Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung
pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau
lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat
pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelicin, zat pembasah atau zat lain yang cocok.
Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa.Tablet
merupakan bentuk sediaan farmasi yang paling banyak tantangannya didalam mendesain dan
membuatnya. Misalnya kesukaran untuk memperoleh bioavailabilitas penuh dan dapat dipercaya
dari obat yang sukar dibasahi dan melarutkannya lambat, begitu juga kesukaran untuk
mendapatkan kekompakan kahesi yang baik dari zat amorf atau gumpalan.Namun demikian,
walaupun obat tersebut baik kempanya, melarutnya, dan tidak mempunyai masalah
bioavailabilitas, mendesain dan memproduksi obat itu masih penuh tantangan, sebab masih
banyak
tujuan
bersaing
dari
bentuk
sediaan
ini.(farmakope
IV:
1995)
Untuk mengetahui karakteristik suatu sediaan tablet maka diperlukan serangkaian
evaluasiatau pengujian terhadap sediaan tersebut. Karena sebagian besar diantara kita tidak
mengetahui karakteristik tablet yang kita gunakan. Untuk itu beberapa parameter!parameter uji
sediaan tablet perlu untuk diketahui sperti uji keseragamn ukuran, uji keseragaman bobot,uji
kekerasan ,uji kerapuhan,uji waktu hancu dan uji disolusi.
Dalam praktikum ini dilakukan uji waktu hancur pada sediaan tablet aminophylin dengan
menggunaka alat uji waktu hancur yaitu disintegrator (disintegration tester)

I.2 Maksud dan Tujuan Percobaan


I.2.1 Maksud Percobaan
Dilakukan uji waktu hancur pada sediaan tablet tidak bersalut
I.2.2 Tujuan Percobaan
Untuk mengetahui waktu hancur sediaan tablet menurut FI IV

1.3 Prinsip Percobaan


Dengan menggunakan alat disintegrator,pengujian menurut farmakope IV. Bila 1 tablet
atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16
dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Teori Umum


Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat secara kempa cetak, dalam bentuk tabung
pipih atau sirkuler, kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung satu jenis obat atau
lebih dengan atau tanpa zat tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat
pengisi, zat pengembang, zat pengikat, zat pelicin, zat pembasah atau zat lain yang cocok
Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
Berdasarkan metode pembuatan dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa.Tablet
merupakan bentuk sediaan farmasi yang paling banyak tantangannya didalam mendesain dan
membuatnya. Misalnya kesukaran untuk memperoleh bioavailabilitas penuh dan dapat dipercaya
dari obat yang sukar dibasahi dan melarutkannya lambat, begitu juga kesukaran untuk
mendapatkan kekompakan kahesi yang baik dari zat amorf atau gumpalan.Namun demikian,
walaupun obat tersebut baik kempanya, melarutnya, dan tidak mempunyai masalah
bioavailabilitas, mendesain dan memproduksi obat itu masih penuh tantangan, sebab masih
banyak
tujuan
bersaing
dari
bentuk
sediaan
ini
Waktu hancur adalah waktu yang dibutuhkan sejumlah tablet untuk hancur menjadi
granul/partikel penyusunnya yang mampu melewati ayakan no.10 yang terdapat dibagian bawah
alat uji. Alat yang digunakan adalah disintegration tester, yang berbentuk keranjang, mempunyai
6 tube plastik yang terbuka dibagian atas, sementara dibagian bawah dilapisi dengan
ayakan/screen no.10 mesh .
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu hancur suatu sediaan tablet yaitu sifat fisik granul,
kekerasan, porositas tablet, dan daya serap granul. Penambahan tekanan pada waktu penabletan
menyebabkan penurunan porositas dan menaikkan kekerasan tablet. Dengan bertambahnya
kekerasan tablet akan menghambat penetrasi cairan ke dalam pori-pori tablet sehingga
memperpanjang waktu hancur tablet. Kecuali dinyatakan lain waktu hancur tablet bersalut tidak
> 15 menit.

