Anda di halaman 1dari 19

UJIAN TENGAH SEMESTER

Aromaterapi dan Hidroterapi

ASEP NURRAHMAN YULIANTO


260120140005
Teknologi Farmasi Dan kosmetika

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2015

MINYAK ATSIRI UNTUK TERAPI OBESITAS

A.

OBESITAS
Definisi Obesitas
Obesitas

adalah

keadaan

patologis

dengan

terdapatnya

penimbunan lemak yang berlebih daripada yang dibutuhkan oleh tubuh.


Kelebihan lemak dalam tubuh umumnya ditimbun dalam jaringan
subkutan (bawah kulit), sekitar organ tubuh dan kadang terjadi perluasan
ke dalam jaringan organnya.
Obesitas

merupakan

keadaan

yang

menunjukkan

ketidak

seimbangan antara tinggi dan berat badan akibat jaringan lemak dalam
tubuh sehingga terjadi kelebihan berat badan yang melampaui ukuran
ideal. Terjadinya obesitas lebih ditentukan oleh terlalu banyaknya makan,
terlalu sedikitnya aktivitas atau latihan fisik, maupun keduanya. Perhatian
lebih besar mengenai kedua hal ini terutama diperlukan bagi mereka yang
kebetulan berasal dari keluarga obesitas, berjenis kelamin wanita,
pekerjaan banyak duduk, tidak senang melakukan olahraga, serta
emosionalnya labil.
Penentuan Obesitas
Keadaan obesitas ditentukan dengan mengklasifikasikan status gizi
berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Indeks Massa Tubuh (IMT)
merupakan rumus matematis yang berkaitan dengan lemak tubuh dan
dinyatakan sebagai berat badan dalam kilogram dibagi dengan kwadrat
tinggi badan dalam ukuran meter .
Rumus menentukan IMT :

IMT = BB
TB

Dimana:
BB : Berat Badan
TB : Tinggi Badan

TABEL KLASIFIKASI STATUS GIZI


BERDASARKAN IMT

STATUS GIZI
KKP I
KKP II
KKP III
Normal
Obesitas I
Obesitas II
Obesitas III

IMT
< 16
16,0 16,9
17,0 18,4
18,5 24,9
25,0 29,9
30,0 40,0
> 40

Tipe-tipe Obesitas
Berdasarkan kondisi selnya, kegemukan dapat digolongkan dalam
beberapa tipe, yaitu :
1. Tipe Hiperplastik, adalah kegemukan yang terjadi karena jumlah
sel yang lebih banyak dibandingkan kondisi normal, tetapi ukuran
sel-selnya normal. Sering terjadi pada masa anak-anak.
2. Tipe Hipertropik, kegemukan ini terjadi karena ukuran sel yang
lebih besar dibandingkan ukuran sel normal. Kegemukan tipe ini
terjadi pada usia dewasa dan upaya untuk menurunkan berat
akan lebih mudah bila dibandingkan dengan tipe hiperplastik.
3. Tipe Hiperplastik Hipertropik, kegemukan tipe ini terjadi karena
jumlah dan ukuran sel melebihi normal. Kegemukan tipe ini
dimulai pada masa anak anak dan terus berlangsung sampai
setelah dewasa. Upaya untuk menurunkan berat badan pada tipe ini
merupakan yang paling sulit, karena dapat beresiko terjadinya
komplikasi penyakit seperti penyakit degeneratif.
Berdasarkan penyebaran lemak didalam tubuh, ada dua tipe obesitas yaitu:
1. Tipe buah apel (Adroid), pada tipe ini ditandai dengan
pertumbuhan lemak yang berlebih dibagian tubuh sebelah atas
yaitu sekitar dada, pundak, leher, dan muka. Tipe ini pada
umumnya dialami pria dan wanita yang sudah menopause.
Lemak yang menumpuk adalah lemak jenuh.
2. Tipe buah pear (Genoid), tipe ini mempunyai timbunan lemak pada
bagian bawah, yaitu sekitar perut, pinggul, paha, dan pantat. Tipe

ini banyak diderita oleh perempuan. Jenis timbunan lemaknya


adalah lemak tidak jenuh.
Resiko Obesitas
Orang dengan obesitas akan lebih mudah terserang penyakit degeneratif.
Penyakit penyakit tersebut antara lain :
1. Hipertensi
Orang dengan obesitas akan mempunyai resiko yang tinggi
terhadap

penyakit

hipertensi.

