Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN

Judul Acara

: Non-arthopoda Hama Tanaman

Hari/ Tgl Praktikum : Selasa, 29 September 2015


Nama

: Junaidi

Npm

: E1D014113

Dosen Pembimbing : 1. Dr. Ir.Tunjung Pamekas, M.Sc.


2. Dr. Tri Sunardi, M.Sc
Co-Ass

: Tanaka Linggawan. A

LABORATORIUM ILMU HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN


PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2015

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Tumbuhan seperti halnya makluk hidup lainnya, untuk dapat hidup dengan baik harus
mampu berkompetisi dengan organisme lain dan memanfaatkan lingkungan. sebaik mungkin.
Kompetisinya dengan organisme lain menyebabkan gangguan kepada tanaman. Lingkungan
yang tidak menguntungkan untuk tanaman akan memperlemah kondisi tanaman dan akan
menjadi lebih mudah terganggu. Dari segi kebutuhan hidup, sebagian organisme pengganggu
tanaman. memanfaatkan tanaman sebagai pemenuhan kebutuhan hidupnya dan ada sebagian yang
hanya berkompetisi dengan tanaman dalam mendapatkan kebutuhan hidup. Binatang yang
memanfaatkan tanaman atau bagian tanaman untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidupnya
disebut hama, sedangkan yang bukan binatang disebut organisme penyebab penyakit atau
patogen.

Binatang yang berupa hama tanaman dapat terdiri dari kelompok atau filum Nematoda
(cacing), Mollusca (Bekecot), Chordata (terutama Mamalia), dan Arthropoda (terutama
Serangga dan Tungau). Organisme penyebab penyakit atau patogen tanaman dapat berupa
tumbuhan parasit, jamur atau cendawan, bakteri, mikoplasma, dan virus.
Selain hama dan patogen masih ada organisme pengganggu lain, yaitu gulma yang berupa
tumbuhan yang hidup berkompetisi dengan tanaman. Dengan permasalahan seperti ini, Untuk itu
perlu dilakukannya pengendalian terhadap hama tanaman dan pengenalan beberapa klasifikasi
hama dan penyakit pada tanaman. Pada praktikkum kali ini, praktikan akan mencoba untuk

membedakan morfologi jenis hama non arthropoda

1.2 Tujuan Praktikum


Membedakan ciri morfologi penting filum filum non-anthropoda hama dan mengenal
gejala kerusakan tanaman akibat masing masing serangannya.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Hama adalah organisme yang dianggap merugikan dan tak diinginkan dalam kegiatan
sehari-hari manusia. Walaupun dapat digunakan untuk semua organisme, dalam praktik istilah
ini paling sering dipakai hanya kepada hewan.
Binatang yang berupa hama tanaman dapat terdiri dari kelompok atau filum Nematoda
(cacing), Mollusca (Bekecot), Chordata (terutama Mamalia), dan Arthropoda (terutama
Serangga dan Tungau).(purnomo,B,2013)
Tanaman atau kelompok tanaman yang hasilnya diharapkan manusia, selalu
dipengaruhi oleh berbagai factor produksi. Beberapa factor penting yang berpengaruh yaitu
factor internal tanaman itu sendiri, factor lingkungan tanaman, dan factor campur tangan
manusia. Factor internal meliputi : jenis tanaman dan sifat genetic tanaman. Factor
lingkungan tanaman meliputi lingkungan biotic dan abiotik. Contoh lingkungan abiotik
meliputi iklim, cuaca , geografi, dan keadaan tanah. Contoh lingkungan biotic meliputi semua
jasad di selingkungan pertanaman yaitu, binatang, tumbuhan, dan mikroorganisme. Kelompok
binatang yang mengganggu tanaman disebut hama. Kelompok tumbuhan yang berkompotisi
dengan tanaman disebut gulma dan jika tumbuhan hidup pada tanaman disebut tumbuhan
parasit. Kelompok mikroorganisme yang hidup dalam tubuh tanaman disebut parasit. Dan jika
parasit ini hidupnya mengakibatkan penderitaan tanaman maka disebut patogen. Tanaman
yang diganggu disebut juga tanaman inang. (Purnomo, 2006)
Serangan hama pada tanaman adalah masalah yang selalu dihadapi. Serangannya
bahkan bisa mencapai 90% dari keseluruhan tanaman yang berada pada suatu lahan. Karena
itu, pengetahuan tentang hama dan penyakit ini sangat penting artinya bagi orang-orang yang
berkecimpung di bidang ini.( Gembong. 1994.)
Serangan hama terhadap tanaman terutama disebabkan oleh hewan dari filum
Arthopoda. Di antaranya golongan serangga. Jenis ini merupakan musuh utama terbesar pada
tanaman buah-buahan. Hampir 75% dari jumlah binatang yang hidup berasal dari golongan
ini. Dari jumlah tersebut sebagian merupakan hama pada banyak tanaman buah-buahan di
Indonesia. Selain serangga, hama lainnya yang juga sangat mengganggu adalah dad filum
Chordata, seperti kera, babi hutan, tikus, burung, dan kalong; Annelids, seperti nematoda, dan
filum Molluscs, yakni keluarga siput.Penyakit pada tanaman, biasanya disebabkan oleh
gangguan jasad hidup yang bersifat parasit, seperti cendawan, bakteri, dan virus, atau karena
gangguan fisiologis. Bila terjangkit penyakit, maka terjadi perubahan pada seluruh atau
sebagian.(sumarno.1992.)

