Anda di halaman 1dari 10

22 September 2015

Apa dan mengapa dengan LGBT?


Oleh Zikril Hakim

LGBT, Ya bagi saudara yang sudah pernah mendengar istilah yang


satu ini pasti akan tersenyum dengan penuh tanda tanya dan diselimuti
perasaan yang menggelikan setelah mendengar istilah itu. Ya kalau saya
secara spontan akan saperti itu, entah lah dengan saudara-saudara yang
lain, saya tidak memaksakan kalau saudara sependapat dengan saya. Dan
saya menganggap jika saudara-saudara merasa singkatan itu mempunyai
arti yang biasa-biasa saja, saya dengan berani mempertanyakan sikap
kebiasa-biasaan saudara tersebut.
Yang belum tahu mengenai istilah ini tentu sekarang bertanya-tanya
ada apa dengan huruf yang terdiri dari L.G.B dan T? Maaf bukannya saya
bermaksud melecehkan, jika saudara belum mengenal atau pernah
mendengar istilah diatas ke-updetan anda sebagai pemuda yang terlahir di
era

gadget

ini

perlu

dipertanyakan.

Sudah

saya

tidak

terlalu

mempersoalkannya. LGBT akhir-akhir ini menjadi sebuah trend baru, trend


ini bukan hanya dalam tataran lokal namun mengglobal. Pernahkah saudara
mendengar keputusan pemerintah Amerika Serikat baru-baru ini yang
melegalkan penikahan sesama jenis? Saya rasa pernah, tapi jika belum
mendengar sama sekali saya akan menjelaskan secara ringkas. Ya entah
beberapa minggu atau bulan yang lalu, Para kaum pecinta sesama jenis
termasuk didalamnya Gay, Lesbian, Bisexsual dan Trangender menyambut

dengan gegap gempitanya mengenai keputusan Barack Obama yang


melegalkan penikahan sesama jenis. Bahkan belum lama ini parade besarbesaran komunitas homoseksual berlangsung juga di negeri paman Sam
yang selalu mencetuskan trend-trend kontroversial itu dan acara itupun
diikuti oleh salah seorang publik figur terkenal Indonesia, yaitu Aming ya
saudara tentu mengenal seorang Aming dalam dunia entertaiment bukan?
Sehubungan dengan pemberitaan terkait,

baru-baru ini juga terjadi hal

yang persis hampir sama bukan lagi di Amerika namun di negara kita
Indonesia, yaitu pernikahan sesama jenis yang berlangsung di Pulau Bali,
memang pemerintahan Indonesia belum melegalkan pernikahan sesama
jenis namun itu terjadi ya begitulah. Begitu cepatnya trend global ini terjadi
di negri ini bukan? (Untuk infomasi yang lebih lanjut silahkan suadara mensearchingnya di Internet). Dengan dalih Hak Asasi Manusia dan kelainan
genetika mereka mulai berani mempublikasikan kegiatan-kegiatan mereka
terhadap media. Dan saya tidak merasa kaget dengan melihat perkembangan
dunia yang begitu keblinger yang sudah mendobrak nilai-nilai moral dan
agama. Saya tidak sepenuhnya setuju anggapan yang menyatakan bahwa
LGBT berasal dari bawaan genetik. Ini merupakan sebuah penyakit sosial,
itu baru anggapan sepihak. Ya itu anggapan saya. Hemat saya pola prilaku
keluarga serta lingkungan sosial lah yang telah melahirkan pribadi-pribadi
menyimpang

dari

kenormalan

sebagai

sejatinya

manusia.

Dan

ini

merupakan bentuk pengkhianatan terhadap sifat lahiriah kita sebagai


seorang makhluk ciptaan Tuhan.
Nah, sudah pahamkan apa itu LGBT, ya keempat huruf tersebut
menjadi trend dari penamaan terhadap kaum-kaum yang merasa dirinya
atau jiwanya tersesat di dalam raga yang salah ya itulah dia LGBT

singakatan dari Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender. Yap, LGBT


gabungan beberapa sekelompok orang yang boleh dikatakan abnormal.
Kenapa dikatakan abnormal, ya jelas mereka tidak sperti kebanyakan
orientasi manusia lainnya. Orientasi sexual yang dianut oleh komunitas ini
tidak lagi tertarik dengan lawan jenisnya, namun orientasi sexualnya ke
sesama jenis. Kita tahu Tuhan hanya menciptakan dua jenis manusia, dan
manusia awal yang diciptakan Tuhan adalah manusia yang berlawanan jenis
dan mereka berdua berpasangan yaitu seorang Laki-laki dan seorang
Perempuan, itulah nenek moyang kita Adam dan Hawa. Kenapa Tuhan
menciptakan Hawa? Itu menandakan bahwa seorang Adam diciptakan
dengan

orientasi

sexual

terhadap

lawan

jenis.