Menurut

hasil

penelitian

menunjukkan bahwa pada usia 20 39 tahun orang obesitas


mempunyai resiko dua kali lebih besar terserang hipertensi
dibandingkan dengan orang yang mempunyai berat badan normal.
2. Jantung koroner
Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang terjadi
akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Hasil penelitian
menyebutkan bahwa dari 500 penderita kegemukan, sekitar 88 %
mendapat resiko terserang penyakit jantung koroner. Meningkatnya
faktor resiko penyakit jantung koroner sejalan dengan terjadinya
penambahan berat badan seseorang.
3. Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus dapat disebut juga penyakit keturunan,
tetapi kondisi tersebut tidak selalu timbul jika seseorang tidak
kelebihan berat badan. Lebih dari 90 % penderita diabetes mellitus
adalah penderita kegemukan. Pada umumnya penderita diabetes
mempunyai kadar lemak yang abnormal dalam darah. Maka,
dianjurkan bagi penderita diabetes yang ingin menurunkan berat
badan sebaiknya dilakukan dengan mengurangi konsumsi bahan
makanan sumber lemak dan lebih banyak mengkonsumsi makanan
tinggi serat.
4. Kanker
Hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa laki-laki
dengan obesitas akan beresiko terkena kanker usus besar,
rectum, dan kelenjar prostate. Sedangkan pada wanita akan
beresiko terkena kanker rahim dan kanker payudara. Untuk

mengurangi resiko tersebut konsumsi lemak total harus dikurangi.


Pengurangan lemak dalam makanan sebanyak 20 25 % perkilo
kalori merupakan pencegahan terhadap resiko penyakit kanker.
Faktor Penyebab Obesitas
Faktor yang menyebabkan obesitas antara lain :
1. Genetik
Yang dimaksud faktor genetik adalah faktor keturunan
yang berasal dari orang tuanya. Pengaruh faktor tersebut
sebenarnya belum terlalu jelas sebagai penyebab kegemukan.
Namun demikian, ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa
faktor genetik merupakan faktor penguat terjadinya kegemukan.
Menurut penelitian, anak- anak dari orang tua yang mempunyai
berat badan normal ternyata mempunyai 10 % resiko kegemukan.
Bila salah satu orang tuanya menderita kegemukan, maka peluang
itu meningkat menjadi 40 50 %. Dan bila kedua orang tuanya
menderita kegemukan maka peluang faktor keturunan menjadi 70
80 %.
2. Hormonal
Pada wanita yang telah mengalami menopause, fungsi
hormon tiroid didalam tubuhnya akan menurun. Oleh karena itu
kemampuan untuk menggunakan energi akan berkurang. Terlebih
lagi pada usia ini juga terjadi penurunan metabolisme basal tubuh,
sehingga mempunyai kecenderungan berat badannya meningkat.
Selain hormon tiroid, hormon insulin juga dapat
menyebabkan kegemukan. Hal ini dikarenakan hormon insulin
mempunyai peranan dalam menyalurkan energi kedalam sel-sel
tubuh. Orang yang mengalami peningkatan hormon insulin, maka
timbunan lemak didalam tubuhnya pun akan meningkat. Hormon
lainnya yang berpengaruh adalah hormon leptin yang dihasilkan
oleh kelenjar pituitari, hormon ini berfungsi sebagai pengatur
metabolisme dan nafsu makan serta fungsi hipotalmus yang
abnormal, yang menyebabkan hiperfagia.
3. Obat-obatan

