Anda di halaman 1dari 29

sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan

tengkorak pada sisi depan dari telinga kiri dan


kanan. TMJ merupakan system yang terdiri dari otot,
pembuluh darah, saraf dan tulang
Bagian dari TMJ :

Condilus
Capsule
Ligamen
Cairan Sinovial
Articular disc
Articular eminence
Articular Fossa

Sebuah daerah meninggi

yang diartikulasikan pada


tulang temporal

Bagian dari tulang

temporal yang dengan


permukaan atas disk
adalah glenoid (atau
mandibula) fossa.

Bagian dari mandibula

yang berada di bawahpermukaan disk. Kepala


condylar adalah sekitar
20 mm lebar
mediolateral dan tebal 10
mm dorsoventral

membran fibrosa yang mengelilingi sendi dan

menggabungkan keunggulan artikular.


menempel ke bukit artikular, disk artikular dan leher
kondilus mandibula.

Ada tiga ligamen yang terkait dengan TMJ: satu besar

dan dua ligamen kecil. Ligamentum


bagian lateral menebal ke arah kapsul, dan memiliki
dua bagian: bagian yang miring luar dan bagian
horizontal

merupakan derivat dari plasma dan mengandung

molekul berat molekul rendah, termasuk glukosa,


urea, asam urat dan protein. Tingkat molekul-molekul
ini bervariasi tergantung pada tingkat peradangan
pada sendi. Total protein dalam cairan sinovial normal
adalah sekitar 1,5 sampai 1,8 g / dl
Berguna untuk membantu fungsi TMJ saat bergerak

ekstensi berserat kapsul di antara dua tulang sendi.

Fungsi disk sebagai permukaan artikular terhadap


kedua tulang temporal dan kondilus dan membagi
bersama menjadi dua bagian. Hal ini cekung ganda
dalam struktur dan menempel pada kondilus medial
dan lateral.

Bagian anterior dari disk terbagi dalam dimensi

vertikal, bertepatan dengan masuknya kepala unggul


dari pterygoideus lateral. Bagian posterior juga
membagi dalam dimensi vertikal, dan daerah antara
perpecahan terus posterior dan disebut sebagai
jaringan retrodiscal.
Berbeda dengan disk itu sendiri, ini bagian dari
jaringan ikat adalah pembuluh darah dan diinervasi,
dan dalam beberapa kasus disc anterior perpindahan,
nyeri dirasakan selama pergerakan mandibula adalah
karena kondilus mengompresi daerah ini terhadap
permukaan artikular tulang temporal.

suatu sindroma di mana penderita merasakan nyeri

pada sendi rahang tersebut yang dapat disebabkan


oleh beberapa kondisi. Nyeri dapat dirasakan pada
bagian tengkuk, leher, muka, telinga dan sakit
kepala. Dapat terjadi gangguan gerakan membuka
rahang dan mengunyah dan dapat mengeluarkan
suara click atau pop saat penderita menggerakkan
sendi rahangnya

Penderita TMJ Disorder akan sangat tersiksa karena

dapat mengganggu aktivitas bicara, makan, bicara,


bahkan menguap.
Terjadi lebih sering pada wanita dibanding pria.
Sering terjadi pada orang dengan kebiasaan
menggemeretukkan gigi atau menggigit-gigit benda
seperti pensil, kuku jari, atau permen karet.
Sering terjadi pada orang yang menjepit telepon
antara kepala dan bahunya.
Sering disalahartikan sebagai masalah pada telinga

Trauma

Penyebab tersering adalah trauma. Trauma pada TMJ


terbagi 2 yaitu trauma mikro dan makro.
Trauma mikro yang terjadi ketika seseorang mempunyai

kebiasaan buruk menggemeretukkan gigi (bruxism) atau


selalu pada kondisi mengunyah sesuatu (clenching). Trauma
mikro dapat menyebabkan pergeseran pada garis oklusi gigi.
Trauma makro dapat terjadi karena posisi kepala tertahan
lama seperti saat menelepon yang dijepit antara kepala dan
bahu. Kerusakan karena trauma makro dapat terjadi pada
tulang, otot, atau rawan sendi. Trauma makro juga terjadi
saat seorang membuka mulut terlalu lama saat berkunjung ke
dokter gigi.

