Anda di halaman 1dari 19

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Orkitis adalah peradangan pada testis. Orkitis berbeda dari infeksi
traktus genitalia lain dalam dua hal, yaitu : jalur utama infeksi adalah
hematogen dan virus adalah organisme penyebab orkitis yang paling sering.
Infeksi diklasifikasikan sebagai orkitis viral , orkitis bacterial piogenik, atau
orkitis granulomatosa.

Sering terjadi pada pada laki-laki berumur diantara pra pubertas

Virus adalah penyebab orkitis paling sering. Orkitis parotiditis adalah infeksi
virus yang sering terlihat , walaupun imunisasi untuk mencegah parotiditis pada
masa anak-anak telah menurunkan insidens. Dua puluh hingga tiga puluh persen
kasus parotiditis pada orang dewasa terjadi bersamaan dengan orkitis terjadi
bilateral pada 15 % pria dengan orkitis paroditis. Pada laki-laki pubertas atau
dewasa biasanya terdapat kerusakan tubulus seminiferous dengan resiko resiko
infertilitas dan pada beberapa kasus, terdapat kerusakan sel-sel leydig yang
mengakibatkan hipoginadisme defisiensi testosteron. Orkitis jarang terjadi pada
pria prapubertas, namun bila ada, dapat diharapkan kesembuhan yang sempurna
tanpa disfungsi testiskular sesudahnya. 9
Virus lain yang dapat menyebabkan orkitis

dan memberikan

gambaran klinis yang sama adalah Coxsakie B, mononukleosis. Orkitis bakteri


piogenik disebabkan oleh bakteri (Brucellosis ,Escherichia coli, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa) dan infeksi parasit (malaria, filariasis,
skistosomasis, amebiasis) atau kadang-kadang infeksi riketsia yang ditularkan
dari epididimis. 9
Tanda dan gejala ketidaknyamanan ringan pada testiskular dan edeme
hingga nyeri testicular parah 9. Gejala infeksi saluran kemih bagian bawah,
seperti demam, frekuensi, urgensi, hematuria, dan disuria, mungkin ada. Gejala-

REFERAT ORCHITIS

gejala ini umum dengan epididimitis dan orchitis tetapi jarang terjadi dengan
testis torsi. 5
Dilakukan biakan urine dan darah , serta biakan langsung dari testis
yang terinfeksi untuk mengidentifikasikan organisme penyebab. Pengobatan
untuk infeksi ini adalah antibiotik spesifik untuk organisme penyebab infeksi
tersebut. Tindakan yang memberikan kenyamanan seperti tirah baring,
penyangga skrotum , kantong es , dan analgesik dapat dilakukan. 9
1.2

Rumusan Masalah
Bagaimana patofisiologi terjadinya orchitis ?

1.3

Tujuan
1.3.1

Tujuan Umum
Setelah menyelesaikan laporan orchitis diharapkan mengetahui
dan memahami penyakit orchitis.

1.3.2

Tujuan Khusus
Untuk lebih mengenal dan mampu menjelaskan tentang ruang
lingkup orchitis dalah hal definisi ,fisiologi , etiologi , dan
penatalaksanaan orchitis . Mampu menjelaskan dan memberikan terapi
menyeluruh dan edukasi kepada pasien mengenai upaya pencegahan
kekambuhan pada orchitis.

1.4

Manfaat
Dengan di susunnya makalah laryngitis akut ini kita diharapkan
sebagai dokter dapat mengetahui tentang etiologi , patofisiologi , dan juga
dapat lebih tepat dalam mendiagnosa maupun memberikan terapi tepat.

REFERAT ORCHITIS

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Definisi
Orkitis adalah peradangan pada testis. Orkitis berbeda dari infeksi
traktus genitalia lain dalam dua hal, yaitu : jalur utama infeksi adalah
hematogen dan virus adalah organisme penyebab orkitis yang paling sering.

