Anda di halaman 1dari 7

Trinitas

Di dalam buku Ikhtisar Dogmatika yang ditulis ole Dr. R. Soedarmo menjelaskan
beberapa hal mengenai trinitas antara lain :
Pernyataan Kitab Suci tentang Alkitab
I.
Perjanjian lama
Pernyataan tentang Trinitas pada jaman sebelum bangsa Israel adalah
demikian :
1) Keesaan Allah yang terutama dinyatakan.
2) Pernyataan tentang Trinitas tidak ada. Akan tetapi ada pernyataan,
bahwa ada kejamakan oknum pada keesaan Allah.
Dalam Kej 1 : 26 menyatakan, bahwa pada keesaan Allah ada
kejamakan oknum. Oknum-oknum inilah yang bermusyawarah dalam
menjadikan manusia.
Pernyataan tentang Trinitas pada jaman bangsa Israel (jaman
partikularistis) :
Pada jaman ini pernyataan tentang Trinitas lebih terang. Berikut catatancatatan Trinitas pada jaman ini :
1) Yang terterang adalah pernyataan tentang ke-esaan Allah.
2) Ada juga pernyataan tentang oknum kedua, Allah Anak, yaitu denga
nama : Malak YHWH, malaikat Tuhan (Kej 16; 18; 28; 31; 32; Yos 5,
Hak 6, 13; Yes 69:9, 10)
3) Pernyataan tentang roh kudus juga terdapat pada jaman ini. (Kel
31:2 dst ; Mzm 51:13 ; Za 4:6 ; Yeh 11:15 ; Bil 11:29.
4) Pernyataan tentang Trinitas di mana ketiga oknum dinyatakan
adalah Yes 63:9, 10.
Jadi kesimpulan kita berdasarkan yang diutarakan di atas adalah :
Meskipun tidak seterang Perjanjian Baru, Perjanjian Lamapun juga
menyatakan Trinitas.
II.
Perjanjian Baru
Kita tidak usah mencari nas-nas dalam Perjanjian Baru yang
mengandung pernyataan tentang Trinitas, segenap Perjanjian Baru memang
berdasarkan Trinitas.
Mengenai pernyataan tentang Allah Bapa dapatlah diletakan beberapa
catatan berikut :
Nama Bapa : dalam Perjanjian Lama Bapa menunjuk kepada YHWH
segenap Trinitas. Dalam Perjanjian Baru Bapa dibedakan dengan oknum
Anak dan Roh Suci. Pembedaan adalah demikian :
a) Allah Bapa yang memelihara segala segala makhlu, yang besar dan
kecil (Mat 6:26, 29 Mat 10:29).
b) Allah Bapa yang mengutus Allah Anak (Yoh 5:30, 37, Yoh 20:21 dst.
Juga : Yoh 16:28, Yoh 5:43).
c) Allah Bapa yang mengadili, memberi pahala dan hukuman (Mat 6:4, 8,
Mat 10:28, Luk 12:5, Mat 13:43, Yoh 14:2, 17:24),
d) akan tetapi Allah Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada sang
Anak (Mat 11:27, Luk 10:22, Yoh 8:29, Yoh 13:3).
e) Sang Bapa senantiasa beserta Sang Anak (Yoh 14:10, 6:57).
Mengenai pernyataan tentang Allah Anak catatan-catatannya adalah
demikian:

