Anda di halaman 1dari 1

PRINSIP DISAIN FORMULIR (AHIMA, 2002)

1.

Formulir harus mudah diisi/dilengkapi

2.

Cantumkan instruksi pengisian dan penggunaan dari formulir tersebut

3.

Pada formulir harus terdapat heading yang mencakup judul dan tujuan secara jelas

4.

Nama dan alamat sarana pelayanan kesehatan (RS) harus tercantum pada setiap
halaman formulir .

5.

Nama, nomor RM dan informasi lain tentang pasien seharusnya tercantum pada setiap
halaman formulir. (bar coding) .

6.

Bar coding juga mencakup indeks formulir.

7.

Nomor dan tanggal revisi formulir dicantumkan agar dapat dipastikan penggunaan
formulir terkini.

8.

Layout formulir secara fisik harus logis

9.

Data pribadi dan alamat serta informasi lain yang terkait satu dengan yang lainnya
dikelompokkan menjadi satu kesatuan

10.

Seleksi jenis huruf yang terstandar. Beberapa pakar menyarankan semua dengan huruf
capital

11.

Margin (batas tepi) disediakan yang cukup untuk kepentingan hole punches

12.

Garis digunakan untuk memudahkan entry data dan memisahkan area pada formulir

13.

Shading digunakan untuk memisahkan dan penekanan area-area formulir

14.

Check boxes digunakan untuk menyediakan ruang pengumpulan data


Menurut Huffman (1994 :249) yang perlu diperhatikan adalah:
a. Pelajari tujuan dan penggunaan formulir rekam medis, dan buat desain formulir
sesuai dengan kebutuhan unit kerja rekam medis.
b. Desain formulir sesederhana mungkin.
c. Gunakan istilah baku (standar) untuk setiap elemen data
d. Sediakan petunjuk atau pedoman yang diperlukan untuk memastikan konsistensi
pengumpulan data/interpretasi data.
e. Urutkan item data secara logika, dalam kaitannya dengan dokumen sumber/sesuai
kebiasaan yang ada.

Anda mungkin juga menyukai