Anda di halaman 1dari 5

KONTROL PERNAFASAN

Pernafasan dikendalikan oleh susunan saraf pusat. Pernafasan secara volumter


dikendalikan oleh korteks serebri dan otonom diperintah oleh daerah medulopontis. Otot-otot
pernafasan disuplai oleh saraf dari servilak (C IV-C VII) dan dari torakal (Th I-VII).sarafsaraf motorik utama yang mengontrol pernafasan adalah saraf frenikus menyebabkan dada
mengembang dan udara mengalir kedalam paru,hal ini disebut inspirasi . seiring dengan
berlanjutnya inspirasi, pelepasan muatan saraf sentral melambat diikuti peningkatan muatan
saraf ekspirasi aktivitas saraf motorik berhenti sehingga otot diafragma dan otot anatar tulang
iga berelaksasi sehingga dada kembali mengempis dan ini disebut ekspirasi.
Dapat dikatakan bahwa pusat pernafasan merupakan suatu kelompok neuron yang
luas dan terletak bilateral substansi retikularis medula oblongata dan pow,yang menjalankan
fungsinya dibagi tiga bagian yaitu:
1. Kelompok saraf medula oblongata bagian dorsalis yang merupakan area inspirasi.
Saraf-saraf sangat dekat dan berhubungan erat dengan traktus salivatorius, yang
merupakan ujung sensorif saraf vagus dan saraf glosofaringeus. Saraf-saraf tersebut
menghantarkan impuls sensorik dari kemoreseptor perifer, dengan cara ini dapat
membantu mengatur ventilasi paru, disamping itu saraf vagus juga membantu
mengatur inflasi paru dan kecepatan pernafasan.
2. Kelompok sraf medula oblongata yang bagian ventralis yang merupakan area
ekspirasi
3. Pusat pneumotaksis terletak dipons, menghantarkan impuls penghambat ke area
inspirasi. Fungsi pneumotaksis berperan membatasi inspirasi yang mempunyai efek
sekunder atas kecepatan pernafasan , karena membatasi inspirasi dengan
memperpendek masa pernafasan. Impuls pneumotaksis yang kuat dapat meningkatkan
kecepatan pernafasan sampai30-40 tarikan nafas permenit. Sementara impuls
pneumotaksis yang lemah dapat mengurangi kecepatan pernafasan sampai beberapa
tarikan nafas permenit.
Sistem saraf menyesuaikan kecepatan ventilasi alveolus, untuk memelihara kadar tekanan o2,
tekana co2, pH darah yang tepat dengan jalantekanan co2 dan pH darah berhubungan era.
Terdapat
beberapa
sensor
untuk
input
eferen
ke
susunan
saraf
pusat,kemoresptor,mekanoresptor dan lainnya.
Kemoreseptor sentral, dari otak berespon terhadap perubahan konsentrasi ion
hidrogen didalam cairan serebrospinal. Peningkatan konsentrasi ini meningkatkan
kecepatan lepasan muatan kemoreseptor dan demikian sebaliknya. Informasi dari
kemoreseptor sentral disalurkan ke pusat pernafasan diotak sebagairespon terhadap
terjadinya penurunan atau peningkatan kecepatan diotak. Peningkatan ion idrogen
diartikan sebagai peningkatan karbon dioksida dan akan meningkatkan kecepatan
inspirasi dan sebaliknya.
Kemoreseptor perifer, yang terdapat dikarotid dan aortik yangtugasnya memantau
konsentrasi oksigen didalam darah arteri. Badan karotid terletak bilateral didalam
percabangan arteri karotis komunis dan serabut afen berjalan melalui saraf hering ke

