Anda di halaman 1dari 18

Tabel 1.

Keterkaitan Nilai Dasar dengan Uraian Kegiatan

No.
1.

Kegiatan

Nilai Dasar

Analisis Dampak Apabila

Uraian Kegiatan

Melakukan

Akuntabilitas

Tidak Dilakukan
Menggali informasi mengenai keluhan pasien - Bila
tidak
dilakukan

anamnesis kepada

(Tanggung jawab)

secara lengkap, jelas dan menyeluruh yang

anamnesis secara lengkap,

berhubungan dengan penyakitnya. Kegiatan ini

akurat,

adalah bagian dari tanggung jawab seorang

tentang masalah kesehatan

dokter dan merupakan salah satu kegiatan untuk

yang sedang dialami pasien

mendiagnosis

maka bisa terjadi kesalahan

pasien

penyakit

pasien.

(Tanggung

jawab)

dalam

dan

menyeluruh

mendiagnosa

dan

kesalahan pengobatan
- Pasien

tidak

menyampaikan
kesehatan

yang

dapat
masalah
sedang

Nasionalisme

dialaminya
Dalam menganamnesis pasien tidak membeda- - Terjadi kesenjangan sosial

(sila ke-2 & 5)

bedakan dan memperlakukan semua pasien

dan

secara sama tanpa memandang status sosial

pasien yang satu dengan yang

maupun ekonomi pasien baik itu mengenai

lainnya sehingga berdampak

status

pada

pembiayaan,

hubungan
12

kerabat,

jaminan
agama,

jenis

kesehatan,
kelamin,

kecemburuan

penurunan

puskesmas.

antara

mutu

pekerjaan dan diberikan kesempatan untuk


bertanya

dan

berhak

menyampaikan

- Hak

pasien

menyampaikan

masalahnya. (sila ke-2 & 5)

untuk
pendapat

tidak terjamin
Etika Publik

Mengawali anamnesis dengan 5S ( senyum, - Komunikasi kurang efektif,

(menjunjung tinggi

salam, sapa, sopan, santun) dan memberikan

terdapat kesenjangan antara

standar etika luhur)

layanan kepada publik dengan ramah. Kegiatan

dokter-pasien

ini masuk ke dalam nila dasar etika publik

kepercayaan pasien kurang

(menjunjung tinggi standar etika luhur)

sehingga

terhadap dokter
- Dapat terjadi konflik karena
pasien

kecewa

dengan

pelayanan dokter sehingga


berdampak

kepada

mutu

pelayanan puskesmas yang


Komitmen Mutu

Kegiatan

(efektifitas)

rangkaian

anamnesis

merupakan

penegakkan

diagnosis

70%

rendah
dari Diagnosis kurang akurat dan

penyakit tidak sesuai dengan keadaan

pasien. Anamnesis yang baik, akan mengarahkan pasien


pada

pemeriksaan

fisik

selanjutnya

berakibat

terjadinya

dan kesalahan diagnosa dan terapi

ketepatan diagnosis dan terapi (efektifitas), serta sehingga

berdampak

pada

dilakukan dengan menggunakan bahasa yang kesembuhan pasien yang tidak


mudah dipahami oleh pasien. (efektifitas).
13

maksimal atau tidak tercapai

Antikorupsi (kejujuran)

Bertanya

mengenai

hal-

hal

yang

harus Hasil anamnesis tidak sesuai

ditanyakan kepada pasien dan mencatat dengan dengan keadaan pasien maka
sebenar-benarnya tanpa mengurangi ataupun akan terjadi kesalahan dalam
menambahi data.
(kejujuran)
2.

diagnosa

dan

kurangnya

kepedulian terhadap pasien


Setelah anamnesis dokter bertanggung jawab - Diagnosis penyakit pasien

Melakukan physical

Akuntabilitas

examination

(tanggung jawab,

melakukan

(pemeriksaan fisik)

responsibilitas dan

mengarahkan pada diagnosis penyakit pasien

pengobatan dan kesembuhan

kepada pasien

kepercayaan)

(Tanggung jawab)

pasien kurang maksimal

dengan baik dan


benar

- Meminta

pemeriksaan

kerjasama

kepada

fisik

untuk

pasien

kurang

akurat

saat - Ketidakpercayaan,

pasien

pemeriksaan fisik yang dilandasi dengan rasa

terhadap

saling percaya antara pasien dan dokter,

terjalinnya hubungan yang

sehingga pasien bersedia untuk dilakukan

baik antara dokter pasien

pemeriksaan fisik sesuai dengan keluhan


(Kepercayaan)

