Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM ANTENA DAN PROPAGASI

PENGUKURAN GAIN, POLA RADIASI, DAN ISOLASI SILANG


Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah Praktikum Antena dan Propagasi
Semester 5

Oleh:

Evie Noer Maulina

1331130013

Teknik Telekomunikasi - 3A

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI
POLITEKNIK NEGERI MALANG
2015

PERCOBAAN 2
PENGUKURAN GAIN, POLA RADIASI, DAN ISOLASI SILANG

1. Tujuan :
a. Melakukan pengukuran penguatan (gain) antenna.
b. Mengetahui pengaruh elemen-elemen antenna terhadap penguatan
antenna.
c. Memahami karakteristik directional dan half-power beamwidth antenna.
d. Menggambarkan diagram polar pola radiasi horizontal dan vertical untuk
antenna dari hasil pengukuran yang didapat.
e. Dari diagram polar yang telah diplot, dapat emnghitung sidelobe
attenuation dan front-to-back ratio dari antenna.
2. Peralatan yang digunakan :
a. 1 Signal Generator
b. 1 Measuring Receiver
c. 2 Antena dipole
d. 1 Antena under test (antenna TV VHF-Yagi Uda 9 elemen)
e. 1 Antena Rotater
f. 1 Matching pad (75
50)
g. 1 Konektor BNC-N
h. 1 Konektor male-male BNC
i. 1 Konektor female-female BNC
j. 2 Kabel RF 50 (2,5m)
k. 2 Tiang penyangga
3. Prosedur Percobaan :
Penguatan Gain Antena
Penguatan (Gain) antena diukur dengan membandingkan terhadap sebuah
antenna standar. Dalam prakteknya antenna standar yang digunakan adalah
antenna dipole 0,5 . Jadi dalam hal ini pengukuran gain yang sebenarnya
adalah membandingkan penguatan antenna yang diukur/diuji (under test
antenna) dengan penguatan antenna standar yang diketahui sebesar 2,15 dB.
Penguatan G adalah :
G = W1 / W2 = [ V1 / V2 ]2
Dengan,
W1 = daya yang diterima dengan antena yang diuji
W2 = daya yang diterima dengan antena referensi 0,5

V1 = tegangan yang diterima dengan antena yang diuji


V2 = tegangan yang diterima dengan antena yang diuji
Secara teori , dengan menganggap kedua antena macth dan antena 0,5 tanpa
rugi daya (loss less) , gain G0 pada sumber isotropis adalah
G0 = 1,64 G
G0 / G = 2,15 dB
Pengukuran harus dilakukan pada kedua antenna berada dalam posisi yang
baik. Untuk pengukuran harus dilakukan pada kedua antenna berada dalam
posisi yang baik. Untuk pengukuran pola radiasi biasanya antenna yang diukur
(antenna under test) dipasang sebagai antenna penerima. Antenna pemancaar
dipasang tetap pada satu posisi, sedangkan antenna yang diukur diputar 3600
pada sumbu vertical. Diagram pola horizontal diukur dengan memutar sumbu
antenna yang diukur dengan kedua antenna berada dalam posisi horizontal.
Sedangkan untuk mengukur diagram pola radiasi vertical dilakukan hal yang
sama dengan kedua antenna berada dalam posisi vertical. Level level sinyal
yang diukur dimasukkan (diplot) pada koordinat polar.

Gambar 1. Diagram polar antena


Pada pengukuran gain antenna dalam percobaan ini, antenna dipole
pertama digunakan sebagai antenna pemancar, sedangkan antenna dipole
kedua digunakan sebagai antenna standar (referensi) yang berfungsi sebagai
pembanding (dianggap sebagai antenna standar dengan gain= 2,15dB). Antena
yang diukur (under test) adalah antenna TV VHF. Antenna ini adalah jenis
antenna YAGI UDA ARRAY 9 elemen, yang bekerja pada rentangan frekuensi
174 MHz sampai 230 MHz.

1. Mengukur tegangan yang diterima oleh antenna dipole kedua.


Tentukan panjang kedua antena dipole (/2) dengan menghitung panjang
gelombang pada frekuensi 200 MHz dan tentukan jarak antara antenna
dipole 1 (pemancar) dan antenna dipole 2 (penerima).
Susunlah diagram pengukuran seperti gambar dibawah pada posisi
horizontal. Atur posisikedua antenna garis jarak garis lurus. Jarak feeder
antenna 1 dan antenna 2 dugunakan sebagai jarak referensi untuk
pengujian berikutnya.

