Anda di halaman 1dari 2

2.

Prosedur Pertama: Memeriksa cek yang dikeluarkan dan mencari dokumen pendukung
(asersi kelengkapan), dengan tujuan mengetahui apakah transaksi terkait perolehan
persediaan ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi
selama periode tertentu tersebut telah dicatat secara lengkap oleh PT Maju Makmur
Prosedur Kedua:Memilih laporan penerimaan barang dan mencatat subsequent event
(asersi penyajian dan pengungkapan), dengan tujuan mengetahui apakah semua transaksi
pembelian persediaan dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah
dicantumkan

di

dalamnya

guna

mengetahui

adanya

dokumen

fiktif

yang

mengindikasikan pembelian fiktif atau tidak.


Asersi hak dan kewajiban :Untuk memastikan bahwa persediaan adalah hak dan
kewajibannya adalah hutang. Dimana antara keduanya apa sudah dicatat dengan benar.
3. Ya mungkin saja bisa terjadi kasus pembayaran terhadap barang yang tidak terima. Ini
dikarenakan adanya kondisi perubahan permintaan atau pembatalan pesanan namun tetap
ditagihkan oleh pihak eksternal ke perusahaan. Namun kemungkinan pembayaran barang
yang tidak diterima cukup kecil pula bilamana kita melihat ke pengendalian yang telah
dimiliki oleh perusahaan berupa sistem pembayaran atas transaksi pembelian sudah
dilakukan oleh bagian yang terpisah dari pencatatan, yaitu Treasuri. Treasuri juga selalu
akan mencocokkan faktur pembelian dari supplier (Samsang) dengan Laporan
Penerimana Barang dan dokumen permintaan barang terkait.
Perusahaan tidak mampu membayar persediaan yang telah diterima bisa saja karena
perusahaan tidak memiliki cukup dana untuk membayarnya, dan adanya kepercayaan dari
pihak Samsang bahwa perusahaan bisa melakukan negosiasi untuk pembayaran di
kemudian hari. Bisa jadi perusahaan memesan persediaan yang penjualannya tidak
potensial sehingga menumpuk di gudang dan berujung pada macetnya arus kas masuk
untuk membayar tagihan persediaan tersebut.
Sifat transaksi yang berujung pada kesalahan seperti:Kemungkinan adanya pengeluaran
cek untuk pembelian yang tidak disetujui, Kemungkinan voucher dibayar dua kali,
Check mungkin dibayarkan untuk jumlah yang salah, Perusahaan tidak mengakui
adanya kewajiban ketika telah melakukan pemesanan persediaan
4. Tujuan dari dokumen audit yang ada pada lampiran 6.a :

Dokumen tersebut adalah dokumen milik KAP AS & R yang merupakan


dokumen

pengujian

audit

pada

area

pembelian persediaan. Treatment

yang

dilakukan oleh auditor adalah memilih 12 sampel transaksi pembelian persediaan


secara acak yang harus dibayarkan oleh PT. Maju makmur, yang mana auditor dalam
prosedur auditnya ingin memastikan apakah kegiatan pada area persediaan (pembelian
persediaan) telah berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan PT. Maju makmur
dan sesuai dengan tujuan yang diharapkan oleh KAP AS & R.
Tujuan dokumen tersebut adalah :
a.
b.
c.
d.

Analisa bukti audit sebelumnya.


Analisa barang yang ketepatan barang yang telah dipesan dan diterima.
Analisa penilaian dan klasifikasi aset dan beban.
Analisa pengeluaran kas

5. Supervisi terhadap asisten dalam tim audit harus dilakukan dengan baik, dan penting
dilakukan karenadalam rangka menjaga profesionalitas dan independensi seorang
auditor(SASeksi 311). Bentuk pengawasan yang dapat dilakukan menurut PSA No. 5 (SA
Seksi 311 Pengawasan dan Supervisi) adalahMemberikan instruksi kepada asisten, Tetap
menjaga penyampaian informasi masalah penting yang dijumpai dalam audit, Me-review
pekerjaan yang dilaksanakan, Menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit
kantor akuntan.
Bentuk supervisi yang terdapat dalam dokumen audit lampiran 6 (a) yaitu adanya review
oleh Indah Sanjaya (Auditor Senior) dan Rangga Prawiro (Manajer). Selain itu, dapat
dilakukan atas pekerjaan Ruslan Gani : 1) Selain adanya nama dan tanggal review, juga
dapat memberikan paraf dari pe-review, 2) Ada catatan dari pe-review mengenai hasil
diskusi dengan staf atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan dan alasannya.
6. N-2 pada bagian atas dokumen audit pada Lampiran 6 (a) berarti
N: merupakan singkatan untuk prosedur pengujian perolehan persediaan dan transaksi
pengeluaran kas.
2: merupakan tahapan pengujian yang sedang dilakukan adalah tahapan ke-2.
Hal ini dapat dilihat pada judul working paper, yaitu perolehan persediaan dan
transaksi pengeluaran kas
7.