Tablet yang akan diuji (sebanyak 6 tablet) dimasukkan dalam tiap tube, ditutup dengan
penutup dan dinaik-turunkan keranjang tersebut dalam medium air dengan suhu 37 C. Dalam
monografi yang lain disebutkan mediumnya merupakan simulasi larutan gastrik (gastric fluid).
Waktu hancur dihitung berdasarkan tablet yang paling terakhir hancur. Persyaratan waktu hancur
untuk tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit, untuk tablet salut gula dan salut
nonenterik kurang dari 30 menit, sementara untuk tablet salut enterik tidak boleh hancur dalam
waktu 60 menit dalam medium asam, dan harus segera hancur dalam medium basa Untuk
menetapkan kesesuaian batas waktu hancur yang tertera dalam masing-masing monografi. Untuk
tablet tidak bersalut pengujian dilakukan dengan memasukkan 1 tablet pada masing-masing
tabung dari keranjang, masukkan satu cakram pada tiap tabung dan jalankan alat, gunakan air
bersuhu 37 2 sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masingmasing monografi. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi, angkat
keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna. Bila 1 tablet atau 2 tablet
tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet
yang diuji harus hancur sempurna .

II.2 Uraian Bahan


Bahan yang digunakan adalah tablet tidak bersalut yaitu Aminophylin
Aminofilin adalah jenis teofilin yang berikatan dengan suatu substantial kimia (etilendiamin)
yang membuatnya menjadi lebih larut dengan air. Aminofilin adalah jenis teofilin yang diberikan
dalam bentuk injeksin namun sangat perih dan iritasi jika diberikan melalui suntikan
intramuscular.
- Nama & Struktur
Theophyllinum et Ethylenediaminum.
:
Kimia
(C7H8N4O2)2,C2H4(NH2)2
- Sifat Fisikokimia
Serbuk berwarna putih atau sedikit kekuningan. Bersifat
anhydrous atau tidak mengandung lebih dari 2 molekul air.
Aminofilin mengandung tidak kurang dari 84.0% dan tidak
lebih dari 87.4% teofilin anhydrous, serta mengandung
:
13.5% sampai 15% anhydrous ethylenediamine. Larut
dalam air (larutan menjadi keruh akibat pengaruh karbon
dioksida), tidak larut dalam dehydrated alkohol. Simpan
dalam wadah tertutup rapat dan terlindung cahaya. (1)
- Keterangan
: Larutan Aminofilin bersifat basa. Apabila pH

Golongan/Kelas Terapi :Obat Untuk Saluran Napas


Amicain

Nama Dagang:

- Aminophyllinum (5,6)

Indikasi :
Asma dan penyakit paru obstruksi kronis.
Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian
Cara pemberian
1. Oral : dapat digunakan bersama dengan makanan maupun tidak
2. Intravenous:
* Dapat diberikan dengan injeksi lambat IV bolus atau dapat diberikan dengan infus
* Jangan dicampur dengan obat lain didalam syringe
* Hindari penggunaan obat-obat yang tidak stabil dalam suasana asam bersamaan
dengan aminofilin
* Jangan digunakan jika terdapat kristal yang terpisah dari larutan

Dosis :
Dewasa : Asma akut berat yang memburuk dan belum mendapat terapi dengan Teofilin. Injeksi
IV pelan : 250-500mg (5 mg/kg) (diinjeksikan lebih dari 20 menit) dengan monitoring ketat,
selanjutnya dapat diikuti dengan dosis pada asma akut berat
Dewasa : Asma akut berat : IV infus 500 mcg/kg/jam (dengan monitoring ketat) disesuaikan
dengan konsentrasi plasma Teofilin.
Anak-anak : Asma akut berat yang memburuk dan belum mendapat terapi dengan Teofilin.
Injeksi IV pelan : 5 mg/kg (diinjeksikan lebih dari 20 menit) dengan monitoring ketat,
selanjutnya dapat diikuti dengan dosis pada asma akut berat. Anak-anak : Asma akut berat: IV
infus: anak usia 6 bulan - 9 tahun 1mg/kg/jam anak usia 10 - 16 tahun 800 mcg/kg/jam
disesuaikan dengan konsentrasi teofilin dalam plasma.