a) Allah Anak dan Allah Bapa adalah. (Yoh 14:10, 11, 28; 17:21). Saling
mengenal dengan sempurna (Yoh 10:15).
b) Sang Anak hanya mengerjakan apa yang diperitahkan oleh Sang Bapa
(Luk 2:49; 22:42, Yoh 10:32; 15:10). Ia hanya berbicara seperti yang
diajarkan Sang Bapa kepadanya (Yoh 8:28, 38; 12:50; 15:15).
c) Oleh karena itu Sabg Anak dapat menuntut pahala dari Sang Bapa.
(Yoh 14 :16; 16:23, 26 17:25; 17:24; Mat 26:53).
d) Sang Anak adalah satu-satunya jalan kepada Sang Bapa (Yoh 14:6, 9).
Mengenai pernyataan tentang Roh Suci dapat dikatakan demikian :
a) Roh Suci diutus oleh Sang Bapa (Yoh 14:16; 14:26).
b) Roh Suci diutus oleh Allah Anak (Yoh 15:26).
c) Roh Suci bukannya tenaga atau kekuatan, melainkan oknum. Ia
menjadi penolong (parakletos = Penghibur, lebih tepat daripada
Penolong. Yoh 14:16, 15:26).
d) Roh Suci bekerja dalam Yesus Kristus (Luk 4:18, Mat 12:28).
e) Roh Suci bekerja dalam orang percaya (Yoh 3:6; Mat 10:20).
Di dalam Perjanjian Baru dinyatakan dengan terang juga kesatuan dari
ketiga
Oknum :
a) tatkala Kristus dibaptiskan oleh Yohanes Pembaptis (Mat 3:16).
b) tatkala Yesus diperkandungkan (Luk 1:35).
c) dalam rumusan pemberian berkat ( 2 Kor 13:13; 1 Ptr 1:2, Why 1:4, 5).
Mengenai Trinitas dalam Perjanjian Baru dinyatakan demikian :
a) Segala karunia berasal dari Allah Tritunggal (1 Kor 12:4, 6).
b) Trinitas tidak hanya ada kalau Allah menyatakan diri kepada kita, akan
tetapi adalah kekal pada hakekat Allah.
Yoh 1:1 : pada mulanya, jadi tatkala Allah menciptakan langit dan
bumi Trinitas sudah ada.
Yoh 1:18 : Sang Anak bukan hanya ada dalam pernyataan, tetapi Ia
yang memberikan pernyataan.
Yoh 17:5 : sebelu dunia ada, Sang Anak ada.
Juga Roh Suci berada sebelum ada waktu, sebelum diutus (Yoh 3:34, 1
Yoh 3:24, 4:13, Kis 2:17, 18), Roh Suci adalah kekal (Ibr 9:14).
Jadi kesimpulan, yang dapat ditarik dari apa yang disebut di atas
mengenai pernyataan Trinitas dalam Kitab Suci, adalah :
1) Perjanjia Lama maupun Perjanjian Baru memuat pernyataan tentang
Trinitas.
2) Ketiga oknum dinyatakan dalam keesaan, tapi juga dalam
keistimewaannya.
3) Trinitas adalah kekal
4) Ketiga oknum bekerja-sama dalam penciptaan dan penciptaan kembali
dengan perbedaan tugas tertentu.
5) Keesaan Allah tidak dilemahkan sedikitpun oleh pernyataan Trinitas.
Serangan-serangan terhadap dogma Trinitas
Dalam perkembangan kekristenan terdapat beberapa serangan terhadap
Trinitas, atau juga pada oknum-oknum dalam Trinitas, sebagi contoh, serangan
terhadap Allah Bapa oleh aliran Agnostik yang memiliki pandangan tentang
kekuasaan Allah yang dibatasi oleh kekuasaan yang disebut demiurgos. Contoh lain

