Anda di halaman 1dari 7

GENERAL BUSINESS ENVIRONMENT

TECHNOLOGICAL ENVIRONMENT INFORMATION TECHNOLOGY


PERAN TEKNOLOGI SMART CONTACT LENS DI MASA DEPAN
SEBAGAI ALAT DOKUMENTASI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
DOSEN PENGAMPU: Dr. Cand. Susi Daryanti, M.Sc.

OLEH
LAKSMITA WAHNI PRAWESTI
14/376037/PEK/20206
65 Reguler C
MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2015

I.

PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi selalu mengiri berkembang dan bertambahnya ilmu

pengetahuan. Berbagai macam penemuan teknologi baru yang terus berinovasi dan
diciptakan membuat kemudahan beraktivitas di berbagai bidang, baik itu bidang ilmu,
profesi maupun dalam kehidupan sehari-hari. Semakin berkembangnya teknologi
membuat barbagai hal yang tadinya dianggap tidak mungkin ada menjadi terwujud
dalam dunia nyata. Teknologi semakin menunjukkan kepada manusia bahwa aktivitas
kehidupan dapat dijalani dengan se-simple mungkin. Berapapun teknologi canggih yang
telah diciptakan juga mempengaruhi bertambahnya keinginan dan kebutuhan manusia.
Sehingga hal inilah yang menyebabkan teknologi tersebut menjadi tanpa batas.
Setiap manusia menginginkan momen-momen berharga mereka tangkap melalui
indra penglihatan terdokumentasi dengan sangat rapi. Alasannya adalah semakin
bertambahnya usia tentu tidak semua momen yang telah dilalui tersimpan baik di dalam
memori ingatan sehingga membutuhkan daya ingat untuk memutar kembali ingatan
pada momen-momen tertentu. Kebutuhan seperti ini dapat disiasati dengan hadirnya
teknologi camera recorder yang dapat merekam sebuah momen dan aktivitas
kehidupan manusia dan sudah berkembang dengan pesatnya, juga sudah diterapkan
penggunaannya

dalam

teknologi

smartphone,

maupun

CCTV. Namun,

tentu

penggunaan camera recorder tersebut tidak akan selalu efektif karena manusia juga
tidak selalu menggenggamnya kemana pun mereka pergi.
Hal lain yang kerap menjadi permasalahan adalah pentingnya sebuah saksi
mata dalam kejadian dan peristiwa-peristiwa tertentu. Dalam tindak kriminalitas
misalnya. Seorang saksi mata dianggap menjadi orang yang paling penting dalam
proses pengadilan, yakni sebagai pembuktian atas terjadinya tindak kriminalitas
tersebut. Namun, yang terjadi belakangan ini pernyataan dari seorang saksi mata
tersebut semakin sulit untuk ditafsirkan tingkat kebenarannya. Terlebih lagi jika terdapat
sekelompok orang ataupun organisasi yang secara kuat berada dibelakang pelaku
tindak criminal yang dapat memanipulasi kesaksian kasus tersebut. Ditambah dengan
maraknya kriminalitas teknologi akhir-akhir ini yang dapat memanipulasi alat bukti
digital, seperti video CCTV, foto, dan sebagainya.
Berbagai macam momen dan peristiwa tersebut mempengaruhi berbagai ilmuan
di dunia untuk terus menciptakan inovasi-inovasi termutakhir. Kemunculan Google

smart contact lens baru-baru ini dapat mempengaruhi kehidupan yang akan datang.
Termasuk kehidupan dimana teknologi smart contact lens tersebut akan berperan
sebagai indra penglihatan dalam mendokumentasikan setiap momen yang ditangkap
oleh mata manusia.
II.
PEMBAHASAN
Google Smart Contact Lens

