Anda di halaman 1dari 16

Rangkaian Tapis Lolos Tinggi (High-Pass Filter) Tipe-1

Posted by Majalah Bisnis on 08.05 | 0 komentar


Rangkaian ini biasa dipakai untuk menggandeng sebuah isyarat AC antara dua titik
dengan level DC yang berbeda. Bentuk rangkaian dan diagram phasor tapis ini
diperlihatkan pada gambar 5.11 dan 5.12. Terlihat arus i sama dengan arus pada tapis
lolos rendah tipe-1, dan diagram phasor hanya sedikit berbeda pada cara pengambilan
sudut fasenya (i tetap sebagai referensi karena mengalir lewat C dan R). Beda fase q
sekarang berharga positif

Catatan penting untuk tapis lolos tinggi:


i) Pada frekuensi tinggi, dimana

persamaan 5.46 menjadi

yaitu pada frekuensi tinggi, kapasitor hampir-hampir hubung singkat, dan o i v v .


Jadi rangkaian melewatkan masukan frekuensi tinggi (sesuai dengan namanya).
ii) Pada frekuensi rendah, dimana o w << w , q 90o

iii) Jika o w = w , maka q = +45o dan

dimana Wo merupakan frekuensi 3 dB.


Gambar 5.13 dan 5.14 memperlihatkan bentuk respon amplitudo dan sudut fase
terhadap frekuensi untuk rangkaian di atas.

Gambar 5.13 Plot respon frekuensi terhadap amplitudo dan fase tapis lolos tinggi

Gambar 5.14 Plot respon frekuensi terhadap penguatan (dB) dan fase pada tapis lolos

RANGKAINTAPISRC
LAPORAN PENDAHULUAN

PRAKTIKUM ELEKTRONIKA DASAR

I.

Nomor Percobaan

II.

Nama Percobaan

: Rangkaian Tapis RC.

III.

Tujuan Percobaan

Dapat memahami fungsi rangkaian Tapis lolos tinggi dan tapis lolos rendah.
Dapat menentukan besarnya tanggapan amplitude g () dan menentukan beda
fasa () untuk rangkaian tapis lolos tinggi dan tapis lolos rendah.
IV.

1.

: V.

Alat dan Bahan:

Resistor.
Fungsi : sebagai penghambat arus listrik yang melewati rangkaian

2.

Kapasitor.
Fungsi : sebagai penyimpan muatan listrik

3.

Signal Generator.
Fungsi : Alat untuk menghasilkan suatu gelombang.

4.

Osiloskop.
Fungsi : Alat
hubungannya

5.

untuk
mengukur
terhadap waktu.

besar

Tegangan

listrik

dan

Multimeter.
Fungsi : Untuk mengukur tegangan dan mengukur arus listrik.

6.

Jumper / kabel secukupnya.


Fungsi : untuk menghubungkan rangkaian listrik.

V. TINJAUAN PUSTAKA
Setelah kita mengenal fungsi dari komponen pasif elektronika yaitu, resistor
dan kapasitor, melalui kedua jenis komponen ini dapat dikembangkan kedalam
suatu bentuk rangkaian sederhana yang berfungsi untuk menapis/menghambat
sinyal AC dalam sebaran frekuensi tertentu. Oleh sebab itu, dikenal 2 (dua) jenis
rangkaian tapis yang sering digunakan yaitu tapis lolos tinggi dan tapis lolos
rendah.

Pada prinsipnya, rangkaian tapis ini, menghambat keluarnya sinyal dengan


frekuensi tertentu akibat dari masukan yang diberikan. Tapis lolos rendah
merupakan rangkaian tapis yang melewatkan sinyal berfrekuensi rendah dan
menahan/menghambat sinyal berfrekuensi tinggi. Sehingga pada keluarannya
hanya terdiri dari sinyal frekuensi rendah, dengan lengkung kemiringan untuk
tanggapan amplitude dari 0 dB/oktaf ke -6 dB/oktaf dan tanggapan fasanya berubah
dari 900 ke 450/decade. Bentuk dasar rangkaian tapis lolos rendah seperti terlihat
pada gambar 5.1 :