adalah ajaran Marcion, yang megajarkan bahwa Allah Perjanjian Lama bukannya
Allah dari Perjanjian Baru.
Ada juga serangan terhadap oknum Anak, sebagai contoh serangan dari ajaran
adoptianisme, yang mengatakan Anak bukannya Allah. Lalu ajaran bahwa Anak
Allah adalah buah ciptaan, jadi tidak kekal, yang merupakan ajaran Gnostik.
Serangan terhadap oknum Roh Kudus, misalnya terdapat dalam ajaran yang
menyatakan bahwa Roh Kudus Bukan oknum, melainkan hanya kekuatan saja dari
Allah (penumatomachoi, abad ke-4). Ada juga anggapan bahwa Roh Kudus adalah
ibu Yesus Kristus.
Serangan terhadap hubungan ketiga oknum terdapat dalam patripassianisme yang
mengajarkan bahwa Bapa dan Anak itu hanya nama belaka, dan keduaNya
bukan oknum. Ajaran lain yang mirip dengan patripassianismus, adalah
modalismus, suatu ajaran dari seorang yang bernama Sabellius, di mana ajarannya
mengatakan bahwa Allah tidak beroknum. Ajaran yang terakhir yang menentang
hubungan antara ketiga oknum adalah ajaran yang mengakui adanya tingkatan
(sub-ordinasi) antara ketiga oknum.
Akibat serangan-serangan terhadap dogma Trinitas
Serangan-serangan di atas memaksa gereja untuk memikirkan dan mencari
rumusan-rumusan, agar penyelewengan jangan berpengaruh, dan pada masa
kemudian dapat dihindarkan. Rumusan gereja yang pertama ialah yang diberikan
oleh Concili di Nicaea(325), dan kemudian ditegaskan dalam syahadat NicaeanoConstantinopolitanum. Dari rumusan syahadat Nicaeno-Constantionopolitanum ini
teranglah bahwa kedua segi dipegangi, yaitu unitas dan trinitas.
Dalam buku Harun Hadiwijono dijelaskan beberapa hal tentang Trinitas
1) Bahan-bahan dari Alkitab
Di dalam alkitab tidak ada banyak ayat yang mengungkapakan Ketritunggalan
itu secara langsung, akan tetapi secara tidak langsung ada banyak ayat di dalam
Pernjanjian Baru yang menunjuk pada Ketritunggalan itu, contoh (Luk 1:32,35;
Mat 3:16,17; Mrk 1:10,11; Luk 3:22).
2) Sejarah Dogma tentang Tritunggal
Pada abad-abad yang pertama Gereja yang masih muda itu dihadapkan dengan
persoalan-persoalan sebagai berikut :
a) Pengakuan yang diambil-alih dari ajaran Yahudi, yaitu bahwa Tuhan Allah
adalah Esa.
b) Pengakuan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
3) Ketritunggalan meurt Alkitab
a) Bahan-bahan dari Perjanjian Lama
Bahwa Tuhan Allah menyatakan atau memperkenalkan dirinya sebagai
Bapa telah terdapat dalam Perjanjian Lama.
Ini terdapat dalam Ul 32:6 Musa berkata kepada umat Israel di dalamnya
nyayian di mana Tuhan Allah disebut Bapa. Jika Tuhan Allah dipandang
sebagai Bapa Israel, maka sebaliknya Israel disebut Anak. Selanjutnya di
dalam Perjanjian Lama Tuhan Allah sebagai sekutu Israeljuga menyatrakan
diriNya sebagai Roh.
Kesimpulan dari penggunaan ungkapan Bapa Anak dan Roh dalam
Perjanjian Lama adalah sebagai berikut :
1. Bapa adalah Tuhan Allah yang di dalam firman dan karya-karyaNya
menyatakan atau memperkenalkan diriNya sebagai sekutu Israel.

