air.

5.

Pencemaran mikroorganisme pathogen.

6.

Kandungan minyak.

7.

Kandungan logam berat.

8.

Kandungan bahan radio aktif.

IV.6 Macam-macam Sumber Pencemaran Air


Macam-macam sumber air yang berpolusi, antara lain:
7

Limbah industri
Pertanian
Rumah rangga

Ada beberapa tipe polutan yang mana dapat merusak perairan, yaitu:

Mengandung bibit penyakit


Butuh banyak O2 (Oksigen) untuk penguraiannya (sehingga kekurangan O2 saat proses

penguraian)
Bahan-bahan kimia organik dari industri
Limbah pupuk pertanian
Bahan-bahan yang tidak sedimen (endapan)
Bahan-bahan yang mengandung radioaktif dan panas
Sumber pencemaran air antara lain sampah masyarakat, limbah industri, limbah

pertanian dan limah rumah tangga. Ada beberapa tipe polutan yang dapat merusak perairan yaitu;
bahan- bahan yang mengandung bibit penyakit, bahan- bahan yang banyak membutuhakan
oksigen untuk penguraiannya, bahan- bhan kimia organic dari industri atau limbah pupuk
pertanian, bahan- bahan yang tidak sediment, bahan- bahan yang mengandung radioaktif dan
panas.
Pembuangan sampah dapat mengakibatkan kadar O2 terlarut dalam air semakin
berkurang karena sebagian besar dipergunakan oleh bakteri pembusuk. Pembuangan sampah
organic maupun anorganik yang dibuang kesungai terus- menerus, selain menemari air, terutama
di musim hujan akan mengakibatkan banjir.
Air adalah unsur alam yang penting bagi mahluk hidup dengan sifat mengalir dan meresap.
Apabila jalur aliran- alirannya tersumbat akan mengakibatkan banjir. Polusi air terjadi
karena kurangnya rasa disiplian masyarakat, misalnya dalam kebersihan lingkungan dan
membuang sampah sembarangan. Musibah banjir terbagi menjadi dua macam yaitu banjir
banding ( besar) dan banjir genangan.
1. Banjir bandang terjadi akibat air meluap dari jaur-jalur aliran (sungai) dengan volume air
yang besar.
2. Banjir genangan terjadi tergenangnya air hujan disuatu daerah yang saluran air dan daya
seraonya terbatas.
IV.7 Usaha untuk Mencegah dan Mengatasi Pencemaran Air
Pengenceran dan penguraian polutan air tanah sulit sekali karena airnya tidak
mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai yang aerob, jadi air tanah yang tercemar akan

tetap tercemar dalam waktu yang lama, walau tidak ada bahan pencemaran yang masuk. Oleh
karena itu banyak usaha untuk menjaga agar tanah tetap bersih, misalnya:
1. Menempatkan daerah industri atau pabrik jauh dari daerah pemukiman atau perumahan
2. Pembuangan limbah industri diatur sehinga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem
3. Pengawasan terhadap penggunaan jenis- jenis pestisida dan zat zat kimia lain yang dapat
menimbulkan pencemaran
4. Memperluas gerakan penghijauan
5. Tindakan tegas terhadap perilaku pencemaran lingkungan
6. Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia
lebih mencintai lingkungannya
7. Melakukan intensifikasi pertanian

BAB V
PENUTUP

V.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa:
1. Polusi air adalah pristiwa masuknya zat, energi, unsur atau komponen- komponen
lain ke dalam air sehingga kualitas air terggangu.
2. Sumber polusi air antara lain limbah rumah tangga, sampah masyarakat, limbah
pertanian, limbah industri dan sebagianya.
3. Akibat yang ditimbulkan dari polusi air adalah banjir, merusak system organ
manusia,menimbulkan berbagai bibit penyakit, kanker, kelahiran bayi cacat dan lainlain.

V.2 Saran
Saran yang penulis sampaikan adalah sebagai berikut:
Sebaiknya kita harus berhati- hati dalam menggunakan air karena air itu ada yang terpolusi
dan ada yang tidak.
Jagalah air di lingkungan rumah dan sekitar agar tetap bersih dan terhindar dari pencemaran
air.
Jangan membuang sampah ke sungai atau kolam, buanglah sampah pada tempatnya agar
tidak terjadi pencemaran air.

DAFTAR PUSTAKA
http: //www.google.com
Djambur. W. Sukarno. 1993. Biologi 1 untuk Sekolah Menengan Umum. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, pusat perbukuan.
10

Michael, P., 1990, Metode Ekologi untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium, UI,
Jakarta.

LAMPIRAN

11

12

BIODATA PENULIS
13

NAMA

: ANINDIRA SHANIA RELIADI

TTL

: TANGERANG,11 APRIL 2000

SMP

: MADRASAH PEMBANGUNAN

NAMA

: ANISA PUTRI MUTIARA

TTL

: JAKARTA, 19 SEPTEMBER 2000

SMP

: SMPI HARAPAN IBU

NAMA

: FIAN FADHIL

TTL

SMP

: SMPI HARAPAN IBU

14

NAMA : INDAH NOVIANTI


TTL

: CILEGON, 28 NOVEMBER 1999

SMP : SMPI HARAPAN IBU

NAMA : M. RAFI RAJABI GAOL


TTL

: JAKARTA, 4 OKTOBER 2000

SMP : SMPN 31 JAKARTA

NAMA : RIFDA NURIZKA RAMADHANI


TTL : CILACAP, 20 DESEMBER 1999
SMP : SMPI AL-AZHAR 3 BINTARO

15