Anda di halaman 1dari 35

Laporan Praktek Kerja Lapang

PT. PUPUK KUJANG (Persero)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dalam era globalisasi sangat cepat
sehingga dengan semakin banyaknya pertumbuhan usaha menyebabkan persaingan yang
semakin pesat dan ketat pula. Dengan pesatnya persaingan usaha tersebut, mahasiswa sebagai
salah satu sumber daya manusia dituntut untuk meningkatkan daya intelektualitasnya serta
diikuti langkah profesionalitasnya agar dapat berperan aktif dalam persaingan tersebut.
Perkembangan dari ilmu pengetahuan serta teknologi tidaklah mungkin dibendung tanpa
batas waktu. Karena itu dibutuhkan pengetahuan serta pengalaman sebanyak-banyaknya agar
tidak tertinggal dalam persaingan tersebut. Untuk menambah pengalaman dalam menerapkan
ilmu yang diperoleh pada saat perkuliahan maka perlu diadakan Praktik secara langsung.
Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKN-P) merupakan salah satu program yang tercantum
dalam kurikulum Jurusan Mesin Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Program tersebut
merupakan salah satu prasyarat kelulusan Mahasiswa Jurusan Mesin Fakultas Teknik
Universitas Brawijaya. Kuliah Kerja Nyata-Praktik ini juga merupakan bagian pendidikan
yang menyangkut proses belajar berdasarkan pengalaman diluar sistem belajar mengajar tatap
muka. Mahasiswa secara perseorangan dipersiapkan untuk mendapatkan pengalaman atau
keterampilan khusus dari keadaan nyata dilapangan dalam bidangnya masingmasing.
Dalam pengalaman tersebut diharapkan mahasiswa akan memperoleh ketrampilan
yang tidak sematamata bersifat psikomotorik akan tetapi skill yang meliputi keterampilan
fisik, intelektual, sosial, dan manajerial. Dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKNP) ini, para mahasiswa dipersiapkan untuk mengerjakan serangkaian tugas keseharian di
tempat industri yang menunjang keterampilan akademis yang telah diperoleh di bangku
kuliah yang menghubungkan pengetahuan akademis dengan keterampilan.
Berdasarkan hal di atas maka dibutuhkan suatu industri yang mampu menunjang dan
membimbing mahasiswa, untuk mendapatkan materi pembelajaran di lapangan. PT. PUPUK
KUJANG (Persero) merupakan salah satu perusahaan dengan bidang usaha memproduksi

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

dan memasarkan pupuk urea dan industri kimia lainnya yang beroperasi di Cikampek, Jawa
Barat, Indonesia. PT. PUPUK KUJANG (Persero) memiliki dua unit pabrik pupuk urea
dengan kapasitas produksi sebesar 1.140.000 ton/tahun dan amoniak sebesar 660.000
ton/tahun. Kinerja industri terkemuka PT. PUPUK KUJANG (Persero) tercermin melalui
standart yang tinggi dalam lingkungan, manajemen kesehatan dan keselamatan bagi
karyawan yang terjamin. Karena itu, PT. PUPUK KUJANG (Persero) merupakan salah satu
pilihan yang tepat sebagai tempat Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKN-P) bagi mahasiswa
Teknik Mesin Universitas Brawijaya .

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umun
Tujuan umum penyelenggaraan kegiatan Kuliah Kerja Nyata-Praktik (KKN-P)
yang dilakukan di PT. PUPUK KUJANG (Persero) mempunyai tujuan ganda bagi
mahasiswa, Institusi pendidikan (Universitas Brawijaya)

dan bagi instansi tempat

mahasiswa melakukan Praktik kerja.


a) Tujuan Bagi Mahasiswa
1. Menambah wawasan mahasiswa terhadap aspek aspek diluar bangku kuliah di
lokasi KKN-P atau perusahaan
2. Menyiapkan

mahasiswa

sehingga

lebih

memahami

kondisi

pekerjaan

sesungguhnya.
3. Melatih mahasiswa untuk berfikir kritis pada perbedaan metode metode
pekerjaan antara teoritis dan praktik kerja dilapangan.
4. Memberikan kesempatan untuk mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru
melalui kegiatan kerjasama dengan para pakar industri yang telah berpengalaman
di lapangan.
5. Memperoleh kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang
telah diperoleh di Universitas Brawijaya .

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

b) Tujuan Bagi Universitas Brawijaya


1. Mendapatkan umpan balik dari lapangan mengenai isi materi yang telah diberikan
di bangku kuliah.
2. Memperoleh masukan tentang masalah-masalah di tempat Kuliah Kerja NyataPraktik
3. Dapat menjembatani penelitian dengan Lembaga Penelitian Universitas
Brawijaya.
c) Tujuan Bagi PT. PUPUK KUJANG (Persero)
1. Terjalin hubungan yang baik dengan pihak Universitas Brawijaya,terutama
Fakultas Teknik Jurusan Mesin sebagai salah satu instansi pendidikan bagi calon
tenaga ahli bidang teknik yang sangat dibutuhkan dalam perusahaan.
2. Memperoleh masukan yang dapat membantu penyelesaian studi kasus di
kalangan sesuai dengan konsentrasinya.
3. Menjalin hubungan kerja sama dalam bidang pendidikan dengan institusi sebagai
suatu badan penelitian.
1.2.2 Tujuan Khusus
1. Mengaplikasikan ilmu dan teori sesuai dengan konsentrasi peserta KKN-P.
2. Mengaplikasikan ilmu teoritis tentang pekerjaan di dunia kerja atau melakukan
serangkaian keterampilan yang sesuai dengan jurusan yang diambil di bangku
kuliah, dan analisis datanya pada kondisi tempat praktik kerja.
3. Diharapkan setelah pasca praktik kerja peserta dan perusahaan terjadi hubungan
timbal balik baik sehingga nantinya, peserta dapat direkrut sebagai karyawan.
1.3 Metode Kuliah Kerja Nyata-PRAKTIK
Dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata ini digunakan dua metode dalam
pengumpulan data. Adapun metode praktik yang digunakan ini adalah sebagai berikut :
1.3.1 Metode Penelitian Kepustakaan (Library Research)
Adalah suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data dengan jalan studi
literatur di perpustakaan serta dengan membaca sumber-sumber data informasi lainnya

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

yang berhubungan dengan pembahasan. Sehingga dengan penelitian kepustakaan ini


diperoleh secara teori mengenai permasalahan yang dibahas.

