Anda di halaman 1dari 2

Alur Produksi

Biogas dihasilkan dengan cara memproses limbah residu agrikultur dari PT Great
Giant Pineapple (PT GGP) seperti limbah sisa tanaman nanas, pisang, maupun
kotoran sapi. Limbah-limbah tersebut akan disalurkan melalui pipa ke lokasi
pembuatan biogas dan ditampung ke dua tempat yang berbeda. Pertama, yaitu
pool yang akan langsung diolah menjadi biogas, kedua yaitu storage yang
merupakan tempat penyimpanan limbah sementara apabila pool sudah terisi
penuh. Selanjutnya, limbah akan melewati ekstraktor yang berbentuk keranjang
sampah untuk memisahkan padatan, kemudian akan difiltrasi menggunakan
teknik gravitasi, dimana molekul yang memiliki berat jenis rendah seperti lumpur
dan pasir akan mengendap di bawah, sedangkan molekul dengan berat jenis tinggi
seperti fiber akan berada di atas.

Proses selanjutnya adalah acidification pond (kolam pengasaman) yaitu tempat


bakteri aerob melakukan proses hidrolisis limbah. Proses hidrolisis akan
memotong rantai panjang gugus karbohidrat menjadi rantai pendek gugus gula
inverti. Bakteri tersebut mengoksidasi hidrogen (H2) dari karbondioksida (CO2)
menjadi asam asetat. Produk akhir asam asetat dialirkan ke reaktor sebagai
sumber kalori bakteri anaerob penghasil metana. Pada suhu 36 0 C, reaktor yang
berisi bakteri anaerob akan melakukan proses metanogenesis, yaitu pembentukan
gas metana untuk hasil produksi biogas. Produk akhir dari keseluruhan
metabolisme bakteri anaerob di dalam reaktor akan menghasilkan berbagai
macam gas, seperti gas metana (CH 4) dengan konsentrasi terbesar 60 - 65% dari
total produk, gas karbondioksida (CO2) dan gas sulfur (H2S). Gas metana

merupakan produk biogas yang bioteknologinya mampu menggantikan kekuatan


solar.

Produksi biogas metana PT Great Giant Pineapple (PT GGP) dalam satu hari
mampu mencapai 33 ton. Bila dikonversi untuk dibandingkan dengan tenaga solar
yang memiliki 8900 N kalori, maka gas metan memiliki kurang lebih 6000 N
kalori. Sehingga, dalam produksi satu hari gas metana akan sama dengan produksi
solar sebesar 20 ton.

Penggunaan gas metana yang dihasilkan dari sektor biogas PT GGP akan
digunakan untuk mengurangi pemakaian proses bahan bakar solar, contohnya
seperti untuk pengeringan tapioka yang sebelumnya membutuhkan 14 ton solar
dalam sehari, selain itu juga digunakan untuk mengaktifkan tenaga turbin yang
membutuhkan pemanasan suhu air sebesar 2000 C. Air yang dipanaskan
menggunakan gas metana akan menjadi uap air yang mampu menyalakan turbin
tersebut.