Anda di halaman 1dari 11

Pengertian Darah

Darah berasal dari bahasa yunani yakni hemo, hemato dan haima yang berarti
darah.Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup(kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan
tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga berfungsi sebagai
pertahanan tubuh manusia terhadap virus atau bakteri.
Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yang berfungsi untuk mengangkut oksigen
yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan
nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun
sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon
dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.
Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam
pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paruparu untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen
melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena
pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta.
Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut
pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava
superior dan vena cava inferior.
Darah merupakan salah satu komponen sistem transport yang sangat vital keberadaannya.
Fungsi vital darah di dalam tubuh antara lain sebagai pengangkut zat-zat kimia seperti
hormon, pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh, dan pengangkut oksigen dan
karbondioksida. Selain itu, komponen darah seperti trombosit dan plasma darah memiliki
peran penting sebagai pertahanan pertama dari serangan penyakit yang masuk ke dalam
tubuh.
Namun darah juga merupakan salah satu vektor dalam penularan penyakit. Salah satu
contoh penyakit yang dapat ditularkan melalui darah adalah AIDS. Darah yang mengandung
virus HIV dari makhluk hidup yang HIV positif dapat menular pada makhluk hidup lain
melalui sentuhan antara darah dengan darah, sperma, atau cairan tubuh makhluk hidup
tersebut. Oleh karena penularan penyakit dapat terjadi melalui darah, objek yang
mengandung darah dianggap sebagai biohazard atau ancaman biologis.
Saat kita melihat darah dengan mata kasar maka kita akan melihat darah sebagai cairan
seperti air yang berwarna merah. sebenarnya didalam darah terdapat beberapa komponen dan
darah terdiri daripada beberapa jenis korpuskula yang membentuk 45% bagian dari darah,
angka ini dinyatakan dalam nilai hermatokrit atau volume sel darah merah yang dipadatkan
yang berkisar antara 40 sampai 47. Bagian 55% yang lain berupa cairan kekuningan yang
membentuk medium cairan darah yang disebut plasma darah.

1. Korpuskula darah terdiri dari:


o Sel darah merah atau eritrosit (sekitar 99%).
Eritrosit tidak mempunyai nukleus sel ataupun organela, dan tidak dianggap
sebagai sel dari segi biologi. Eritrosit mengandung hemoglobin dan
mengedarkan oksigen. Sel darah merah juga berperan dalam penentuan
golongan darah. Orang yang kekurangan eritrosit akan menderita penyakit
anemia.
o Keping-keping darah atau trombosit (0,6 - 1,0%)
Trombosit bertanggung jawab dalam proses pembekuan darah.
o Sel darah putih atau leukosit (0,2%)
Leukosit bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan bertugas untuk
memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh,
misal virus atau bakteri. Leukosit bersifat amuboid atau tidak memiliki bentuk
yang tetap.
2.

Susunan Darah. serum darah atau plasma terdiri atas:


o Air: 91,0%
o Protein: 8,0% (Albumin, globulin, protrombin dan fibrinogen)
o Mineral: 0.9% (natrium klorida, natrium bikarbonat, garam dari kalsium,
fosfor, , kalium dan zat besi,nitrogen, dll)
o Garam

3.

Plasma darah pada dasarnya adalah larutan air yang mengandung :


o albumin
o bahan pembeku darah
o immunoglobin (antibodi)
o hormon
o berbagai jenis protein
o berbagai jenis garam

Bagian- bagian Darah


Sel-Sel Darah
1. Sel darah merah (Eritrosit)

