Anda di halaman 1dari 27

KALORIMETER DAN KAPASITAS KALOR JENIS

I. TUJUAN
Mempelajari cara kerja kalorimeter
Menentukan harga air kalorimeter
Menentukan kalor lebur es
Menentukan kalor jenis berbagai logam
II. DASAR TEORI
Kita sering mendengar istilah kalorimeter pada kehidupan sehari-hari.
Penting bagi kita sebagai mahasiswa untuk untuk mendefinisikan kalor dengan
jelas, dan menjelaskan fenomena-fenomen yang berhubungan dengan kalor.
Satuan dari kalor adalah kalori (kal) yang sampai saat ini masih dipakai.
Satuan kalori ini didefinisikan sebagai kalor yang dibutuhkan untuk menaikan
temperatur 1 gram air sebesar 10C (derajat celcius). Dalam setiap percobaan atau
dalam suatu perhitungan yang berhubungan tentang kalor satuan yang paling
sering digunakan adalah kilokalori. 1 kkal didefinisikan sebagai kaor yang
dibutuhkan untuk menaikan temperatur 1 kg air sebesar 10C. Di dalam sistem
satuan British, kalor diukur dalam satuan thermal british (British thermal unit /
Btu). Satu Btu didefinisikan sebagai kalor yang diperlukan untuk menaikan
temperatur air 1 lb sebesar 10F. Satu Btu setara dengan 0,252 kkal dan setara pula
dengan 1055 Joule.
Ukuran atau derajat panas dinginnya suatu benda di sebut dengan suhu.
Benda yang panas memiliki suhu yang panas sedangkan benda yang dingin
memiliki suhuyg rendah. Ketika memanaskan atau mendinginkan suatu benda
atau zat samapai pada suhu tertentu, beberapa sifat fisik benda tersebut berubah.
Sifat-sifat benda yang bisa berubah akibat adanya perubahan suhu disebut sifat
termometrik. Sifat termometrik suatu zat dapat dimanfaatkan sebagai alat
pengukur suhu atau yang biasa kita kenal dengan termometer. Termometer adalah
alat yang digunakan untuk mengukur suhu benda. Berbagai jenis termometer
dibuat berdasarkan beberapa sifat termometrik zat seperti pemuaian zat padat,
pemuaian zat cair, pemuaian gas, tekanan zat cair, tekanan udara, renggangan zat

padat, hambatan terhadap arus listrik, dan intensitas cahaya. Ada beberapa jenis
termometer yaitu termometer bimetal, termometer hambatan, termokopel,
termometer gas, dan pyrometer. Untuk menyatakan suhu suatu benda dengan
bilangan termometer, maka pada termometer harus terdapat skala. Skala suhu
pada termometer dapat dibuat dengan cara menetapkan dua buah suhu tertentu.
Keduanya harus memeuhi syarat yaitu tidak berubah-ubah nilainya dan mudah
diadakan kapan saja dan di mana saja.oleh karena itu kedua suhu tersebut disebut
sebagai titik tetap atas dan titik tetap bawah. Skala yang paling sering digunakan
dalam mengukur shu adalah skala Celcius, Skala Kelvin, skala Reamur, dan skala
Fahrenheit.
Ilmu yang mempelajarai tentang suhu, kalor, dan perubahan-perubahan
yang terjadi akibat perubahan suhu dan kalor disebut dengan termodinamika.
Adapun dasar daripada termometri, yaitu pengukuran suhu, adalah hukum
termodinamika ke Nol, yang menyatakan bahwa dua buah benda yang masingmasing dalam keadaan setimbang termis dengan benda ketiga , adalah dalam
setimbang termis satu sama lain. Yang dimaksud stimbang termis adalah tidak
terjadinya perubahan keadaan fisis bilamana disinggungkanatau disentuhkan atau
ditempelkan satu sama lain. Dengan menyatakan kesetimbangan termis sebagai
kenaikan suhu, hukum termodinamika ke Nol tidak lain menyatakan bahwa dua
buah benda yang suhunya sama dengan benda ketiga, suhunya adalah sama satu
sama lain, sehingga jika benda ketiga itu termometer, maka agar terpercaya dua
buah benda yang suhunya sama harus terbukti sama oleh termometer.
Dari beberapa percobaan yang dilakukan oleh para ahli yang terdahulu
didapat kesimpulan, besarnya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu suatu
zat sebanding dengan massa zat tersebut dan kenaikan suhu zat tersebut. Jika
besarnya kalor yang dibutuhkan suatu zat yang bermassa m untuk menaikan suhu