1.3.2 Metode Penelitian lapangan (Field Research)


Metode ini digunakan dalam pengumpulan data, dimana penyelidik secara
langsung terjun pada proyek penelitian, sedangkan cara lain yang dipakai dalam Field
Research ini adalah :
a. Interview, yaitu suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data dengan jalan
mengajukan pertanyaan secara langsung pada saat perusahaan mengadakan suatu
kegiatan.
b. Observasi, yaitu suatu metode dalam memperoleh data, dengan mengadakan
pengamatan langsung terhadap keadaan yang sebenarnya dalam perusahaan.

1.4 Data-data yang Diperlukan


Data-data yang dibutuhkan dalam KKN-P antara lain :
1. Data-data yang berhubungan dengan bidang konsentrasi Konversi Energi dari mahasiswa.
2. Data-data yang berhubungan dengan proses Konversi Energi.
1.5 Sistematika Laporan
Dalam penyajian laporan kerja praktek ini, penyusun membagi dalam lima (5) bab
bahasan, yaitu Bab I Pendahuluan bab yang berisi tentang latar belakang, rumusan masalah,
tujuan, metode kuliah kerja nyata, data-data yang diperlukan, dan sistematika penulisan
laporan. Bab II Sejarah Perusahan, Bab ini berisikan tentang sejarah nperusahan, lokasi dan
tata letak pabrik, organisasi dan kepegawaian. Bab III Teori Dasar, Bab ini berisi tentang
Teori-teori yang berhunugan dengan pompa dan sistem aliran fluida. Bab IV Pengolahan
Data, Bab ini berisikan tentang perhitungan head dan paramater apa saja yang digunakan
untuk mendapatkan Head aliran. Bab V Analisis, Pada bab ini berisi tentang analisa hasil dari
pengamatan analisis yang dilakukan. Bab VI Kesimpulan, Bab ini berisikan tentang
kesimpulan dari analisis pengamatan yang telah dilakukan.

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

BAB II
SEJARAH PT. PUPUK KUJANG

2.1 Sejarah PT. Pupuk Kujang (Persero)


PT Pupuk Kujang didirikan pada tanggal 9 Juni 1975 dengan dana US$ 260 juta
merupakan pinjaman dari Pemerintah Iran sebesar US$ 200 Juta, serta Penyertaan Modal
Pemerintah (PMP) Indonesia sebesar US$ 60 juta. Pinjaman kepada Pemerintah Iran telah
dilunasi tahun 1989. Pembangunan pabrik Pupuk Kujang pertama yang kemudian diberi
nama Pabrik Kujang 1A dengan kapasitas produksi 570.000 ton/tahun urea dan 330.000
ton/tahun amoniak pembangunannya dilaksanakan oleh kontraktor utama Kellogg Overseas
Corporation (USA) dan Toyo Engineering Corporation (Japan). Pembangunan Pabrik Kujang
1A ini berhasil dibangun selama 36 bulan dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia
pada tanggal 12 Desember 1978. PT Pupuk Kujang merupakan anak perusahaan dari BUMN
Pupuk di Indonesia yaitu PT Pupuk Indonesia Holding Company.
Sejalan dengan perkembangannya di usia pabrik yang semakin tua, membawa
konsekuensi kepada pembebanan biaya pemeliharaan yang semakin tinggi dan down time
yang semakin meningkat pula. Penanggulangan masalah tersebut memerlukan dana yang
besar terutama untuk replacement dan rekondisi beberapa peralatan inti. Untuk
mengantisipasi masalah tersebut PT Pupuk Kujang telah menyusun action plan sehingga
kesinambungan usaha dapat terus berjalan. Salah satu rencana yang sudah dilaksanakan
adalah penggantian reaktor urea pada tahun 2001 dan pembangunan Pabrik Kujang 1B.
Pembangunan Pabrik Kujang 1B dengan kapasitas produksi 570.000 ton/tahun urea dan
330.000 ton/tahun amonia dilaksanakan oleh kontraktor utama Toyo Engineering Corporation
(TEC) Japan dan didukung oleh 2 (dua) kontraktor dalam negeri yaitu PT Rekayasa Industri
dan PT Inti Karya Persada Teknik. Pembangunan Pabrik Kujang 1B ditempuh dalam waktu
36 bulan, dimulai tanggal 1 Oktober 2003 sampai dengan 6 September 2005. Selain dari
equity yang dimiliki oleh PT Pupuk Kujang, pendanaan proyek ini diperoleh dari pinjaman
Japan Bank for International Cooperation (JBIC) sebesar JPY 27.048.700.000. Peresmian
Pabrik Kujang 1B dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 3 April 2006.

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Pada tanggal 4 Januari 2011, PT Pupuk Kujang melakukan Kredit Refinancing


pembangunan pabrik Kujang 1B melalui proses Take Over oleh 4 perbankan nasional. Hal ini
merupakan langkah untuk menghindari fluktuasi utang luar negeri atas mata uang asing, yen
serta merupakan arahan dari para pemegang saham serta implementasi dari Surat
Kementerian BUMN no. S-33/MBU/2008 tentang Pengelolaan Pinjaman & Dana Dalam
Valuta Asing..
Dengan Kredit Refinancing ini, PT Pupuk Kujang meminjam uang sebesar Rp 1,9
triliun kepada 4 bank nasional yaitu Bank BRI, BNI, Mandiri, dan BCA. Uang tersebut
digunakan untuk membeli yen dan membayar utang kepada JBIC. Rencana pembayaran PT
Pupuk Kujang kepada 4 perbankan nasional akan dilakukan dalam jangka waktu 8 tahun
mulai 2012 hingga 2019.
Bahan baku utama dalam pembuatan urea adalah gas bumi, air dan udara. Ketiga
bahan baku tersebut diolah sehingga menghasilkan amonia dan akhirnya menjadi urea.
Penyediaan gas bumi berasal dari Pertamina dan Perusahaan Gas Swasta lainnya yang
diambil dari sumber lepas pantai laut Jawa, sedangkan air baku diambil dari Perum Jasa Tirta
II Jatiluhur-Purwakarta.
Untuk memanfaatkan ekses operasional Pabrik Pupuk Kujang maka dibangunlah
beberapa anak Perusahaan yang merupakan Joint Venture dengan pihak swasta dalam negeri
maupun luar negeri. Saat ini PT Pupuk Kujang mempunyai 5 (lima) anak perusahaan yang
merupakan perusahaan patungan dengan pihak swasta yaitu : PT Sintas Kurama Perdana yang
memproduksi Asam Formiat, PT Multi Nitrotama Kimia yang memproduksi Ammonium
Nitrat dan Asam Nitrat, PT Peroksida Indonesia Pratama memproduksi Hydrogen Peroksida,
PT Kujang Sud-Chemie Catalysts yang memproduksi Katalis, dan yang terakhir adalah PT
Kawasan Industri Kujang Cikampek yang mengelola lahan di Kawasan PT Pupuk Kujang.
Mengingat biaya produksi pupuk urea masih lebih tinggi dari Harga Eceran Tertinggi
(HET), maka Pemerintah memberikan subsidi melalui Peraturan Menteri Keuangan No.
122/KMK.02/2006 tanggal 7 Desember 2006, tentang Tata Cara Perhitungan dan
Pembayaran Subsidi Pupuk Tahun Anggaran 2006 merubah pola subsidi gas menjadi subsidi
harga, dalam subsidi harga tersebut besaran subsidi dari Pemerintah terhadap industri pupuk