- Melakukan pemeriksaan fisik secara teliti


disesuaikan

dengan

keluhan

pasien,

pemeriksaan dilakukan dari kepala hingga kaki


dengan

inspeksi,

palpasi,

perkusi

dan

auskultasi (responsibilitas)
Dengan pemeriksaan fisik yang baik dan benar
14

dokter,

sehingga

tidak

kepada seluruh pasien Dokter berusaha untuk


membantu mencari dan mengobati penyakit
pasien.
(tanggung

jawab,

responsibilitas

dan

Nasionalisme

kepercayaan)
Salah satu hak asasi manusia adalah hak -

Hak warga negara tidak

(sila ke 2 dan 5)

mendapatkan pelayanan kesehatan. Pemeriksaan

terjamin

fisik merupakan salah satu kegiatan pelayanan

mendapatkan

kesehatan dengan tidak membedakan jaminan

kesehatan yang baik dan

kesehatan, agama, jenis kelamin, suku bangsa,

terjadi kesan pilih kasih

pekerjaan, dll.

maka

(sila ke 2 dan 5)
- Dengan sopan dan santun memeriksa pasien -

kesenjangan sosial
Pasien merasa tidak

Etika Publik
(Menjunjung tinggi etika

satu persatu di dalam ruangan periksa dengan

luhur)

ditemani seorang asisten.


pasien

yang

didahului

inform

consent

(persetujuan) pada pasien.


pemeriksaan fisik. Menjaga privacy pasien
melakukan

pemeriksaan

(Menjunjung tinggi etika luhur)


15

akan

terjadi

Pasien akan merasa malu


dan merasa tidak nyaman
atau

bahkan

mungkin

tersinggung dengan sikap

- Menjaga privacy pasien saat melakukan


saat

pelayanan

dihargai
-

- Melakukan pemeriksaan fisik kepada setiap

untuk

fisik.

dokter

dalam

pemeriksaan

melakukan

Komitmen Mutu (efektif)

Melakukan pemeriksaan pasien dengan baik,

- Pengelolaan pasien tidak

sesuai dengan SOP dan berdasarkan

maksimal sehingga pasien

keilmuan yang telah dipelajari dalam rangka

tidak merasa puas dan

mengedepankan komitmen terhadap

terjadi penurunan mutu

kepuasan pasien

pelayanan
- Pemeriksaan kurang efektif

Memastikan bahwa alat yang digunakan


untuk pemeriksaan fisik dapat berfungsi
dengan baik dan tidak mengalami kerusakan

Antikorupsi (kejujuran)

(efektif)
- Menyampaikan hasil pemeriksaan fisik kepada
pasien

dan

keluarga

dengan

sebenar

benarnya.
- Mendokumentasikan hasil pemeriksaan fisik ke
dalam catatan medis. (kejujuran )

- Pasien dan keluarga tidak


mendapatkan

informasi

yang sebenarnya dari hasil


pemeriksaan
- Tidak ada bukti tertulis
tentang tindakan yang sudah
dilakukan oleh dokter

3.

Memberikan
medikamentosa
dengan

terapi Akuntabilitas

(konsisten dan tanggung

peresepan jawab)

yang rasional
-

Terapi medikamentosa (menggunakan obat) - Pengobatan


ditulis dalam resep yang rasional dengan cara

relevan

menyesuaikan diagnosis penyakit pasien dan

pasien.
- Terjadi

ditulis secara jelas (Konsisten)


Menuliskan setiap obat yang diberikan
16

yang

dengan

kurang
penyakit
kesalahan

pengambilan dosis obat dapat

kepada pasien dalam jumlah dan dosis yang

menyebabkan overdosis yang

sesuai dengan mempertimbangkan riwayat

akan

alergi dan efek samping obat


- Dokter menulis resep sendiri yang dibubuhi
paraf dokter (tanggung jawab)

menimbulkan

efek

samping yang dapat merusak


organ yang lain
- Pasien mendapatkan

obat-

obatan yang seharusnya tidak


diperlukan

sehingga

tercapainya

tidak

kesembuhan

pasien
- Peresepan dapat dimanipulasi
oleh
Nasionalisme
(sila ke-3&5)

yang

tidak

bertanggung jawab.
- Dokter berkoordinasi dengan pihak farmasi - Distribusi obat ke pasien
terganggu
tentang ketersediaan obat sila ke-3
- Melakukan peresepan secara obyektif tanpa - Pasien merasa kecewa karena
membedakan

status

administrasi

pasien

(BPJS/ umum) sila ke-5


Etika Publik

pihak

Memberikan kesempatan kepada pasien untuk

(Menghargai/menghormati bertanya jika belum mengerti tentang cara


komunikasi, konsultasi,

pemakaian obat sebagai bentuk

kerjasama)

menghargai/menghormati komunikasi,
konsultasi, kerjasama, dan keramahan.
17

tidak mendapatkan hak yang


sama

dalam

pelayanan

kesehatan yang baik


Pasien tidak mengerti aturan
pemakaian obat

Komitmen mutu
(orientasi mutu, inovasi)