Sel darah merah (eritrosit) bentuknya seperti cakram/ bikonkaf dan tidak mempunyai
inti. Ukuran diameter kira-kira 7,7 unit (0,007 mm), tidak dapat bergerak. Banyaknya kira
kira 5 juta dalam 1 mm3 (41/2 juta). Warnanya kuning kemerahan, karena didalamnya
mengandung suatu zat yang disebut hemoglobin, warna ini akan bertambah merah jika di
dalamnya banyak mengandung oksigen.
Fungsi sel darah merah adalah mengikat oksigen dari paruparu untuk diedarkan ke
seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan
melalui paruparu. Pengikatan oksigen dan karbon dioksida ini dikerjakan oleh hemoglobin
yang telah bersenyawa dengan oksigen yang disebut oksihemoglobin (Hb + oksigen 4 Hboksigen) jadi oksigen diangkut dari seluruh tubuh sebagai oksihemoglobin yang nantinya
setelah tiba di jaringan akan dilepaskan: Hb-oksigen Hb + oksigen, dan seterusnya. Hb tadi
akan bersenyawa dengan karbon dioksida dan disebut karbon dioksida hemoglobin (Hb +
karbon dioksida Hb-karbon dioksida) yang mana karbon dioksida tersebut akan dikeluarkan
di paru-paru.

Sel darah merah (eritrosit) diproduksi di dalam sumsum tulang merah, limpa dan hati.
Proses pembentukannya dalam sumsum tulang melalui beberapa tahap. Mula-mula besar dan
berisi nukleus dan tidak berisi hemoglobin kemudian dimuati hemoglobin dan akhirnya
kehilangan nukleusnya dan siap diedarkan dalam sirkulasi darah yang kemudian akan beredar
di dalam tubuh selama kebih kurang 114 115 hari, setelah itu akan mati. Hemoglobin yang
keluar dari eritrosit yang mati akan terurai menjadi dua zat yaitu hematin yang mengandung
Fe yang berguna untuk membuat eritrosit baru dan hemoglobin yaitu suatu zat yang terdapat
didalam eritrisit yang berguna untuk mengikat oksigen dan karbon dioksida.
Jumlah normal pada orang dewasa kira- kira 11,5 15 gram dalam 100 cc darah.
Normal Hb wanita 11,5 mg% dan laki-laki 13,0 mg%. Sel darah merah memerlukan protein
karena strukturnya terdiri dari asam amino dan memerlukan pula zat besi, sehingga
diperlukan diit seimbang zat besi. Di dalam tubuh banyaknya sel darah merah ini bisa
berkurang, demikian juga banyaknya hemoglobin dalam sel darah merah. Apabila keduaduanya berkurang maka keadaan ini disebut anemia, yang biasanya disebabkan oleh
perdarahaan yang hebat, penyakit yang melisis eritrosit, dan tempat pembuatan eritrosit
terganggu.
2. Sel darah putih (Leukosit)
Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan sifat eritrosit apabila kita lihat di bawah
mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak
dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam- macam inti sel
sehingga ia dapat dibedakan menurut inti selnya, warnanya bening (tidak berwarna),
banyaknya dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000.
Fungsinya sebagai pertahanan tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit /
bakteri yang masuk ke dalam jaringan RES (sistem retikuloendotel), tempat pembiakannya di
dalam limpa dan kelenjar limfe; sebagai pengangkut yaitu mengangkut / membawa zat lemak
dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah.

Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga terdapat di seluruh
jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan penyakit disebabkan oleh masuknya kuman /
infeksi maka jumlah leukosit yang ada di dalam darah akan lebih banyak dari biasanya. Hal
ini disebabkan sel leukosit yang biasanya tinggal di dalam kelenjar limfe, sekarang beredar
dalam darah untuk mempertahankan tubuh dari serangan penyakit tersebut. Jika jumlah
leukosit dalam darah melebihi 10000/mm3 disebut leukositosis dan kurang dari 6000 disebut
leukopenia.

Macam- macam leukosit meliputi:


a. Agranulosit
Sel leukosit yang tidak mempunyai granula didalamnya, yang terdiri dari:

Limposit, macam leukosit yang dihasilkan dari jaringan RES dan kelenjar limfe,
bentuknya ada yang besar dan kecil, di dalam sitoplasmanya tidak terdapat glandula
dan intinya besar, banyaknya kira- kira 20%-15% dan fungsinya membunuh dan
memakan bakteri yang masuk ke dalam jarigan tubuh.