Prototype Google smart contact lens telah diciptakan di awal tahun 2014 yang
berfungsi untuk memonitor ukuran tingkat atau kadar glukosa dalam air mata dengan
tujuan dapat membantu permasalahan yang dihadapi oleh para pengidap diabetes
dalam mengontrol kadar gula darah mereka. Berdasarkan adaptasi perkembangan
teknologi seperti semakin kecilnya ukuran chip dan sensor seperti ukuran sebuah titik,
serta antenna setipis sehelai rambut manusia, Google menciptakan smart contact lens
tersebut dengan menggunakan wireless chip dan sensor glukosa yang tertanam di
antara dua lapisan bahan soft contact lens.1 Smart contact lens akan mengukur kadar
glukosa dalam air mata dan mengirim informasinya pada perangkat tanpa kabel 2 dan
kemudian di-upload ke perangkat smartphone sehingga dapat digunakan oleh dokter
maupun pasien untuk memonitor data secara real time.3

1 Google. 2014. Introducing our smart contact lens project. Diakses tanggal 26 September
2015. http://googleblog.blogspot.co.id/

2 ____. Google's smart contact lenses just went from concept to reality. Diakses tanggal 26
September 2015. http://www.techradar.com/

3 Scottjuly, Mark. 2014. Novartis joins with google to develop contact lens that monitors
blood sugar. The New York Times. Diakses tanggal 26 September 2015.
http://www.nytimes.com/

Selanjutnya, masih dengan tujuan medis, yakni agar dapat membantu para tuna netra
yang mempunyai kesulitan dalam melihat, Google telah mencoba meng-upgrade smart
contact lenses-nya dengan menanamkan sirkuit, micro camera sebagai image capture
component yang mempunyai kemampuan
superzoom atau autofocus dan sensor
yang

kemungkinan

dapat

menangkap

cahaya, warna, pola warna, benda, wajah,


tekanan, suhu atau arus listrik, atau pun
informasi lain yang yang diproses dan
ditangkap dalam satu atau lebih gambar.
Contact lens juga akan mengikuti perubahan
pandangan si pemakai sehingga juga akan menangkap gambar sesuai perubahan
pandangan si pemakai.4 Kemudian sekumpulan data yang ditangkap oleh contact lens
dan kedipan mata sebagai stimulus inputnya, dikirim ke sebuah perangkat seperti
monitor genggam atau smartphone dimana data dapat dibaca dan dianalisa melalui
teknologi wireless seperti RFID.5 Dengan demikian, diharapkan setidaknya para tuna
netra tersebut dapat melihat pergerakan benda-benda dan bahaya disekitarnya.
Potensi Penggunaan Smart Contact Lens di Masa Depan
Jika dibayangkan dengan penggunaan Google Glass yang
berfungsi sama dengan Google Smart Contact Lens, akan
terlihat sangat aneh jika hampir setiap orang memakai
kacamata tersebut dengan tujuan yang sama. Dengan
alasan tersebut, maka penggunaan smart contact lenses
menjadi lebih masuk akal karena setiap orang akan
memakai perangkat tersebut tanpa terlihat dengan jelas oleh

4 ____. Google developing contact lens with camera, sensors. Diakses tanggal 26
September 2015. http://www.rt.com/usa/

5 Tsukayama. 2014. How Googles smart contact lens works. Diakses tanggal 26 September
2015. http://www.smh.com.au/

orang lain. Selain itu, gambar yang ditangkap oleh smart contact lenses ini tidak akan
terhalang oleh adanya frame kacamata.
Kemampuan smart contact lens dalam mengambil gambar hanya dengan
kedipan mata berpotensi untuk dikembangkan menjadi lebih canggih lagi. Jika Google
sedang bereksperimen dalam mengembangkan produk ini untuk tujuan medis, akan
ada kesempatan dimana teknologi smart contact lens berperan sebagai perekam dan
memonitor segala kehidupan dan aktivitas manusia sebagai pemakainya. Keinginan
manusia untuk tetap terus mendokumentasikan kehidupan seperti apa yang mereka
lihat akan terealisasikan. Andai kata Google menambahkan fungsi camera sebagai alat
perekam, maka setiap momen dan peristiwa akan terekam sesuai perubahan dan
pergerakan bola mata si pemakai. Ditambah lagi dengan kemampuan camera yang
superzoom dan autofocus yang dapat menggantikan peran teropong, CCTV atau
video recorder membuat rekaman peristiwa tersebut menjadi lebih indah hanya melalui
indra penglihatan dan dapat dilakukan setiap saat. Namun, tentunya tidak semua
momen kehidupan dapat diterima oleh manusia. Dengan adanya proses pengiriman
informasi dari smart contact lens ke perangkat smartphone, memungkinkan si pemakai
dapat dengan segera mengelola data ataupun momen yang baru saja ia saksikan,
apakah akan disimpan ataupun dihapus. Dengan demikian, si pemakai pun dapat
memilih momen-momen mana yang akan ia kenang ataupun tidak.
Salah satu hal yang paling berpengaruh dalam
kehidupan