T sebesar Q, maka :
Q

m T

Selain massa dan kenaikan suhu, jumla kalor yang dibutuhkan benda
tergantung dari jenis zat yang dipanaskan. Untuk membedakan jenis zat dikenal
apa yang dinamakan dengan kalor jenis dan disimbolkan dengan c. Sehingga
persamaan di atas dapat dirumuskan :

Q = m c T atau c

Q
m T

Keterangan :
Q = kalor yang diserap atau dilepaskan, dalam satuan J atau kalori.
m = massa zat, satuannya kg atau gr.
T = perubahan suhu, satuannya K atau 0C
c = kalor jenis, satuannya J/kg.K atau kal/g.0C
Sehingga satuan kalor jenis sama dengan satuan kalor di bagi satuan massa
kali satuan suhu. Oleh karena itu, kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai
banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikkan atau melepaskan suhu tiap
satu kilogram massa suatu zat sebesar 10C atau satu Kelvin.
Banyaknya kalor yang diperlukan untuk menaikan suhu yang sama dari
benda yang berbeda pada umumnya besarnya tidak sama. Perbandingan
banyaknya kalor yang diberikan terhadap kenaikkan suhu benda dinamakan
kapasitas kalor atau kapsitas panas. Kapasitas kalor suatu benda adalah
kemampuan suatu benda untuk menerima atau melepaskan kalor, untuk
menaikkan atau menurunkan suhu benda sebesar 10C atau 1 K. jadi, jika kalor
yang dibutuhkan sebesar Q untuk menaikkan suhu benda sebesar T , maka
kapasitas kalor ( C ) benda tersebut dapat dirumuskan :
C =

Q
atau Q = C T
T

Keterangan :
Q = kalor yang diserap atau dilepaskan, satuannya joule atau kalori
T = perubahan suhu, satuannya K atau 0C
C = Kapasitas kalor, dalam satuan J/K atau kal/0C
Berdasarka persamaan di atas, maka kapasitas kalor dapat dirumuskan
juga: C = m c
c adalah kalor jenis suatu benda.
Kalorimeter adalah suatu alat untuk mengukur kalor. Kalorimeter yang
menggunakan teknik pencampuran dua zat di dalam suatu wadah, umumnya
digunakan untuk menentukan kalor jenis suatu zat. Beberapa jenis kalorimeter
yang sering dipakai antara lain kalorimeter aluminium, kalorimeter elektrik,
kalorimeter gas, kalorimeter bom. Untuk menentukan kalor jenis suatu zat dengan
kalorimeter, kita gunakan hukum kekekalan energi pada pertukanan kalor yang
pertama kali diukur oleh Joseph Black, seorang ilmuan Inggris. Oleh karena itu

hukum kekelan energi pada pertukaran kalor disebut dengan asas Black. Bunyi
asas Black adalah banyaknya kalor yang diberikan sama dengan banyaknya kalor
yang diterima. Dinyatakan dengan persamaan sebagai berikut: Qdilepas = Qditerima
Apabila

dua

buah

benda

yang

suhunya

berbeda

dipertemukan

(dicampurkan), benda yang bersuhu tinggi akan memberikan kalor kepada benda
yang suhunya rendah. Pada akhir pencampuran, suhu kedua benda menjadi sama.
Berdasarkan hal tersebut jika kalor jenis satu zat diketahui maka kalor jenis zat
yang lain dapat dengan menggunakan rumus kekekalan energi pada pertukaran
kalor (Asas Black).
Banyaknya kalor yang dlepaskan oleh suatu benda dengan massa m1 dan
kapasitas kalor jenis zat c1 adalah :
Q1 m1 c1 t1 t s

..(1)

sebanding dengan banyaknya kalor yang diserap oleh air dengan dengan
massa m2 :

Q 2 m 2 c 2 t s 2

(2)

ts adalah suhu setimbang setelah terjadinya pencampuran.