Monosit. Terbanyak dibuat di sumsum merah, lebih besar dari limfosit, fungsinya
sebagai fagosit dan banyaknya 34%. Di bawah mikroskop terlihat bahwa
protoplasmanya lebar, warna biru abu-abu mempunyai bintik-bintik sedikit
kemerahan. Inti selnya bulat dan panjang, warnanya lembayung muda.

b. Granulosit
Disebut juga leukosit granular terdiri dari:

Neutrofil
Atau disebut juga polimorfonuklear leukosit, mempunyai inti sel yang kadang-kadang
seperti terpisah-pisah, protoplasmanya banyak bintik-bintik halus / glandula, banyaknya
60%-50%.
Eusinofil
Ukuran dan bentuknya hampir sama dengan neutrofil tetapi granula dan
sitoplasmanya lebih besar, banyaknya kira-kira 24%.
Basofil

Sel ini kecil dari eusinofil tetapi mempunyai inti yang bentuknya teratur, di dalam
protoplasmanya terdapat granula-granula besar. Banyaknya setengah bagian dari sumsum
merah, fungsinya tidak diketahui.
Sel Pembeku (Trombosit)
Trombosit merupakan benda-benda kecil yang mati yang bentuk dan ukurannya
bermacam-macam, ada yang bulat dan lonjong, warnanya putih, normal pada orang dewasa
200.000-300.000/mm3. Fungsinya memegang peranan penting dalam pembekuan darah. Jika
banyaknya kurang dari normal, maka kalau ada luka darah tidak lekas membeku sehingga
timbul perdarahan yang terus- menerus. Trombosit lebih dari 300.000 disebut trombositosis.
Trombosit yang kurang dari 200.000 disebut trombositopenia.
Di dalam plasma darah terdapat suatu zat yang turut membantu terjadinya peristiwa
pembekuan darah, yaitu Ca2+ dan fibrinogen. Fibrinogen mulai bekerja apabila tubuh
mendapat luka. ketika kita luka maka darah akan keluar, trombosit pecah dan mengeluarkan
zat yang dinamakan trombokinase. Trombokinasi ini akan bertemu dengan protrombin
dengan pertolongan Ca2+ akan menjadi trombin. Trombin akan bertemu dengan fibrin yang
merupakan benang-benang halus, bentuk jaringan yang tidak teratur letaknya, yang akan
menahan sel darah, dengan demikian terjadilah pembekuan. Protrombin di buat didalam hati
dan untuk membuatnya diperlukan vitamin K, dengan demikian vitamin K penting untuk
pembekuan darah.

Plasma Darah

Bagian cairan darah yang membentuk sekitar 5% dari berat badan, merupakan media
sirkulasi elemen-elemen darah yang membentuk sel darah merah, sel darah putih, dan sel
pembeku darah juga sebagai media transportasi bahan organik dan anorganik dari suatu
jaringan atau organ.
Pada penyakit ginjal plasma albumin turun sehingga terdapat kebocoran albumin yang besar
melalui glomerulus ginjal. Hampir 90% dari plasma darah terdiri dari air, di samping itu
terdapat pula zat-zat lain yang terlarut di dalamnya.

Fungsi Darah Untuk Tubuh


Darah memiliki banyak fungsi untuk tubuh kita antara lain yaitu:

Sebagai Zat Pengangkut


Fungsi vital darah di dalam tubuh antara lain sebagai pengangkut zat-zat kimia seperti
hormon, pengangkut zat buangan hasil metabolisme tubuh, dan pengangkut oksigen
dan karbondioksida. Selain itu, komponen darah seperti trombosit dan plasma darah
memiliki peran penting sebagai pertahanan pertama dari serangan penyakit yang
masuk ke dalam tubuh.

Mengangkut Oksigen
Darah manusia adalah cairan di dalam tubuh yangberfungsi untuk mengangkut
oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh.

Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh


Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa
metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan
mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin
juga diedarkan melalui darah.

Mengangkat karbondioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru.

Menyebarkan panas ke seluruh tubuh.

