Anda di halaman 1dari 28

Search...

GO Contact Disclaimer Privacy Policy About

Artikel Biologi Kimia Fisika


Himpunan sample tugas sekolah dan mata kuliah

Menu

Home » Kesehatan » terbit » Contoh LAPORAN EVALUASI RENCANA KERJA TAHUNAN


SPONSORED AD
RSU SIGAP SENTOSA JAKARTA TAHUN 2011

Wow,Dpt 1,5 Juta hari


Contoh LAPORAN EVALUASI RENCANA KERJA ini
TAHUNAN RSU SIGAP SENTOSA JAKARTA TAHUN syarat cukup punya
rekening dan online 30
2011 menit/hari
w w w .ladangjutaw an.com
devilito Kesehatan, terbit Wednesday, May 30, 2012

Tanpa program yang


jelas, sebuah
Ingin Duit
perusahaan akan
Rp.2.8jt/hari?
tidak menentu arah Hanya untuk 25 orang.
dalam Gaji 2.8 Juta Kerja cuma
30 Menit, Daftar Segera.
pergerakannya, dan w w w .ladangjutaw an.com
tanpa evaluasi,

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
program tersebut
akan macet, atau
malah bisa tidak
Ingin Duit
berjalan sama-sekali. Rp.2.8jt/hari?
Jika seandainya Hanya online 25
berjalan, tentu menit,rekening anda akan
di banjiri Rp.2.800.000/hari
pembangunan pada w w w .ladangjutaw an.com
program-program
masa mendatang tidak akan mempunyai greget yang bisa mengatasi atau
menjadi solusi permasalahan yang ada. Untuk itu perlu kiranya kita
memberikan suatu contoh evaluasi Raker, atau evaluasi rencana kerja
Wow,Dpt 2,8 Juta hari
tahunan dari sebuah perusahaan pelayanan kesehatan yang sudah kami ini
samarkan nama-namanya. Rahasia mudah Dpt 2,8
Juta perhari Tinggal isi No
Rek, Uang mengalir..
ladangjutaw an.com
LAPORAN EVALUASI
RENCANA KERJA TAHUNAN
RSU SIGAP SENTOSA JAKARTA
TAHUN 2011

BAB I
PENDAHULUAN
MI LISTA DE BLOGS
1.1. LATAR BELAKANG
Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran,
kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan
derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud.
Pembangunan kesehatan diselenggarakan dengan berdasarkan pada
perikemanusiaan, pemberdayaan dan kemandirian, adil dan merata, serta
pengutamaan dan manfaat dengan perhatian khusus pada penduduk
rentan, antara lain ibu, bayi, anak, lanjut usia (lansia), dan keluarga miskin.

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
Pembangunan kesehatan dilaksanakan melalui peningkatan: 1) Upaya
kesehatan, 2) Pembiayaan kesehatan, 3) Sumber daya manusia
kesehatan, 4) Sediaan farmasi, alat kesehatan, dan makanan, 5)
Manajemen dan informasi kesehatan, dan 6) Pemberdayaan masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan dengan memperhatikan dinamika kependudukan,
epidemiologi penyakit, perubahan ekologi dan lingkungan, kemajuan Ilmu
Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), serta globalisasi dan demokratisasi
dengan semangat kemitraan dan kerjasama lintas sektoral. Penekanan
diberikan pada peningkatan perilaku dan kemandirian masyarakat serta
upaya promotif dan preventif. Pembangunan Nasional harus berwawasan
kesehatan, yaitu setiap kebijakan publik selalu memperhatikan dampaknya
terhadap kesehatan.
Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Bidang
Kesehatan (RPJPK) 2005-2025 dalam tahapan ke–2 (2010–2014), kondisi
pembangunan kesehatan diharapkan telah mampu mewujudkan
kesejahteraan masyarakat yang ditunjukkan dengan membaiknya berbagai
indikator pembangunan Sumber Daya Manusia, seperti meningkatnya
derajat kesehatan dan status gizi masyarakat, meningkatnya kesetaraan
gender, meningkatnya tumbuh kembang optimal, kesejahteraan dan
perlindungan anak, terkendalinya jumlah dan laju pertumbuhan penduduk,
serta menurunnya kesenjangan antar individu, antar kelompok masyarakat,
dan antar daerah.
Sebagai upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi
masyarakat, maka upaya pemerintah melalui revisi Undang-undang RI
nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, pasal 30 menyebutkan perlunya
diupayakan adanya fasilitas pelayanan kesehatan, baik perseorangan atau
masyarakat, yang dalam pelaksanaannya diatur dan diawasi oleh
pemerintah untuk memastikan pelaksanaan fasilitas kesehatan yang ada
tersebut mampu menjamin akses yang luas terhadap pelayanan kesehatan
bagi masyarakat. Terkait dengan upaya pengaturan dan pengawasan
terhadap kinerja pelayanan kesehatan, maka pemerintah menetapkan revisi

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
Undang-undang RI nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit sebagai
dasar acuan standar pelayanan kesehatan yang wajib dilaksanakan oleh
setiap pengelola rumas sakit, baik umum atau swasta. Terdapat perubahan
paradigma pelayanan kesehatan menurut Undang-undang RI nomor 44
tahun 2009 dengan menindaklanjuti Keputusan Menteri Kesehatan No 129
tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, bahwa
pelayanan kesehatan tidak semata-mata berorientasi kepada kemudahan
pencapaian akses pelayanan kesehatan secara luas bagi masyarakat,
namun bagaimana membentuk suatu sistem pelayanan kesehatan secara
bermutu dan mampu memberikan jaminan keselamatan pasien yang lebih
baik bagi setiap pasien yang menjalani proses medikasi di rumah sakit.
Perubahan paradigma tersebut secara tidak langsung berimplikasi kepada
perubahan kinerja pelayanan kesehatan oleh RSU Sigap Sentosa Jakarta
secara umum dengan mengacu kepada perundang-undangan tersebut di
atas sehingga kemudian dianggap penting kiranya untuk segera melakukan
evaluasi dan perbaikan terhadap kinerja pelayanan dalam bentuk Rencana
Strategis (Renstra) Pengembangan RSU Sigap Sentosa Jakarta tahun
2007-2012.
Renstra RSU Sigap Sentosa Jakarta merupakan dokumen perencanaan
yang bersifat indikatif yang memuat program-program pembangunan
kesehatan yang akan dilaksanakan langsung oleh RSU Sigap Sentosa
Jakarta secara mandiri maupun dengan bekerjasama dengan instansi
pemerintah dan / swasta untuk kurun waktu tahun 2007-2012. Di dalamnya
menggambarkan visi, misi, tujuan, sasaran, cara pencapaian tujuan
sasaran yang meliputi kebijakan, program dan kegiatan yang realistis
dengan mengantisipasi perkembangan masa mendatang. Serta menjadi
salah satu perangkat dasar pengukuran kinerja atas pelayanan yang
diberikan pada masyarakat di bidang kesehatan yang dievaluasi dalam
Laporan Akuntabilitas Kinerja RSU Sigap Sentosa Jakarta (LAK RSU SS
Jakarta) setiap akhir tahun.
Renstra Rumah Sakit Umum Sigap Sentosa Jakarta Tahun 2007-2012 ini

