Anda di halaman 1dari 21

RANGKUMAN LESI-LESI INTRAORAL

WHITE LESSION
No.
1.
Leukoedema

2.

White Sponge Nevus

Diagnosa Lesi

Ciri Utama
Warna putih hilang saat
peregangan/tekanan mukosa
Idiopatik,pemicu:rokok,nyirih
Di mukosa bukal/bilateral

3.

Focal Hyperkeratosis

4.

Linea Alba

Deskripsi Lesi
Lesi berupa bercak, menyebar

Treatment
perlu

Terdapat peninggian, Mukosa


tampak tebal, berlipat, bisa
dikerok,jinak
Warna tetap putih meski
diregangkan
Genetik

Lesi berupa plak, irregular.

perlu, selama asymtomatik dan


junak

Lesi
yang
berhubungan
dengan
trauma(tekan,gigitan,gesekan)
Daerah: bibir, mukosa bukal,
lateral lidah.

Lesi bercak, irreguler.

perlu, hilangkan kebiasaan buruk

Hiperkeratotik karena gesekan


sepanjang garis oklusal.
Garis bergelombang putih,
horizontal, terdapat
peninggian permukaan,
sepanjang M2-C.

Lesi berupa plak.

perlu,

5.

Nicotine Stomatitis

Smokers keratosis
Area:palatum
Ada noda nikotin pada gigi

Lesi keratosis berwarna putih


menyebar
dg
nodulus/titik
merah(red dots)

Menghentikan kebiasaan merokok

6.

Smokeles Tobacco-Assosiated Lession

Lesi putih pada area mukosa


vestibulum/mukobukofold RB
Kebiasaan nginang

Lesi
putih
pada
vestibulum/mukobukofold

Menghentikan kebiasaan nginang

Infeksi Epstenin-Barr virus


(EBV)
Berhubungan
dg
pasien
immunosupresi (ex: pasien
HIV-AIDS, transplantasi
Lesi seperti rambut.
HPA:CD4 &lim T rendah

Lesi berupa plak, irregular.


Area terbanyak pada lateral lidah.

perawatan
(antivirus&antiretroviral).

7.

Hairy Leukoplakia

8.

Hairy Tongue

pemanjangan papilla filiformis


serta peningkatan keratinisasi
papila white hairy tongue
karena pengaruh makanan
black hairy tongue

Lesi berupa desquamasi


dorsum lidah.

9.

Actinic Cheilitis

Solar cheilitis

Lesi berupa makula. Bisa ulceratif

pada

hanya

Biopsi, eksisi, sun screen/sun block

10.

Idiopatic Leukoplakia

Paparan sinar UV
Area:vermilion bibir bawah

Suatu lesi putih pada mukosa


mulut yang tidak dapat
diangkat
Lesi praganas. Human papillo
ma virus (HPV) mungkin ber
hubungan dengan patogenesis
nya.

bercak/
plak
putih
dengan
permukaan lesi tampak licin, tebal
dan
berfisur
pada
daerah
vertibulum, bukal>palatal, alveolar
ridge, bibir > lidah, dan dasar
mulut.

Biopsi
Menghilangkan etionya

erythema migrans/ benign


migratory glositis.
Rekurens
Lesi membentuk pulau-pulau
pada dorsum lidah

Lesi berupa eritema, multiple,

Self limiting
Apabila terasa sakit dapat diberikan
antijamur
atau
topikal
kortikosteroid

11.

Geographic Tongue

kalo udah parah.

12.

Lichen Planus

Lesi disertai di tangan&kaki


Ada 2 tipe, erosi dan non

Lesi berupa

Istirahat,
terapi
immunosupresan

13.

Oral Candidiasis

C. Albicans C. Tropicalis, C.
Glabrata.
Klasif:akut(psuedomembran
type, kronik (erytematous
type, hiperplastic type)

Lesi berupa Plak putih/ krem,


difus, kasar pada mukosa bukal,
lidah, dan palatum lunak

Hilangkan faktor penyebab


nystatin

steroid/

14.

Fordyces Granules

RED LESSION
No.
Diagnosa Lesi
1.
Congenital Hemangioma

2.

3.

Thalangiectasia

Pyogenic Granuloma

Dapat dikerok

variasi normal saat pubertas

Ciri Utama
Terjadi proliferasi pembuluh
darah
Jika ditekan kemerahan hilang
Ada 2 jenis cavilary dan
cavernosus

displasia dari kapiler


mudah
berdarah
epistaksis
genetik

Lesi proliferasi jar.ikat


Etio:trauma
Masa jaringan ikat

disertai

gingiva

Lesi berupa papula putih/ krem


kekuningan
Multiple berkelompok,
kasar.

