Anda di halaman 1dari 9

HIDROPONIK

Disusun untuk memenuhi tugas akhir semester dua


pelajaran Bahasa Indonesia yang ditugaskan oleh
Dra. Hj. Dian Supartati

Oleh :
Wahyu Imanda
33
XI IPA 5

SMA NEGERI 1 CIREBON


Jl. Dr. Wahidin S. No.81 Telp. 203666 Fax: 208011
E-mail: info@smansacirebon.sch.id Web:
www.smansacirebon.sch.id

2014

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Dalam makalah ini saya mengambil topik

Hidroponik. Dari topik tersebut kita dapat mengetahui


cara mudah menanam tanaman dengan cara hidroponik.
Dengan penanaman hidroponik kita bisa menanam
tanaman pada lahan yang sempit. Karena, penanamanya
tidak memerlukan lahan yang luas. Nah, pada zaman
sekarang khususnya daerah perkotaan sudah tidak banyak
laginya lahan-lahan yang kosong untuk menanam tanaman
pangan atau bumbu-bumbuan. Untuk menyiasati hal
tersebut maka dianjurkan penanaman dengan cara
hidroponik.
Dengan pesatnya jumlah penduduk di Indonesia
menyebabkan kebutuhan akan papan, pangan, dan
sandang perkapitannya cukup tinggi. Konsekuensi akan
kebutuhan papan yang cukup tinggi menyebabkan
pembangunan fisik baik gedung-gedung dan perumahan
semakin marak. Hal ini tentulah menyebabkan makin
menyempitnya lahan untuk bidang pertanian dan
perkebunan. Dengan menyempitnya lahan untuk bercocok
tanam, hasil produksi pangan tidak mampu mencukupi
kebutuhan pangan penduduk Indonesia yang begitu besar.

B.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang saya angkat, yaitu :

1. Apa pengertian dari hidroponik?


2. Apakah keuntungan dari teknik bercocok tanaman
secara hidroponik?
3. Apa sajakah jenis tanaman yang dapat ditanam secara
hidroponik?
4. Apa metode yang digunakan dalam penanaman dengan
sistem hidroponik?

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengertian dari hiroponik.


2. Untuk mengetahui keuntungan dari teknik bercocok
tanam secara hidroponik.
3. Untuk mengetahui jenis tanaman yang dapat ditanam
secara hidroponik.
4. Untuk mengetahui metode apa saja yang digunakan
dalam penanaman dengan sistem hidroponik.

D. Manfaat Penelitian

1. Teoritis
Adapun manfaat teoritis dari penelitian ini adalah :
a. Mengenalkan sistem ini kepada semua lapisan petani
atau masyarakat umumnya.
b. Menjadikan sistem hidroponik ini diapakai oleh
kebanyakan orang.
2. Peneliti
Adapun manfaat bai peneliti dari penelitian ini adalah
:
a. Mencoba menanam dengan cara hidroponik.
b. Mengetahui mudahnya bertanam memakai sistem
hidroponik ini.

BAB II
KAJIAN TEORI

2.1. Pengertian Hidroponik

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia kata

hidroponik mempunyai arti

Definisi hidroponik berasal dari kata Yunani, yaitu


hudor yang berarti air dan ponos yang berarti
mengerjakan, sehingga hidroponik diartikan sebagai
pengerjaan air. Hal ini karena pada mulanya orang
melakukan penanaman pada air. Meskipun ada yang
mengartikan langkah tersebut sebagai aquaculture. Seiring
dengan perkembangan metode penanaman yang
menggunakan berbagai jenis media maka istilah itu juga
berkembang, yang pada dasarnya adalah budidaya tanpa
tanah.
Pada zaman dahulu hidroponik dikenal dengan istilah
bercocok tanam dalam air, yang masih terbatas hanya
menggunakan air dan lokasinya di laboratorium, sekedar
bahan uji coba saja (aquaculture). Kenyataannya dalam
laboratorium fisiologi tumbuhan, kita berhasil

menumbuhkan tanaman dalam pot dan gelas berisi air


dengan baik asal air itu diberi unsur makanan yang cukup
atau sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut.
Dalam perkembangan selanjutnya hidroponik
kemudian mengalami perubahan, sehingga jauh berbeda
dengan apa yang kita kenal sekarang Elemen yang
digunakan untuk menumbuhkan tetap sama seperti nutrisi/
vitamin. Hanya dengan menggunakan hydroponic bisa
lebih eficient karena nutrient bisa langsung menerima
nutrient itu sehingga energy tumbuhan tidak perlu
digunakan untuk mencari nutrient tersebut. Itulah kenapa
hasil dari hydroponic lebih cepat besar dan berbuah lebih
banyak dibandingkan menanam di tanah.
Menurut Lingga (1987:

