Anda di halaman 1dari 10

BAB II

DASAR TEORI
2.1 Pengertian
Tembaga merupakan logam setelah baja yang banyak digunakan sejak dahulu kala
karena memiliki kemampuan dimesin/dikerjakan yang baik, daya tahan korosi, konduktor
listrik dan panas yang tinggi. Tembaga diambil dari biji dasar pada Copperpryites (tanah
tambang dimana tembaga bereakasi secara kimia dengan besi dan belerang = CuFeS2.
Tembaga banyak digunakan sebagai material penghantar listrik/kawat listrik. Tembaga
memilik daya tahan korosi yang baik di dalam air, dalam tanah maupun dalam air laut, hal ini
disebabkan adanya lapisan oksida yang melapisi permukaannya.
Tembaga memiliki kekuatan tarik menengah dan dapat ditingkatkan dengan memadu
seng atau timah menjadi brass(kuningan) dan bronze(perunggu).
Karakteristik Tembaga:
Sifat-sifat
Struktur kristal
Densitas pada 20C (sat. 103kg/m3)
Titik cair (C)
Koefisien mulur panas kawat 20~100C (10-6/K)
Konduktifitas panas 20~400C (W/(mK)
Tahanan listrik 20C (10-8 KWm)
Modulus elastisitas (GPa)
Modulus kekakuan (GPa)

Tembaga murni
FCC
8.93
1083
17.1
393
1.673
128
46.8

2.2 Proses Pembuatan


Bijih-bijih tembaga dapat diklasifikasikan atas tiga golongan;
-Bijih Sulfida
-Bijih Oksida
-Bijih murni (native)

Proses pemurnian bijih tembaga dapat dilakukan dengan dua cara:


1.Proses Pyrometallurgy
Proses ini menggunakan temperatur tinggi yang diperoleh dari pembakaran bahan
bakar. Bijih tembaga yang telah dipisahkan dari kotoran-kotoran (tailing) dipanggang untuk
menghilangkan asam belerang dan selanjutnya bijih ini dilebur.Berikut ini diberikan gambar
dapur peleburan tembaga tersebut.

Keterangan gambar :
1 = lining
2 = nose or mouth
3 = tuyere
4 = roller stand
Pada peleburan tersebut bijih-bijih dipisahkan dari terak dan akan dihasilkan matte,
selanjutnya matte ini diproses pada converter sehingga unsur-unsur besi dan belerang dapat
dipisahkan dan akan menghasilkan tembaga blister.Tembaga blister masih mengandung
sejumlah unsur-unsur besi, belerang, seng, nikel, arsen dsb. sehingga blister ini harus
diproses ulang (refining) yang pelaksanaannya dapat dilakukan pada Reverberatory.

2. Proses Hydrometallurgy
Metoda ini ini dilakukan dengan cara melarutkan bijih-bijih tembaga (leaching) ke
dalam suatu larutan tertentu, kemudian tembaga dipisahkan dari bahan ikutan lainnya
(kotoran).
a. Untuk meleaching bijih tembaga yang bersifat oksida, digunakan asam sulfat (H2SO4),
seperti ditunjukkan pada reaksi di bawah ini :
CuCO3 . Cu (OH)2 + 2 H2SO4 -> 2 CuSO4 + CO2 + 3 H2O
b. Untuk meleaching bijih yang bersifat sulfida atau native digunakan ferri sulfat
(Fe2(SO4)3), seperti bijih cholcocite di bawah ini :
Cu2S + 2 Fe2 (SO4)3 -> Cu SO4 + 4 FeSO4 + S
Untuk bijih chalcopyrite dan bornite, reaksinya berjalan lambat dan tidak dapat larut
seluruhnya. Setelah hasil leaching dipisahkan dari bagian-bagian yang tidak dapat larut,
kemudian larutan ini diproses secara elektrolisa,sehingga didapatkan tembaga murni.