2. Sebutan anak dikenakan kepada Israel sebagai sekutu Allah untuk


menunjukan, bahwa Israel harus menaati Tuhan Allahnya, sebagai
anak menaaati Bapanya.
3. Roh Allah adalah nafas Allah, atau asas hidup ilahi, yang dinyatakan
di dalam karyaNya yang dinamis.
b) Bahan-bahan dalam Perjanjian Baru
Jika Yesus Kristus sebagai alat penyelamat Tuhan Allah disebut Anak
Allah, hal itu bukan dimaksud dalam arti ontologis, artinya : bukan
menunujuk kepada kesamaan keberadaan, atau bukan menunujuk kepada
kesamaan tabiat atau zat. Bahwa Tuhan Yesusadalah Anak Allah, hal itu
ternyata di dalam firman dan karyaNya. Dan pengertian itu mengandung
dua segi :
1. Yesus Krtistus adalah Anak Allah yang sejati, sebab hanya di dalam
Dialah fungsi Anak Allah dilaksanakan dengan sempurna yaitu
mempersembahkan seluruh hidupNya bagi Tuhan Allah, dengan
ketaatan yang sempurna.
2. Yesus Kristus adalah Anak Allah yang sejati, sebab Dialah yang
mencerminkan kehidupan ilahi di dalam seluruh hidupNya secara
sempurna.
Demikian arti ungkapan Anak Allah dan Allah yang dikenakan kepada
Tuhan Yesus. Untuk melengkapi penegrtian itu, perlu kita membicarakan
Tuhan Yesus disebut Firman Allah.
Allah adalah Bapa di dalam penyataanNya atau karyaNya sebagai
sekutu umatnya, yang telah mengambil inisiatip atau prakarsa untuk
menyelamatkan umatNya, dan telah memanggil umatNya untuk menjadi
sekutuNya, atau menjadi anakNya, yang harus menaati kehendakNya.
Allah adalah Anak di dalam penyataanNya atau di dalam karyaNya
untuk merealisasikan hakekatNya sebagi Sekutu umatNya, ketika
umatNya gagal memenuhi fungsinya sebagai umat Allah. Allah adalah
Anak, yang telah merealisasikan tugasNya dengan sempurna yaitu
dengan ketaatanNya hingga di kayu salib.
Mengenai Roh Kudus dapat dikatakan, bahwa penyataan Tuhan Allah
sebagai Roh juga berpusat pada Kristus.
Dengan menjadikan (Yoh 5:17) itu Tuhan Allah telah menjadi Roh yang
menghidupkan. Dan selanjutnya dengan RohNya itu Tuhan Allah juga telah
memelihara dan melangsungkan hidup dunia ini.
Demikianlah arti ungkapan Roh di dalam Perjanjian Baru sama dengan arti
ungkapan Roh dalam Perjanjian Lama.
c) Kesimpulan
Menurut Alkitab hakekat Tuhan Allah adalah bahwa Ia menjadi sekutu
umatNya. Dan hakekat ini diungkapkan di dalam firmanNya dan karyaNya.
Bahwa Tuhan Allah adalah sekutu umatNya, hal itu dengan jelas
diwujudkan di dalam hakekat Tuhan Yesus, bukan dalam zatNya,
melainkan dalam firman dan karyaNya. Hakekat Tuhan Allah adalah
hakekat di dalam karyaNya. Ia adalah Mahatinggi dalam firman dan
karyaNya. Ia adalah kudus dalam firman dan karyaNya. Ia adalah esa
dalam firman dan karyaNya, demikian seterusnya. Demikian juga halnya
penyataanNya sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ketiga-tiganya adalah
penyataan Tuhan Allah sebagai sekutu umatNya yang dinyatakan dalam
firman dan karyaNya. Tuhan Allah adalah Bapa di dalam firman dan

karyaNya. Ia adalah Anak dalam firman dan karyaNya, dan Ia adalah Roh
Kudus dalam Firman dan KaryaNya. Ketritungalan Allah adalah
ketritunggalan di dalam firman dan karyaNya.
d) Arti kepercayaan kepada Tritunggal
Pertama-tama perlu dikemukakan, bahwa ajaran Alkitab tentang Allah
Tritunggal itu memperkenalkan Tuhan Allah sebagai sekutu umatNya,
artinya : sebagai Allah yang memihak, membela serta mencari
keselamatan manusia.
Kedua, perlu dikemukakan, bawa ajaran Alkitab tentang penyataan
Allah sebagain yang Tritunggal itu penting sekali bagi pengenalan kita
akan pekerjaan Tuhan Allah.
Ketiga, ajaran Alkitab tentang Allah yang menyatakan diriNya sebagai
yang Tritunggal adalah penting bagi pengalaman orang beriman tentang
Allah itu.
Di dalam buku Dogmatika Masa kini yang ditulis oleh Dr. B. J. Boland dan Dr. G.
C. Van Niftnic menjelaskan beberapa hal mengenai Tritunngal antara lain :
1. Pendahuluan
Gereja Kristen telah terjadi oleh karena kedatangan dan pekerjaaan Kristus.
Menurut kesaksian Alkitab, dan menurut kepercayaan Kristen, dalam
kedatanagan dan pekerjaan Kristus itu telah tersimpul segenap keselamatan
yang dianugerahkan Allah kepada dunia ini dan kita manusia. Maka pertanyaan
yang menetukan, ialah siapakah Yesus Kristus itu? Untuk menjawab pertanyaan
tersebut dan untuk menentang pelbagai ajaran sesat di sekitar pertanyaan itu,
maka akhirnya Gereja Kristen terpaksa merumuskan Dogma tentang Allah
Tritunggal.
2. Kesaksian Alkitab
Di dalam Alkitab tidak terdapat suatu istilah yang dapat diterjemahkan denga
kata Tritunggal atau suatu ayat yang mengandung dogma tersebut. Di dalam
Alkitab hanya disebutkan beberapa ayat yang menjadi petunjuk-petunjuk kepada
ajaran tentang Allah Tritunggal. Misalnya kata Kita dalam Kej 1:26. Dalam
berkat Imam Besar(Bil 6:24-26) kata TUHAN diulangi tiga kali. Dalam
Perjanjian Baru selanjutnya dapat disebutkan Mat 28:19, 1 Kor 12:4-6 dan Ef 4:46 dst.
Jadi kita mengaku bahwa Allah yang satu dan esa itulah yang bertindak
dalam penciptaan, baik dalam pendamaian, baik dalam kelepasan. Namun
demikian, haruslah dikatakan bahwa Allah yang esa itu seakan-akan bertindak
serta menyatakan Diri tiga kali dalam cara yang berbeda : sebagai Khalik,
sebagai Pendamai, sebagai Pelepas.
3. Pelbagai percobaan unuk mengkonkretkan dogma ini
Karena Allah adalah kasih, maka di dalam rahmatNya ia bertindak juga ke
luar, dengan mengarahkan kasihNya kepada dunia dan kepada kita manusia. Ia
tidak saja mau merupakan Allah di atas kita, tetapi juga Allah beserta kita.
Sebab itu Ia datang di dalam manusia Yesus orang Nazareth itu, yang digelar
Immanuel, artinya Allah beserta kita. Bahkan, Allah yang satu ini berkenan
juga diam dan bekerja di dalam kita : oleh karena pekerjaan Roh Kudus maka
Allah Bapa dan AnakNya datang mendapatkan kita (Yoh 14:23).
4. Sejarah terjadinya dogma ini.
Sejarah pergumulan theologis yang telah timbul pada abad-abad pertama.

