Anda di halaman 1dari 25

STUDI KASUS PASIEN

PENDEKATAN HOLISTIK PENANGANAN PENYAKIT HIPERTENSI


GESTASIONAL PADA IBU HAMIL G1P0A0 DENGAN POLA MAKAN
MENGANDUNG TINGGI GARAM DI PUSKESMAS KELURAHAN
PADEMANGAN BARAT I PERIODE 7 SEPTEMBER 9 OKTOBER
2015

KELOMPOK II
Milka Anisya N.

1102010166

Pembimbing :
dr. Citra Dewi, M.kes

KEPANITERAAN KEDOKTERAN KELUARGA


BAGIAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2015

PERNYATAAN PERSETUJUAN

Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul PENDEKATAN HOLISTIK

PENANGANAN PENYAKIT HIPERTENSI GESTASIONAL PADA IBU


HAMIL G1P0A0 DENGAN POLA MAKAN MENGANDUNG TINGGI
GARAM DI PUSKESMAS KELURAHAN PADEMANGAN BARAT I
PERIODE 7 SEPTEMBER 9 OKTOBER 2015 ini telah disetujui oleh
pembimbing untuk dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas dalam
Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.

Jakarta, Oktober 2015


Pembimbing,

Dr. Citra Dewi, M.Kes

KATA PENGANTAR
Assalammua`alaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbilaalamiin, puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan atas
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis
sehingga Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul PENDEKATAN HOLISTIK
PENANGANAN PENYAKIT HIPERTENSI GESTASIONAL PADA IBU HAMIL
G1P0A0 DENGAN POLA MAKAN MENGANDUNG TINGGI GARAM DI
PUSKESMAS KELURAHAN PADEMANGAN BARAT I PERIODE 7 SEPTEMBER
9 OKTOBER 2015 ini dapat diselesaikan dengan baik.
Penyusunan laporan hasil studi kasus pasien ini bertujuan untuk memenuhi salah satu
tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI, periode 7 September 9 Oktober 2015. Penulis
juga berharap agar laporan ini dapat berguna sebagai salah satu sumber pengetahuan bagi
pembaca, terutama pengetahuan tentang Ilmu Kesehatan Masyarakat mengenai penanganan
penyakit dengan pendekatan secara holistik. Pasien dalam laporan hasil studi kasus ini adalah
salah satu pasien dari Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat I ketika penulis ditugaskan di
puskesmas tersebut pada periode 7-19 September 2015.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing, staf
pengajar, serta orang-orang sekitar penulis yang terkait. Oleh karena itu, penulis ingin
mengucapkan terima kasih kepada:
1. dr. Citra Dewi, M.Kes selaku dosen pembimbing Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Universitas YARSI yang telah membimbing dan memberi masukan
yang bermanfaat.
2. dr. Sugma Agung Purbowo, MARS selaku Kepala Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.
3. DR. dr. Artha Budi Susila Duarsa, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran
Universitas YARSI dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas
Universitas YARSI.
2

4. Rifda Wulansari, SP, M.Kes selaku staf pengajar dan Koordinator Kepaniteraan
Ilmu Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.
5. dr. Erlina, M.Kes selaku sekretaris dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
6. drg. Mimin selaku Kepala Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat 1.
7. dr. Niken Susilowati selaku Kepala pelayanan Puskesmas Kecamatan Kelurahan
Pademangan Barat 1.
8. DR. Kholis Ernawati, S.Si, M.Kes sebagai staf pengajar Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
9. dr. Yusnita, MKes selaku staf pengajar Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
10. dr. Dian Mardhiyah, M.KK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Universitas YARSI.
11. dr. Dini Widianti, M.KK selaku staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran
Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
12. dr. H. Sumedi Sudarsono, M.PH, selaku staf pengajar bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
13. Orang tua dan keluarga tercinta yang selalu memberikan doa, restu, semangat,
dan motivasi.
14. Seluruh teman-teman sejawat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI yang telah
bekerja sama dalam menyusun laporan ini.
Kesadaran bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan hasil studi
kasus pasien ini dirasakan oleh penulis. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun
dari pembaca sangat diharapkan untuk perbaikan di masa mendatang. Semoga laporan ini
dapat memberi manfaat bagi semua pihak.
Wassalammu'alaikum wr. wb.

Jakarta, Oktober 2015

Penulis
DAFTAR ISI
Lembar Persetujuan...............................................................................................................i
Kata Pengantar.......................................................................................................................ii
3

Daftar isi.................................................................................................................................iv
Berkas Pasien.........................................................................................................................1
A. Identitas Pasien...........................................................................................................1
B. Anamnesis...................................................................................................................1
C. Pemeriksaan Fisik.......................................................................................................3
D. Pemeriksaan Penunjang..............................................................................................6
Berkas Keluarga.....................................................................................................................7
A. Profil Keluarga............................................................................................................7
B. Genogram....................................................................................................................13
C. Identifikasi Permasalahan...........................................................................................16
D. Diagnostik Holistik.....................................................................................................16
E. Rencana Penatalaksanaan............................................................................................18
F. Prognosis......................................................................................................................21