2.3 Jenis-jenis
A. Tembaga murni (Unalloyed copper)
Tembaga murni atau tembaga tak berpaduan merupakan suatu material teknik
yang penting karena memiliki konduktifitas listrik yang tinggi, sehingga banyak
digunakan di industri listrik.
Tembaga Electrolytic tough-pitch (ETP) adalah tembaga yang tidak terlalu mahal
dan digunakan untuk memproduksi kawat, batang, plat dan plat tipis. Tembaga
ETP adalah tembaga yang telah dimurnikan kandungan besi sulfidanya dalam
dapur pemurnian.
Tembaga ETP mengandung oksigen sekitar 0.04% dalam bentuk Cu2O saat dicor.
Oksigen bukan merupakan ketidakmurnian yang penting namun bila dipanaskan
di atas 400 C dalam atmosfir hydrogen maka hydrogen akan menyusup ke
tembaga bereaksi membentuk tembaga dan uap air.
Cu2O + H2 (larut dalam Cu) 2Cu + H2O (uap)
Uap air ini terjebak dan membentuk lubang-lubang dalam terutama dalam
batas butir yang mana membuat tembaga getas. Fenomena penggetasan yang
disebabkan oleh hydrogen ini yang disebut Hydrogen Embrittlement.
Untuk menghindari hydrogen embrittlement yang disebabkan Cu2O,
oksigen dapat direaksikan dengan fospor untuk membentuk phosphor pentoksida
(P2O5) yang tidak membuat tembaga getas.
B. Brass (Tembaga paduan seng) kuningan
Brass mengandung tembaga yang dipadu dengan seng antara 5 ~ 40%.
Penambagan timbal (Pb) antara 0.5 ~ 3% dapat memperbaiki kemampuan
dimesin.
Kekuatan tarik tembaga yang telah dianil antara 234 ~374 MPa dan dapat
ditingkatkan kekuatannya dengan cara pengerjaan dingin semacam pengerolan
dingin.
B.1 Macam-macam Brass:
1. Paduan Cu - (5~20%) Zn, untuk material arsitektur, aksesoris baju, peralatan
rumah tangga.
2. Paduan Cu - (25~35%) Zn, disebut juga kuningan 7/3 dengan sifat mudah
dimesin dengan kekuatan yang memadai sehingga tepat digunakan untuk
komponen-komponen yang rumit.
3. Paduan Cu (35~45%) Zn, disebut juga kuningan 6/4. Berharga lebih murah
dan banyak dikerjakan panas, dengan kekuatan yang tinggi. Banyak digunakan
untuk pengerjaan plat dan untuk peralatan mesin.
4. Paduan CuZnSn (Naval Brass, kuningan perkapalan) yang mana kuningan
6/4 ditambahkan timah 0.5 ~ 1.5%. Namun bila kuningan 7/3 ditambah timah
sekitar 1% disebut Admiral Brass, kuningan laksamana. Memiliki ketahanan
korosi air laut yang tinggi. Banyak digunakan untuk kondenser air, komponen
kapal laut.
5. Kuningan kekuatan tinggi (Cu-Zn-Mn), merupakan kuningan 6/4 yang dipadu
dengan mangan 0.3 ~ 3% dan Al, Fe, Ni dan Sn di bawah 1% untuk
meningkatkan kekuatan dan memperbaiki daya tahan korosi. Mn dan Fe

melembutkan butiran logam sehingga kekuatan meningkat. Al dan Sn


meningkatkan daya tahan korosi dan daya tahan aus. Nikel juga menaikkan
kekuatan dan daya tahan aus.
C. Bronze (Tembaga paduan timah) perunggu
Bronze / perunggu merupakan paduan tembaga yang kuat, keras dan memilik daya
tahan korosi yang tinggi.

Merupakan paduan antara tembaga dan timah sekitar 1 ~ 10%.


Memiliki kekuatan lebih tinggi daripada brass terutama pada kondisi setelah
dikerjakan dingin dan sifat tahan korosi.
Membutuhkan biaya proses yang lebih mahal daripada brass.
Penambahan timah hingga 16% ada paduan coran untuk bantalan kekuatan tinggi
dan roda gigi.
Penambahan timbal (5 ~ 10%) untuk meningkatkan daya tahan aus pada
permukaan bantalan.

D. Paduan Tembaga Berilium


Mengandung berilium (Be) antara 0.6 ~ 2% dengan penambahan kobalt 0.2
hingga 2.5%.
Memiliki kemampuan diperlakukan panas, dikerjakan dingin hingga memiliki
kekuatan tarik sekitar 1463 MPa (tertinggi untuk jenis paduan tembaga).
Banyak digunakan untuk peralatan yang membutuhkan kekerasan yang tinggi dan
tidak menimbulkan bunga api untuk industri kimia.
Memiliki daya tahan korosi, sifat tahan lelah dan kekuatan yang sangat baik
sehingga digunakan untuk pegas, roda gigi, diafragma, katup.
Kelemahannya pada harga yang mahal.
2.4 Klasifikasi dan Kodefikasi
Pengklasifikasian di US berdasarkan sistem klasifikasi oleh Copper Development
Association (CDA). C10100 hingga C79900 untuk tembaga paduan tempa sedangkan
C80000 hingga C99900 untuk tembaga paduan cor. Untuk klasifikasi berdasarkan JIS hanya
menggunakan 4 angka di belakang C dengan definisi yang hampir sama seperti contoh C1100
sama dengan C11000.