Signal Generator

Kontrol Rotaror

Measuring
Receiver

Gambar 2. Diagram Pengukuran Gain Antena


Menghitung panjang gelombang :
= c/f
= 3 x 108 / 200 x 108
= 1,5 x 102
= 150 cm
Jadi, /2 adalah 75 cm dengan jarak antara antenna dipole 1 dan antenna
dipole 2 adalah 4 m.
2. Hubungkan terlebih dahulu output Signal Generator dengan memasang
antenna dipole yang telah ditentukan panjang gelombangnya.
Kemudian on kan Signal Generator pada frekuensi 202 MHz dan level RF
out pada 80dBV. kemudian matikan RF output (OFF).
3. Beri catu daya pada Measuring Receiver sebesar 12V (perhatikan
polaritas positif dan negatifnya).
Atur Measuring Receiver sebagai berikut :

RF ATT
: ON
UNITS
: dBV
FREQ.
: 202 MHz
4. Hidupkan RF output (ON) pda signal generator.
5. Atur arah kedua antena (penerima) tepat mengahadap antenna pertama
(antenna pemancar) dengan memutar rotator, sehingga input level
Measuring Receiver menunjukkan nilai maksimum dan atur frekuensi
Singal Generator seperti pada table. Catat nilai E1 pada table 1.
Catatan : setiap perubahan frekuensi, tekan tombol CAL pada Measuring
Receiver.
6. Gantilah antenna kedua dengan antenna under test (antenna Yagi). Ulangi
langkah 5 catat nilai ini sebagai nilai E2 pada table 1.
7. Hitunglah Gain antenna yang diuji.
G(dB) = E2 - E1 +2,15dB
Pengukuran Pola Radiasi Antena
Prosedur Percobaan :
A. Pola Radiasi Horisontal
1. Susunlah diagram pengukuran seperti dibawah.

Gambar 3. Diagram Pengukuran


2. Pasanglah antenna dipole pertama pada pemancar, sedangkan
antenna kedua adalah antenna yagi sebagai antenna yang diukur
pada bagian penerima. Kedua antenna dipasang pada posisi
horizontal.
3. Atur Signal Generator (berfungsi sebagai pemancar) RF output
80dBV dan frekuensi 200MHz. nilai frekuensi ini adalah
frekuensi kerja antenna yang sudah diset.
4. Matikan RF output dari Signal Generator.
5. Hidupkan Measuring Receiver (berfungsi sebagai penerima), atur
RF ATT : ON, UNITS : dBV dan frekuensi 200MHz.
6. Atur RF output Signal Generator ON.
7. Pada bagian penerima, arahkan dengan tepat antenna penerima ke
antenna pemancar sampai level Measuring Receiver menunjukkan
harga maksimum. Aturlah posisi ini rotator control berada pada
posisi 0 (nol) derajat. Catalah nilai maksimum ini pada table A.

8.

Putarlah antenna
penerima (rotator
kontrol) searah
dengan jarum jam
setiap

10 sampai 360.
Catatlah harga

level

pada meter pada

tabel 2.
B. Pola Radiasi Vertikal
9. Ubah posisi kedua antenna (pemancar dan penerima) pada posisi
vertikal.
10. Ualngi langkah 3 sampai 8. Catat hasilnya pada table 3.
Pengaruh elemen-elemen pada antenna Array (Yagi-Uda)
Prosedur percobaan :
11. Atur kembali kedua antenna pada posisi horizontal dengan
frekuensi 202 MHz dan susunlah diagram pengukuran seperti
langkah 7. Ulangi langkah 7.
12. Pada langkah berikut, lepas elemen satu persatu sesuai dengan
nomor elemen.

13. Mencatat data pengukuran pada tabel 4.


C. Pola Radiasi Horisontal Antena Folded Dipole
14. Gantilah antenna uji dengan antenna folded dipole dan atur kedua
antenna pada posisi horizontal.
15. Ulangi langkah 3 sampai 8 . Catat hasilnya pada tabel 5.
D. Pola Radiasi Horisontal Antena Folded Dipole dan Reflektor
16. Pasang kedua elemen reflector antenna penerima seperti pada

gamber berikut.