BERKAS PASIEN
A. Identitas Pasien
Nama
Jenis Kelamin
Umur
Agama
Alamat
Suku Bangsa
Pendidikan
Pekerjaan
Tanggal periksa
No. RM

: Ny. D
: Wanita
: 20 tahun
: Islam
: Jl Hidup baru RW 09 RT 03, Jakarta Utara
: Jawa
: SMA
: Ibu Rumah Tangga
: 10 September 2015
: **214

B. Anamnesis
Dilakukan secara autoanamnesis pada tanggal 10 September 2015
1. Keluhan Utama
: Dirujuk oleh bidan karena tekanan darah tinggi
2. Keluhan Tambahan : Nyeri kepala
3. Riwayat Penyakit Sekarang
G1P0A0 (Gravida 1 Partus 0 Abortus 0) merasa hamil 7 bulan datang ke
Puskesmas Kelurahan Pademangan Barat I karena tekanan darah tinggi sejak usia
kehamilan 6 bulan dirujuk oleh bidan desa setempat dengan keluhan nyeri kepala.
Nyeri kepala dialami sejak satu minggu yang lalu. Nyeri kepala dirasakan
menyeluruh dan biasanya membaik bila meminum obat dari dokter tetapi terkadang
nyeri kepala masih tetap dirasakan. Pasien mengaku seminggu terakhir nafsu
makannya tidak seperti biasanya dikarenakan nyeri kepala yang dialaminya.
Pasien mengetahui tekanan darah tinggi ketika kontrol ke posyandu dengan
tekanan darah 150/90 mmHg saat awal hamil 6 bulan. Ketika awal bulan ke 7 diukur
tekanan darahnya oleh bidan desa ternyata masih tinggi. Riwayat tekanan darah
tinggi sebelum hamil tidak diakui pasien. Pasien pernah mengalami flu sebelum
hamil dan diperiksakan ke puskesman dengan tekanan darah 110/70 mmHg. Kejang,
pandangan buram dan nyeri ulu hati disangkal. Mules-mules yang tidak sering dan

tidak begitu kuat belum dirasakan oleh ibu. Keluarnya lendir dan bercampur sedikit
darah dari jalan lahir disangkal ibu. Kaki bengkak saat kehamilan juga tidak dirasakan
ibu. Gerak anak pertama kali dirasakan sejak usia kehamilan 20 minggu. Keluhan
pasien selama awal kehamilan pada bulan ke 3 adalah muntah. Mata pucat dan sering
lemas baik sebelum dan selama kehamilan disangkal ibu.
Pasien biasanya mendapatkan tablet Fe dari bidan desa posyandu dan pasien
selalu rutin meminum tablet Fe tersebut. Pasien tidak merasa mual saat meminum
tablet Fe tersebut. Pasien khawatir penyakitnya akan memburuk dan saat melahirkan
akan berbahaya. Pasien berharap datang ke puskesmas bisa sembuh dan saat
melahirkan bisa sehat baik anak dan ibunya.
4. Riwayat Penyakit Dahulu
Pasien tidak pernah memiliki keluhan atau sakit yang sama seperti ini
sebelumnya.

Riwayat Hipertensi
Riwayat Anemia
Riwayat Alergi
Riwayat Diabetes melitus
Riwayat Penyakit jantung
Riwayat Sakit Kuning
Riwayat TB

: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)
: (-)

5. Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat keluarga dengan keluhan serupa disangkal.
Riwayat Hipertensi
: (+) ibu pasien.
Riwayat Anemia
: (-)
Riwayat Alergi
: (-)
Riwayat Diabetes melitus : (-)
Riwayat Penyakit jantung : (-)
Riwayat Sakit Kuning
: (-)
Riwayat TB
: (-)

6. Riwayat Pribadi
a. Riwayat Kehamilan
Selama kehamilan, Pasien rutin kontrol kehamilan ke bidan dan tidak
pernah sakit apapun. Riwayat pemakaian obat-obatan ketika hamil disangkal.
7. Riwayat Sosial Ekonomi
2

Penghasilan Tn. A (suami pasien) adalah Rp 2.000.000,- per bulan sebagai


seorang karyawan di sebuah perusahaan swasta. Tn. A mengatakan bahwa
penghasilannya tersebut dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari rumah tangga,
bahkan dapat ditabung.
C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum
: tampak sakit sedang
Kesadaran
: compos mentis
2. Vital Sign
Tekanan darah
: 150/100 mmHg
Respirasi
: 21 x/menit
Nadi
: 104 x/menit
Suhu
: 37, 3oC
3. Status Gizi
Berat badan Sebelum Hamil
: 75 kg
Berat badan Hamil
: 85 kg
Tinggi badan
: 153 cm
IMT
: 36,3 kg/m2
Simpulan
: Obesitas
4. Status Generalis
a. Kepala
Bentuk
: normocephal
Rambut
: hitam, tidak mudah dicabut
Mata
: konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-)
: pupil bulat, isokor, refleks cahaya (+/+)
Telinga
: bentuk normal, tidak terdapat serumen
Hidung
: septum tidak deviasi, tidak terdapat sekret
Tenggorokan
: T1-T1 Tenang, Hiperemis(-)
Mulut
: bibir tidak sianosis, lidah tidak kotor
b. Leher
Trakea di tengah
Pembesaran kelenjar getah bening (-)
c. Thorak