Fungsi mineral
Ada tiga fungsi utama mineral yaitu:
1. Sebagai kompenen utama tubuh (structural element) atau penyusun kerangka tulang, gigi
dan otot-otot. Ca, P, Mg, Fl dan Si untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi sedang P dan
sekolah luar biasa untuk penyusunan protein jaringan.
2. Merupakan unsur dalam cairan tubuh atau jaringan, sebagai elektrolit yang mengatur
tekanan osmuse (Fluid balance), menegatur keseimbangan basa asam dan permeabilitas
membran. Contoh adalah Na, K, Cl, Ca dan Mg
3. Sebagai aktifator atau terkait dalam peranan enzyme dan hormon.

Mineral yang akan dibicarakan di sini adalah yaitu makromineral dan mikromineral.
Makromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah yang cukup
besar, sebaliknya mikromineral adalah mineral-mineral yang diperlukan dalam jumlah
yang sedikit.
Makro mineral
1. Kalsium (Ca)
Distribusi dalam tubuh :
1,5 2 % BB (dewasa : 1100-1200 g)
99%pada tulang dan gigi
4 5 g pada jar. lunak/otot lurik.
Distribusi dalam cairan tubuh :
Bentuk ion Ca++ (60%)
Bentuk garam (Ca fosfat, Ca sitrat, Ca sulfat)
Bentuk senyawa dengan protein (35%)
Fungsi :

1. Bersenyawa dgn P & Mg membentuk bagian tulang yang keras.


2. Dalam serum & jaringan lunak :
Di darah sebagai katalisator pembentukan trombin & protrombin.
Di Otot : mempertahankan tonus & kepekaan.
Pada Jaringan syaraf sebagai transmisi syaraf.
Sebagai zat pengaktif enzim (lipase, ATPase)
Berpengaruh pada permeabilitas membrane
Metabolisme (intake dan ekskresi)
Tubuh memperoleh Ca dari makanan sehari-hari.
Rata-rata intake 1 g/hari, absorpsinya dipengarudi oleh vitamin D. 70-80%
ekskresi feses.
Metabolismenya berhubungan dengan konsep homeostasis.
Kebutuhan Ca ditentukan dari :
jumlah Ca yg diekskresi ginjal.
Ca jaringan yg dilepas melalui feses.
Ca yg terbuang melalui keringat.
Wanita hamil dengan Ca yg dibutuhkan feses.
Wanita menyusui dengan Ca yg dieksresi dalam ASI

Sumber yang dianggap baik :


1. susu, keju, ikan teri, kuning telur
2. daun berwarna hijau tua
3. kacang-kacangan, padi-padian
Aplikasi Klinis :
1. tetani
2. ricket
3. batu ginjal
2. Phosfor (P)
Pada gizi manusia P berhubungan erat dengan Ca, oleh karena. :
Ca & P sumber utamanya susu.
Keduanya merupakan pembentuk tulang.
Keduanya membutuhkan vit. D untuk absorpsi.
Keduanya sangat dipengaruhi hormon paratiroid.
Distribusi dalam Tubuh :
0,8 1,1% berat badan
80 90% di tulang bersama Ca
20% lainnya pada tiap sel hidup
Absorpsi Ekskresi
70% P dalam BM dapat diabsorpsi
ekskresi terutama melalui
mekanisme homeostasis (+)
Fungsi :
1. Bagian dari tulang dan gigi.
2. Sangat berguna pada metabolisme tubuh pada sel hidup.
Kebutuhan :

Bila Ca terpenuhi berarti P terpenuhi.