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
didasarkan pada perubahan struktur organisasi RSU Sigap Sentosa
Jakarta yang memberikan penekanan pada pencapaian sasaran Prioritas
Nasional, Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota, dan Standar Pengelolaan, baik berbasis Akreditasi oleh
KARS. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan berbasis kinerja
dengan kendali mutu dan kendali biaya harus selalu dilakukan dan terjaga
kesinambungannya. Setiap pegawai harus meningkatkan kinerja dengan
memiliki etos kerja 5 (lima) R (Resik, Rapih, Rajin, Rawat dan Resik) dan
harus bersikap & prilaku (Sigap, Melayani, Antusias, Ramah dan Teliti)
yang harus dilaksanakan dari mulai saat ini, dari yang paling kecil
semaksimal mungkin sesuai kemampuan sebagai filosofinya, menuju
(Keteraturan, Kebersihan, Keakuratan dan Brand Image) sebagai kunci
pencapaian perbaikan mutu pelayanan yang tengah dilaksanakan saat ini.
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN EVALUASI
Maksud dilaksanakannya evaluasi kinerja program Rencana Kerja Tahunan
RSU Sigap Sentosa Jakarta Tahun 2011 secara umum adalah untuk
mengetahui konsistensi antara visi dan misi yang telah ditetapkan oleh
pemilik dan pengelola rumah sakit dengan program kegiatan pelayanan
yang dilaksanakan di rumah sakit sehingga menghasilkan informasi
pencapaian tujuan dan sasaran berbagai program yang telah dirancang dan
dilaksanakan sebagai bahan pertimbangan pengambilan keputusan
kebijakan rumah sakit, baik jangka pendek maupun jangka panjang,
dimasa yang akan datang.
Seperti diketahui bersama bahwa maksud dalam penyusunan pedoman
“Rencana Kerja Tahunan” RSU Sigap Sentosa Jakarta Tahunan 2011
adalah sebagai acuan kebijakan pelaksanaan rangkaian kerja bagi
stakeholders, utamanya pemilik dan pengelola rumah sakit dalam
menyusun skala prioritas rencana kerja secara efektif dan efisien serta
proporsional dengan pengelolaan pengganggaran dan belanja rumah sakit
untuk mewujudkan renstra 5 (lima) tahunan dan pencapaian visi dan misi
rumah sakit dengan optimal.

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
Sedangkan tujuan yang ingin dicapai adalah :
a. Tujuan Umum
- Mempersiapkan model dan skala prioritas rencana kerja tahunan rumah
sakit berdasarkan kebutuhan masing-masing unit pelayanan.
- Mempersiapkan ketersediaan tenaga pelaksana dan anggaran untuk
melaksanakan dan mengevaluasi rencana kerja yang telah ditetapkan.
- Memonitoring kegiatan kerja rumah sakit dalam pencapaian visi dan misi
rumah sakit.
- Melaksanakan kebijakan organisasi dan korporasi dalam melaksanakan
pelayanan kesehatan di rumah sakit.
b. Tujuan Khusus
- Melakukan analisa/mapping terhadap kekuatan dan kekurangan
korporasi/rumah sakit dalam penatalaksanaan kegiatan pelayanan
perumahsakitan sesuai dengan standar pelayanan minimal dan perundang-
undangan yang berlaku.
- Kendali mutu terhadap efektifitas pengelolaan pelayanan kesehatan dan
perumahsakitan bagi pengelola rumah sakit.
- Kendali mutu terhadap kinerja rumah sakit dan pelayanan medis di rumah
sakit.
1.3. Target dan Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai dalam evaluasi laporan tahunan pelaksanaan
program kerja tahunan RSU Sigap Sentosa Jakarta Tahun 2011 ini adalah
mengacu kepada pelaksanaan Pedoman Rencana Kerja RSU Sigap
Sentosa Tahun 2011 ini adalah tercapainya peningkatan mutu pelayanan
rumah sakit dengan melibatkan interaksi langsung antara pemilik,
pengelola dan pelaksana/pelaku kesehatan di rumah sakit bersama dengan
pasien melalui nilai-nilai komitmen dan integritas yang tinggi terhadap etika
rumah sakit dan profesi medik untuk mencapai visi, misi dan motto yang
telah ditetapkan bersama.
Sedangkan target yang ingin dicapai dalam penatalaksanaan Pedoman
Rencana Kerja Tahun 2011 ini adalah :

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
a. Tercapainya sosialisasi rencana kerja tahun 2011 ini bagi 80% pelaku
stakeholders di RSU Sigap Sentosa Jakarta;
b. Tercapainya pemahaman setiap stakeholders, utamanya pemegang
kebijakan di setiap pelayanan secara nyata untuk mampu membuat dan
melaksanakan manajemen pelayanan berdasarkan Pedoman Rencana
Kerja Tahunan RSU Sigap Sentosa Tahun 2011. Target dalam
penatalaksanaan manajemen pengelolaan bagi masing-masing unit
pelayanan adalah sekurang-kurangnya 75% program tercapai dari yang
telah direncanakan.
c. Terjadi evaluasi secara menyeluruh terhadap standar kerja dan standar
pelayanan melalui evaluasi mutu secara komprehensif untuk mengukur
keberhasilan masing-masing kegiatan pokok di setiap pelayanan di rumah
sakit.
d. Terdapat peningkatan angka kepuasan pasien terhadap kinerja
pelayanan rumah sakit setiap periode sampai dengan 90% konsumen puas
terhadap pelayanan rumah sakit.
e. Terdapat peningkatan angka kepuasan karyawan terhadap kinerja
manajemen dalam pengelolaan kebijakan dan pelayanan secara baik dan
optimal dengan memperhatikan prinsip-prinsip penghargaan, keadilan,
kesejahteraan dan obyektifitas penilaian kinerja karyawan disetiap periode
sampai dengan 90% karyawan puas dengan kinerja manajemen.
f. Tercapainya penyelenggaraan survey akreditasi 5 pelayanan dasar rumah
sakit di akhir tahun 2011 atau maksimal di awal tahun 2012.

