Anda di halaman 1dari 4

HIPERPIGMENTASI

1. Solar Lentigo
UKK: Sirkumsripta 1-3 cm karena proliferasi local melanosit, bisa bersifat akut atau kronik
terpajan sinar matahari. Lesi Multiple biasanya terjadi pada tempat tempat yang terekspos,
distribusi: dahi, pipi, hidung, tangan dorsal. Gambaran caf au lait.
Onset: Biasanya lebih dari 40 tahun tapi bisa juga 30 tahun pada iklim panas pada orang-orang
tertentu
Epidemiologi: Pada kaukasia, Asia
Phototype: I-III tergantung durasi dan intensitas terhadap pajanan
Pemeriksaan: Dermatopatologi: peningkatan melanosit pada membran basalis
DD: Efelid, Keratosis Seboroik, Keratosis aktin pigmen tersebar, lentigo maligna

2. Neurofibromatosis (Penyakit kulit yang terjadi karena penyakit dalam)


UKK: caf au lait (BROWN) macula di dada atas dan macula kecil di aksila dan inguinal

3. Efelid
Pada anak-anak. Berupa caf au lait, biasanya pipi bagian atas bawah mata menyebar sampai
bagian hidung. Biasanya muncul pada musim dingin. Penyakit keturunan.

4. Melasma
Karena peningkatan produksi melanin, bukan peningkatan melanosit.
Hiperpigmentasi sering terjadi pada tempat yang sering terlihat. Lebih banyak di muka hasil dari
terpajan sinar matahari. Bisa juga berhubungan dengan kehamilan dengan hormone kontrasepsi.
Wanita yang menopause yang mencegah osteoporosis menggunakan esterogen dan progesterone.
Melasma tidak terjadi pada wanita dengan pemberian esterogen replacement treatment tapi tanpa
progesterone. Banyak terjadi pada wanita asia yang punya kulit sawo matang.
Patogenesis: Tidak diketahui.
UKK: Makula hiperpigmentasi pada muka. Bisa coklat muda, cokat tua, atau hitam. Biasanya
simetri. Lesi ireguler, batas tegas. Distribusi pipi, dahi, hidung, bibir atas, dagu.
Pemeriksaan: Lampu Wood: gambaran lebih gelap
DD: Makula hipermelanosis post inflamasi
Prognosis: hilang setelah penghentian kontrasepsi dan setelah melahirkan

5. Hipermelanosis post inflamasi


Pada pasien dengan phototype IV, V, VI. Bisa terjadi bersamaan dengan acne, psoriasis, lechen
planus, DA, Dermatitis kontak, atau setelah trauma. Lesi sifatnya khas pada inflamasi, berbatas
tegas.
Erupsi obat bisa dihubungkan dengan hiperpigmentasi melanin dermal. Sifatnya bisa persisten,
tidak ada terapi
Melanodermatitis toxic: hasil dari sensitivitas kontak dengan bahan kimia, biasanya pengharum
kosmetik
Obat yang menyebabkan hiperpigmentasi

Antiarrhythmia: amiodarone
Antimalarial: chloroquine, hydroxychloroquine,
quinacrine, quinine
Antimicrobial: minocycline, clofazimine, zidovudine
Anti kejang: hydantoins
Cytostatic (obat kanker): bleomycin, cyclophosphamide, doxorubicin, daunorubicin, busulfan, 5-

fluorouracil, dactinomycin
Heavy metals: silver, gold, mercury
Hormones: ACTH estrogen/progesterone
Psychiatric: chlorpromazine

Amiodarone

Pada 75% orang yang mengonsumsi secara kumulatif 40 gr dalam waktu lebih dari 4 bulan.
Tanda klinis: blue-gray dermal melanosis (ceruloderma) in exposed areas (face and hands). The
blue color (ceruloderma) karena kekurangan melanin and lipofuscin didalam macrophages and

endothelial cells di dermis. The brown color karena melanin. Bersifat reversible, tapi
membutuhan waktu satu tahun untuk mengembalikan seperti semula.
Minocycline
Onset delayed. Konsumsi lebih dari 50 gr, tapi juga bisa terjadi pada dosis kecil. Bukan karena
melanin tapi karena zat besi yang mengandung pigmen coklat pada makrofag di dermis. Berupa
blue-gray atau slate-gray. Distribusi: ekstensor, kaki, pergelangan kaki, dorsal kaki, muka
(biasanya mengelilingi mata). Hilang saat penghentian pemakaian.
Anti Malaria
25% orang dg pemakaian lebih dari 4 bulan. Wajah, palatum durum, bawah jari, kuku kaki
Phenytoin
Mirip melasma, dosis tinggi lebih dari 1 tahun
Bleomycin
Mekanisme tidak diketahui. Karena meningkatnya melanin epidermis pada inflamasi minor. Pada
punggung, siku, sendi kecil, kuku.
Chlorpromazine
Dosis tinggi (>500 mg), >6bln.