Klasifikasi Tembaga Paduan (Copper Development Association System)

2.5 Pengaruh Unsur Paduan


Tembaga yang terbuat dari paduan dari unsur lain akan memiliki sifat mekanis dan
sifat material yang berbeda dengan sifat mekanis tembaga murni. Unsur-unsur lainnya yang
ditambahkan adalah timbal, timah, mangan, besi, aluminium, seng, nikel, berilium dan

kobalt. Masing-masing unsur tersebut memiliki pengaruh yang berbeda untuk tembaga yang
dipadukan.
1. Timbal (Pb)
Memperbaiki kemampuan di mesin, Penambahan 5-10% dapat meningkatkan
daya tahan aus.
2. Timah (Sn)
Tembaga dengan paduan timah sekitar 1% akan memiliki sifat ketahanan korosi
air laut yang tinggi. Timah juga meningkatkan daya tahan aus.
3. Mangan (Mn)
Mangan dipadukan dengan tembaga dapat mengubah bentuk butiran logam
menjadi lebih lembut. Sehingga kekuatan materialnya meningkat.
4. Besi (Fe)
Pengaruh unsur besi pada paduan tembaga sama halnya dengan mangan yaitu
melembutkan butiran sehingga kekuatannya meningkat.
5. Aluminium (Al)
Penambahan aluminium dapat meningkatkan daya tahan korosi dan daya tahan
aus.
6. Nikel (Ni)
Menaikkan kekuatan dan daya tahan aus.
7. Berilium (Be)
Unsur berilium menambah konduktivitas tembaga.
2.6 Sifat Mekanis

Memiliki struktur kristal FCC


Mudah ditempa
Ulet
Mudah dipoles atau diplating
Dapat dirol
Temperatur leleh 1083 C
Modulus elastisitas 128 Gpa
Modulus kekakuan 46,8 Gpa
Memiliki sifat mampu mesin yang baik
Mudah dibentuk melalui pengerjaan dingin maupun pengerjaan panas

Mudah disambung melalui penyolderan, brazing dan welding


Pressing dan forging temperatur lebih rendah dibanding dengan pemakaian bahan
logam ferro

2.7 Kegunaan

Sebagai bahan untuk kabel listrik dan kumparan dinamo

Dimanfaatkan untuk berbagai alat listrik dan rumah tangga. Hampir semua alat rumah
tangga terutama yang berhubungan dengan listrik menampilkan label Terbuat dari
Tembaga. Karena logam ini memang sangat handal digunakan untuk penghantar
listrik.

Komponen utama perlengkapan handphone dan komputer dan elektronik

Komponen pembuat perhiasan. Tembaga juga dapat digunakan untuk membuat


berbagai perhiasan menarik, terutama ketika dicampurkan dengan emas atau logam
lainnya.

Dalam bidang pertanian, logam tembaga dapat digunakan sebagai racun.

Digunakan sebagai algisida (pembunuh ganggang) dalam pemurniaan air .

Dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pembuatan uang logam.

Campuran tembaga dapat dijadikan sebagai bahan pembuatan logam lainnya.

Digunakan sebagai campuran untuk menghilangkan belerang dalam pengolahan


minyak.

Sebagai bahan untuk membuat pipa

2.8 Studi Kasus

Masalah
Korosi selektif
Dimassa lampau, orang-orang telah malaporkan peihal korosi seng pada kuningan.

Komponen-komponen yang dirancang untuk digunakan baik di air laut maupun di air tawar
seperti kondensor, katup, keran, pipa,termasuk sekrup, mur dan baut, banyak dirusak akibat

korosi selektif . Masalah ini tidak hanya dialami oleh kuningan, masih banyak pada logam
lain.
Korosi Selektif adalah suatu bentuk korosi yang terjadi karena pelarutan komponen
tertentu dari paduan logam (alloynya). Pelarutan ini terjadi pada salah satu unsur pemadu atau
komponen dari paduan logam yang lebih aktif yang menyebabkan sebagian besar dari
pemadu tersebut hilang dari paduannya. Material yang tertinggal telah kehilangan sebagian
besar kekuatan fisiknya (karena berpori-pori). Selektif leaching nama lain dari Korosi
Selektif- bisa terjadi dari sepasang panduan logam satu fasa dan juga dua fasa. Dalam paduan
dua fasa, fasa yang kurang mulia akan meluruh terlebih dahulu.

Solusi

1. Mengurangi keagresifan lingkungan misalnya dengan mengurangi kandungan oksigen


terlarut (deaerasi).
2. Menggunakan paduan yang lebih tahan misalnya kuingan merah (15% Zn).
3. Penambahan 1 % Sn pada Brass 70-30.
4. Penambahan inhibitor.
5. Proteksi katodik.

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Kesimpulan yang dapat kita ambil dari makalah ini adalahtembaga adalah termasuk
logam non ferro dan bisa dipadukan dengan logam yang lainnya seperti seng, atau timah. Hal
itu dilakukan agar mendapatkan suatu material yang mempunyai sifat sifat mekanis yang
sesuai dengan kebutuhan. Dari berbagai macam tembaga dan paduannya tersebut mempunyai
banyak manfaat dan sering dimanfaatkan dalam bidang industri.