) sistem hidroponik adalah

hidroponik
atau
istilah
asingnya
Hydroponics,
adalah
istilah
yang
digunakan untuk menjelaskan beberapa
cara
bercocok
tanam
tanpa
menggunakan tanah sebagai tempat
menanam tanaman.
Istilah ini di
kalangan umum lebih populer dengan
sebuan berkebun tanpa tanah, termasuk
dalam hal ini tanaman dalam pot atau
wadah lain yang menggunkan air atau
bahan porus lainnya seperti kerikil,
pecahan genteng, pasir kali, gabus putih
dan lain-lain.

Sedangkan
cara
atau
prinsip
hidroponik menurut Lingga, 1987 adalah

dasar

Prinsip dasar hidroponik dapat diterapkan


dalam berbagai cara. Lewat pemahaman
dasar-dasar hidroponik, maka setiap
peminat dapat memilih cara atau
menciptakan cara baru yang sesuai
dengan keinginan. Dengan demikian
metode hidroponik dapat disesuaikan
dengan kondisi keuangan dan ruang yang
tersedia. Jadi tak perlu harus terpaku
dengan satu cara atau meniru cara atau
bentuk hidroponik yang sudah ada.

Hidroponik terdapat bermacam-macam cara


klasifikasi, salah satu diantaranya berdasar media : 1)
Kultur air : flood and drain, NFT, 2) Kultur agregat : bahan
anorganik seperti pasir, kerikil, rock wool, bahan organik
seperti arang sekam, serbuk gergaji, sabut kelapa, dan 3)
Aeroponik: medium gas, (Indradewa, et al. 2008).
Berikut contoh-contohnya :
Gambar: Kultur air: flood and drain

2.2.

Kerangka Pikir

Kerangka pikir yang digunakan pada penelitian tentang


hidroponik dalam meningkatkan kesadaran mudahnya
bercocok tanam :
Ketidaktahuan masyarakat tentang sistem penanaman ini
dengan adanya penelitian ini (dari latar belakang yang
harapan)
Dampak/akibat penelitian sistem penanaman hidroponik,
yaitu :
Gambar no 2.1.
Kerangka pikiran penelitian
(kronologis penelitian)

IDENTIFIKASI MASALAH

Dampak/akibat

1.
2.

Nananana...

Pemecahan masalah...

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

Dalam metode penelitian ini mencakup beberapa diantaranya : tempat


dan waktu penelitian, metode penelitian, teknik pengambilan sampel,
teknik pengumpulan data,

A. Tempat dan waktu penelitian


Penelitian ini dilaksanakan di kosan jalan garuda tuparev, sedangkan
waktu yang digunakan untuk penelitian ini di bulan januari selama 3
minggu mulai pukul 16.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB sore saja.
B. Metode penelitian
Metode penelitian ini menggunakan eksperimen
C. Teknik pengambilan sampel
1. Populasi penelitian ini dalam bentuk tumbuhan
2. Sampel penelitian
Terdapat 2 buah tumbuhan penelitian
Gambar 3.1
2 buah sampel penelitian
(gambar tumbuhan)
D. Teknik pengumpulan data
Teknik pengumpulan data yang dilakukan penelitian ini adalah
1. Mengumpulkan materi penelitian beberapa bulan yang lau
2. Mengumpulkan alat dan bahan yang diperlukan
3. Melakukan eksperimen di rumah saya
E. Observasi
dilakukan dengan mengamati objek penelitian yang berkaitan dengan
penelitian ini.
Beberapa hal yang diamati sebagai berikut :
a. Tinggi tumbuhan dalam satu minggu
b. Lama tumbuhan tumbuh
Tabel 3.1 lembar observasi

F. Studi dokumentasi
Studi dokumentasi yang dilakukan dengan memotret objek
penelitian

Anda mungkin juga menyukai