Gambar 5.1 : Rangkaian Tapis lolos rendah


Untuk rangkaian Tapis lolos tinggi, Memiliki prinsip kerja yang sama dengan
tapis lolos rendah, hanya saja sinyal yang dilewatkan adalah sinyal berfrekuensi
tinggi. Pada tapis lolos tinggi kemiringan tanggapan amplitudenya berubah menjadi
+6 dB/oktaf dan untuk frekuensi kutubnya f p, bagan bode berubah kemiringan
sebesar -6 dB/oktaf.Bnetuk bagan tapis lolos tinggi seperti tampak pada gambar 5.2
:

Gambar 5.2. Rangkaian Tapis lolos tinggi


Suatu bentuk pengembangan dari rangkaia dasar tersebut, pengatur nada
Baxandal pasif merupakan salah satu contoh aplikasi sederhana yang dapat
menjadi acuan sederhana untuk pengembangan lebih lanjut.

Gambar 5.3. Grafik Pola Lissajous

Rangkaian Tapis Lolos Tinggi (High-Pass Filter)


Rangkaian ini biasa dipakai untuk menggandeng sebuah isyarat AC antara
dua titik dengan level DC yang berbeda. Bentuk rangkaian dan diagram phasor
tapis
ini
diperlihatkan pada gambar 5.11 dan 5.12. Terlihat arus i sama dengan arus pada
tapis
lolos rendah tipe-1, dan diagram phasor hanya sedikit berbeda pada cara
pengambilan
sudut, yaitu pada frekuensi tinggi, kapasitor hampir-hampir hubung singkat, dan o i
v v . Jadi rangkaian melewatkan masukan frekuensi tinggi (sesuai dengan
namanya).
Filter adalah suatu rangkaian yang digunakan untuk membuang tegangan
output pada frekuensi tertentu. Untuk merancang rangkaian filter dapat digunakan
komponen pasif (R,L,C) dan komponen aktif (Op-Amp, transistor). Dengan demikian
filter dapat dikelompokkan menjadi filter pasif dan filter aktif. Pada makalah ini
hanya dibahas mengenai filter pasif saja.
Pada dasarnya filter dapat dikelompokkan berdasarkanresponse (tanggapan)
frekuensinya menjadi 4 jenis:

Filter lolos rendah/ Low pass Filter.

Filter lolos tinggi/ High Pass Filter.

Filter lolos rentang/ Band Pass Filter.

Filter tolah rentang/Band stop Filter or Notch Filter.


Untuk membuat filter seringkali dihindari penggunaan inductor, terutama
karena ukurannya yang besar. Sehingga umumnya filter pasif hanya memanfaatkan
komponen R dan C saja.

Filter Lolos Rendah/ Low Pass Filter


Tapis pelewat rendah atau tapis lolos rendah (low-pass filter) digunakan untuk
meneruskan sinyal berfrekuensi rendah dan meredam sinyal berfrekuensi tinggi.
Sinyal dapat berupa sinyal listrik seperti perubahan tegangan maupun data-data
digital seperti citra dan suara.
Untuk sinyal listrik, low-pass filter direalisasikan dengan meletakkan
kumparan secara seri dengan sumber sinyal atau dengan meletakkan kapasitor
secara paralel dengan sumber sinyal. Contoh penggunaan filter ini adalah pada
aplikasi audio, yaitu pada peredaman frekuensi tinggi (yang biasa digunakan pada
tweeter) sebelum masuk speaker bass atau subwoofer(frekuensi rendah). Kumparan
yang diletakkan secara seri dengan sumber tegangan akan meredam frekuensi
tinggi dan meneruskan frekuensi rendah, sedangkan sebaliknya kapasitor yang
diletakkan seri akan meredam frekuensi rendah dan meneruskan frekuensi tinggi.
Untuk sinyal berupa data-data digital dapat difilter dengan melakukan
operasi matematika seperti konvolusi. Finiteimpulse response (FIR) dan Infinite
impulse response (IIR)adalah algoritma untuk memfilter sinyal digital. Contoh
aplikasi low-pass filter pada sinyal digital adalah memperhalus gambar dengan
Gaussian blur.
Batas frekuensi antara sinyal yang dapat diteruskan dan yang diredam
disebut dengan frekuensi cut-of. Frekuensi cut-ofdapat ditentukan dengan
perhitungan sebagai berikut. Low-pass filter yang dirangkai dengan high-pass
filter (filter yang meneruskan frekuensi tinggi) akan membentuk filter baru,
yaitu band-pass filter (meneruskan sinyal pada jangkauan frekuensi tertentu)
ataupun band-stop filter (menghambat sinyal pada frekuensi tertentu). Berikut
kurva karakteristik low pass filter dan gambar rangkaiannya.

