Anda di halaman 1dari 7

HANYA DIBERIKAN MULAI PEKAN KE-6

PEMBAHASAN

KIMIA

PROBLEM
SET
1.

Stoikiometri: Konsep Mol

5.

Senyawa AxByCz mempunyai massa 10 g

: [18Ar] 4s2 3d6, ketika melepaskan 3e terlebih dulu dari 4s (berada


pada kulit lebih luar daripada 3d), maka:
26Fe

Jawaban D

2.

Stoikiometri: Rumus Kristal

CaCO3 . nH2O(s)
100 g

[18Ar] 4s0 3d5

CaCO3 (s) + n H2O(g)


35,7/ 100
64,3/ 18
0,357 mol
3,57 mol

6.

(1) 1s2 2s2 2p4 ( gol. VIA/ per. 2)


(2) 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 ( gol. VIIIA/ per. 4)
(3) 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p4 ( gol. VIA/ per. 4)
(4) 1s2 2s2 2p6 3s2 ( gol. IIA/ per. 3)
Unsur-unsur yang segolongan memiliki sifat yang mirip.
Jawaban B

n = 10

7.

Stoikiometri: Hitungan Kimia

ingat: pereaksi pembatas (

2 mol
1 mol
1 mol

4 mol
4 mol
--

Sistem Periodik: Konfigurasi e- dan Sifat Unsur

M+2 : [18Ar] 4so 3d9 , memiliki 27 e, setelah melepas 2e.

yg terkecil)

Reaksi setara:
2CH4 (g) + O2 (g) + 4Cl2 (g) 8HCl (g) + 2CO(g)

3 mol
2 mol
1 mol

Sistem Periodik: Penentuan Gol. dan Sifat Unsur

Ralat soal: pada opsi (2) 4p2 dipindahkan ke opsi (3) dan diganti jadi
4p4.

Jawaban B

-8 mol
8 mol

-2 mol
2 mol

(1) 29M : [18Ar] 4s1 3d10 (pengisian e yang stabil).


(2) unsur M tersebut adalah Cu, memiliki biloks: +1 dan +2.
(3) termasuk golongan I B, periode 4.
(4) logam Cu merupakan konduktor listrik yang baik.
Jawaban E

Jawaban E

4.

Stoikiometri: Hitungan Kimia

Reaksi setara:
5Ca + V2O5

m :
b :
s :

Jawaban D

Pada reaksi, perb. mol = perb. koefesien reaksi:

m :
b :
s :

+3:

terdapat 5 elektron tak berpasangan

Dengan asumsi massa CaCO3 . nH2O sejumlah 100 g, maka:

3.

Struktur Atom

26Fe

mol AxByCz =

SUPERINTENSIF SBMPTN 2015

3,0 mol
2,5 mol
0,5 mol

5CaO + 2 V

0,5 mol
0,5 mol
--

-2,5 mol
2,5 mol

-1 mol
1 mol

Massa V yg diperoleh = mol x Ar V =1 x 51 = 51 gram.


(Ar V didapat dr Mr V2O5)
Jawaban B

32

PEMBAHASAN PROBLEM SET 6, FISIKA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015, NURUL FIKRI

8.

Ikatan Kimia: Senyawa Kovalen

Logam (e. valensi =1,2,3) melepaskan elektron

11.

Termokimia: Hukum Hess

Non logam (e. valensi = 4,5,6,7) memerlukan elektron

Entalpi pembentukan standar (Hof): perubahan entalpi yang


pembentukan satu mol senyawa dari unsur unsurnya dalam keadaan
standar (25oC, 1 atm).

memenuhi kaidah oktet (tanpa promosi elektron)

Pada persamaan termokima, koefesien reaksi zat mol zat

x1
15 X: 2 8 5 perlu 3e
17Y: 2 8 7

XY3

I2 (g) + 3Cl2

perlu 1e x 3 kovalen polar

tak memenuhi kaidah oktet (dg promosi elekron)


x1
15 X: 2 8 5 perlu 5e
XY5
kovalen
nonpolar
Y:
2
8
7
perlu
1e
x
5
17

I2
1/2 I2

Jawaban C

9.