Bila kapasita kalor jenis air c2 diketahu, suhu t1 sama dengan suhu uap,
kapasitas kalor jenis c1 dapat dihitung dengan mengukur besaran t2, ts, dan m2 :

c1 c 2

m2 t s t 2
m1 t1 t s

(3)

Tabung kalorimeter juga menyerap panas yang dilepaskan oleh zat yang
bersuhu tinggi. Untuk itu, kapasitas kalor kalorimeter :
ck = c2 . NA
NA adalah nilai air kalorimeter sehingga kuantitas kalor yang diserap dari
persamaan (2) dapat ditulis sebagai :
Q 2 m 2 N A c 2 t s t 2
dan persamaan (3) menjadi :

c1 c K

N A ts t2

m1 t1 t s

Gambar 1
Pelepasan Kalor oleh Butiran Logam dan Penerimaan Panas oleh Air
III.

ALAT DAN BAHAN

Peralatan yang digunakan dalam percobaan ini adalah :


1) 1 Kalorimeter
2) 1 Butiran tembaga
3) 2 Termometer- 10~100C
4) 1 Steam generator
5) 1 Pemanas
6) 1 Beker glass
7) 1 Statif
8) 1 Timbangan

Susunan peralatan untuk menentukan :

a. Kalor lebur es dan


b. Kapasitas jenis Panas Logam
IV. CARA KERJA
A. Pengukuran Harga Air Kalorimeter
1. Kalorimeter kosong dan pengaduknya ditimbang
2. Massa air setelah kalorimeter diisi kira-kira bagian dicatat
3. Kalorimeter yang berisi air dimasukkan ke dalam selubung luarnya
4. Air mendidih ditambahkan sampai kira-kira bagian (catat suhu air
mendidih)
5. Suhu kesetimbangan dicatat
6. Kalorimter ditimbang kembali
B. Pengukuran Kalor Lebur Es
1. Timbang kalorimeter kosong dan pengaduk ditimbang
2. Kalorimeter diisi dengan air bagian, kemudian timbang lagi
3. Kalorimeter dimasukkan ke dalam selubung luarnya dan catat suhu
kalorimeter mula-mula
4. Potongan es dimasukkan ke dalam kalorimeter kemudian tutup serta
aduk!
5. Suhu kesetimbangan dicatat
6. Kalorimter ditimbang kembali
C. Pengukuran Kapasitas Kalor Jenis Logam
1. Keping-keping logam yang telah ditimbang dimasukan ke dalam
rongga busen dan panaskan
2. Kalorimeter serta pengaduknya ditimbang
3. Kalorimeter serta pengaduknya ditimbang setelah diisi air kira-kira
3

/5 bagian

4. Kalorimeter dimasukkan ke dalam selubung luarnya dan catat


suhunya
5. Suhu Keping-kepig logam dicatat.
6. Keping-keping logam tadi dimasukkan ke dalam kalorimeter dan
catat suhu setimbangnya
7. Langkah 1 s/d 6 diulangi untuk logam yang lain
6

V. DATA PENGAMATAN
A.PENGUKURAN HARGA AIR KALORIMETER
No

Massa

Massa

kalorimeter

kalorimeter

kosong

air, Suhu air awal


,dan

Suhu

air

mendidih

dan pengaduknya

pengaduknya
I

62,5 gram

163 gram

30C

65C

II

63,1 gram

162 gram

28C

67C

III

63,6 gram

163,4 gram

29C

66C

IV

63,5 gram

162,5 gram

30C

67C

63,5 gram

163 gram

29C

66C

Massa kalorimeter dan Suhu

Massa

kalorimeter

bagian air

kesetimbangan

kesemtibangan (gr)