- Dokter menuliskan resep sesuai dengan tata - Penulisan resep di bawah


cara penulisan yang benar dengan dasar
formularium nasional orientasi mutu
- Disediakan stempel atau Perbedaan warna
kertas

resep

khusus

pasien

lansia/

kegawatdaruratan dan pasien nonlansia atau

4.

standar mutu
- Pasien lansia atau pasien
kegawatdaruratan
menunggu

sesuai

urutan

padahal kemampuan

dan

Antikorupsi

kondisi telah melemah


pasien umum (inovasi)
Dokter tidak bekerjasama dengan pabrik obat Terjadi konflik kepentingan

(kejujuran)

dan tidak menerima gratifikasi dalam melakukan pada dokter.

Memberikan terapi

Akuntabititas

peresepan. (kejujuran)
- Terapi nonmedikamentosa dilakukan dalam

- Pasien tidak mendapatkan

nonmedikamentosa

(Kepemimpinan, tanggung

bentuk edukasi ataupun konsultasi tentang

informasi tentang penyakit

berupa konsultasi

jawab,

penyakitnya

kronisnya

internal

terutama

penyakit

kronis

(Diabetes Mellitus & Hipertensi) dengan cara

- Pasien tidak paham tentang

mengubah gaya hidup yang kurang baik ke

bahaya

perilaku

dapat terjadi komplikasi

hidup

yang

lebih

sehat

(Kepemimpinan)
- Edukasi kepada pasien merupakan bentuk

- Tejadi

penyakitnya
kekambuhan

penyakitnya

tanggung jawab dokter dalam mewujudkan


fungsi promotif dan preventif puskesmas untuk
Nasionalisme

masyarakat Tanggung jawab


- Memberikan kesempatan pasien
18

- Pasien tidak mendapatkan

dan
atas

Sila ke-4 dan ke-5)

menyampaikan pertanyaandan berdiskusi

penjelasan dan solusi yang

mengenai penyakit kronisnya. Hak

tepat tentang penyakitnya

menyampaikan pendapat merupakan salah satu - Hak pasien sebagai hak


hak warga negara. (sila ke-4)

warga negara tidak terpenuhi

- Tidak membeda-bedakan pasien, baik pasien


umum/BPJS (sila ke-5)

- Terjadinya diskriminasi
terhadap pasien yang satu

Dengan demikian kegiatan tersebut dilandasi

dengan yang lainnya

Etika Publik

nilai dasar nasionalisme sila ke-4 dan 5


Memberikan edukasi/konseling dengan bahasa Pasien merasa tidak nyaman

(Menghargai

yang sopan, ramah dan mudah dimengerti sesuai dan tidak puas sehingga pasien

komunikasi,konsultasi dan

dengan etika yaitu menghargai komunikasi, enggan untuk datang kontrol

kerjasama)

konsultasi dan kerjasama. Nilai dasar etika lagi ke puskesmas


publik yang diaktualisasikan
adalah nilai-nilai menghargai komunikasi,
konsultasi

Komitmen Mutu
(Efektif, Inovasi)

dan

kerjasama.

Keramahan,

Kesopanan, komunikasi dan konsultasi


- Menyediakan ruangan dan waktu khusus untuk
pasien yang akan berkonsultasi
- Selain dengan komunikasi langsung pasien

Pasien merasa kurang


nyaman dan puas dalam
berkonsultasi sehingga

juga diberi kartu nama dokter yang berisi no hp

permasalahannya tidak

untuk keperluan konsultasi di luar jam kerja

segera teratasi

19

dan pasein diberi leaflet yang berisi tentang


informasi penyakitnya (Inovasi)

Pasien sulit untuk


mengerti dan mengingat
edukasi yang

- Dengan menggunakan leaflet yang berisi

disampaikan

gambar dan tulisan (media visual), tidak hanya


dengan ucapan (audio) diharapkan dapat
membuat pasien lebih mengerti akan
penyakitnya ( Efektif)
5.

