Anda di halaman 1dari 8

SAP KISTA OVARIUM

Nama

: Syamsul Bahri

Mata Kuliah

: Ilmu Keperawatan Maternitas

Pokok Bahasan : Penjelesan Tentang Kista/Tumor Ovarium

I.

Sasaran

: Pasien Dan Keluarga klien

Waktu

: 1 x 35 menit

Hari/Tgl

: Sabtu, 30 Mei 2015

Tujuan Interaksional Umum


Setelah mendapatkan penyuluhan, diharapkan

ibu bisa mengerti tentang penyakit Kista

Ovarium.
II.

Tujuan Interaksional Khusus


Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu dapat :

1. Mengetahui pengertian tentang Kista Ovarium


2. Mengetahui dan memahami tentang penyebab terjadinya Kista Ovarium
3. Mengetahui gejala-gejala yang timbul pada Kista Ovarium
4. Mengetahui beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan pada penderita Kista Ovarium
5. Mengetahui pengobatan yang diberikan pada penderita Kista Ovarium
6. Mengetahui dan mengerti tentang komplikasi yang mungkin terjadi pada Kista Ovarium
III.

Sasaran
Pasien yang dalam perawatan di ruang Cilamaya Lama RSUD KARAWANG

IV.

Metode yang Dilakukan


1. Ceramah tanya jawab

V.

Media yang Digunakan


1.

Leaflet

2.

Lembar balik

VI.

Materi Penyuluhan

1. Pengertian Kista Ovarium


2. Penyebab terjadinya Kista Ovarium
3. Gejala Kista Ovarium
4. Macam-macam pemeriksaan pada Kista Ovarium
5. Pengobatan yang diberikan pada Kista Ovarium
VII. Kriteria Evaluasi
1. Evaluasi struktur
a.
b.

Ibu hadir dalam acara penyuluhan


Penyelenggaraan penyuluhan diselenggarakan di Ruang Cilamaya Lama RSUD
KARAWANG

c.

Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan sebelumnya

2. Evaluasi proses
a.

Ibu antusias terhadap materi penyuluhan

b. Ibu tidak meninggalkan tempat penyuluhan


c.

Ibu mengajukan pertanyaan dan menjawab dengan lancer

3. Evaluasi Hasil
a.

Ibu mengetahui dan memahami tentang kista ovarium

b. Ibu hadir saat penyuluhan


VIII. Kegiatan Penyuluhan
No Waktu
1
5 menit

Kegiatan Penyuluhan
PEMBUKAAN
Membuka kegiatan dengan mengucap salam
Memperkenalkan diri
Menyampaikan tujuan penyuluhan
Menyebutkan materi yang akan disampaikan

Kegiatan Peserta
Menjawab salam
Mendengarkan
Memperhatikan
Memperhatikan

15 menit

PELAKSANAAN
Menyampaikan materi tentang :

a. Pengertian Kista Ovarium


b. Penyebab terjadinya Kista Ovarium
c. Gejala Kista Ovarium

Memperhatikan
Memberi kesempatan
bertanya

d. Macam-macam pemeriksaan pada Kista


Ovarium
e. Pengobatan yang diberikan pada Kista
Ovarium

10 menit

EVALUASI
Membuka kesempatan diskusi

Bertanya

dan

menjawab pertanyaan
4

5 menit

Menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya


Mengucapkan salam penutup

Memperhatikan
Menjawab salam

DEFINISI

KISTA OVARIUM
1.1.

Pengertian
Kista ovarium merupakan tumor jinak berupa kantong abnormal berisi cairan atau
setengah cair yang tumbuh dalam indung telur (ovarium). Indung telur adalah rongga

berbentuk kantong berisi cairan di dalam jaringan ovarium.


Kista ovarium adalah pertumbuhan sel yang berlebihan/abnormal pada ovarium yang membentuk
seperti kantong. Kista ovarium secara fungsional adalah kista yang dapat bertahan dari
pengaruh hormonal dengan siklus mentsruasi. (Lowdermilk, dkk. 2005)
1.2.