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

adalah seluruh biaya produksi termasuk harga bahan baku utama yaitu gas alam ditambah
margin 10 % dan biaya distribusi dikurangi dengan Harga Eceran Tertinggi.
Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No. 17/MDAG/PER/6/2011, tentang
Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi, dan Surat Direktur Utama PT Pupuk Sriwidjaja
(Persero) No. U-909/A00000.UM/2011 tanggal 11 Agustus 2011 bahwa terhitung mulai
tanggal 1 September 2011, seluruh Provinsi Jawa Barat menjadi daerah tanggung jawab PT
Pupuk Kujang.
Posisi strategis Perusahaan yang terletak di Provinsi Jawa Barat dan berdekatan
dengan Ibu Kota DKI Jakarta menjadi salah satu tantangan tersendiri, mengingat Jawa Barat
sebagai lumbung padi nasional harus ditunjang dengan pasokan pupuk yang memadai
sehingga Ketahanan Pangan Nasional dapat terjamin.
Mengenai harga jual, Harga Eceran Tertinggi pupuk urea bersubsidi berdasarkan pada
Peraturan Menteri Pertanian No. 87/Permentan/SR.130/12/2011 adalah Rp 1.800/Kg.
Sedangkan ammonia, yang merupakan kelebihan dari produksi ammonia yang diproses
menjadi urea, sebagian besar disalurkan ke PT Multi Nitrotama Kimia serta sebagian lagi
dipasarkan ke wilayah Jawa Barat, Jawa Timur dan diekspor dalam partai kecil (small cargo)
Sesuai dengan arahan dari Surat Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian
Kementerian Pertanian No. 712/SR.130/B.5/8/2011 tanggal 23 Agustus 2011 perihal
Pewarnaan pupuk Urea Bersubsidi, PT Pupuk Kujang per tanggal 1 Januari 2012 warna
pupuk urea bersubsidi menjadi berwarna merah jambu (pink). Tujuannya agar pengawasan
pupuk tersebut bisa lebih mudah. Pewarna pupuk yang digunakan dalam proses ini
menggunakan bahan-bahan Food-edible-grade atau aman untuk dikonsumsi, tidak beracun
bagi tanaman, tidak mengubah kandungan zat hara yang ada pada pupuk, serta sesuai dengan
Standar Nasional Indonesia (SNI).

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

2.2 Visi dan Misi PT. Pupuk Kujang


2.2.1 Visi
"MENJADI INDUSTRI KIMIA DAN PENDUKUNG PERTANIAN YANG
BERDAYA SAING DALAM SKALA NASIONAL"

2.2.2 Misi
"MENGHASILKAN
PERDAGANGAN

PRODUK

YANG

BERMUTU

BERDAYA

SAING

DAN

MELAKUKAN

TINGGI

DENGAN

MENGUTAMAKAN KEPUASAN PELANGGAN"

2.3 Tata Nilai / Budaya


S-I-A-P
Selamat
Mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja serta mempedulikan lingkungan.
Menggunakan sumber daya perusahaan yang terbatas dengan efektif dan efisien.
Integritas
Melakukan pekerjaan dengan (jujur) benar dan tepat.
Memenuhi komitmen atau perjanjian kepada pelanggan.
Menghargai orang berprestasi.
Adaptif
Mendayagunakan inovasi dan kreatifitas karyawan.
Mengantisipasi perubahan dalam lingkungan usaha.
Secara terus-menerus memperbaiki cara kerja.
Menggunakan sumber daya dari luar untuk mencapai tujuan.
Pelanggan
Memperoleh kepercayaan pelanggan.
Membangun aliansi strategis dengan organisasi lain.

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

2.4

Lokasi dan Tata Letak Pabrik


Pabrik PT Pupuk Kujang (Persero) terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Desa

Dawuan, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Tata letak pabrik
diusahakan sedemikian rupa sehingga memudahkan jalannya produksi dan keluar masuknya
serta mendukung pemadaman kebakaran.

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

B
D
E
F

G
H
I

Gambar 2.1. Tata letak Pabrik PT. Pupuk Kujang

10

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Keterangan Gambar 2.1


A = Pos Penjagaan Utam
B = Kantor Fire Safety
C = Kawasan Industri / anak perusahan
D = Puskesmas PT. Pupuk Kujang
E = Pabrik Kujang 1A
F = Pabrik Kujang 1B
G = Kantor Pusat PT. Pupuk Kujang
H = Kawasan Perumahan PT. Pupuk Kujang
I = Lapangan Golf

2.5 Struktur
2.5.1 Restrukturisasi Organisasi
Struktur organisasi terdiri atas 4 Direktorat, yang masing-masing dipimpin
seorang Direktur, yaitu :
-Direktorat Utama
-Direktorat Produksi Teknik & Pengembangan
-Direktorat SDM & Umum
-Direktorat Komersil
Untuk bagan struktur organisasi PT Pupuk Kujang dapat dilihat di (lampiran).
2.5.2 Profil Karyawan
Pupuk Kujang pada Juli 2015 memiliki karyawan sebanyak 2805 orang.
Domisili dari karyawan tersebut saat diterima berasal dari Kab. Karawang sebanyak
690 orang (57,5%), Kab. Purwakarta sebanyak 120 (10,0%), Jawa Barat (diluar Kab.
Karawang dan Kab. Purwakarta) sebanyak 234 orang (19,5%), DKI & sekitarnya
sebanyak 67 orang (5,6%), dan daerah lainnya sebanyak 89 orang (7,4%). Untuk
melihat rekapitulasi kekuatan karyawan bisa dilihat di (lampiran).