Selama tahap akut, gambaran klinis yang dominan adalah onset mendadak
respon inflamasi parah testis, terkait dengan peningkatan temperature ( 36-40
C ) dan derajat yang bervariasi dari keluhan umum. Usia yang lebih tua pada
infeksi dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi tertentu komplikasi, terutama
orchitis. Yung et al. melaporkan bahwa di antara kasus gondok, gondok
sebelumnya campak rubella (MMR) vaksinasi perlindungan yang cukup
ditawarkan terhadap orchitis, meningitis, dan rawat inap.2
2.2

Epidemiologi
Pada tahun 2002, epididimitis atau orkitis menyumbang untuk 1 di 144
kunjungan rawat jalan (0,69 persen) pada laki-laki 18-50 tahun Ada sekitar
600.000 kasus epididimitis per tahun di Amerika Serikat, yang sebagian besar
terjadi pada pria antara 18 dan 35 tahun .Dalam salah satu penelitian terhadap
prajurit Angkatan Darat AS, kejadian tertinggi pada pria antara 20 dan 29
tahun. Dalam review dari 121 pasien dengan epididimitis dalam pengaturan
rawat jalan, distribusi bimodal dicatat dengan kejadian puncak yang terjadi
pada pria 16 sampai 30 tahun dan 51 hingga 70 tahun.Epididimitis lebih
umum daripada orchitis. Dalam sebuah penelitian rawat jalan, orchitis terjadi
pada 58 persen pria yang didiagnosis dengan epididymitis. Terisolasi orchitis
jarang dan umumnya berhubungan dengan gondok infeksi pada anak laki-laki
prepubertal (13 tahun atau muda). 5

REFERAT ORCHITIS

Secara nasional gondok wabah di Inggris dan Wales pada tahun 20042005 Efeknya terkait penyakit itu cukup, dengan > 43.000 dilaporkan kasus
dan >2.600 rawat inap. Dibandingkan dengan era prevaccine, usia rata-rata
infeksi adalah lebih tinggi, dengan infeksi yang terjadi terutama pada remaja
yang lebih tua dan muda dewasa . Usia yang lebih tua pada infeksi dikaitkan
dengan risiko yang lebih tinggi komplikasi terutama orchitis. 2
Insiden gondok orchitis telah menurun secara dramatis sejak
diperkenalkannya program vaksinasi anak . Selama beberapa tahun terakhir
gondok orchitis memiliki jarang terlihat di lembaga kami: Namun, baru-baru
ini, 11 pasien dengan penyakit gondok orchitis dirawat di unit kami antara
bulan Maret dan September 2005. Peningkatan tajam ini juga melihat tempat
lain di Inggris; 25 kasus gondok orchitis dilaporkan oleh Urologi Departemen
Royal Liverpool University antara September 2004 dan April 2005. 7
2.3

Etiologi
Virus adalah penyebab orkitis paling sering. Orkitis parotiditis adalah
infeksi virus yang sering terlihat , walaupun imunisasi untuk mencegah
parotiditis pada masa anak-anak telah menurunkan insidens. Dua puluh
hingga tiga puluh persen kasus parotiditis pada orang dewasa terjadi
bersamaan dengan orkitis terjadi bilateral pada 15 % pria dengan orkitis
paroditis. 9
Virus lain yang dapat menyebabkan orkitis

dan memberikan

gambaran klinis yang sama adalah Coxsakie B, mononukleosis. Orkitis


bakteri piogenik disebabkan oleh bakteri (Brucellosis ,Escherichia coli,
Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa) dan infeksi parasit
(malaria, filariasis, skistosomasis, amebiasis) atau kadang-kadang infeksi
riketsia yang ditularkan dari epididimis. 9
Etiologi orchitis akut

REFERAT ORCHITIS

1. Viral: gondok orchitis paling umum. Coxsackievirus A, varisela dan


echoviral infeksi langka.
2. Bakteri dan infeksi piogenik: E. coli, Klebsiella, Pseudomonas,
Staphylococcus dan spesies Streptococcus tidak biasa.
3. Granulomatous: sifilis, TBC, kusta, Actinomyces spp. dan penyakit
jamur jarang terjadi. 12

2.4

Faktor prediposisi
Infeksi diklasifikasikan sebagai orkitis viral , orkitis bacterial
piogenik, atau orkitis granulomatosa. 9