BAB II
MONITORING DAN PELAPORAN KEGIATAN EVALUASI

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
2.1. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Skedul pelaksanaan kegiatan dilakukan sebagaimana terlampir dalam
Tabel 01 dibawah ini.
a. Waktu Pelaksanaan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama Januari s/d Desember 2011
b. Tempat Pelaksanaan.
Tempat pelaksanaan kegiatan bersifat in-house dan eks-house disesuaikan
dengan materi kegiatan dan tatalaksana kegiatan dilapangan sebagaimana
terlampir.
c. Metodologi Pelaksanaan Kegiatan.
Metodologi dalam pelaksanaan kegiatan untuk masing-masing pelayanan
adalah melalui aplikasi langsung dilapangan dengan berinteraksi kepada
masyarakat, transfer informasi antar personal di lintas unit pelayanan,
transfer informasi antar stakeholders rumah sakit serta melalui
pengembangan pengetahuan dan kompetensi dengan program pendidikan
dan pelatihan berkelanjutan bagi setiap personel rumah sakit.

2.2. Metodologi Pelaksanaan Kegiatan


a. Pelaksanaan
1. Jika bersifat pengelolaan dan pengembangan SDM maka dilakukan
dengan koordinasi bagian Kesekretariatan dan Diklat untuk kegiatan in-
house dan atau ekshouse.
2. Jika berkenaan dengan Pengembangan Infrastruktur, maka dilakukan
upaya koordinasi dengan Direktur dan Dewan Pelaksana untuk perincian
pelaksanaan dan konsultais pekerjaan
3. Setiap masing-masing unit kerja pelayanan membuat rincian program
kerja dan pelaporan pelaksanaan kerja secara berkala, mengacu kepada
uraian tugas dimasing-masing struktur organisasi rumah sakit di RSU
Sigap Sentosa Jakarta.
b. Monitoring dan Rapat Koordinasi

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
1. Rapat koordinasi internal pelayanan/unit kerja terkait untuk sosialisasi
kebijakan, standar prosedur, dan pencapaian kinerja pelayanan di unit
bersangkutan. Rapat koordinasi internal pelayanan dilakukan sekurang-
kurangnya setiap 3 (tiga) bulan untuk observasi mutu kinerja dan pelayanan
yang telah dicapai.
2. Rapat koordinasi antar lintas pelayanan/unit kerja dilakukan sekurang-
kurangnya 4 (empat) s/d 6 (enam) bulan atau sesuai dengan kebutuhan
untuk komunikasi pelaksanaan kinerja yang membutuhkan konsolidasi
dengan unit kerja lainnya.
3. Setiap bulan masing-masing penanggung jawab pelayanan melakukan
monitoring sensus harian dan pencapaian kinerja pelayanan.
c. Pencatatan dan Pelaporan
1. Pelaporan berkala dibuat oleh masing-masing penanggung jawab
pelayanan/panitia sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali, termasuk
didalamnya pembuatan kebijakan dan sosialisasi kebijakan masing-masing
unit pelayanan untuk dilaporan pada saat rapat koordinasi antar lintas unit
kerja/pelayanan.
2. Laporan tahunan pencapaian kinerja masing-masing unit pelayanan
dilakukan oleh penanggung jawab pelayanan untuk dilaporkan kepada
Direktur dan Dewan Pelaksana dalam Laporan Tahunan Rumah Sakit.

BAB III
MONITORING DAN EVALUASI
PELAKSANAAN PROGRAM

3.1. Monitoring Pelaksanaan Program.


a. Monitoring Bagian Administrasi dan Manajemen.
Target :
1. Mewujudkan RSU Sigap Sentosa Jakarta Yang Islami
2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang berkualitas

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
3. Mewujudkan Sistem Pengelolaan Yang Efektif dan Efisien
4. Mengutamakan Keselamatan Pasien dengan Layanan Prima
Pencapaian :
1. Ditetapkannya pedoman dan kebijakan pola ketenagaan RSU Sigap
Sentosa Jakarta tahun 2011 sebagai daftar elemen penting dalam
penyusunan standar kompetensi pendidikan dan profesi, pengelolaan
kuantitas SDM dalam masing-masing pelayanan dan tata cara pengelolaan
SDM dalam pelayanan administrasi dan manajemen sehari-hari.
2. Program orientasi pegawai dilaksanakan secara periodik setiap tahun
berkoordinasi dengan panitia kredensial pegawai baru RSU Sigap Sentosa
Jakarta.
3. Pengelolaan program pelayanan islami rumah sakit dengan penanggung
jawab bagian Binroh terutama untuk mewujudkan citra pelayanan islam di
RSU Sigap Sentosa Jakarta, yaitu melalui serangkaian kegiatan visitasi
do’a kepada pasien, bimbingan rohani dan kegiatan PHBI (peringatan hari
besar islam) lainnya di Kab. Jakarta.
4. Program diklat merupakan tindak lanjut dari program diklat tahun 2009-
2010 dengan menitik bertakan kepada kebutuhan pencapaian kompetensi
SDM seturut self assesment akreditasi dalam jangka pendek dan jangka
panjang adalah terpenuhinya standardisasi kompetensi berbasis peraturan
tenaga kesehatan sesuai dengan perundang-undangan yang ada. Ditahun
2011 terjadi perubahan Pedoman dan SOP diklat tahun 2011 terutama
berkaitan dengan pengelolaan praktek klinik dan magang atas permintaan
dinas (rumah sakit).
5. Pengembangan sistem informasi rumah sakit, dengan berkoordinasi
bersama dengan bagian SIRS dan Unit Pelayanan terkait lainnya, yaitu
menciptakan elemen bagan alur pelayanan di RSU Sigap Sentosa Jakarta
secara terstruktur dan efisien, terutama menciptakan sistem informasi
pelayanan yang mudah diakses oleh masyarakat secara umum melalui
media elektronik dan pengadaan bagian pelayanan informasi rumah sakit
selama 24 jam.