12.

Titik didih senyawa dipengaruhi oleh berat molekul (Mr). Semakin


besar Mr suatu senyawa maka titik didihnya semakin besar. Akan
tetapi jika perbedaan Mr senyawa tidak terlalu jauh, maka kekuatan
interaksi antar molekul merupakan faktor yang paling mempengaruhi.
Semakin kuat interaksi suatu senyawa maka semakin tinggi titik
didihnya.
Interaksi antar molekul H2O merupakan ikatan hidrogen, sedangkan
pada molekul H2Te dan H2S terjadi gaya dipol-dipol. Ikatan hidrogen
lebih kuat daripada gaya dipol-dipol, oleh karena itu urutan titik
didihnya : H2O > H2Te > H2S
Jawaban A

10.

Ikatan Kimia: Ikatan Molekuler

Semakin banyak Ikatan H-O pada suatu molekul, maka semakin


banyak ikatan hidrogen yang mungkin terjadi antar molekul. Hal ini
juga menyebabkan ikatan hidrogen yang terjadi semakin kuat.
C2H5OH (terdapat 1 ik. H-O)
CH3OCH3 (tak terdapat ik. H-O)
HOCH2CH2OH (terdapat 2 ik. H-O)
H2O (terdapat 2 ik. H-O)
Oleh karena itu pasangan senyawa HOCH2CH2OH dan H2O akan
membentuk ikatan hidrogen paling kuat.
Jawaban B

(s) +

3Cl2

(g)

I2( g)

H = -38 kJ

2ICI3 (g)

H = -176 kJ

ICI3 (g)

H = -88 kJ

dibagi 2

Jawaban A

Ikatan Kimia: Ikatan Molekuler dan Titik Didih

2ICI3 (s) H = -214 kJ

(g)

I2 (s)

(s) +

3/2Cl2

(g)

Termokimia: Penentuan Hr dengan Data E. Ikatan

menghitung ik. C-H


H

C + H

H = -139 kJ

H = E.ik. kiri - E.ik. kanan


2
= (4.ik C-H + ik C=C + ik H-H) -( 6.ik C-H + ik.C-C)

-139 = (607 + 432) - (2.ik C-H + 348)


ik C-H = (830/2) = 415 kJ

atomisasi 16 g CH4 (1 mol )

C + 4H H = ?

CH4

H = E.ik. kiri - E.ik. kanan


= (4.ik C-H ) - 0
= (4.415) - 0 = 1660 kJ

Jawaban B

13.

Laju Reaksi: Penentuan Rumus Laju


3X2 + Y2 3 XY

No
1
2
3
4

[X2], M
0,1
0,2
0,3
0,4

; v = k[X2]x [Y2]y

[Y2], M
0,1
0,2
0,2
0,4

v, M.detik-1
0,02
0,16
0,36
1,28

Membandingkan data percobaan no. 3 dan 1.


(jika ada, pilihlah perbandingan kelipatan bilangan prima yang
berbeda)
18 = 3x. 2y
Nilai yang memenuhi persamaan tsb , x = 2 dan y = 1.
Jawaban D

PEMBAHASAN PROBLEM SET 6, KIMIA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015 NURUL FIKRI

33

14.

Laju Reaksi: Pengaruh Suhu Terhadap Laju

Laju reaksi berbanding terbalik dengan waktu


laju reaksi (v): 2kali lebih besar
Tiap kenaikan 10oC

30oC

40oC

50oC

60oC

70oC

Kesetimbangan Kimia: Hitungan Kesetimbangan

Reaksi penguraian N2O4 memerlukan kalor (endoterm).


N2O4 (g)
2NO2 (g)

72 atm
x atm
(72 x) atm

Kp =

4=

=>

Reaksi penguraian 160 gram SO3 (2 mol) dalam wadah 1 L :


2SO3 (g)
2SO2(g) + O2 (g)

mula2 :
reaksi :
set :

-2x atm
2x atm

-x mol
x mol

-0,5x mol
0,5x mol

saat kondisi setimbang:


0,8 mol SO3; 1,2 mol SO2 & 0,6 mol O2

2x = 6 - 3x =>
x = 1,2
Kc =

= 1,35

Jawaban B

18.