2.4.1 Orkitis viral


Virus merupakan penyebab tersering pada orkitis. Orkitis parotiditis
adalah infeksi virus yang paling sering terlihat. Virus lain yang dapat
menyebabkan orkitis dan gambaran klinis yang sama adalah virus coxsakie ,
varisella , dan mononucleosis. 9
Virus Mumps merupakan virus ribonucleic acid (RNA) rantai tunggal
yang termasuk dalam genus paramyxovirus, dan merupakan salah satu virus
parainfluenza dengan manusia sebagai satu-satunya inang. Virus mumps
mudah menular melalui droplet, kontak langsung, air liur, dan urin. 1
2.4.2 Orkitis bakterial piogenik
Disebabkan oleh bakteri Brucellosis ,Escherichia coli, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa. 9
Terinfeksi kuman Brucella dapat mengalami abortus, retensi plasenta,
orchitis dan epididimitis serta dapat niengekskresikan kuman ke dalam
uterus. Penularan penyakit ke manusia terjadi melalui konsumsi susu dan
produk susu yang tidak dipasteurisasi atau melalui membrana mukosa dan

REFERAT ORCHITIS

kulit yang luka, Berat ringan penyakit tergantung strain Brucella yang
menginfeksi. 8
2.4.3 Orkitis granulomatosa
Dapat disebabkan oleh sifilis ,penyakit mikobakterial ,
penyakit jamur , dan mycobacterium tuberculosis.

Disebabkan sifilis pada

stadium IV yang merupakan guma di organ ini sering terdapat di testis ,tetapi
setelah penemuan antibiotik ,sifilis sangat jarang di temukan 6 . Tuberculosis
genital yang menyebar dengan hematogen biasanya dimulai secara unilateral
pada bagian bawah epididimis. Infeksi dapat menyebar melalui funikulus
spermatikus menuju testis. Penyebaran selanjutnya melibatkan epididimis
dan testis, kandung kemih , dan ginjal. 9

2.5

Patofisiologi

2.5.1 Orkitis viral infection


Infeksi ini ditularkan melalui kontak langsung, droplet , atau
terkontaminasi fomites dan memasuki host melalui udara. Penyebaran
melalui darah adalah utama rute infeksi testis terisolasi Ini menyebar dengan
cepat dan rentan ,orang yang tinggal di dekat proximity. Kemudian di akhir
masa inkubasi menyebabkan penyebaran virus ke organ, sehingga infeksi
sistemik ditandai dengan parotitis klasik atau manifestasi klinis organ
lain..Meskipun kelenjar parotis adalah yang paling umum organ yang
terkena, parotitis bukan langkah utama atau diperlukan untuk infeksi
gondok. Sistem saraf pusat, saluran kemih, dan organ genital juga bisa
menjadi awalnya efek terjadinya orkitis. 9

REFERAT ORCHITIS

2.5.2 Orkitis bakterial piogenik


Disebabkan oleh bakteri Brucellosis ,Escherichia coli, Klebsiella
pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa.dan infeksi parasitik ( malaria ,
filariasis , skistomisis , amebiasis ) atau kadang kadang infeksi riketsia
yang di tularkan dari epididimis. Penyakit sistemik seperti difteri , demam
tifoid , demam paratifoid , dan demam scarlet ditularkan melalui aliran
darah. 9
2.5.3 Orkitis granulomatosa
Menyebar

dengan

hematogen

biasanya

dimulai

secara

unilateral pada bagian bawah epididimis. Infeksi dapat menyebar melalui


funikulus spermatikus menuju testis. Penyebaran selanjutnya melibatkan
epididimis dan testis, kandung kemih , dan ginjal. 9
2.6

Diagnosis

2.6.1 Anamnesa
1. Demam tinggi
2. Tackikardy
3. Mual dan muntah
4. Myalgia
5. Sakit kepala
6. Penderita merasakan tidak nyaman duduk
7. Kadang penderita mengeluh sakit gondongan sebelumnya
8. Ketidaknyamanan ringan pada testiskular
9. Edema hingga nyeri di daerah testiskular
10. Terbentuk edema dalam waktu sekitar 4 hingga 6 hari. 9 , 1
11. Gejala infeksi saluran kemih bagian bawah,Biasanya juga di
dapatkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah seperti
frekuensi, urgensi, hematuria, dan disuria. 5

REFERAT ORCHITIS

2.6.2 Pemeriksaan fisik :

Pembesaran testis dan skrotum.