Membuat

- Catatan rekam medis tidak

catatan Akuntabilitas

rekam medis pasien (Intregritas,

Catatan rekam medis yang ditulis merupakan

relevan

rawat inap dan rawat Responsibilitas)

hasil anamnesis dan pemeriksaan yang

penyakit sebenarnya. Hal

jalan

benar-benar dilakukan, serta menuliskan

ini berakibat pada tindakan

terapi

pengobatan yang tidak tepat

sejelas-jelasnya

dalam

kolom

pemberian terapi dan tindakan (integritas)

kondisi

sasaran
- Apabila

dengan

tidak

terdapat

Membuat catatan medik secara urut dan

catatan rekam medis maka

lengkap, sebagai pertanggungjawaban

berpotensi ketidaksesuaian

bahwa telah dilakukannya suatu tindakan.

antara perintah dokter dan

(Responsibilitas)

tindakan

Pencatatan status pasien merupakan

sehingga proses pengobatan

20

di

lapangan

kewajiban seorang dokter, sebagai bukti

akan terhambat

pertanggungjawaban yang telah dilakukan

- Riwayat

kesehatan

pasien

tidak dapat diketahui dengan


jelas
Nasionalisme
(Sila ke-5)

Melakukan pencatatan rekam medis untuk


semua pasien, baik jamkesmas, BPJS, umum,
dilakukan pencatatan secara lengkap, jelas
dan sistematis (sila ke-5)

- Catatan di rekam medis tidak


jelas dan membingungkan
- Terjadi diskriminasi antara
pasien yang satu dengan yang

Etika Publik

lainnya
Menjaga privasi pasien dengan cara tidak Rahasia medis seorang pasien

(Kode etik)

mengedarkan rekam medis keluar dari lingkup akan diketahui oleh orang lain
puskesmas karena rekam medis bersifat rahasia yang

mungkin

yang hanya boleh diketahui oleh tenaga medis menimbulkan


dalam rangka proses pengobatan seorang sosial

dalam

pasien.
bermasyarakat
Dengan demikian kegiatan tersebut dilandasi
nilai dasar kode etik
Rahasia medis seorang pasien akan diketahui
oleh

orang

menimbulkan

21

lain

yang

kesenjangan

mungkin

akan

sosial

dalam

akan

kesenjangan
kehidupan

kehidupan bermasyarakat
Komitmen Mutu

Dengan

adanya

pencatatan

yang Riwayat kesehatan pasien tidak

(orientasi mutu)

berkesinambungan tentang kondisi kesehatan dapat diketahui dengan jelas


pasien serta pengobatan yang telah diberikan,
maka akan menjamin mutu pelayanan kesehatan
terhadap pasien (orientasi mutu)

6.

Melakukan visite

Akuntabilitas

Bertanggungjawab memantau kondisi pasien

pasien di Rawat Inap

(Tanggung jawab)

untuk mengevaluasi

penyakit yang diderita

pasien dengan cara

- Pasien merasa tidak puas


karena

tidak

dikunjungi

dokter

yang

bertanggungjawab
- Mengunjungi satu per satu pasien secara
bergantian.
- Memeriksa kondisi pasien dengan teliti dan
sistematis

atas

pengobatan penyakitnya
- Pasien tidak mendapatkan
informasi yang jelas tentang
kondisinya

- Memberikan keterangan yang jelas kepada


pasien dan keluarga mengenai penyakit yang
Nasionalisme
(sila ke-2 dan ke-3)

diderita pasien
Memberikan hak yang sama kepada seluruh - Terjadi kesenjangan sosial
pasien untuk mendapatkan pelayanan medis

dan

yang layak selama dirawat di ruang rawat

pasien yang satu dengan

22

kecemburuan

antara

inap dan tidak memandang pasien dari status


pembiayaannya (umum/BPJS) sila ke-2
-

Etika Publik

yang lainnya
- Pasien

merasa

tidak

Bekerja sama dengan tenaga medis lainnya

diperhatikan

dan tidak

dalam merawat dan memantau kondisi

mendapatkan

pelayanan

pasien (sila ke-3)

yang prima selama dirawat

- Memperkenalkan

diri

sebelum

memulai - pasien akan merasa bingung

(menghargai komunikasi

memeriksa pasien, menjalin komuikasi yang

dengan

dan menjunjung tinggi

baik dengan cara menyapa pasien serta

yang masuk ke kamar, mana

etika luhur)