235,5 gram

43C

352,4

235 gram

41C

352,2

236 gram

40C

352,1

235 gram

40C

352

235,5 gram

40C

351,9

B. PENGUKURAN KALOR LEBUR ES


NO

Massa kalorimeter Massa kalorimeter dan Suhu awal es


kosong

dan bagian air

pengaduknya
I

62,5 gram

163 gram

0,4C

II

63,1 gram

162 gram

0,5C

III

63,6 gram

163,4 gram

0,4C

IV

63,5 gram

162,5 gram

0,4C

63,5 gram

163 gram

0,5C

Massa kalorimeter dan Suhu kesetimbangan

Massa

1/2 bagian air

kesetimbangan (gr)

190,4 gram

25C

235,5 gram

191 gram

25C

235 gram

192 gram

25C

236 gram

192 gram

26C

235 gram

190 gram

26C

235,5 gram

kalorimeter

C.PENGUKURAN KAPASITAS KALOR JENIS LOGAM


NO.

Massa

Massa

Massa

Keping

kalorimeter

Kalorimeter

Logam

dan

dengan

pengaduknya

Air

3 gram

62,5 gram

235,5 gram

II

3 gram

63,1 gram

235 gram

III

3,2 gram

63,6 gram

236 gram

IV

3,5 gram

63,5 gram

235 gram

3,2 gram

63,5 gram

235,5 gram

Suhu awal air

Suhu keeping logam saat dipanaskan

Suhu Setimbang

26

43

32C

26

44

33C

26

44

32,5C

26

45

32,5C

26

45

32C

VI. PERHITUNGAN
Percobaan I ( Pengukuran Harga Air Kalorimeter )
massa rata rata kalorimeter + pengaduk
gram
massa rata rata kalorimeter + air mula -mula
gram
massa rata rata kalorimeter + air mendidih
mk 3

235,5 235 236 235 235,5 1177

235,4 gram
5
5

Massa Rata Rata Air


mair mk air mk
m air 235,5 62,5

m air 173 gram

Dengan cara yang sama:


Penimbangan

m k air (gram)

m k (gram)

m air (gram)

235,5

62,5

173

235

63,1

171,9

236

63,6

172,4

235

63,5

171,5

235,5

63,5

172

ke-

mair

173 171,9 172,4 171,5 172


860,8
gram
gram 172,16 gram
5
5

Massa Rata Rata Air Mendidih


m am m akhir mm air

mam 352,4 235,5


m air 116,9 gram

Dengan cara yang sama:


Penimbangan

makhir (gram)

m k air (gram)

m am (gram)

352,4

235,5

116,9

352,2

235

117,2

352,1

236

116,1

352

235

117

351,9

235,5

116,4

ke-

mam

116,9 117 ,2 116,1 117 116,4


583,6
gram
gram 116,72 gram
5
5

Suhu Rata Rata Air


T1

30 28 29 30 29
146
C
C 29,2C
5
5

Suhu Rata Rata Air Mendidih ( T2 )


T2 =

65 67 66 67 66
331
C
C 66,2C
5
5

10

Suhu Setimbang Rata Rata ( Ts )


( Ts ) =

43 41 40 40 40
204
C
C 40,8C
5
5

Menghitung Harga Air Kalorimeter


Qair Qk Qam
m air .c air .t1 m k .c k .t1 m am. c air .t 2

1 kal/g C . (43-30) C + 63,24 g. c k . (43-30) C =

172,16 gram .