Deskripsi Lesi
-

perlu,

Treatment
Eksisi atau cryotherapy/
therapy.

Lesi berupa Papula merah yang


multipel, ukuran 1-2mm

Terapi supportif

Lesi berupa nodul


Pada gingiva, bibir bawah, mukosa

Eksisi

laser

Tidak menghasilkan pus

4.

Giant Cell Granuloma

Lesi hiperplasi jaringan ikat


akibat respon injuri
multinucleated giant cell (HPA).

Lesi berupa nodul merah


diameter 1 cm.
Pada gingiva daerah anterior
sampai M1

Eksisi

Lesi berupa bercak/ plak merah,


permukaan halus dan licin.

Eksisi

Suatu lesi premaligna, berwarna


merah
Idiopatik berhubungan dgn
tembakau
Asymtomatic

Cheilitis & glositis


Sakit dan Seperti terbakar

Lesi kasar berfisur pada permukaan


bibir dan sudut mulut.
Atropi papilla dan erytema

Vit B kompleks

Atropi papilla dan erytema

Diet vitamin B12 secara parenteral

sakit dan Seperti terbakar

5.

Erytroplakia

6.

Vitamin B Deficiency

7.

Pernicious Anemia

bukal, lidah.

VESICULO-BULLOUS
No.
Diagnosa Lesi
1.
Infeksi Herpes Simplex 1

Ciri Utama
Primmary herpetic ginngivous

Deskripsi Lesi

Treatment

Acyclovir

2.

Infeksi Varicella Zoster

Infeksinya unilateral
Area: lidah dan mukosa

Acycovir

3.

Infeksi Coxsackie

Foot, hand and mouth disease

Lesi berupa vesikula

4.

Infeksi Measles

Muncul bercak di mukosa


(Copliks Spot) sebelum muncul
bercak di tubuh

Lesi berupa bercak


Jumlah multiple

Asiklovir per oral atau topikal

5.

Phempigus Vulgaris

6.

Mucous Membrane Pemphigoid (MMP)

7.

Bullous Pemphigoid

VERRUCAL PAPILLARY
No.
Diagnosa Lesi
1.
Squamous Papiloma (Oral Wart)

2.

Papillary Hyperplasi (Palato Papiloma)

Dapat terjadi di kulit, mata, oral


Ada di mukosa bibir, pipi,

gingiva, palatum
Lesi bulla mudah pecah dan
meninggalkan erosi
Lesi kambuhan dan dapat
menyebar
Terbatas hanya di mukosa mata
dan oral
Ada di palatum, gingiva, dan
mukosa bukal
Lesi bulla lebih tebal dan dapat
bertahan
lama
dibanding
pemphigus vulgaris
Lesi meninggalkan cicatrix
Lebih banyak terjadi di kulit
dibanding mukosa oral
Di kulit terjadi di lipatan ketiak,
paha, dan perut paling sering
Lesi oral serupa dengan MMP,
pembeda dari tes Nikolsky (-)
sedang MMP (+)

Lesi primer berupa bulla


Lesi sekunder berupa erosi
Jumlah multiple

Steroid oral atau topikal atau


kombinasi

Lesi primer berupa bulla


Steroid oral atau topikal atau
Lesi sekunder bisa berupa ulkus
kombinasi
atau cicatrix

Lesi primer berupa bulla


Steroid sistemik
Lesi sekunder bisa berupa ulkus Antibiotik
(tetrasiklin
atau cicatrix
erytromycin)

Ciri Utama
Akibat infeksi HPV

Sering pada pasien HIV/AIDS


Permukaan seperti kembang kol
Ukuran < 1 cm; jumlah single
Lokasi: lidah, dasar mulut,
palatum, uvula, vermilion
Lesi berbentuk menonjol dan

Deskripsi Lesi
Lesi primer berbentuk verukal
Berwarna pink- putih

Lesi

berbentuk

dan

Treatment
Bedah eksisi
Pada orang HIV rekurensi sering
terjadi

papula, Pemeliharaan oral hygiene

multipel
Mengalami
kemerahan
(erytematous) dan edematous
(pembengkakan)
Seperti cobble stone atau
kumpulan batu
Akibat gigi tiruan lepas
Banyak di palatum durum
Akibat sifilis sekunder