Inspeksi

: bentuk dada simetris


: pergerakan dinding dada simetris
: iktus kordis tidak terlihat

Palpasi

: fremitus taktil dan vokal sama kanan dan kiri


: iktus kordis teraba di sela iga V garis midclavicula
kiri
3

Perkusi

: -Batas jantung kanan pada linea parasternalis sela iga ke V


-Batas jantung kiri pada sisi lateral mid clavicula kiri sela iga
ke V
-Batas pinggang jantung pada linea parastenum kiri selaiga ke
III

Auskultasi

: vesikuler diseluruh lapang paru, wheezing (-), ronki (-)


: bunyi jantung I dan II murni regular, murmur (-)
gallop (-)

d. Abdomen

Inspeksi

: perut cembung, lembut, simetris

Auskultasi : bising usus (+) normal

Palpasi

: nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan lien tidak teraba, turgor baik

Perkusi

: timpani diseluruh lapang abdomen, shifting dullness (-)

e. Genitalia : Tidak diperiksa


f. Ekstremitas :
Superior
Inferior

: Akral Hangat, CRT <2, edema -/: Akral Hangat, CRT <2, edema -/-

5. Status Obstetri

Inspeksi : Wajah : Tidak terlihat adanya cloasma gravidarum


Payudara : Terlihat menegang dan membesar, tampak kelenjar
montgomeri dan hiperpigmentasi di areola, papilla terlihat lebih
menonjol, retraksi papilla mamae -/-, colostrum -/Abdomen : Terlihat membulat simetris, linea nigra (+), striae

gravidarum (+)
Ekstremitas : Tidak tampak edema pada kedua kaki, varises -/Palpasi
:
Leopold I : Tinggi fundus uteri 31 cm, bagian teratas, massa, nodular,
besar, teraba lunak, lembut, kesan bokong, teraba 3 jari di bawah
processus xyphoideus.
Leopold II : Letak memanjang, teraba lengkung kontinyu di sebelah
kiri ibu, kesan punggung janin, teraba bagian-bagian kecil di sebelah
kanan ibu.
4

Leopold III : Bagian terbawah janin bulat, keras, presentasi kepala,

melenting.
Leopold IV : Kepala belum masuk pintu atas panggul.
Auskultasi : Denyut Jantung Janin : 144x/menit, normal, reguler
TBBJ
:
(TFU 12 ) x 155
(31 12) x 155
19 x 155
2945 gram
Lingkar Perut : 103 cm
Pemeriksaan Dalam : Tidak dilakukan

Riwayat Haid

Pertama kali haid saat berusia 12 tahun, teratur, sering terasa sakit saat haid
namun setelah menikah sudah jarang sakit saat haid, durasi haid 5 hari, siklus 28
hari, HPHT tanggal 12 bulan Februari 2015.

Riwayat KB
Pasien belum pernah mengikuti program KB.

D. Pemeriksaan Penunjang
Tanggal 10 September 2015
Darah lengkap dan Protein Urin
Tabel 1. Hasil Darah Rutin dan Protein Urin Ny. D

Pemeriksaaan

Hasil

Nilai rujukan

Hb

11,5g/dl

10-15 g/dl

Hematokrit

35 %

30-46 %

Leukosit

12.700/mm3

6000-17.000 / mm3

Trombosit

296.000/mm3

150.000-450.000/mm3

Protein Urin

Negatif

Negatif

BERKAS KELUARGA
A. Profil Keluarga
1. Karakteristik Keluarga
a. Identitas Kepala Keluarga (KK)
b. Identitas Pasangan
c. Struktur Komposisi Keluarga

: Tn. A, 21 tahun.
: Ny. D, 20 tahun.

Tabel 1. Daftar Anggota Keluarga yang Tinggal Serumah


No Nama
1
2

Tn. A
Ny. D

Keduduka

Gender

Usia

Pendidikan

Pekerjaan

Penghasilan

n
KK
Istri

L
P

21 th
20 th

SMK
SMA

Karyawan
Ibu Rumah Tangga

Rp. 2.000.000
-

2. Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan Tempat Tinggal
Tabel 2. Lingkungan Tempat Tinggal

Status Kepemilikan Rumah: Kontrak


Daerah Perumahan: Padat Kumuh
Karakteristik Rumah dan

Kesimpulan

Lingkungan
Luas rumah: 4 x 6 m2

Ny. D tinggal bersama suaminya tinggal di

Jumlah penghuni dalam satu rumah: 2

rumah kontrakan di daerah perumahan yang

orang.
Luas halaman

padat kumuh.

rumah:

tidak

ada,

langsung jalan gang rumah.

