Anda di halaman 1dari 10

1

ATRIBUT SEISMIK DAN PEMANFAATANNYA


ANNISA TRISNIA SASMI (13/349836/PA/15582)
Berbagai metode dikembangkan untuk mempelajari penjalaran dan sifat
gelombang seismik dengan tujuan untuk interpretasi bawah permukaan.
Salah satu metode yang kemudian berkembang adalah penggunaan atribut
data

seismik

untuk

membantu

eksplorasi

hidrokarbon.

Metode

ini

memberikan cara pandang yang berbeda terhadap data seismik.


Atribut seismik adalah segala informasi yang diperoleh dari data seismik
baik melalui pengukuran langsung, komputasi maupun pengalaman. Atribut
seismik merupakan penyajian dan analisa data seismik berdasarkan informasi
utama, yaitu informasi waktu, frekuensi, amplitudo, atenuasi, dan fase pada
jejak seismik kompleks. Atribut seismik memberikan informasi parameterparameter fisis batuan bawah permukaan seperti amplitudo dan fase yang
secara tidak langsung diperoleh melalui data seismik. Atribut seismik
sekarang telah megalami banyak perkembangan sehingga semakin banyak
informasi yang dapat diekstrak dan ditampilkan untuk keperluan interpretasi.
Atribut seismik juga dinyatakan sebagai sifat kuantitatif dan deskriptif dari
data seismik yang dapat ditampilkan dalam skala yang sama dengan data
aslinya.

Klasifikasi Atribut Seismik (Brown, 2000)

Atribut seismik diperlukan sebagai alat bantu dalam interpretasi seismik


untuk menunjukkan anomali yang tidak terlihat secara jelas dari data normal
seismik. Tiap-tiap atribut saling berhubungan satu sama lainnya, di mana
beberapa atribut memiliki sensitivitas terhadap sifat reservoar tertentu, dan
beberapa atribut lainnya lebih baik di dalam menampilkan informasi ataupun
anomali bawah permukaan yang mula-mula tidak teridentifikasi oleh data
konvensional atau bahkan sebagai indikator keberadaan hidrokarbon (direct
hydrocarbon indicator).
Macam-macam atribut seismik tersebut antara lain:
amplitude,

instantaneous

phase,

instantaneous

instantaneous

frequency.

Seluruhnya

mempunyai kegunaan masing-masing dalam interpretasi seismik.


Secara umum, atribut turunan waktu akan cenderung memberikan
informasi perihal struktur, sedangkan atribut turunan amplitudo lebih
cenderung memberikan informasi perihal stratigrafi dan reservoar. Peran
atribut turunan frekuensi sampai saat ini belum betul-betul dipahami.
Atribut sesaat (instantaneous) seismik mulai diperkenalkan pada akhir
1960-an, seiring dengan meningkatnya aktivitas pencarian anomali pada
daerah brightspot. Fenomena brightspot menjadi indikator utama perubahan
litologi secara tajam yang berasosiasi dengan keberadaan zona gas. Pada
tahun 1960-1970, atribut amplitudo sesaat menjadi atribut seismik yang
umum digunakan dalam eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi. Keberhasilan
amplitudo sesaat sebagai indikator langsung keberadaan hidrokarbon (direct
hydrocarbon indicator) memotivasi pencarian atribut seismik lain.
Atribut sesaat seismik yang lain adalah frekuensi sesaat dan fase sesaat.
Frekuensi sesaat merupakan turunan fase sesaat terhadap waktu. Ada juga
atribut frekuensi dominan sesaat, bandwith sesaat, rerataan dari frekuensi
sesaat dan indikator lapisan tipis. Indikator lapisan lapisan tipis biasa disebut
juga thin beds indicator merupakan selisih dari frekuensi sesaat dengan
rerataan frekuensi sesaatnya.
Perkembangan teknologi khususnya teknologi komputer memberikan
kontribusi yang besar dalam bidang seismik. Perhitungan untuk atribut sesaat
seismik secara cepat dan tepat dapat dilakukan dengan dukungan sumber
daya komputer yang bagus. Perkembangan ilmu matematika juga berperan
penting dalam bidang seismik. Teori transformasi seperti transformasi Fourier
dan Transformasi Hilbert telah memacu perkembangan dari penggunaan

atribut sesat seismik. Untuk memberikan kemudahan bagi interpretasi data


seismik kini telah digunakan skala warna.

Skema alat yang digunakan untuk melakukan kros korelasi terhadap


rekaman data seismics trace
Penggunaan atribut sesaat dari data seismik saat ini memegang peranan
yang sangat penting dalam interpretasi. Interpretasi merupakan pekerjaan
pengolahan seismik lanjut (enhanced seismic processing) yang telah banyak
dikembangkan untuk memahami kondisi bawah permukaan bumi sehingga
membantu pekerjaan eksplorasi hidrokarbon.