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
6. Pembentukan panitia mutu keselamatan pasien dan kebijakan
pengelolaan IKPRS di tahun 2009 menjadi tolak ukur pelaksanaan program
diklat keselamatan pasien setiap tahun sampai dengan tahun 2011 ini.
7. Program diklat KPRS ditahun 2011 menitik beratkan pada kesadaran
pelaporan dan pencatatan setiap orang yang menemukan kasus KPRS dan
melakukan koordinasi bersama dengan penanggung jawab pelayanan
dalam pelaporan IKPRS.
8. Ditahun 2011 juga telah disepakati untuk mengganti program Under
Under Dos menjadi Under Windows dengan bekerjasama dengan konsultan
programmer untuk dilaksanakan inventarisasi peralatan dan perlengkapan
yang ada sehingga diharapkan di tahun 2012 telah terpakai dengan baik.
Ketidaktercapaian :
1. Pelaksanaan peraturan karyawan di tahun 2011 belum berjalan secara
optimal dan masih bersifat parsial, dimana di tahun 2011, pengelolaan
kebijakan pemberhentian karyawan hanya sebatas kepada setiap pegawai
yang terbukti bekerja lebih dari 1 pekerjaan diluar RSU Sigap Sentosa
Jakarta, namun pelanggaran etik profesi dan rumah sakit belum menjadi
pertimbangan.
2. Penilaian kerja sebagai daftar elemen kinerja karyawan juga belum
berjalan secara optimal sehingga program promosi dan atau kebijakan
reward atau punishment kepada pegawai masih bersifat substansial dan
subyektif dan hal ini berpotensi menimbulkan konflik internal di rumah sakit
secara berkepanjangan.
3. Fungsi humas dan binroh sampai dengan tahun 2011 belum berjalan
optimal dan ini berpotensi menimbulkan kerugiaan dalam pencitraan dan
pemasaran produk layanan RSU Sigap Sentosa Jakarta dimasa yang akan
datang dengan tetap statis.
Evaluasi dan Kesimpulan :
Dari Bab 2 dalam Tabel 01 tersebut diatas maka secara garis besar
pelaksanaan pencapaian visi dan misi dibidang administrasi dan
manajemen ditahun 2011 telah terlaksana dengan baik 90% dari daftar

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
pencapaian elemen penilaian yang ada dengan permasalahan mendasar
adalah belum optimalnya pengelolaan fungsi humas dan pemasaran rumah
sakit sampai dengan tahun 2010 dalam memberikan “brand name” RSU
Sigap Sentosa Jakarta kepada masyarakat untuk peningkatan eksistensi
RSU Sigap Sentosa Jakarta kepada masyarakat.
b. Monitoring Bidang Pelayanan Medis.
Target :
1. Mewujudkan Sarana-prasana yang terpadu.
2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang berkualitas
3. Mewujudkan Sistem Pengelolaan Yang Efektif dan Efisien
4. Mengutamakan Keselamatan Pasien dengan Layanan Prima
Pencapaian :
1. Intensifikasi IGD menjadi pelayanan mandiri dan terpusat sebagai
pelayanan IGD terpisah dari poli umum dan spesialis menjadikan
pelayanan IGD lebih berfokus kepada pelayanan kegawat daruratan bagi
pasien dengan standardisasi pengelolaan triase secara optimal selama 24
jam sesuai dengan kebijakan direktur RSU Sigap Sentosa Jakarta.
2. Begitu juga sebaliknya, pengadaan unit IGD secara terpisah
memberikan diversifikasi pelayanan rawat jalan menjadi lebih baik dan
beragam dari 1 ruang poli menjadi 3 di tahun 2011 sehingga memberikan
pelayanan umum dan sub spesialistik secara terpisah.
3. Pemisahan tersebut juga berimplikasi kepada evaluasi ulang struktur
organisasi IGD RSU Sigap Sentosa Jakarta dan pola ketenagaan yang
ada.
4. Pelatihan komunikasi efektif bagi petugas medis disetiap pelayanan IGD
dan Poli Rawat Jalan untuk memberikan keramahan dan kemudahan
transfer komunikasi dokter dan pasien dalam pelaksanaan pelayanan
bersangkutan.
5. Pendidikan dan pelatihan bagi staff medis rumah sakit di tahun 2011
tetap digalakkan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pelayanan.
6. Pengelolaan sistem rambu dan penanda IGD telah dilakukan meskipun

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
baru sebatas in-house dan beberap dilakukan pemeliharaan sistem
penanda di luar RSU Sigap Sentosa yang sebelumnya telah/pernah ada.
7. Program pelayanan mutu IGD dan pelayanan medis lainnya telah
dilakukan dan diobservasi secara berkala di tahun 2010 dengan
berkoordinasi kepada Panitia Peningkatan Mutu Rumah Sakit.
8. Penyediaan dokter organik poli umum dan IGD sebagai DPJP IGD dan
Poli umum sudah diberikan oleh RSU Sigap Sentosa Jakarta di tahun
2011.
9. Ketersediaan ambulance gawat darurat juga telah disetujui pengadaan
dan kerjasamanya sehingga direncanakan di awal tahun 2012 sudah siap
beroperasi untuk menuju peningkatan klasifikasi IGD menjadi IGD serta
bekerjasama dengan unit 118 dan kepolisian dalam program penanganan
kecelakaan laka lantas.
Ketidaktercapaian :
1. Peningkatan stratafikasi IGD menjadi IGD di tahun 2011 juga belum
dapat dilakukan mengingat sekalipun telah dilakukan visitasi oleh Dinkes
Kab. Jakarta tentang kelayakan IGD RSU Sigap Sentosa Jakarta menjadi
IGD sesuai standar dengan penambahan ambulance gawat darurat yang
ada.
3. Belum optimalnya sistem penanda/informasi keberadaan rumah sakit
dan IGD khususnya di luar RSU Sigap Sentosa Jakarta di tahun 2011 juga
berpotensi untuk menurunkan jumlah kunjungan pasien di tahun-tahun
berikutnya karena sistem penanda itu sendiri juga merupakan bagian dari
sistem pemasaran rumah sakit.
4. Pengadaan poli gigi sebagai pelayanan dasar rumah sakit di tahun 2011
belum dapat dilakukan karena keterbatasan ruangan yang ada di RSU
Sigap Sentosa Jakarta.
5. Ketidaktersediaan dokter organik sebagai DPJP pelayanan spesialistik
menjadikan jadwal pelayanan spesialistik menjadi terganggu karena
mengandalkan kesediaan praktek dokter mitra.
Evaluasi dan Kesimpulan :