Rumah terdiri dari satu kamar tidur, satu ruang

Tidak bertingkat

tv/ruang tamu,satu dapur dan satu kamar mandi.

Lantai rumah dari: keramik

Rumah tersebut sudah memenuhi kriteria rumah

Dinding rumah dari: Tembok

sehat karena rumah memiliki jendela dan lubang

Jamban keluarga: Ada


Tempat bermain: Tidak ada

udara serta pencahayaan melalui lampu dan

Penerangan listrik: 200 watt

matahari. Jarak antar rumah yang sangat

Ketersediaan air bersih: Ada

berdempetan

Tempat pembuangan sampah : Ada

kurang baik dan cenderung pengap.

menyebabkan

kesan

ventilasi

Kebersihan didalam rumah seperti kamar, ruang


tamu, dapur dan kamar mandi cukup baik..
Sumber air bersih didapat dari pompa air dan
sudah terdapat jamban di dalam kamar mandi.

Gambar 1. Denah Rumah Keluarga Tn. A


b. Kepemilikan Barang-Barang Berharga
Satu unit sepeda motor.
Satu unit kompor gas.
Satu unit kompor dispenser.
Satu unit televisi 32 inchi.
Dua unit kipas angin.
Dua unit telepon genggam.
Satu unit setrika.
Satu unit penanak nasi.
Kepemilikan yang dimiliki keluarga Ny. D termasuk dalam ekonomi
menengah ke bawah.
3. Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga
7

a. Tempat berobat
b. KMS Balita
c. Jaminan kesehatan

: Puskesmas.
: (+).
: BPJS Kesehatan.

4. Sarana Pelayanan Kesehatan (Puskesmas)


Tabel 3. Pelayanan Kesehatan
Faktor
Aksesibilitas

Keterangan
Kendaraan pribadi

Tarif

Gratis

Kualitas

Cukup memuaskan

Kesimpulan
Jika ada yang sakit, langsung dibawa ke
puskesmas, karena biaya yang gratis
dan jarak yang tidak terlalu jauh dari
rumah. Tn. A dan Ny. D mengatakan
merasa cukup puas dengan pelayanan di
Puskesmas Kelurahan Pademangan
Barat I.

5. Pola Konsumsi Makan Keluarga


a. Kebiasaan Makan
Keluarga Ny. D makan sebanyak tiga kali sehari; makan pagi, siang, malam hari
dengan menu makanan yang bervariasi dan dimasak sendiri oleh Ny. D. Menu makanan
yang paling disukai adalah makanan sederhana, seperti daging, ikan, tempe, tahu, telur,
sayuran berkuah, dan sesekali mengonsumsi buah-buahan. Untuk cita rasa makanan
sehari-hari, pasien mengakui lebih suka memakai garam yang lebih karena merasa tidak
sedap bila kurang garam, sehari-hari garam yang dihabiskan bisa sampai 18 gram atau 3
sendok teh perhari. Mereka juga membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun
sebelum dan sesudah makan serta merapikan dan membersihkan peralatan makan
mereka setelah selesai makan.
b. Menerapkan pola gizi seimbang
Menu makanan keluarga Ny. D setiap harinya yaitu nasi, ayam, ikan, telur, tahu,
tempe, sayuran dan buah. Adapun 10 pesan gizi seimbang departemen kesehatan adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan


Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
Biasakan Sarapan
Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
8

8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan


9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal
Dari 10 pesan gizi seimbang pasien belum memenuhi gizi seimbang tersebut karena
pada poin 1,2,3,4 dan 5 pasien belum memenuhi kriteria tersebut.
Pola makan pasien tiga hari terakhir (Food Recall) ialah :
Tanggal 8 September 2015, Total 1240 Kalori
Pagi : 403 kalori
JumlahGr /kal
protein
Nasi uduk 1 porsi
Sebutir telur
Ayam rebus
Teh manis
Air putih

Garam

4,07 gr
4,6g
28,74 g
0

Jumlah Gr /kal
100 gr = 175 kal
50 gr = 118 kal
100 gr = 88 kal
75kal
400 ml

protein
2,6 gr
2 gr
0,7 gr
0

karbohidrat
27,9 gr
0
5 gr
0

Lemak
0,28 gr
2,2 gr
0
0

Garam

JumlahGr /kal

protein

Lemak

Garam

100 gr = 175 kal


50 gr = 118 kal
100 gr = 88 kal
600 ml

2,6 gr
12 gr
0,7 gr
0

karbohidra
t
27,9 gr
0
5 gr
0

0,28 gr
2,2 gr
0
0

6g
6g

12,95 gr
5,5g
3g
0

6g

6g
12 g

Malam : 381 kalori

Nasi
Tempe goreng
Sayur asem
Air putih

Tanggal 9 September 2015, Total 1225 kalori


Pagi : 436 kalori
JumlahGr /kal
protein
Nasi
Sebutir telur
Ayam rebus
Tempe goreng
Teh manis
Air putih