Skrotum eritematus
Terasa hangat
Konsistensi testis yang mengalami pembengkakan kenyal seperti karet

dan

mungkin terdapat hubungan dengan kulit depan yang akhirnya


membentuk fistel kulit. 6
2.7 Diagnosis banding
Kondisi
Epididimitis

Subyektif
Nyeri,kadang

Obyektif
Epididmis

Menyebar

teraba lunak dan

dan

Sampai

bengkak

penebalan

abdomen

terjadi pada testis,

bawah,

reflek

lokal
juga

USG
Pembesaran

epididimis.

kremaster

normal,

nyeri

berkurang

saat

dilakukan Prehns
Orkitis

Torsio testis

Nyeri tiba-tiba

sign
Bengkak

pada testis.

testis,reflek

masa

Nyeri bersifat

kremaster normal.
Testis
teraba

bengkak,
Gambaran

akut, biasanya

melintang, Reflek

tetis normal.

nyeri hebat

kremaster

pada

Testikular
dan

mengalami
abnormalitas,
phrens
masih

sign
terasa

nyeri.

REFERAT ORCHITIS

2.7.1 Epididymitis
Merupakan infeksi asendens saluran kemih. Infeksi dimulai dari
kauda epididimis dan biasanya meluas ke korpus dan hulu epididimis.
Kemudian dapat menjadi orchitis melalui peradangan kontralateral. 6
Gambaran klinis berupa gejala tanda lokal serta gejala sistemik
infeksi akut. Epididimis membengkak , sangat nyeri yang mungkin
beralih kedaerah perut atau daerah ginjal , disertai demam tinggi. Tanda
infeksi saluran kemih atau prostatitis merupakan pegangan kuat untuk
menegakkan diagnosis epididymitis.6
Pada pemeriksaan ditemukan epididimis bengkak dipermukaan
dorsal testis nyeri. Setelah beberapa hari epididimis dan testis tidak
dapat dibedakan. Kulit skrotum ikut menjadi proses radang menjadi
panas , merah , bengkak karena oedema dan infiltrate.6
Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan tanda-tanda radang
sistemik ,kelainan kemih , dan endapan urin ,sedangkan biakan urin
akan memastikan bakteri kausalnya.6
2.7.2 Torsio testis
Torsio testis terjadi pada anak dengan dengan inersi tunika vaginalis
tinggi di funikulus spermatikus sehingga funikulus dengan tests terpuntir
di dalam tunika vaginalis , akibat puntiran tangkai , terjadi gangguan
perdarahan testis mulai dari bendungan vena sampai iskemi yang
menyebabkan gangrene. Keadaan inersi tinggi tunika vaginalis di
funikulus biasanya gambarkan sebagai lonceng dengan bandul yang
memutar yang mengalami nekrosis dan gangrene. 6
Biasanya nyeri testis hebat timbul dengan tiba-tiba yang sering
disertai nyeri perut dalam serta mual atau muntah.nyeri perut selalu ada
karena

berdasarkan

perdarahan

dan

persyarafannya,testis

tetap

merupakan organ perut. Pada permulaan testis teraba agak bengkak


dengan nyeri tekan dan terletak agak tinggi di skrotum dengan funikulus

REFERAT ORCHITIS

yang juga bengkak. Akhirnya kulit skrotum tampak udem dan menjadi
merah sehingga menyulitkan palpasi ,dan kelainan ini sukar dibedakan
dengan epididimis akut.6
Diagnosis banding adalah semua keadaan darurat dan akut dalam
skrotum seperti hernia inkarserata , oerkitis akut , dan torsio hidatid
morgagni.6