Kebanyakan di kulit, bila di oral


tampak massa seperti jamur,
merah, lobuler
Lesi papiler dan rapuh

mayoritas bulat dan tumpul


Terapi antifungal
Terikat kuat dengan bangunan Surgical removement
normalnya
(tidak
mudah
digerakan)

Lesi menonjol

Antibiotik
untuk
Treponema

Akibat HPV dan insidensi

meningkat pada HIV AIDS


Berbentuk papila lembut (tidak
begitu menonjol)
Sifat sesil (menyatu dengan
jaringan sekitar)

Lesi berupa nodul


Berwarna pink
Jumlah multiple

Surgical eksisi

Akibat iritasi lokal, HPV,

defisiensi vitamin
Massa nodul jaringan lunak
tersebar dan berkelompok
Terdapat di mukosa bukal,
labial, lidah, dan gingiva

Lesi berupa nodul


Jumlah multipel
Berwarna pink hingga putih

perawatan (terutama lesi yg


menyebar)
Surgical untuk lesi sedikit

Akibat sinar matahari, virus,


bahan kimia
Pada kulit atau bibir bawah
Lesi bisa single/ multipel

Lesi awalnya makula merah> Dapat regesi spontan


papula padat> 4-8 minggu> Surgical eksisi
nodul
padat,
menonjol,
asimptomatik

Akibat penggunaan tembakau

Lesi

3.

Condyluma Latum

4.

Condyluma Acuminatum

5.

Focal Epithelial Hyperplasia (Hecks Disease)

6.

7.

Keratoachantoma

Verrucous Carcinoma

awal

seperti

verucal Surgical

mengobati

ORAL ULCERATION
No.
1.
Traumatic Ulcer

Diagnosa Lesi

a.

Traumatic Ulcer Akut

b.

Traumatic Ulcer Kronik

dalam berbagai bentuk, virus


HPV
Pada mukosa bukal dan gingiva
Pada ginggiva lesi cekat
Banyak pada laki-laki >50 thn
Tidak metastase
Ciri Utama
Bentuk ulcer menyerupai bentuk
penyebab
Sembuh dalam 10 hari

Ulcer terasa nyeri


Berwarna kekuningan dengan
tepi merah
Sembuh dalam 7-10 hari
Sembuh membentuk epitel
normal kembali
Ulcer tidak begitu nyeri
Berwarna kekuningan dengan
tepi ada scar atau cicatrix
Sembuh membentuk pengerasan
epitel penggantinya

c.

Traumatic Granuloma

Ulcer kronis

Lokasi biasanya di lidah

Dapat mencapai permukaan


mukosa yg dalam sampai otot
skelet

d.

Riga Fede

Ulcer trauma akibat natal teeth

hyperplasi
(superfisial
dan Radioterapi
putih) > leukoplakia (batas Kombinasi
ireguler) > lesi menyebar
jaringan sekitar, bila tidak
dirawat bisa menembus tulang

Deskripsi Lesi
-

Lesi berukuran 1-2 cm


Berwarna kecoklatan
Berjumlah single

Treatment
Hilangkan penyebab trauma

Hilangkan penyebab trauma

Hilangkan penyebab trauma

perawatan, self limiting dalam


beberapa minggu

e.

2.

Necrotizing Sialometaplasia

Infeksi Bakteri Sifilis


a. Fase primer (Lesi Chancre)

Biasanya di ujung lidah

Ulcer kronis
Lokasi biasanya di palatum
Akibat nekrosis iskemik gl.
saliva

Ulcer
tidak
nyeri
dan
mengalami indurasi
Berwarna kuning dengan tepi
membulat kemerahan
Tidak ada eksudat

Ulcer destruktif
Menyebabkan perforasi
Biasanya di palatum
Tidak nyeri

b.
c.

Fase sekunder (Condyluma Latum)


Fase tersier (Gumma)

3.

Infeksi Gonorrhea

Ulcer multiple
Berbentuk erythema
Bisa terjadi di oral ataupun
faring

4.

Infeksi TB

Ulcer kronis

Biasanya dilapisi eksudat abu

Lesi berjumlah single/ multipel

Lesi berbentuk ireguler


Berbatas tidak tegas

perawatan, self limiting

Antibiotik (penicilin,
ciprofloxacin)

Antituberculosis
ethambutol)

ampisilin,

(Rifampicin,

5.