Osteoarthritis (OA)

Seperti sendi lainnya pada tubuh kita, sendi rahang juga


rentan terkena radang sendi. Biasanya karena suatu proses
degenerasi atau penuaan. Pada OA, akan terjadi hilangnya
tulang rawan pada sendi sehingga terjadi TMJ
disorder. Kejadiannya akan bertambah tinggi bila juga
disertai adanya trauma baik mikro mau pun makro.
Rheumatoid arthritis (RA)
RA akan menciptakan suatu inflamasi atau peradangan
pada sendi dapat menimbulkan TMJ disorder. Dalam
prosesnya juga akan merusak tulang rawan pada sendi
tersebut

Nyeri pada otot muka dan sendi rahang yang menjalar ke leher

dan bahu. Nyeri jelas terasa saat bicara, mengunyah, atau


menguap. Akhirnya dapat mencetuskan sakit kepala, migrain,
dan vertigo serta muntah.
Nyeri pada telinga. Dapat juga disertai oleh tinnitus bahkan
penurunan pendengaran. Sehingga sering disalahartikan
sebagai suatu masalah pada telinga.
Terdengar suara saat menggerakkan rahang. Suara dapat berupa
click, gesekan, atau popping. Orang lain pun terkadang dapat
mendengarkan suaranya.
Bengkak di muka dan mulut pada bagian yang sakit.
Saat membuka rahang bawah, terjadi gerakan membuka ke
samping.
Gigi tidak dapat tertutup rapat sempurna dan bahkan bila parah,
rahang bawah sudah tidak dapat tertutup dan terjadi dislokasi.

Dimensi vertikal adalah jarak antara 2 tanda anatomis

(biasanya 1 titik pada ujung hidung dan titik lainnya


pada dagu), dimana 1 titik pada daerah yang tidak
bergerak dan titik lainnya pada daerah anatomis yang
dapat bergerak. Penetapan dimensi vertikal sangat
penting, tidak hanya untuk mendapatkan keadaan
oklusi yang harmonis, tetapi juga untuk kenyamanan
dan estetika pasien.

Perawatan ortodontik dapat mempengaruhi posisi

kondilus, sedangkan posisi kondilus sendiri erat


hubungannya dengan posisi diskus artikularis.
Perawatan ortodontik memiliki risiko TMD jika terjadi
hambatan oklusi yang dapat memacu perpindahan
kondilus ke posterior selama perawatan ortodonti dengan
ekstraksi premolar
Pencabutan premolar diduga dapat memacu penurunan
dimensi vertikal, retroklinasi gigi insisif atas, pendalaman
gigitan, dan interferensi gigi anterior, dimana hal tersebut
dapat menyebabkan distalisasi mandibula, perpindahan
kondilus ke posterior, dan TMD.

pencabutan premolar akanmenyebabkan pergerakan

molar ke depan sehingga terjadi penurunan dimensi


vertikal.
Beberapa kasus yang perlu diperhatikan terkait
dengan dimensi vertikal antara lain kasus deepbite
pada pasien low angle, dan kasus openbite pada pasien
high angle dimana pencabutan premolar merupakan
pilihan terapi yang menguntungkan karena dapat
membantu penutupan gigit.

Sebagian besar penelitian menyatakan bahwa sudut

bidang mandibula sedikit terbuka atau terjadi


peninggian dimensi vertikal pada perawatan ortodonti
dengan pencabutan, dan terjadi sedikit penurunan
dimensi vertikal pada kontrol (untreated cases). Hal
tersebut diduga terjadi karena pergerakan ekstrusi
alamiah (extrusive nature movement) pada gigi geligi
perawatan ortodonti.