11

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

2.5.3 Kesejahteraan Karyawan, Keluarga dan Purna Bakti (Pensiunan)


Pemeliharaan sumber daya manusia dimulai dari awal masuk bekerja sampai
purna tugas melalui system kesejahteraan dan kesehatan yang memadai sesuai dengan
kemampuan perusahaan.
Pada tahun 2011 peningkatan kesejahteraan telah dilaksanakan melalui kenaikan
skala Gaji Dasar dan tunjangan-tunjangan seperti bantuan uang makan, bantuan uang
perumahan, tunjangan jabatan maupun tunjangan shift bagi karyawan yang ditugaskan
bekerja secara shift serta peningkatan pemberian bantuan kesejahteraan berupa
pinjaman uang tanpa bunga, serta pembinaan kenaikan Gaji dasar pensiun, Prokespen
(Program kesehatan Pensiunan) dan THT (Tabungan Hari Tua).
Perusahaan juga memberikan fasilitas pelayanan kesehatan kepada karyawan
dan keluarganya, antara lain pemeriksaan dan perawatan di poliklinik Perusahaan oleh
tenaga dokter umum, sedangkan bagi karyawan dan keluarganya yang memerlukan
pemeriksaan dan atau perawatan oleh tenaga dokter spesialis, perusahaan memberikan
rujukan untuk berobat ke rumah sakit sesuai dengan penyakitnya. Serta dilakukan
pemeriksaan kesehatan berkala (medical check up) yang dilaksanakan melalui rekanan
penyelenggara laboratorium medical check up setiap satu tahun sekali.
Untuk memberikan rasa aman dan nyaman dalam bekerja juga sebagai jaminan
kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan karyawan diikutsertakan dalam program
jaminan sosial tenaga kerja yang dikelola oleh PT Jamsostek (Persero) serta program
asuransi kecelakaan oleh PT Ramayana Tbk. Dan Asuransi kematian oleh PT Jiwasraya
Tbk.
Disamping itu juga perusahaan memberikan bantuan uang rekreasi kepada
karyawan beserta keluarga setiap satu tahun sekali, untuk lebih mempererat hubungan
tali silaturahmi sesama karyawan dan keluarganya dan meningkatkan motivasi dalam
bekerja.

12

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

BAB III
DASAR TEORI POMPA

3.1

Pengertian Pompa
Pompa adalah mesin fluida yang berfungsi untuk memindahkan fluida cair dari suatu

tempat ke tempat lain dengan cara memberikan energi mekanik pada pompa yang
kemudian diubah menjadi energi gerak fluida. Beberapa hal penting pada karakteristik
pompa yaitu:
a. Head (H)
Head adalah energi angkat atau dapat digunakan sebagai perbandingan antara
suatu energi pompa per satuan berat fluida. Pengukuran dilakukan dengan mengukur
beda tekanan antara pipa isap dengan pipa tekan, satuannya adalah meter.
b. Kapasitas (Q), satuannya adalah m3/s.
Kapasitas adalah jumlah fluida yang dialirkan persatuan waktu.
c. Putaran (n), satuan rpm
Putaran adalah dinyatakan dalam rpm dan diukur dengan tachometer.
d. Daya (P), satuan Watt
Daya dibedakan atas 2 macam, yaitu daya dengan poros yang diberikan motor
listrik dan daya air yang dihasilkan pompa.
e. Momen Puntir (T), satuan N/m.
Momen puntir diukur dengan memakai motor listrik arus searah, dilengkapi
dengan pengukur momen.
f. Efisiensi ( ), satuan %
Efisiensi pompa adalah perbandingan antara daya air yang dihasilkan pompa
dengan daya poros dari motor listrik.
3.2

Pengertian Kavitasi
Kavitasi adalah gejala menguapnya zat cair yang sedang mengalir, karena tekanannya

berkurang sampai di bawah tekanan uap jenuhnya. Misalnya, air pada tekanan 1 atmosfer
aka mendidih dan menjadi uap jenuh pada 1000C. Tetapi jika tekanan direndahkan, maka air
akan mendidih pada temperatur yang lebih rendah. Jika tekanannya cukup rendah, maka
pada temperatur kamarpun air dapat mendidih.

13

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Apabila zat cair mendidih, maka akan timbul gelembung- gelembung uap zat cair.
Hal ini dapat terjadi pada zat cair yang sedang mengalir di dalam pompa maupun di dalam
pipa. Tempat-tempat yang bertekanan rendah dan/atau berkecepatan tinggi di dalam aliran
sangat rawan terhadap terjadinya kavitasi. Pada pompa misalnya, bagian yang mudah
mengalami kavitasi adalah pada sisi isapnya. Kavitasi akan timbul bila tekanan isap
terlalu rendah.
Jika pompa mengalami kavitasi, maka akan timbul suara berisik dan getaran.
Selain itu performansi pompa akan menurun secara tiba- tiba, sehingga pompa tidak dapat
bekerja dengan baik. Jika pompa dijalankan dalam keadaan terkavitasi secara terus-menerus
dalam jangka waktu lama, maka permukaan dinding saluran di sekitar aliran yang
berkavitasi akan mengalami kerusakan. Permukaan dinding akan termakan sehingga
menjadi berlubang-lubang atau bopeng. Peristiwa ini disebut erosi kavitasi. Sebagai akibat
dari tumbukan gekembung- gelembung uap yang pecah pada dinding secara terus-menerus.
Dikarenakan kavitasi memberi banyak kerugian pada pompa, maka kavitasi perlu dihindari.
Cara-cara untuk mencegah terjadinya kavitasi antara lain:
a. Tekanan gas diperbesar di dalam pipa di mana fluida yang mengalir dipompakan.
Cara ini menuntut dimensi pipa yang mebih besar dengan batasan 3 atm
b. Sebuah pompa booster dipasang pada ujung pipa isap
c. Sebuah axial wheel atau halical wheel dipasang tepat di dalam impeller pada poros
yang sama, hal ini dimaksudkan untuk menaikkan tekanan dan membuat pusaran
terhadap aliran, cara ini merupakan pilihan yang paling baik. Akan tetapi, bila kecepatan
putaran (n) dan debitna (Q) sama dengan kecepatan putar dan debit dari impeller, maka
kavitasi justru akan terjadi pada runner pemantu itu sendiri. Oleh karena itu, dalam
pemasangannya, runner pembantu ini diperlukan pertimbangan yang sungguh-sungguh.
3.3 Pengertian NPSH
Seperti diuraikan sebelumnya, bahwa kavitasi akan terjadi, apabila tekanan statis
suatu aliran zat cair turun sampai di bawah tekanan uap jenuhnya. Jadi, untuk menghindari
kavitasi harus diusahakan agar tidak ada satu bagianpun dari aliran dalam pipa yang
mempunyai tekanan statis lebih rendah dari tekanan yang ditentukan oleh keadaan aliran
dalam pompa.

