Anda di halaman 1dari 2

http://dianbudisantoso.net

MODEL SISTEM REKAM MEDIS

Secara teknis model sistem rekam medis terbagi menjadi 2 kelompok yaitu model konvensional/manual dan model komputerisasi. Yang termasuk model konvensional adalah SOMR, POMR, dan STOR.

Pada hakikatnya Problem Oriented Medical Record(POMR) merupakan problem solving dari Source Oriented Medical Record(SOMR), dan Summary Time Oriented Record(STOR) merupakan penyempurnaan dari POMR.

SOMR merupakan model rekam medis berorientasi sumber, jadi seiap unit pada sarana pelayanan kesehatan menyimpan dan mengisi masing-masing rekaman atau data tentang pelayanan yang sudah diberikan pada pasien tanpa melihat atau mempelajari rekaman atau catatan dari unit pelayanan yang lain. Kelebihan dari sistem ini adalah mudah mengevaluasi setiap unit pelayanan. Kekurangannya, jika dokter atau tenaga medis membutuhkan data medis pasien maka akan sulit mendapatkannya karena terpisah di berbagai tempat sehingga memakan waktu dan sumber daya. Hal ini bisa disiasati, kini banyak fasilitas pelayanan kesehatan di Indonesia yang sudah sentralisasi, namun masih terbatas pada penyimpanannya saja yang terpusat dan terintegrasi. Pengisian data rekam medis pada setiap unit pelayanan pada umumnya tidak memperhatikan catatan yang telah dibuat unit yang lain yang juga menangani pasien, akibatnya penaganan terhadap pasien juga tidak berorientasi pada masalah dan tidak fokus.

POMR merupakan model rekam medis berorientasi masalah yang juga merupakan jawaban dari kekurangan SOMR. Dalam POMR, setiap data atau rekaman tindakan pelayanan yang diberikan pada pasien disimpan dalam satu tempat dan dalam pengisiannya berorientasi/fokus berdasarkan masalahnya. Kelemahan sistem ini adalah dibutuhkan pelatihan dan komitmen dari setiap staf pada suatu sarana pelayanan kesehatan, butuh waktu implementasi dan penyesuaian yang lama sehingga memakan banyak sumber daya. Kelebihannya, pelayanan dapat lebih akurat dan maksimal.

Model Sistem Rekam Medis

http://dianbudisantoso.net

Dalam penerapannya pada fasilitas pelayanan kesehatan, POMR bisa berupa

modifikasi form yang tadinya masing-masing unit pelayanan memiliki form sendiri-

sendiri kini untuk semua unit pelayanan hanya ada 1 form. Jadi mau tidak mau setiap unit

pelayanan akan membaca catatan dari unit pelayanan yang lain yang telah terlebih dahulu

memberikan pelayanan terhadap pasien. Sehingga pada jalannya asuhan keperawatan

pada pasien akan fokus dan berorientasi pada masalah.

STOR merupakan penyempurnaan dari POMR dimana dalam sistem ini setiap

hari akan dibuat ringkasan mengenai tindakan yang diberikan pada pasien beserta

kemajuan atau perubahan yang terjadi pada pasien. Ringkasan dibuat berdasar kronologis

waktu per hari selama masa perawatan. Pada akhir masa perawatan, seluruh ringkasan

akan digabungkan.

Model konvensional bagaimanapun masih terbentur dengan masalah efisiensi dan

efektifitas sumber daya terutama waktu. Seiring kemajuan teknologi hal ini dicoba diatasi

dengan membuat model sistem rekam medis komputerisasi.

Diantara model sistem rekam medis komputerisasi yang ada diantaranya adalah

Problem Oriented Medical Information System(PROMIS) yang merupakan model

komputerisasi dari POMR dan diterapkan terutama pada pelayanan rawat inap,

Ambulatory Care Information System yang diterapkan pada unit rawat jalan, dan

Computerized Summary Time Oriented Record(COSTOR) yang merupakan model

komputerisasi dari STOR.

Dengan model komputerisasi tentu saja diharapkan pelayanan dapat berjalan lebih

akurat, efektif dan efisien. Hambatan yang ditemui pada umumnya mengenai staf yang

masih belum bisa menyesuaikan diri dengan model komputerisasi sehingga justru akan

menghambat pelayanan. Masalah lain yang menjadi ancaman nyata adalah mengenai

keamanan data, dan untuk membuat program aplikasi yang benar-benar sempurna

dibutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni dalam bidang teknologi informasi dan

biaya yang tidak sedikit tentunya. Model Sistem Rekam Medis