keluarganya dengan ramah

yang

- Melakukan pemeriksaan fisik dengan sopan


dan tidak melanggar area privasi pasien

identitas
dokter

mana

petugas
yang

paramedis.
- pasien merasa risih dan tidak
nyaman
melakukan
dengan

apabila

kita

pemeriksaan
tidak

mepertimbangkan nilai-nilai
etika.
Pasien akan terlalu lama

Komitmen Mutu

Mengacu pada orientasi hasil perawatan pasien -

(Efektif & Efisien)

di rawat inap maka dilakukan penentuan terapi

dirawat karena lambatnya

& tindakan medis yang tepat serta sesuai

proses penyembuhan yang

sehingga akan mengoptimalkan kesembuhan

disebabkan

23

ketidaktepatan

pasien (efektif dan efisien)

dalam tindakan medis dan


pengobatan.
-

Biaya

yang

dikeluarkan

untuk perawatan juga lebih


mahal

7.

Melakukan

Akuntabilitas

Melakukan kegiatan penyuluhan pada remaja

penyuluhan

(Bertanggungjawab)

yang dilakukan di sekolah dalam upaya promosi

kesehatan

informasi kesehatan yang


menyebabkan rendahnya

kesehatan untuk menambah pengetahuan pelajar


mengenai

kesadaran

akan

nilai

pengetahuan tentang

kesehatan

sehingga akan mengubah perilakunya menjadi


perilaku hidup sehat. Dengan kegiatan ini maka

Peserta tidak mendapatkan

kesehatannnya
angka kesakitan meningkat

dokter bertanggungjawab dalam menyehatkan


Nasionalisme
(Sila ke-1 dan ke-4)

anak bangsa
- Berdoa sebelum melakukan kegiatan
(sila ke 1)
- Melakukan sesi tanya jawab dengan
memberi kesempatan kepada peserta untuk
bertanya

dan

berdiskusi

menjawab

pertanyaan dari seluruh peserta (sila ke-4)

Peserta tidak mendapatkan


solusi tentang pemasalahan
kesehatannya
Hak
peserta

mendapatkan informasi dan


mengemukemakan pendapat
tidak terjamin

24

untuk

Etika Publik

- Melakukan

tetap -

peserta merasa digurui dan

(Menghargai komunikasi

mempertahankan 5S. (Kesopanan)


- Menggunakan bahasa yang mudah dipahami -

tidak merasa nyaman


peserta tidak paham dengan

dan kerjasama)

penyuluhan

dengan

agar peserta bisa menerima materi


Komitmen Mutu

materi yang disampaikan

- Melakukan pre test terlebih dahulu sebelum -

(efektif & orientasi mutu)

kegiatan

dilakukan

agar

mengetahui

Tidak

mempunyai

gambaran

dan

pemahaman awal peserta dan melakukan post

seberapa

besar

test setelah materi disampaikan agar dapat

memahami

mengetahui indikator yang berorientasi pada


hasil akhir yaitu mengevaluasi pemahaman
peserta tentang materi (efektif)
- Kegiatan penyuluhan ini dilakukan dalam

indikator
peserta
materi

penyuluhan yang diberikan


Visi misi puskemas tidak
tercapai

upaya melaksanakan fungsi Puskesmas yaitu


promotif dan preventif (orientasi mutu)
8.

Melakukan

Akuntabilitas

kunjungan

(Tanggung jawab,

ke Pustu/ Posyandu/

kepemimpinan)

PKD

Kunjungan

ke

Pustu/

merupakan

salah

Posyandu/

PKD Jika

satu

nilai

dasar

dari

tanggungjawab Akuntabilitas
tidak dilaksanakan tidak akan
seorang dokter untuk memberikan pelayanan
tercapai visi misi Puskesmas
kepada masyarakat lapisan bawah untuk
berobat di Pustu/ Posyandu/ PKD dan
diharapkan dapat meningkatkan kunjungan
25

pasien. Dalam kegiatan ini dokter juga akan


memberikan edukasi permasalahan penyakit
pasien

(Tanggung

jawab

dan

kepemimpinan)
Nasionalisme

Pelayanan kesehatan termasuk salah satu bentuk Terjadinya diskriminasi yang

(Sila ke-2)

hak asasi manusia


(Sila Ke-2)

mengganggu pembangunan dan

Komitmen mutu

pemerataan kesehatan
Untuk meningkatkan pelayanan di Puskesmas Kurangnya kunjungan dokter

(efektifitas)

tidak hanya terfokus didalam/ di induk saja tapi akan

menyebabkan

seorang dokter paling tidak harus mempunyai menurunnya

pelayanan

jadwal untuk kunjungan ke Pustu/ Posyandu/ puskesmas


PKD

untuk

meningkatkan

pelayanan

terhadap

di masyarakat

Puskesmas dan meningkatkan jumlah kunjungan


di Pustu/ Posling/ Posyandu/ PKD.
9.