Saat ini sudah terdapat beberapa obat yang dapat


merangsang pusat lapar didalam tubuh. Dengan demikian orang
yang mengkonsumsi obat - obatan tersebut, nafsu makannya akan
meningkat, apalagi jika dikonsumsi dalam waktu yang relative
lama, seperti dalam keadaan penyembuhan suatu penyakit, maka
hal ini akan memicu terjadinya kegemukan.
4. Asupan makan
Asupan makanan adalah banyaknya makanan yang
dikonsumsi seseorang. Asupan energi yang berlebih secara kronis
akan menimbulkan kenaikan berat badan, berat badan lebih (over
weight), dan obesitas. Makanan dengan kepadatan energi yang
tinggi (banyak mengandung lemak dan gula yang ditambahkan dan
kurang mengandung serat) turut menyebabkan sebagian besar
keseimbangan energi dalam tubuh.
5. Aktivitas Fisik
Obesitas juga dapat terjadi bukan hanya karena makan yang
berlebihan, tetapi juga dikarenakan aktivitas fisik yang berkurang
sehingga

terjadi

kelebihan

energi.

Beberapa

hal

yang

mempengaruhi berkurangnya aktivitas fisik antara lain adanya


berbagai fasilitas yang memberikan berbagai kemudahan yang
menyebabkan aktivitas fisik menurun. Faktor lainnya adalah
adanya kemajuan teknologi diberbagai bidang kehidupan yang
mendorong masyarakat untuk menempuh kehidupan yang tidak
memerlukan kerja fisik yang berat. Hal ini menjadikan jumlah
penduduk yang melakukan pekerjaan fisik sangat terbatas menjadi
semakin banyak, sehingga obesitas menjadi lebih merupakan
masalah kesehatan.
Terapi Obesitas
1. Terapi Non Farmakologi
Diet rendah kalori
Olahraga yang teratur
Modifikasi gaya hidup
Modifikasi pola makan

Menggunakan Essential Oil

2. Terapi Farmakologi
Obat antiobesitas dapat dibagi menjadi golongan-golongan berikut:
Golongan nonadrenergik: amfetamin (tidak diizinkan),
fentermin (meningkatkan pelepasan NE saja), dietilpropion,

dan mazindol.
Golongan serotonergik: fenfluramin (meningkatkan pelepasan

serotonin dan menginhibisireuptakenya) dan fluoksetin.


Campuran noradrenergik dan serotonergik: sibutramin

(menginhibisi reuptake serotonin dan NE).


Gastrointestinal lipase inhibitor: orlistat (menginhibisi lipase
lambung dan pankreas).

B.

ESSENTIAL OIL ( MINYAK ATSIRI )


Definisi Essential Oil
Minyak atsiri didefinisikan sebagai produk hasil penyulingan
dengan uap dari bagian-bagian suatu tumbuhan. Minyak atsiri dapat
mengandung puluhan atau ratusan bahan campuran yang mudah menguap
(volatile) dan bahan campuran yang tidak mudah menguap (non-volatile),
yang merupakan penyebab karakteristik aroma dan rasanya.
Kata essential oil diambil dari kata quintessence, yang berarti
bagian penting atau perwujudan murni dari suatu material, dan pada
konteks ini ditujukan pada aroma atau essence yang dikeluarkan oleh
beberapa tumbuhan (misalnya rempah-rempah, daun-daunan dan bunga).
Komposisi Kimia Minyak Atsiri
Pada umumnya perbedaan komposisi minyak atsiri disebabkan
perbedaan jenis tanaman penghasil, kondisi iklim, tanah tempat tumbuh,
umur panen, metode ekstraksi yang digunakan dan cara penyimpanan
minyak atsiri. Minyak atsiri biasanya terdiri dari berbagai campuran

persenyawaan kimia. yang terbentuk dari unsur Karbon (C), Hidrogen (H),
dan oksigen (O). Pada umumnya komponen kimia minyak atsiri dibagi
menjadi dua golongan yaitu hidrokarbon yang terdiri dari persenyawaan
terpen dan hidrokarbon teroksigenasi.
a.