Seandainya

Tuhan

menciptakan Adam lainnya tentu kita tak akan pernah ada di dunia ini. Dan
saya tidak akan percaya bahwa Tuhan akan menciptakan seorang manusia
yang memiliki orientasi sexual sesama jenis.
Agar kita tidak kabur dengan masing-masing jenis dari LGBT. Mari
kita defenisikan satu persatu apa itu Lesbian, Gay, Bisexual dan
Transgender:
1. Lesbian

:Perempuan yang orientasi sexualnya kesesama

prempuan
2. Gay

:Laki-laki yang orientasi sexualnya kesesama

laki-laki
3. Bisexual

:Laki-laki/perempuan yang orientasi sexualnya

yang menyukai kedua jenisnya baik itu laki-laki/perempuan


4. Transgender:Sebuah orientasi sexual laki-laki/perempuan
dengan mengidentifikasi bahwa dirinya menyerupai laki-laki
atau perempuan, inilah yang sering dinamai dengan waria.

Itulah sedikit penjelasan mengenai defenisi masing-masing kelompok


dari LGBT. Dan mungkin saudara memiliki defenisi masing-masing terhadap
komunitas LGBT ini.
Apakah LBGT muncul dai sifat lahiriah?
Alasan dari keberanian komunitas LGBT yang akhir-akhir ini gencar
dalam menyuarakan ataupun mempublikasikan aspirasi dan kegiatankegiatan mereka mungkin salah satunya adalah berlindung dari sebuah
Teori Gen Gay yang menyatakan bahwa seorang yang dianggap homosexual
diakibatkan oleh gen bawaan lahiriah atau semenjak ia dilahirkan dan itu
dipengaruhi oleh gen orang tua mereka. Dan mereka menyatakan ini
bukanlah hal yang salah dan mereka merasa sebagai minoritas yang
didiskriminasikan. Bagaimana pula maksudnya teori gen gay ini?
Menurut salah satu artikel di sebuah laman Internet menyatakan
Teori Gen Gay ini mulai diperkenalkan oleh Magnus Hirscheld dari Jerman
pada 1899, ia menegaskan bahwa homosexual adalah bawaan dan perlu
adanya persamaan hukum terhadap kaum homosexual tersebut. Kemudian
penelitian ini dilanjutkan oleh ilmuwan lainnya yaitu Pada 1991, Dr.Michael
Bailey dan Dr.Richard Pillard. Mereka meneliti pasangan saudara: kembar
identik, kembar tidak identik, saudara-saudara biologis dan saudara-saudara
adopsi; salah satu di antaranya adalah seorang gay. Terdapat 52% pasangan
kembar identik dari orang gay berkembang menjadi gay. Hanya 22%
pasangan kembar biasa yang menunjukkan sifat itu. Saudara biologis
mempunyai kecenderungan 9,2%, dan saudara adopsi 10,5%. Namun gen di
kromosom yang membawa sifat menurun itu Tidak berhasil ditemukan.

Kemudian pada tahun 1993 Dean Hamer yang juga seorang gay
melakukan sebuah penelitian yang sama namun pada risetnya tidak
mendukung

bahwa

gen

adalah

faktor

utama

yang

melahirkan

homoseksualitas. Begini pernyataan Dean Hammer yang dimuat dalam


sebuah artikel tersebut:
Kami

menerima

bahwa

lingkungan

mempunyai

peranan membentuk orientasi seksual Homoseksualitas


secara murni bukan karena genetika. Faktor-faktor lingkungan
berperan.

Tidak

ada

satu

gen

yang

berkuasa

yang

menyebabkan seseorang menjadi gay kita tidak akan dapat


memprediksi siapa yang akan menjadi gay.
Riset-riset
menemukan

yang

bahwa

melakukan

gen

bukanlah

penelitian
faktor

selanjutnya
utama

yang

juga

tidak

melahirkan

homoseksualitas. Memang kita pernah melihat bahwa ada manusia yang


diciptakan sebagai hemaprodit atau memiliki kelamin ganda namun secara
genetik tidak ada manusia yang memiliki kelamin normal yang mempunyai
kecendrungan homosexual. Jadi apakah sebenarnya yang menyebabkan
sesorang menjadi seorang gay?
Menurut saya adalah sebuah kesalahan dari lingkungan terdekat
yang menyebabkan seseorang terjerumus kedalam penyakit seperti ini.
Prilaku-prilaku di dalam kehidupan dalam keluarga turut andil dalam
mempengaruhi seseorang. Selain itu pengaruh dari lingkungan sekitar atau
sosial masyarakat turut mempengaruhi psikologi seseorang tumbuh dan
berkembang. Salah satu contoh seseorang menjadi gay mungkin karena
adanya trauma masa kecil yang pernah ia alami, seperti korban kekerasan
sexual yang pernah ia terima oleh orang terdekat atau perlakuan orang tua
yang tidak terlalu memerhatikan anak dan bisa saja sebaliknya orang tua