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
Dari Bab 2 dalam Tabel 01 tersebut diatas maka secara garis besar
pelaksanaan pencapaian visi dan misi dibidang pelayanan medis ditahun
2011 telah terlaksana dengan baik 90 % dari daftar pencapaian elemen
penilaian yang ada dengan permasalahan mendasar adalah belum
optimalnya pengorganisasi pelayanan medis rumah sakit seturut dengan
standar pelayanan dan organisasi rumah sakit serta klasifikasi rumah sakit
sesuai dengan Permenkes RI Nomor : 340/MENKES/PER/2010 dan
pemenuhan dokter organik dimasing-masing DPJP pelayanan medis
spesialistik rumah sakit. Fungsi pemasaran juga tidak mendukung
peningkatan jumlah kunjungan pasie di poli rawat jalan sehingga
diharapkan di tahun 2012 akan terdapat restrukturisasi ketenagaan humas
dan informasi yang aktif dalam memasarkan poli rawat jalan, baik melalui
korporasi dan atau personal.
c. Monitoring Bidang Penunjang Medis.
Target :
1. Mewujudkan Sarana-prasana yang terpadu.
2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang berkualitas
3. Mewujudkan Sistem Pengelolaan Yang Efektif dan Efisien
4. Mengutamakan Keselamatan Pasien dengan Layanan Prima
Pencapaian :
1. Pemisahan rekam medis dari IGD baru dapat dilakukan sebagian dalam
bentuk fisik di tahun 2011 dengan menunggu penataan dari integrasi unit
kasir dengan ist. Farmasi namun dalam pelaksanaan belum dilakukan
pemindahan fungsi pelayanan sampai dengan penyelesaian pekerjaan
benar-benar selesai. Wacana pemindahan gudang aktif dan inaktif
berdekatan telah disepakati untuk diposisikan dengan merevitalisasi unit
bangsal kelas “melati” RIU ke bangunan baru di tahun 2012.
2. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi mutu pelayanan masing-masing
pelayanan penunjang medis seperti: rekam medik, laborat, inst. Farmasi,
radiologi dan lain-lain telah dilaksanakan secara berkala setiap tahun di
tahun 2011 berkoordinasi dengan Paniti Peningkatan Mutu Pelayanan

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
Rumah Sakit.
3. Pendidikan dan pelatihan bagi petugas penunjang medis dimasing-
masing pelayanan tetap dijalankan secara berkala sesuai dengan
kebutuhan kompetensi dan profesi masing-masing pelayanan penunjang
medis.
4. Perhitungan pola ketenagaan di masing-masing pelayanan penunjang
medis telah dilakukan dan diperlukan segera penyesuaian jumlah
kebutuhan tenaga untuk minimalisir peningkatan beban kerja yang
berpotensi menimbulkan konflik internal rumah sakit, kecuali standardisasi
kompetensi pendidikan D-3 rekam medis dan D-3 Radiografer yang masih
minim dan kurang sesuai.
5. Revitalisasi peralatan USG dari USG 2D sebelumnya menjadi USG 4D di
tahun 2011 sebagai daya jual pelayanan penunjang medik telah dilakukan
namun fungsi pemasaran alat itu sendiri oleh dokter operator belum
dilakukan secara maksimal.
6. Perbaikan alur jalan menuju kamar operasi yang sebelumnya berbentuk
anak tangga menjadi RAM untuk kemudahan aksesibilitas.
Ketidak tercapaian :
1. Pengelolaan sistem informasi rekam medik secara elektronik belum
dapat dilakukan ditahun 2011 karena keterbatasan SDM dan sistem
jaringan komputerisasi berbasis Under DOS uang kurang relevan.
2. Pengelolaan formularium rumah sakit juga belum berjalan secara optimal
dikarenakan masih terkendala pada fungsi perencanaan dan perbekalan
farmasi yang terpusat di logistik padahal tidak sesuai dengan uraian tugas
dan pekerjaan kefarmasian sesuai dengan perundang-undangan yang ada
sehingga di tahun 2011 banyak sekali obat beredar diluar formularium
tahun 2010 sebelumnya sehingga perlu segera untuk dibenahi.
3. Komposisi tenaga kesehatan bidang perekam medis dan radiografer
yang masih jauh dari harapan dan penilaian self assestmen akreditasi dan
jumlah jam kerja pelayanan sesuai kebijakan direktur RSU Sigap Sentosa
Jakarta.

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
4. Tidak tersedianya dokter organik untuk DPJP pelayanan laboratorium
dan radiologi dalam pertanggungjawaban mutu pelayanan laboratorium dan
radiologi tersebut di atas.
5. Pelatihan plebetomi dan radiografer di tahun 2011 belum dapat
dilaksanakan dikarenakan tidak adanya penawaran diklat dari institusi
terpercaya yang berweang mengelola kedua jenis pelatihan tersebut diatas
selama kurun waktu 2011.
6. Perbaikan ruang radiologi dan peralatan radiologi telah dilakukan namun
belum mampu meningkatkan standar pelayanan karena umur mesin foto
rontgen yang uzur sehingga kalibrasi tidak berjalan optimal dan ruang
radiologi yang perlu ditata kembali dengan sertifikasi Bappetan.
7. Jumlah tenaga organik anesthesi belum tersedia secara optimal (hanya
1 orang tenaga) dan lainnya mitra sehingga tidak sesuai dengan pelayanan
kamar operasi selama 24 jam dan sekaligus penyediaan dokter organik
anesthesi masih bersifat dokter mitra.
8. Tata ruang kamar operasi dan alur pelayanan kamar operasi masih
rentan dengan kontaminasi INOS dikarenakan belum tertata sesuai dengan
standar sehingga diperlukan penataan ulang di tahun-tahun berikutnya.
9. Diperlukan revitalisasi/perbaruan instrumen sarana-prasarana kamar
operasi ayng lebih memadai dengan penambahan kapasitas kamar operasi
sesuai dengan standar pelayanan kamar operasi.
10. Kurangnya tenaga radiografer dan tenaga supervisor gizi/ahli gizi
selama tahun 2011 sehingga pelayanan yang ada tidak berjalan secara
optimal
11. Belum dimilikinya fasilitas rahabilitasi medis sebagai bagian vital dalam
pelayanan bedah di RSU Sigap Sentosa Jakarta sampai dengan tahun
2011.
Evaluasi dan Kesimpulan :
Dari Bab 2 dalam Tabel 01 tersebut diatas maka secara garis besar
pelaksanaan pencapaian visi dan misi dibidang pelayanan penunjang medis
ditahun 2011 telah terlaksana dengan baik 70 % dari daftar pencapaian

