Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI FARMASI

PEWARNAAN GRAM
Senin, 3 Maret 2015
Kelompok III
Senin, Pukul 13.00 16.00 WIB

Nama
Shasti Widhia M S

NPM
260110130158

LABORATORIUM
MIKROBIOLOGI
FARMASI
FAKULTAS
UNIVERSITAS
2015

FARMASI
PADJADJARAN

Nilai

TTD

(Dhiya) (Emanuella) (Puspagita)

PEWARNAAN GRAM

TUJUAN

Mengamati dua kelompok bakteri yaitu Gram positif dan Gram negative,dengan
menggunakan prosedur pewarnaan Gram.Memahami setiap langkah dan reaksireaksi kimia yang terjadi dalam prosedur tersebut.
PRINSIP
1.Teknik Aseptis
Teknik aseptis adalah proses tanpa kontaminasi untuk menjamin preparasi
bebas dari mikroba kontaminan.teknik aseptis digunakan sepanjang percobaan
berlangsung baik alat, bahan, lingkungan sekitar maupun praktikan.Untuk alat dan
bahan dapat diterapkan metode sterilisasi
2.Ikatan Ion
Pewarnaan bakteri didasarkan atas adanya ikatan ion antara komponen
seluler dari bakteri dengan senyawa aktif dari pewarnaan yang disebut
kromogen.Terjadi ikatan ion karena adanya muatan listrik baik pada komponen
seluler maupun pada pewarnaan.Berdasarkan adanya muatan ini maka dapat
dibedakan pewarna asam dan pewarnaan basa.
3.Pewarnaan differensial
Pewarnaan diferensial merupakan teknik pewarnaan yang menampilkan
perbedaan di antara sel-sel mikroba atau bagian-bagian sel mikroba. Teknik
pewarnaan ini menggunakan tidak hanya satu jenis larutan zat warna, berbeda
dengan teknik pewarnaan sederhana (pewarnaan tunggal) yang hanya
menggunakan satu jenis zat warna saja
4.Absorpsi
Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas dengan
cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair yang diikuti dengan
pelarutan

TEORI DASAR
Dunia mikroba terdiri dari berbagai kelompok jasad renik.Kebanyakan
bersel satu atau uniseluler.Ada yang mempunyai ciri-ciri sel tumbuhan, ada yang
mempunyai ciri-ciri sel binatang, ada lagi yang mempunya ciri-ciri

keduanya.Secara kolektif jasad renik dinamankan protista.Sel merupakan satuan


structural yang fundamental dan fungsional bagi kehidupan. Bagi mikroorganisme
uniseluler, sel itu bukan saja merupakan satuan structural, tetapi adalah organisme
itu sendiri (Pelczar,2006)
Sel adalah kantung berisi cairan yang dikelilingi oleh membran. Di dalam
bahan kimia mengambang cairan dan organel. Organisme mengandung bagianbagian yang lebih kecil dari sel, tetapi sel adalah bagian terkecil dari organisme
yang mempertahankan karakteristik dari seluruh organisme. Sebagai contoh, sel
dapat mengambil bahan bakar, mengubahnya menjadi energi, dan menghilangkan
limbah, seperti organisme bisa secara keseluruhan. Namun, struktur dalam sel
tidak dapat melakukan fungsi-fungsi sendiri, sehingga sel dianggap tingkat
terendah.Setiap sel mampu mengkonversi bahan bakar untuk energi bisa
digunakan. Oleh karena itu, sel-sel tidak hanya membuat makhluk hidup, mereka
adalah makhluk hidup. Sel yang ditemukan di semua tumbuhan, hewan, dan
bakteri. Banyak struktur dasar yang ditemukan dalam semua jenis sel, serta cara
struktur-struktur kerja, pada dasarnya sangat mirip, sehingga sel dikatakan unit
dasar kehidupan (Kristy,2014)
Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan
tersebar luas dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya
merupakan organisme uniseluler (bersel tunggal), prokariota/prokariot, tidak
mengandung klorofil, serta berukuran mikroskopik (sangat kecil).Bakteri berasal
dari kata bahasa latin yaitu bacterium. Bakteri memiliki jumlah spesies mencapai
ratusan ribu atau bahkan lebih. Mereka ada di mana-mana mulai dari di tanah, di
air, di organisme lain, dan lain-lain juga berada di lingkungan yang ramah maupun
yang ekstrim.Dalam tumbuh kembang bakteri baik melalui peningkatan jumlah
maupun penambahan jumlah sel sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, yakni
seperti ph, suhu temperatur, kandungan garam, sumber nutrisi, zat kimia dan zat
sisa metabolisme.
Ciri-Ciri Bakteri :
- Umumnya tidak berklorofil
- Hidupnya bebas atau sebagai parasit / patogen

