Anda di halaman 1dari 8

Sifat zirconia ?

Pengolahan ?
Tranformasi keunggulan zirconia ceramic
Applikasi yg dipilih dari zirconia

makalah Logam Keramik dan Polimer


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pada dasarnya ada berbagai macam bahan material yang dapat digunakan dalam
aplikasi medis yang diantaranya terbuat dari keramik. Keramik merupakan salah
satu jenis material yang tersusun atas dua bahan yaitu serat dan matrix. Matrix
adalah bahan penyusun dasar dari suatu material, sedangkan serat adalah
perekat diantara matrix.
Salah satu jenis keramik yang digunakan untuk implant adalah zirconia keramik.
Ada berbagai macam aplikasi yang dapat dibuat dari zirkonia keramik yang
diantaranya adalah hip joint replacement, implant gigi, implant pada tulang dan
lain-lain. Namun pada artikel ini hanya akan dibahas secara mendetail tentang
penggunaan zirconia dalam implan gigi.
Saat ini ahli biomaterial dituntut untuk menggunakan bahan implan yang
memiliki material properties yang lebih baik dibandingkan yang lain. Material
properties yang dimaksud adalah seperti biocompatible, tahan lama (wear
resistance), memiliki suhu yang tinggi, dan lainnya. Dalam hal ini material yang
sesuai dengan kriteria tersebut adalah zirconia keramik.
Zirkonia keramik pada aplikasi implant gigi juga memiliki kelebihan dari segi
estetika (penampilan luar). Pada implant gigi tersebut akan dihasilkan warna yang
cenderung serupa dengan warna gigi yakni berwarna putih susu. Oleh karena itu
banyak beberapa pasien yang lebih memilih implan dari zirkonia keramik daripada
implan lain.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, ditunjukkan bahwa zirkonia keramik memiliki


reaksi dengan jaringan tubuh yang sangat baik pada jaringan yang keras (tulang)
dan jaringan lunak (gingiva).
Pada jaringan keras, seperti pada kasus tulang keropos, dengan menggunakan
implant zirkonia keramik akan tidak dapat diamati daripada implant titanium
setelah proses implantasi. Oleh karena itu, ada beberapa ahli biomaterial yang
menggunakan implant zirkonia keramik sebagai lapisan permukaan dari implan
titanium.
Sedangkan pada jaringan lunak, berdasarkan studi yang terakhir menegaskan
bahwa regenerasi yang aktif dari gingiva dimulai sejak tiga minggu setelah
proses implantasi. Paling banyak kasus yang ditemui pada gingival dapat
ditemukan pada zirkonia implan setelah masa penyembuhan daripada langsung
setelah pembedahan.

1.2. Rumusan Masalah


1.

Bagaimana sifat fisis dan mekanis zirconia keramik?

2.

Bagaimana aplikasi zirconia keramik dalam Dental Implant?

3.

Apa keunggulan zirconia keramik dalam Dental Implant?

1.3. Tujuan
1.

Mengetahui sifat fisis dan mekanis zirconia keramik.

2.

Mengetahui aplikasi zirconia keramik dalam Dental Implant.

3.

Mengetahui keunggulan zirconia keramik dalam Dental Implant.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sifat Fisis dan Mekanis dari Zirconia Keramik


Zirconia (ZrO2) memiliki sifat yang berbeda pada fase murni dengan fase
campuran dengan logam lain. Zirconia (ZrO 2) memiliki konduktivitas rendah, titik
leleh tinggi (tidak stabil) dan tergolong polimorfi karena memiliki struktur kimia
sama tetapi struktur mekaniknya berbeda, diantaranya:
1.

1.

Monoklinik

Pada suhu , Zirconia () mengalami transformasi fasa dari monoklinik ke


tetragonal sehingga terjadi perubahan volume berkisar 3-5 %. Dampaknya akan
terjadi keretakan mikro yang akan menjalar pada kerusakn ( failure). Pada
struktur mekanik ini, Zirconia () tidak stabil terhadap perubahan suhu.
1.