saraf glosofaringeus kemudian ke mudula oblongata. Karena masing-masing badan


mendapat suplai darah khusus melalui arteri-arteri kecil bercabang lansung dari
trunkus arter. Pengiriman impuls kepusat pernafasan tersebut, terutama meningkatkan
kecepatan ventilasi sewaktu kadar oksigen rendah. Kemoreseptor ini kurang sensitif
dibanding dengan kemoreseptor sentral.
Mekanoreseptor, terdapat pada jalan nafas bagian atas dan paru. Mekano reseptor
terdiri dari beberapa jenis dan mempunyai berbagai fungsi. Pada paru terdapat
reseptor regang yang terletak didalam dinding bronkus dan seluruh bronkiolus dari
refleks hering-breurer, refleks ini mempunyai efek yangsama dengan refleks
pneumotaksis dalam meningkatkan kecepepatan pernafasan karena pengurangan masa
inspirasi. Refleks ini aktif sampai tiap tarik nafas meningkat lebihdari 1,5 liter.
Refleks ini juga sebai mekanisme protektif untuk melindungi kelebihan inflasi
parudan sebagai unsur penting dalam pengurangan ventilasi yang normal. Disamping
itu dapat menyebabkan bronkokonstriksi, takikardi dan vasokontriksi.
TRANSPOR GAS
Dalam keadaan normal konsentrasi oksigen dalam alveolus lebih tinggi daripada
didalam kapiler paru. Konsentrasi oksigen alveolus mencerminkan oksigen atmosfir,
sedangkan konsentrasi oksigen kapiler paru mencerminkan konsentrasi oksigen darah vena
sistemik. Besarnya konsentrasi oksigen berbanding lurus dengan tekanan parsial dan biasanya
dinyatakan dalam mmHg.
Pengambilan oksigen oleh alveolus didalam darah didasarkan adanya perbedaan
tekanan parsial oksigen antara alveolus dan pembuluh kapiler. Dalam keadaan normal,
tekanan parsial oksigen adalah 105 mmHg didalam alveolus dan 40 mmHg didalam kapiler
para pada permukaan ketinggian laut meskipun tekanan O2 darah vena yang sedang
memasuki kapiler hanya 40 mmHg karena sejumlah oksigen telah dikeluarkan dari darah
melalui jaringan kapiler. Tekanan O2 didalam alveolus adalah 105 mmHg yang memberikan
suatu perbedaan tekanan awal untuk difusiO2 kedalam kapiler karu sebesar 105-40 atau 64
mmHg. Oleh karena itu banyak oksigen berdifusi didalam kapiler paru dari pada didalam
darah. Dengan perkataan lain, darah arteri hampir 100% oksigen telah mengalami kejenuhan
pada darah vena tekanan ksigen adalah 40 mmHg sedangkan pada alveoli hampir 98% atau
105 mmH.
Kecepatan masimum dari nakutan oksigen kejaringan rerata 15 x 250 ml, atau 3750
ml permenit pada dewasa muda normal. Adaptasi khusus pada latihan atletik,seperti
peningkaan konsentrasi hemoglobin darah dan peningkatan curah jantung maksmum, kadangkadang dapat meningkat nilai ini menkadi setinggi 4,5 sampai 5 liter permenit.
Difusi oksigen darai darah ke jaringan, pada kapiler jaringan oksigen berdifusi
kedalam jaringan tersebut,pada dasarnya prosesnya sama seperti yang terjadi diparuparu. Tekannan O2 didalam cairan interstisial sekitar 40 mmHg, sedangkan didalam
arteri sekitar 95 mmHg. Oleh karena itu pada ujung ateri terdapat perbedaan tekanan
sebesar 55 mmHg menyebabkan difusi oksigen. Oksigen berdifusi melalui membran

sel sangat cepat. Oleh karena itu tekana O2 intrasel hampir sama dengan tekanan O2
cairan interstisial, normanya hanya 5-60 mmHg rerata hanya 23 mmHg. Untuk
menyokong proses metabolik hanya diperlukan tekanan O2 1-3 mmHg.
Penggunaan oksigen oleh jaringan, pernafasan internalmeliputi empat hal yaitu:
1.pengaktifan substrat, 2.pengaktifan oksigen, 3. Peranan enzim (dehidrogenase,
difosfor piridin nukleotida,flavoprotein dan sitokrom dan 4. Penggunaan energi oleh
jaringan yang adalah otot (glikolisis sebagai sumber enrgi, ATP Dan ADP sebgai
transfer energi,kretin fosfat sebagai cadangan energi)
Pengikatan dan pengangkutan oksigen dalam darah, hemoglobin merupakan protein
64.800 dalton dengan 4 subunit yang masing-masing mengandung satu bagian heme.
Heme merupakan suatu kompleks porifirin dan fe2+. Setiap dari keempat fe2+
bergabyng secara longgar dan reversibel dengan atu molekul oksigen. Proses ini
disebut oksigenasi,buak oksidasi. Bila tekanan oksigen tinggi seperti didalamn kapiler
paru, oksigen berikatan dengan hemoglobin, tetapi bila tekana rendah seperti didalam
kapiler jaringan oksigen dilepaskan dari hemoglobin, ini adalah dasar dari
pengangkutan oksigen dari paru ke jaringan.
Pengangkutan dan pengeluaran karbon dioksida, produksi CO2 dijaringan lebih
kurang 200 ml/menit dalam kondisi basal . pengangkutannya ditentukan oleh proses kimia
dan fiska. Proses fisika dasarnya dalah perbedaan tekanan parsial CO2 dalam jaringan dengan
CO2 dalam pembuluh kapiler. Proses kimia adanya reaksi hemoglobindengan CO2 setelah
darah melewati membran kapiler.konsentrasi CO2 akan bertambah dengan adanya
pembebasan dari K+, CO2 sebelum sampai kedalam sel darah merah akan masuk kedalam
plasma darah dan membentuk H2CO3. Ion hidrogen akan masuk kedalam sel darah
merah(influks) dan diikuiti K+ yang keluar dari plasma (outfluks). Jadi dengan demikian
influks Na+ diikuti CL-, juga H2O sehinga volume volume sel darah merah lebih besar
dipembuluh darah vena daripada didalam arteri.
PERTUKARAN GAS
Setelah udara alveolus ditukar dengan udara segar. Selanjutnya proses oernafasan
adalah difusi oksigen dari alvelus kedalam darah paru-paru dan difusi karbon dioksida kerah
yang berlawanan , yang darah paru kedalam alveolus. Ke semua gas merupakan molekul
sederhana yang bergerak bebas diantara satu sama lain. Tetapi untuk terjadi difusi harus ada
sumber energi oleh gerakan kinetik molekul itu sendiri, kecuali jika temperaur non absolut.
Penyebab tekanan suau akibat tubrukan secara kinetik dari molekul-molekul yang
bergerak pada permukaan. Konsentrasi gas lebih besar maka jumlah tenaga tubrukan semua
molekul berkumpul pada permukaan disaat tertentu. Sehinga tekanan gas berbanding
langsung engan konsentrasnya. Juga bebanding langsungdengan energi kinetik rerata molekul
dan berbanding langsung dengan suhu, tetapi didalam tubuh suhunya relatif tetap 37 derajat
celcius. Mialnya udara yang mempunyai komposisi nitrogen 79% dari 760 mmHg disebabkan
nitrogen sebesar 600 mmHg dari 21% oksigen sekitar 160 mmHg . jadi tekana parsial
nitrogen campuran adalah 600 mmHg dan oksigen 160 mmHg sedangkan tekanan total 760
mmHg.