Larutan: Konsentrasi

Molalitas (m) = jumlah mol zat terlarut dalam tiap 1000 g pelarut.
mol terlarut (nt) = 2

Lar. glukosa 2 m
massa pelarut = 1000 g

didapatkan pers. kuadrat x2 +x -72 = 0 dg


nilai x yang memenuhi adalah 8

(1) Pada saat setimbang:


P N2O4 =72 x =72 8 = 64 atm
P NO2 = 2x = 2.8 = 16 atm
P total = P N2O4 + P NO2 = 64 + 16 = 80 atm
(2) P N2O4 = 64 atm
(3) Hanya perubahan suhu yang merubah nilai K (Kc dan Kp).
Jika perubahan suhu, kesetimbangan geser ke arah
kanan, maka K semakin besar.
Jika perubahan suhu, kesetimbangan geser ke arah kiri,
maka K semakin kecil.
(4) Saat setimbang, P N2O4 = 4 kali P NO2

mol pelarut (np) = massa/ Mr


= 1000/ 18 = 55,55

Xt =

0,347

Jawaban B

19.

Larutan: Sifat Koligatif


titik didih larutan semakin tinggi

semakin besar
konsentrasi
partikel zat terlarut

tek. osmotik larutan semakin tinggi


titik beku larutan semakin rendah
tek. uap larutan semakin rendah

Jawaban A

16.

2 mol
x mol
(2-x) mol

Jika pada saat setimbang, mol SO3 : mol O2 = 4 : 3, maka:

1 menit 1/2 menit 1/4 menit

reaksi
Jawaban A

m :
b :
s :

Kesetimbangan Kimia: Hitungan Kesetimbangan

waktu reaksi (t): 2kali lebih kecil

t : 4 menit 2 menit

15.

17.

Kesetimbangan Kimia: Hitungan Kesetimbangan

Reaksi penguraian:
PCl5 (g)

setimbang :

0,90 atm

No
(i)
(ii)
(iii)

PCl3(g) + Cl2 (g)

0,75 atm

Kp =

? atm

Larutan
NaNO3 0,1 m
Glukosa 0,2 m
CaCl2 0,1 m

Konsentrasi partikel
m x i = 0,1 x 2 = 0,2
m = 0,2
m x i = 0,1 x 3 = 0,3

Kesimpulan:
=

Jawaban D

= 1,50

Titik didih larutan (i) = (ii) < (iii)


Tek. osmotik larutan (i) = (ii) < (iii)
Titik beku larutan (i) = (ii) > (iii)
Tek. uap jenuh larutan(i) = (ii) > (iii)

Jawaban A

34

PEMBAHASAN PROBLEM SET 6, FISIKA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015, NURUL FIKRI

20.

Larutan: Buffer
Asam
H3PO4
H2PO4-2
HPO4-3

24.

Nilai Ka
7,2 x 10 -3
6,3 x 10 -8
4,2 x 10-13

Hk. Faraday II (dua buah sel yang dirangkai seri):

pKa
3 log 7,2
8 log 6,3
13 log 4,2

Pada saat perbandingan konsentrasi asam dan basa konjugasinya 1:1


(kapasitas buffer maksimum), nilai pH = pKa. Oleh karena itu untuk
membuat penyangga dengan pH sekitar 7 paling cocok menggunakan
campuran KH2PO4 dan K2HPO4.
Jawaban D

21.

25.

Pereduksi (reduktor) : zat yang mengalami oksidasi.


Pengoksidasi (oksidator) : zat yang mengalami reduksi.