Farmakologi
Absorpsi : Oral, tablet: waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kadar puncak 10 mcg/mL
(range 5-15 mcg/mL) adalah 1-2 jam setelah pemberian dosis 5mg/kg pada dewasa. Adanya
makanan tidak mempengaruhi absorpsi.
Distribusi : Vd: 0.45 L/kg (range 0.3 L/kg-0.7 L/kg). Protein binding: 40%, khususnya
dengan albumin.
Metabolisme : Hepatic; isoenzyme P450 CYP1A2, CYP2E1, CYP3A3; pasien lebih dari 1
tahun, 90% metabolisme terjadi di hati. Metabolit aktif: 3-methylxanthine; caffeine (tidak
ditemukan pada pasien dewasa, diduga dapat terakumulasi pada neonatus dan dapat
menyebabkan efek farmakologi).
Ekskresi : Pada ginjal: (pasien dengan usia lebih dari 3 tahun), 10% tidak berubah;
(neonatus), 50% tidak berubah. Teofilin, terdialisis pada hemodialysis; tidak terdialisis pada
peritoneal dialysis. 3-methylxanthine, Ginjal: (pasien dengan usia lebih dari 3 tahun), merupakan
rute utama.

Kontraindikasi
Hipersensitivitas terhadap teofilin dan ethylendiamine.
Efek Samping
Efek samping yang sering terjadi : Saluran cerna : diare, mual dan muntah; Neurologi :
pusing, sakit kepala, insomnia, dan tremor; Renal : diuresis;

Efek samping serius : Cardiovascular : Atrial fibrilasi, Bradiaritmia apabila administrasi


terlalu cepat dapat menyebabkan Cardiac arrest, Takiaritmia Dermatologic : Erythroderma;
Gastrointestinal : Necrotizing enterocolitis in fetus OR newborn; Immunologic : Immune
hypersensitivity reaction; Neurologic : perdarahan pada intracranial, kejang.
III.3 Prosedur Kerja
1. Masukkan 1 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, masukkan satu cakram
pada tiap tabung
2. Keranjang dimasukkan kedalam gelas beaker berukuran satu liter yang berisikan air
suling bersuhu 37 2 sebagai media kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain
dalam masing-masing monografi
3. Jalankan alati. Pada akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi, angkat
keranjang dan amati semua tablet: semua tablet harus hancur sempurna.
4. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan 12 tablet
lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna

BAB III
METODE KERJA

III.1 Alat Dan Bahan


III.1.1 Alat percobaan
Alat yang digunakan adalah disintegration tester
III.1.2 Bahan Percobaan
Bahan yang digunakan adalah tablet tidak bersalut aminophylin

III.2 Cara Kerja


1. Tablet yang akan diuji (sebanyak 6 tablet) dimasukkan dalam tiap tube, ditutup
dengan penutup cakram
2. Dinaik-turunkan keranjang tersebut dalam waktu 15 menit dalam medium air
dengan suhu 37 C.

BAB IV
HASIL PENGAMATAN

IV.1. Tabel data


Tabel 1
Tablet
1
2
3
4
5
6

Waktu hancur (menit)


5.05
5.12
4.54
4.23
2.59
5.07

Rata-rata
4.43

Tabel 2 Analisis Penolakan data


Tablet
1
2
3
4
5
6

Waktu hancur (menit)


5.05
5.12
4.54
4.23
2.59
5.07

Rata-rata
4.43

Deviasi (d)
0.62
0.69
0.11
0.2
1.84
0.64

Tabel 3
Tablet
1
2
3
4
6

Waktu hancur (menit)