Golongan hidrokarbon
Persenyawaan yang termasuk golongan ini terbentuk dari unsur
Karbon (C) dan Hidrogen (H). Jenis hidrokarbon yang terdapat dalam
minyak atsiri sebagian besar terdiri dari monoterpen (2 unit isopren),

b.

sesquiterpen (3 unit isopren), diterpen (4 unit isopren) dan politerpen.


Golongan hidrokarbon teroksigenasi
Komponen kimia dari golongan persenyawaan ini terbentuk dari
unsure Karbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O). Persenyawaan
yang termasuk dalam golongan ini adalah persenyawaan alkohol,
aldehid, keton, ester, eter, dan fenol. Ikatan karbon yang terdapat
dalam molekulnya dapat terdiri dari ikatan tunggal, ikatan rangkap
dua, dan ikatan rangkap tiga. Terpen mengandung ikatan tunggal dan
ikatan rangkap dua.
Senyawa terpen memiliki aroma kurang wangi, sukar larut
dalam alkohol encer dan jika disimpan dalam waktu lama akan
membentuk resin. Golongan hidrokarbon teroksigenasi merupakan
senyawa yang penting dalam minyak atsiri karena umumnya aroma
yang lebih wangi. Fraksi terpen perlu dipisahkan untuk tujuan tertentu,
misalnya untuk pembuatan parfum, sehingga didapatkan minyak atsiri
yang bebas terpen.

C.

MINYAK ATSIRI UNTUK TERAPI OBESITAS


Minyak atsiri memiliki kemampuan untuk menurunkan berat badan
dan memelihara berat badan. Minyak atsiri dapat memiliki dampak yang
sangat baik dalam upaya penurunan berat badan bila dikombinasikan
dengan diet rendah kalori dan gaya hidup sehat. Beberapa minyak atsiri
telah diteliti pengaruhnya terhadap penurunan berat badan dan dilaporkan
dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara melarutkan lemak
tubuh.
Beberapa minyak atsiri dapat menekan nafsu makan, meningkatkan
metabolisme tubuh, mengurangi retensi cairan tubuh dan membantu
mengurangi stres emosional.
1.

Basil essential oil (Antilipidemik)


Daun kemangi secara tradisional telah banyak digunakan untuk
mengobati infertilitas, diabetes mellitus, dan infeksi mikroba. Juga
digunakan

untuk

hyperlipidemik.

hepatoprotektif,

Penelitian

kardioprotektif

sebelumnya

dan

menunjukkan

antibahwa

suplementasi bubuk daun kemangi yang diujikan pada serum lipid


yang dibarengi dengan diet yang ketat dapat mengobati penyakit

diabetes (Suanarunsawat dan Songsak 2005). Demikian pula,


pengobatan dengan 1-2 g dari daun kemangi segar dalam diet selama
empat minggu secara signifikan dapat menurunkan lemak dalam
serum pada kelinci albino normal.
Menurut penelitian yang sudah dilakukan oleh Thamolwan
Suanarunsawa, et., al minyak atsiri daun kemangi (Basil essential oil)
dapat menurunkan kadar kolesterol pada tikus wistar.
Objek penelitian : Tikus Wistar
Perlakuan :
Dibuat empat kelompok, masing-masing tujuh tikus :

Kelompok I: tikus kontrol normal diberi makan dengan diet

normal selama tujuh minggu.


Kelompok II: tikus hiperkolesterol diberi makan dengan diet

kolesterol tinggi (HC) selama tujuh minggu.


Kelompok III: tikus hiperkolesterol diberi makan dengan diet
HC selama tujuh minggu. Selama tiga minggu terakhir, tikus

diberi essential oil setiap hari melalui intragastric intubation.