Pb3O4+ 8HCl

3PbCl 2 + 4HCl + Cl2


+2 -1

+1 -1

+1 -1

W Cr = 0,35 g
Jawaban D

Konsep Redoks: Oksidator dan Reduktor

+8/3 -2

Elektrokimia: Elektrolisis

Kimia Unsur: Gas Mulia

Gas mulia yang paling banyak di atmosfer adalah Argon,


sedangkan gas mulia yang paling banyak di alam semesta
adalah Helium. Hal tersebut dikarenakan Helium dihasilkan dari
reaksi fisi yang terjadi pada bintang-bintang, termasuk matahari.

oksidasi
Jawaban A

reduksi
Jawaban B

26.

22.

Logam Na lebih mudah dioksidasi dibanding Mg. Hal tersebut


disebabkan potensial reduksi (Eo) Na lebih kecil dibanding Mg
(deret volta). Dalam hal kereaktifan, kekuatan logam Na
mereduksi air lebih besar dibanding Mg.

Redoks: Stoikiometri Redoks


mol = M x V

+ Cr2O7-2 + 8H+

3HCOH

3HCOOH 2Cr+3 + 4H2O

0,2 x 10

0,6 mmol 2 mmol

Kimia Unsur: Alkali dan Alkali Tanah

Jawaban A

(3/1) x 0,2 mmol

27.

Kimia Unsur: Unsur Periode 3

23.

HO

Elektrokimia: Sel Volta

Cu+2

Cu >
maka reaksi spontannya:
+ Fe Cu +
Eo sel = Eo besar - Eo kecil = +0,34 (- 0,44) = 0,78 V
Cu sebagai Katoda dan Fe sebagai Anoda
Jawaban B

HO

OH
asam fosfat

Larutan asam fosfit lebih lemah dibandingkan dengan larutan asam


fosfat karena satu H pada asam fosfit terikat langsung pada atom P.
Hal ini menyebabkan asam fosfit hanya bisa melepaskan 2 ion H+
sedangkan asam fosfat dapat melepaskan 3 ion H+.

Logam yang Eo lebih besar => Reduksi di Katoda


Logam yang Eo lebih kecil => Oksidasi di Anoda
Eo Fe,

asam fosfit

Diketahui data potensial reduksi:


Fe+2 + 2e Fe Eo = -0,44 V
Cu+2 + 2e Cu Eo = +0,34 V

Eo

OH

HO

Konsentrasi HCOH = mmol/ V(mL) = 0,6/ 15,62 =0,384 M


Jawaban D

Jawaban C
Fe+2

28.

Kimia Unsur: Kompleks Koordinasi

Pada kompleks [Co(NH3)(S2O3)4]-5. Ion pusat Co+3 mengikat 2


ligan monodentat NH3 dan 4 ligan monodentat S2O3-2, berarti
atom pusat mendapat total 6 PEB yang didonorkan ligan,
sehingga mempunyai bil. koordinasi 6. Bilangan koordinasi
senyawa kompleks dapat dihitung dari jumlah PEB yang
didonorkan ligan-ligannya.
Jawaban A

PEMBAHASAN PROBLEM SET 6, KIMIA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015 NURUL FIKRI

35

29.

Kimia Organik: Jenis Alkohol

32.

Jenis alkohol:

Alkohol primer: alkohol yg gugus OH- nya terikat di C primer.


Alkohol sekunder: alkohol yg gugus OH- nya terikat di C
sekunder.
Alkohol tersier: alkohol yg gugus OH- nya terikat di C tersier.
CH3
H3C

CH

CH2 OH

H3C

isobutanol
(alkohol primer)

CH3

CH

CH3

CH3
CH3

H3C

CH

CH CH3

CH
OH

2,4-dimetil -3-pentanol
(alkohol sekunder)

Jawaban B

Kimia Organik: Jenis Amina

Jenis amina:

Amina primer:amina yg atom N-nya mengikat 1 alkil, R-NH2


Amina sekunder:amina yg atom N-nya mengikat 2 alkil, R-NHR.
Amina tersier:amina yg atom N-nya mengikat 3 alkil, R-NR-R.
(C2H5)2NCH3 , amina tersier
C2H5NH2 , amina primer
(C2H5)2NH , amina skunder
(CH3)2NC2H5 , amina tersier
CH3N(C2H5)2 , amina tersier

C
H

Alkuna, sikloalkena dan alkadiena mempunyai rumus umum yang


sama CnH2n-2 . Oleh karena itu menentukan isomer cukup dengan
menghitung jumlah C yang sama saja.