Macam-macam kista ovarium


Kista ovarium dibagi menjadi empat, yaitu :
a. Kista Folikuler :
Kista yang terjadi dari folikel normal yang melepaskan ovum yang ada di dalamnya.
Terbentuk kantung berisi cairan atau lendir di dalam ovarium.
b. Kista Korpus Luteum
Kista jenis ini lebih jarang terjadi, ukurannya lebih besar dari kista fungsional. Kista ini
timbul karena waktu pelepasan sel telur terjadi perdarahan, dan lama-lama bisa pecah dan
timbul perdarahan yang terkadang perlu tindakan operasi untuk mengatasinya. Keluhan
biasanya timbul rasa sakit yang berat di rongga panggul.
c. Kista Teka Lutein
Kista jenis ini lebih jarang terjadi dan sering dihubungkan dengan terjadinya kehamilan di
luar kandungan (ektopik pregnansi). Kista ini akan hilang sendiri tanpa pengobatan atau
tindakan begitu kehamilan diluar kandungan dikeluarkan
d. Polikistik kista
Kista jenis ini banyak yang mengandung cairan jernih. Bisa timbul di kedua ovarium kiri dan
kanan, berhubungan dengan gangguan hormon dan gangguan menstruasi. Wanita yang

1.
2.
3.
4.
5.
1.3.

mengandung polikistik dapat diketahui antara lain :


Mengeluh darah menstruasi yang keluar sedikit (oligomennorhea)
Tidak keluar darah menstruasi (amenorrhea)
Tidak terjadi ovulasi
Mandul
Berjerawat
Kista Ovarium dan Kehamilan

Kista ovarium dapat menjadi komplikasi serius selama kehamilan. Kista adalah kantung
yang tumbuh di dalam rahim. Kehamilan dengan kista ovarium jarang dijumpai. Pada
kehamilan yang disertai kistoma ovarii seolah-olah terjadi perebutan ruangan, dimana
kehamilan makin membesar.
Oleh karena itu, kehamilan dengan kista dilakukan operasi untuk mengangkat kista
tersebut pada umur hamil 16 minggu. Bahaya melangsungkan kehamilan bersamaan dengan
kista ovarium adalah dapat terjadi gangguan pertumbuhan janin yang akhirnya
mengakibatkan abortus, kematian dalam rahim. Pada kedudukan kista dipelvis minor,
persalinan dapat terganggu dan memerlukan penyelesaian dengan jalan operasi seksio
sesarea. Pada kedudukan kista ovarii di daerah fundus uteri, persalinan dapat berlangsung
normal, tetapi bahaya postpartum mungkin terjadi torsi kista, infeksi sampai abses. Oleh
karena itu, segera setelah persalinan normal bila diketahui terdapat kista ovarii dilakukan
laparotomi untuk mengangkat kista tersebut.
Kista ovarium dapat tumbuh di dalam indung telur yang merupakan tempat yang paling
banyak ditumbuhi tumor. Tumornya berupa kistik, padat, kecil/besar dan berpengaruh pada
mekanisme kerja hormon. Tumor jenis ini bisa jinak atau ganas. Kista ovarium dapat tumbuh
besar dan menghambat pertumbuhan janin. Akibatnya, akan terjadi abortus/bayi lahir
prematur. Pada kasus ini, jika kondisi ibu baik, dokter akan mempertahankan kehamilan
dengan cara melakukan tindakan pemeriksaan dan perawatan secara intensif.
Umumnya, proses persalinan dilakukan dengan tindakan operasi. Dokter akan
mengangkat kista setelah persalinan selesai. Sebaliknya, jika kondisi ibu dan janin buruk,
beberapa dokter tidak akan mempertahankan kehamilan untuk menyelamatkan kondisi sang
ibu.
1.4.

Penyebab Kista Ovarium


Beberapa faktor resiko berkembangnya kista ovarium, adalah wanita yang biasanya memiliki:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

riwayat kista ovarium terdahulu


siklus haid tidak teratur
perut buncit
menstruasi di usia dini (11 tahun atau lebih muda)
sulit hamil
penderita hipotiroid
penderita kanker payudara yang pernah menjalani kemoterapi (tamoxifen)

1.5. Gejala Kista Ovarium


Kanker Ovarium sebagian besar berbentuk tumor kistik (kista ovarium) dan sebagian
kecil berbentuk tumor padat. Kebanyakan wanita dengan kanker ovarium tidak menimbulkan
gejala dalam waktu yang lama. Bila gejala umumnya sangat bervariasi dan tidak spesifik