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
elemen penilaian yang ada dalam program kerja tahunan dan renstra RSU
Sigap Sentosa Jakarta 2007-2012 dengan permasalahan mendasar adalah
:
1. Belum optimalnya pengelolaan kuantitas dan standardisasi kompetensi
SDM sesuai dengan pedoman pola ketenagaan yang ada dan pemenuhan
dokter organik dimasing-masing DPJP pelayanan penunjang medis rumah
sakit.
2. Perlunya revitalisasi ruang pelayanan dan instrumen peralatan penunjang
medis sesuai dengan standar sertifikasi nasional dan standar pelayanan
minimal rumah sakit dimasa yang akan datang.
3. Seperti halnya dengan pemasaran pelayanan medik di poli rawat jalan,
maka segera perlengkapan peralatan penunjang medis juga akan tetap
statis jika tidak dikombinasikan dengan sistem pemasaran yang baik.
d. Monitoring Bagian Umum dan Rumah Tangga.
Target :
1. Mewujudkan Sarana-prasana yang terpadu.
2. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang berkualitas
3. Mewujudkan Sistem Pengelolaan Yang Efektif dan Efisien
4. Mengutamakan Keselamatan Pasien dengan Layanan Prima
Pencapaian :
1. Pengelolaan sistem penanda informasi rumah sakit secara bertahap
sampai dengan tahun 2011 telah diperbaiki dan diperbanyak untuk
memudahkan informasi lokasi dan alur pelayanan kepada
pengunjung/keluarga pasien lainnya, termasuk didalamya adalah denah /
lay out rumah sakit serta penamaan kamar berdasarkan klasifikasi kelas.
2. Pengelolaan sistem Corporate Social Responsibility (CSR) telah berjalan
secara optimal dengan bekerjasama melalui organisasi sosial
kemasyarakatan dan lembaga keagamaan dan pendidikan yang bertujuan
sebagai pengikat tali silatuurahmi dan bentuk pengabdian kepada
masyarakat sebagai bagian marketing/pemasaran rumah sakit.
3. Pengelolaan sistem rujukan kepada dokter, perawat dan bidan sebagai

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
interaksi langsung kepada perujuk juga merupakan bagian pemasaran
sekalipun cenderung bersifat in-aktif dalam perkembangannya sampai
dengan tahun 2011.
4. Diklat komunikasi efektif bagi seluruh pegawai rumah sakit merupakan
program pelatihan komunikasi yang baik kepada pasien dan keluarga
pasien.
5. Kalibrasi peralatan medis rumah sakit sebagai bagian kontrol terhadap
kualitas dan akurasi mutu pelayanan juga telah dilaksanakan secara
berkala setiap tahun bekerjasama dengan BPFK UNAIR Surabaya.
6. Pengelolaan jadwal pemeliharaan dan perawatan sarana-prasarana telah
dilaksanakan meskipun masih bersifat perencanaan sedangkan
pelaksanaan dan kontrol dilapangan belum berjalan efektif sehingga hal ini
berpotensi menimbulkan penilaian kepuasan konsumen terhadap
pelayanan infrastruktur rumah sakit menjadi kurang.
7. Penataan ulang tata letak/alokasi pelayanan sesuai dengan standar
pelayanan minimal rumah sakit menjadi prioritas untuk menciptakan alur
pelayanan yang efektif dan efisien dimana IGD telah dipisahkan dari
pelayanan rawat jalan dan rekam medis sehingga memberi kesempatan
untuk pengembangan poli rawat jalan dari tahun 2009 yang hanya terdiri
dari 1 poli untuk 3 pelayanan.
Ketidaktercapaian :
1. Pemasaran masih bersifat stagnan dimana hanya berfokus kepada
sistem rujukan dan belum menyehtuh substansi dasar pemasaran itu
sendiri yang seharusnya bisa memiliki program kerja yang lebih luas untuk
memasarkan pelayanan RSU Sigap Sentosa Jakarta, misal : kerjasama
pendidikan kesehatan, kerjasama pelayanan poli rawat jalan, dll.
2. Tidak aktifnya bagian humas menjadikan pengelolaan keluhan pelanggan
dan pengelolaan survey kepuasan konsumen tidak berjalan optimal setiap
tahun sehingga umumnya dalam pelaksanaannya, fungsi kerja humas
cenderung dilaksanakan oleh kesekretariatan.
3. Sistem pengamanan dan ketertiban di lingkungan RSU Sigap Sentosa

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
Jakarta masih lemah dikarenakan jumlah dan kompetensi petugas security
yang kurang memenuhi standar ketenagaan yang ada, juga terkait dengan
sistem pengamanan CCTV yang tidak tersedia serta pengelolaan akses
pintu masuh dan keluar pengunjung yang tidak beraturan.
4. Pemisahan unit perbekalan kefarmasian dari uraian tugas logistik juga
belum dapat dilakukan di tahun 2011 dikarenakan ketidaktersediaan dan
ketidaksiapan petugas farmasi rumah sakit.
5. Perencanaan Masterplan rumah sakit sangat diperlukan dalam
perencanaan infrastruktur RSU Sigap Sentosa Jakarta dimasa yang akan
datang.
Evaluasi dan Kesimpulan :
Dari Bab 2 dalam Tabel 01 tersebut diatas maka secara garis besar
pelaksanaan pencapaian visi dan misi dibidang pelayanan umum dan
rumah tangga ditahun 2011 telah terlaksana dengan baik 70 % dari daftar
pencapaian elemen penilaian yang ada dalam program kerja tahunan dan
renstra RSU Sigap Sentosa Jakarta 2007-2012 dengan permasalahan
mendasar adalah :
1. Belum optimalnya pengelolaan kuantitas dan standardisasi kompetensi
SDM sesuai dengan pedoman pola ketenagaan yang ada .
2. Perlunya revitalisasi pengorganisasi ruang pelayanan dan jenis
pelayanan melalui penyusunan masterplan dan businessplan rumah sakit
secara komprehensif sebagai dasar pijakan pembangunan dan
pengembangan sarana-prasarana pelayanan rumah sakit dimasa yang
akan datang.
3. Perlunya untuk mensegerakan diri dalam memanfaatkan nilai jual
bangunan baru dengan pelayanan yang telah direncanakan sebelumnya
mengingat beban cost perawatan dan pemeliharaan gedung baru setiap
tahun meningkat.
4. Fungsi pemasaran dan humas segera ditindaklanjuti dengan
penyusunan program kerja humas dan pemasaran secara riil dilapangan.
e. Monitoring Bidang Keperawatan.