3-etil-4-metil-1-pentuna
1C

2-oktuna

+ gula

katalis

CN

CN

Jawaban B

33.

Kimia Organik: Reaksi Uji

(1)
C4H10O oksidasi
alkohol 2o

C4H8O
keton

(2)
I2 / NaOH

C2H5COONa + CH3I
endapan kuning

Reaksi (2):
Uji iodoform adalah uji yang digunakan untuk mengetahui adanya
gugus CH3 di sebelah C-OH atau C=O (alkohol 1o, 2o, aldehid dan
keton).
Reaksi (1):
C4H8O (keton) merupakan hasil oksidasi dari C4H10O, berarti C4H10O
merupakan alkohol sekunder yang mempunyai gugus metil di sebelah
gugus karbinol (C-OH).

CH2

CH CH3

2C

6C

3,4-dimetilsikloheksena
6C

3,3-dietil -1-pentuna
4C

5C

3,3,4-trimetil -1-pentuna
3C

34. Biokimia: Sumber Energi


Karbohidrat atau hidrat arang merupakan sumber energi
utama dalam tubuh mahluk hidup.
Lemak dan protein merupakan sumber cadangan energi.
Vitamin dan mineral merupakan nutrisi bagi pemeliharaan
kesehatan dan pencegahan penyakit.
Jawaban A

35.

8C

5C

2,4-dimetil-1,3-heksadiena

5C

Senyawa2 diatas merupakan isomer,kecuali 3,3-dietil-1-pentuna.


Jawaban B

Kimia Inti: Pola Peluruhan

Pola peluruhan radioisotop:

1) Diatas pita kestabilan (n/p besar):


emisi sinar beta (
, atau
emisi neutron
2) Dibawah pita kestabilan (n/p kecil):
emisi sinar positron(
), atau

36

H5C6

H2O

H3C

Isomer: senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul yang sama


namun memiliki struktur/bangun dan geometri yang berbeda.

2C

gula

Jawaban E

Kimia Organik: Isomeri

2C

Dari reaksi di atas dapat disimpulkan senyawa C4H10O adalah:


OH

Jawaban C

31.

H5C6

2,3-dimetil -3-pentanol
(alkohol tersier)

isopropanol
(alkohol skunder)

30.

Senyawa glikosida terbentuk dari reaksi alkohol dengan gula


membentuk ikatan glikosida. Ikatan glikosida pada prinsipnya
terbentuk dari kondensasi antara gugus hidroksi alkohol dengan gugus
hidroksi gula.
Pada hidrolisis senyawa glikosida akan terurai kembali menjadi gula
dan alkohol.
ikatan glikosida

CH2 CH3

OH

OH
H3C HC

CH3

Kimia Organik: Reaksi Utama

penangkapan elektron (

pd kulit K

PEMBAHASAN PROBLEM SET 6, FISIKA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015, NURUL FIKRI

3) Dibawah pita kestabilan (Z>83):


emisi sinar alfa (
dan beta (

secara berurutan

Pada radioisotop
, nomor atom (Z)>83, akan memancarkan
sinar alfa dan beta secara berurutan hingga menjadi isotop stabil,
.
Jawaban D

36.

Proses pada alat Cottrell:


Asap yang berasal dari industri merupakan dispersi koloid (smoke) dari
partikel padat (karbon, oksida, debu) di udara yang dapat mencemari
atmosfer. Oleh karena itu, sebelum dilepas ke udara, asap buangan
diolah dengan alat cottrell .
Asap dilewatkan pada serangkaian jarum logam yang diberi potensial
listrik yang tinggi (20.000 sampai 70.000 V). Elektron yang dihasilkan
akan mengionisasi molekul di udara. Partikel asap akan menyerap ion
ini dan menjadi bermuatan. Partikel bermuatan tersebut tertarik ke
elektroda yang berbeda muatan dan kemudian terkoagulasikan.
Dengan demikian gas-gas yang meninggalkan alat tersebut lebih
bersih dan aman dilepas ke udara.
Jawaban A

37.