17. Ulangi langkah 3 sampai 8. Catat hasilnya pada tabel 5.


Pengukuran Isolasi Silang (Cross Isolation)
Pada pengukuran antenna yagi, polarisasi horizontal pada tabel A
dan polaradiasi vertical pada tabel B pada posisi 0o. Catat nilai pola radiasi
horizontal merupakan nilai E1 dan E2 merupakan Nilai pola radiasi
vertical. Hitung nilai Cross Isolation: Eci= E1-E2.

4. Hasil Percobaan :
Tabel 1. Pengukuran Gain Antena
Frekuensi

E1 (dBV)

E2 (dBV)

G(dB)

44,7

55,7

12,15

181

37,4

53,0

17,75

188

40,5

50,4

12,05

195

42,9

51,5

10,07

202

47,9

53,7

7,95

209

48,0

51,1

5,25

216

46,9

51,0

6,25

223

48,8

57,6

10,95

230

49,7

56,8

9,25

(MHz)
174

Tabel 2. Hasil Pola Radiasi Horisontal

Leve

Sudut

Level

Sudut

69,0

100

l
57,1

Sudut

Level

Sudut

Level

190

47,6

280

51,9

10

68,8

110

56,8

200

48,1

290

58,4

20

68,7

120

56,1

210

49,1

300

61,5

30

68,0

130

55,6

220

52,9

310

63,6

40

67,1

140

52,9

230

55,8

320

65,1

50

65,9

150

50,1

240

55,9

330

65,9

60

64,0

160

44,4

250

56,1

340

66,8

70

61,7

170

44,3

260

54,7

350

67,7

80

59,2

180

43,8

270

49,3

360

68,6

90

57,6

Tabel 3. Hasil Pola Radiasi Vertikal


Sudut

Level

Sudut

0
10
20
30
40
50
60
70
80
90

56,1
55,3
55,2
54,8
53,3
52,9
52,7
52,6
53,6
54,3

100
110
120
130
140
150
160
170
180

Leve
l
54,2
53,7
52,9
52,0
51,3
48,7
48,1
47,7
46,3

Sudut

Level

Sudut

Level

190
200
210
220
230
240
250
260
270

46,1
45,5
45,1
43,5
44,4
43,5
43,9
48,8
52,2

280
290
300
310
320
330
340
350
360

54,7
55,9
56,6
56,3
55,9
56,7
56,5
56,1
55,6

Tabel 4. Melihat Pengaruh Elemen-elemen pada Antena Array (Yagi-Uda)


No elemen yang dilepas
1
1

Level (dB)
34,5
34,4

2 3

33,7

2 3

2 3

2 3

2 3

2 3

33,0
32,9
32,5
31,0
9

30,9

Tabel 5. Hasil pola radiasi horizontal antenna folded dipole


Sudut

Level

Sudut

Level

Sudut

Level

Sudut

Level

31,1

100

21,5

190

36,5

280

26,7

10

29,6

110

22,7

200

36,0

290

28,8

20

26,1

120

26,5

210

34,6

300

30,9

30

25,1

130

29,3

220

32,6

310

32,1

40

24,0

140

32,6

230

29,6

320

32,3

50

23,7

150

33,8

240

23,9

330

32,9

60

25,6

160

35,3

250

19,3

340

33,0

70

26,1

170

36,7

260

12,4

350

33,1

80

26,3

180

37,0

270

22,0

360

32,2

90

19,8

Tabel 6. Hasil pola radiasi horizontal antenna folded dipole dan reflector
Sudut

Level

Sudut

Level

Sudut

Level

Sudut

Level

32,4

100

18,1

190

30,0

280

26,1

10

33,6

110

17,3

200

30,5

290

27,3

20

33,8

120

16,8

210

30,7

300

27,6

30

33,4

130

21,7

220

30,9

310

28,2

40

32,8

140

24,5

230

30,7

320

29,6

50

31,6

150

26,7

240

29,8

330

30,1

60

31,7

160

27,0

250

26,5

340

31,2

70

29,8

170

27,8

260

24,1

350

31,7

80

27,1

180

29,1

270

23,9

360

32,1

90

22,5