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Bahan dan Alat praktikum
1. Tikus (Rattus spp.), tupai (Sciurus sp), bekicot (Achatina fullica Fer.), keong mas
(Pomaceaensularis canaliculata), Nematoda (Meloidogyne, Rhabdsitis, dan
Pratylenchus) masing-masing jantan dan betina.
2. Alcohol 70%, kloroform, gliserin, dan kapas.
3. Mikroskop stereo, loup, pinset, cawan petri dan jarum tombak.
3.2 Cara Kerja
1. Tikus dan tupai : Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian perhatikan
bentuk dan ukuran tubuhnya, bandingkan ukuran panjang ekor dengan panjang kepala
dan tubuhnya. Perhatikan warna bulu bagiab atas dan bagian bawah tubuhnya. Hitung
jumlah pasangan putting susu pada betina. Perhatikan bagian-bagian tersebut di atas
dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masing-masing bagian
tersebut.
2. Bekicot dan keong mas : Temukan bagian-bagian utama dari tubuh kemudian
perhatikan tubuhnya yang lunak, bagian depan kepala dan kaki bilateral simetris,
bagian perut umumnya berbentuk spiral dan terbungkus oleh cangkang spiral yang
simetris. Kaki terletak disebelah ventral dan digunakan untuk merayap yang dapat
ditarik ke dalam cangkang. Perhatikan pada kepala yang lemah terdapat dua pasang
tentakel yang dapat diperpanjang dan ditarik kembali. Pada ujung-ujung tentakel
posterior terdapat mata. Pada bagian depan kepala terdapat mulut yang padanya
terdapat gigi parut ( radula) untuk mengunyah makanannya. Pada sisi kanan tubuh
dibelakang kepala dijumpai lubang genital, sedangkan anus dan lubang pernafasan
terdapat dibagian tepi mantel tubuh di dekat batas dengan cangkang. Perlu diketahui
bahwa bekicot mempunyai system reproduksi jantan betina di dalam satu tubuh.
Adanya ovatestis dapat menghasilkan telur maupun sperma. Perhatikan bagian-bagian
tersebut di atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masingmasing bagian tersebut.
3. Melidogyne, Rhabiditid, dan Pratylenchus. Temukan bagian-bagian utama dari tubuh
kemudian perhatikan lubang mulut pada ujung depan dan lubang anus pada ujung
belakang bagian ventral. Pada nematode parasitic dapat anda temukan adanya alat
pencucuk (stylet). Stylet pada marga Tylenchida terdiri dari conus, bagian ujung :
silindris, bagian tengah : dan knop, bagian pangkal. Stylet demikian disebut
Odontostlet. Perhatikan pada nematode jantan Rhabditis, ukurannya relative lebih
kecil disbanding yang betina dan ujung belakang terdapat spikula. Pada nematode

betina, vulva terdapat pada bagian tengah ventral. Perhatikan bagian-bagian tersebut di
atas dan bandingkan keduanya. Gambar dan beri keterangan masing-masing bagian
tersebut.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan


Gambar

Hasil Pengamatan
Nama hama: tupai (bajing)
Filum
: Chordata
Kelas
: Mamalia
Ordo
: Rodentia
Famili
: Sciuridae
Genus
: Callosciurus
Spesies
: Callosciurus sp
Ciri-ciri penting lainnya:
Bagian ekor lebih panjang daripada kepala
Merupakan hewan pemakan buah-buahan
Memiliki gigi (pengerat)
Tubuh ditutupi oleh rambut
Berdarah panas
Hidung pendek
7. Putting susu berjumlah 8-10 buah
Nama hama: tikus
Filum
: Chordata
Kelas
: Mamalia
Ordo
: Rodentia
Famili
: Muridae
Genus
: Rattus
Spesies
: Rattus rattus diarai
Ciri-ciri penting lainnya:
Bagian ekor lebih panjang daripada kepala
Merupakan hewan pemakan tumbuhtumbuhan
Memiliki gigi (pengerat)
Tubuh ditutupi bulu atau rambut
Berdarah panas
Hidung pendek
7. Putting susu berjumlah 10-12 buah
Nama hama : bekicot
Filum
: Molusca
Kelas
: Gastropoda
Ordo
: Pulmonata
Famili
: Achatinidae
Genus
: Achatina
Spesies
: Achatina fulica
Ciri-ciri penting lainnya:
Tubuh lunak
Bersifat hermaprodit
Mempunya ovatestis sehingga dapat
menghasilkan telur maupun sperma
Bagian depan kepala dan kaki bilateral
simetris, bagian perut umumnya berbentuk

spiral dan terbungkus oleh cangkang spiral


yang asimetris
Terdapat dua pasang tentakel yang dapat
memanjang dan memendek
Nama hama : keong mas
Filum
: Moluska
Kelas
: Gastropoda
Ordo
: Mesogastropoda
Famili
: Ampullaridae
Genus
: Pomacea
Spesies
: Pomacea canaliculata
Ciri-ciri penting lainnya:
Bertubuh lunak
Simetris bilateral
Tubuhnya terdiri dari kaki musukular,
kepala beragam menurut kelasnya
Kaki dipakai dalam beradaptasi untuk
bertahan di substrata tau melakukan
pergerakan
Pada kepala yang lemah terdapt dua pasang
tentakel yang dapat memanjang dan
memendek
Nama Hama : burung pipit
Phylum
: Chordata
Class
: Aves
Order
: Passeriformes
Family
: Estrildidae
Genus
: Lonchura
Species
: Lonchura punctulata
Asal
: India, Cina, Asia Tenggara, Afrika
Harapan hidup: 6-8 tahun
Ciri-ciri penting lainnya :

Berparuh pendek

Pemakan biji-bijian

Hidupnya menyebar diwilayah tropis

Nama Hama : monyet


Filum:Chordata
Kelas:Mammalia
Ordo:Primata
Upaordo:Haplorrhini
Infraordo:Simiiformes

Ciri ciri nya :


Memiliki tubuh yang seluruh ditutupi oleh
rambut berwarna abu abu kecoklatan.
Matanya berwarna coklat
Ukuran kepala lebih kecil dari tubuhnya.
Mempunyai pipi seperti kantung.

Nama Hama : Musang


Filum
: Chordata
Kelas
: Mammalia
Ordo
: Carnivora
Familia
: Viverridae
Genus
: Paradoxurus
Spesies
: P.hermaphroditu

Ciri-ciri pentingnya lainya :


Tubuhnya ditutupi bulu yang berwarna coklat
Moncong dan ekornya berwarna hitam
Memiliki motif garis dari dahi sampai dengan
ekor

Nama hama : nematoda


Filum
: Nematoda
Kelas
: Secernentea
Ordo
: Tylenchida
Famili
: Heteroderidae
Genus
: Meloidogyne
Spesies
: Meloidogyne sp.
Ciri-ciri penting lainnya:
Adanya lubang mulut pada ujung depan dan
lubang anus pada ujung belakang bagian
tengah
Tubuh tidak bersegmen (tidak beruas)
Bilateral simetris dan tidak memiliki alat
gerak
4. Tubuh terbungkus oleh kuikula dan
bersifat transparan