2.8

Penatalaksaan
1. Dilakukan pembiakan urine dan darah
2. Biakan langsung dari testis yang terinfeksi untuk
mengidentifikasikan organisme penyebab
3. Pengobatan untuk infeksi adalah antibiotik spesifik untuk
organisme penyebab infeksi
4. Tindakan yang memberikan kenyamanan seperti tirah baring ,
penyangga skrotum , kantong es , dan analgesik juga di
perlukan. 9
Pengobatan harus dimulai berdasarkan kemungkinan patogen, sebelum
pengujian laboratorium selesai. Pengobatan berfokus pada menyembuhkan
infeksi,meningkatkan

gejala,

mencegah

penularan,

dan

mengurangi

komplikasi masa depan. 5


Penelitian laboratorium, yang dilakukan termasuk uretra noda Gram,
urinalisis dan kultur, dan uji polymerase chain reaction untuk C. trachomatis
dan N. gonorrhoeae, membantu memandu terapi. Terapi rawat jalan awal
empiris dan menargetkan patogen yang paling umum. Ketika C. trachomatis
dan N. gonorrhoeae diduga, pengobatan menggunakan ceftriaxone dan
doksisiklin direkomendasikan. Ketika bakteri coliform dianjurkan pengobatan
ofloksasin atau levofloxacin. 5

REFERAT ORCHITIS

10

Jika gonore atau klamidia Infeksi kemungkinan (pasien 14-35


tahun),pengobatan harus terdiri dari ceftriaxone (Rocephin), tunggal 250-mg
dosis intramuskular, dan doxycycline (Vibramycin), 100 mg secara oral dua
kali sehari selama 10 hari.Azitromisin (Zithromax), tunggal 1-g dosis oral.

Jika organisme enterik, seperti bakteri, kemungkinan (pasien lebih


muda dari 14 tahun atau lebih tua dari 35 tahun) atau pasien alergi terhadap
sefalosporin atau tetrasiklin, pengobatan harus mencakup ofloksasin 300 mg
secara oral dua kali sehari selama 10 hari, atau levofloxacin (Levaquin), 500
mg per oral sekali sehari selama 10 hari. 5
Pasien yang immunocompromised (Misalnya, orang-orang dengan
HIV) harus menerima perlakuan yang sama sebagai orang-orang yang
imunokompeten. 5
Selain pengobatan antibiotik, analgesik, skrotum elevasi, pembatasan
kegiatan, dan penggunaan kemasan dingin membantu dalam pengobatan .
Pasien harus dianjurkan kemungkinan komplikasi, termasuk sepsis, abses,
infertilitas, dan perpanjangan infeksi. 5
Orchitis biasanya dapat dirawat di pengaturan rawat jalan .Tindak
rawat inap

dianjurkan untuk nyeri terselesaikan, muntah (karena ketidak

mampuan untuk mengambil antibiotik oral), kecurigaan abses, kegagalan


rawat jalan, atau tanda-tanda sepsis. Obat antibakteri tidak diindikasikan
untuk pengobatan orchitis virus. 5
2.8.1 Self-Care at Home
1. Perawatan di rumah bersama dengan perawatan medis yang
tepat dapat membantu memperbaiki gejala Anda.
2. Over-the-counter obat anti-inflamasi nonsteroid seperti
(Advil atau Motrin, misalnya) atau naproxen (Aleve)

ibuprofen

dan

acetaminophen (Tylenol) dapat membantu dengan rasa


sakit.
3. Mengangkat skrotum Anda dengan pas-pas celana atau
pendukung
atletik dapat meningkatkan kenyamanan.
4. Terapkan kompres es.