14

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Oleh karena itu, maka definisi suatu tekanan kavitasi atau jika dinyatakan dalam
satuan head disebut dengan Net Positive Suction Head (NPSH). NPSH dapat dinyatakan
sebagai ukuran keamanan pompa dari peristiwa kavitasi
a. NPSH yang tersedia
Merupakan head yang dimiliki oleh suatu zat cair pada sisi isap pompa
(ekuivalen dengan tekanan absolut pada sisi isap pompa), dikurangi dengan
tekanan uap jenuh zat cair di tempat tersebut. Pada pompa yang menghisap zat
cair dari tempat terbuka dengan tekanan atmosfer pada permukaan zat cair seperti
diperlihatkan pada gambar 2.1, maka besarnya NPSH yang tersedia adalah:

Dengan:
Hsv: NPSH yang tersedia (m)
Pa: tekanan atmosfer (N/m2)
Pv: tekanan uap jenuh (N/m2)
: densitas cairan (kg/m3)
hs: head isap statis (m)
hl: head losses (m)
Dengan hs bertanda (+) jika terletak di atas permukaan zat cair yang diisap
dan negatif (-) jika terletak di permukaan zat cair yang diisap. Dari persamaan
tersebut dapat dilihat bahwa NPSH yang tersedia merupakan tekanan absolut
yang masih tersedia pada sisi isap pompa setelah dikurangi tekanan uap.
Besarnya tergantung pada kondisi luar pompa di mana pompa tersebut
dipasang.

15

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Gambar 3.1: NPSH apabila tekanan atmosfer bekerja pada permukaan air yang diisap
Sumber: Sularso, Tahara; Pompa dan Kompresor; Pradya Paramitha; Jakarta;2000; hal 44

Gambar 3.2: NPSH bila tekanan uap bekerja di dalam tangki air hisap yang tertutup
Sumber: Sularso, Tahara; Pompa dan Kompresor; Pradya Paramitha; Jakarta;2000; hal 44

Jika zat cair diisap dari tangki tertutup seperti pada gambar
2.3, maka pa menyatakan tekanan absolut yang bekerja pada permukaan zat cair
di dalam tangki tertutup tersebut, jika tekanan di atas permukaan zat cair sama
dengan tekanan uap jenuhnya, maka:
pa = pv , sehingga:
hsv = -hs - hl

16

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

harga hs adalah negatif (-) karena permukaan zat cair dalam tangki lebih
tinggi daripada sisi isap pompa. Pemasangan pompa semacam ini diperlukan
untuk mendapatkan harga hsv atau NPSH yang positif (+).
b. NPSH yang diperlukan
Tekanan terendah di dalam besarnya terdapat di suatu titik dekat
setelah sisi masuk sudu impeller. Di tempat tersebut, tekanannya lebih rendah
daripada tekanan pada sisi isap pompa. Hal ini disebabkan karena luas
penampang yang menyempit, dan kenaikan kecepatan aliran karena tebal
sudu.
Jadi, agar tidak terjadi penguapan zat cair, maka tekanan pada lubang
masuk pompa dikurangi penurunan tekanan di dalam pompa, harus lebih
tinggi daripada tekanan uap zat cair. Head tekanan yang besarnya sama dengan
penurunan tekanan ini disebut NPSH yang diperlukan.
Agar

pompa

dapat

bekerja

tanpa

mengalami kavitasi, maka

persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:


NPSH yang tersedia > NPSH yang diperlukan
Harga dari NPSH yang diperlukan, diperoleh dari pabrik pompa yang
bersangkutan.
3.4 Klasifikasi Pompa
Menurut prinsip kerjanya, pompa diklasifikasikan menjadi:
a. Positive Displacement Pump
Pompa yang menghasilkankapasitas intermitten karena fluidanya ditekan
dalam elemen-elemen pompa dengan volume tertentu. Jadi, fluida yang masuk
kemudian dipindahkan ke sisi buang sehingga tidak ada kebocoran (aliran balik)
dari sisi buang ke sisi masuk. Pompa jenis ini menghasilkan head yang tinggi
dengan kapasitas yang rendah. Perubahan energi yang terjadi pada pompa ini
adalah energi mekanik yang diubah langsung manjadi energi potensial.
Macam-macam Positive Displacement Pump:
1. Pompa Piston
Prinsip kerja dari pompa ini adalah sebagai berikut:
berputarnya selubung putar akan menyebabkan piston bergerak naikturun sesuai dengan ujung piston di atas piring dakian. Fluida terisap ke
dalam silinder dan kemudian ditukar ke saluran buang akibat gerakan

17

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

turun-naiknya piston. Bertemunya rongga silindris piston pada selubung putar


dengan saluran isap dan tekan yang terdapat pada alat berkatup. Pompa ini
diproduksi untuk memenuhi kebutuhan head yang sangat tinggi dengan
kapasitas aliran rendah.
Dalam aplikasinya pompa piston banyak digunakan untuk keperluan
pemenuhan tenaga hidrolik pesawat angkat.
2. Pompa Roda Gigi
Prinsip kerjanya adalah berputarnya dua buah roda gigi berpasangan
yang terletak antara rumah pompa dan menghisap serta menekan fluida yang
mengisi ruangan antar roda gigi (yang dibatasi oleh gigi dan rumah
pompa) ditekan ke sisi buang akibat terisinya ruang anatara roda gigi
pasangannya. Pompa ini biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan
head tinggi dengan kapasitas aliran sangat rendah. Dalam aplikasinya, pompa
ini digunakan untuk pelumas.

Gambar 3.3: Pompa Roda Gigi


Sumber: Edward, Hick. Teknologi Pemakaian Pompa. Erlangga.1996. hal 26
3. Pompa Torak
Prinsip kerjanya adalah torak melakukan gerakan isap terbuka dan
katup tekan tertutup. Sedangkan pada saat torak mulai melakukan gerakan
tekan, katup isap tertutup dan katup tekan terbuka. Kemudian fluida yang
tadinya terisap dibuang pada katup tekan. Pompa ini biasa digunakan untuk
memenuhi head tinggi dengan kapasitas rendah. Dalam aplikasinya pompa
torak banyak digunakan untuk pemenuhan tenaga hidrolik.