Melakukan uji

Nasionalisme

(efektif )
Dalam melakukan uji kesehatan sesuai dengan Pasien

kesehatan sesuai

(Sila ke-4)

indikasi, dokter menjelaskan tentang pentingnya dihargai

indikasi

pemeriksaan

penunjang

untuk

merasa

karena

menolak rekomendasi pemeriksaan penunjang


tersebut. Tidak melakukan pemaksaan kehendak

tidak

keputusan

menegakkan diambil dari sebelah pihak

diagnosa, dan pasien berhak menerima atau

26

akan

terhadap orang lain termasuk perwujudan fari


Komitmen Mutu

sila ke-4
Memberikan

(efektif dan efisien)

laboratorium yang sudah diisi dengan daftar kegiatan ini maka bisa terjadi

surat

pengantar

pemeriksaan Jika tidak diaplikasikan pada

pemeriksaan penunjang yang diperlukan yang pemeriksaan laboratorium yang


mengarah kepada diagnosis banding pasien tidak
tersebut (efektif dan efisien)

diperlukan

dan

tidak

berhubungan dengan diagnosa


banding. Akibatnya biaya yang
dikeluarkan

pasien

akan

semakin banyak dan terjadi


Antikorupsi

(Jujur, peduli)

Menyampaikan

informasi

tentang

pemborosan.
biaya Bisa terjadi

pemeriksaan penunjang yang diperlukan melakukan

celah
pungutan

untuk
liar

sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang kepada pasien yang jelas-jelas
ada (Jujur)
-

Melakukan rujukan

Akuntabilitas

pasien ke fasilitas

(tanggung jawab)

kesehatan tingkat
lanjut sesuai indikasi

peraturan

yang

Pemeriksaan penunjang yang disarankan berlaku


adalah

10.

melanggar

pemeriksaan

yang

benar-benar

dibutuhkan oleh pasien (peduli)


Melakukan prosedur rujukan pasien di IGD / Jika nilai akuntabilitas tidak
rawat inap ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut kita
aplikasikan maka pasien akan
apabila ranah kasus yang dihadapi bukan ranah
terlantar di IGD dan tidak
kompetensi fasilitas kesehatan tingkat pertama.
segera
27

Etika Publik

Melakukan rujukan sesuai dengan indikasi mendapatkan perawatan lebih


lanjut di tempat dengan
bukan karna permintaan dari pasien (tanggung
peralatan
jawab)
yang lebih lengkap
Memberitahukan kepada RS tujuan bahwa akan Salah satu etika dalam prosedur

(Memberikan layanan

ada kiriman pasien serta mencarikan kamar dan merujuk pasien adalah dengan

kepada publik secara

fasilitas yang dibutuhkan pasien di fasilitas menelepon RS tujuan terlebih

Cepat,tanggap, dan akurat) kesehatan tempat kita akan merujuk sebelum dahulu supaya RS tujuan bisa
pasien diberangkatkan dengan ambulans. Hal ini mempersiapkan

diri

dalam

merupakan contoh nilai dasar etika dengan menerima pasien. Jika nilai
memberikan layanan kepada publik secara etika
Cepat,tanggap, dan akurat

publik

ini

tidak

diaplikasikan

maka

penanganan pasien di tempat


rujukan

akan

lambat

dan

prosedur rujukan tidak akan


pertolongan

pertama

optimal.
dan Jika kita tidak berkomitmen

Komitmen Mutu

Memberikan

(orientasi mutu)

pertolongan kegawatan, melakukan resusitasi dalam menjaga kualitas mutu,


dan stabilisasi pasien sebelum dirujuk sesuai maka pasien akan terlantar di
dengan kompetensi dokter umum di fasilitas IGD
kesehatan tingkat pertama (orientasi mutu)

penanganan
dahulu.

28

Puskesmas
awal

Akibatnya

tanpa
terlebih
tingkat

mortalitas

dan

morbiditas

secara otomatis akan semakin


tinggi dan proses rujukan yang
telah dibangun akan menjadi
sia-sia.

29