Filter Lolos Tinggi/ high pass Filter


High pass filter adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi, tetapi
mengurangi amplitudo frekuensi yang lebih rendah daripada frekuensi cut of. Nilainilai pengurangan untuk frekuensi berbeda-beda untuk tiap-tiap filter ini.Terkadang
filter ini disebut low cut filter, bass cut filteratau rumble filter yang juga sering
digunakan dalam aplikasi audio. High pass filter adalah lawan dari low pass filter,
dan band pass filter adalah kombinasi dari high pass filter danlow pass filter.
Filter ini sangat berguna sebagai filter yang dapat memblokircomponent frekuensi
rendah yang tidak diinginkan dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi
tertinggi. High pass filteryang paling simple terdiri dari kapasitor yang terhubung
secara pararel dengan resistor, dimana resistansi dikali dengan kapasitor (RXC)
adalah time constant (). Sehingga frekuensi cut of dapat dirumuskan.

High-pass filter memiliki banyak aplikasi, mengarahkan frekuensi tinggi


ketweeter sementara pelemahan sinyal bass yang dapat mengganggu, atau
kerusakan, pembicara, kapasitor dan induktor (meski sangat sederhana tinggi-pass
filter untuk tweeter dapat terdiri dari kapasitor seri dan tidak ada yang lain).

Filter Lolos Rentang/Band Pass Filter


Sebuah band-pass
filter merupakan
perangkat
yang
melewati frekuensi dalam kisaran tertentu dan menolak ( attenuates ) frekuensi di
luar kisaran tersebut. Contoh dari analog elektronik. Filter ini juga dapat dibuat
dengan menggabungkan pass filter rendah dengan pass filter tinggi

Band Stop Filter


Dalam pemrosesan sinyal, filter band-stop atau band-penolakan filter adalah
filter yang melewati frekuensi paling tidak berubah, tetapi attenuates mereka dalam
rentang tertentu ke tingkat yang sangat rendah. Ini adalah kebalikan dari filter
band-pass. Sebuah filter takik adalah filter band-stop dengan stopbandsempit
(tinggi faktor Q). Notch filter digunakan dalam reproduksi suara hidup (Public
Address sistem, juga dikenal sebagai sistem PA) dan instrumen penguat (terutama
amplifier atau preamplifiers untuk instrumen akustik seperti gitar akustik, mandolin,
bass instrumen amplifier, dll) untuk mengurangi atau mencegah umpan balik ,
sedangkan yang berpengaruh nyata kecil di seluruh spektrum frekuensi. band filter
membatasi 'nama lain termasuk', 'Filter T-takik', 'band-eliminasi filter', dan 'menolak
band-filter'.
Biasanya, lebar stopband kurang dari 1-2 dekade (yaitu, frekuensi tertinggi
dilemahkan kurang dari 10 sampai 100 kali frekuensi terendah dilemahkan). Dalam
pita suara, filter takik menggunakan frekuensi tinggi dan rendah yang mungkin
hanya semitone terpisah.

VII. TUGAS PENDAHULUAN


1.

Apa yang dimaksud dengan rangkaian tapis RC.?

2.