Necrotizing Ulcerative Gingivitis (NUG)

Antibiotik (metronidazole)
Perawatan gingiva

Ulcer kronik
Susah sembuh
Ada indurasi
Nyeri
Jumlah single/ multipel

Antifungal
(Ketoconazole,
Fluconazole, Amphotericin B)

Infeksi oportunis pada pasien


DM
tidak
terkontrol,
HIV/AIDS, transplantasi organ,
dan dalam perawatan radiasi/
steroid
Ulcer sakit dan bengkak
Menyebabkan nekrosis
Invasif ke dinding arteri

Fungal Infection
a. Deep Fungal Infection

b.

Opportunistic Fungal Infection

7.

Reccurent Aphthous Ulcer (RAS)


a. Minor Aphthous Ulcers

lidah,

Infeksi gingiva pada papila


interdental dan margin gingiva
Nyeri
Membentuk
pseudomembran
keabuan
Lesi dapat meluas menjadi
necrotizing ulcerative stomatitis

6.

kekuningan
Sulit sembuh dan nyeri
Biasanya di dorsal
mukosa bukal, palatum

Bentuk oval
Ukuran <5mm
Lokasi di bibir, mukosa bukal,
tongue
Jumlah 1-5
Sembuh dalam 7-14 hari

Lesi berwarna kehitaman

Amphotericin B

Kortikosteroid topikal
Antiseptic gargle

b.

Mayor Aphthous Ulcers

c.

Herpetic Ulcers

Bentuk oval
Ukuran >5mm
Lokasi di bibir, mukosa bukal,
tongue, palatum, faring
Jumlah 1-10
Sembuh dalam >30 hari

Kortikosteroid topikal
Antiseptic gargle

Bentuk oval
Ukuran 1-2 mm
Lokasi di bibir, mukosa bukal,
tongue, palatum, dasar mulut,
faring, gingiva
Sembuh dalam 2-3 minggu

Kortikosteroid topikal
Antiseptic gargle

Kortikosteroid topikal

8.

Behcets Disease

Adanya RAS minor biasanya


Lesi bisa terjadi di mata, genital,
kulit

9.

Erythema Multiforme

Adanya lesi target di kulit


ekstrimitas

a.

EM Minor

Ulcer oral multipel


Bentuk ireguler
Kadang diawali vesikel/ bulla
Di mukosa bukal, lidah, bibir,
palatum

perawatan, self limiting


Obat kumur

b.

EM Mayor

Melibatkan mulut, mata, kulit,

Kortikosteroid topikal

12.

Squamous Cell Carcinoma

ORAL PIGMENTATION
No.
1.
Ferckle (Ephelis)

Diagnosa Lesi

2.

Oral/ Labial Melanotik Makula

3.

Melanositik Nevus (Tahi Lalat)

genital
Lesi awal bulla
Ulcer pada vermilion border
disertai nyeri
Faktor predisposisi: alkohol,
tembakau, sinar UV, infeksi
candida
Ulkus kronik, dapat diawali lesi
putih/ merah
Indurasi
dengan
margin
meninggi
Tidak
sembuh
dengan
pengobatan biasa
Di lidah, dasar mulut, bibir, pipi
Ciri Utama
Lesi berbentuk makula coklat
muda hingga tua
Makin gelap akibat paparan
matahari
Ukuran tetap (1-3mm)
Terjadi di bibir dan kulit
Diskolorisasi tunggal, rata,
berbatas tegas
Akibat pasca trauma/ radang
Ukuran < 1 cm
Berwarna biru, abu, coklat,
hitam
Di bibir bawah dekat midline,
gusi, mukosa bukal, palatum
mole
Umumnya di kulit, jarang di
oral
Ukuran < 5 mm
Di palatum durum, gingiva,
mukosa bukal

Antifungal
Terapi suportif

Deskripsi Lesi
-

Lesi berupa makula

Lesi berupa makula atau papula


simetris berbentuk kubah

Bedah eksisi
Radioterapi
kemoterapi

Treatment
perawatan
Bedah untuk estetik

Biopsi
Pengamatan periodik

a.

Nevus Junctional

Umumnya di kulit, jarang di


mukosa
Ukuran <1 cm
Warna: coklat-hitam
Di palatum durum, gingiva, dan
mukosa bukal

Lesi berupa makula

Eksisi

Lesi berupa makula atau papula

Eksisi

Melanosit yang berproliferasi ke


jaringan ikat
Di palatum durum/ gingiva

b.