Lemak

Siang : 456 kalori


Nasi
Tempe goreng
Sayur asem
Teh manis
Air putih

260 kal
68 kal
150 kal
75 kal
400 ml

karbohidra
t
32,84 gr
0,49g
0
0

100 gr = 175 kal


68 kal
150 kal
50 gr = 118 kal
75 kal
400 ml

2,6 gr
4,6 g
28,74 g
12 gr
0

karbohidra
t
27,9 gr
0,49g
0
0
0

Lemak

Garam

0,28 gr
5,5 g
3g
2,2 gr
0

6g
6g

Siang : 526 kalori


9

Nasi
Telur dadar
Sayur asem
Teh manis
Air putih

Jumlah Gr /kal
100 gr = 175 kal
75 gr = 188 kal
100 gr = 88 kal
75 kal
400 ml

protein
2,6 gr
11,7 gr
0,7 gr
0

karbohidrat
27,9 gr
0
5 gr
0

Lemak
0,28 gr
0
0
0

Garam

Jumlah Gr /kal

protein

Lemak

Garam

100 gr = 175 kal


100 gr = 88 kal
600 ml

2,6 gr
0.7 gr
0

karbohidra
t
27,9 gr
5 gr
0

0,28 gr
0
0

12 g

Lemak

Garam

Malam : 263 kal

Nasi
Sayur asem
Air putih

Tanggal 10 September 2015, Total 1254 kalori


Pagi : 465
Jumlah Gr /kal
protein
Nasi uduk
Bakwan goreng 2
potong
Teh manis
Air putih

260 kal
130 kal

4,07 gr
1.99 gr

karbohidra
t
32,84 gr
11,59 gr

75 kal
400 ml

Jumlah Gr /kal

protein

Lemak

Garam

100 gr = 175 kal


100 gr = 88 kal
75 kal
400 ml
85 ml

2,6 gr
3,5 gr
0

karbohidra
t
27,9 gr
6,5 gr
0

0,28 gr
0,5 gr
0

12 g

21 g

Jumlah Gr /kal

protein

Lemak

Garam

100 gr = 175 kal


100 gr = 88 kal
75 gr = 188 kal
600 ml

2,6 gr
3,5 gr
11,7 gr
0

karbohidra
t
27,9 gr
6,5 gr
0
0

0,28 gr
0,5 gr
0
0

12 g
6g

12,95 gr
6,74

Siang : 338 kal

Nasi
Sayur bayam
Teh manis
Air putih
Teh botol

6g
12 g

Malam : 451kal
Nasi
Sayur bayam
Telur dadar
Air putih

Kebutuhan kalori pasien :


Wanita umur = 20-29 tahun
AKEI = (14.7 B + 496) FK + EH
Keterangan:
AKEI : Angka Kecukupan Energi Individu
B : Berat badan sehat wanita sebelum hamil (kg)
EH : Tambahan energi wanita hamil (kal/org/hr). Sesuai kegiatannya
10

FK : Faktor kelipatan EMB untuk menghitung kecukupan energi wanita


Diketahui:
Umur = 20 tahun
BB normal = 75 kg
FK (aktifitas sedang) = 1.64
EH (aktifitas sedang) = 245 Kal
AKEI = (14.7 B + 496) FK + EH
= (14.7 x 75 + 496) 1.64 + 245
= 2621.54 + 245
= 2866.54 kalori/hari
Rata-rata konsumsi kalori pasien perhari : 1239.6 kalori/hari
Kekurangan kalori pasien : 2866.54 1239.6 = 1626.9 kalori
Pasien disarankan agar mengkonsumsi makanan tambahan agar sesuai dengan
kebutuhan kalori perharinya.
6. Pola Dukungan Keluarga
a. Faktor pendukung terselesainya masalah dalam keluarga
Suami pasien memberikan saran atas penyakit pasien dengan cara :
o Memotivasi pasien untuk menjaga pola makan, rajin berolahraga dan
menurunkan berat badan setelah melahirkan.
o Mengingatkan ke pasien untuk selalu

kontrol

penyakitnya

ke

dokter/puskesmas/RS.
o Menyarankan istrinya agar membuat dua menu yang dimana menu untuk
istrinya agar rendah garam.
b. Faktor penghambat terselesainya masalah dalam keluarga
Suami pasien kurang kooperatif dikarenakan kesibukan kerja, sehingga suami
pasien sulit untuk diajak periksa dan konsultasi bersama dengan pasien.

Kurangnya pengetahuan keluarga tentang penyakit yang diderita oleh Ny. D,


sehingga mereka tidak dapat mencegah faktor-faktor yang dapat memperburuk
atau faktor-faktor yang dapat menyebabkan berulangnya penyakit.

B. Genogram
1. Bentuk Keluarga
Keluarga Tn. A terdiri dari dua orang, yaitu Tn. A sebagai kepala keluarga; Ny. D
sebagai istrinya. Dengan demikian, keluarga ini termasuk dalam keluarga inti (the dayd
family).