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
Target :
1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang berkualitas
2. Mewujudkan Sistem Pengelolaan Yang Efektif dan Efisien
3. Mengutamakan Keselamatan Pasien dengan Layanan Prima

Pencapaian :
1. Secara umum pengelolaan mutu pelayanan keperawatan telah
dilaksanakan secara berkala setiap tahun sampai dengan tahun 2011
dibawah koordinasi kabag keperawatan dan panitia peningkatan mutu
pelayanan rumah sakit.
2. Program keselamatan pasien telah disosialisasikan dengan
bekerjasama melalui bagian diklat dan Panitia keselamatan pasien selama
tahun 2011.
3. Program diklat keperawatan dan kebidanan juga telah dilaksanakan
sesuai dengan kebutuhan pelayanan keperawatan pada saat itu.
4. Evaluasi pola ketenagaan dibidang keperawatan tahun 2011 telah
dilakukan dengan baik dengan hasil bahwa untuk kebutuhan tenaga, baik
keperawatan dan kebidanan ditahun 2011 telah sesuai.
5. Program magang kerja atas permintaan dinas telah dilaksanakan di
tahun 2011 sebagai solusi antisipasi peningkatan beban kerja dengan
minimalisir resiko cost biaya rekrutmen dalam periode tertentu.
Ketidaktercapaian :
1. Infrastruktur bangsal keperawatan lainnya adalah pemisahan ruang
bangsal anak/pediatric dan dewasa serta ruang isolasi secara terpisah satu
dengan yang lain untuk minimalisir angka INOS di rumah sakit.
2. Pelatihan manajemen bangsal bagi kepala ruangan di tahun 2011 belum
dapat dilaksanakan karena tidak tersedianya penawaran tersedianya dana
diklat pada saat itu.
4. Pengelolaan unit neonatus perlu untuk diintensifkan karena merupakan
pelayanan yang berpotensi menghasilkan pendapatan rumah sakit
sehingga pengadaan ruang dan instrumen sarana-prasarana pelayanan

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
perlu segera dilengkapi.
5. Angka kepuasan pasien ditahun 2011 terhadap pelayanan perawat juga
masih rendah dalam kisaran 68% sekalipun meningkat 5% dari tahun 2010
sehingga perlu digalakkan upaya peningkatan komunikasi efektif dan
pelatihan lainnya untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan itu
sendiri dimasa yang akan datang.
6. Program kerja keperawatan yang berkaitan langsung dengan aspek
pengelolaan keselamatan pasien dalam bentuk edukasi kesehatan belum
terlaksana dengan baik sehingga diharapkan adanya program CSR dapat
diikuti dengan kegiatan edukasi kesehatan kepapa pasien atau masyarakat
sekitar secara berkala.
Evaluasi dan Kesimpulan :
Dari Bab 2 dalam Tabel 01 tersebut diatas maka secara garis besar
pelaksanaan pencapaian visi dan misi dibidang pelayanan keperawatan dan
kebidanan ditahun 2010 telah terlaksana dengan baik 80 % dari daftar
pencapaian elemen penilaian yang ada dalam program kerja tahunan dan
renstra RSU Sigap Sentosa Jakarta 2007-2012 dengan permasalahan
mendasar adalah :
1. Survey kepuasan konsumen tentang pelayanan keperawatan dan
kebidanan di tahun 2010 yang masih sangat rendah, yaitu : 52% s/d 60%,
dan hal ini menunjukkan rendahnya komitmen perawat untuk lebih intens
dalam berkomunikasi dan melakukan perawatan secara personal dengan
memperhatikan aspek etika profesi dan etika rumah sakit.
2. Perlunya revitalisasi pengorganisasi ruang pelayanan dan instrumen
sarana-prasarana pelayanan keperawatan dan kebidanan melalui
penyusunan masterplan dan RAPB rumah sakit secara komprehensif
sebagai dasar pijakan pembangunan dan pengembangan sarana-prasarana
pelayanan keperawatan dan kebidanan rumah sakit dimasa yang akan
datang, terutama terkait dengan pengelolaan mutu INOS, pelayanan
keselamatan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit secara terintegrasi.
3. Perawatan dan kebidanan memegang hampir 80% pengelolaan tenaga

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
kesehatan dirumah sakit sehingga mutu dan kualitas kompetensi
pendidikan dan profesi harus sangat diperhatikan melalui pengembangan
SDM keperawatan dan kebidanan melalui program pendidikan dan
pelatihan keperawatan dan kebidanan secara berkelanjutan.
f. Monitoring Bagian Keuangan .
Target :
1. Mengembangkan Sumber Daya Manusia Yang berkualitas
2. Mewujudkan Sistem Pengelolaan Yang Efektif dan Efisien
3. Mewujudkan RSU Sigap Sentosa Yang Islami
Pencapaian :
1. Penyusunan pedoman sistem informasi akuntansi rumah sakit,
pedoman anggaran dan tarif pelayanan telah disusun di tahun 2010 sebagai
dasar kebijakan pengelolaan tarif dan pelayanan keuangan di RSU Sigap
Sentosa Jakarta telah diterapkan dalam pengelolaan manajemen keuangan
di RSU Sigap Sentosa Jakarta tahun 2011.
2. Pelaksanaan audit mutu dan pelaporan keuangan juga telah dilakukan di
tahun 2011.
Ketidaktercapaian :
1. Standardisasi kompetensi pendidikan dan profesi dibagian keuangan
yang perlu mendapatkan perhatian dan tidak lanjut karena tidak sesuai
dengan urgas dan bidang kerja di struktur organisasi bagian keuangan.
2. Sistem pengamanan keuangan dalam bentuk pengelolaan fasilitator
media perbankan belum berjalan sehingga efisiensi alur pelayanan belum
tercapai dengan baik.
3. Pengelolaan pendapatan rumah sakit masih bersifat spasialistik dengan
terkonsentrasi kepada pendapatan atas pasien dan belum mendapatkan
sumber penambahan asset dan modal rumah sakit lainnya melalui produk
perbankan atau pengelolaan kerjasama dalam bidang pelayanan rumah
sakit.
Evaluasi dan Kesimpulan :
Dari Bab 2 dalam Tabel 01 tersebut diatas maka secara garis besar