116,72 gram. 1 kal/g C. (65-43) C


2238,08 kal + 822,12 c k kal = 2567,84 kal
ck

2567,84 2238,08 kal


g C
822,12

c k 0,401 kal

g C

Harga air kalorimeter

N A 0,401kal

kal
x
g C 63,24 gram = 25,36
C

Percobaan II ( Pengukuran Kalor Lebur Es )


massa rata rata kalorimeter + pengaduk
gram
Massa Rata Rata Air
mair mk air mk

mair 235,5 62,5


mair 173 gram

Dengan cara yang sama:


Penimbangan

m k air (gram)

m k (gram)

m air (gram)

235,5

62,5

173

235

63,1

171,9

236

63,6

172,4

ke-

11

235

63,5

171,5

235,5

63,5

172

mair

173 171,9 172,4 171,5 172


860,8
gram
gram 172,16 gram
5
5

Suhu Rata Rata awal kalorimeter


Tair

0,4 0,5 0,4 0,4 0,5


2,2
C
C 0,44C
5
5

Suhu Setimbang Rata Rata ( Ts )


( Ts ) =

25 25 25 26 26
127
C
C 25,4C
5
5

Massa rata-rata es ( m es )
m es

27,4 29 28,6 29,5 27 141,5

28,3 gram
5
5

Kalor lebur es
Qair Qk Qes
m air .c air .t1 mk .c k .t1 mes. Les

172,16 gram .

1 kal/g C . (0,4-25) C + 63,24 g.0,401 kal g C . (0,4-

25) C = 28,3 gram. Les


Les

( 4235,136 ( 623,837) kal


g C
28,3

Les 171,695 kal

g C

Percobaan III ( Pengukuran Kapasitas Kalor Jenis Logam )


massa rata rata kalorimeter + pengaduk
gram
Massa Rata Rata Air dalam kalorimeter
mair mk air mk

mair 235,5 62,5


mair 173 gram

12

Dengan cara yang sama:


Penimbangan

m k air (gram)

m k (gram)

m air (gram)

235,5

62,5

173

235

63,1

171,9

236

63,6

172,4

235

63,5

171,5

235,5

63,5

172

ke-

mair

173 171,9 172,4 171,5 172


860,8
gram
gram 172,16 gram
5
5

massa rata rata tembaga (mt )


gram
Suhu Rata Rata awal kalorimeter
Tair

26 26 26 26 26
130
C
C 26C
5
5

Suhu Setimbang Rata Rata ( Ts )


( Ts ) =

32 33 32,5 32,5 32
162
C
C 32,4C
5
5

Suhu Rata Rata keping logam ( Tt )


( Tt ) =

43 44 44 45 45
221
C
C 44,2C
5
5

Harga kalor jenis log


Qterima Qlepas

Qair k Qt
(m air N A ).c air .t1 mt . ct . t 2

( 172,16 gram +25,36 kal g ) .

kal

g C.(32 26)C 3,18 gram.ct .

1185,12 kal = 34,98 g C.c

(43 32)

13

ct

1185,12 kal
g C
34,98

ct 33,88 kal

g C

VII. RALAT KERAGUAN


A. Data pada penentuan harga air kalorimeter
Ralat massa rata rata kalorimeter + selubung luar + pengaduk

m k (gr)

NO

( mk ) (gr)

( mk - mk )
gr

( m k - mk ) gr

62,5

-0,74

0,5476

63,1

-0,14

0,0196

63,6

0,36

0,1296

63,5

0,26

0,0676

63,5

0,26

0,0676

63,24

( mk - mk )

mk

0,832

(m k mk ) 2

n(n 1)

0,832
0,204 gr
20

m m 63,24 0,204

mk

0,204

x100% =
x100% = 0,3 %
Ralat Nisbi : =

63
,
24
m

Kebenaran praktikum = 100%-0,3% = 99,97 %

Ralat massa rata rata kalorimeter + air mula -mula

NO

ma (gr )

( ma ) (gr)