2.

Tetragonal

Struktur tetragonal tidak stabil terhadap perubahan suhu.


1.

3.

Kubus

Merupakan fase terbaik yang paling stabil terhadap perubahan suhu diantara
strukur mekanik lainnya. Selain itu, tahan terhadap zat kimiawi yang bisa
membuat zirconia bereaksi dengan zat pelapisnya.

Gambar 1. Diagram transformasi fasa struktur kristal zirkonia.

Titik leleh zirconia mencapai sehingga konduktivitas termalnya rendah karena


terjadi vacancy yang besar pada strukur mikro zirconia.Proses penstabilan
zirconia menggunakan aditif CaO,MgO dan .Penstabilan zirconia berfungsi untuk
meningkatkan kualitas bahan seperti :
1.

Meningkatnya daya tahan keramik pada perubahan suhu yang ekstrim.

2.

Kekerasan dan kekuatan mekanik tinggi.

3.

Toughness

4.

Porositas dan densitas tinggi.

Ada empat jenis struktur Kristal dari zirconia yaitu :

1.

1.

PSZ (Partialy Stabilized Zirconia)

Partially
stabilized zirconia
juga
dikenal
dengan tetragonal
zirconia
polycrystal (TZP). Biasanya tiap PSZ mengandung lebih dari 8 mol% (2.77 wt%)
MgO, 8 mol% (3.81 wt%) CaO, atau 3-4 mol% (5.4-7.1 wt%)Y2O3. PSZ
merupakan suatu transformation-toughened material. Microcrack dan tegangan
yang terkandung memungkinkan dua alasan dari toughening pada partially
stabilized zirconia. Microcrack menjelaskan ketergantungan material ini pada
perbedaan ekspansi termal yang diberikan antara partikel fasa kubik dan
partikel fasa monoklinik (atau tetragonal) pada PSZ.
Coefficient of thermal expansion (CTE) untuk monoklinik ialah 6.5-6/C sampai
dengan 1200 C, 10.5-6/C untuk bentuk kubik. Perbedaan ini menyebabkan
terjadinya microcracks yang mendisipasi energy propagating cracks. Tegangan
dalam bergantung pada trasnformasi fasa dari tetragonal ke monoklinik, partikel
Zirconia murni pada PSZ dapat menjadi fasa metastabil pada hightemperature tetragonal phase. Matrix kubik menyebabkan gaya tekan yang
berperan
dalam
fasa
tetragonal,
energi
dari
tegangan
membentuk propagating cracks dan menyebabkan transisi fasa dari metastabil
tetragonal menjadi fasa stabil monoklinik Zirconia.
Energi dibutuhkan oleh trasnformasi untuk memperlambat dan menghentikan
cracks propagasi. Partially Stabilized Zirconia digunakan pada lingkungan dengan
suhu yang ekstrim (sangat tinggi). Temal konduktivitas yang rendah (sekitar8
Btu/ft2/in/F at 1800 F) menyebabkan hilangnya panas dan titik leleh yang
tinggi. Stabilized zirconia refractori digunakan secara berkelanjutan pada
temperature 2,200 C (4000 F) pada keadaan netral atau oxidizing atmosfir.
Diatas temperature 1,650C (3000 F), dengan menambahkan Carbon, Zirkonia
diubah menjadi Zirconium carbide.
1.

2.

TZP (Tetragonal Zirconia Polycristalin )

1.

3.

FSZ (Fully Stabilized Zirconia)

Secara umum, penambahan lebih dari 16 mol% CaO (7.9 wt%), 16 mol% MgO
(5.86 wt%), atau 8 mol% Y2O3 (13.75 wt%), kedalam struktur zirconia sangat
dibutuhkan untuk membentuk fully stabilized zirconia. Struktur ini akan berubah
menjadi kubik solid solution. Dimana tidak terjadi transformasi fasa selama
berada dalam temperature ruang sampai 2,500 C. sebagai ion konduktor keramik
yang baik, fully yttria stabilized Zirconia (YSZ) digunakan untuk aplikasi sebagai
oxygen sensor dan solid oxide full cell (SOFC).