Rumusan-rumusan tentang Tritunggal telah diberikan oleh konsili-konsili


sebelumnya, yaitu konsili-konsili di Nicea (325) dan Konstantinopel (381) : sebagi
anak Allah, Kristus itu homo-usios(=sehakekat) dengan Allah Bapa. Konsili
Chalcedon (451), yang bersifat paradox : Kristus adalah bertabiat dua dalam
satu oknum (Pribadi) dan kedua tabiat ini tidak bercampur dan tidak berubah,
tidak terbagi dan tidak terpisah.
Demikianlah Gereja Kristen sampai kepada dogma tentang Allah sebagi Allah
yang Tritunggal, yakni Bapa, Anak dan Roh Kudus, yang adalah satu hakekat
(keadaan), tiga oknum (pribadi), maksudnya : satu Allah yang menyatakan
diriNya serta berada dalam tiga cara berbeda.
Kesimpulan
A. Trinitas/Tritunggal adalah suatu dogma tentang tiga pribadi yang dimiliki oleh
Allah dalam hakekatNya yang esa. Tritnitas atau Tritunggal merupakan suatu
ajaran yang disusun berdasarkan pergumulan Gereja dalam menghadapi
berbagai pertanyaan maupun serangan dari ajaran-ajaran sesat, yang
berusaha menyerang kekristenan. Gereja tidak menjelaskan tentang
Triniatas, tetapi menjelaskan pernyataan-pernyataan tentang Trinitas yang
terdapat di dalam Alkitab. Pernyataan kitab suci tentang Trinitas terdapat
dalam Perjanjian Baru maupun dalam Perjanjian Lama (secara tidak
langsung).
B. Pentingnya memahami Trinitas/Tritunggal
Memahami Trinitas merupakan Hal yang sangat penting agar :
Kita mendapat pengenalan yang jelas tentang Allah yang kita imani.
Kita tidak salah dalam mengartikan tentang Allah Bapa, Yesus Kristus, dan
Roh Kudus dalam Alkitab.
Kita mendapat suatu dasar pemikiran tentang Allah.
Kita dapat melawan ajaran-ajaran sesat yang menyerang ajaran-ajaran
kekristenan.

TUGAS
DOGMATIKA

NAMA

: RISAL Y. TELNONI

SEMESTER : III B

FAKULTAS TEOLOGI
UNIVERSITAS KRISTEN ARTHA WACANA
KUPANG
2015