Kelompok IV: tikus hiperkolesterol diberi makan dengan diet
HC selama tujuh minggu. Selama tiga minggu terakhir, diberi
asupan obat simvastatin yang diberikan setiap hari dengan
dosis 40 mg/kg BB. Menurut penelitian awal, dosis rendah
simvastatin tidak banyak berpengaruh pada penurunan
kolesterol

yang

tinggi

pada

tikus

hiperkolesterol.

Meningkatkan dosis menjadi 40 mg/kg BB, simvastatin dapat


menurunkan kolesterol di Tikus hiperkolesterol sekitar 35-40
%.
Untuk mengevaluasi kolesterol plasma dan basal trigliserida dalam
semua kelompok sebelum EO atau simvastatin diberikan pada tikus,
darah yang sudah dipuasakan semalam diambil dari ekor tikus 'tanpa
anestesi

di

minggu

keempat.

ditunjukkan pada diagram berikut.

Eksperimental

disederhanakan

Hasil :

Dari tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa Basil essential oil dapat
menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol dalam tubuh. Dibuktikan
dengan adanya penurunan kadar trigliserida dan kolesterol setelah
diasupi essential oil pada tikus.
2.

Grapefruit essential oil (melarutkan lemak tubuh)

Grepafruit merupakan salah satu minyak atsiri terbaik untuk


menurunkan berat badan karena kandungan d-limonene nya. Dlimonene ini membantu dalam pelepasan asam lemak ke dalam aliran
darah saat tubuh istirahat. Sebuah studi tentang efek protektif dlimonene dilakukan terhadap hewan yang menunjukkan bahwa dlimonene dapat membantu mengurangi berat badan dengan cara
mengurangi peroksidasi lipid (kerusakan oksidatif) dan menurunkan
kolesterol.
Grapefruit essential oil juga memiliki manfaat kesehatan yang lain
seperti

meningkatkan

metabolisme,

detoksifikasi

limfa

dan

pembakaran lemak.
Cara penggunaan:
a. Teteskan 1 sampai 2 tetes Grapefruit essential oil ke dalam 1 gelas
air minum. Diminum sebelum sarapan.
b. Teteskan 1 sampai 2 tetes Grapefruit essential oil ke dalam minyak
pembawa sepert minyak kelapa mentah atau minyak zaitun. Pijat
selama minimal 30 menit pada daerah di mana lemak terakumulasi.
Jangan dicuci selama beberapa jam.
c. Teteskan 5 tetes Grapefruit essential oil kedalam bak mandi air
hangat, bisa juga dikombinasikan dengan 5 tetes minyak jahe, 5
tetes minyak jeruk, 5 tetes minyak cendana dan 5 tetes Lemon
essential Oil. Rendam badan kita selama sekitar 30 menit.
3.

Peppermint essential oil (menekan nafsu makan)


Peppermint essential oil memiliki manfaat untuk menurunkan berat
badan dengan cara membantu mengurangi nafsu makan. Peppermint
merangsang otak untuk memicu rasa kenyang ketika kita makan. Telah
dilakukan studi tentang efek aroma peppermint dalam mengontrol
nafsu makan dengan cara menghirup Peppermint essential oil, dan
hasilnya adalah Peppermint essential oil dapat menekan rasa lapar
pada orang yang menghirupnya.

Cara penggunaan:
a. Teteskan 1 - 2 tetes Peppermint essential oil pada sebuah kain.
Lalu hirup essential oil tersebut sebelum makan agar dapat
mengurangi nafsu makan.
b. Teteskan 1 sampai 2 tetes Peppermint essential oil ke dalam 1 gelas
air minum. Diminum sebelum sarapan.
4.

Lemon essential oil


Seperti Grapefruit essential oil, Lemon essential oil juga
mengandung d-limonene, mineral dan beberapa vitamin khususnya
vitamin C. Mekanisme Lemon essential oil dalam membantu
menurunkan berat badan adalah dengan mengatasi parasit usus yang
sering menjadi penyebab masalah pencernaan, menyeimbangkan
metabolisme tubuh dan meningkatkan energi.
Cara penggunaan:
a. Memijat bagian tubuh yang terdapat timbunan lemak dengan
menggunakan beberapa tetes Lemon essential oil.
b. Menambahkan 1 - 2 tetes Lemon essential oil kedalam 1 gelas air
minum sebelum sarapan
c. Menghirup Lemon essential oil sebelum makan.