- Bentuknya beraneka ragam


- Memiliki ukuran yang kecil rata-rata 1 s/d 5 mikron
- Tidak mempunyai membran inti sel / prokariot
- Kebanyakan Uniseluler (memiliki satu sel)
- Bakteri di lingkungan ekstrim dinding sel tidak mengandung
peptidoglikan, sedangkan yang kosmopolit mengandung peptidoglikan
(Godam,2008)
Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan
zat warna kepermukaan sel bakteri.Zat warna dapat mengabsorbsi dan
membiasakan cahaya, sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya
ditingkatkan.Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Pada zat warna
basa, bagian yang berperan memberikan warna disebut Kromotor bermuatan
positif, zat warna asam yang berperan memiliki muatan negatif. Zat warna basa
lebih banyak digunakan karena memiliki muatan positif antara lain Eosin, Congo
Red dll. Contoh warna asam yaitu Crystal violet, methylene Blue, Safranin, Base
Fchsin, Malachite green dll (UNSEOD, 2008).
Pewarnaan adalah suatu cara kerja pewarnaan yang paling berguna dan
membutuhkan empat larutan dalam prosesnya yaitu zat warna penutup, zat warna
larutan dan zat warna pelunturan warna
Macam-macam pewarnaan adalah:
1. Pewarnaan Tunggal
2. Pewarnaan Negatif
3. Pewarnaan Tahan Gram
4. Pewarnaan Struktur Sel
(Setedjo,1991)
Salah satu tenik pewarnaan differensial yang paling penting dan paling
luas digunakan untuk bakteri ialah pewarnaan gram.Dalam proses ini olesan
bakteri yang tefiksasi dikenai larutan-larutan berikut dalam urutan yang terdaftar:
ungu Kristal,yodium,alcohol (bahan pemucat), dan safranin atau beberapa
pewarna tandingan lain yang sesuai .Bakteri yang diwarnai dengan metode gram
ini dibagi menjadi dua kelompok.Salah satu diantaranya bakteri gram

positif,mempertahankan zat pewarna ungu Kristal dan karenanya tampak ungu


tua.Kelompok yang lain, bakteri gram negative, kehilangan ungu kristal ketika
dicuci dengan alcohol dan sewaktu diberi pewarna tandingan dengan warna merah
safranin tampak berwarna merah(Pelczar,2006)

ALAT & BAHAN


Alat

Beaker Glass
Bunsen
Cawan Petri

Kaca Preparat
Kapas
Kertas saring
Mikroskop
Ose
Bahan

Aquadest
Alkohol 70%
Emerssion Oil
Sampel (Suspensi campuran bakteri E.coli dan S.aureus)
Zat warna karbol gentian violet,lugol dan air fuksin

Gambar alat

PROSEDUR
Kaca preparat ditandai pada bagian tengah yang akan digunakan untuk menaruh
sampel.Sampel diambil dengan menggunakan ose yang sebelumnya telah difiksasi
lalu ditaruh ke atas kaca preparat yang telah ditandai.Kaca preparat yang telah
ditaruh sampel,difiksasi.Sampel yang ada di atas kaca preparat digenangi oleh
pewarna karbol gentian violet selama 1 menit,lalu zat warna yang berlebih

dibuang dan dibilas dengan aquadest.Sampel ditambahkan lugol selama dua


menit,lugol yang berlebih dibuang,lalu dibilas dengan aquadest.Kaca preparat dan
sampel dicuci dengan menggunakan alcohol selama 30 detik, lalu dibilas dengan
aquadest.Ditambahkan pewarna tandingan air fuksin selama 30 detik lalu zat
warna yang berlebih dibuang lalu dibilas dengan aquadest dan dikeringkan dengan
menggunakan kertas saring
HASIL PENGAMATAN
Pada pengamatan di mikroskop hanya terlihat bakteri E.coli dengan bentuk batang
berwarna ungu

PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini dilakukan percobaan pengamatan bakteri dengan
menggunakan teknik pewarnaan gram.Teknik pewarnaan gram ini bertujuan untuk
mengetahui jenis bakteri apakah itu bakteri gram negative atau bakteri gram
positif.Perbedaan yang paling menonjol dari kedua bakteri ini adalah jenis zat

yang membangun dinding selnya.Pada bakteri gram postif dinding sel dibentuk
dari peptidoglikan sedangkan pada bakteri gram negative lipid dominan pada
dinding sel.Ose difiksasi dahulu sebelum digunakan dengan tujuan
menghilangkan kontaminan pada ose agar tidak bercamur dengan sampel.Setelah
difiksasi, ose didinginkan dahulu sebelum dipakai agar tidak merusak bakteri pada
sampel.Diambil sampel dengan ose lalu diapuskan pada kaca preparat yang sudah
ditandai lalu kaca preparat yang sudah diapuskan sampel dilewatkan diatas api
sebanyak tiga kali dengan tujuan agar bakteri melekat pada kaca preparat.Pada
penambahan zat warna gentian karbol kedua sel bakteri menyerap zat warna
sehingga warna bakteri menjadi ungu.Setelah penambahan zat warna karbol
gentian ungu preparat dibilas secara perlahan dengan menggunakan
aquadest.Pembilasan ini bertujuan untuk mengurangi zat warna karbol gentian
ungu yang berlebihan tanpa menghapus sampel bakteri.Setelah dibilas
ditambahkan larutan lugol.Larutan lugol ini bertujuan untuk mengikat larutan zat
karbol gentian violet tetap mewarnai bakteri.Pada bakteri gram negative larutan
lugol tidak mengikat waran karbol gentian violet karena zat warna karbol gentian
violet tidak mengikat.Setelah dibilas dengan aquadest,ditambahkan alcohol lalu
didiamkan selama 30 detik.Pada bakteri gram negative alcohol akan melarutkan
zat warna yang terdapat pada lipid sehingga bakteri gram negative akan tidak
berwarna.Lalu dibilas dan ditambahkan air fuksin.Air fuksin ini akan mewarnai
bakteri gram negative tetapi tidak akan merubah warna dari bakteri gram positif
dikarenakan pada bakteri gram positif sudah terdapat pewarna yang mengikat
dinding sel.Setelah diberi air fuksin kaca preparat dan sampel dibilas dengan
aquadest lalu diberi emersion oil untuk memperjelas pengamatan di mikroskop.

KESIMPULAN
Pada percobaan kali ini digunakan teknik pewarnan gram.Teknik pewarnaan gram
ini dimaksudkan untuk membedakan jenis bakteri yaitu bakteri gram positif dan
bakteri gram negative.Bakteri gram positif akan memberikan warna ungu pada
pengamatan dan bakteri gram negative akan meberikan warna kemerahan pada

pengamatan.Pada pengamatan kali ini ditemukan bakteri E.coli dengan bentuk sel
batang

DAFTAR PUSTAKA
Godam.2008.Definisi/Pengertian Bakteri, Ciri-ciri dan Peranan Bakteri Bagi Kehidupan
Manusia.Available online at http://www.organisasi.org/1970/01/definisi-pengertianbakteri-ciri-ciri-dan-peranan-bakteri-bagi-kehidupan-manusia.html (diakses 6 Maret
2015)

Kristy.2014.Pengertian Sel Dalam Biologi. Available online at


http://www.sridianti.com/sebutkan-pengertian-sel-makhluk-hidup-biologi.html (diakses 6
Maret 2015)
Michael. J. Pepczar., 2006.Dasar-dasar Mikrobiologi.UI Press : Jakarta.
Rineka Cipta.Unsoed., 2008.Analisa Biologi Molokuler.Univeristas Gajah MAda :
Yogyakarta.
Sutedjo, Mul.M, Kartasapoetro, Sastroadmodjo., 1991.Mikrobiologi Tanah
.Jakarta

Anda mungkin juga menyukai