11

2. Tahapan Siklus Keluarga


Menurut tahap dan siklus tumbuh kembang keluarga dikutip dari Duvall (1985)
dan Friedman (1998), Tahapan siklus keluarga Tn. A dan Ny. D termasuk ke dalam
tahap 1, yaitu keluarga baru melalui pernikahan yang sah dan meniggalkan keluarganya
masing-masing.
3. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Biologis
Keluarga pasien adalah keluarga yang masih mampu bereproduksi. Pasien sekarang
sedang mengandung dan masih ingin memiliki anak lagi. Pasien belum pernah
menggunakan kontrasepsi. Keluarga pasien baik dari keluarga pasien maupun keluarga
suami pasien tidak ada yang memiliki kecacatan dan tidak ada yang sedang memiliki
penyakit menular. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan reproduksi dalam keluarga
Ny. D termasuk baik.

b. Fungsi Psikologis
Pasien adalah seorang ibu rumah tangga. Saat ini pasien tinggal hanya dengan
suaminya saja. Pasien mengaku dekat dengan keluarga pasien maupun keluarga mertua
pasien, komunikasi antar keluarga dinyatakan lancar. Suami pasien cukup sibuk dengan
pekerjaannya sehingga kurang memperhatikan kesehatan pasien.
c. Fungsi Ekonomi
Kebutuhan ekonomi sehari-hari pasien tercukupi dengan gaji dari suaminya
sebesar Rp. 2.000.000. Uang tersebut sehari-hari dipakai untuk makan dan membayar
listrik, air dan kontrakan. Untuk biaya melahirkan pasien tidak begitu khawatir karena
sudah menggunakan BPJS.
d. Fungsi Sosial
Lingkungan tempat keluarga tinggal termasuk lingkungan padat penduduk, rumah
pasien sendiri memasuki gang yang kecil dan hanya muat dilewati oleh kendaraan beroda
dua dan sangat berdempetan dengan rumah yang lain.

12

Selama ini pasien tinggal di rumah sebagai ibu rumah tangga yang baik.
Keluarganya selama ini selalu harmonis dan pasien merasa nyaman di rumah terus
menerus karena lingkungan sekitar baik dari tetangga dan keamanan tergolong baik.
Sehari-hari kalau suaminya sudah berangkat kerja, pasien biasa berkumpul dengan
tetangga untuk mengobrol dan arisan dengan ibu-ibu satu RT. Pasien cukup disukai oleh
tetangga sekitar karena tergolong peduli dan tidak sombong terhadap warga sekitar.
e. Dinamika Keluarga
Hubungan keluarga satu sama lain selama ini tidak ada masalah. Pasien dengan
suaminya tergolong dekat dan kalau ada masalah pasien lebih sering emosian dibanding
suaminya yang lebih sabar. Pada akhir pekan pasangan suami istri ini sering pergi ke
rumah keluarga pasien maupun mertua pasien. Pasien sering diantar oleh mertua maupun
ibunya untuk periksa kehamilan ke puskesmas.

f. Family Map
Gambar 2. Genogram Tn. A
Tn.
D
74

Tn.
B
56

Tn.
A
21

Ny.
S
63

Tn.
T
60

Tn.
T
20

Tn. G
58th

Ny.
R
52

Tn. I
15
th

Keterangan:

Tn.
R
55

Ny.
N
54
th

Tn.
P
66
Ny.
S
56
th

Ny.
A
76
th
Tn. O
48 th
Ny.
M
54
th

Tn.
A
18

An.
Y
9 th

Ny.
D
20

: meninggal
: pasien ibu hamil
: laki-laki.

13

: perempuan.
: tinggal satu rumah.
: hubungan pernikahan.
: garis keturunan.
C. Identifikasi Permasalahan yang didapat dalam keluarga
Masalah yang didapatkan dari keluarga ini, pasien belum mengetahui pola makan

yang benar dan seimbang untuk kebutuhan gizinya serta kesembuhan penyakitnya.
Suami tidak selalu di tempat karena sibuk dengan pekerjaannya yang berisiko takut

pasien sakit tiba-tiba atau mau melahirkan tiba-tiba.


Pasien dan suaminya tidak begitu mengetahui tanda-tanda penyakit pasien tersebut
sehingga kurang sigap mengobati penyakit tersebut.

D. Diagnosis Holistik
1. Aspek Personal
Alasan kedatangan :
Pasien datang berobat ke Puskesmas dengan keinginan sendiri dan dukungan dari
suami untuk mengetahui apa sebenarnya penyakit yang diderita pasien selama ini disertai
dengan pemeriksaan ANC. Menurut pasien penyakit darah tinggi ini bila tidak
disembuhkan akan berbahaya saat melahirkan.

Harapan :
Pasien memiliki harapan untuk sembuh dan saat melahirkan bisa lancar serta ibu dan

anak bisa sehat.