pada stadium awal dapat berupa ganguan haid. Jika tumor sudah menekan rectum atau
kandung kemih mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih. Dapat juga terjadi
peregangan atau penekanan daerah panggul yang menyebabkan nyeri spontan atau nyeri pada
saat bersenggama.
Pada stadium lanjut gejala yang terjadi berhubungan dengan adanya asites (penimbunan
cairan dalam rongga perut) penyebaran ke omentum (lemak perut), dan organ-organ didalam
rongga perut lainya seperti usus-usus dan hati seperti perut membuncit, kembung, mual,
gangguan nafsu makan, gangguan buang air besar dan buang air kecil. Penumpukan cairan
bisa juga terjadi pada rongga dada akibat penyebaran penyakit ke rongga dada yang
mengakibatkan penderita sangat merasa sesak nafas.
Sebagian besar kista ovarium tidak menimbulkan gejala, atau hanya sedikit nyeri yang
tidak berbahaya. Tetapi adapula kista yang berkembang menjadi besar dan menimbulkan
nyeri yang tajam. Pemastian penyakit tidak bisa dilihat dari gejala-gejala saja karena
mungkin gejalanya mirip dengan keadaan lain seperti endometriosis, radang panggul,
kehamilan ektopik (di luar rahim) atau kanker ovarium.
Meski demikian, penting untuk memperhatikan setiap gejala atau perubahan ditubuh
untuk mengetahui gejala mana yang serius. Gejala-gejala berikut yang mungkin muncul bila
mempunyai kista ovarium :
a.
b.
c.
d.

Perut terasa penuh, berat, kembung


Tekanan pada dubur dan kandungan kemih (sulit buang air kecil)
Haid tidak teratur
Nyeri panggul yang menetap atau kambuhan yang dapat menyebar ke panggung bawah dan

paha
e. Nyeri senggama
f. Mual, ingin muntah, atau pengerasan payudara mirip seperti pada saat hamil
Gejala-gejala berikut memberikan petunjuk diperlukan penanganan kesehatan segera :
a. Nyeri perut yang tajam dan tiba-tiba
b. Nyeri bersamaan dengan demam
c. Rasa ingin muntah
1.6.

Pencegahan Kista Ovarium


Tidak ada upaya pencegahan khusus yang dapat dilakukan agar terhindar dari penyakit
ini. Upaya yang bisa dilakukan adalah untuk mengetahui secara dini penyakit ini sehingga
pengobatan yang dilakukan memberikan hasil yang baik dengan komplikasi yang minimal.
Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala yang
meliputi :

1. Pemeriksaan klinis ginekologik untuk mendeteksi adanya kista atau pembesaran ovarium
lainnya
2. Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) bila perlu dengan alat Doppler untuk mendeteksi aliran
darah
3. Pemeriksaan petanda tumor ( tumor marker )
4. Pemeriksaan CT-Scan / MRI bila dianggap perlu
Pemeriksaan tersebut diatas sangat dianjurkan terutama terhadap wanita yang mempunyai
resiko akan terjadi kanker ovarium, yaitu :
1.
2.
3.
4.
1.7.

Wanita yang haid pertama lebih awal dan menopause lebih lambat
Wanita yang tidak pernah atau sulit hamil
Wanita dengan riwayat keluarga menderita kanker ovarium
Wanita penderita kanker payudara atau kolon

Penatalaksanaan
Pendekatan
Jika wanita usia reproduksi yang masih ingin hamil, berovulasi teratur dan tanpa gejala, dan
hasil USG menunjukkan kista berisi cairan, dokter tidak memberikan pengobatan apapun dan
menyarankan untuk pemeriksaan USG ulangan secara periodic untuk melihat apakah ukuran
kista membesar. Pendekatan ini juga menjadi pilihan bagi wanita pascamenopouse jika kista
berisi cairan dan diameternya kurang dari 5 cm.

Pil Kontrasepsi
Jika terdapat kista fungsional, pil kontrasepsi yang digunakan untuk mengecilkan ukuran
kista. Pemakaian pil kontrasepsi juga mengurangi peluang pertumbuhan kista.
Pembedahan
Jika kista ovarium tidak menghilang setelah beberapa episode menstruasi, semakin besar,
lakukan pemeriksaan ultrasound, nyeri, pada masa postmenopouse, dokter harus segera
mengangkatnya. Ada 2 tindakan bedah yang utama, yaitu: Laparoskopi dan Laparatomy.
Pembedahan dimulai dengan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan
membuat lubang kecil 3 buah lubang (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien.
Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera
untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang
yang lain untuk peralatan bedah yang lain, misalnya laser yang akan mengangkat kista
ovarium.

DAFTAR PUSTAKA
Bobak, Lowdermilk, Ensen. (2005). Buku Ajar Keperawatan Maternitas, Jakarta : EGC
Prawirohardjo, Sarwono. (2006). Ilmu kebidanan, Jakarta : YBPSP
Mochtar, Rustam. (2003). Sinopsis Obstetri, Jakarta : EGC