Perawatan ortodonti dengan pencabutan premolar

tidak memiliki stabilitas yang baik terkait dengan


retraksi gigi insisif atas berlebih yang dapat
menyebabkan mandibula bergeser ke arah posterior.
Pergeseran mandibula ke posterior dapat
menyebabkan diskus tergelincir dan berubah posisinya
lebih ke anterior dan menyebabkan gangguan internal
(internal derangement).

Internal derangement merupakan penyebab umum

timbulnya rasa sakit pada TMJ yang terjadi akibat


gangguan terhadap hubungan anatomis normalantara
diskus dengan kondilus, sehingga menyebabkan
gangguan pergerakan sendi. Rasa sakit timbul karena
kompresi kondilus terhadap jaringan retrodiskal,
jaringan yang memiliki banyak nervus, pada fossa
glenoidea

Internal derangement terjadi dalam 3 tahap,


tahap pertama adalah fase inkoordinasi tanpa rasa sakit

(painless incoordination phase), dimana terdapat


catching sensation atau sendi terasa berhenti bergerak
sesaat yang terjadi pada gerakan membuka mulut
tahap kedua adalah perpindahan diskus ke anterior
dengan reduksi (anterior disc displacement with
reduction) pada gerakan membuka mulut, yang
mempunyai ciri khas adanya kliking ataupopping
(Gambar 1A)

tahap ketiga adalah perpindahan diskus ke anterior tanpa

reduksi (anterior disc displacement without reduction)pada


saat mencoba membuka mulut, yang mempunyai ciri khas
adanya hambatan gerakan rahang atau locking

Self care treatment :


Rahang tidak dipakai terlalu berat; tidak berbicara bila

tidak perlu, mengurangi kegiatan mengunyah, menahan


menguap tidak terlalu besar.
Makan makanan yang lunak-lunak, hindari mengunyah
permen karet.
Kompres hangat pada lokasi sendi yang nyeri selama
masing-masing 20 menit, diulang 3-5 kali sehari, selama
2-4 minggu.
Memberikan pemijatan ringan pada daerah yang sakit.
Menggunakan obat anti nyeri yang dijual bebas (OTC),
seperti paracetamol, ibuprofen atau aspirin.

Treatment dari dokter gigi :


Dokter mungkin akan menyarankan penderita untuk

memakai splint atau bite plate. Sejenis plastic yang


mengunci antara gigi atas dan bawah seperti yang
digunakan oleh petinju. Diberikan untuk penderita
yang memiliki kebiasaan menggemeretukkan gigi saat
tidur malam.
Dokter dapat menyuntikkan steroid sebagai anti
inflamasi yang dapat menghilangkan nyeri dengan
segera.

Melalui cara orthodontis, untuk meluruskan oklusi

(garis gigitan) dengan pemasangan kawat pada


gigi. Dapat juga dikombinasikan dengan menggrinda
gigi bawah agar garis gigitan lurus.
Dengan bius lokal, dokter akan mencuci TMJ dengan
cara memasukkan 2 buah jarum. Jarum pertama berisi
cairan pencuci, kemudian keluar dari jarum lainnya.
Terkadang, cairan juga dicampur dengan obat penahan
nyeri dan anti inflamasi.

Pilihan terarkhir adalah operasi, yang harus menjadi

pilihan terakhir. Dengan mengganti rahang dengan


implant atau tiruan. Hanya 1% dari seluruh kasus yang
sampai harus dilakukan operasi penggantian sendi
rahangnya.

Bila memiliki kebiasaan menggemeretukkan gigi saat

tidur, datang lah ke dokter gigi untuk dibuatkan


splint. Hilangkan kebiasaan menggigit-gigit benda
seperti pensil dan kuku jari
Hindari tertawa terlalu lebar dan menguap terlalu
besar
Bila sudah mulai berasa nyeri pada sendi rahang,
hindari mengunyah permen karet, dan tahan rahang
bawah dengan tangan saat menguap

Anda mungkin juga menyukai