Apa fungsi dari rangkaian tapis lolos rendah dan tapis lolos tinggi.?

Jaw
1. Rangkaian Tapis RC adalah Sebuah Rangkaian yang dapat menapis atau
menghambat Sinyal AC dalam sebaran frekuensi tertentu akibat dari masukan
yang diberikan

2. Rangkaian Tapis Lolos Rendah berfungsi sebagai rangkaian tapis yang melewatkan
sinyal berfrekuensi rendah dan menahan atau menghambat sinyal berfrekuensi
tinggi.
Rangkaian Tapis lolos tinggi berfungsi untuk melewatkan sinyal berfrekuensi tinggi.

I. PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Makalah ini dibuat untuk melengkapi hasil nilai ujian tengah semester.
Rangkaian filter merupakan salah satu fokus pembelajaran penting pada mata
kuliah Rangkaian Listrik. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman mendalam oleh
Mahasiswa Elektronika mengenai rangkaian filter.

1.2 Masalah
1.

Apa yang dimaksud dengan rangkaian filter?

2.

Jenis-jenis rangkaian filter

3.

Bagaimana prinsip kerja rangkaian filter?

4.

Aplikasi rangkaian filter

1.3 Teori
Filter adalah suatu rangkaian yang digunakan untuk membuang tegangan output
pada frekuensi tertentu. Untuk merancang rangkaian filter dapat digunakan
komponen pasif (R,L,C) dan komponen aktif (Op-Amp, transistor). Dengan demikian
filter dapat dikelompokkan menjadi filter pasif dan filter aktif. Pada makalah ini
hanya dibahas mengenai filter pasif saja.
Pada dasarnya filter dapat
frekuensinya menjadi 4 jenis:

dikelompokkan

1.

Filter lolos rendah/ Low pass Filter.

2.

Filter lolos tinggi/ High Pass Filter.

3.

Filter lolos rentang/ Band Pass Filter.

berdasarkanresponse (tanggapan)

4.

Filter tolah rentang/Band stop Filter or Notch Filter.


Untuk membuat filter seringkali dihindari penggunaan inductor, terutama karena
ukurannya yang besar. Sehingga umumnya filter pasif hanya memanfaatkan
komponen R dan C saja.

1.4 Tujuan
1.

Memahami fungsi rangkaian filter

2.

Mengetahui jenis-jenis filter dan kegunaannya

3.

Mengetahui aplikasi filter dalam sebuah rangkaian

II. PEMBAHASAN
Filter adalah suatu rangkaian yang digunakan untuk membuang tegangan output
pada frekuensi tertentu. Untuk merancang rangkaian filter dapat digunakan
komponen pasif (R,L,C) dan komponen aktif (Op-Amp, transistor). Dengan demikian
filter dapat dikelompokkan menjadi filter pasif dan filter aktif. Pada makalah ini
hanya dibahas mengenai filter pasif saja.
Pada dasarnya filter dapat
frekuensinya menjadi 4 jenis:

dikelompokkan

berdasarkanresponse (tanggapan)

1.

Filter lolos rendah/ Low pass Filter.

2.

Filter lolos tinggi/ High Pass Filter.

3.

Filter lolos rentang/ Band Pass Filter.

4.

Filter tolah rentang/Band stop Filter or Notch Filter.


Untuk membuat filter seringkali dihindari penggunaan inductor, terutama karena
ukurannya yang besar. Sehingga umumnya filter pasif hanya memanfaatkan
komponen R dan C saja.

1.

Filter Lolos Rendah/ Low Pass Filter


Tapis pelewat rendah atau tapis lolos rendah(low-pass filter) digunakan untuk
meneruskan sinyal berfrekuensi rendah dan meredam sinyal berfrekuensi tinggi. Sinyal
dapat berupa sinyal listrik seperti perubahan tegangan maupun data-data digital seperti
citra dan suara.