Nevus Majemuk

c.

Nevus Intramukosa

Umum di oral
Berwarna coklat-hitam
Ukuran < 1 cm
Pada palatum durum/ gingiva

d.

Nevus Biru

Berwarna biru, makin pucat


seiring bertambah usia
Pada palatum durum

4.

Melanoma

Neoplasma ganas
Lesi berupa bercak atau sedikit
timbul menjadi nodul
Tidak dapat digerakkan
Tepi ireguler
Warna coklat, abu, biru, atau

Lesi berupa papula


terangkat atau makula

sedikit Eksisi

Lesi berbentuk papula berbentuk Eksisi


kubah atau makula datar
Ukuran < 1 cm

Bedah
Kemoterapi
Radioterapi
Immunoterapi

hitam

5.

Physiologic Pigmentation

Perubahan
warna
kecoklatan
Pada gingiva
Simetris dan persisten

menjadi

Lesi berupa makula atau bercak

6.

Smokers Melanosis

Pigmentasi akibat perokok berat


Pigemntasi diffuse dan asimetri
Warna kecoklatan
Pada anterior attached gingiva,
mukosa bukal, lateral lidah,
palatum, dasar mulut

Lesi berupa bercak


Tepi ireguler

Kurangi rokok

7.

Peutz-Jeghers Syndrome

Penyakit dominan autosom

Berwarna coklat

Pada bibir, mukosa bukal, lidah


anterior, gingiva, kulit sekitar
mata, hidung, telapak dan
punggung tangan serta kaki
Makula dermal memucat seiring
bertambah usia
Bercak oral menetap sampai
dewasa
Lesi berupa bercak atau makula
Berwarna biru hitam
Jumlah
multiple
dan
menyeluruh
Pada lidah dan bibir, lutut, siku,

Lesi berupa makula, multipel


Mirip ephelis ukuran < 0,5 mm

pperawatan
Evaluasi GI dan konseling genetik

8.

Addison Disease

Kortikosteroid sistemik

lipatan telapak tangan

9.

Heavy Metal Pigmentation

a.

b.

c.

Bismuth (pada Obat diare)

Timah (pada cat dan pipa air)

Merkuri

d.
10.

Perak

Amalgam Tatto

ORAL MANIFESTATION OF HIV/AIDS


No.
Diagnosa Lesi
1.
Oral Candidiasis

Akibat deposit timah, merkuri,


bismut, perak pada jaringan oral
yang tertelan dalam jumlah
besar dan waktu lama
Ada kelainan neurologik, nyeri
intestine, sialorhae
Diskolorisasi sepanjang sulcus
gingiva
Rasa logam dan terbakar
Warna biru hingga hitam
Makula pada mukosa bukal, tepi
gingiva dan lidah
Garis timah keabu-hitaman
Garis merkuri gelap pada
gingiva
Ulser oral
Rasa logam
Kerusakan periodontal dan
mulut rasa terbakar
Pigmentasi biru keabuan
Di mukosa mulut
Makula biru keabuan hingga
hitam
Bentuk ireguler
Pada gingiva, mukosa alveolar,
bukal, palatum, dan dasar mulut

Ciri Utama

Hentikan pemajanan logam berat

Hentikan pemajanan logam berat

Hentikan pemajanan logam berat

Hentikan pemajanan logam berat

Hentikan pemajanan logam berat

Deskripsi Lesi

Treatment

a.

Erythematous Candidiasis

2.

muncul pd angka CD4+ sel T yg


masih tinggi (400 sel/ml)
mengeluhkan sensasi terbakar
makanan asin/ pedas atau
minuman

lesi patches merah, datar,


multiple
asimptomatik
lokasi : dorsal lidah, palatum
durum, palatum molle

antifungal topikal (4x/hari)

Plak putih halus


Lokasi : mukosa bukal, lidah,
serta permukaan mukosa oral
lainnya

antifungal topikal (4x/hari)

fisur eritematus pd sudut mulut.

antifungal topikal (4x/hari)

putih, hiperplasi,

antifungal topikal (4x/hari)

debridement 0.12% chlorhexidine


gluconate suspension 2x sehari
selama 2 minggu

b.

Pseudomembranous candidiasis

c.

Angular cheilitis

Dpt muncul bersama atau tanpa


erythematous/
pseudomembranous candidiasis

d.

hyperplastic candidiasis

tidak bisa dikerok

Periodontal Disease
a. Linear Gingival Erythema

dpt disertai maupun tanpa


bleeding spontan dan discomfort

pita merah (lebar 2-3 mm)


sepanjang margin gingival
lokasi : paling sering di sekitar
gigi2 anterior memanjang ke
gigi2 posterior

b.