Kimia Lingkungan: Zat Aditif Makanan

Zat aditif pengawet ditambahkan dalam makanan dengan maksud


untuk mencegah terjadinya oksidasi oleh udara dan menghambat
perkembangan bakteri dan jamur.
Zat pengawet alami contohnya gula dan garam sedangkan zat
pengawet buatan contohnya natrium benzoat, anti oksidan BHT dan
TBHQ.
Jawaban E

38.

Antar Ruang Lingkup

0,03 x100

+ 2H + 2H2O
1mmol

(2/6) x 3 mmol

Titrasi senyawa karbonat oleh HCl 0,4 M memerlukan 40 mL


mol karbonat x val = mol HCl x val

mol karbonat x 2 = M x V x val


mol karbonat = (0,1. 0,04 x 1)/2
= 0,002
Massa karbonat = mol x Mr CO3-2
= 0,002 x 60 = 0,12 g
persen karbonat dalam sampel = (
=(

) x 100%

) x 100% = 25 %

Jawaban B

41.

Kimia Lingkungan: Pengolahan Air

Air yang memiliki kesadahan sementara (mengandung ion HCO3-)


dapat diatasi dengan cara

Pemanasan
Ca(HCO3)2 (aq) CaCO3 (s) + H2O(l) + CO2 (g)
Penambahan CaO/ Ca(OH)2
Ca(HCO3)2 (aq) + Ca(OH)2 (aq) 2CaCO3(s) + 2H2O (l)
Kimia Unsur: Batuan

MgCO3.CaCO3 (dolomit) merupakan batuan metamorf juga termasuk


sebagai garam rangkap. Mineral ini pertama kali ditemukan oleh
Deodat de Dolomieu pada tahun 1791 di pegunungan Southern Alps.

43.

Antar Ruang Lingkup

Reaksi antara logam M dan larutan asam sulfat menghasilkan M+3 dan
gas hidrogen 9 L. Jika volume gas hidrogen dihitung saat volume
molar 24 L (volume 1 mol gas H2 sebesar 24 L ), maka reaksi tersebut
menghasilkan mol H2 = (9/24) = 3/8 mol.

2M(s) + 6H+(aq)

Antar Ruang Lingkup

Jawaban D

[H+] = mmol/ V(mL) = 1/ 100 = 10-2 M


Jawaban D

2/8 mol

Jawaban C

3 mmol

39.

: [18Ar] 4s2 3d1 ( golongan III B, periode 4).

42.

mol = M x V

SiO2 + 6HF

Ar A (nomor massa)

Jawaban C

Reaksi setara:
SiF6-2

= 45

Jika M mempunyai 24 neutron, maka Z = A - n = 45 - 24 = 21.

40.

Kimia Lingkungan: Udara

Ar M =

2M+3(aq)+ 3H2 (g)


3/8 mol

Kimia Lingkungan: Pupuk Nitrogen

Pupuk ZA adalah pupuk kimia buatan yang dibuat untuk memberi


tambahan hara nitrogen dan belerang bagi tanaman. Nama ZA adalah
singkatan dari istilah bahasa belanda, zwavelzure ammoniak, yang
berarti amonium sulfat (NH4SO4).
Jawaban E

44.

Larutan: Hidrolisis

Garam (NH4)2SO4 merupakan garam yang terbentuk dari basa lemah


(NH4OH) dan asam kuat (HCl). Larutan garam ini dalam air akan
terhidrolisis parsial dan bersifat asam.
Jawaban E

PEMBAHASAN PROBLEM SET 6, KIMIA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015 NURUL FIKRI

37

45.

Dampak N2 Bagi Penyelam

3.