( m a - ma ) gr ( m a - ma ) gr

163

162,78

0.22

0.0484

162

-0.78

0.6084

14

163,4

-0.62

0.3844

162,5

-0.28

0.0784

163

0.22

0.0484

( ma - ma )
ma

1,168
( m a m a ) 2

n( n 1)

1,168
0,24 gr
20

m a m a 162,78 1,16

ma

0,24

x100% =
x100% = 0,1 %
Ralat Nisbi : =

162
,
78
m

Kebenaran praktikum = 100%-0,1% = 99,99 %

Ralat massa rata rata kalorimeter + air mendidih

( mam - mam )

( mam - mam )

gr

gr

235,5

0,1

0,01

235

-0,4

0,16

236

0,6

0,36

235

-0,4

0,16

235,5

0,1

0,01

NO

m am (gr)

( m am ) (gr)

235,4

( mam - mam )

0,7

mam

( mam mam ) 2

n( n 1)

0,7
0,19 gr
20

m am mam 235,4 0,19

mam

0,19

x100% =
x100% = 0,08 %
Ralat Nisbi : =

235,4
mam
Kebenaran praktikum = 100%-0,08% = 99,92 %

15

Ralat temperatur

NO

T0

( T0 0
0

30oC

0,8

0,64

28oC

-1,2

1,44

29oC

-0,2

0,04

30oC

0,8

0,64

29oC

-0,2

0,04

29,2

2,8

Suhu air mula mula (T1)


T0

(T0 T0 ) 2

n(n 1)

2,8
0,14 gr
20

T0 T 0 29,2 0,14

16

T0

0,14

x100% =
x100% = 0, 48 %
Ralat Nisbi : =

29,2
T0
Kebenaran praktikum = 100%-0, 48% = 99,52 %

Suhu air mendidih (T2)

NO

(T am -

T am

(T am -

am

65 oC

-1,2

1,44

67 oC

0,8

0,64

66 oC

-0,2

0,04

67 oC

0,8

0,64

66 oC

-0,2

0,04

(T am -

am

Tam

am

am

66,2

2,8

(Tam Tam ) 2

n( n 1)

2,8
0,14 gr
20

Tam Tam 66,2 0,14

Tam

0,14

x100% =
x100% = 0,2 %
Ralat Nisbi : =

66,2
Tam
Kebenaran praktikum = 100%-0,2% = 99,8 %

Suhu setimbang(Ts)

NO

Ts

(T s -

(T s -

)
1

43 oC

2
3

40,8

2,2

4,84

41 oC

0,2

0,04

40oC

-0,8

0,64

17

40oC

-0,8

0,64

40oC

-0,8

0,64

(T s -

6,8

(Ts Ts ) 2

n(n 1)

Ts

6,8
0,58 gr
20

Ts Ts 40,8 0,58

Ts

0,58

x100% =
x100% = 1,4 %
Ralat Nisbi : =

40,8
Ts
Kebenaran praktikum = 100%-1,4% = 98,6 %

B.

Data pada penentuan kalor lebur es


Ralat massa rata rata kalorimeter + air mula -mula
NO

163

0.22

0.0484

162

-0.78

0.6084

163,4

-0.62

0.3844

162,5

-0.28

0.0784

163

0.22

0.0484

162,78

1,168

( m m)

m =
=

n n 1

1,168
20

= 0,24 gr

m m
= 162,78 0,24 gr
18

100 0 0
m

Ralat nisbi

0,24

100 0 0
= 162,78

= 0,1 %

praktikum

Kebenaran = 100 % 0.1%


= 99.9%

Ralat massa rata rata kalorimeter + es

NO

190,4 gr

-0,68

0,4624

191 gr

-0,08

0.0064

192 gr

0,92

0,8464

192 gr

0,92

0.8464

190 gr

-1,08

1,1664

191,08

3,328

m =

( m m) 2
n n 1

3,328
20

= 0,4

m m
= 191,08 0,4

19

100 0 0
m

Ralat nisbi

0,4

100 0 0
= 191,08

= 0,2 %

Kebenaran

= 100 % 0.2%
= 99.8%

praktikum
Ralat temperatur
Suhu Es (T2)
NO

0,4C

-0.04

0.0016

0,5C

0.06

0.0036

0,4C

-0.04

0.0016

0,4C

-0.04

0.0016

0,5C

0.06

0.0036

0.44

0.012

Ralat nisbi

Kebenaran

= 100 % 4,5%
= 95,5%

praktikum

20

Suhu air akhir (Ts)