Konsentrasi gas dalam larutan tidak hanya ditentukan oleh tekanan, juga oleh koefisien
kelarutan ga. Beberapa molekulterutama VO2 secara fisika atau kimia tertarik ke molekul
sedangkan yang lain ditolak akan membentuk kelebihan tekanan bagi sejumlah sangat kecil
gas yang larut. Koefisien kelarutan gas yang penting dalam pernafasan antara laim:
Oksigen 0,024
Karbon dioksida 0,57
Nitrogen 0,012
Tekanan uap air tergantung pada suhu, semain besar suhu maka semakin besar ativitas
molekul dalam air dan semakin besar kemungkinan molekul keluar dari permukaan air
kedalam fase gas. Tekanan uap air pada suhu kamar sekitar 20 mmHg, sedangkan pada suhu
tubuh sekitar 47 mmHg . pada prinsipnya difusi dari tekan tinggi ke tekanan rendah berlaku
untuk untuk difusi gas dalam suatu campuran gas. Faktor yang mempengaruhi
kecepatandifusi adalah; daya larut gas,luas penampang melintang cairan, jarak yang ditempuh
oleh gas yang berdifusi, berat molekul gas dan suhu cairan. Didalam tubuh, suhu masih
cukup konstan dan biasa tidak perlu diperhatikan.
Gas-gas yang penting dalam pernafasan sangat larut dalam lemak, akibatnya juga
sagat larut dalam membrana sel . oleh karena itu gas berdifusi lewat membrana sel dengan
rintangan yangsangat kecil. Difusi gas melalui jaringan termasukmelaui membran paru
hampir samadengan difusi gas melalui air.
Gas dapat bergerak dari satu tempat ketempat lain melalui difusi. Gerakan ini
disebabkan perbedaan tekanan dari satu tempat ketempat yang lain. Dengan demikian ,
oksigen berdifusi dari alveolus kedalam kapiler paru karena perbedaan tekanan . jadi tekanan
parsial oksigen didalam alveolus lebih besar dari yang didalam darah paru. Selanjutnya darah
paru diangkut melalui sirkulasi ke jaringan perifer. Disini tekanan parsial oksigen sel lebih
rendah dari pada tekanan parsial oksigen darah arteri yang memasuki kapiler. Juga tekanan
parsial oksigen yang jauh lebih tinggi didalam darah kapiler menyebabkan oksigen berdifusi
keluar dari kapiler dan melalui cairan interstisial ke sel.
Bila oksigen dimetabolis bersama bahan makanan didalam sel meningkat kesuatu
nilai tinggi yang menyebabkanCO2 berdifusi dari sel kedalam jaringan kapiler. Bila telah
berada didalam darah , CO2 diangkut kekapiler paru yang mengalami difusi keluardari darah
masuk ke alveolus, karena tekana parsial karbon dioksida didalam alveolus lebih rendah dari
pada did alam darah, pada dasarnya,pengangkutan oksigen dari karbon dioksida ke dan dari
jaringan, masing-masing tegantung pada difusi dan gerak darah.