REFERAT ORCHITIS

11

5. Es

tidak boleh langsung diaplikasikan pada kulit karena hal ini

dapat menyebabkan luka bakar dari pembekuan. Sebaliknya, es


harus dibungkus dengan kain dan kemudian diterapkan pada
skrotum.
6. Paket es dapat diterapkan selama 10-15 menit pada suatu waktu,
beberapa kali sehari selama 1-2 hari pertama. Ini akan
membantu menjaga pembengkakan dan sakit turun. 13
2.8.2 Perawatan Medis
1. Pendertita orchitis memerlukan antibiotik. Terapi
antibiotik diperlukan untuk mengobati infeksi.
2. Kebanyakan pria dapat diobati dengan antibiotik di
rumah selama 10 hari. Kursus yang lama diperlukan jika
prostat juga terlibat.
3. Demam tinggi, mual, muntah, atau sangat sakit,
memerlukan masuk ke rumah sakit untuk antibiotik
intravena.
4. Gondok orchitis akan menjernihkan selama 1-3 minggu.
Hanya mengobati gejala dengan teknik perawatan di
rumah.
5. Muda, pria yang aktif secara seksual harus memastikan
semua mitra seksual mereka diperlakukan. Anda harus
menggunakan pengaman atau tidak melakukan
hubungan seksual sampai semua mitra telah
menyelesaikan kursus penuh antibiotik dan bebas
gejala13

2.9

Komplikasi
1. Atrofi testis. Orkitis akhirnya dapat menyebabkan testis yang terkena
menyusut.

REFERAT ORCHITIS

12

2. Abses skrotum. Jaringan yang terinfeksi mengisi dengan nanah.


3. Berulang epididimitis. Orchitis dapat menyebabkan episode berulang
epididimitis. Infertilitas. Dalam sejumlah kecil kasus, orchitis dapat
menyebabkan infertilitas; Namun, jika orchitis hanya mempengaruhi
satu testis, infertilitas kurang mungkin. 12

2.10

Prognosis
Sebagian besar kasus orkitis karena mumps menghilang secara
spontan dalam 3 10 hari. Dengan pemberian antibiotic yang sesuai ,
sebagian besar kasus orkitis bakteri dapat sembuh tanpa komplikasi.

BAB III
KESIMPULAN

Orkitis adalah peradangan pada testis. Orkitis berbeda dari infeksi traktus
genitalia lain dalam dua hal, yaitu : jalur utama infeksi adalah hematogen dan virus
adalah organisme penyebab orkitis yang paling sering.
Infeksi diklasifikasikan sebagai orkitis viral , orkitis bacterial piogenik, atau
orkitis granulomatosa.Virus penyebab tersering pada orchitis adalah virus gondong
atau Mumps. Virus lain yang dapat menyebabkan orkitis dan memberikan gambaran
klinis yang sama adalah Coxsakie B, mononukleosis. Orkitis bakteri piogenik
disebabkan oleh bakteri (Brucellosis ,Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae,

REFERAT ORCHITIS

13

Pseudomonas aeruginosa) dan infeksi parasit (malaria, filariasis, skistosomasis,


amebiasis) atau kadang-kadang infeksi riketsia yang ditularkan dari epididimis.
Gejala klinis demam tinggi, tackikardy , mual dan muntah , myalgia , sakit
kepala, penderita merasakan tidak nyaman duduk , kadang penderita mengeluh sakit
gondongan sebelumnya , ketidaknyamanan ringan pada testiskular ,edema hingga
nyeri di daerah testiskular, gejala infeksi saluran kemih bagian bawah,Biasanya juga
di dapatkan gejala infeksi saluran kemih bagian bawah seperti frekuensi, urgensi,
hematuria, dan disuria. ( epididymis and orchitis )
Pada pemeriksaan didapatkan : Pembesaran testis dan skrotum., Skrotum
eritematus , terasa hangat , Konsistensi testis yang mengalami pembengkakan kenyal
seperti karet dan mungkin terdapat hubungan dengan kulit depan yang akhirnya
membentuk fistel kulit.
Penatalaksaan :
1. Dilakukan pembiakan urine dan darah
2. Biakan langsung dari testis yang terinfeksi untuk mengidentifikasikan
organisme penyebab
3. Pengobatan untuk infeksi adalah antibiotik spesifik untuk organisme
penyebab infeksi
4. Tindakan yang memberikan kenyamanan seperti tirah baring ,
penyangga skrotum , kantong es , dan analgesik juga di perlukan.
Komplikasi : Atrofi testis , abses skrotum ( jaringan yang terinfeksi mengisi
dengan nanah ) , berulang epididymitis , dapat menyebabkan infertilitas.
Prognosis sebagian besar kasus orkitis karena mumps menghilang secara
spontan dalam 3 10 hari. Dengan pemberian antibiotic yang sesuai , sebagian besar
kasus orkitis bakteri dapat sembuh tanpa komplikasi.