4.2 Pembahasan
Monyet
Monyet adalah hewan mamalia menyusui hewan ini sangat sulit juga untuk di
kendalikan karna hewan ini cukup pintar dalam merusak tanaman yang dibudidayakan dan
hewan ini biasanya merusak tanaman secara berkelompok sehingga luar area yang dirusak
juga cukup luas
Hewan ini biasanya hidup lama diatas pohon untuk melindungi diri, dan
persembunyianya kearah hutan yang jauh dari jangkauan masyarakat atau

lahan yang

letaknya jauh dari permukiman. Hewan ini hidup berkelompok.

Musang
Musang adalah nama umum bagi sekelompok mamalia pemangsa (bangsa karnivora)
dari suku Viverridae. Hewan ini kebanyakan merupakan hewan malam (nokturnal) dan
pemanjat yang baik.
Yang paling dikenal dari berbagai jenisnya adalah musang luwak (Paradoxurus
hermaphroditus). Musang ini biasa hidup di dekat pemukiman, termasuk perkotaan, dan
sering pula didapati memangsa ayam peliharaan di malam hari.
Setelah melakukan penelitian pada praktikum kali ini yang membahas tentang
pengenalan hewan Non antrpoda kami mengamati satu hama dari tiap filum - filum. seperti
Tikus adalah hewan mamalia yang sifatnya merusak tanaman, hewan ini disebut juga hewan
pengerat. Tikus dapat berkembang dengan cepat apabila adanya ketersediaan makanan yang
cukup atau berlimpah dan jumlah predator pemangsa tikus sedikit seperti ular dan elang maka
pertumbuhannya akan semakin cepat.

Bagian tanaman yang sering diserang seperti buah

atau biji tanaman.


Tikus termasuk phylum chordate, klas mammalian, ordo rodentia, family muridae.
Tikus memiliki kemampuan indra yang berkembang sangat baik kecuali pada indra
penglihatan. Indra penglihatan pada tikus kurang berkembang dengan baik namun memiliki
kepekaan sangat tinggi terhadap pencahayaan. Kemampuan memanjat dimiliki oleh tikus
rumah dan tikus pohon. Tikus biasanya menyerang tanaman padi dan jagung. Karena sifat
tikus yang poligaf, maka tikus dapat menyerang tanaman kedelai kacang tanah, kacang hijau,
jagung dan lainnya.

Hewan lainya yang mengganggu tanaman dari fillum mollusca yang anggotanya
berperan sebagai hama adalah dari kelas gastropoda yaitu keong mas dan bekicot. Mollusca
merupakan hewan tripoblastik selomata yang bertubuh lunak, tidak bersegmen, mengeluarkan
lender dan kadang kadang mempunyai cangkang.
Bentuk cangkang pada