adalah

ada

atau

tidaknya

tindak

kriminalitas. Dalam hal ini, penerapan teknologi smart


contact lens akan berperan sangat kuat, dimana
sebuah kesaksian mata dianggap hal yang paling
penting sebagai alat bukti dalam proses hukum.
Tentunya dengan adanya teknologi tersebut yang
mana hampir setiap manusia telah menggunakan
smart

contact

pembuktian

di

lens,

akan

proses

mempermudah

pengadilan

dan

jalur
dapat

membantu pihak yang tidak bersalah. Dengan demikian, tindak kecurangan maupun
kejahatan juga akan teratasi.

Namun, kehidupan akan selalu jalan dengan seimbang, yakni hal-hal yang positif
dan hal-hal yang negatif. Biasanya, semakin berkembang dan meningkatnya inovasi
teknologi, semakin meningkat juga risiko dan tantangan yang akan di hadapi. Seperti
halnya perkembangan teknologi internet yang secara terus-menerus berhadapan
dengan cyber crime, nantinya hal yang sama akan terjadi dengan masa depan yang
telah menerapkan smart contact lens sebagai bahan sandang (wearable devices).
Walaupun demikian, Google sebagai penemu dan pencipta teknologi smart contact lens
ini tentu telah mempertimbangkan hal-hal tersebut, termasuk risiko dan dampaknya
terhadap kesehatan mata manusia.
III.

PENUTUP
Teknologi Google smart contact lens sebagai alat medis yang berperan dalam

memberi kemudahan para penderita diabetes dalam mengontrol kadar gula darah
rencananya akan segera mulai dipasarkan dan diterapkan pada manusia pada tahun
2016 nanti tentunya akan menarik perhatian dunia, terutama para pemerhati teknologi.
Dengan terpusatnya perhatian dunia pada teknologi tersebut, akan muncul kesempatan
teknologi ini menjadi lebih berkembang. Ditambah lagi dengan proses penelitian yang
masih berlangsung dengan menanamkan komponen micro camera pada smart contact
lens tersebut akan menjadi hal yang paling dinanti-nanti. Sehingga nantinya dapat
membantu meningkatkan kesehatan para tuna netra. Selain itu, jika smart contact lens
yang berperan sebagai alat perekam kehidupan dapat terealisasikan, sesuai dengan
pernyataan

co-founder

Google,

Sergey Brin,

hal

tersebut

diharapkan

dapat

meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Dengan hadirnya inovasi-inovasi teknologi


tersebut menandakan bahwa pandangan perkembangan teknologi akan terus terbuka
dengan lebar.
IV.

DAFTAR PUSTAKA

Google. 2014. Introducing our smart contact lens project. Diakses tanggal 26
September 2015. http://googleblog.blogspot.co.id/
King, Bertel. 2014. Google Patent Application Details Micro Camera Embedded In
Smart contact Lenses That Could Improve Vision, Aid The Blind, And More.
Diakses tanggal 26 September 2015. http://www.androidpolice.com/

Scottjuly, Mark. 2014. Novartis joins with google to develop contact lens that monitors
blood sugar. The New York Times. Diakses tanggal 26 September 2015.
http://www.nytimes.com/
Tsukayama. 2014. How Googles smart contact lens works. Diakses tanggal 26
September 2015. http://www.smh.com.au/
____. Google developing contact lens with camera, sensors. Diakses tanggal 26
September 2015. http://www.rt.com/usa/
____. Google's smart contact lenses just went from concept to reality. Diakses tanggal
26 September 2015. http://www.techradar.com/