REFERAT ORCHITIS

14

Lampiran gambar

REFERAT ORCHITIS

15

Gambar 1 Acute mumps orchitis of the left testis. EFigure is reproduced in color
on the Medicine website, www.md-journal.com.^

Ganbar 2 Case report of a patient with brucellosis-related epididymo-orchitis:


AMOS-polymerase chain reaction results. CN = negative control; CP = positive
control; H-19 = human sample 19 (Ec-CIZ-Hum-7); H-21 = human sample 21
(Ec-CIZ-Hum-6); MP =molecular weight marker. *Samples from additional
studies at CIZ.

Gambar 3 Patient with mumps orchitis: Note the enlarged, red scrotal sac.
Unilateral

orchitis is the rule, hence infertility is uncommon

REFERAT ORCHITIS

16

Gambar 4. Epididimytis

Gambar 5 torsio testis

REFERAT ORCHITIS

17

Gambar 6 . orchitis.
DAFTAR PUSTAKA
1. Tae bum , Hum Byeong , Kim jae , dkk . 2012. Clinical Features of Mumps
Orchitis in Vaccinated Postpubertal , Males: A Single-Center Series of 62
Patients. 2012 . clinical featured Department of Urology, Korea University
School of Medicine, Seoul, Korea : diunduh tanggal 15 juni 2014 .
www.kjurology.org . http://dx.doi.org/10.4111/kju.2012.53.12.865
2. Yung et al. 2012 . Mumps vaccine effectiveness againt orchitis. Emerging
Infectious Diseases Vol. 18, No. 1, diunduh tanggal 15 juni 2014.
www.cdc.gov/eid
3. Guilermo Hugo , Boronat Mauro , Ojeda Antonio , dkk.2010. Mumps
Orchitis in the Post-Vaccine Era (1967-2009) A Single-Center Series of 67
Patients and Review of Clinical Outcome and Trends : Volume 89, Number 2
. www.md-journal.com.

REFERAT ORCHITIS

18

4. Tania, Marisa Stephanie. 2009. Orkitis pada Infeksi Parotitis Epidemika. FK


UI : Jakarta.
5. Trojian, Thomas H. dkk. 2009. Epididymitis and Orchitis : An Overview.
Diunduh pada 17 juni 2014 dari : www.aafp.org.
6. Wim de, Jong, Buku Ajar Ilmu Bedah, Alih bahasa R. Sjamsuhidayat
Penerbit Kedokteran, EGC, Jakarta, 1997
7. Masarani M , wazait H , dkk. 2006 . Mumps orchitis . Journal of the royal
society of medicine : V o l u m e 9 9 . diunduh tanggal 15 juni 2014 .
http://jrs.sagepub.com/content/99/11/573
8. Maphilindawati,
Susan Noor . 2006.

Brucellosis

di

Indonesia.

www.litbang.com . diunduh tanggal 16 juni 2014.


9. Prince, Sylvia A. 2006. Patofisiologi Volume 2 Edisi 6. Jakarta : EGC.
Patofisiologi

konsep

klinis

proses-proses

penyakit.Jakarta

Media

Aesculapius
10. Itoh M , Yano A. , iwahashi . 1997. Essential pathogenic role for endogenous
interferon gamma during onset phase of murine experimental autoimmune
orchitis. clinical and experimental immunology. Diunduh tanggal 15 juni
2014
11. Adamopoulos,Laurence, dkk. 1987. Pituitary-testicular interrelationships in
mumps orchitis and other viral infections. British medical journal di unduh
tanggal 15 juni 2014. www.british
12. Patient.co.uk Epidydimo orchitis. Diunduh tanggal 15 juni 2015
www.patient.co.uk/doctor/epididymo-orchitis-pro.
13. eMedicine healt. Orchitis treatment. Diunduh tanggal 15 juni 2015.
www.eMedicineHealth.com

REFERAT ORCHITIS

19