Perkembangan teknologi Atribut Seismik (Modified from Barnes, 2001.)


Berikut ini adalah beberapa penjelasan mengenai jenis-jenis atribut
seismik:
1. Frekuensi Sesaat
Frekuensi sesaat digambarkan sebagai laju perubahan waktu dari
fasa sesaat atas window yang ditetapkan pengguna. Frekuensi
sesaat adalah atribut independen amplitudo dan fase informasi dan
mewakili frekuensi terpusat seketika, atau frekuensi spektrum
frekuensi berarti (Taner et al., 1979). Nilai negatif dari frekuensi
sesaat terkait dengan fase pembalikan sudut, yang secara otomatis
diubah menjadi nilai nol, dengan algoritma yang menghitung atribut
ini di Petrel 2.008,1 (Schlumberger, 2007a). Frekuensi sesaat
biasanya digunakan untuk meningkatkan variasi vertikal dan lateral
satuan batuan.
Dalam interpretasi, parameter ini digunakakan untuk melihat
anomali

hidrokarbon

yang

akan

ditunjukkan

dengan

anomali

frekuensi rendah. Efek ini kadangkala disebabkan oleh batupasir

yang

tidak

terkonsolidasi

dikarenakan

kandungan

minyak.

Instantaneous Frequency digunakan juga untuk melihat zona fraktur


(rekahan) karena zona fraktur akan berasosiasi dengan zona
frekuensi rendah. Disamping itu digunakan juga sebagai indikator
ketebalan lapisan. Juga untuk melihat geometri perlapisan yang
masif seperti sand-prone lithologies.

2. Frekuensi Dominan
Frekuensi

dominan

adalah

atribut

terakhir

yang

dikombinasikan dengan frekuensi sesaat (instantaneous frequency)


dan bandwidth sesaat (instantaneous bandwidth) yang dicirikan
dengan waktu yang berbeda-beda sifat spektral dari data seismik.
Hal tersebut dinyatakan dalam persamaan:

Dimana:

3. Amplitudo seismik
Atribut amplitudo merupakan atribut dasar dalam jejak (trace)
seismik yang dapat digunakan untuk melacak perubahan litologi
batuan yang ekstrim seperti adanya keberadaan reservoir.
Amplitudo Seismik, Salah satu sinyal seismik yang umummya
digunakan

untuk

mendapatkan

informasi

reservoir

adalah

amplitudo. Pendekatan interpretatif untuk mengevaluasi reservoir


dari atribut amplitudo menggunakan asumsi yang sederhana, yaitu
brightspot pada peta seismik yang mendasarkan pada besar
kecilnya amplitudo akan lebih tinggi bila saturasi hidrokarbon
tinggi,

porositas

semakin

besar,

pay

thickness

lebih

tebal

(walaupun dengan beberapa komplikasi tuning effect). Secara


umum bahwa semakin terang brightspot (semakin nyata kontras
amplitudo) semakin bagus prospeknya. Dalam gelombang seismik,
amplitudo menggambarkan jumlah energi dalam domain waktu.
Amplitudo seismik paling banyak dimanfaatkan untuk mengenali
anomali amplitudo akibat hidrokarbon, misalnya anomali daerah
terang, daerah buram dan seterusnya. Amplitudo seismik juga
umum digunakan untuk pemetaan fasies dan sifat reservoar.
Perubahan

lateral

amplitudo

sering

dipakai

pada

studi-studi

stratigrafi untuk membedakan satu fasies dengan fasies lainnya.


Secara umum, kegunaan utama atribut amplitudo adalah untuk
mengidentifikasi parameter-parameter sebagai berikut:
1. Akumulasi gas dan fluida
2. Gros litologi
3. Gros porositas
4. Batupasir channel dan deltaik
5. Jenis-jenis tertentu reef
6. Ketidak selarasan
7. Efek tuning
8. Perubahan stratigrafi sekuen

4. Graphic Equalizer (Filter)

Equalizer atribut grafis sebagai frekuensi band-pass filter


yang ditetapkan pengguna yang dapat diterapkan untuk
melemahkan atau meningkatkan frekuensi tertentu, atau
interval frekuensi, dalam rangka meningkatkan rasio signal-tonoise dan kontinuitas reflektor.
Dalam Petrel penyaringan ini dijalankan dalam domain
frekuensi dengan Persamaan :

Dimana W () adalah frekuensi sampel fungsi pembobotan


interpolasi linier berdasarkan pengaturan yang ditetapkan
pengguna. Dalam Persamaan 7 sinyal frekuensi diwakili oleh
koefisien yang dinyatakan sebagai besarnya dan sudut fase ().
adalah frekuensi radian.
Referensi

Harvey, EL. 2001. Techniques for volume interpretation of seismic attributes.


Journal of KF UPM.