18

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Gambar 3.4: Skema Pompa Torak


Sumber: Edward, Hick. Teknologi Pemakaian Pompa.Erlangga.1996. hal 32
b. Pompa Dinamik
Pompa dinamik adalah pompa yang ruang kerjanya tidak berubah selama
pompa bekerja. Pompa ini memiliki elemen utama sebuah rotor dengan satu
impeller yang berputar dengan kecepatan tinggi. Fluida masuk dipercepat oleh
impeller yang menaikkan kecepatan absolut fluida maupun tekanannya dan
melemparkan aliran melalui volut. Yang tergolong pompa dinamik antara lain:
1. Pompa Aksial
Prinsip kerja pompa ini adalah sebagai berikut: berputarnya impeller
akan mengisap fluida yang akan dipompakan dan menekannya ke ssi tekan
dalam arah aksial (tegak lurus). Pompa aksial biasana diproduksi untuk
kebutuhan head rendah dengan kapasitas aliran yang besar. Dalam aplikasinya
pompa jenis ini banyak digunakan untuk irigasi.

Gambar 3.5: Skema Pompa Aksial


Sumber: Sularso, Tahara; Pompa dan Kompresor; Pradya Paramitha; hal 76

19

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

2. Pompa Sentrifugal
Pompa ini terdiri dari satu atau lebih impeller yang dilengkapi dengan
sudu-sudu pada poros yang berputar dan diselubungi chasing. Fluida diisap
pompa melalui sisi isap, akibat berputarnya impeller yang menghasilkan
tekanan vakum. Pada sisi isap selanjutnya fluida yang telah terisap kemudian
terlempar ke luar impeller akibat gaya sentrifugal yang dimiliki oleh fluida.

Gambar 3.6: Pompa Sentrifugal dengan Isapan Ujung


Sumber: Sularso, Tahara; Pompa dan Kompresor; Pradya Paramitha; hal 132

20

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Klasifikasi Pompa Sentrifugal:


a. Pompa Volut
Aliran yang keluar dari impeller pompa volut ditampung dalam
volut, yang selanjutnya akan dialirkan memalui nozzle untuk keluar.

Gambar 3.7: Skema Pompa Volut


Sumber: Sularso, Tahara; Pompa dan Kompresor; Pradya Paramitha; hal 244
b. Pompa Difusser
Pompa yang mempunyai difusser yang dipasang mengelilingi
impeller.

Gambar 3.8: Skema Pompa Difusser


Sumber: Fritz, Dietzel. Turbin, Pompa, dan Kompresor.1990. hal 244

21

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

c. Pompa Hydraulic Ramp


Adalah pompa yang tidak menggunakan energi listrik/bahan
bakar untuk bekerja. Bekerja dengan sistem pemanfaatan tekanan dinamik
atau gaya air yang timbul karena adanya aliran air dari sumber air ke
pompa, gaya tersebut digunakan untuk menggerakkan katup yang bekerja
dengan frekuensi tinggi, sehingga diperoleh gaya besar untuk mendorong
air ke atas.

Gambar 3.9: Hydraulic Ramp


Sumber: hutama-teknik.indonetwork.net
d. Pompa Benam
Pompa benam menggunakan daya listrik untuk menggerakkan
motor. Motor itu mempunyai poros yang tegak lurus dengan impeller.
Karena kedudukan impeller satu poros dengan motor, maka bila motor
bekerja, impeller akan berputar dan air yang berada pada bak isapan
terangkat oleh sudu yang terdapat pada impeller. Untuk menahan air yang
telah diisap oleh impeller, supaya tidak bocor kembali ke bak isapan, air
ditahan oleh lower difusser yang berada di bagian bawah pompa.

22

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Gambar 3.10: Pompa Benam


Sumber: warintek.bantulkab.go.id
3.5

Pompa Sentrifugal dan Prinsip Kerjanya

3.5.1 Bagian-Bagian Pompa Sentrifugal


Bagian-bagian pompa sentrifugal adalah sebagai berikut:
1. Casing (rumah keong)
Fungsinya

untuk merubah atau mengkonversikan energi cairan

menjadi energi tekanan statis.


2. Impeller
Fungsinya untuk merubah energi kinetik atau memberikan energi kinetik
pada zat cair, kemudian di dalam casing diubah menjadi energi tekanan.
3. Pons Pompa
Fungsinya untuk meneruskan energi mekanik dari mesin penggerak
(prime over) kepada impeller.
4. Inlet
Fungsinya untuk saluran masuk cairan ke dalam impeller.
5. Outlet
Fungsinya untuk saluran saluran keluar dari impeller.
6. Nozzle
Fungsinya untuk merubah energi kinetik menjadi energi tekanan.

23

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Gambar 3.11: Bagian-Bagian Pompa Sentrifugal


Sumber: Fritz, Dietzel. Turbin, Pompa, dan Kompresor. 1990, hal 115
3.5.2 Prinsip Kerja Pompa Sentrifugal
Fluida terhisap melalui sisi isap, karena tekanan pada pompa lebih kecil
daripada tekanan atmosfer, kemudian masuk dan ditampung di dalam rumah keong.
Karena adanya putaran impeller, maka fluida keluar melalui sisi buang dengan arah
radial.
Bagian-bagian pompa sentrifugal:
1. Impeller
Untuk menghisap fluida dari sisi isap dan menekannya dalam arah
aksial ke sisi buang.
2. Sudu
Bagian impeller yang berfungsi untuk menggerakkan fluida
sehingga menghasilkan gaya sentrifugal pada fluida.
3. Casing
Disebut juga rumah keong, berfungsi menampung cairan yang terlempar
dari sudu-sudu impeller.

24

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

BAB IV
PENGOLAHAN DATA

4.1 Data Pompa


4.1.1 Spesifikasi Pompa
Type pompa

: Centrifugal Pump

Service

: Degassed Water Pump

No. Seri

: W-GA 1005 A/B

Kapasitas

: 189 m3/h

Head

: 51.3 m

Putaran

: 2959 rpm

Fluida

: Air

Daya yang dibutuhkan

: 36.8 kW

Efisiensi pompa

: 71.6%

4.2 Gambar Alat

Gambar 4.1: Sectional Drawing, Model


Sumber: Grundfos Data Booklet, NK,NKE, Single Stage end-Suction pumps according to
EN 733,50Hz

25

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

4.3 Rumus Perhitungan

Dimana: Pd = tekanan buang (


Ps = tekanan hisap (

)
)

= water . g (kg/m2)
4.4 Contoh Perhitungan

Pd = 4,57 kg/cm2 = 448163.90 N/m2

Ps = water . g . h
= 1000 kg/m3.10 m/s2 . 2,7 m
= 27000 N/m2
= water . g
= 1000 kg/m3 . 10 m/s2
= 10000 kg/m2

26

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

4.5 Data Pompa W-GA 1005 A tanggal 10 Agustus 2015 -20 Agustus 2015
Tabel 4.1 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 10 Agustus 2015
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (

0
0
0
57.8
58
58.2
58.1
58.2
57.2
57.8
57
56

Q2 (
54.7
55.8
56.7
57.2
61.4
62.3
62.4
62.4
56.4
57
56.4
55.4

) Q3 (
55.2
54.8
57.2
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Q(
) Pd (Kg/
109.90
4.6
110.60
4.6
113.90
4.6
115.00
4.6
119.40
4.5
120.50
4.5
120.50
4.5
120.60
4.5
113.60
4.6
114.80
4.6
113.40
4.6
111.40
4.6
115.30

4.57

Tabel 4.2 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 11 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
54.7
55.7
54.2
58.7
60.4
57.1
57.3
57.5
52.8
52.1
0
0

Q2 (

)
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
58.9
56.6

Q3 (
56
56.8
56.2
57.2
55.2
52.1
52.5
53
54.1
58.5
58.7
59

Q(
) Pd (Kg/
110.70
4.6
112.50
4.6
110.40
4.6
115.90
4.6
115.60
4.5
109.20
4.6
109.80
4.6
110.50
4.6
106.90
4.6
110.60
4.6
117.60
4.6
115.60
4.5
112.11

4.58

27

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Tabel 4.3 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 12 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (

0
0
0
0
0
0
0
66.3
60.5
60.4
60.3
60.2

Q2 (
88.7
55.5
63.2
65.7
60.4
60.8
60.5
58.5
53.4
53
52.8
52.6

) Q3 (
93.2
57.7
66.7
54.4
50.1
49.8
51.2
0
0
0
0
0

Q(
) Pd (Kg/
181.90
4.8
113.20
4.8
129.90
4.5
120.10
4.8
110.50
4.6
110.60
4.6
111.70
4.5
124.80
4.5
113.90
4.5
113.40
4.5
113.10
4.5
112.80
4.5
121.33
4.59

Tabel 4.4 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 13 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
65.6
60.1
61.2
59.9
60.2
60.8
62.6
62.8
58.1
62.6
62.3
68.2

Q2 (

)
49.5
51.2
52.5
52.6
52.2
0
0
0
0
0
0
0

Q3 (
0
0
0
0
0
60.6
62.4
62.5
58.4
62.5
62.4
68.4

Q(
) Pd (Kg/
115.10
4
111.30
4.5
113.70
4.5
112.50
4.2
112.40
4.8
121.40
4.5
125.00
4.6
125.30
4.8
116.50
4.8
125.10
4.8
124.70
4.8
136.60
4.6
119.97
4.58

28

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Tabel 4.5 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 14 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
65.9
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
67.3

) Q3 (

Q2 (
0
61.2
60.1
60
59
58.7
59
59.2
58.9
57.4
57
66.7

66
61.2
60.6
60.5
59.5
59.2
59.4
59.6
59.5
57.8
57.5
0

Q(
) Pd (Kg/
131.90
4
122.40
4
120.70
4.2
120.50
4.2
118.50
4.5
117.90
4.9
118.40
4.9
118.80
4.9
118.40
4.9
115.20
4.9
114.50
4.9
134.00
4.6
120.93
4.58

Tabel 4.6 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 15 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
59.1
59
58.5
60.9
58
58.3
60.3
53.5
67
67.1
67.7
62

Q2 (

)
60.3
60.5
60.2
63
60
60.1
62.4
55.2
0
0
0
0

Q3 (
0
0
0
0
0
0
0
0
66.8
67.4
67.6
64.4

) Q(
) Pd (Kg/
119.40
4.5
119.50
4.5
118.70
4.5
123.90
4.5
118.00
4.8
118.40
4.2
122.70
4.8
108.70
4.8
133.80
4.6
134.50
4.5
135.30
4.5
126.40
4.8
123.28
4.58

29

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Tabel 4.7 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 16 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
62.8
63
62.7
62.7
73
0
0
0
0
0
0
0

) Q3 (
62.8
62.6
62.4
62.5
73.2
62.4
61.4
62.1
62.7
62.5
49.1
59

Q2 (
0
0
0
0
0
63.9
62.8
63.9
64.5
63
50.7
61.4

Q(
) Pd (Kg/
125.60
4.5
125.60
4.5
125.10
4.5
125.20
4.5
146.20
4.5
126.30
4.6
124.20
4.8
126.00
4.8
127.20
4.8
125.50
4.8
99.80
4.8
120.40
4.8
124.76
4.66

Tabel 4.8 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 17 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
0
0
60.7
59
88.7
74.1
59.1
50
58.6
58.9
67.2
66.7

Q2 (

)
58.3
58
59.8
58.7
62.4
75.7
60.2
81.7
58.9
58.6
0
0

Q3 (
56
56.5
0
0
0
0
0
0
0
0
66.2
66.2

Q(
) Pd (Kg/
114.30
4.5
114.50
4.5
120.50
4.5
117.70
4.5
151.10
4.8
149.80
4.7
119.30
4.8
131.70
4.8
117.50
4.7
117.50
4.9
133.40
4.6
132.90
4.6
126.68
4.66

30

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Tabel 4.9 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 18 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
65.7
54.1
60.1
67.1
58.4
58.6
59
0
0
0
0
0

Q2 (
0
0
0
0
0
0
0
60.3
60.6
60.5
60.1
59.9

) Q3 (
64.8
53.6
57.1
66.2
57.1
57.6
58.1
59.6
58.2
58.7
59.6
59.5

Q(
) Pd (Kg/
130.50
4.9
107.70
4.9
117.20
4.9
133.30
4.9
115.50
4.5
116.20
4.5
117.10
4.5
119.90
4.5
118.80
4.5
119.20
4.5
119.70
4.5
119.40
4.5
119.54
4.63

Tabel 4.10 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 19 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
0
0
0
0
62.9
64.6
63.2
68.7
66.1
65.9
65.8
65.7

Q2 (

)
60.7
60.1
57.1
57.4
57.7
58.9
57.5
62.8
61.1
60.2
60
59.6

Q3 (
60
59
57.4
57.1
0
0
0
0
0
0
0
0

Q(
) Pd (Kg/
120.70
4.8
119.10
4.8
114.50
4.8
114.50
4.8
120.60
4.8
123.50
4.8
120.70
4.5
131.50
4.5
127.20
4.5
126.10
4.5
125.80
4.4
125.30
4.4
122.46
4.63

31

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

Tabel 4.11 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 20 Agustus 2015


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Q1 (
63.5
70.8
65.3
65
72.8
87.9
88
87.8
0
0
0
0