NO

25C

-0.4

0.16

25C

-0.4

0.16

25C

-0.4

0.16

26C

0,6

0.36

26C

0,6

0.36

25,4

1,2

(T T )

T =

n n 1

1,2
20

= 0,24

T T
= 25,4 0,24
T

100 0 0
T

Ralat nisbi

0,24

100 0 0

25
,
4
=

= 0,94%

Kebenaran praktikum

=
=

100 % 0.4%
99.06%

C. Ralat penentuan kapasitas kalor jenis logam


21

Ralat massa rata rata kalorimeter + air mula -mula


NO

163

0.22

0.0484

162

-0.78

0.6084

163,4

-0.62

0.3844

162,5

-0.28

0.0784

163

0.22

0.0484

162,78

1,168

ma

( m a m a ) 2

n(n 1)

1,168
0,24 gr
20

m a m a 162,78 1,16

0,24

a
Ralat Nisbi : =
x100% = 162,78 x100% = 0,1
m
a

%
Kebenaran praktikum = 100%-0,1% = 99,99 %
Ralat massa rata rata logam
NO

3 gr

-0,18

0,0324

3 gr

-0,18

0,0324

3,2 gr

0,02

0,0004

3,5 gr

0,32

0,1024

3,2 gr

0,02

0,0004

3,18

22


0,168

ma

( m a m a ) 2

n(n 1)

0,168
0,09 gr
20

m a m a 3,18 0,09

ma

0,09

x100% =
x100% = 2,8 %
Ralat Nisbi : =

3
,
18
m

Kebenaran praktikum = 100%-2,8% = 97,2%

Ralat temperatur
Suhu Logam (T2)
NO

43oC

-1,2

1,44

44oC

-0,2

0,04

44oC

-0,2

0,04

45oC

0,8

0.64

45oC

0,8

0.64

44,2

2,8

Ralat nisbi

23

= 100% - 0,84%
= 99,16%

Kebenaran praktikum

Suhu air akhir (Tx)


NO T
1

31oC

0,6

0,36

30oC

-0,4

0,16

30oC

-0,4

0,16

31oC

0,6

0,36

30oC

-0,4

0,16

30,4

Ralat nisbi
Kebenaran praktikum

1,2

=
=
=

100 % 0, 8%
99, 2%

VIII. PEMBAHASAN
Dalam percobaan ini diukur harga air kalorimeter, kalor lebur es, dan
kapasitas kalor jenis logam. Untuk mendapatkan harga air kalorimeter (NA) yang