5.

Bergamot essential oil (mengontrol kolesterol jahat)


Bergamot essential oil dapat membantu mengendalikan nafsu
makan. Minyak ini sangat efektif dalam mengontrol berat badan
karena mengandung polifenol dalam jumlah yang sangat besar.
Polifenol

sangat

bagus

untuk

mengontrol

oksidasi

lemak,

meningkatkan metabolisme dan mencegah penyerapan kolesterol.


Bergamot menghambat enzim yang terkait dengan kadar gula darah.
Cara penggunaan:
a. Meneteskan beberapa tetes Bergamot essential oil pada kain dan
menghirup uap tersebut untuk rileksasi ketika kita sedang stres dan
sangat tergoda untuk makan yang banyak.
b. memijat bagian tubuh dengan menambahkan beberapa tetes

kedalam minyak pembawa seperti minyak zaitun atau minyak


6.

kelapa.
Sandalwood essential oil
Seperti Bergamot essential oil, Sandalwood essential oil memiliki
pengaruh yang besar dalam menekan nafsu makan. Dengan cara
membantu mengatasi perasaan kita untuk tidak lagi merasa tergoda
untuk makan lebih banyak.
Cara penggunaan:
a. Hirup Sandalwood essential oil sebelum makan atau oleskan
langsung pada perut.

7.

Garlic essential oil


Garlic essential oil (GEO) merupakan hasil dari proses distilasi
uap atau ekstraksi menggunakan pelarut organik dari bawang putih.
Garlic essential oil telah dilaporkan mengandung lebih dari 30
organosulfur compounds (OSCs), diallyl sulde (DAS), diallyl
disulde (DADS), dan diallyl trisulde (DATS). Menurut penelitian
yang sudah dilakukan oleh Yi-Syuan Lai, et., al. dari Institute of Food
Science and Technology, National Taiwan University, garlic dapat
dianggap sebagai suplemen diet ampuh untuk mencegah Non
Alcoholic Fatty Liver Disease NAFLD terkait penyakit metabolik.
Penelitian ini menggunakan hewan tikus sebagai objek percobaan.
Mula-mula, tikus diberi asupan makan agar berat badan dan kadar
lemaknya meningkat.

Hasil :
a. Effek konsumsi Garlic essential oil dan DADS dalam serum level
AST dan ALT.

Ada korelasi antara penambahan kadar GEO atau DADS pada


penurunan level ALT dan AST setelah masa percobaan selama 12
minggu. Semakin tinggi kadar GEO/DADS maka semakin rendah
kadar level AST dan ALTnya.
b. Effek konsumsi Garlic essential oil dan DADS dalam lemak hati

Dari hasi diatas, dapat disimpulkan bahwa adanya penurunan


kadar trigliserida, lemak hati dan kolesterol. Semakin banyak
kadar GEO dan DADS yang dikonsumsi, semakin turun pula
kadar dari trigliserida, lemak hati dan kolesterolnya.

KESIMPULAN

Telah dilakukan penelitian terhadap beberapa minyak atsiri dan dilaporkan


bahwa minyak atsiri dapat menurunkan berat badan dan memelihara berat badan.
Mekanismenya dengan cara menekan nafsu makan, meningkatkan metabolisme
tubuh, membantu dalam pelepasan asam lemak, mengurangi peroksidasi lipid
(kerusakan oksidatif) dan menurunkan kolesterol.
Beberapa minyak atsiri tersebut adalah :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Basil essential oil


Grapefruit essential oil
Peppermint essential oil
Lemon essential oil
Bergamot essential oil
Sandalwood essential oil
Garlic essential oil

Anda mungkin juga menyukai