Q2 (

) Q3 (

0
0
0
0
0
0
0
0
61.8
57.3
64
63.8

59
65.9
59.8
60.1
70.5
82.2
82.5
82.4
58.7
54.7
61
60.8

Q(
) Pd (Kg/
122.50
4.8
136.70
4.6
125.10
4.6
125.10
4.7
143.30
4.5
170.10
4.5
170.50
4.6
170.20
4.5
120.50
4.6
112.00
4.5
125.00
4.5
124.60
4.5
137.13
4.58

Tabel 4.12 Data pompa W-GA 1005 A tanggal 10 Agustus 2015- 20 Agustus 2015
No. (kg/
1
1000
2
1000
3
1000
4
1000
5
1000
6
1000
7
1000
8
1000
9
1000
10
1000
11
1000

g (m/
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10
10

(kg/
10000
10000
10000
10000
10000
10000
10000
10000
10000
10000
10000

Ps (N/
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00
27000.00

X Pd (N/

448163.90
449144.50
450125.24
449144.60
449144.60
449144.60
456989.90
456989.90
454047.90
454047.90
449144.60

Q(
)
115.30
112.11
121.33
119.97
120.93
123.28
124.76
126.68
119.54
122.46
137.13

H (m)
42.12
42.21
42.31
42.21
42.21
42.21
43.00
43.00
42.70
42.70
42.21

32

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

BAB V
ANALISIS MASALAH

Gambar 5.1 Grafik Perbandingan Teoritis dan Aktual Pompa W-GA 1005A

5.1 Grafik Perbandingan Teoritis dan Aktual Pompa W-GA 1005A

33

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

5.2 Pembahasan
Sesuai dengan spesifikasi performance pompa W-GA 1005A didapatkan nilai debit
(Q) dan nilai head (H) yang mampu dimaksimalkan oleh pompa W-GA 1005A adalah sebesar
Q = 189

dan H = 51.3 m, sedangkan pada analisa perhitungan didapatkan nilai debit

(Q) dan nilai head (H) tertinggi aktual dari pompa W-GA 1005A sebesar Q = 137.13
dan H = 43 m, dari perbandingan ini dapat diketahui seberapa besar selisih antara debit
teoritis dan debit aktual juga head teoritis dan head aktual, adanya selisih atau perbedaan
performance ini dikarenakan adanya beberapa sebab diantaranya adalah :
1. Pada pengoperasian pompa W-GA 1005A dari tanggal 10-20 Agustus hanya dibutuhkan
head rata-rata sebesar 43 m untuk sistem dengan kata lain pada head rata-rata sebesar 43
m sistem sudah bisa beroperasi secara maksimal tanpa membutuhkan head maksimal dari
pompa, jadi pompa W-GA 1005A sudah dioperasikan dalam kondisi dimana pompa
hanya menghasilkan head 43 m saja.
2. Begitu juga pada pengoperasian pompa W-GA 1005A dari tanggal 10-20 Agustus hanya
dibutuhkan debit rata-rata sebesar 137.13
rata-rata sebesar 137.13

untuk sistem dengan kata lain pada debit

sistem sudah bisa beroperasi secara maksimal tanpa

membutuhkan debit maksimal dari pompa, jadi pompa W-GA 1005A sudah dioperasikan
dalam kondisi dimana pompa hanya menghasilkan debit rata-rata sebesar 137.13
saja, hal ini dapat diketahui dari data pompa pada tanggal 12 Agustus dimana pompa
dapat menghasilkan debit sebesar 181.9
teoritisnya (Q = 189

yang mana selisih dengan debit

) tidak jauh berbeda.

3. Kemungkinan adanya losses menyebabkan terjadinya performance pompa menurun


dimana losses dapat terjadi karena :
-

Komponen pompa yang sudah menurun fungsinya

Adanya pipa pada sistem yang terdapat karat atau korosi didalamnya sehingga
menyebabkan adanya hambatan pada fluidanya jadi mengurangi kapasitas atau
debitnya.

Adanya katup pada sistem yang fungsinya sudah menurun biasanya terdapat karat
atau korosi sehingga apabila katup dioperasikan terbuka penuh maka ada hambatan
pada fluida sehingga mengurangi kapasitas atau debitnya.

34

Laporan Praktek Kerja Lapang


PT. PUPUK KUJANG (Persero)

BAB VI
KESIMPULAN

Dari hasil pengolahan data tersebut didapatkan hasil yaitu nilai debit (Q) dan nilai
head (H) tertinggi aktual dari pompa W-GA 1005A sebesar Q = 137.13

dan H = 43 m,

nilai tersebut berbeda dengan nilai debit (Q) dan nilai head (H) tertinggi teoritis dari pompa
W-GA 1005A sebesar Q = 189

dan H = 51.3 m. Terjadi perbedaan niali yang cukup

jauh antara nilai aktual dengan nilai teoritis yang disebabkan oleh beberapa faktor yaitu:

Pada pengoperasian pompa W-GA 1005A dari tanggal 10-20 Agustus hanya dibutuhkan
head rata-rata sebesar 43 m untuk sistem dengan kata lain pada head rata-rata sebesar 43
m sistem sudah bisa beroperasi secara maksimal tanpa membutuhkan head maksimal dari
pompa, jadi pompa WGA-1005A sudah dioperasikan dalam kondisi dimana pompa
hanya menghasilkan head 43 m saja.

Begitu juga pada pengoperasian pompa W-GA 1005A dari tanggal 10-20 Agustus hanya
dibutuhkan debit rata-rata sebesar 137.13
rata-rata sebesar 137.13

untuk sistem dengan kata lain pada debit

sistem sudah bisa beroperasi secara maksimal tanpa

membutuhkan debit maksimal dari pompa, jadi pompa W-GA 1005A sudah dioperasikan
dalam kondisi dimana pompa hanya menghasilkan debit rata-rata sebesar 137.13
saja, hal ini dapat diketahui dari data pompa pada tanggal 12 Agustus dimana pompa
dapat menghasilkan debit sebesar 181.9
teoritisnya (Q = 189

yang mana selisih dengan debit

) tidak jauh berbeda.

Kemungkinan adanya losses menyebabkan terjadinya performance pompa menurun


dimana losses dapat terjadi karena :
-

Komponen pompa yang sudah menurun fungsinya

Adanya pipa pada sistem yang terdapat karat atau korosi didalamnya sehingga
menyebabkan adanya hambatan pada fluidanya jadi mengurangi kapasitas atau
debitnya.Adanya katup pada sistem yang fungsinya sudah menurun biasanya terdapat
karat atau korosi sehingga apabila katup dioperasikan terbuka penuh maka ada
hambatan pada fluida sehingga mengurangi kapasitas atau debitnya.

35