Ketika seorang penyelam dengan tabung gas campuran gas oksigen


nitrogen menyelam lebih dalam maka tekanannya akan semakin besar
dan mengakibatkan gas nitrogen yang larut dalam darah semakin
banyak. Kenaikan konsentrasi nitrogen dalam darah akan merangsang
jaringan syaraf sehingga menimbulkan efek narkotik (hilang
kesadaran).
Namun efek narkosis dapat dihindari dengan mengganti gas tabung
yang berisi campuran gas helium - oksigen atau yang lebih sering
disebut Heliox.
Jawaban A
SEL BAHAN BAKAR DAN GANGGANG

1.

Elektrokimia: Sel Volta


2H2

mula2 :
reaksi :
setm :

15 mol
8 mol
7 mol

+ O2

2H2O

4 mol
4 mol
--

Sel bahan bakar hidrogen menggunakan oksigen dan hidrogen


sebagai bahan bakar dan menggunakan H3PO4 atau KOH sebagai
elektrolit.
Sel bahan bakar hidrogen ramah terhadap lingkungan karena reaksi
yang terjadi tidak menghasilkan produk samping yang berbahaya.
Secara teoritis, reaksi sel bahan hidrogen hanya menghasilkan air.
Jawaban B
GAS SINTETIK DAN METANOL DARI BATUBARA

4.

Stoikiometri: Hitungan Kimia

Pembuatan syngas dengan menggunakan batubara sebanyak


1 kg
(mengandung 800 gram C), pada suhu 27oC dan tekanan 5 atm.
Reaksi yang terjadi:

-8 mol
8 mol

mol C = massa/ Ar

C(s) +

Lamanya (t) sel bekerja jika menghasilkan arus (I) sebesar 10 A:


t =(F x 96500)/ I = (12,8 x 96500)/ 10 = 123520 detik = 34,31 jam.
Jawaban D (mendekati)

Reaksi pada sel hidrogen suasana basa


Katoda : O2 + 4e + 2H2O 4OH2H2 + 4OH-

2H2O + 4e

Eo = +0,83V

2H2 + O2

2H2O

Eosel= +1,23V

Reaksi pada sel hidrogen suasana asam


Katoda : 4H+ + O2 + 4e 2H2O
Anoda :

Eo = +0,40V

2H2
2H2 + O2

4H+ + 4e
2H2O

200/3 mol 200/3 mol

Jika total gas yang dihasilkan (ntotal) = 400/3 mol, maka :

Volume gas total =

Reaksi pada sel hidrogen dalam suasana basa lebih baik


dibanding suasana asam. Hal ini dikarenakan pada suasana
basa elektrolit KOH (basa kuat) lebih banyak menghasilkan
ion ion daripada elektrolit H3PO4 (asam lemah).
Sel bahan bakar baik dalam suasana basa maupun dalam
suasana basa menghasilkan Eosel atau GGL yang sama.

CO(g) + H2(g)

200/3 mol

Elektrokimia: Sel Volta

Anoda :

H2O(g)

800/12

Berdasarkan pereaksi pembatas (O2), 4H+ + O2 + 4e 2H2O


Maka jumlah muatan listrik (F) = 4 x 4 x 80% = 12,8

2.

Elektrokimia: Sel Volta

= 656 Liter
Jawaban D

5.

Ikatan Kimia: Kepolaran

Proses gasifikasi batubara menghasilkan senyawa syngas yang terdiri


dari:

CH4 dan H2. Kedua gas ini merupakan senyawa kovalen


nonpolar, bentuk molekulnya simetris menyebabkan
resultan momen dipolnya nol.
CO. Gas ini bentuk molekul linear yang kerapatan
elektronnya tidak simetris dan merupakan senyawa kovalen
polar. Adanya perbedaan keelektronegatifan antara C dan
O menyebabkan momen dipol lebih besar dari nol.

Jawaban E

Eo = +1,23 V

6.

Stoikiometri: Persamaan Reaksi

Eo = +0,00V

Metanol (CH3OH) bukan produk dari proses gasifikasi batubara.

Eosel = +1,23V

Jawaban A

Jawaban C

38

PEMBAHASAN PROBLEM SET 6, FISIKA, PROGRAM SUPERINTENSIF 2015, NURUL FIKRI

Anda mungkin juga menyukai