Untuk sinyal listrik, low-pass filter direalisasikan dengan meletakkan kumparan


secara seri dengan sumber sinyal atau dengan meletakkan kapasitor secara paralel dengan
sumber sinyal. Contoh penggunaan filter ini adalah pada aplikasi audio, yaitu pada
peredaman frekuensi tinggi (yang biasa digunakan pada tweeter) sebelum masuk speaker
bass atau subwoofer(frekuensi rendah). Kumparan yang diletakkan secara seri dengan
sumber tegangan akan meredam frekuensi tinggi dan meneruskan frekuensi rendah,
sedangkan sebaliknya kapasitor yang diletakkan seri akan meredam frekuensi rendah dan
meneruskan frekuensi tinggi.
Untuk sinyal berupa data-data digital dapat difilter dengan melakukan operasi
matematika seperti konvolusi. Finite impulse response (FIR) dan Infinite impulse
response(IIR) adalah algoritma untuk memfilter sinyal digital. Contoh aplikasi low-pass
filter pada sinyal digital adalah memperhalus gambar dengan Gaussian blur.
Batas frekuensi antara sinyal yang dapat diteruskan dan yang diredam disebut
dengan frekuensi cut-off. Frekuensi cut-off dapat ditentukan dengan perhitungan sebagai
berikut:
Dimana:
R:Nilai hambatan
C: Nilai kapasitor

Low-pass filter yang dirangkai dengan high-pass filter(filter yang meneruskan


frekuensi tinggi) akan membentuk filter baru, yaitu band-pass filter (meneruskan sinyal
pada jangkauan frekuensi tertentu) ataupun band-stop filter(menghambat sinyal pada
frekuensi tertentu). Berikut kurva karakteristik low pass filter dan gambar rangkaiannya,

Gb. Respon Low Pass Filter

Untuk rangkaian RL, rumus yang digunakan adalah

fc= R
2L

2.

Filter Lolos Tinggi/high pass Filter


High pass filter adalah jenis filter yang melewatkan frekuensi tinggi, tetapi
mengurangi amplitudo frekuensi yang lebih rendah daripada frekuensi cutoff.Nilai-nilai
pengurangan untuk frekuensi berbeda-beda untuk tiap-tiap filter ini .Terkadang filter ini
disebut low cut filter,bass cut filter atau rumble filter yang juga sering digunakan
dalam aplikasi audio.High pass filter adalah lawan dari low pass filter, dan band pass
filter adalah
kombinasi
dari
high
pass
filter
dan
low
pass
filter.
Filter ini sangat berguna sebagai filter yang dapat memblokir component frekuensi rendah
yang tidak diinginkan dari sebuah sinyal komplek saat melewati frekuensi tertinggi.
High pass filter yang paling simple terdiri dari kapasitor yang terhubung secara pararel
dengan resistor, dimana reistansi dikali dengan kapasitor (RXC) adalah time constant
().Sehingga frekuensi cut off dapat dirumuskan,

Karakteristik HPF

Gambar Rangkaian

High-pass filter memiliki banyak aplikasi. Diantaranya digunakan digunakan


sebagai bagian daricrossover audio untuk mengarahkan frekuensi tinggi
ke tweeter sementara pelemahan sinyal bass yang dapat mengganggu, atau
kerusakan, pembicara. Ketika filter seperti dibangun menjadi loudspeakerkabinet
itu
biasanya filter
pasif yang
juga
mencakup -pass
filter
rendah untuk woofer dan sering menggunakan kedua kapasitor dan induktor
(meski sangat sederhana tinggi-pass filter untuk tweeter dapat terdiri dari kapasitor
seri dan tidak ada yang lain).

3.

Filter Lolos Rentang/Band Pass Filter

Sebuah band-pass
filter merupakan
perangkat
yang
melewati frekuensi dalam kisaran tertentu dan menolak ( attenuates ) frekuensi
di
luar
kisaran
tersebut.
Contoh
dari analog elektronik
bandpass filter adalahsirkuit RLC (a resistor - induktor - kapasitor sirkuit ). Filter
ini juga dapat dibuat dengan menggabungkan -pass filter rendah dengan -pass
filter tinggi .