bakicot atau seperti bentik kerucut dan bergelombang

perbedaanya dengan keong mas ada pada cangkangnya pada keong mas cangkangnya tidak
sebesar dan tidak sekerucut bakicot. Hewan ini memiliki tentakel dua macam yaitu tentakel
panjang berfungsi sebagai tempat melekatnya mata sebagai pengelihatan dan tentakel pendek
berfungsi sebagai peraba pada saat berjalan
Keong emas dan bekicot adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat gerak
atau kakinya.
Keong emas dan bekicot senang hidup ditempat yang lembab, sembunyi pada siang
hari, dan makan pada bahan bahan organic yang mati tetapi ada juga yang makan daun
daun tanaman. Keong emas dan bekicot menimbulkan kerusakan pada daun tanaman. Gejala
yang ditimbulkan adalah daun tanaman menjadi sobek sobek atau bolong bolong atau
rusak.
Pada pengamatan Nematoda yang diamati dimikroskop berupa awetan nematoda
jantan dan betina. Nematoda pada umumnya berbentuk silindris memanjang, hanya beberapa
genus , terutama pada nematode betina. Nematoda merupakan hama tanaman dalam klas
Aphasmidia dan termasuk phylum Aschelminthes. Organism yang menyerupai benang atau
cacing dengan tubuh yang tidak beruas.
Nematoda biasanya menyerang seluruh bagian tanaman seperti akar, umbi, batang,
daun, buah, dan biji. Syarat hidup nematoda yakni harus ada filum air disekitar tempat
hidupnya. Memiliki alat penusuk dan pengisap yaitu stylet. Nematoda ada yang ekstoparasit
yaitu menyerang dari bagian luar jaringan. Ada juga yang bersifat endoparasit yakni
menyerang dan hidup didalam jaringan.
Pada nematoda betina mempunyai bentuk tubuh seperti buah alpukat atau ginjal.
Misalnya seperti Meloidogyne. Sebagian besar nematoda, panjang tubuhnya antara 0,4 0,5
mm, beberapa diantaranya ada yang mencapai panjang 4 mm. Lebar tubuh antara 0,01 0,5
mm dan mempunyai dua bagian lateral yang simetris. Kutikula nematoda agak transparan atau
transparan, tidak bersegmen, terdiri atas anula (lekukan), tetapi ada yang mempunyai kutikula
halus bahkan ada yang sangat kasar seperti duri. Dibawah kutikula terdapat lapisan
hypodermis yang merupakan lapisan tipis yang uniseluler. Nematoda parasit tumbuhan
umumnya parasit obligat denagan panjang rata rata 1 mm kecuali Paratylenchus spp. (3
mm), Longidorus spp. (10 mm).

Kerusak yang sering terlihat dengan mudah seperti Puru pada biji, terjadinya puru atau
pembengkakan pada biji rumput rumputan dan serealia yang terserang Anguina sp.
Tupai adalah hewan mamalia yang ukurannya kecil mirip

dengan bajing. warna

bulunya hitam kecoklatan, jika ditelusuri Secara ilmiah, tupai dan bajing hampir mirip tapi
tidak sama hal yang menyebabkan kedua hewan ini mirip karna masih kerabat dekat atau satu
famili dengan tupai. Tupai pemakan buah muda sedangkan bajing pemakan buah yang sudah
tua seperti buah kelapa.
Menurut penelitian Tupai memiliki otak yang relatif besar. Rasio besar otak berbanding
besar tubuh pada tupai adalah yang terbesar pada makhluk hidup, bahkan mengalahkan
manusia.
Bekicot atau Achatina folica adalah hewan pengganggu tanaman dengan cara
menggigit daun atau merusak bagian tanaman dengan menggunakan mulut parut. selain itu
hewan ini juga merusak tanaman dengan cairan lendir yang keluar saat berjalan dengan kaki
perut yang sifatny toksit (racun) beberapa macam siput darat yang tergolong dalam suku
Achatinidae. Berasal dariAfrika Timur hewan ini digolongkan dengan hewan bertubuh lunak
atau yang dikenal dengan nama Moluska. Hewan ini aktif pada malam hari
Celurut (shrew), yang sering disebut sebagai "tikus", sesungguhnya bukanlah
termasuk golongan hewan pengerat, melainkan hewan pemangsa serangga (Insectivora)

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1. Dari filum chordata, seperti : tupai, monyet, tikus, musang dan lain-lain mempunyai
morfologi yang dapat dikategorikan sebagai hama.
2. Dari filum molussca , seperti : bekicot dan keong emas juga memilki morfologi yang
dapat dikategorikan sebagai hama, akan tetapi memilki morfologi yang agak berbeda
dengan filum chordata.

DAFTAR PUSTAKA
Gembong. 1994. Morfologi Tumbuhan. Universitas Gajah Madah, ali. 2004 .Yogyakarta.
Purnomo.Bambang, 2011. Penuntun Praktikum Daslintan. PS Agroekotek. Faperta Unib.
Bengkulu.
Purnomo.Bambang. 2013. Penuntun pratikum daslntan.faperta UNIB
Sumarno. 1992. Pemuliaan Untuk Ketahanan terhadap Hama. Hal : 348-365. Prosiding
Pemuliaan Tanaman I. PPTI Kom Daerah Jatim. Balittan. Malang.