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
pelaksanaan pencapaian visi dan misi dibidang pelayanan bagian keuangan
ditahun 2011 telah terlaksana dengan baik 40 % dari daftar pencapaian
elemen penilaian yang ada dalam program kerja tahunan dan renstra RSU
Sigap Sentosa Jakarta 2007-2012 dengan permasalahan mendasar adalah
:
1. Belum terorganisirnya pengelolaan akuntansi rumah sakit sehingga
rumah sakit mengalami kesulitan dalam membangun transparansi
pengelolaan keuangan dalam mewujudkan visi dan misi rumah sakit yang
islami.
2. Perlunya diversifikasi dalam pengelolaan dan pengembangan sumber
pendapatan rumah sakit untuk peningkatan asset dan permodalan
(treasurry).
3. Diperlukan alokasi penempatan SDM Keuangan yang benar-benar
handal dibidangnya sehingga mampu mengelola kebijakan dan manajemen
keuangan rumah sakit dengan baik.

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

1. Langkah awal dalam pengelolaan standar pelayanan kesehatan


didalam rumah sakit adalah pengelolaan struktur organisasi didalam
pelayanan kesehatan itu sendiri dan hal ini menuntut kita untuk
patuh terhadap standar pelayanan minimal sesuai dengan klasifikasi
rumah sakit yang telah ditetapkan melalui permenkes. Dalam
pengelolaan struktur organisasi ini juga perlu dilakukan evaluasi
uraian tugas dan pekerjaan serta pola ketenagaan yang terstruktur
dan terencana untuk efektiftas dan efisiensi pengelolaan pelayanan.
2. Pengembangan pelayanan masing-masing unit kerja, seperti halnya
dalam penyusunan struktur organisasi rumah sakit, harus
menyesuaikan dengan kemampuan rumah sakit dalam penyediaan
infrastruktur sarana dan prasarana rumah sakit, sehingga diperlukan
open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
sebuah perencanaan arsitektur rumah sakit yang baik dan benar
dalam optimalisasi fungsi dan kebutuhan ruang pelayanan secara
efektif dan layak untuk bekerja.
3. Pengembangan kinerja pelayanan diharapkan berjalan seiring
dengan permintaan dan trend pasar, termasuk didalamnya
perkembangan kesejamanan ilmu dan teknologi kedokteran, untuk
menghasilkan nilai jual pasar yang kompetitif dan menguntungkan
dalam pengembangan business core pelayanan dimasa yang akan
datang.
4. Pengembangan kinerja pelayanan tidak hanya berorientasi kepada
kesejamanan perkembangan ilmu dan pengetahuan teknologi
kedokteran, namun juga konsistensi pengembangan SDM tenaga
kesehatan yang kompeten dan profesional dibidangnya sehingga
kegiatan diklat rumah sakit wajib diselenggarakan secara optimal,
terstruktur dan berkala sesuai kebutuhan pelayanan dan kondisi
keuangan rumah sakit.
5. Perlunya diversifikasi dalam pengelolaan dan pengembangan sumber
pendapatan rumah sakit untuk peningkatan asset dan permodalan
(treasurry), termasuk didalamnya peningkatan fungsi pemasaran dan
humas rumah sakit secara optimal untuk kesinambungan kinerja
keuangan rumah sakit dimasa yang akan datang.
6. Pengelolaan keselamatan pasien dan evaluasi mutu pelayanan dan
kinerja rumah sakit menjadi key factor dalam memberikan pelayanan
terpercaya bagi masyarakat sehingga pengelolaan keduanya
membutuhkan peningkatan dan kesinambungan secara berkala
untuk peningkatan angka kepuasan pasien di periode pelayanan
rumah sakit berikutnya.
7. Segera dilakukan pemanfaatan gedung baru dengan pelayanan yang
telah ditetapkan dalam program kerja rumah sakit sehingga segera
mendapatkan nilai tambah bagi pelayanan rumah sakit.
open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
BAB V
PENUTUP

Laporan evaluasi rencana kerja tahunan tahun 2011 merupakan lembar


pertanggungjawaban pengelola rumah sakit (dalam hal ini adalah Direktur
Rumah sakit) kepada pemilik rumah sakit dan para stake holder lainnya
yang berperan dalam tumbuh kembang pelayanan RSU Sigap Sentosa
Jakarta dari tahun ke tahun.
Laporan evaluasi rencana kerja tahunan tahun 2011 adalah upaya
perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan pelayanan
kesehatan di RSU Sigap Sentosa Jakarta terhadap pencapaian visi, misi
serta renstra rumah sakit yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga
dengan evaluasi ini diharapkan mampu memberikan gambaran tindak lanjut
terhadap arah kebijakan perencanaan dan pelaksanaan program di RSU
Sigap Sentosa Jakarta untuk periode tahun berikutnya, serta
mengupayakan peningkatan pencitraan pelayanan RSU Sigap Sentosa
Jakarta melalui pelayanan yang islami dan bermutu dengan tetap
mengutamakan keselamatan pasien sebagai dasar pelaksanaan
pelayanan.
Atas perhatian dan kerjasama semua pihak yang telah membantu dalam
penyusunan laporan evaluasi rencana kerja tahun tahun 2011 ini diucapkan
banyak terimakasih.
Jakarta, Januari 2012
Hormat Kami,
Panitia Pengembangan
RSU Sigap Sentosa Jakarta

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
0 Like 0 Tweet Share

Title : Contoh LAPORAN EVALUASI RENCANA KERJA TAHUNAN


RSU SIGAP SENTOSA JAKARTA TAHUN 2011
Description : Tanpa program yang jelas, sebuah perusahaan akan
tidak menentu arah dalam pergerakannya, dan tanpa evaluasi, program
tersebut akan macet, at...
Rating : 5

You Might Like :

Artikel Contoh Soal Trigonometri Contoh SK Contoh SK Direktur


Proposal Rekreasi beserta PEMBERLAKUAN tentang JENIS PE...
Ka... Pembahasa... PETUNJUK ARA...

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com
0 Comments

Add a comment...

Facebook Comments Plugin

← Newer Post Home Older Post →

Copyright 2013 Artikel Biologi Kimia Fisika - All Rights Reserved Design by Mas Sugeng - Powered by Blogger

open in browser PRO version Are you a developer? Try out the HTML to PDF API pdfcrowd.com