Sumber :
sumber protein hewani
susu & hasil olahnya
daging tanpa lemak
kuning telur
biji-bijian, kacang-kacangan
Magnesium (Mg)
Distribusi dalam tubuh
1. Pada dewasa 25 g (20-28 g).
2. 70% sebagai senyawa dengan Ca & P dalam bentuk garam kompleks.
3. 30% dalam jaringan lunak dan cairan tubuh :
4. 1,4 2,5 mg% dalam plasma.
5. Sebagian besar pada sel darah merah.
Fungsi :
a. Pada metabolisme karbohidrat & phosphor.
b. Proses pertumbuhan & pemeliharaan jaringan.
c. Berhubungan dengan cortison dalam meregulasi kadar P.
d. Bila kadar Mg menurun, vasodilatasi & pekerjaan otot terganggu.
e. Secara alamiah pada manusia tidak pernah defisiensi
Sumber :
Kacang-kacangan, seafood, biji-bijian.
Natrium (Na)
Distribusi dalam tubuh :
a. 1/3 pada jaringan rangka dalam bentuk Na anorganik.
b. 2/3 pada cairan ekstra sel adalah Na+
c. Natrium serum 310-340 mg%
Absorpsi Ekskresi
Terutama di usus halus.
Jika intake menurun absorpsi menurun
Glukosa dalam lumen usus banyak absorpsi berkurang
Ekskresi 90% melalui urine, 5% melalui feses
Konsentrasi NaCl plasma sangat bervariasi secara langsung atau tidak langsung
berpengaruh pada :
1. Tek. Osmotik plasma
2. Vol. cairan plasma & interstitial
3. Kesetimbangan asam-basa
4. Mempertahankan hantaran listrik di sel tubuh.
5. Kepekaan system cardiovascular untuk mengedarkan senyawa.
Fungsi :
1. Sebagai Bahan makanan (garam)
zat gizi essensial
penegas cita rasa
bahan pengawet
bahan bantu dalam formula pengolahan bahan makanan dapat melemaskan
adonan
2. Fungsi Metabolik
keseimbangan cairan tubuh

keseimbangan asam basa


pengaturan permeabilitas sel

Sumber :
Garam dapur, Susu, Telur, Daging, Bit, Bayam, Sayuran hijau, Asparagus.
Aspek Klinis
Gejala Keracunan NaCl (hipernatremia)
a. Perdarahan sub arachnoid, intra serebral.
b. Pengerutan sel tubula ginjal
c. Muntah, diare.
d. Kegagalan peredaran darah perifer.
e. Gangguan pernafasan hingga kematian.
f. Kejang
Kalium (K)
Kation utama cairan intra sel, sebagian kecil di ekstra sel.
Peran bermakna pada aktifitas otot terutama otot jantung.
Kadar normal : 14 20 mg%.
Absorpsi-Ekskresi
1. mudah diabsorpsi di usus.
2. Ekskresi terutama melalui urine, sedikit di feses.
Fungsi :
a. Kesetimbangan elektrolit cairan tubuh.
b. Keseimbangan asam basa.
c. Aktivitas otot lurik (rangka & jantung).
d. Metabolisme karbohidrat.
e. Sintesis protein.
Sumber :
Kacang polong, biji-bijian, buah-buahan, sayur, daging.
Chlor (Cl)
Distribusi dalam tubu
Dalam bentuk Cl- 3% total mineral tubuh.
Absorpsi terjadi sempurna.
Ekskresi terutama melalui urine.
Fungsi Metabolisme :
a. Keseimbangan elektrolit cairan tubuh.
b. Regulasi tekanan osmotic bersama Na.
c. Keseimbangan asam basa.
d. Keasaman lambung.
Sumber :
1. garam dapur.
2. jika kebutuhan Na terpenuhi, kebutuhan Cl juga terpenuhi.
Sulfur (S)
Distribusi dalam tubuh :
An organic : sulfat dari Na, K, Mg
Organic : Sulfur protein
Sulfur non protein (sulfolipid, sulfotide)
Sulfoprotein :
1. asam amino yg mengandung S (metionin, sistein)