Band pass filter digunakan terutama di nirkabel


pemancar dan penerima. Fungsi utama filter seperti
di pemancar adalah untuk membatasi bandwidth
sinyal output minimum yang diperlukan untuk
menyampaikan data pada kecepatan yang diinginkan
dan
dalam
bentuk
yang
diinginkan. Padareceiver Sebuah band pass filter
memungkinkan sinyal dalam rentang frekuensi yang
dipilih untuk didengarkan, sementara mencegah
sinyal pada frekuensi yang tidak diinginkan.

Gambar rangkaian

4.

Band Stop Filter


Dalam pemrosesan sinyal, filter band-stop atau band-penolakan filter adalah filter
yang melewati frekuensi paling tidak berubah, tetapi attenuates mereka dalam rentang
tertentu ke tingkat yang sangat rendah. Ini adalah kebalikan dari filter band-pass. Sebuah
filter takik adalah filter band-stop dengan stopband sempit (tinggi faktor Q). Notch filter
digunakan dalam reproduksi suara hidup (Public Address sistem, juga dikenal sebagai sistem
PA) dan instrumen penguat (terutama amplifier atau preamplifiers untuk instrumen akustik
seperti gitar akustik, mandolin, bass instrumen amplifier, dll) untuk mengurangi atau
mencegah umpan balik , sedangkan yang berpengaruh nyata kecil di seluruh spektrum

frekuensi. band filter membatasi 'nama lain termasuk', 'Filter T-takik', 'band-eliminasi filter',
dan 'menolak band-filter'.
Biasanya, lebar stopband kurang dari 1-2 dekade (yaitu, frekuensi tertinggi
dilemahkan kurang dari 10 sampai 100 kali frekuensi terendah dilemahkan). Dalam pita
suara, filter takik menggunakan frekuensi tinggi dan rendah yang mungkin hanya semitone
terpisah.

Rangkaian Penapis RC
(Low-Pass & High-Pass Filter)
Kelompok IVA
Andi Ikhsan Maulana
Yuhlisa Hasliana, Sitti Uswah Nur Purnamasari, Sri Wahyuni Syab
Fisika 2012
Abstrak
Telah dilakukan praktikum yang berjudul Rangkaian Penapis RC. Adapun tujuan dari percobaan ini yaitu
membedakan jenis rangkaian RC tapis lolos rendah dan tinggi, menentukan frekuensi cut-off rangkaian tapis RC
lolos rendah dan lolos tinggi berdasarkan bode-plot, dan merancang suatu sistem rangkain tapis RC tingkat satu.
Data-data yang dikumpulkan meliputi frekuensi, tegangan output, tegangan input serta nilai dari resistor dan
kapasitor. Frekuensi cut-off dapat ditentukan berdasarkan grafik pada saat alih tegangan bernilai -3 dB. Berdasarkan
analisis data, dapat disimpulkan bahwa tegangan keluaran rangkaian RC lolos rendah berubah terhadap frekuensi,
yaitu makin tinggi frekuensi maka semakin kecil tegangan keluarannya (Vout) sedangkan pada rangkaian RC tapis
lolos tinggi nilai tegangan keluaran juga berubah terhadap frekuensi yaitu makin tinggi frekuensinya maka nilai
tegangan keluarannya juga semakin tinggi. Timbulnya penyimapangan antara hasil teori dengan praktik disebabkan
oleh human error serta instrument yang tidak baik.
Kata kunci : Frekuensi cut-off, resistor, kapasitor, rangkaian tapis RC lolos rendah, rangkaian tapis RC lolos
tinggi.