24

perlu ditentukan adalah kalor jenis kalorimeter (ck). Dan untuk mencari kalor
jenis kalorimeter ini digunakan prinsip Azas Black yaitu apabila dua sistem atau
lebih yang memiliki perbedaan temperatur dipertemukan maka kalor yang
dilepaskan atau diberikan oleh benda bersuhu tinggi sama dengan banyaknya
kalor yang diterima atau diserap oleh benda yang bersuhu rendah. Dalam hal ini
kalor yang diterima oleh es akan sama dengan kalor yang dilepaskan oleh air dan
kalorimeter. Dalam praktikum ini juga dicari kalor lebur es. Kalor lebur adalah
kalor yang diperlukan untuk mengubah 1 kg zat padat menjadi zat cair. Kalor
lebur es dapat ditentukan dengan terlebih dahulu mencari kalor yang diterima oleh
es (Qes). Setelah Qes didapatkan maka kalor lebur es (L) dapat dihitung dengan
membagi mes rata-rata dengan Qes. Dalam perhitungan di atas didapatkan kalor
lebur es rata-rata yaitu 8.75 kal/gram.
Dengan menggunakan prinsip Azas Black kapasitas kalor jenis logam juga
dapat ditentukan. Kalor yang dilepaskan oleh logam yang telah dipanaskan sama
dengan kalor yang diterima oleh air.
Dalam percobaan ini didapatkan hasil yang berbeda dengan teori atau
literatur yang telah dipakai sebagai landasan teori padahal percobaan dilakukan
dengan metode yang sama, kondisi yang sama, dan analisis yang sama. Dari
beberapa buku yang digunakan sebagai pedoman landasan teori dari percobaan ini
menyatakan bahwa kapasitas kalor jenis tembaga adalah 0.096 kkal/kg oC. Tetapi
berdasarkan dari hasil perhitungan data yang telah dilakukan didapatkan kapasitas
kalor jenis tembaga yang berbeda. Begitu juga dengan kalor lebur es. Dalam
literatur disebutkan bahwa kalor lebur es adalah 334x103 J/kg sedangkan dari
perhitungan data diperoleh hasil yang berbeda.
Hasil percobaan yang berbeda-beda itu dapat disebabkan ole beberapa
faktor yaitu diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Ketelitian praktikan
Ketelitian praktikan dapat mempengaruhi hasil pengukuran dan
perhitungan.

Apabila terjadi kesalahan pengukuran akibat

kekurangtelitian praktikan maka akan terjadi kesalahan di dalam


perhitungan data. Ketidaktelitian praktikan misalnya saja dalam
menimbang praktikan tidak memulainya dari angka nol atau pada

25

saat membaca skala termometer pandangan praktikan tidak tepat


dalam membaca termometer sehingga dapat mempengaruhi
pengukuran.

2. Peralatan yang terbatas


Terbatasnya peralatan praktikum yang ada dapat menyebabkan
terjadinya kesalahan perhitungan. Karena terbatasnya alat, datadata yang diperoleh menjadi tidak akurat sehingga dapat
menyebabkan terjadinya kesalahan pada hasil perhitungan.
3. Suhu tubuh praktikan
Suhu tubuhpraktikan dapat menyebabkan kesalahan dalam
pengambilan data. Misalnya saja saat menggunakan termometer.
Tangan

praktikan

mempengaruhi

suhu

yang

memegang

termometer

termometer

sehingga

hal

ini

dapat
dapat

menyebabkan kesalahan pada hasil perhitungan data.


4. Kerusakan alat
Kerusakan pada alat yang digunakan untuk praktikum juga dapat
mempengaruhi percobaan. Jika alat yang digunakan rusak, maka
data yang diperoleh juga akan salah sehingga mempengaruhi
perhitungan data dan hasil perhitungan data.
5. Faktor alam
Faktor alam juga dapat mempengaruhi percobaansehingga dapat
menimbulkan kesalahan pada perhitungan data.
IX.

KESIMPULAN
a. Apabila dua benda yang suhunya berbeda dipertemukan atau
dicampurkan dan diisolasi dengan sempurna terhadap lingkungan
maka benda yang suhunya tinggi akan memberikan kalor kepada
yang bersuhu rendah. Bahwa walaupun massa dan kenaikan
suhunya sama, tetapi kalor yang diterima atau dilepaskan oleh zatzat yang berlainan jenis ternyata tidak sama. Hal ini karena

26

kemampuan atau kesanggupan menerima/melepaskan kalor setiap


zat berbeda.
b. Kalor adalah salah satu bentuk energi yang dipindahkan dari
benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah jika
keduanya bersentuhan
c. Kalor jenis suatu zat didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang
diperlukan atau dilepas tiap satu kilogram masa, untuk menaikkan
d. Jika dua buah benda yang berbeda yang suhunya dicampurkan,
benda yang panas memberi kalor pada benda yang dingin
sehingga suhu akhirnya sama

27