5.05
5.12
4.54
4.23
5.07

Rata-rata
4.802

Deviasi (d)
0.248
0.318
0.262
0.572
0.266

IV.2 Pethitungan
Selisih data yang dicurigai dengan rata-rata :[ 2.59-4.802]= 2.212

dd
0.3336

2,5 dd = 2,5 0,3336 = 0,834


Jadi 2.212 > 0.834 sehingga rata-rata waktu hancur 4,802 menit
BAB V
PEMBAHASAN

Pada praktikum ini bertujuan untuk mengetahui waktu hancur sediaan tablet.
Bahan yang digunkan adalah sediaa tablet aminofilin dengan alat uji disintegrator.
Prosedur dan syarat uji wakru hancur ilakukan menurut farmakope IV. Persyaratan waktu
hancur untuk tablet tidak bersalut adalah kurang dari 15 menit, untuk tablet salut gula
dan salut nonenterik kurang dari 30 menit, sementara untuk tablet salut enterik tidak
boleh hancur dalam waktu 60 menit dalam medium asam, dan harus segera hancur dalam
medium basa. Bila 1 tablet atau 2 tablet tidak hancur sempurna, ulangi pengujian dengan
12 tablet lainnya: tidak kurang 16 dari 18 tablet yang diuji harus hancur sempurna.
Dimasukkan 6 tablet pada masing-masing tabung dari keranjang, masukkan satu
cakram pada tiap tabung dan jalankan alat, gunakan air bersuhu 37 2 sebagai media
kecuali dinyatakan menggunakan cairan lain dalam masing-masing monografi. Pada
akhir batas waktu seperti yang tertera dalam monografi, angkat keranjang dan amati
semua
tablet:
semua
tablet
harus
hancur
sempurna.
Dari keenam tabletdalam tabung keranjang dapat hancur sempurna dalam kurun
waktu kurang dari 8 sapai 15 menit, hal ini menunjukakan tablet memenuhi syarat uji
waktu hancur. Berdasar analisis data dari hasil yang diperoleh terdpat data waktu yang
dicurigai yaitu pada tablet 5 dengan waktu 2.59 menit.Dengan perhitungan rata-rata
waktu hancur dan deviasi memperoleh data rata-rata waktu hancur keseluruhan tablet
yang diuji yaitu 4,802 menit.
Waktu hancur tablet aminofilin yang diuji memenuhi syarat fi IV yaitu semua
tablet hancur sempurna dalam waktu tidak lebih dari 15 menit.

BAB VI
PENUTUPAN

VI.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum uji waktu hancur tablet aminophylin dipelorel rata-rata
waktu hancur 4,802. Dan keenam tablet hancur sempurna dalam waktu kurang dari 15 menit. hal
ini uji waktu hancur memenuhi syarat FI IV

VI. Saran
Hal-hal yang diperhatikan dalam praktikum yaitu:
1. Menjaga kebersihan alat dan bahan praktikum
2. Mengikuti prosedur praktikum dengan tepat

DAFTAR PUSTAKA

Ditjen,POM.1979.Farmakope Indonesia Edisi III.Jakarta:Departemen Kesehatan RI


Ditjen,POM.1995.Farmakope Indonesia Edisi IV.Jakarta:Departemen Kesehatan
Lishfihh.2013.Laporan PraktikumFarmasetika Sediaan RIpengawasan
(liseeh.ffi.web.unair.ac.id)diakses tanggal 01 oktober 2013

Mutu.[online]

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA OBAT 2


UJI WAKTU HANCUR

OLEH:
KELOMPOK

: 1(SATU)

AQWIM SANDITYA

(30213001)

DESY PURNAMAARI

(30213002)

ENI NOVITASARI

(30213003)

DHINA ARISANTI

(30213006)

ALFARISCA TENTY W.

(30213012)

IKA DIAN NOVITASARI (30213013)

LABORATORIUM FARMASI INDUSTRI


DIII ANALIS FARMASI DAN MAKANAN
FAKULTAS FARMASI

IIK BHAKTI WIYATA KEDIRI


2015