Anda di halaman 1dari 2

PERLINDUNGAN PASIEN TERHADAP

KEKERASAN FISIK
RS PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA UNIT II

No Dokumen :

No Revisi :

Halaman :

05-HPK/IV/2015

1/2

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
Pengertian

Tanggal Terbit

Ditetapkan Direktur

4 April 2015

dr. H. Ahmad Faesol, Sp. Rad., M. Kes


NBM: 797.292
Prosedur
penjagaan perlindungan khusus pada pasien dari
kekerasan fisik, intervensi dan intimidasi secara langsung

Tujuan

1. Memberikan pelayanan yang prima kepada pelanggan


2. Menjaga seluruh wilayah RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Unit II dari resiko yang dapat menmbulkan kekerasan fisik pada
pasien.

Kebijakan

Rumah Sakit mendukung memberikan perlindungan pada seluruh


orang dan benda yang berada dalam lingkungan rumah sakit

Prosedur

A. Persiapan
Penampilan petugas :
a. Periksa kerapihan pakaian seragam
b. Periksa kelengkapan atribut
Alat-alat :
a. Buku Laporan
b. Alat tulis
B. Pelaksanaan
1. Dalam kondisi siap bertugas dan waspada
2. Cek laporan dari kepala Unit tekait pada pasien yang
bersangkutan
3. Lakukan pengamanan secara ketat tepat berada di depan
kamar
4. Lakukan koordinasi dengan pos jaga setiap 2 (dua) jam
sekali untuk pengontrolan situasi
5. Ketahui semua keluarga/penunggu pasien di ruang
perawatan
6. Cek semua orang yang berkunjung secara langsung ke
pasien
C. Hal yang harus diperhatikan
1. Perhatikan tanda identitas pasien yang terpasang warna abuabu untuk kekersan pada orang dewasa
Warna pink untuk kekerasan pada anak
2. Pemantauan dan pengawasan untuk perlindungan khusus
pada pasien harus dilakukan dengan sistem kewaspadaan 2

PERLINDUNGAN PASIEN TERHADAP


KEKERASAN FISIK
RS PKU MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA UNIT II

No Dokumen :

No Revisi :

Halaman :

05-HPK/IV/2015

2/2

3.

4.
5.

6.

7.
8.

Unit Terkait

(dua) kali lipat dari penjagaan biasa


Pastikan adanya Surat pernyataan Perlindungan dari pasien
untuk menanti perlindungan dari semua pihak yang tidak
dikenal
Catat semua hal yang mencurigakan selama proses
penjagaan
Pencatatan semua kegiatan/kejadian pada buku laporan
harus ditulis secara jelas, berdasarkan tanggal, jam serta
tempat kegiatan/kejadian
Apabila akan meninggalkan pos penjagaan harus
memberitahukan pada pimpinan tetinggi keamanan yang
bertugas dan koordinasi pada setiap rembang yang ada
Lakukan pengawalan setiap pasien keluar kamar untuk
adanya tindakan di ruang lain
Bila perlu hubungi pihak berwajib untuk pengamanan lebih
lanjut

Unit / Satuan Pengamanan (SATPAM)