terlalu memanjakan sang anak dan melakukan pembiaran-pembiaran


terhadap prilaku anak yang serba ingin tahu.
Berikut sedikit contoh kasus lain yang digambarkan melalui sebuah
film dengan judul The Imitation Game yang diadopsi dari sebuah buku yang
bejudul Alan Turing : The Enigma karya Andrew Hodges dengan latar
Perang Dunia ke-II di Eropa. Dalam film ini digambarkan seorang profesor
Matematika terbaik Inggris masa itu yang bekerjasama dengan militer
Inggris dalam sebuah tim khusus yang bersifat rahasia. Profesor ini bernama
Alan Turing yang berusaha memecahkan sandi militer sistematis yang tidak
mungkin dipecahkan milik Nazi. Dan sandi ini dikenal dengan nama
Enigma. Turing berusaha memecahan kode sandi tersebut ia memecahkan
dengan jalan menciptakan mesin yang dapat memecahakannya dan dia
berpendapat bahwa sebuah mesin hanya dapat dilawan dengan mesin dan
dia berhasil memecahkan Enigma. Sejarawan pun menacatat keberhasilan
Turing

ini

dapat

mempersingkat

perang

selama

dua

tahun

dan

menyelamatkan jutaan umat manusia dari ancaman kematian.


Apa hubungannya dengan pembahasan kita, baik saya lanjutkan di
sela-sela pengerjaan project Enigma Alan Turing ini mengakui kepada
tunangannya seorang perempuan cantik dan juga jenius, ia adalah Joan
Clarke yang juga partner dalam project Enigma pengakuan itu adalah ia
merupakan seorang Homosexual dan ia tidak yakin dapat melanjutkan
hubungan mereka ke jenjang pernikahan. Keabnormalannya ini sudah
digambarkan dalam film ini yaitu pada masa remajanya. Dia seorang yang
jenius yang jauh melampui teman-teman lainnya dalam sekolah, dan hanya
ada

satu

teman

dekatnya

yang

mampu

menyamainya

dalam

soal

matematika. Penyakit yang diidapnya ini muncul setelah kedekatanya

dengan Crhristopher Morcom, kedekatan Turing dengan Marcom seolah tak


terpisahkan dan ini karena mereka berdualah siswa yang tepandai di kelas.
Untuk mengisi waktu luang mereka selalu menyampaikan pesan dengan
menggunakan sandi dan semua teman-teman bahkan Guunya mengolok
sandi tersebut, hanya ia dan Marcom lah yang paham akan pesan yang
saling mereka sampaikan dan ini dikenal dengan Kriptografi. Namun
kedekatan Turing dengan Marcom saat itu berakhir dengan tragis dengan
kematian Marcom karena mengidap penyakit TBC. Hal inilah yang membuat
Turing selalu terkenang dan tak bisa lepas dari bayang-bayang Marcom
sehingga ia

menamakan mesin temuan dalam project Enigma tersebut

dengan nama awal Marcom yaitu Christhoper. Dan akhirnya setelah project
Enigma selesai ia dipenjara atas tuduhan perbuatan tidak senonoh terhadap
seorang lelaki, selanjutnya dia melakukan rehabilitasi hormon dan tragisnya
ia bunuh diri beberapa tahun kemudian setelah menjalani masa rehabilitasi
tersebut.
Dari contoh kasus yang digambarkan dalam film ini orientasi sexual
yang timbul dalam diri Alan Turing bukanlah bawaan genetik, menurut saya
ini karena dipengaruhi lingkungan terdekatnya. Sekolahnya saat SMA
digambarkan di dalam film tersebut adalah sebuah asrama yang kesemua
muridnya dalah laki-laki. Disinilah munculnya orientasi sexual menyimpang
Turing, karena pergaulan sesama laki-laki dan perlakuan teman laki-laki
lain yang buruk dan kasar terhadapnya serta kejeniusannya yang luar biasa
ia merasa terasingkan dan hanya menemukan seorang yang teman dekat dan
mampu menyamai dirinya yaitu Christopher Marcom. Dia lebih tertarik
dengan Marcom dan Kriptografi yang diperkenalkan oleh Marcom sehingga

ia merasa ada seorang temaan dekat yang mampu mengerti dengan


keadaanya yang terasing dalam pergaulan.
Namun melihat alur cerita dalam film ini, saya akui ini adalah salah
satu film yang berkualitas dan berhasil membuka salah satu rahasia selama
perang dunia ke-2, namun penggambaran tokoh dengan alur yang apik ini
hanyalah sebuah propaganda untuk mensugesti kita sebagai penonton dan
pesannya adalah bahwa dengan pencapaian Turing yang luar biasa itu
orientasi sexual Turing yang menyimpang menjadi sebuah penyimpangan
sexual yang dapat kita terima dan kita maklumi.
Jelas, penggambaran dari contoh kasus yang telah dipaparkan
tersebut, memang inilah andil besar yang sangat harus di lakukan dalam
lingkungan

terdekat

kita

yaitu

keluarga.