1.

4.

Pellet Y-TZP

Pellet Y-TZP juga dibuat melalui spray pyrolysis, dengan raa-rata ukuran butir
60 nm, kenaikan sebesar 5% dapat teramati setelah 1000 jam pada temperatur .
Terjadi kenaikan pada bulk resistivity yang dapat teramati pada beberapa
sampel YSZ setelah dilakukan isothermal treatments pada temperature diatas .
Hal ini sangat berhubungan terhadap formasi atas bentuk fasa tambahan atau
keteraturan atom.
Tabel 1. Nilai struktur Kristal zirconia.

2.2 Aplikasi Zirconia Dalam Medis


Zirconia ceramic memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan keramik
lain. Aplikasi zirconia dalam medis antara lain :
a)

Sensor oksigen

b) Hip head prostheses


c)

Bedah orthopedi

d) Dental implant

2.3 Aplikasi Zirconia Dalam Dental Implant


Beberapa factor yang menyebabkan gigi rusak adalah adanya suhu, kuantitas dan
kualitas dari saliva, plak, pH, protein dan unsur fisika dan kimia dari makanan dan
cairan yang dapat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan rongga mulut
sehingga memicu terjadinya korosi. Selain itu, usia juga memicu rusaknya gigi
sehingga pada orang tua seringkali dijumpai gigi ompong dan terkadang
kecelakaan juga bisa mengakibatkan gigi hilang atau rusak. Oleh karena itu, untuk
menggantikan peranan gigi hilang tersebut diperlukan implant dental.
Dental implan merupakan metode penggantian gigi yang hilang dengan
menggunakan benda asing yang ditanamkan ke dalam tulang rahang secara
pembedahan. Salah satu material yang dapat digunakan untuk dental implant
adalah Zirconia keramik. Untuk dental implant zirconia keramik biasanya
dipadukan dengan titanium digunakan untuk membuat sekrup, jembatan, dan

penghubungnya. Adapun factor yang menyebabkan zirconia keramik baik untuk


dental implant adalah:
1.

2.

Dapat diimplantkan pada pasien yang alergi terhadap titanium. Karena


keramik bersifat biocompatible dan no allergenic reaction.
Dapat diimplantkan pada pasien yang memiliki soft tissue yang tipis.
Implant klassik dapat tampak pada gusi.

Cara perpaduannya yaitu: keramik implan dimasukkan sebagai sebuah lapisan


(sekrup dalam tulang dengan jembatannya secara keseluruhan). Ini akan
mengurangi kerusakan pada implantasi yang meliputi kelonggaran (celah) antara
dua bagian paduan ini.

Gambar 2. Penanaman Implan gigi


Hasil dari dental implant akan terlihat sebagai berikut:

2.3.1 Keunggulan Zirconia Keramik Dalam Dental Implant


Pada umumnya bahan material yang digunakan untuk manufaktur implant gigi
adalah titanium murni, karena biocompatibilty dan sifat mekaniknya sangat baik.
Namun, warna abu-abu titanium dapat merugikan dan menimbulkan masalah.
Penggunaan zirconia ceramic yang sukses dalam bedah ortopedi menyebabkan
permintaan untuk implant gigi berbasis zirkonia. Zirconia memiliki karakteristik
biomekanis (fracture toughness dan bending strength tinggi) dan biokompatibilitas baik, serta warnanya hampir sama dengan warna gigi, zirkonia
(zirconium dioksida, ZrO2) memiliki potensi sebagai pengganti titanium sebagai
bahan implan gigi (Piconi C, 1999). Hambatan korosi yang tinggi dari material
yang berarti bahwa hampir tidak ada bahaya korosi implant gigi dengan zirconia.
Yitrium-zirconia stabil (Y-TZP) bermanfaat untuk warna gigi, kekuatan beban
tinggi , toleransi jaringan tinggi, kekuatan komponen tinggi, dan tahan reaksi
kimia. Oksida keramik dari sudut pandang mekanis sama dengan logam, tetapi
secara biologis lebih kuat. Satu pengecualian bahwa keramik, termasuk zirconia,
memiliki kerapuhan yang tinggi dan berpotensi untuk retak.
Tes pembebanan siklik dilakukan melalui suatu mesin uji servohydraulic dinamik
(Instron 8872, Instron) pada beban antara 100 dan 450 N hingga memuat 5 juta
siklus, pada 15 Hz. Pengujian dilakukan dengan menggunakan beban kompresi 30