1. Metode Dasar

Riak (ripple) merupakan sesuatu yang tidak diinginkan, karenanya harus diusahakan untuk direduksi sekeci mungkin.
Salah sat metode yang biasa digunakan untuk mereduksi amplitude riak keluaran dari sebuah catu daya yaitu dengan
memperbesar konstanta waktu pelepasan muatannya (Sutrisno, 1986).
Dasar pemahaman tentang proses tanggapan frekuensi ini, maka kita hanya akan mengkaji pada sifat RC yang bisa
meloloskan frekuensi rendah dan tinggi dan sebagai alat pengubah (converter) gelombang persegi-ke-segitiga dan
persegi-ke-pulsa dengan, masing-masing, mengintegrasikan dan mendiferensialkan gelombang input dan rangkaiannya

sendiri masing-masing disebut rangkaian integrator dan rangkaian diferensiator orde 1, yang hanya terdiri dari sebuah
resistor yang seri dengan sebuah kapasitor yang ditunjukkan oleh gambar berikut.
(Thereja, 1994).
Untuk pengintegralan RC, sinyal keluaran rangkaian merupakan integral dari sinyal masukan yang dinyatakan oleh :
(3.1)
dan untuk pendiferensialan RC, sinyal keluaran rangkaian merupakan diferensial dari sinyal masukan yang dinyatakan
oleh :

(3.2)

Untuk keduanya, integrator dan diferensiator, sinyal akan mengalami pelemahan sinyal dari daya mula-mulanya
pada suatu nilai frekuensi yang disebut frekuensi
(3.3)
(Martawijaya, dik, 2008)

cut off (fc) yang dinyatakan oleh :

2. Identifikasi Variabel
a. Variabel manipulasi : frekuensi (Hz)
b. Variabel respon : tegangan output (V)
c. Variabel kontrol : Tegangan input (V), Kapasitas Kapasitor (F) dan resistansi resistor ()

3. Definisi Operasional Variabel


a. Frekuensi adalah merupakan frekuensi yang berasal dari audio function generator yang digunakan sebagai frekuensi
masukan kedalam rangkaian yang diubah-ubah berdasarkan kenaikan logaritmik.
b. Tegangan input adalah beda potensial dari AFG ke dalam rangkaian yang dibaca melalui skala osiloskop dan dinyatakan
dalam satuan volt.
c. Tegangan output adalah adalah beda potensial dari rangkaian yang dibaca melalui skala osiloskop dan dinyatakan dalam
satuan volt.
d. Resistansi resistor adalah besarnya nilai hambatan pada resistor yang dapat dibaca dari warna cincin pada badan resistor
dalam satuan .
e. Kapasitas kapasitor adalah besarnya nilai tampungan yang dapat menyimpan muatan didalam kapasitor dan dinyatakan
dalam satuan Farad.
4. Alat dan Bahan
1.

Osiloskop Sinar Katoda + Probe, 1 set

2.

Audio Function Generator, 1 buah

3.

Resistor, 1 buah

4.

Kapasitor, 1 buah

5.

Kabel Penghubung.

5. Prosedur Kerja
Dalam melakukan kegiatan percobaan ini, ada dua jenis rangkaian yang anda harus analisis. Tetapi kedua rangkaian
tersebut pada prinsipnya adalah sama. Hanya yang membedakan adalah cara pengambilan outputnya saja.
a. Rangkaian Tapis RC Lolos Rendah (Integrator).
Membuat rangkaian seperti yang ditunjukkan oleh gambar berikut di atas papan kit.

1.

Sebelum melakukan pengamatan terhadap outputnya, maka terlebih dahulu harus mencatat
dan mengukur :

Nilai / harga komponen C dan R.