Kekhawatiran :
Pasien memiliki kekhawatiran, penyakitnya akan berakibat berbahaya pada janin dan

dirinya sendiri.
2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
disimpulkan sebagai berikut :
Diagnosis kerja : G1P0A0 gravida 30-31 minggu dengan Hipertensi dalam Kehamilan

dan Obesitas
Diagnosis banding :
G1P0A0 gravida 30-31 minggu dengan Hipertensi dalam Kehamilan dan
Obesitas
G1P0A0 gravida 30-31 minggu dengan Preeklamsi dan Obesitas
G1P0A0 gravida 30-31 minggu dengan Anemia dan Obesitas

14

3. Aspek Risiko Internal


- Genetik :
Ada, pada ibu pasien
- Pola makan :
Pola makan pasien tidak memenuhi pola gizi seimbang karena kalorinya tidak sesuai dan
garam yang dikonsumsi masih tergolong banyak perharinya.
- Kebiasaan :
Pasien jarang makan sayur dan buah-buahan, jarang berolahraga dan masih suka
mengemil bila sedang lapar.
- Spiritual :
Pasien percaya bahwa penyakit yang dideritanya adalah cobaan dari Allah SWT,
pasien juga mulai bisa tenang menghadapi penyakitnya. Pasien setuju untuk mengikuti
prosedur pemeriksaan lanjutan dan rajin kontrol darah tingginya serta rajin meminum
obat.
4. Aspek Psikososial Keluarga
Faktor pendukung kesehatan pasien yang berasal dari keluarga ialah adanya kemauan
dari suami pasien untuk menyadarkan pasien agar mengurangi merubah pola makan dan
mengingatkan bahwa penyakit hipertensi akan menghilang setelah persalinan sehingga
pasien mempunyai keinginan berobat rutin ke dokter/puskesmas/RS dan agar memeriksan
kehamilannya mulai dari sekarang setiap minggu.
Selain itu dari tetangganya biasa menyiapkan mobil yang siap berangkat menuju
petugas kesehatan terdekat bila sang ibu ingin melahirkan.
5. Aspek Fungsional
Menurut skala ICPC pasien termasuk derajat 1 yang termasuk dalam aspek
fungsional sakit sakit ringan dan pasien mampu melakukan kegiatan yang sesuai
dengan aktivitas sehari hari.

E. Rencana Penatalaksanaan
15

Tabel 5. Rencana Penatalaksanaan Ny. D


Aspek
Kegiatan
Aspek Personal - Menjelaskan kepada pasien

Sasaran
Pasien

Waktu
Pada saat

Hasil yang diharapkan


-Pasien memahami

tanda-tanda penyakitnya dan

di

tanda-tanda penyakitnya

apa yang harus dilakukan

Puskesmas

dan lebih sigap bila

dan

tanda-tanda perburukan

kunjungan

penyakit muncul.

rumah

- Pasien menjadi lebih

selanjutnya.
- Menjelaskan kepada pasien
bahwa setelah dilakukan
pemeriksaan fisik pasien dan

tenang karena

janin dalam kondisi yang sehat

mengetahui dirinya dan

dan aman.
- Memotivasi pasien untuk rajin

sang bayi sehat dan


aman.

meminum obat

-Pasien sadar dan mau

- Menjelaskan kepada pasien

untuk sembuh dengan

bahwa penyakit hipertensinya

cara berobat teratur ke

akan mehilang setelah

dokter.

persalinan.
- Meningkatkan kesadaran pasien
untuk kontrol berobat ke
Aspek Klinik

dokter secara teratur.


- Menyiapkan persiapan kelahiran

Pasien

Pada saat

- Pasien lebih siap dan

untuk pasien serta siap-siap

di

merujuk ke rumah sakit bila

Puskesmas

aman saat melahirkan


- Pasien mau mengikuti
pengobatan hipertensi

terdapat tanda-tanda

agar tekanan darahnya

perburukan dari penyakit yang

tetap stabil dan kualitas

diderita pasien.
- Memberi obat-obatan anti

Aspek Risiko
Internal

hipertensi.
- Methyl Dopa 3 x 250 mg.
- Menyarankan kepada pasien agar
memakai KB setelah
melahirkan karena takut
berisiko saat kehamilan
berikutnya
- Diet Garam dari 18 gram perhari

hidup pasien meningkat.

Pasien
Suami
pasien

Pada saat

- Pasien terhindar dari

di

kehamilan karena

Puskesmas

kehamilan berikutnya

dan

memiliki potensi untuk

kunjungan

menjadi penyakit seperti

rumah

saat ini.

menjadi 4 gram perhari yaitu 1

-Kebutuhan kalori

sendok teh perhari. Memenuhi

terpenuhi, gizi seimbang

kebutuhan kalorinya yang

terpenuhi dan dengan

kurang sebesar 1626.9 kalori

garam yang dikonsumsi

dan pola gizi seimbang

berkurang diharapkan

dengan cara memberitahu

penyakit hipertensinya

daftar makanan tambahan

bisa membaik

serta kandungan kalorinya.