2. glikoprotein
3. hasil produk detoksifikasi
4. Bersenyawa dengan heparin, insulin, tiamin
5. keratin : protein rambut, kulit, kuku, bulu.
6. S ada pada tiap sel, umumnya merupakan bagian protein sel.
7. Kadar dalam plasma : 0,7 1,5 mEq /L
8. Sulfur an organic melalui sirkulasi portal.
9. Ekskresi melalui urine.
Sumber :
Semua sumber protein (hewani & nabati)
Mikro mineral (trace element)
Yodium / Iodium (I)
Mineral ini dibutuhkan 100-300 g/hari sampai 1 mg/hari. Kebutuhan
meningkat :
Pertumbuhan anak-anak
Wanita hamil dan menyusui
Fungsi :
untuk membentuk hormon tiroksin pada kelenjar tiroid. Tiroksin adalah hormon
yang mengatur aktivitas berbagai organ, mengontrol pertumbuhan, membantu
proses metabolisme,
Kekurangan yodium :
1. gondok (goiter endemic)
2. Kretinisme pada anak-anak
Sumber
garam beryodium, makanan laut
Cobalt (Co)
Cobalt memiliki fungsi untuk membentuk pembuluh darah serta pembangun B.
Sumber : Diet yang berasal dari hewan.
Mangan (Mn)
Kebutuhan sehari 2-5 mg
Mangan berfungsi untuk mengatur pertumbuhan tubuh kita dan sistem
reproduksi.
Tembaga / Cuprum (Cu)
Tembaga pada tubuh manusia berguna sebagai pembentuk hemo globin pada sel
darah merah.
Sumber : Terdapat pada kacang-kacangan, susu, sereal , hati, dan sea food
Zincum / Seng /(Zn)
Seng oleh tubuh manusia dibutuhkan untuk membentuk enzim dan hormon
penting. Selain itu zinc juga berfungsi sebagai pemelihara beberapa jenis enzim,
hormon dan aktifitas indera pengecap atau lidah kita.
Absorbsi Zink di percepat oleh ligand berat molekul rendah yg berasal dari
pancreas. Kurang lebih 20-30 % Zn peroral diabsorbsi terutama pada duodenum
dan usus halus bagian proksimal. Jumlah Zink yg diabsorbsi tergabtung pada
berbagai factor termasuk sumbernya ( yg berasal dari hewan diabsorbsi lebih
baik dari pada yang berasal dari tumbuh-tumbuhan),disebabkan oleh adanya
fitat dan serat tumbuhan yg mengikat Zn pada usus sehingga tidak dapat
diabsorbsi.
Zink didistribusi keseluruh tubuh dan kadar tertinggi didapatkan pada kororid
mata, spermatozoa, rambut, kuku, tulang dan prostat. Dalam plasma Zink terikat
pada protein terutama pada albumun.

Ekskresinya terutama melalui feses sejumlah kurng lebih 2/3 dari asupan zink
hanya sekitar 2% sieksresi malalui urine.
Sumber : Terdapat pada : daging, unggas, telur, ikan, susu, keju, hati, lembaga
gandum, ragi, selada, roti dan kacang-kacangan
Flour (F)
Flour berperan untuk pembentuk lapisan email gigi yang melindungi dari segala
macam gangguan pada gigi.
Sumber : Kuning telur dan susu
Zat Besi / Ferrum /Fe
Berfungsi dalam pembentukan sel darah merah dan pemeliharaan kemampuan
darah membawa oksigen. Kekurangan zat besi anemia adalah kondisi dimana
kadar hemoglobin dari sel darah merah menurun mengakibatkan sel darah
merah menjadi lebih kecil dan cacat sehingga tidak mampu membawa oksigen
yang cukup.
Sumber : Terdapat pada daging, telur, keju, roti dan sayuran hijau
Selenium (Se)
Merupakan unsur enzim glutation peroksidae yg terdapat pada sebagian besar
jaringan tubuh.
Sumber : Tanaman, tetapi bervariasi sesuai kandungan tanah
Kromium (Cr)
Berperan sebagai kompleks kofaktor untuk insulin dank karena itu berperan
pada penggunaan glukosa secara normal didalam tubuh.
Sumber : Daging, hati, ragi (brawers yeash), padi-padian, kacang-kacangan, &
keju
Silikon (Si)
Berperan didalam klasifikasi tulang dan metabolism glikosaminoglikan pada
kartilago serta jaringan penyambung.
Sumber : Makanan Nabati.
Molibdenum (Mo)
Merupakan konstituen penting dari banyak enzim, diabsorbsi baik dan terdapat
dalam tulang, hati dan ginjal.