Keluaraga

sangat

perlu

memberikan pehatian yang lebih terhadap perkembangan seorang anak baik


dalam belajar disekolah, pergaulan dengan sesama teman dan hubungan
sang anak dengan lingkungan masyarakatnya selain itu keluarga perlu
mengedukasi dan mengontrol anaknya mengenai apa itu sex, sikap-sikap
yang

dapat

meluruskan

rasa

ingin

tahu

besar

anak

terhadap

ketertarikannya dengan hal-hal yang baru didalam masa pertumbuhan


terutama dalam masa remajanya.
LGBT hari ini
Yang menjadi polemik saat ini adalah propaganda yang mereka
lakukan terhadap dunia bahwa persoalan mereka adalah suatu kesalahan
genetika dan itu sudah bawaan dari lahir dan bukanlah kesalahan dari
mereka bahwa mereka terlahir dalam kondisi seperti itu. Selain itu
perlindungan mereka terhadap LSM yang aktif menyuarakan Hak Asasi

Manusia. Pemikir dan aktivis liberal turut mengakui dan mendukung


aspirasi-aspirasi komunitas ini, dan di Indonesia komunitas-komunitas
LGBT mulai tersebar di berbagai daerah terutama kota-kota besar. Ini juga
alasan logis karena kota-kota besar Indonesia mulai memiliki nilai dan
norma agama yang longgar di banding daerah-daerah di luar kota besar.
Pengakuan perkawaninan sesama jenis yang sudah didengungkan
Amerika Serikat membuat dunia menjadi terhenyak, terutama negaranegara yang berpandangan anti liberal atau negara yang menjunjung nilainilai dan norma-norma keagamaan. Saya yakin agama manapun akan
bersebrangan dengan perkawinan sesama jenis. Dan dalam referensi islam
yang terekam dalam Al-Quran persoalan dewasa ini juga terjadi pada zaman
Nabi Luth, dimana kehidupan masyarakatnya menganut orientasi sexual
sesama jenis. Dan bisa kita lihat bagaimana murkanya Allah dengan
mengazab masyarakat kota Sodom dengan membinasakan kaum Nabi Luth
itu dengan cara membolak-balikan bumi tanpa ampun. Begitulah gambaran
bagaimana murkanya Allah dengan perbuatan tak senonoh macam itu. Dan
saya pun meyakini agama apapun akan mengutuk penyakit semacam ini.
Di Indonesia kita melihat aktivis yang pro LGBT dengan giat
menyuarakan aspirasi komunitas LGBT bahkan meminta presiden Joko
Widodo untuk melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Barack
Obama untuk melegalkan perkawinan sesama jenis di Indonesia. Dan
persoalan ini beberapa bulan yang lalu diangkat dalam acara debat dalam
salah satu stasiun televisi swasta. Dan salah satu aktivis yang turut
bersuara menyuarakan aspiasi komunitas LGBT yaitu publik figur yang kita
kenal selama ini sebagai Newsengker yaitu Jeremi Tetty. Di dalam
peredebatan itu terlihat begitu sengitnya perdebatan mengenai polemik

pelegalan perkawinan sesama jenis. Bagaimana pun juga seekor hewan


sekalipun akan tertarik dengan lawan jenis ketimbang sesama jenis. Dan
seorang LGBT itu lahir karena kedua orangtuanya berasal dari seorang Ayah
dan Ibu mereka.
Mohon maaf, sekali lagi tulisan ini bukan bermaksud untuk
menghina saudara-saudara atau komunitas LGBT . Mereka juga manusia
dan berasal dari zat yang sama dengan kita. Saya berharap adanya sebuah
kebijakan oleh pemerintah yang dapat diterima

bagi yang pro maupun

kontra terkait polemik LGBT ini. Saya yakin polemik LGBT menjadi sebuah
persoalaan yang tak ada habisnya dan sudah barang tentu saudara memiliki
pandangan masing-masing terkait polemik ini dan sekali lagi saya tidak
memaksakan saudara untuk sependapat dengan saya dan saudara bebas
untuk memiliki argumen yang berebeda.
Wassalam