-Pasien dapat

- Menyarankan pasien untuk tetap


melakukan olahraga dan

meningkatkan kualitas
hidupnya.

aktivitas sehari -hari seperti


biasa sesuai kemampuannya

16

(seperti berjalan kaki selama


30 menit).
Aspek

- Menyarankan kepada suami agar

Keluarga

Pada saat

- Pasien tinggal di

pasien

Puskesmas

rumah orang tua untuk

Psikososial

pasien tinggal di rumah

Keluarga

ibu/mertua sampai persalinan

dan saat

sementara sampai

dikarenakan pasien sering

kunjungan

persalinan dengan

sendiri dirumah dan mengingat

rumah

begitu pasien juga

waktu persalinan yang tidak

merasa lebih aman

lama lagi.

apabila sewaktu-waktu
terjadi hal yang tidak

Aspek

Fungsional

Menganjurkan kepada pasien

Pasien

Pada saat

diinginkan.
- Pasien dapat

untuk makan obat teratur dan

di

melakukan

mengikuti pola makan yang

Puskesmas

aktifitasnya seperti

telah dijelaskan

dan

sebelumnya dari skala

kunjungan

ICPC 1 (tampak tidak

rumah

banyak tiduran)
menjadi sehat

Analisa Kasus
1. Aspek Personal
Keluhan keluhan yang dirasakan pasien saat ini merupakan tanda bahwa
pasien memiliki respon kekhawatiran, sehingga setiap pasien merasakan keluhan
pasien datang berobat ke puskesmas. Hal ini bersesuaian dengan teori perilaku
kesehatan dalam bagian perilaku sehubungan dengan pencarian pengobatan (health
seeking behaviour), dimana hal tersebut merupakan respon dari sebuah stimulus
(sakit). (Notoatmodjo, 2007).
Pasien memiliki harapan untuk melanjutkan hidupnya. Pada analisis aspek
personal dapat dilihat bahwa pasien seseorang yang memiliki harapan untuk dapat
melanjutkan hidupnya. Maka rencana penatalaksanaan menjelaskan kepada pasien
tanda-tanda penyakitnya dan apa yang harus dilakukan selanjutnya, Menjelaskan
kepada pasien bahwa setelah dilakukan pemeriksaan fisik pasien dan janin dalam
kondisi yang sehat dan aman, memotivasi pasien untuk rajin meminum obat,
menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit hipertensinya akan menghilang setelah
persalinan, dan meningkatkan kesadaran pasien untuk kontrol berobat ke dokter
secara teratur. Dengan harapan pasien memahami tanda-tanda penyakitnya dan lebih
sigap bila tanda-tanda perburukan penyakit muncul, menjadi lebih tenang karena
17

mengetahui dirinya dan sang bayi sehat dan aman, sadar dan mau untuk sembuh
dengan cara berobat teratur ke dokter dan terbiasa untuk berolahraga untuk hidup
yang lebih sehat.
2. Aspek Klinik
Berdasarkan hasil anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang
didapatkan secara anamnesa pasien merasa sering sakit kepala sehingga merasa
kegiatan sehari-harinya terganggu. Maka rencaana penatalaksanaan adalah dengan
memberi obat-obatan anti hipertensi. Dengan harapan pasien mau mengikuti
pengobatan hipertensi agar tekanan darahnya tetap stabil dan kualitas hidup pasien
meningkat.
3. Aspek Resiko Internal
Aspek resiko internal yang perlu diperhatikan adalah pola makan dan
kebiasaan serta pemakaian KB. Maka rencana penatalaksanaan yaitu menjelaskan
pola makan sehat dan menyarankan kepada pasien agar memakai KB setelah
melahirkan, mengikuti pola gizi seimbang dengan rendah garam, dan menyarankan
pasien untuk berolahraga. Dengan hasil yang diharapkan pasien terhindar dari
kehamilan, kebutuhan kalori pasien terpenuhi, dan dengan garam yang dikonsumsi
berkurang diharapkan penyakit hipertensinya bisa membaik.
4. Aspek Psikososial Keluarga
Kurangnya komunikasi antara pasien dan suaminya menyebabkan kurangnya
perhatian dari suami pasien terhadap penyakit pasien. Maka rencana penatalaksanaan
yaitu Menyarankan kepada suami agar pasien tinggal di rumah ibu/mertua sampai
persalinan dikarenakan pasien sering sendiri dirumah dan mengingat waktu persalinan
yang tidak lama lagi. Dengan hasil yang diharapkan Pasien tinggal di rumah orang
tua untuk sementara sampai persalinan dengan begitu pasien juga merasa lebih aman
apabila sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan.
5. Aspek Fungsional
Menurut skala ECOG pasien termasuk derajat 1 dimana pasien mampu melakukan
pekerjaan ringan sehari hari seperti pekerjaan rumah. Dengan rencana
penatalaksanaan yaitu menyarankan pasien untuk tetap melakukan aktivitas sehari
hari seperti biasa sesuai kemampuan. Dengan hasil yang diharapkan pasien dapat

18

meningkatkan kualitas hidupnya.

F.
1.
2.
3.

Prognosis
Ad vitam
Ad sanasionam
Ad fungsionam

: ad bonam
: dubia ad bonam
: ad bonam

LAMPIRAN
Menu Makan Diet Rendah Garam

19

20