Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGENDALIAN PROSES
PENGENDALIAN NILAI pH (CRpH)

DISUSUN
OLEH :
Kelompok 2
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Jannatul Fitri
(061330401011)
M. Bahrul Ulumuddin
(061330401012)
M. Dzikrieyansyah Imron (061330401013)
Maria Ulfa Srisundari
(061330401014)
Rifa Nurjihanty
(061330401021)
Sarah Swasti Putri
(061330401024)
Vinta Mefisa
(061330401028)

Kelas : 5KD
Dosen Pembimbing : Hilwatullisan, S.T., M.T.

TEKNIK KIMIA
POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
TAHUN 2015-2016

Analisa Percobaan
Setelah melakukan praktikum pengendalian nilai CRpH dapat dianalisa
bahwa pada pengendalian pH terdapat dua mode pengendalian yang digunakan
yaitu PI dan PID. Kedua mode pengendalian ini digunakan untuk mengendalikan
pH larutan dengan cara mengalirkannya menuju tangki pengaduk. kedua larutan
yang digunakan dalam tangki adalah larutan asam (HCl) sehingga nilai penurunan
pH yang terjadi cukup kecil. Mode proposional integral digunakan untuk
mengukur dengan respon cukup cepat dan untuk menghilangkan offset yang
terjadi. Sementara mode proposional, integral, derivatif digunakan untuk situasi
dimana terjadi beban pengendalian yang sangat cepat. Tujuan utama pengendalian
pH ini adalah untuk mengendalikan pH larutan yang terdapat pada tangki utama
(MAIN) berupa larutan HCl yang mengalir ke bawah masuk menuju tangki
pencampuran. Larutan gangguan (NOISE) berupa NaOH juga dialirkan masuk
kedalam tangki pencampuran. Kedua aliran tersebut diatur oleh katup kontrol
yang digerakkan oleh aliran listrik dengan controller sebagai pemberi input sinyal
penggerak katup. Kedua larutan asam dan basa tersebut bercampur dan ph larutan
akan terukur oleh elektroda yang terdapat didalam tangki. Elektrolit-elektrolit
yang terdapat didalam larutan akan dibaca oleh alat controller dan memberikan
keluaran berupa penggerak pompa peristaltik untuk mengatur besarnya keluaan
larutan NaOH yang harus dialirkan kedalam tangki pencampuran.
Dari grafik yang diperoleh dapat dianalisa bahwa pada percobaan minggu
pertama menggunakan atau mengkondisikan proporsional band 50, dengan
integral time 1 dan derivatif time 0 dan set point 8. Waktu yang ditempuh untuk
mendekati set point sebesar 14 menit, sedangkan untuk mengkondisikan
proporsional band 30, dengan integral time 1 dan derivatif time 0 untuk mencapai
set point 8 membutuhkan waktu 9 menit dan sedangkan untuk proporsional band
70 dengan integral time 1 dan derivatif time 0 waktu yang dicapai untuk mencapai
set point 8 yaitu 16 menit. Hal ini membuktikan bahwa pada saat kondisi
proporsional band 30, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai setpoint lebih cepat
dan terjadi kenaikan measure lebih cepat pula antara satu puncak ke puncak
lainnya. Pada percobaan minggu kedua, dikondisikan proporsional band 30

dengan integral time 1 dan derivatif time 1 dibutuhkan waktu 13 menit untuk
mencapai set point 8. Waktu yang didapat lebih cepat dibandingkan dengan
kondisi derivatif dan integral nya 0 yang tidak mengalami kenaikan atau
peninggian puncak. Tetapi pada saat proporsional band 50 dengan integral time
dan derivatif time 1 waktu yang dibutuhkan untuk mencapai set point 8 yaitu 11
menit. Hal ini membuktikan bahwa proporsional band, integral time dan derivatif
time sangat berpengaruh besar. Semakin jauh angka pengukuran maka pompa
peristaltik akan bergerak lebih cepat. Variasi laju alir umpan akan memberikan
efek ketidakstabilan pada pengukuran pH campuran, sedikit perubahan laju alir
yang menyatakan gain makin besar dan menyebabkan fluktuasi kenaikan ph yang
sangat mencolok melebihi set point.

Kesimpulan
Dari analisa dapat disimpulkan bahwa:
-

Pada praktikum CRpH mode proposional, integral, derivatif digunakan

untuk situasi dimana terjadi beban pengendalian yang sangat cepat.


Variasi laju alir dapat dimanipulasi, jika ingin mengembalikan variable

proses ke set point.


Dari hasil pencampuran HCl dan NaOH diperoleh hasil pembacaan pH

larutan yaitu dengan set point 8.


Harga proporsional band, integral time, dan derivatif time sangat
berpengaruh dalam menentukan kestabilan dan berpengaruh terhadap
cepat nya pergerakkan pompa peristaltik, serta bepengaruh terhadap waktu
untuk mencapai set point.