Memperkirakan besar frekuensi potong (Cut-Off) rangkaian yang anda buat dengan
menggunakan Pers. (3.3).
Mengukur tegangan puncak Vi (maksimum) audio generator untuk gelombang persegi.
Mempelajari dengan seksama kalibrasi untuk basis waktu dan basis tegangan pada Osiloskop.
2. Setelah itu melakukan pengamatan dan pengukuran untuk tegangan output Vo dengan
langkah-langkah sebagai berikut:
Setelah tampilan output tampak pada layar monitor osiloskop dan sudah dipastikan bahwa
sistem rangkaian sudah berfungsi dengan baik, maka dilakukan langkah berikutnya dengan
memutar tombol / pemutar frekuensi pada angka penunjukan 30 Hz.
Mengukur tegangan puncak yang tampak pada layar monitor dan sekaligus gambar model
gelombang keluarannya.
Melakukan langkah (2) dan langkah (3) untuk frekuensi dengan kelipatan logaritma.
Mencatat hasil pengamatan anda pada lembar.
b. Rangkaian Tapis RC Lolos Tinggi (Diferensiator).
Selanjutnya untuk percobaan ini bentuk rangkaiannya sama dengan bentuk rangkaian pada gambar rangkaian integrator,
hanya yang menjadi output adalah R (resistor). Dan proses pengamatan dan pengambilan data sama prosesnya dengan
rangkaian Tapis RC lolos rendah. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar rangkaian diferensial berikut:
7. Pembahasan
Percobaan yang dilakukan adalah percobaan tentang rangkaian penapis RC. Rangkaian penapis RC ada yang
meloloskan frekuensi rendah dan menahan frekuensi tingi yang disebut rangkaian integretor dan rangkaian penapis RC
yang meloloskan frekuensi tinggi dan menahan frekuensi rendah yang disebut diferensiator. Percobaan ini bertujuan untuk
membedakan rangkaian integrator dan diferensiator, menentukan frekuensi cut-off rangkaian integrator dan diferensiator
serta merancang suatu sistem rangkaian tapis RC tingkat satu.
Pada percobaan ini digunakan satu buah resistor dan satu buah kapasitor sehingga disebut sebagai rangkaian RC
tingkat satu. Pada Percobaan ini ada 2 kegiatan yang dilakukan yaitu integrator dan diferensiator. Dimana dicari besarnya
frekuensi cut off dan nilai kutub tapis. Untuk menetukan frekuensi cut-off baik rangkaian integrator maupun rangkaian
diferensiator secara teori dapat dicari melalui persamaan f = 1/(2RC), secara praktikum ditentukan dengan menganalisis
kurva hasil percobaan, pada kura alih tegangan terhadap frekuensi akan tampak pada saat alih tegangan menunjukkan nilai
-3 dB maka pada titik tersebut akan ditunjukkan nilai frekuensi cut-offnya . Pengamatan berdasarkan bode plot adalah
hubungan antara fungsi alih tegangan dan frekuensi, dimana frekuensi yang ditunjukkan pada bode plot, digunakan
sebagai hasil praktikum.
Pada kegiatan integrator, fc teori adalah 12918 Hz dan fc praktikum sebesar 8000 Hz. Kemudian nilai kutub tapis
secara teori sebesar 81169 rad/s, sedangkan nilai kutub tapis secara praktikum sebesar 50240 rad/s.
Pada Percobaan diferensiator, diperoleh nilai fc teori 12918 Hz dan nilai fc secara praktikum sebesar 6500 Hz.
Sedangkan besar nilai kutub tapis diferensiator pada teori sebesar 81169 rad/s, sedangkan secara praktikum
sebesar 40820 rad/s. Hasil antara nilai teori dan praktikum memiliki perbedaan yang cukup jauh. Hal ini dapat disebabkan
oleh human error dalam melakukan pengamatan juga karena instrument yang tidak dalam keadaa baik.
8. Kesimpulan

a.

Adapun kesimpulan yang diperoleh dari percobaan ini adalah :


Rangkaian RC tapis lolos rendah meloloskan frekuensi rendah tetapi menahan frekuensi tinggi
sedangkan rangkaian RC tapis lolos tinggi meloloskan frekuensi tinggi dan menahan frekuensi
rendah.

b.

Frekuensi cut-off pada kurva terletak pada skala -3 dB fungsi alih tegangan terhadap frekuensi
yaitu 8000 Hz pada integrator sedangkan pada diferensiator frekuensi cut-off diambil dari kurva
pada skala 3 dB fungsi alih tegangan terhadap frekuensi yaitu 6500 Hz.
c. Merancang rangakain RC tingkat satu dengan cara merangkai satu kapasitor dan satu resistor
yang disusun secara seri.