derajat dari sumbu implant. Hal ini menghasilkan kombinasi kompresi , bending,
dan pergeseran beban dalam alat. Pengujian dilakukan baik statis, untuk kondisi
overload tunggal, dan beban berulang untuk memberikan kurva antara beban
sikulus menurun hingga menyebabkan failure (kerusakan).

Gambar 6. Uji Pembebanan siklik melalui pengujian servohydraulic dinamis.

Gambar 7. Pengujian kekuatan dinamis implant zirconia (perakitan).


Hal lain yang perlu diperhatikan dalam implan gigi adalah kekuatan menggigit
maksimal yang dapat dilakukan. Posterior gigi palsu parsial tetap harus cukup
kuat untuk menahan beban rata-rata 500 N. Selain itu, kelelahan dan pola siklik
stress kelelahan korosi yang disebabkan oleh lingkungan oral harus
dipertimbangkan.
Telah diasumsikan bahwa fenomena ketangguhan tranformasi ini memberikan
kontribusi untuk kekuatan fraktur tinggi dan memperbaiki diri sifat zirconia
yang mencegah retak. Sebagai bahan implan gigi, oksida tambahan (misalnya
magnesium oksida, kalsium oksida, atau yttrium oksida) diperlukan untuk
menstabilkan suhu tinggi. Hal ini mengurangi tegangan tekan dalam struktur ke
tingkat yang dikontrol dan mencegah kerusakan komponen saat kondisi dingin.
Aplikasi gigi yang paling signifikan adalah polikristalin dengan oksida yttriumzarconia (Y-TZP). Dibandingkan dengan oksida penstabil lain, oksida ini berbutir
terbaik, yang paling padat dan secara mekanis baik.
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
1.

2.

Zirconia (ZrO2) memiliki konduktivitas rendah, titik leleh tinggi (tidak


stabil) dan tergolong polimorfi karena memiliki struktur kimia sama tetapi
struktur mekaniknya berbeda, diantaranya: monoklinik, tetragonal, kubus.
Aplikasi zirconia dalam medis antara lain sebagai sensor oksigen, hip head
prostheses, bedah orthopedi, dental implant.

3.

Faktor zirconia keramik digunakan sebagai implan gigi : biocompatible, no


allergenic reaction, warnanya hampir sama dengan warna gigi, tahan korosi.

3.2. Daftar Pustaka


1.

2.

3.

4.

Claussen, N., Rhle, M., Heuer, AH, Proc. 2 Int'l Conf. pada Ilmu dan
Teknologi Zirkonia, Adv. Seram., Vol. 11 (ACerS, Columbus, OH 1984).
Gehrke, Peter. 2006. Zirconium implant abutments : Fracture strength
and influence of cyclic loading on retaining-screw loosening . [online]
www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/ 16429699. Quintessence International,
volume 37,1:January 2006. Diakses 17 Mei 2010.
Heuer, AH, Hobbs, LW, Dunia Ketiga., Sains dan Teknologi Zirkonia, Adv.
Seram., Vol. 3, hal 475 (ACerS, Columbus, OH 1981).
Hijau, DJ; Hannink, R.; Swain, MV (1989). Transformasi Ketangguhan
Keramik. Boca Raton: CRC Press. ISBN 0-8493-6594-5 .