NUP merupakan tanda immune

Lesi ulserasi papila gingiva,

Necrotizing Ulcerative Periodontitis

Plak mudah hilang saat diusap

gargle, antibiotik, antisimptomatik

c.

Necrotizing Stomatitis

suppression parah.
rasa sakit >> deep jaw pain

Mrpk lesi lanjutan dr NUP yg


tidak diobati

lesi ulceronekrotik

3.

Karposis Sarcoma

Kaposis
sarcoma
mrpkn
malignansi oral terkait HIV yg

paling sering terjadi.

lesi makula, nodula, atau injeksi lokal agen kemoterapetik


peninggian dan ulserasi
(vinblastine sulfate)
warna merah hingga ungu.
surgical removal
Lokasi:palatal

4.

Parotid Enlargement dan Xerostomia

muncul pd tahap akhir infeksi


HIV

pembengkakan
unilateral/bilateral
disertai penurunan salivary flow

Parah:
analgesik
sistemik,
antiinflamasi, antibiotik, dan/ atau
steroid.

xerostomia
ORAL MANIFESTATION TO DRUG
No.
Diagnosa Lesi
1.
Xerostomia

Ciri Utama
ada penurunan sekresi
saliva atau penurunan flow
rate
ex
obat:
diuretic,
antispasm, antikolinergik,
antidepresan, dan anti
parkinson.

Deskripsi Lesi
-

Treatment
-

2.

Oral Burn

3.

Apthous Like Ulcer

4.

Lichenoid

5.

Oral Pigmentation

Angioedema

Pertama muncul lesi putih, namun


lama kelamaan bias menjadi ulcer

Muncul tiba-tiba
Ex
obat:
beta
bloker(captopril,
labetalol), NSAIDs, dan
sulfonamid.

Stomatitis tapi lebih regular ada


area erytema

Etiologic:
- hipersensitivitas obat Ex obat:
antimalarial, NSAID, captopril,
beta blokir.
-hipersensitivitas kontak
-idiopayik

6.

disebabkan
oleh
penggunaan
obatobatankena mukosa
ex obat: aspirin, tablet
potassium.

Disebabkan
obat
seperti
Chloroquine dan Mepacrine
(Antimalaria) serta Minocycline
(Obat Jerawat)
Minocycline akan kelat terhadap
iron
Disebabkan
obat
seperti
captopril,
carbamazepin,
cephalosporin, penicilin
Obat-obatan akan melepaskan
vasoaktin perbesaran ruang
intra sel edema

white striae atau papula


seperti liken planus ->
ulceratif
di area mukosa bukal dan
attach gingiva

Lesi berupa bercak berwarna


biru keabuan

Kurangi konsumsi obat

7.

8.

Trigeminal Paraesthesia

Involuntary Facial Movement

Akibat obat acetazolamine

(meningkatkan potasium
memperngaruhi saraf
kesemutan/ paraesthasia)
Akibat
butyrophenones,
phenothiazine,
tricyclic
antidepresan
Obat akan memblok dopamin

gerakan
9.

Orofacial Pain (Oral Dysesthesia)

MUCOSAL INJURY
1.
Peripheral Giant Cell Granuloma

2.

Irritation Fibroma

tidak teratur
kedutan
Disebut juga Burning Mouth
Syndrome
Akibat penicilin, griseofulvin

Lesi berupa nodul

Bedah

Terjadi hanya pada rahang


(gingiva, pros.alv, biasanya
anterior molar)
40-60th

Akibat trauma seperti tergigit

Lokasi gingiva, mukosa bukal,


lidah, bibir, palatum.
Nodul

Bedah

3.

Epulis Fissuratum

Elongasi vestibulum

Lesi ulcer

Bedah

4.

Gingival Enlargement

6.

Oral Mucositis

Perubahan
Hormonal
(hamil/puber)
Dapat diakibatkan obat
a. Phenytoin (meningkatkan
proliferasi gingiva)
b. Nefedipine (menyebabkan
hiperplasi epitel gingiva)

Pada pasien yang radioterapi


pada leher dan kepala.
Obat radioterapi (menyebabkan
atrofi sel mukosa mukosa
lebih tipis rentan dengan
inflamasi)

Erythema
Ulceration
Pain